Sumary: sekuel My First Kiss, kelanjutan hubungan antara Sasuke dan Naruto setelah insiden ciuman dan penembakan dadakan oleh Sasuke. Juga cerita tentang hubungan antara Shikamaru yang ternyata sudah jadian dengan Kiba. Jangan lupa tentang usaha Neji untuk mencairkan hati dingin Gaara. Lalu, bagaimana jika Itachi yang merupakan kakak dari Sasuke ternyata juga sedang berusaha mengambil hati Kyubi kakak sepupu Naruto yang merupakan murid pindahan di kelasnya?
.
.
.
DON'T LIKE
DON'READ
Disclaimer: Masashi Kisimoto
THIS STORY IS MINE
WARNING: OOC, ALUR CEPAT, TYPO(S), AU.
RATING NAIK JADI RATED M
YANG MASIH DI BAWAH UMUR HARAP HATI HATI
MAU LANJUT BACA.
TANGGUNG SENDIRI AKIBATNYA
Got Your Heart
.
.
.
Setelah kejadian di penginapan. Itachi benar – benar membuktikan perkataannnya. Dia selalu berada di sisi Kyuubi. setiap pagi menjemputnya untuk berangkat kesekolah. Dan akan mengantarkannya pulang setelah jam sekolah berakhir. Tak hanya itu saja. Dia juga sampai di kelas atau di lingkungan sekolah, Itachi akan berada di dekat Kyuubi. Seolah dia mengekang Kyuubi. Sebenarnya Kyuubi cukup kesal di perlakukan seperti itu. Tapi, dia tak berani menolak keberadaan Itachi. Yang bisa dia lakukan sekarang hanya memaki Itachi atau mengumpatnya.
Sedangkan Itachi, dia malah menganggap sikap Kyuubi sebagai hiburan.
SasuNaru Side.
"Teme, aku khawatir pada Kyuu-nii." Naruto melihat Itakyuu dari jauh.
"Sebenarnya aku juga agak khawatir pada siluman rubah itu." Balas Sasuke tidak ikhlas. Sebenci apapun Sasuke pada Kyuubi, mengingat perawakan kakaknya saat ini, Sasuke jelas merasa sedikit khawatir. Sepertinya dia agak menyesal membiarkan kakanya mengklaim Kyuubi. Tapi melihat mata kakaknya yang memancarkan kebahagiaan dan kasih sayang saat bersama Kyuubi, dia harus tetap menjalankan rencananya.
"Sampai kapan Itachi- nii akan seperti tiu?" Naruto menatap Sasuke lagi.
"Mungkin sampai Kyuubi mau menerima cinta Itachi." Jawab Sasuke tak yakin.
"Jika Itachi-nii membuat Kyuu-nii terluka. Aku yang akan menghajar Itachi-nii." Kata Naruto dengan semangat yang menggebu.
"Dengan semangat seperti itu saja kau tak akan bisa mengalahkannya, Dobe." Jawab Sasuke geli kadang sifat Naruto yang seperti ini bisa menghibur Sasuke dan melupakan sejenak masalah kakaknya.
"Teme menyebalkan." Naruto mengalihkan pandangannya dari Sasuke.
'Marah yaa. Manisnya.' Batin Sasuke. "Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya." Sasuke tersenyum tipis.
"Kau menyebalkan." Jawab Naruto ketus.
"Baiklah – baiklah, maafkan aku. Malam ini kita pergi jalan – jalan." Kata Sasuke akhirnya.
"Benarkah?" Naruto langsung menatap Sasuke dengan tatapan penuh harap. Jarang – jarang Sasuke mau mengajaknya jalan duluan. Pasti Naruto yang akan merengek pada Sasuke agar mereka bisa pergi jalan – jalan berdua.
"Jangan pasang ekspresi itu Naruto. Kau membuatku tak tahan." Sasuke langsung mendeathglare orang – orang yang ada di sekitarnya. Sasuke benar – benar tak tahan melihat ekspresi penuh antusias Naruto. Dia terlihat seperti anak kucing yang mendapat mainan baru. Dan hal ini juga membuatnya kesal. Karna tak hanya Sasuke saja yang tak tahan dengan ekspresi Naruto, tapi juga SEMUA orang yang ada di sekitar mereka (pengecualian untuk ShikaKibanejiGaaItaKyuu. Mereka sudah terlalu kebal pada setiap tingah polah Naruto).
Orang – orang yang mendapat tatapan maut dari Sasuke segera menyingkir dari tempat itu. Mata Sasuke seolah mengatakan pergi atau mati. Hemm, mereka masih punya fikiran yang waras untuk segera menjauhi properti milik Sasuke.
"Yo, Sasuke, ada apa dengan wajah mu itu?" Shikamaru mendekat kearah SasuNaru yang masih berada di koridor. Tentu saja dengan Kiba yang ada di sampingnya. Tunggu, ada yang salah...
"Kiba, kenapa kau berjalan dengan pincang?" Naruto menatap aneh pada Kiba yang di papah Shikamaru.
Itu dia yang salah. Kiba terlihat sangat sulit berjalan. Bahkan terlihat jelas jika dia sangat lelah. Terlihat dari wajahnya yang pucat dan kantung mata nya yang menjadi sangat jelas. Bahkan hampir menyamai mata rakun(?) Gaara.
"Ah it... ituuu. Aku begadang bermain game hingga pagi. Dan saat aku hendak mandi, aku terpleset karna aku sangat mengantuk." Jawab Kiba dengan jawaban yang cukup logis(?).
"Owhh,,, seharusnya kau tidak bermain game hingga pagi." Naruto berkata dengan bijak.
"Dobe, ku rasa Kiba bermain mengendarai rusa hingga pagi." Jawab Sasuke.
Wajah Kiba langsung merah mendengar jawaban Sasuke. Sepertinya Kiba memang bermain mengendarai rusa hingga pagi. Sedangkan Shikamaru, wajahnya masih saja datar. Tapi, dia terlihat sedikit tersinggung dengan kata – kata Sasuke.
"Ehhh, itu game baru ya? Kiba, lain kali aku boleh pinjam ya?" Naruto kembali meman=sang wajah antusiasnya. Kiba langsung gelagaban mendengar permintaan Naruto.
"Sebaiknya kau minta saja pada Sasuke." Kata Shikamaru.
"Ehh, Sasuke punya game itu." Tanya Naruto penasaran.
"Milik Sasuke versi, dangerous wolf." Jawab Shika lagi. dia menyeringai saat melihat Sasuke mendengus kesal.
"Sasuke, kau benar punya game itu?" Naruto kini menatap Sasuke.
"Kalau iya kenapa?" Tanya Sasuke.
"Boleh ku pinjam?"
"Bagaimana kalau nanti malam kita mainkan game dangerous wolf bersama?" Sasuke memasang seringaian serigala(?)nya.
"Baiklah. Malam ini aku akan menginap di tempatmu." Jawab Naruto. Sasuke langsung memperlebar seringaiannya saat mendapat jawaban polos Naruto.
'Dia memang serigala yang berbahaya.' Batin ShikaKiba.
.
.
.
NejiGaa Side.
"Gaara, apa yang sedang kau fikirkan?" Neji menatap Gaara bingung. Gaara memang memasang ekspresi dinginnya seperti biasa. Tapi, Neji merasa janggal dengan sikap Gaara yang agak aneh. Dia merasa Gaara sedang merisaukan sesuatu.
"Tidak ada." Jawab Gaara singkat.
"Jika kau ingin bercerita, tolong berceritalah. Aku tak suka melihat mu seperti ini." Neji membelai pipi pucat Gaara dengan sayang. Ahh, kulit Gaara memang sangat halus. Seandainya saja dia bisa menyentuh bagian lain.
Ups, sepertinya Neji mulai mengimajinasikan hal – hal yang sedikit 'berbahaya'.
"Boleh aku bertanya?" Neji langsung menarik tangannya saat Gaara bicara.
"Apa yang ingin kau tau?" Balas Neji.
"Sebenarnya, apa yang membuat Itachi senpai sangat terobsesi dengan Kyuubi?" Tanya Gaara.
"Haahhhh... entahlah. Tapi aku bersyukur karena Itachi senpai akhirnya mau membuka hatinya pada orang lain."
"Maksudmu?" Dulu, Itachi senpai pernah memiliki seorang kekasih, tapi sayang sekali, kekasihnya malah menghianatinya. Parahnya, dia berselingkuh dengan sahabat terdekat Itachi senpai. Mulai saat itu, Itachi senpai menutup dirinya dan memasang senyum palsu." Jelas Neji.
"Jadi seperti itu? Apa akan baik – baik saja jika kita membiarkannya seperti ini?" Tanya Gaara lagi.
"Kita tak bisa melakukan apa apa lebih tepatnya, Itachi senpai itu bukan orang yang bisa kita jadikan musuh. Lebih baik mengawasi mereka saja dan menjaga Itachi senpai agar tidak melebihi batas." Jawab Neji.
"Aku mengerti. Err, Neji, kau baik baik saja?" Gaara agak merasa risih dengan tatapan Neji. Seolah Neji ingin menelannya hidup – hidup saat ini juga.
"Aku tidak apa apa. Hanya, mengagumi kecantikan mu.' Jawab Neji spontan.
Wajah Gaara sontak saja merah mendengar pernyataan Neji. Neji memang kerap memujinya cantik atau manis. Tapi, tetap saja dia masih merasa malu.
"Kau memang menggemaskan." Neji mencuri sebuah ciuman di pipi mulus Gaara. Dan wajah gaara semakin merah.
"Aku ingin pergi ke toilet." Gaara langsung pergi menghindari Neji. Jantungnya berdebar dengan kencang. Nafasnya memburu. Dia sangat gugup rupanya.
Gaara terus beralari dengan kencang untuk menutupi rasa gugupnya. Dia, benar – benar bingung. Dia merasa malu saat Neji memujinya ataupun memberi sentuhan – sentuhan padanya.
.
.
.
Gaara POV
Aku, aku tak tau, perasaan ini terus saja datang menghampiri ku saat aku berada di dekat Neji.
Jantung ku pasti berdetak dengan keras dan cepat saat aku berada di dekatnya. Apalagi saat dia mulai menyentuhku. Walaupun itu hanya berupa sentuhan ringan ata ketidak sengajaannya. Jantungku terasa akan meledak. Wajahku, memanas. Apa aku benar – benar jatuh cinta kepadanya?
Ku basuh wajahku dengan air lalu aku melihat pantulan diriku di cermin. Wajah ku masih merah. Bagaimana jika Neji melihat ku seperti ini? Pikirran negatif langsung menghampiri ku. Aku benar – benar tidak tau harus bersikap bagaimana saat berda di dekat Neji.
POV End
.
.
.
.
Neji POV
Aku agak heran melihat tingkah Gaara akhir – akhir ini. Kenapa dia selalu menghindar setelah aku menyentuhnya. Apa dia membenciku? Apa dia tak suka perlakuanku padanya? Apa dia benar – benar tidak bisa memberiku kesempatan? Apa dia selama ini hanya berpura – pura saja agar tidak membuatku kecewa?
Pertanyaan – pertanyaan itu terus berputar di benak ku.
Apa aku harus menyerah saja?
Keputusan final ku. Aku, akan menyerah. Memang terlalu cepat. Tapi, ku rasa Gaara merasa tak nyaman jika dia berada di dekatku.
Ya, aku akan menyerah saja.
POV END.
.
.
.
Neji terus melamun hingga dia tidak menyadari jika Gaara sudah berada di depannya.
"Neji..." Gaara memanggil Neji. Tapi tak ada sautan darinya,
"Neji.." Sekali lagi Gaara mencoba untuk menarik Neji dari dalam fikirannya. Neji langsung tersentak saat menyadari Gaara sudah ada di depannya.
"ah, Gaara."
"Apa yang sedang kau fikirkan? Kau terlighat agak kurang sehat." Gaara mencoba untuk mendekati Neji. Tapi Neji langsung menghindarinya.
"Gaara, hari ini sepertinya aku akan pulang duluan."
"Benarkah, kalau begitu aku akan meminta supir untuk menjemputku."
"Maaf ya." Neji memasang ekspresi menyesal. Sedangkan Gaara mencoba untuk melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman untuk menutupi rasa kecewanya.
"Tak baik – baik saja." Gaara mencoba meyakinkan Neji jika dia baik – baik saja. Berbeda dengan perasaan Neji. Dia benar – benar menyesal tak bisa mengantar Gaara seperti biasa, tapi, dia ingin menjernihkan fikirannya. Dia perlu meyakinkan dirinya jika Gaara pasti punya perasaan yang sama dengan dirinya dan perjuangannya selama ini tak sia – sia. Ya, dia harus meyakinkan dirinya jika Gaara benar – benawr memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.
.
.
.
"Gaara, tumben kau tidak bersama Neji, ada apa?" Naruto menghampiri Gaara yang sedang menunggu jemputannya di depan gerbang sekolah.
"Dia sedang sibuk. Jadi aku menunggu jemputan ku." Jawab Gaara datar.
"Kau ada masalah?" Naruto mencoba untuk menggali informasi dari Gaara.
"Aku sedang tak ada masalah apa – apa Naruto." Gaara mencoba untuk meyakinkan Naruto.
"Ayolah Gaara, bukan setahun dua tahun aku mengenalmu, jadi apa yang ada di fikiran mu?" Naruto memandang Gaara serius. Sahabatnya ini sedang dalam masalah. Jadi, dia harus membantunya. Itulah prinsip Naruto.
"Hhh... baiklah, aku akan cerita, tapi tidak disini." Jawab Gaara akhirnya. Dia tak akan menang jika Naruto sudah memberondonginya pertanyaan yang memojokkan seperti ini.
"Oke, kita kerumahmu, aku akan mengabari Sasuke jika aku akan ke rumah mu." Naruto lalu mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana.
.
.
Drtt drttt
From: bakaDobe
Teme, aku akan ke rumah Gaara,
Sasuke membaca e-mail dari ukenya dan mendengus kesal.
To: bakaDobe
Aku akan menjemputmu. Jika kau ingin pulang kabari aku.
Sasuke segera menekan tombol send.
Drttt drttt
From: bakaDobe
Baiklah. Tapi, sepertinya agak larut.
Lagi – lagi Sasuke hanya bisa menghela nafas pasrah membaca e-mail dari Naruto.
"Semoga aku tidak mati kebosanan." Sasuke segera berjalan menuju mobilnya.
.
.
.
"Baiklah, aku sudah mendapatkan ijin dari Teme." Naruto ikut menunggu di samping Gaara.
"Hei, Gaara. Apa ini tentang Neji?" Naruto memandang Gaara lagi.
Gaara terdiam saat Naruto menyebut nama Neji.
"Ahh, ternyata benar, ini semua tentang Neji. Apa kau masih meragukan perasaan Neji pada mu?" Naruto memandang Gaara dalam. Sahabatnya ini benar – benar butuh bantuan untuk menyelesaikan masalahnya.
"Gaara, kau bisa cerita pada ku." Kata Naruto lagi.
"Bisa kita lanjutkan pembicaraan ini saat sampai di rumah ku saja, Naruto?"
"Baiklah – baik. Kita lanjutkan lagi pembicaraan ini di tumah mu, tapi kau harus menceritakan SEMUAnya." Jawab Naruto.
Akhirnya, mobil jemputan Gaara datang. Dan mereka berdua segera masuk kedalam mobil. Bisa di bilang Naruto menarik Gaara kedalam mobil agar dia bisa segera mendengar cerita Gaara.
.
.
.
Gaaara room.
'Nah, kita sudah sampai. Sekarang ceritakan."
"Hah, bisa kah kau sedikit bersabar Naruto?" Gaara hanya bisa menghela nafas.
"Hehehe, kau sudah mengenalku dengan baik ka, Gaara?" Naruto hanya bisa tertawa mendengar keluhan Gaara.
"Baiklah, sebenarnya, aku bingung dengan perasaan ku sendiri." Gaara berkaata dengan pelan.
"Apa maksudmu?" Tanya Naruto..
"Jantungku selalu berdetak dengan cepat saat Neji memuji ku atau saat kami bersentuhan." Kata Gaara lagi.
"Itu artinya, kau juga suka padanya." Jawab Naruto.
"Bagaimana kau bisa menyimpulkannya seperti tiu Naruto?" tanya Gaara.
"Itu, karena aku juga merasakan hal yang sama saat aku bersama dengan Sasuke." Wajah Naruto memerah.
"Apa kau yakin?" Tanya Gaara lagi.
"Tentu saja aku yakin. Dan, ku sarankan agar kau segera menyatakan perasaan mu pada nya. Neji juga punya batas kesabaran, Gaara.' Jawab Naruto.
"Kau benar, besok aku akan menyatakan perasaan ku padanya." Jawab Gaara yakin.
"Aku akan mendukungmu Gaara," Naruto menyemangati Gaara. Dia merasa lega akhirnya Gaara bisa meyakinkan perasaannya. Dia sangat senang karena akhirnya Gaara bisa menemukan seseorang yang bisa melindunginya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Author note:
Apa reader merasa kebanyakan skip time di chap ini atau di chap" sebelumnya? Kalo iya, itu karena Hika ga terlalu bisa membuat detail kejadian yang menurut Hika agak tidak terlalu penting (Cuma bisa bikin detail lemon *dibakar*). Dan kalo Hika baca ulang. Antara kejadian 1 dengan kejadian lainnya itu pendek pendek. Makanya Hika bilang chap ini banyak banget skipnya. Ada yang bisa kasih kritik ato saran biar fic ini bisa lebih baik? Hika masih butuh banyak bimbingan
Hika : *garuk pipi* errr, adakh yang merasa fic ini membosankan? Hika nulis ini dalam keadaan mood yang super buruk karena data data Usher administrator Hika HILANG SEMUA. Untungnya bisa di back up. Tapi, semua instalan penting ilang tanpa jejak. Hika juga g bisa instal ulang karena ga bakal ke baca di PC. Intinya, mood Hika bner" down ke titik paling bawah. Jadi, jika fic ini agak amburadul Hika minta maaf. Hika g edit fic ini sama sekali karena di kejar waktu. Senin ini Hika tes semester 5 jadi, yah biasalah, anak sekolah.
Oke, cuap – cua hika akhiri sampai di sini dulu.
BALASAN REVIEW
ARUM JUNIE
Ini udah kasih hampir satu chap penuh dgn NejiGaa. Chap depan kyanya masih ada pair ini. Dan saya minta maaf dulu kalo updetnya terlalu lama. N chap depan kyanya juga agak lbh lama karena ada trouble dgn pc saya.
LovelyHime
Ini dia lanjutannya. Maaf ya kalo lama update nya.
Iya, Ita Cuma buat Kyu seorang. Chap ini Itakyuunya Cuma nyempil sedikit. Next chap saya usahain biar agak banyakan. Dan updatenya juga kayanya agak lama. PC saya lagi sakit.
UruRuRuBaek
Harus berhasil dong. Bkasian Itachi nanti kalo ga bisa dapetin Kyuuchannya yang unyu itu. Chap ini Itakyuu nyempil. Kasian pair NejiGaa kalo ga kebagian.
Diyas
Ini lanjutanyya
KyouyaxCloud
Tipikal Uchiha kan emang gitu. Hehe, chap ini lebih menekankan ke NejiGaa dulu. Mungkin next chap ItaKyuu bakal di munculin lebih banyak.
Angel Muaffi
Hehehe, maaf ya. Hika udah usahain supaya lebih panjang. Tapi Cuma pentok sampai situ doang. Chap ini semoga udah agak panjang dan tidak membosankan.
Aya-chan
Ita udah kehabisan kesabaran buat ngerape Kyuu. Jadi, sekalian aja deh. Ini lanjutannya, tapi ItaKyuu Cuma nyempil, masih fokus ke NejiGaa dulu.
Yamaguchi Akane
Makasih, emang saya lebih suka kalo Ita dibuat super possesive, nyaris freak kalo boleh saya sebut begitu. Chap ini saya fokus duli ke NejiGaa. Pair ini sama sekali belum ada perkembangannya. Semoga tidak mengecewakan.
Nurkwang love
Mungkin SasuNaru chap depan. Chap ini fokus dulu ke pair paling pasif di fic ini.
Lee Kibum
Iya, obsesinya ke kyuubi karna dia ga mau kehilangan lagi. Itakyuu di sini masih sedikit. Mungkin chap depan saya banyakin lagi. Karna pair utamanya masih tetep ItaKyuu.
.12576
Ini udah ada lanjutannya. Semoga tidak mengecewakan
Yuki
Ga tau kenapa author" lebih seneng pake TBC.
Lia no hime
Update nya saya ga bisa janjiin buat cepet. Semoga chap ini tidak mengecewakan
