Title :: Ocean Fifteen

Lenght :: Chapter

Author :: Kim Soo Jin

Main Cast :: All Super Junior member + Zhoumi and Henry

Other Cast :: DBSK and JYJ + other

.

Disclaimer :: ide cerita author dapet waktu author nonton film Ocean 13 sama Ocean 11. ^^~ Tapi selebihnya adalah imajinasi author..

.

.

.

Don't take my Fanfiction without FULL CREDIT to my Account, Don't copy my Fanfiction without my PERMISSION, Don't PLAGIAT my Fanficton. I HATE PEOPLE WHO JUST PLAGIAT !

.

.

.


Last chapter...

"Leeteuk hyung mengunci pintu itu," jawab Henry tenang.

"MWO!"

Kini ketiganya berseru dan segera berlari ke arah pintu. Mereka mencoba membukanya tetapi tak bisa, bahkan Eunhyuk mencoba untuk mendobraknya tetapi usahnya malah menyebabkan lengannya sakit.

"Aku akan mencoba membukanya."

Kata-kata Henry membuat keempat orang itu terdiam. Ragu dengan ucapan Henry yang begitu tenang. Kyuhyun pun memukul dahinya pelan.

"Berapa lama kau bisa membukanya?" tanya Kyuhyun sambil mendekat kearah Henry. Sepertinya dia menyadari sesuatu.

"Molla," jawabnya sambil mengutak-atik laptopnya. "Tergantung berapa banyak kode yang Leeteuk hyung masukkan."

"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Eunhyuk dengan wajah bingung.

"Pintu apartemen ini sudah dirancang sedemikian rupa agar tak sembarang orang bisa masuk ke apartemen ini," jelas Kyuhyun. "Dan Leeteuk hyung merancang puluhan bahkan mungkin ratusan kode agar pintu ini bisa dibuka."

"Mwo? Ratusan?" tanya Eunhyuk. Kyuhyun mengangguk.

"Dan kita harus cepat menemukan kodenya sebelum mereka melakukan aksinya besok," ucap Kyuhyun. "Dan mungkin untuk memperlambat Leeteuk hyung bisa memasukkan beberapa kode ke dalam pintu itu. Aish! Aku tak yakin kita bisa membukanya tepat waktu."

"Kalian harus yakin!" kata Soojin tegas. "Kalian tak ingin kan terjadi sesuatu pada Leeteuk Oppa jika dia berhadapan dengan Jay Oppa dan Yunho Oppa?"

"Tenang saja, aku dan Kyuhyun hyung pasti bisa menyelesaikannya," jawab Henry masih dengan nada bicara yang tenang. Kyuhyun sampai tersenyum mendengar ucapan Henry yang begitu tenang itu.

"Ya, percayakan pada kami," ujar Kyuhyun sambil tersenyum penuh percaya diri melihat Henry yang begitu menikmati keadaan itu. "Mungkin ini akan memakan waktu agak lama, sebaiknya kalian memikirkan cara apa yang akan kita lakukan jika kita sudah keluar dari apartemen ini."

Yesung, Eunhyuk dan Soojin mengangguk dan mereka bertiga segera memisahkan diri dari Kyuhyun dan Henry agar tak menggangguk mereka berdua.

"Ini akan menjadi waktu yang lama" batin Kyuhyun. "Sial kau hyung! Berani berbuat seperti ini pada kami! Aku akan menghajarmu setelah aku keluar dari sini!'

/ FF O.F Chapter 11 /

Malam sudah semakin larut. Jalanan Distrik Gangnam sudah semakin sepi. Seorang namja dengan susu coklat ditangannya tengah duduk di bangku depan sebuah mini market sambil memandang kearah jalanan yang sudah sepi kendaraan. Tatapan matanya nampak menerawang. Mengingat apa yang tadi ia lakukan sebelum ia pergi ke tempat ini.

"Mianhae," bisik namja itu sangat pelan. Terlihat senyum getir disudut bibirnya. Dia mendesah pelan lalu menatap langit malam dengan matanya yang menyiratkan penyesalan.

"Aku sudah menjadi orang yang hanya bisa menyusahkan orang lain." Namja itu masih terus menatap langit malam yang gelap itu. "Apa eomma sekarang membenciku? Sama seperti appa?" Namja itu kini menunduk, memandang susu kotak yang ada ditangannya. Senyum getir kembali menghiasi bibirnya. Pikirannya kembali melayang.

Flash back...

"Eomma! Eomma!"

Namja kecil itu terus mengguncang tubuh seorang yeoja setengah baya yang sudah tak bernyawa itu.

"Eomma!" panggil namja kecil itu lebih keras.

"Hyung!"

"Yesung! Eomma kenapa? Eomma tak mau bangun! Bantu aku membangunkannya!"

Namja yang memanggil hyung pada namja kecil itu pun mendekat dan menyentuh tangan yeoja setengah baya itu yang sudah dingin.

"Hyung! Tunggu di sini dan jangan lakukan apapun! Aku akan memanggilkan appa dan eommaku!"

Namja bernama Yesung itu segera pergi dan namja kecil itu kembali memanggil sang eomma sambil mengguncang tubuhnya dengan keras.

Tak berapa lama kemudian, Yesung kembali beserta dengan kedua orang tuanya.

"Teuki-ya," panggil appa Yesung.

"Ahjussi, eomma tak mau bangun sejak tadi, apa yang harus ku lakukan?" tanya namja kecil itu dengan wajah ketakutan. Eomma Yesung mendekat lalu memeluk Teuki kecil dengan erat. Teuki kecil tak tahu apa maksudnya itu dan dia terus bertanya hingga membuat eomma Yesung menitikkan air mata sementara appa Yesung menutupi jasad yeoja separuh baya yang dipanggil eomma oleh Teuki kecil itu dengan selembar kain putih.

"Kenapa ahjussi menutup tubuh eomma dengan kain? Apa eomma sedang tidur?" tanya Teuki kecil heran.

"Yesung-ah, bisa kau bantu appa menghubungi ambulance?"

"Ne appa."

Yesung kecil segera berlari menuju telephone yang ada di rumah itu dan segera memanggil ambulance.

"Ambulance?" tanya Teuki kecil semakin heran. "Ahjussi, kenapa memanggil ambulance?"

"Sayang," panggil eomma Yesung lembut sambil menahan air matanya.

"Kenapa ahjumma menangis? Kenapa?"

"Sayang. Eommamu sudah tidak ada lagi," bisik eomma Yesung.

"Tidak ada bagaimana? Eomma ada di hadapanku sekarang. Kenapa.. Tidak... Ada... Lagi..."

Leeteuk kecil berusaha mencerna ucapan eomma Yesung dan dengan sangat pelan Teuki kecil menatap tubuh eommanya yang sudah terbujur kaku itu.

"Tidak... Ada... Lagi..."

Teuki kecil menggumamkan kata-kata itu berkali-kali dan tiba-tiba dia memberontak dari pelukan eomma Yesung dan berlari keluar rumah setelah terlepas.

"Teuki!" seru eomma dan appa Yesung berbarengan. Mereka berdua segera mengejar Leeteuk, tetapi saat berada di depan pintu, keduanya sudah tak melihat sosok Teuki kecil lagi.

Keeseokan harinya, Teuki kecil datang ke pemakaman. Dia menolak untuk dipeluk siapapun. Dia hanya menatap peti mati yang berisi jasad sang eomma dengan wajah sangat dingin.

"Eomma kenapa?" tanya Teuki kecil pada eomma Yesung yang berdiri di sisinya.

"Eommamu sakit," jawab eomma Yesung pelan. "Asmanya kambuh dan.."

"Cukup!" potong Leeteuk kecil dengan nada dingin. Dia kembali menatap ke peti mati yang sudah mulai terkubur itu.

Flash back end..

"Eomma, aku merindukanmu," bisik Leeteuk. Suaranya tercekat. Dadanya terasa sesak. Tetapi air mata tak kunjung keluar dari matanya, membuat Leeteuk mendesah.

"Eomma," bisik Leeteuk lagi. "Sepertinya aku benar-benar sudah tak mempunyai hati lagi. Mengingat eomma saja aku tak bisa menangis sedikit pun."

"Benarkah Yunho-ssi adikmu?"

Tiba-tiba pertanyaan Kangin siang tadi terngiang di telinganya. Suaranya begitu jelas.

"Yunho.."

Leeteuk menggumamkan nama Yunho pelan. Hatinya seperti disayat.

Flash back..

"Yunho, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Leeteuk kecil pada adiknya. Yunho hanya diam mendengar pertanyaan itu. Dia terus saja sibuk dengan laptop di hadapannya.

"Yunho." Leeteuk masih berusaha memanggil Yunho. Tetapi namja itu tetap diam. Leeteuk mendesah.

"Kau benar-benar membenci hyung?"

"Kau bukan hyungku!" ujar Yunho dingin sambil menatap Leeteuk tajam. "Aku tak punya hyung yang suka menjilat dihadapan eomma!"

"M-Mwo?" Leeteuk tersentak mendengar ucapan Yunho. "Kau bicara apa Yunho?"

"Jangan pura-pura Leeteuk!"

"Yunho.."

"Aku tahu! Kau hanya berpura-pura bersikap baik di depan eomma!"

"Mwo?"

"Kau berbuat baik agar mendapatkan simpati dari eomma hingga membuatku selalu 'disingkirkan' oleh eomma! Kau benar-benar kejam mempermainkan perasaan orang!"

"Yunho! Aku benar-benar tak mengerti apa maksudmu," ucap Leeteuk dengan nada bergetar. "Eomma menyayangi kita berdua. Walau kau bersikap buruk, eomma masih sangat menyayangimu. Eomma selalu memikirkan dan mengkhawatirkanmu. Apa.."

"CUKUP!" potong Yunho dingin. "Aku tak mau mendengarkan ocehanmu yang tak berguna itu!"

Yunho pun pergi meninggalkan Leeteuk yang hanya bisa terdiam.

Flash back end..

"Yunho. Aku lebih senang jika kau membunuhku dari pada kau berniat untuk menyakiti orang-orang yang ku sayangi," bisik Leeteuk. Ia terus menundukkan kepalanya. "Tak tahukah kau bahwa eomma sebenarnya lebih menyayangi dirimu dari pada aku? Kau yang suka bersikap buruk itu selalu membuat eomma khawatir hingga mau tak mau eomma selalu lebih memperhatikanmu. Seharusnya aku yang iri padamu karena kau selalu diperhatikan eomma."

Leeteuk menghabiskan isi susu kotak itu dan meremasnya. Sorot matanya berubah tajam. Bibirnya tak lagi menyunggingkan senyum getir. Ia beranjak dari tempatnya duduk dan berjalan menuju rumahnya. Sebuah rencana sudah terlukis diotaknya.

##

"Bagaimana? Kalian sudah bisa membukanya?" tanya Eunhyuk pada Henry dan Kyuhyun.

Kyuhyun mendesah pelan lalu menggeleng.

"Leeteuk hyung memasukkan sekitar 500 lebih kode dan kami baru bisa memecahkan seperempatnya. Sial!"

Eunhyuk hanya terbengong mendengar penjelasan Kyuhyun.

"Kau bilang apa? 500 kode?" tanya Eunhyuk.

Kyuhyun mengangguk diikuti Henry yang mendukung ucapan Kyuhyun. Wajah keduanya sudah terlihat lelah. Soojin pun sudah tertidur di sofa.

"Tak usah berfikir terlalu keras," saran Yesung. Kyuhyun, Eunhyuk dan Henry menoleh menatap Yesung. "Kalian hanya perlu berusaha. Kalian sudah mengenal Leeteuk hyung lama. Jadi kalian pasti bisa menyelesaikannya. Leeteuk hyung sudah memprekdisikan, berapa banyak waktu yang kalian butuhkan untuk menyelesaikan itu semua. Kalian hanya perlu mempercepatnya sedikit."

"Kau benar hyung!" seru Henry. Wajahnya pun kembali cerah. "Aku tahu apa yang harus ku lakukan. Hyung percayakan saja padaku. Aku pasti bisa menyelesaikannya sebelum besok malam."

"Aku percaya padamu," kata Yesung sambil tersenyum tulus. "Kyu, sebaiknya kau beristirahat. Kau akan menggantikan Henry nanti."

"Ne hyung."

Kyuhyun pun beranjak dari sisi Henry.

"Saat ini aku serahkan padamu, Henry," ucap Kyuhyun.

"Ne hyung! Percayakan padaku," ujar Henry yakin. Kyuhyun pun tersenyum dan segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat.

"Eunhyuk-ah," panggil Yesung. "Kau juga sebaiknya istirahat."

"Hyung sendiri?"

"Aku akan menemani Henry dan Soojin. Kau pergilah ke kamar Henry dan istirahatlah."

"Baiklah hyung."

Dengan langkah gontai, Eunhyuk masuk ke kamar di samping kamar Kyuhyun.

"Henry-ah," panggil Yesung.

"Hmm."

"Jika kau lelah, istirahatlah."

"Hmm."

Henry seperti tak menyimak ucapan Yesung. Dia terlalu sibuk dengan apa yang sedang ia kerjakan itu. Yesung pun hanya bisa duduk sambil memandangi Henry.

"Henry-ah," panggil Yesung lagi.

"Apa hyung!" seru Henry tertahan.

"Istirahatlah, jangan paksakan itu. Aku akan menggantikan mu."

"Hmm.. Mwo!"

Henry seperti baru sadar apa yang barusan diucapkan Yesung. Namja itu menatap Yesung bingung.

"Aku tahu kau lelah Henry," kata Yesung sambil berjalan mendekati Henry dan duduk disisinya. "Kau sudah bekerja keras sejak tadi. Kau mungkin tak merasa lelah karena kau terlalu bersemangat. Istirahatlah, aku akan menggantikanmu."

"Tapi.."

"Ingat Henry, setelah kita keluar dari sini, kau masih harus berkonsentrasi pada rencana Leeteuk hyung kemarin. Dia.."

"Jika Leeteuk hyung membutuhkan kita, kenapa dia mengurung kita di sini?" potong Henry dengan nada jengkel.

"Kau seperti tak memahaminya saja," ucap Yesung. "Istirahatlah, aku akan menggantikanmu." Dengan sedikit memaksa, akhirnya Henry pun pergi ke kamarnya dan segera mengambil tempat tidur lipat untuk diletakkannya di ruang tengah.

"Selamat tidur hyung," ucap Henry dan sesaat kemudian dia sudah terbang ke alam mimpi.

Yesung berhenti sejenak dari kegiatannya. Ia mengeluarkan ponsel yang ada di sakunya, mencoba untuk menghubungi Leeteuk. Terdengar nada sambung, lama Yesung menunggu sampai akhirnya leeteuk mengangkatnya.

"Ada apa Yesung? Apa ada masalah?"

"Keluarkan kami dari sini hyung!"

"Apa Soojin masih ada di sana?"

"Keluarkan kami hyung!"

"Aku tak akan membiarkan Eunhyuk dan Soojin dijadikan sandera lagi oleh Yunho. Biarkan aku mengurung kalian semua untuk sementara waktu."

"Persetan dengan semua itu hyung! Cepat keluarkan kami!" bentak Yesung. Tapi sejenak kemudian ia menutup mulutnya, takut membangunkan orang-orang yang sudah terlelap itu. "Hyung, kami sudah berjanji akan mengikutimu apapun yang terjadi dan kami akan menanggung sendiri resikonya. Kenapa hyung menghalangi kami untuk terus berada di sisimu, hyung?"

"Dari awal sejak kau memutuskan untuk ikut denganku, aku sudah mengatakannya padamu. Pekerjaan ini sangat berbahaya dan aku tak ingin orang-orang yang ku sayangi terluka. Jadi, jika kau memutuskan untuk mengikutiku, turuti semua kata-kataku."

"Tapi aku tak setuju dengan yang satu ini hyung!" seru Yesung tertahan. "Aku mengikuti hyung karena aku ingin menjagamu! Bukan aku yang harus kau jaga!"

"Aku bukan anak kec.."

"Aku juga bukan anak kecil lagi hyung! Jadi jika hyung ingin diperlakukan seperti orang dewasa! Perlakukan aku seperti itu juga!"

"Mianhae."

PIP

Leeteuk langsung memutuskan panggilan membuat Yesung geram.

"Oppa, ada apa?"

"Ahh, Soojin. Apa aku membangunkanmu?"

"Ani ani. Aku memang sudah bangun. Oppa terlalu serius berbicara. Nugu ya? Leeteuk oppa?"

Yesung mengangguk. Soojin mendesah pelan.

"Dia memang tidak pernah berubah." Soojin menatap Yesung lama. "Oppa, nomor Leeteuk oppa belum berubah kan?"

Yesung menggeleng.

"Wae?"

Soojin tersenyum dan mengeluarkan ponsel dari tasnya. Dia mengarahkan ponselnya ke telinga.

"Yoboseyo."

"Yoboseyo," sapa Soojin.

"Nugu ya?"

"Leeteuk oppa, kau tak mengenali nomor ponselku?"

"Soojin?"

"Ne oppa."

PIP

"Ya! Aish!"

"Hahaha. Kau itu bodoh!" gelak Yesung.

"Ne, aku tahu oppa," bisik Soojin jengkel. "Oppa, cepat selesaikan itu supaya kita bisa segera keluar dari sini."

"Ne, ini juga baru oppa usahakan."

Yesung pun segera sibuk dengan laptop milik Henry dan Kyuhyun. Sedangkan Soojin hanya bisa melihat dan menunggu.

##

"Dari mana saja kau, Leeteuk-ssi? Dan.. Bau apa ini?" tanya Kangin saat Leeteuk baru saja masuk ke dalam rumah. "Kau minum?"

Leeteuk tak menggubris ucapan Kangin dan terus berjalan ke kamarnya di lantai dua dengan sempoyongan.

"Ya! Leeteuk-ssi!" panggil Kangin sambil mendekat. "Kau minum!"

Leeteuk menatap tajam kearah Kangin.

"Tak usah ikut campur!" ujar Leeteuk dingin. "Lakukan saja tugasmu!"

"Ada apa?" tanya Sungmin. "Bau apa ini? Seperti bau alkohol."

"Dia baru saja minum," lapor Kangin.

"Minum?" tanya Kibum yang baru saja bergabung dengan mereka. Lama Kibum memandang Leeteuk yang kini bersandar ke pegangan tangga. "Kau kan tak bisa minum."

Serentak Kangin dan Sungmin menatap Leeteuk tak percaya.

"Kau mau bunuh diri, eoh?!" sembur Kangin. "Pergi sendiri dan mabuk-mabukan seperti ini. Bagaimana jika Yunho-ssi atau Jay menemukanmu dalam keadaan seperti ini!"

"Di mana Yesung-ssi dan Eunhyuk-ssi?" tanya Kibum tiba-tiba tanpa mengalihkan tatapannya pada Leeteuk. "Kau mengurung mereka?"

Kembali Sungmin dan Kangin menatap Leeteuk tak percaya.

"Kau mengurung mereka?" tanya Kangin.

"Aku akan mengeluarkan mereka," ucap Kibum sambil berjalan menuju meja kerja yang sering digunakan Kyuhyun dan Henry.

"Jika berani.."

"Leeteuk-ssi." Kibum memotong ucapan Leeteuk cepat. "Mereka bukan anak kecil lagi. Dan mereka mengikutimu karena mereka ingin menjagamu. Kau seharusnya tahu, mereka tak perlu dijaga. Yang harus dijaga itu kau. Kau orang yang paling mengkhawatirkan. Kau memang jenius tetapi kau tak menggunakannya dengan baik."

"Kau!"

"Kau terlalu mengkhawatirkan mereka yang seharusnya tak perlu kau khawatirkan. Yesung-ssi, dia sudah mengikutimu sangat lama dan tanpa sepengetahuanmu dia sudah belajar seni beladiri. Kenapa? Karena dia ingin melindungimu. Eunhyuk-ssi, kenapa waktu itu dia bisa terhasut oleh Yunho-ssi? Karena dia ingin bisa mempertahankan diri jika bertarung. Terutama, dia ingin menjagamu juga suatu hari nanti. Kyuhyun-ssi dan Henry-ssi. Secara otodidak mereka berdua berlatih bela diri di apartemen mereka. Walau mereka lebih sering berada di belakang layar, tetapi mereka ingin sekali bisa melindungimu."

"Bohong!" sembur Leeteuk.

"Leeteuk-ssi, aku bisa mendapatkan info tentang mereka dalam sekejap mata," terang Kibum. "Sebelum yeoja itu entah sengaja atau tidak menyebutkan tentang hubunganmu dengan Yunho-ssi pun aku sebenarnya sudah tahu." Kibum menatap orang-orang pengikut Leeteuk yang sudah mulai berkumpul sejak pertama kali Kibum bercerita. "Dan mereka semua pun seperti itu. Termasuk aku, Leeteuk-ssi. Kami semua entah kenapa ingin sekali melindungimu."

Leeteuk terdiam.

"Kau memang terlihat sangat kuat dari luar, tetapi sebenarnya kau sangat lemah dan rapuh. Apa aku benar?" tanya Kibum. "Walau kau menutup rapat-rapat tentang kehidupanmu di masa lalu, tapi aku bisa.."

"CUKUP!" teriak Leeteuk sambil menutup telinganya. Dia pun rubuh ke lantai dengan kedua tangan menyangga tubuhnya.

"Leeteuk-ssi," panggil Kangin sambil berjongkok di samping Leeteuk.

"Leeteuk-ssi, aku sudah membuka kunci apartemen mereka dan ijinkanlah mereka untuk ikut rencana kita malam ini," kata Kibum. Leeteuk mengangkat kepalanya dan menatap Kibum dengan mata sayunya. "Jika kau masih berniat untuk menghalangi mereka, aku tak yakin mereka akan bisa memaafkan diri mereka sendiri jika terjadi sesuatu pada dirimu."

"Kau tak bisa melakukan itu," bisik Leeteuk sambil kembali menunduk. "Kau tak boleh melakukannya!"

"Yakinlah pada mereka, seperti mereka yang yakin pada dirimu, Leeteuk-ssi," ucap Kangin sambil menepuk pundak Leeteuk pelan.

"Benar apa yang dikatakan Kangin-ssi," imbuh Ryeowook. "Mereka akan baik-baik saja. Jadi, ijinkanlah mereka, Leeteuk-ssi."

Leeteuk masih terdiam dengan tangan dan lutut menyangga tubuhnya dan kepala menunduk.

Braaakkkk!

Tiba-tiba pintu depan dibuka dengan keras. Empat orang namja dan seorang yeoja menerobos masuk mebuat orang-orang yang berada di ruang tengah menoleh.

"Hyung!"

Yesung, Eunhyuk, Kyuhyun dan Henry berlari menghampiri Leeteuk.

"Hyung, kau minum lagi?" tanya Yesung dengan suara pelan. Mendengar itu, Eunhyuk segera berlari kearah dapur. Yesung, Kyuhyun dan Henry berjongkok disisi Leeteuk. Kangin sedikit menyingkir.

"Aku sudah mengatakannya padamu!" ujar Leeteuk dingin sambil menatap tajam kearah Yesung. "Jika kau mau mengikutiku, turuti semua kata-kataku!"

"Tapi hyung.."

"Apa kau tak dengar!" bentak Leeteuk sambil berusaha untuk bangkit berdiri. Wajahnya sudah merah padam.

"Apa Yunho oppa mengancammu lagi, oppa?" tanya Soojin tiba-tiba. Ia tak berani mendekat ke tempat Leeteuk. Yesung menatap mata Leeteuk lekat-lekat.

"Benar hyung?" tanya Kyuhyun. Leeteuk tak menjawabnya. "Apa ini yang membuat hyung mengurung kami?"

"Siapa sasarannya hyung?" tanya Henry tenang. Leeteuk masih tetap tidak mau membuka mulutnya. "Eunhyuk hyung kah orangnya?"

Dan saat itu Eunhyuk baru saja keluar sambil membawakan sekotak susu coklat kegemaran Leeteuk.

"Aku sasaran Yunho?" tanya Eunhyuk. "Apa ini yang membuat hyung mengurungku? Kenapa hyung? Aku bukan anak kecil yang harus dijaga hyung dan aku sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan."

"Leeteuk-ssi." Tiba-tiba Heechul maju menghadapi Leeteuk. Namja itu menatap Leeteuk agak lama lalu mendesah. "Aku tak tahu kenapa kau tiba-tiba jadi seperti ini. Aku berfikir mungkin ini ada sangkut pautnya dengan Zhoumi yang mengkhianatimu. Aku tahu kau tak suka ini, tapi apapun yang terjadi pada kami nanti, kau tak usah memikirkannya. Kami semua bergabung denganmu karena kami percaya padamu. Dan semua rencana yang kita susun semalam sudah sangat matang dan Zhoumi serta yang lain tak tahu kalau kita mempunyai satu rencana yang tak mereka duga. Jadi, jika kau menghalangi Yesung-ssi, Henry-ssi, Kyuhyun-ssi dan Eunhyuk-ssi, kita tak akan bisa melakukan rencana yang kita bikin semalam. Kita memerlukan mereka, Leeteuk-ssi."

"Percayalah pada mereka," ucap Sungmin. "Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan."

"Ya," angguk Donghae. "Mereka tak bodoh. Mereka tak akan terluka semudah itu."

Semua orang langsung menatap tajam kearah Donghae.

"Tak akan ada yang terluka," ucap Shindong. "Kita pasti bisa melakukannya dengan sempurna."

"Ne. Seperti yang Leeteuk-ssi lakukan sebelumnya," imbuh Siwon. "Semua pasti bisa dilakukan dengan sempurna."

"Tapi.." Yesung mendesah pelan sebelum melanjutkan kata-katanya. "..jika hyung benar-benar tak mengijinkan kami untuk ikut. Aku tak akan ikut hyung."

Semua orang tercengang mendengar ucapan Yesung termasuk Leeteuk.

"Yesung.." lirih Leeteuk.

"Aku tahu, pasti ada satu alasan kenapa hyung tak mengijinkan kami ikut," terang Yesung. "Kami memang tak tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu hyung. Kenapa semuanya bisa jadi seperti ini. Tapi sejak hyung mengatakan ingin mencari orang-orang untuk membantu hyung dalam melakukan rencana ini, aku sedikit ragu. Namun aku percaya padamu, hyung. Maka dari itu, aku mengikutimu dan melakukan semua yang kau ucapkan padaku walau sebenarnya itu bertentangan dengan keinginanku. Jadi, jika sekarang hyung ingin agar kami tak ikut. Kami akan menurutinya."

"Hyung iya, aku tidak!" tolak Kyuhyun.

"Kyu.."

"Yesung hyung!" potong Kyuhyun. "Apa kau ingin melihat Leeteuk hyung terluka lagi? Apa.."

"Dia akan lebih terluka jika terjadi sesuatu dengan kita," potong Yesung sambil menatap Leeteuk. "Berikan keputusanmu sekarang hyung!"

Leeteuk memandang Yesung ragu, dia menimbang-nimbang semuanya. Memikirkan semua resiko yang akan ia hadapi jika mengijinkan maupun tak mengijinkan mereka ikut. Semua menunggu keputusan Leeteuk dengan sabar. Tiba-tiba Leeteuk menyunggingkan senyum dinginnya membuat Yesung sedikit ragu.

"Aku mengijinkan kalian," putus Leeteuk. "Dan lakukan sesuai dengan rencana yang kalian buat semalam."

Semua orang tersenyum senang, kecuali Yesung.

"Hyung, apa lagi yang kau rencanakan?" pikir Yesung.

"Hyung, minumlah ini. Kau barusan mabuk-mabukan."

Eunhyuk menyerahkan sekotak susu coklat pada Leeteuk, ia segera menerimanya. Sebelum Leeteuk naik ke lantai dua menuju kamarnya, ia melirik sejenak pada Yesung dan tersenyum penuh misteri.

##

Malam hari pun tiba. Leeteuk beserta pengikutnya segera bergerak.

Yesung, Kibum dan Heechul sudah berangkat terlebih dahulu menuju airport untuk mengawal batu permata itu. Mereka sempat terkecoh oleh satu mobil yang keluar bersamaan dengan mobil yang membawa batu permata itu. Namun Kibum segera menyadarinya saat ia mendeteksi mobil yang mereka ikuti ternyata tak membawa apapun. Mereka segera mengejar mobil satunya yang berjarak lumayan jauh dari mobil sebelumnya. Mobil itu malah melewati jalan utama tak seperti mobil yang mereka ikuti sebelumnya yang melewati jalan-jalan rumit.

"Kami mendapatkannya," lapor Kibum pada Eunhyuk yang menunggu di dekat Pulau Jeju bersama Hankyung, Siwon dan Soojin.

"Bagus!" puji Eunhyuk sambil mengangguk kearah Hankyung, Kangin, Siwon dan Soojin yang langsung bersiap-siap. "Terus ikuti dan jangan sampai kalian kehilangan mereka lagi."

"Kyuhyun-ssi! Eotte?" tanya Hankyung sembari menyentuh daun telinganya.

"Aman."

Terdengar suara Kyuhyun keluar dari alat yang menempel ditelinga Hankyung.

"Ryeowook-ssi," ucap Siwon sembari menyentuh alat yang tertempel di daun telinganya.

"Ne."

"Sebentar lagi, bersiaplah."

"Ne."

"Bagaimana?" tanya Eunhyuk pada Hankyung dan Siwon.

"Beres," jawab keduanya. Eunhyuk mengangguk.

Mereka dengan sabar menunggu sinyal dari tim pertama yang mengawal batu permata itu dari airport. Satu setengah jam berlalu, akhirnya mereka mendapatkan sinyal dari tim pertama dan mereka segera bergerak menggantikan tim pertama untuk mengawal batu permata itu menuju Museum Teddy Bear. Tim pertama segera berlalu menuju tempat Kyuhyun, Henry dan Donghae yang sudah menunggu di depan pintu keluar ruang bawah tanah, tak jauh dari tim kedua berada.

"Sudah?" tanya Kyuhyun saat melihat Yesung, Kibum dan Heechul turun dari mobil. Yesung mengangguk.

Kyuhyun, Henry dan Donghae segera memulai aksi mereka secara perlahan sembari menunggu sinyal dari tim kedua.

"Bagaimana dengan tim ketiga dan keempat?" tanya Heechul.

"Mereka sudah siap ditempat masing-masing," jawab Donghae.

"Kalau begitu aku dan Kibum akan pergi ke tempat tim cadangan," pamit Heechul sembari pergi dengan langkah terburu-buru. Kibum mengekor di belakangnya. Yesung berjalan dan berhenti tepat dibelakang Henry.

Satu jam berlalu dengan cepat. Donghae baru saja mendapatkan sinyal dari tim kedua bahwa mereka hampir sampai ke museum. Dengan cepat Kyuhyun dan Henry mengetik sesuatu di laptop mereka. Sedangkan Donghae segera memberitahu tim ketiga, -Leeteuk dan Ryeowook tentang kedatangan tim kedua. Yesung melipat kedua tangannya di dada. Berharap semuanya berjalan dengan baik.

"Mereka masuk," ucap Kyuhyun sambil memandang layar laptopnya. Yesung ikut memperhatikan apa yang diperhatikan Kyuhyun.

Ya, sekarang mereka sedang mengawasi mobil yang membawa batu permata yang tak ternilai harganya itu sedang terparkir di halaman depan Museum Teddy Bear. Mereka bisa melihat dari layar laptop Henry, beberapa meter dari mobil itu ada mobil yang ditumpangi oleh Eunhyuk, Siwon, Hankyung dan Soojin. Para penjaga batu permata itu mulai turun dan membuka bagasi mobil. Mereka mengangkat sebuah box berukuran sedang dengan sangat hati-hati. Dengan dikawal oleh 6 atau 7 orang, box berukuran sedang itu segera dibawa ke dalam museum.

"Kyuhyun, mereka masuk."

Terdengar suara Eunhyuk dari alat yang terpasang di telinga Kyuhyun.

"Ne hyung, kami melihatnya. Donghae-ssi, segera beritahu tim ke tiga."

"Ne."

Donghae segera melakukan perintah Kyuhyun.

Yesung masih terus mengawasi dengan khawatir. Ada perasaan takut merasuki pikirannya saat ini. Dia kembali teringat senyuman penuh misteri Leeteuk tadi pagi. Dia menggelengkan kepala, berusaha menghilangkan semua pikiran buruknya itu.

"Donghae-ssi, aku masuk sekarang."

Suara Hankyung terdengar melalu alat di telinga Donghae.

"Hankyung akan masuk sekarang," lapor Donghae.

"Hankyung-ssi, hati-hati," pesan Yesung sambil menyentuh daun telinganya.

"Ne."

Melalu layar laptop Henry, mereka bisa melihat Hankyung keluar dari mobil yang berada sedikit jauh dari museum.

Tanpa sepengetahuan yang lain, Yesung memakai sepatu roda yang sudah dimodifikasi oleh Shindong dalam diam. Setelah selesai dan merasa tak ada yang curiga, Yesung kembali berdiri di belakang Henry.

"Seharusnya ini tugas Sungmin-ssi atau Ryeowook-ssi," cetus Donghae tiba-tiba saat Hankyung bersembunyi lumayan lama di depan museum.

"Ne, kau benar. Seharusnya ini tugas mereka." Henry membenarkan ucapan Donghae. Tapi tak bisa mereka pungkiri, walau penyusupan yang dilakukan Hankyung terhitung lama, ia bisa masuk ke museum itu dengan selamat.

"Kalian sudah mengacaukan semua kamera pengawas dan kamera-kamera yang lain?" tanya Yesung.

Setalah mengecek sejenak, Henry mengangguk.

"Tenang saja hyung, tidak usah setegang itu," ucap Henry.

Yesung hanya mendengus mendengar ucapan Henry. Mereka kembali berkonsentrasi pada laptop Henry dan Kyuhyun yang sudah berubah menampilkan ruangan di dalam museum.

Donghae, Kyuhyun dan Henry menahan nafas saat melihat benda berkilau yang sekarang terletak di ruang history hall. Ketiganya sampai tak bisa berkata apapun melihat benda berkilau itu. Ya, batu permata bernama Koh-i-Noor itu akhirnya tergeletak dengan indah di History Hall.

"Kyuhyun-ssi, aman?"

"Ahh.. Ne... Aman Hankyung-ssi," ucap Kyuhyun terbata.

"Kau yakin?"

"100%, Hankyung-ssi," jawab Kyuhyun mantap.

Perlahan Hankyung masuk ke History Hall. Setelah menutup pintu dengan sangat perlahan, sama seperti Kyuhyun, Henry dan Donghae. Ia menahan nafas saat menatap Koh-i-Noor yang terpampang indah di depan matanya.

"Apa kalian tak merasa aneh?" tanya Yesung yang langsung mendapat perhatian 100% dari Kyuhyun, Donghae dan Henry.

"Aneh kenapa hyung?" tanya Kyuhyun.

"Tak ada penjagaan sama sekali," terang Yesung. "Normalnya, dimanapun batu permata diletakkan, paling tidak ada satu atau dua orang yang akan berjaga di depan pintu ruangan. Tetapi ini.."

"Yesung-ssi."

"Ne." Yesung menajamkan pendengarannya saat mendengar suara dari alat ditelinganya.

"Ini Kibum. Bisakah kau menyuruh mereka cepat. Ada gerakan mencurigakan di dalam sana."

"Mencurigakan?"

"Ne! Cepat Yesung-ssi. Kita tak punya banyak waktu."

"Cepat! Suruh Hankyung bergerak," perintah Yesung pada ketiganya.

"Apa ada masalah?" tanya Donghae. Yesung mengangguk ragu. Donghae segera menghubungi Hankyung untuk segera membuka pintu ruang bawah tanah yang tertutup oleh etalase yang menyimpan Monalisa Teddy Bear.

Hankyung segera bergerak cepat dan sesaat kemudian, keempat orang yang sedang mengawasi ruangan History Hall dapat melihat Ryeowook dan Leeteuk masuk ke ruangan itu. Dengan sigap Leeteuk mengeluarkan beberapa peralatan dari tasnya dan segera membuka etalase tempat Koh-i-Noor dipajang.

"Yesung-ssi! Cepat! Kalian hanya punya waktu 3 menit untuk menyelesaikannya!"

"Kibum-ssi! Apa maksudmu?" tanya Yesung tak mengerti membuat Kyuhyun, Henry dan Donghae menoleh.

"Seluruh Museum Teddy Bear dan tempat kalian bersembunyi sudah dikepung oleh polisi!"

"MWO!"

to be continued...

akhirnya... chapter 11 update...

kkk~

eotte? apakah ceritanya aneh?

membosankan?

kk~

so,, review please... ^_^

dan terima kasih buat yg udah review...

mian nggak bisa dibalesin satu2...