^^Bad Marriage^^
Chapter 10 : Because Accident?
Main Pair : ChanBaek
Other Pair : Seiring berjalannya cerita
Genre : Romance, Hurt/Comfrot, And Humor
Rated : T+
Dicslaimer : FF ini asli milik saya
Summary : Park Chanyeol yang mengaku normal harus menikah karena perjodohan gila orang tuanya. Ia di jodohkan dengan Byun Baekhyun, si namja cantik yang sedikit berandalan sekaligus teman sekelasnya. bagaimana kehidupan setelah mereka menikah? ternyata, ada satu rahasia yang tak pernah diketahui Baekhyun tentang dirinya sendiri. apakah itu?
Warning : GaJe, Yaoi, Typos, Bahasa Menyesuaikan, EYD berantakan.
.
.
.
^^BerryKyu^^
.
.
.
Presents
.
.
.
^^BerryKyu^^
"Karena kecelakaan itu…"
"Berikan aku popcornnya!" Ujar Baekhyun langsung saja merampas popcorn dari tangan Kyungsoo.
"Yak! Kembalikan!" Tangan Kyungsoo berusaha mengambil kembali popcorn-nya, tapi Baekhyun melarikannya ke arah lain.
"Tidak mau! Mehrong~" Baekhyun menjulurkan lidahnya pada Kyungsoo. Lalu, melanjutkan acara menonton drama sembari mengunyah popcorn Kyungsoo.
"Aish, bocah ini." Luhan yang tepat berada di samping Kyungsoo hanya mengelus pundak Kyungsoo, memberitahukan sahabatnya itu agar bersabar pada orang hamil.
"SEHUN!" Teriak Baekhyun seenaknya, mau tak mau demi seseorang yang sedang hamil, Sehun pun segera menghampiri Baekhyun dengan senyuman manisnya yang tentu saja palsu.
"Iya, Baek? Ada apa?" Tanya Sehun diiringi nada yang manis. Baekhyun memandang Sehun dengan pandangan songongnya.
Ingin sekali Sehun mencampakan lelaki cantik bermata sabit itu dari jendela apartment mereka. Tapi, tentu saja Sehun masih menyayangi nyawanya dan masa mudanya, tentu saja.
"Tolong buatkan aku segelas jus jeruk nipis. Tiba-tiba saja, aku ingin meminum yang asam-asam." Pinta Baekhyun lengkap dengan puppy eyesnya. Sehun memejamkan matanya, rahangnya mengeras. Namun, sedetik kemudian Sehun kembali tersenyum manis.
"Baiklah, Nyonya Park yang cantik." Sehun melongos pergi dari sana. Ia dapat melihat Luhan dan Kyungsoo menahan tawanya. Astagah, para uke itu!
"Baek..." Panggil Luhan lembut dan tampak sedikit ragu. Baekhyun menoleh padanya, "Ada apa?"
"Bagaimana keadaan kandunganmu?" Tanya Luhan sembari melihat ke perut Baekhyun yang masih tampak rata di baju kebesaran itu.
"Kandunganku baik-baik saja, Hyung. Babynya juga sehat," Jawab Baekhyun riang. Luhan hanya menaggapinya dengan senyuman errrr iba?
"Bagaimana dengan Taehyung, anak yang kau ambil dari panti asuhan itu?" Celetuk Kyungsoo. Luhan dan Baekhyun terdiam. Lidah mereka tiba-tiba saja terasa ngilu.
"Dia baik-baik saja. Mungkin, sekarang dia tengah bermain bersama nenek atau kakeknya, yah tapi aku belum bisa menjenguknya karena Chanyeol melarangku ke rumah sakit! Buh~" Ucap Baekhyun mengembungkan pipi chubbynya yang semakin berisi.
Luhan semakin terdiam. Apa Chanyeol masih membohongi lelaki cantik itu? Ternyata, Chanyeol memang benar-benar menjaga kondisi istrinya itu dengan baik, sampai-sampai tega membohonginya sejauh ini.
"Oh ya, Baek!" Luhan mencoba mengganti topik pembicaraan. Luhan takut, jika nanti Baekhyun malah bertanya yang macam-macam padanya.
"Ne?" Tanggap Baekhyun menatap wajah Luhan.
"Kala pertama kau mengandung, apa kau mengalami Morning Sickness?" Baekhyun mengangguk antusias.
"Bahkan, sampai saat ini aku masih mengalaminya. Ugh! Rasanya sama sekali tidak enak, tapi menyenangkan." Ujar Baekhyun kembali pada mode riangnya. Luhan tersenyum penuh arti. Setidaknya, Baekhyun memang tidak usah tahu tentang Taehyung.
"Aku jadi tidak sabar untuk juga mengandung!" Ujar Luhan setengah bercanda.
Baekhyun menurunkan kepalanya serta mencondongkannya hingga posisi kepalanya tepat berada di depan perut Kyungsoo dan Luhan pun melakukan hal yang sama. Kemudian, Baekhyun berbisik sesuatu pada Luhan,
"Makanya, sering-sering berbuat itu dengan Sehunmu."
DUGH!
Kyungsoo langsung saja mempertemukan dahi Baekhyun dan dahi Luhan dengan kerasnya, membuat kedua lelaki cantik itu meringis kesakitan sambil mengelus dahi mereka.
"Dasar! Mesum!" Teriak Kyungsoo menjelarkan mata burung hantunya kepada Baekhyun dan Luhan yang menatapnya takut.
"Hei, Suami cantik Park Chanyeol. Pesananmu datang." Sehun datang dengan segelas air keruh yang di percayai jus jeruk nipis oleh Baekhyun.
"Kau memberiku air kobokan?! Kau saja yang minum!" Ujar Baekhyun angkuh. Sehun rasanya ingin menangis saja sekarang.
Eh? Dimana Jongin? Ah, ternyata dia berada tak jauh dari sana lengkap dengan anjing peliharaannya.
"Bagaimana Jongin? Apa anjingmu sudah bertelur?" Suara Baekhyun menginterupsinya. Ia sama sekali tidak menggubris suara itu. Ia merasa seperti seorang yang tidak waras sekarang.
Mana ada anjing bertelur.
Oh, mungkin pikiran Baekhyun perlu di cuci dengan diterjen yang banyak. Yah, mungkin saja.
^^BerryKyu^^
CEKLEK
Chanyeol membuka knop daun pintu kamar rawat Taehyung, kakinya perlahan masuk dengan langkah yang ragu.
"T-Taehyungie. Bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya Chanyeol pada bocah yang terbaring lemah di ranjang besar itu.
"Cepatlah bangun..." Lirih Chanyeol. Ia memejamkan matanya erat sembari mengigit bibir bagian bawahnya.
"Daddy sungguh tidak tahan lagi melihat Mommymu bersedih seperti itu. Bangunlah, Sayang." Lanjut Chanyeol meraih tangan mungil itu untuk di gengamnya.
Chanyeol sungguh tak menyangka semua ini akan menjadi sangat serius pada Taehyung. Namun, ia kembali tersenyum,
"Tapi, sebentar lagi kau pasti akan bangun. Daddy percaya itu!" Tukasnya. Tetapi, ia tidak bisa melupakan apa yang tadi dokter Han katakan padanya.
FLASHBACK ON
Saat ini, Chanyeol sedang berada di ruangan dokter Han. Wajahnya terlihat sangat cemas menanti dokter muda itu mengatakan sesuatu.
"Chanyeol-ssi..." Panggil Dokter Han. Chanyeol mendongakan kepalanya yang tertunduk.
"A-ada apa, Dokter?" Tanya Chanyeol tergagap.
"Ternyata, semua yang terjadi pada Taehyung tidak semuanya salah pada kecelakaan tempo hari. Ini mungkin, karena kecelekaan sebelumnya yang pernah ia alami..." Dokter Han menggantungkan penuturannya.
"...setahun yang lalu ia mengalami kecelakaan tabrak lari dan kecelakaan itu membuat pita suaranya rusak..."
Chanyeol kembali teringat pada perkataan Ibu pengurus panti itu. Taehyung memang pernah mengalami kecelekaan sebelumnya.
"Memangnya kenapa, Dokter?" Tanya Chanyeol yang sudah was-was dengan jawaban yang akan di lontarkan kepadanya.
"Kecelakaan itu yang mungkin berdampak serius pada otaknya sekarang ini. Otaknya benar-benar akan mati jika dalam kurun waktu tiga bulan ini dia tidak akan bangun." Ucap Dokter Han menatap Chanyeol iba.
"M-maksud anda, T-Taehyung akan meninggal?" Dokter Han mengangguk pelan.
"T-Tapi, yang rusak adalah pita suaranya saja." Bantah Chanyeol berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Pita suaranya memang rusak. Tapi, masih bisa di perbaiki. Yah, saya pikir itu kabar baiknya..." Dokter Han menggantungkan perkataannya lagi.
"Mungkin saja, Taehyung hanya di bawa ke rumah sakit kecil saja, sehingga anda tidak mengetahui bagaimana keadaan Taehyung secara mendetail. Saya melihat hasil CT Scan Taehyung tadi, ternyata otaknya sudah terlebih dahulu terjadi pembengkakan lambat." Lanjut Dokter Han.
Chanyeol mentautkan alisnya, "Saya tidak mengerti,"
"Taehyung mengalami pembengkakan otak secara lambat, pembengkakan ini memang tidak terlalu terlihat selama beberapa waktu ke depannya. Tapi, akan terasa di kemudian hari. Apalagi, Taehyung kembali mendapatkan benturan keras pada tempat pembengkakan itu." Jelas Dokter Han sembari mengelus punggung Chanyeol.
"Berapa angka persentasenya Taehyung untuk bangun kembali?"
"Sekitar dua puluh persen." Chanyeol memijit pangkal hidungnya.
"Taehyung akan segera kami pindahkan ke ruangan barunya. Hanya saja, anda hanya bisa menjenguknya dalam waktu tertentu saja guna menjaga ruangan itu dari virus luar. Maaf, Chanyeol-ssi, saya harus pergi untuk melihat pasien saya yang lainnya."
Selepas dokter muda itu pergi, tubuh Chanyeol merosot ke bawah. Matanya menatap lantai dengan sorot yang kosong.
"Baekkie, Apa yang harus ku lakukan?"
FLASHBACK OFF
"Maaf Tuan, anda harus segera keluar dari ruangan." Ucap perawat berjubah hijau- sama dengan jubah yang saat ini ia pakai- dari belakangnya.
Dengan berat hati, Chanyeol pun meninggalkan ruangan Taehyung. Sebelum itu, ia berbalik dan menatap wajah polos yang masih setia menutup matanya. Lalu, ia keluar dari ruangan Taehyung.
Chanyeol keluar dari mobilnya, ia mengambil beberapa kantong yang berisi makanan pesanan Baekhyun dari jok penumpang. Lalu, menutupnya kembali dengan kaki panjangnya.
Sebelum Chanyeol memencet bel rumahnya, pintu rumahnya sudah terlebih dahulu di buka oleh Baekhyun. Chanyeol terkesiap saat melihat Baekhyun menyambutnya dengan senyuman lebar yang terlihat sangat manis di matanya.
"Kemarikan bawaannya, Yeollie..." Baekhyun mengambil kantong-kantong tersebut antusias. Kemudian, meletakannya ke Coffee Table yang terletak di ruang TV.
Baekhyun kembali berlari kecil ke arah Chanyeol. Membukakan dasi yang melilit leher sang suami dengan wajah yang serius namun terkesan imut.
"Hehehe..." Kekeh Chanyeol tidak bisa lagi menahan kegemasannya terhadap Baekhyun. Ia pun mengecup bibir Baekhyun sekilas.
"Yak! Kau ini!" Decak Baekhyun memukul dada Chanyeol dengan pukulan sayangnya dan kembali membuka lilitan dasi di leher Chanyeol.
"Kenapa belum tidur?" Tanya Chanyeol yang membuka topik pembicaraan di sela-sela suasana canggung yang tercipta di antara mereka.
"Ini masih pukul delapan malam, Yeollie." Baekhyun mencubit gemas pipi Chanyeol, kemudian mengambil tas jinjing berwarna hitam yang sedari tadi berada di tangan Chanyeol.
Chanyeol memegang pipinya, perlahan bibirnya tertoreh sebuah senyuman tipis. Baekhyun terlihat sangat manis, menggemaskan, manja, cantik, sexy, dan menggoda akhir-akhir ini. Apa ini juga bawaan bayi mereka?
Chanyeol memasuki kamarnya yang terletak di lantai dua. Masuk ke dalam dengan langkah yang gontai. Hari ini ia di beri banyak sekali kejutan yang membuat kepalanya berputar hebat sedari tadi.
Ia mengambil handuk yang tergantung di jemuran handuk, lalu masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar luasnya.
Chanyeol menekan tombol shower yang memancarkan air hangat dari atas kepalanya. Ia mengacak rambutnya kasar agar bulir-bulir air hangat itu membasahi rambutnya sama rata.
Setelah memakai sabun dan sejenisnya pun dan sudah merasa lebih segar dari pada sebelumnya, Chanyeol mematikan shower itu. Lalu, menarik handuk yang ia gantung di gantungan di balik pintu.
Chanyeol keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya dan sebuah handuk kecil yang bertengger di tengkuknya. Pemandangan pertama yang Chanyeol dapatkan adalah pintu balkon kamarnya yang terbuka.
Chanyeol pun segera memakai pakaian lengkapnya. Di luar sana, udara sungguh sangat menusuk kulit. Mau di beri makan apa Baekhyun serta anak mereka nanti kalau dia sakit?
Setelah berpakaian lengkap, Chanyeol menghampiri Baekhyun yang sedang berdiri sembari menatap rembulan yang bersinar terang.
"Sayang, apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Chanyeol lembut. Kedua tangannya perlahan menyelinap di antara pinggang ramping itu.
"Berdiri. Seperti yang kau lihat," Jawab Baekhyun asal. Chanyeol melongos kesal.
"Yeah. Aku tidak buta untuk mengetahui hal itu," Sahut Chanyeol sembari mengeratkan kedua tangannya yang melingkar di pinggang Baekhyun saat angin malam menerpa tubuh mereka.
"Hari ini aku pergi ke apartment Jongin," Baekhyun membuka sebuah topik pembicaraan.
"Lalu?" Tanya Chanyeol sambil menghirup aroma strawberry yang menyenangkan di ceruk leher Baekhyun.
"Aku membuat kekacauan di sana. Hehe." Baekhyun terkekeh ketika kembali mengingat kejadian tadi siang, dimana ia datang ke apartment Jongin dan membuat sebuah jeritan ketika masuk ke dalam apartment mewah itu.
"Kau kebosanan, heum?" Baekhyun mengangguk kecil.
"Maafkan aku..."
"Berhentilah untuk terus meminta maaf padaku!" Protes Baekhyun yang jengah mendengar kata 'maaf' dari Chanyeol.
"Kau pasti sangat kesepian saat aku pergi bekerja," Ucap Chanyeol dengan rasa bersalahnya.
"Hei! Tidak apa, Yeollie. Lagipula, aku masih bisa melakukan pekerjaan yang bermanfaat di rumah." Balas Baekhyun, berusaha untuk meyakinkan suami tampannya.
"Tidak! Kau tidak tidak boleh bekerja! Aku tidak mau dirimu dan bayi kita kelelahan!" Sewot Chanyeol membuat Baekhyun memutar bola matanya malas.
"Oh God... Aku laki-laki, Yeol! Aku tidak akan kelelahan hanya sekedar melakukan pekerjaan rumah." Chanyeol mengecup gemas pipi chubby Baekhyun.
"Aku tahu juga kalau kau laki-laki, Cantik..."
"Jangan memanggilku cantik! Oh Tuhan, mau berapa kali aku berkata bahwa aku ini sangat tampan?" Chanyeol melepaskan pelukannya, lalu membalikan tubuh Baekhyun agar menghadapnya.
"Kenapa?" Tanya Baekhyun dengan nada bingungnya. Chanyeol tidak menjawabnya, lelaki tampan itu menangkup kedua tangannya di pipi Baekhyun, memperhatikan wajah cantik sang istri... I mean... sang suami cantiknya itu.
"Tidak apa-apa. Hanya saja aku sedang mencari letak ketampananmu, Sayang. Yeah... kau memang mempunyai sisi tampan sebagai seorang lelaki. Tapi, sisi wanitamu lebih mendominasi." Ucap Chanyeol dengan godaan di belakang ucapannya.
"Apa?!"
BUGH
Baekhyun menjatuhkan pukulan mautnya tepat di pipi kanan Chanyeol. Chanyeol yang belum siap dengan pukulan itu menjadi berakhir tersungkur di lantai balkon.
"Wanita? Aku memang bottom-mu. Tapi, jangan harap kau bisa menyamakanku pada makhluk berdada besar itu!" Baekhyun menjelarkan mata sabitnya ke arah Chanyeol.
Sedangkan Chanyeol? Ia tengah sibuk meringis kesakitan sambil mengelus pipinya yang terkena pukulan Baekhyun.
Oh tidak! Sifat awal Baekhyun kembali lagi.
Wajah mengeras Baekhyun perlahan melunak, karena melihat Chanyeol yang tak kunjung berhenti meringis.
"Apa sakit?" Baekhyun sedikit menunduk untuk sekedar melihat wajah Chanyeol yang masih bertatapan dengan ubin balkon yang dingin itu.
^^BerryKyu^^
#AT THE CHANBAEK'S ROOM
"Jangan bergerak!" Seru Baekhyun galak.
"Sakit..." Cicit Chanyeol yang sibuk ber-'ahh shh ahh'- ria sedari lima menit yang lalu.
Pasalnya, kini Baekhyun tengah mengoleskan obat pada pipi Chanyeol yang tampak sedikit membiru. Tentu saja itu dampak pukulan dari tangan cantik Baekhyun.
Satu lagi yang harus kalian ketahui tentang Baekhyun. Baekhyun itu pernah menjadi atlet hapkido sewaktu ia masih Junior High School dan pernah membawa pulang beberapa medali emas. Wow!
Kalian pikir Chanyeol benar-benar kesakitan? Tentu saja tidak. Hei, dia itu laki-laki. Tentu saja tidak akan merasa kesakitan hanya karena sebuah pukulan dari sang bottom cantiknya ini. Walaupun, rasa sakit itu memang ada.
Yeah, asal kalian tahu. Chanyeol hanya ingin mendapat perhatian lebih dari Baekhyun cantiknya itu. Hehe. Sedikit modus tidak apa, 'kan?
"Sudah!" Ujar Baekhyun setelah menyelesaikan acara mengoleskan obat pada pipi Chanyeol yang terkena pukulannya tadi.
Saat Baekhyun akan kembali berdiri, Chanyeol menarik pergelangan tangan itu membuat tubuh mungil Baekhyun langsung jatuh di pangkuannya.
"Chanyeol..." Ucap Baekhyun memperingati.
"Ya, Sayang?" Tanya Chanyeol lembut. Dagunya terletak manja di bahu sempit Baekhyun.
"Oh Tuhan! Lepaskan tanganmu dari perutku, Yeol. Aku lupa menyalinkan makanan yang kau bawa, Yeol."
"…" Chanyeol tidak menjawabnya. Malah lelaki tampan itu semakin memperdalam kepalanya di ceruk leher Baekhyun.
"Yeollie~" Panggil Baekhyun sedikit melompat-lompat kecil di atas pangkuan Chanyeol.
"Jangan bergerak, Sayang. Kau bisa membangunkan sesuatu di bawah sana." Bisik Chanyeol seduktif tepat di belakang daun telinga Baekhyun.
Baekhyun mengerinyitkan dahinya. Ia menorehkan kepalanya ke belakang dengan wajah geramnya.
"Chanyeol, kubilang lepas! Atau kalau tidak, kau akanㅡ"
"Oke. Oke. Pangeran cantikku." Chanyeol melepaskan pelukannya pada Baekhyun dan membiarkan lelaki cantik itu lepas dari pangkuannya.
"Tch..." Decih Baekhyun mulai keluar dari kamar mereka diiringi dengan cibirannya yang membuat Chanyeol semakin gemas dengan lelakinya itu.
Chanyeol tersenyum tipis, hari ini Baekhyun tidak lagi bertanya tentang Taehyung. Ia tahu, sebenarnya lelaki cantik itu sangat merindukan Taehyung. Jika Baekhyun kembali mengetahui satu kenyataan ini, Baekhyun akan terpuruk dan Chanyeol tidak mau itu semua terjadi.
Chanyeol memijit pangkal hidungnya. Tiga bulan lagi. Apa yang akan terjadi? Ia tidak akan pernah bisa mengetahuinya. Ia hanya dapat berdoa kepada Tuhan agar Tuhan memberikan yang terbaik untuk Taehyung, Baekhyun, serta bayi mereka.
Chanyeol dan Baekhyun sudah berada di meja makan. Mereka menyantap hidangan makanan pesanan Baekhyun tadi dengan suasana yang sunyi dan sedikit canggung.
"Apa enak?" Tanya Chanyeol pada Baekhyun yang berada di sebrangnya. Baekhyun mendongak, sendok masih berada di dalam mulutnya. Lelaki cantik itu mengangguk.
"Chan..." Panggil Baekhyun beberapa menit kemudian. Kali ini, Chanyeol yang mendongakan kepalanya.
"Ada apa?" Entah mengapa, Chanyeol merasa jantungnya berdebar gusar. Apa Baekhyun akan bertanya tentang Taehyung lagi padanya?
"Hm... Tidak ada apa-apa. Hanya saja, kau terlihat sangat tampan saja hari ini," Chanyeol menatapnya heran. Jarang sekali Baekhyun mau memujinya. Ada apa gerangan?
"Kenapa kau memandangku seperti itu?" Tanya Baekhyun bingung. Ia mengerutkan dahinya.
"Aneh sekali. Kau tidak pernah memujiku sebelumnya," Ucap Chanyeol sedikit terkekeh sembari memainkan makanan di piringnya.
"Memangnya aku tidak boleh memuji suamiku sendiri?" Tanya Baekhyun kesal. Seharusnya Chanyeol senang, bukannya malah heran seperti itu.
"Bukan seperti itu. Tapi..."
"Sudahlah. Habiskan makanan-mu itu. Moodku tiba-tiba saja kembali rusak!" Ujar Baekhyun dengan nada suara kesal dan malasnya. Entahlah, Baekhyun merasa moodnya sangat cepat berganti akhir-akhir ini. Apa ini juga bawaan bayi mereka?
Mereka kembali melanjutkan acara makan malam mereka di sertai suasana hening yang menyelimuti mereka.
^^BerryKyu^^
10.15 PM
Lampu tidur bersinar remang di antara sunyinya kamar Chanyeol dan Baekhyun. Chanyeol sudah sedari tadi terbang ke alam mimpinya sembari memeluk Baekhyun yang membelakanginya. Sedangkan, Baekhyun?
Lelaki cantik itu masih terjaga. Mata sabit itu berkaca-kaca, bibirnya bergetar menahan isak tangisnya.
Perlahan, tangannya mengelus lembut tangan Chanyeol yang melingkar di perut, tanpa berniat membangunkan sang empu.
"Apa yang sedang kau sembunyikan, Yeol?" Lirih Baekhyun seperti sebuah bisikan. Ia memejamkan matanya, membiarkan butiran liquid itu jatuh dari sudut matanya.
Setelah dengkuran halus Baekhyun terdengar, Chanyeol membuka matanya. Ia melepaskan tangannya pada perut Baekhyun, tangannya menyusuri tangan Baekhyun, leher Baekhyun, dan berhenti di pipi chubby lelaki cantik itu.
Chanyeol mengelusnya lembut, membuat Baekhyun sedikit menggeliat dalam tidurnya. Chanyeol menghela nafasnya, dari tadi ia tidak benar-benar tidur.
"Sabar, Sayang. Tunggulah sebentar lagi. Kumohon, bersabarlah." Bisik Chanyeol tepat di sisi daun telinga Baekhyun.
Chanyeol kembali menyelinapkan tangannya di pinggang Baekhyun. Memeluk pinggang ramping itu lebih erat dari pelukan yang pertama.
Ia pun memejamkan matanya, menyusul Baekhyun yang sudah dahulu masuk ke alam mimpinya.
^^BerryKyu^^
6.10 AM
"Nghhh..." Lenguh Chanyeol yang terganggu dengan tangan lentik di wajahnya. Baekhyun, sang pengganggu, terkikik geli melihat wajah baru bangun tidur Chanyeol.
Chanyeol menarik tangan Baekhyun sedikit kuat hingga membuat Baekhyun terjatuh di pelukan Chanyeol. Chanyeol memberikan sedikit celah di bawah sana. Hei, ia masih ingat kalau lelakinya ini tengah mengandung sang buah hati.
"Kau nakal sekali, heum?" Bisik Chanyeol seduktif tepat di daun telinga Baekhyun. Ia menghembuskan nafas beratnya di daun telinga Baekhyun.
Baekhyun membulatkan matanya, lalu menarik diri dari pelukan Chanyeol. Chanyeol yang sudah tidak bisa lagi menggapai Baekhyun pun langsung berbalik arah dan menarik selimutnya sampai ke puncak kepala.
"Yak! Kau tidak mau bangun?!" Tanya Baekhyun sedikit membentak suami tampannya itu. Ia berusaha menyingkap selimut Chanyeol sampai selimut Chanyeol terjatuh ke lantai.
"Hello, Park Chanyeol yang tampan dan cool tapi ber-boxer Spongebob. Kau tidak mau bangun juga? Kau tidak pergi bekerja?"
Chanyeol menarik bantal yang sedang menjadi penyanggah kepalanya, lalu menutupi kepalanya dengan bantalnya itu. Pagi-pagi mendengar suara melengking itu, sama saja mendengar panggilan dari malaikat maut. Oke, ini berlebihan.
"Hari ini aku bolos, Sayang." Kata Chanyeol yang suaranya teredam oleh bantal yang menutupi bagian kepalanya. Baekhyun membulatkan mulutnya.
"Ah... Jadi kau tidak mau bangun dan pergi bekerja? Kau mau tahu lagi jenis pukulan di dalam hapkido? Aku dengan senang hati akan mempraktekannya padamu," Ucapnya dengan nada manis, namun terdengar mengerikan di gendang telinga Chanyeol.
Chanyeol terduduk sambil terkekeh kecil. Baekhyun yang melipatkan kedua tangannya di dada ikut tertawa atau lebih tepatnya tertawa hambar.
" .ha. Lucu?" Tanya Baekhyun galak. Chanyeol terdiam, ia meneguk salivanya dengan susah payah.
"Tunggu apa lagi? Cepat bergerak!" Ujar Baekhyun bertambah galak. Tapi, Chanyeol tetap tak bergeming dari tempatnya.
"CEPAT!" Bentak Baekhyun. Chanyeol pun tunggang langgang berlari mengambil handuk, lalu masuk ke dalam kamar mandi. Baekhyun? Ia sibuk tertawa seraya memegang perutnya yang terasa sakit akibat tawanya yang tak kunjung berhenti.
"Bodoh!" Katanya sambil memandang pintu kamar mandi itu.
^^BerryKyu^^
"Aaaa?" Chanyeol menyodorkan sandwichnya ke mulut Baekhyun. Mereka sekarang berada di ruang makan, menikmati sarapan mereka.
"Kau tidak lihat punyaku masih utuh?" Baekhyun memperlihatkan sandwich yang berada di piringnya.
"Ayolah, Sayang. Hanya sekali saja, Please~" Pinta Chanyeol di sertai puppy eyesnya. Dan asal kalian tahu, Baekhyun ingin muntah melihatnya.
Lelaki cantik itu menghela nafasnya. Kemudian, menyambut sandwich pemberian suami tampannya itu ke dalam mulutnya.
Chanyeol terkikik kecil melihat sifat tunduk Baekhyun yang menggemaskan itu. Ia pun memakan sandwichnya kembali di bekas gigitan kecil Baekhyun tadi.
Setelah memakan seluruh sandwichnya, Baekhyun pun meminum susu strawberry yang sudah ia buat tadi. Tidak, itu bukan susu untuk kandungan, hanya susu biasa.
Chanyeol yang sudah berada di sebelah kursinya menatapnya intens. Merasa di tatap begitu intens oleh Chanyeol, Baekhyun menoleh ke samping.
Sontak, matanya terbuka lebar saat bibir Chanyeol menyapu bibirnya. Chanyeol menyesap bibir yang sudah menjadi candu itu dengan kuat hingga menimbulkan suara aneh Baekhyun. Lelaki tampan itu juga membersihkan sisa-sisa susu yang tersisa di atas bibir Baekhyun.
Setelah di rasa cukup bersih, Chanyeol pun melepaskan ciumannya dan menemukan Baekhyun dengan pandangan lurus dan sorot mata yang kosong. Mulutnya juga sedikit terbuka.
Akh, bukannya itu sangat menggemaskan. Katakan pada Chanyeol untuk tidak segera meniduri lelaki cantik itu sekarang juga. Oh, c'mon, ia akan pergi bekerja.
Baekhyun menggelengkan kepalanya saat kesadarannya mulai memulih. Ia menatap Chanyeol tajam, setajam pisau dagingnya.
"Apa-apaan kau?!" Tanyanya galak, tak lupa dengan jelaran mata sabitnya yang bukannya menyeramkan, tapi menggemaskan itu.
"Hanya membersihkan sisa dari susu-mu itu, Sayang." Baekhyun tahu, itu hanya alibi Chanyeol untuk menciumnya saja. Tapi, dia juga suka, 'kan? Upss...
"Alasan!" Cibir Baekhyun sedikit memajukan bibirnya ke depan. Chanyeol melirik arloji yang tersemat di pergelangan tangan kirinya. Ia akan terlambat karena arlojinya sudah hampir menunjukan angka delapan.
Dengan gerakan gesit, Chanyeol mengecup lama bibir Baekhyun, hingga membuat badan atas lelaki cantik itu sedikit ke belakang. Setelah melepaskan bibirnya dari bibir Baekhyun, Chanyeol segera berlari keluar.
"AKU PERGI DULU, SAYANG. JAGA DIRIMU DAN BAYI KITA. AKU MENCINTAIMU. MUACH~" Teriaknya yang semakin terdengar samar di telinga Baekhyun.
"Tch... Idot!" Decih Baekhyun kembali meminum susu strawberry kesukaannya itu.
^^BerryKyu^^
Di lain tempat, tepatnya di kamar rawat baru Taehyung, Dokter Han bersama seorang perawat tengah memeriksa keadaan Taehyung.
Dokter Han membuka lembaran tentang grafik kondisi Taehyung dari hari ke hari. Ia menatap grafik itu dengan sendu.
"Dokter Han, pembengkakan pada otaknya belum kunjung memulih. Ini hasilnya!" Perawat itu memberikan hasil CT Scan baru pada Dokter Han.
Hasil CT Scan itu memperlihatkan bagian otak kiri Taehyung yang membengkak. Dokter Han mengulum bibirnya sedikit mendesah kecil.
"Apa artinya..."
"Kita tidak boleh menerkanya dahulu. Saya yakin, anak ini kuat dan akan segera sembuh. Kita lihat saja tiga bulan yang akan datang," Dokter Han memandang wajah malaikat Taehyung yang masih setia memejamkan matanya.
Perawat itu menghela nafasnya. "Saya juga berharap seperti itu." Gumamnya.
.
.
.
.
.
TBC
Beribu maaf karena ini pendek banget… Tapi, semoga saja tidak mengecewakan lagi… yah semoga saja… Berry akhir-akhir ini benar-benar banyak kerjaan… Suer… Tapi, Berry bakalan usahain supaya update deh yah… tapi, gak bisa asap hehe… Kalau gitu Berry undur diri dulu yah dan maaf untuk typos yang bertebaran.
PAI~ PAI~
