We Got Married plus Hello Baby

Chapter 11

Title : WE GOT MARRIED plus HELLO BABY

Author : Helloannyeongg / Lee

Genre : Romance, Friendship, Drama, Family

Cast : HunHan Couple (Oh Sehun and Xi Luhan)

Other Cast : Exo Members and SM artists

Semua cast disini milik diri mereka masing-masing, orangtua, dan Tuhan. bernaung dibawah SM Ent. disini hnya dipakai sementara saja demi kepentingan FF ini. Sekian~^^

Warning : YAOI, TYPO(S), OOC, Bahasa non baku

Cerita ini hanyalah fiktif belaka jika ada kesamaan kejadian mungkin itu hanya sebuah kebetulan. cerita ini milik SAYA. Penulis cerita ini adalah SAYA. Ide dalam menulis berasal dari ide SAYA. Please don't be a PLAGIATOR!

:::::::::::::::

Apa jadinya 2 variety show Korea yang terkenal We Got Married dan Hello Baby dijadikan 1 didalam frame dan dicerita? Main couple nya adalah LUHAN dan SEHUN. Siapa yang tidak kenal mereka? Berada dinaungan SM Ent. Tentu banyak keuntungan yang mereka dapatkan karena mereka semakin mudah dikenal. Mereka berasal dari boyband yang sekarang sedang fenomenal setelah mereka Comeback dengan album XOXO (Kiss and Hug) yaitu EXO!

OKAY Let's start!

Enjoy~^^

Pagi ini Sehun sudah harus pergi ke lokasi syuting CF. Ia melakukan pekerjaan ini sendiri tanpa member Exo lainnya. Dan yang ia tahu, ia bekerja sama dengan seorang yeoja yang 'katanya' ia kenal. Sehun masih belum mengetahui siapa yeoja itu. Ia sempat berpikir jika mungkin yang akan bekerja sama dengannya itu adalah sunbae nya seperti member SNSD atau pun f(x). Tapi yang manager bilang jika yeoja itu adalah salah seorang member grup yang belum lama ini debut membuat Sehun semakin penasaran. Sehun diantar oleh sang manager ke lokasi syuting. Setibanya disana, ia sudah di sambut oleh sutradara CF yang sangat familiar. Sutradara itu memperkenalkan Sehun dengan yeoja yang dimaksud oleh manager.

"Nah kalian pasti sudah saling kenal kan? Jadi tidak akan sulit jika mendapatkan chemistry diantara kalian." Ujar sang sutradara.

"Annyeong Sehun. Sudah lama kita tidak bertemu. Mohon kerja samanya." Ucap yeoja itu sambil membungkukkan badannya.

"K-kau? Jung Daeun?" Sehun membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.

Jung Daeun memang merupakan teman di sekolahnya dulu. Sehun dulu sempat memiliki perasaan pada Daeun. Mungkin karena Sehun berasal dari keluarga yang kurang mampu dan tidak memiliki kelebihan yang menonjol, Daeun pun suka bertindak semena-mena dengannya. Sehun sempat pernah menyatakn perasaanya pada Daeun melalui sebuah surat. Namun dengan kejinya Daeun mempermalukan Sehun dengan cara menyuruhnya untuk membaca surat cinta itu di hadapan semua siswa di sekolah. Selesai membacakannya, Daeun mengambil surat itu dari tangan Sehun, merobeknya dan membuangnya. Sehun tidak bisa berbuat banyak. Ia menjadi bahan tertawaan siswa-siswa yang lainnya. Kenangan itu kembali terngiang dipikirannya. Sudah sangat lama ia berusaha melupakan kenangan buruk itu dari pikirannya. Saat bertemu kembali dengan yeoja yang membuatnya sangat sakit hati jadi memunculkan kembali kenangan buruk itu. Namun karena ini sebuah pekerjaan, Sehun harus bersikap profesional.

"Kalian tentu sudah saling kenal. Nah Daeun dan Sehun, bersiaplah di ruang make up. Sebentar lagi syuting akan di mulai." Ucap sang sutradara sambil berlalu pergi meninggalkan Sehun, Daeun dan para manager diruangan itu.

"Hai apa kabar? Kau masih ingat aku kan?" sapa Daeun dengan manis kepada Sehun yang masih berdiri mematung.

-Tentu saja aku masih ingat! Yeoja yang sudah menghancurkan hidupku! Yeoja yang sangat menjijikan! Aku sangat menyesal pernah menyukai dirimu!- batin Sehun

"Tidak baik-baik saja karena kau." Jawab Sehun acuh dan menekankan kata 'kau'. Lalu pergi menuju ke ruang make up segera.

"Ya tunggu aku! Kenapa sikapmu ini acuh sekali sih!" Daeun berlari menghampiri Sehun yang sudah terlebih dahulu pergi.

-Sudah sangat lama kita tidak bertemu lagi, Sehun. Aku ingin meminta maaf untuk semua yang pernah aku lakukan padamu dulu. Aku harap hubungan kita akan jauh lebih baik sekarang.- batin Daeun.

SKIP

Sehun dan Daeun sudah selesai di make up. Mereka juga sudah memakai kostum seragam sekolah sesuai dengan tema CF ini. Mereka membintangi CF sebuah produk minuman yang sangat cocok bagi para pemuda-pemudi yang sedang jatuh cinta. Disini, Sehun dituntut berperan sebagai seorang siswa sekolah yang mencoba menyatakan cinta kepada seorang siswi lain di kelasnya dengan cara memberikan sebuah hadiah yang berupa minuman produk yang diiklankan ini.

"Sehun baca script ini dan ikuti semua yang tertulis di dalamnya. Jangan sampai ada yang terlewati. Kau juga bisa mengimprovisasikannya sendiri jika memang sangat diperlukan." Jelas sang sutradara.

"Semua sudah siap? Camera? Lighting? Ready? And action!" teriak sutradara.

CF action

***Keadaan kelas sangat gaduh. Banyak siswa-siswi lain yang mondar-mandir dan berteriak di dalam kelas. Berbeda sekali dengan seorang namja yang duduk dengan tenang di sudut kelas dekat jendela. Ia terlihat serius membaca bukunya sambil mendengarkan lagu.

CKLEK

Tidak lama pintu kelas terbuka dan menampakan sesosok yeoja cantik yang bisa dibilang sebagai primadonna sekolah. Berjalan masuk dengan anggun sambil menunjukkan senyum manisnya. Tanpa disadari Sehun memperhatikan gerak-gerik yeoja itu sambil tersenyum di dalam hati.

KRINGG

Waktunya istirahat. Yeoja cantik yang bernama Daeun itu melangkahkan kakinya menuju ke ruang loker.

KRAK

Saat pintu loker dibuka, ia mendapati sekaleng minuman rasa strawberry yang sangat ia sukai. Dan tidak lupa ada sepucuk surat yang menyertai minuman itu, sebuah surat penggemar. Beberapa bulan belakangan ini, Daeun mendapatkan minuman dan surat serupa dari orang yang sama. Namun ia tidak pernah mengetahui siapa yang mengiriminya itu. Suatu hari Daeun tidak sengaja melihat Sehun meletakkan sesuatu ke dalam lokernya. Ia tidak pernah menyangka jika Sehun menyukai dirinya. Ia menghampiri Sehun yang masih berdiri di depan loker miliknya. Saat ia membalikkan tubuhnya, Sehun sangat terkejut mendapati Daeun yang tersenyum dihadapannya.

"Sedang apa?" tanya Daeun kepada Sehun.

"Ahh ti-tidak apa. Aku tidak melakukan apa-apa." Jawab Sehun gugup.

"Tunggu!" Daeun menghentikan langkah Sehun. Daeun mengeluarkan sekaleng minuman dan sepucuk surat dari dalam lokernya.

"Ini darimu, kan?" tanyanya.

"Ya, itu dariku." Jawab Sehun.

"Terima kasih. Aku sangat menyukainya. Dan aku mau bilang sesuatu padamu. Aku juga menyukaimu." Bisik Daeun di telinga Sehun. Nyaris saja Daeun ingin mengecup pipi Sehun jika sang sutradara tidak mengatakan Cut.***

"CUT! Bagus sekali! Daeun kau bagus! Improvisasimu baik sekali!" teriak sutradara.

"Kamsahamnida..." Daeun menunjukkan senyum manisnya.

"Kalian sudah bisa istirahat. Syutingnya sudah selesai. Sukup sampai disini. Lain kali kita bisa bekerja sama kembali. Ya selamat siang, Sehun dan Daeun..." ucap sang sutradara.

"Ne. Terima kasih untuk kerjasama semuanya..." Sehun dan Daeun membungkukkan badan mereka sambil mengucapkan terima kasih. Sehun segera berlalu pergi kembali ke ruang make up untuk mengganti pakaiannnya.

"Kau sudah siap akan kembali? Kau tidak mau mengobrol bersama Daeun, temanmu dulu?" tanya sang manager kepada Sehun yang sudah siap ingin segera kembali ke dorm.

"Tidak perlu aku..."

"Ya Sehun! Kau sudah ingin kembali? Temani aku pergi, yuk..." Daeun mengajak Sehun untuk menemaninya pergi.

-Yeoja ini! Tidak sadar diri jugakah dia? Cih! Aku tidak akan sudi pergi denganmu! Jangan pernah mencoba mendekatiku! Aku hanya butuh Luhan bukan dirimu!- batin Sehun.

"Ahh aku malas. Hyung kajja kita kem..."

"Tidak apa. Kau bisa pergi dulu bersama Daeun jika kau mau. Kau kan sudah tidak punya pekerjaan lain. Kau bisa sekalian makan siang bersamanya." Usul sang manager.

"Tidak. Aku lelah. Aku ingin istirahat. Kapan-kapan saja ya..." Sehun kemudian berlalu pergi dari hadapan Daeun yang sudah cemberut.

-Tidak perlu bersikap sok manis padaku! Aku tidak akan pernah menyukaimu seperti dulu. Dulu adalah dimana mataku masih terlalu dibutakan oleh cinta dan pesonamu. Aku sempat mengira dirimu itu adalah yeoja yang sangat sempurna. Tapi apa? Kau sangat menjijikan! -batin Sehun.

"Maaf, mungkin Sehun memang sedang lelah. Lain kali saja ya..." sang manager meminta maaf kepada Daeun dan segera pergi menyusul Sehun yang sudah masuk ke dalam van untuk segera kembali ke dorm.

Dalam perjalanan, Sehun tidak banyak bicara. Moodnya sudah sangat buruk sejak kemarin. Ia sangat merindukan Luhan. Ia merasa sangat kesepian saat Luhan tidak ada disisinya. Sehun mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Mengetik pesan singkat dan mengirimnya kepada Luhan. Hanya ini yang bisa ia lakukan.

To : Hannie {}

Annyeong Hannie chagi~ kekeke

Apa kau sudah bangun?^^

-send-

Tidak lama setelah pesan itu dikirim, ponselnya bergetar. Ia sangat senang saat melihat Luhan membalas pesannya.

Drrt Drrt Drrt

From : Hannie {}

Hoamm annyeong Hunnie^^

Chagi? -_-

Ne, aku sudah bangun kok.

Apa yang sedang kau lakukan sekarang?^^

Sehun tersenyum ketika membaca pesan yang ia dapat dari Luhan. Ia sangat merindukan Luhan. Ia ingin sekali memeluk tubuh Luhan. Waktu 6 bulan saja sudah sangat lama. Nah ini mereka juga harus menunda pertemuan mereka hingga 1 atau 2 bulan ke depan. Sehun menatap cicin perak yang dikenakannya. Cincin yang sama yang ia berikan kepada Luhan sebelum Luhan kembali ke China.

To : Hannie {}

Ne, Hannie chagi~ chagi~ kekeke

Aku baru saja selesai bekerja. Aku ditawari membintangi CF.

Lalu bagaimana denganmu? Apa kau tidak bekerja?^^

-send-

Sehun memejamkan matanya. Ia ingin membayangkan wajah Luhan yang sangat ia rindukan itu. Memikirkan apa yang sedang Luhan lakukan sekarang di China.

Drrttt Drttt Drrtt

From : Hannie {}

Jangan panggil aku chagi

Wah CF? Daebak Hunnie {}

Belu, kami sedang bebas sekarang. Sekitar 3 jam lagi barulah kami bekerja.

Kau masih memiliki jadwal lain Hunnie?^^

Begitulah pesan yang ia dapat dari Luhan. Sehun dan Luhan pun akhirnya terus melanjutkan saling mengirim pesan. Mereka tidak memikirkan berapa mahal biaya yang harus mereka keluarkan untuk mengirim satu pesan. Yang mereka pikirkan hanya untuk meluapkan rasa rindu mereka. Akhirnya Sehun tiba di dorm. Semua member sedang melakukan jadwalnya masing-masing. Kyungsoo, Baekhyun dan Suho sedang pergi ke sebuah stasiun radio untuk interview. Sedangkan Kai sedang berlatih (melatih0 dance Chanyeol di kantor SM. Sehun segera masuk ke dlam kamarnya dan mengambil laptop miliknya. Ia sudah berjanji ingin video call dengan Luhan.

KLIK

"Annyeong Sehunnie..." wajah Luhan terlihat ceria dalam layar laptop itu.

"Luhannie hyung... Kau pasti baru bangun tidur..." tebak Sehun sambil menunjuk layar laptop. Ya ibarat laptop itu Luhan. Sementara Luhan hanya terkekeh melihat tingkah Sehun itu.

"Hehehe kau tahu saja, Hunnie..." jawab Luhan malu-malu.

"Tentu saja! Aku sangat hapal kebiasaanmu! Hehehe..."

"Kau kan stalkerku! Uweee hahaha..."

"Enak saja! Hannieee bogoshipoyo~"

"Begitu rindunya kah kamu padaku, Hunnie?" tanya Luhan.

"Ne. Tentu saja! Hyung kan yang selalu dihatiku." Jawab Sehun dengan tegas.

"Hanya aku? Yang benar? Aku tidak percaya! Hehehe..."

"Hyung ingin aku membuktikan dengan cara apa, hmm?"

"Datang ke sini sekarang jika kau benar-benar sayang padaku! Uweee hahaha..." tantang Luhan.

"Mustahil aku bisa ke sana sekarang, hyung. Sejujurnya aku sih mau saja. Tapi manager yang cerewet itu pasti menahanku untuk pergi." Jawab Sehun sambil menundukkan kepalanya, lesu.

"Ya aku hanya bercanda kok. Tunggu aku hingga 1 sampai 2 bulan kedepan ya Hunnie..."

"Masih lama sekali, hyung..." Sehun mempoutkan bibirnya lucu.

"Aigoo Sehunnie kau menggemaskan. Aku jadi ingin mencubit pipimu! Kyaaa..."

"Uwee hyung tidak bisa mencubit pipiku! Uweee hahaha..."

Sehun dan Luhan terlihat sangat gembira dalam video call itu. Walau raga mereka tidak bisa bertemu di tempat yang sama, tapi dari video call itu saja mereka sudah bisa saling melepaskan rasa rindu.

TOK TOK TOK

Pintu kamar Sehun diketuk saat baru saja ia menyelesaikan video call dengan Luhan. Terdengar suara yang memanggil-manggil nama Sehun dari arah luar. Tentu saja itu adalah suara milik sang manager. Sepertinya sang manager itu sedang ada perlu dengan Sehun.

CKLEK

"Ada apa lagi hyung?" tanya Sehun malas.

"Sebaiknya kau segera ke kantor sekarang. CEO ingin bertemu denganmu." Jelas sang manager. Sehun hanya menganggukkan kepalanya malas.

Ia sungguh sedang tidak ingin pergi kemana-mana yang membuat moodnya yang sudah sedikit membaik setelah video calll dengan Luhan menjadi memburuk kembali. Sehun pun tiba di kantor SM. Ia segera menuju ke ruang CEO, Kim Youngmin.

CKLEK

"Kau sudah datang? Duduklah."CEO Kim mempersilakan Sehun untuk duduk.

"Tidak perlu. Aku tidak mau berlama-lama. Sebenarnya ada apa songsaenim memanggilku?" tanya Sehun to the point.

"Ini kau bacalah." CEO Kim memberikan sebuah kertas kontark kepada Sehun. Sehun pun mengambilnya dan mulai membacanya. Sehun membelalakan matanya tidak percaya saat membaca surat kontrak itu.

"Bagaimana? Apa kau setuju?" tanya CEO Kim.

"Tidak, aku tidak mau." Tolak Sehun.

"Kau tidak mau? Apa semua itu karena Luhan?" tanya CEO Kim kembali. Sehun tidak bisa menjawab apapun. Tebakan CEO Kim sangat tepat.

"Kau mau saya membuat Luhan dan member EXO M lainnya tidak akan pernah kembali ke sini? Atau kau mau terjadi sesuatu pada Luhan? Lagipula kontrak ini hanya untuk 2 bulan ke depan. Setelah itu kau bisa bebas." Ancam CEO Kim. Sehun masih terdiam. Ia tidak bisa menjawab apapun. Di satu sisi ia tidak ingin menerima kontrak 'gils' ini namun disisi lainnya ia tidak mau jika terjadi sesuatu pada Luhan yang snagat ia sayangi itu.

"Kau masih bingung? Baiklah kau masih bisa memikirkannya terlebih dahulu. Besok kau harus kembali lagi ke sini dan putuskan jawabanmu." Jelas CEO Kim. Sehun menganggukan kepalanya lemas.

"Baiklah saya rasa hanya itu saja yang ingin saya sampaikan. Sekarang kau bisa kembali." CEO Kim mempersilakan Sehun pergi dari ruangannya.

-Apa yang harus aku lakukan? Aku harus bagaimana? Luhannie aku harus bagaimana?- batin Sehun.

Sehun berjalan gontai saat keluar dari kantor SM. Pikirannya hanya tertuju pada Luhan. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Luhan. Namun ia juga tidak ingin menerima kontrak yang menurutnya sangat 'menjijikan' itu. Kakinya melangkah tidak tentu arah. Matanya seolah kosong. Ia yang sebenarnya tidak bisa menyebrang jalan, nekad untuk menyebrang jalan sendiri. Tanpa ia sadari, saat ia akan menyebrangi jalan, sebuah mobil dari arah berlawanan sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Sehun yang tidak bisa menghindar pun tertabrak mobil itu hingga terpental cukup jauh. Sang pengemudi mobil melarikan diri saat melihat Sehun yang sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir di sekitar kepalanya. Beberapa orang mulai menolong Sehun yang tertabrak itu dan mencoba membawanya ke rumah sakit.

.

.

.

Beijing, China

Luhan tersenyum senang sehabis melakukan video call dengan Sehun. Sekarang dirinya harus segera bersiap-siap untuk melakukan pekerjaan hari ini. Kris, Tao, Xiumin, Chen dan Lay sudah terlihat rapi berbeda sekali dengan Luhan yang masih terlihat 'kumel' dengan menggunakan piyama. Saat Sehun menghubunginya kan ia baru saja bangun tidur. Luhan segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

"Luhan ayo makan bersama!" ajak Xiumin dan member lainnya yang sudah siap di meja makan. Luhan yang sudah terlihat rapi pun ikut bergabung dengan member lainnya yang sudah menikmati hidangan makan siang mereka.

"Huaa ada kimchi? Siapa yang membuatnya?" tanya Luhan yang bingung saat mendapati semangkuk kimchi di meja makan mereka.

"Eomma ku yang mengirimnya untuk kita. Sebagian lainnya aku letakkan di dalam kulkas." Jawab Chen sambil tersenyum.

"Lu kau mau makan apa? Mau aku ambilkan?" tawar Xiumin.

"Tidak perlu. Biar aku saja yang mengambilnya sendiri. Oh iya gelasku. Aku mau ambil gelas sebentar." Luhan segera menuju ke dalam dapur untuk mengambil gelas untuknya.

PRANGG

DEG

Gelas yang dipegang Luhan tanpa sengaja jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping. Perasaan Luhan menjadi tidak enak sekarang. Dirinya jadi memikirkan keadaan Sehun. Member Exo M lain yang mendengar suara gelas yang terjatuh dan pecah pun bergegas menuju ke arah dapur. Mereka melihat Luhan yang sudah mendudukkan dirinya di lantai dapur. Tangan kanannya memegang dadanya wajahnya pun terlihat pucat. Xiumin Lay dan Tao mulai menghampiri Luhan. Mereka mencoba untuk membantu Luhan berdiri dan membawa Luhan ke ruang tengah. Kris dan Chen segera membersihkan pecahan-pecahan gelas kaca itu agar tidak melukai member lainnya.

"Ge, minumlah." Tao memberikan segelas air kepada Luhan.

"Xie xie ni, Tao." Balas Luhan sambil menerima segelas air itu dan meminumnya.

"Lu sebenarnya ada apa?' tanya Xiumin kemudian.

"Entahlah. Perasaanku sedang tidak enak. Sepertinya sedang terjadi sesuatu yang buruk pada Sehun." Jawab Luhan melemas.

"Jangan berpikiran seperti itu, ge. Tenanglah. Sehun pasti baik-baik saja." Ucap Lay menenangkan Luhan.

"Lay ge benar. Sudahlah ge tenangkan dirimu dulu. Dan segera makanlah ge. Kau kan belum makan sejak tadi pagi." Ucap Chen.

"Aku ingin menelpon Sehun sebentar." Jawab Luhan sambil merogoh saku celananya. Dengan cepat ia mencari nomor ponsel Sehun dan menelponnya.

'Tuttt tuuutttt tuuttt... Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk. Silakan...' Luhan terlihat semakin panik saat panggilannya tidak dijawab oleh Sehun. Berulangkali ia mencoba menelpon Sehun dan mendapat hasil yang sama. Panggilannya tidak kunjung diangkat.

"Bagaimana?" tanya Kris. Luhan menggelengkan kepalanya lemas.

"Aku akan mencoba menelpon Myunnie..." Lay mengeluarkan ponselnya dan mencoba menelpon Suho.

-Yeoboseoyo? Xingie? Ada apa? Kau merindukanku? Baru saja tadi aku meneleponmu. hehehe- tanya Suho diunjung telepon.

"Bukan begitu, Myunnie... Hmm begini, apa Sehun baik-baik saja? Karena sejak tadi Luhan ge menelepon, panggilannya tidak pernah diangkat. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Sehun." Jelas Lay.

-Sehun? Ia baik-baik saja. Manager bilang ia ada di dalam dorm. Maaf aku juga kurang tahu karena aku masih di stasiun radio.- jawab Suho.

"Ada di dorm? Oh baiklah... Gomawo Myunnie... Selamat bekerja kembali..." ucap Lay lalu memutuskan panggilannya.

PIP

"Ge,Myunnie bilang jika Sehun baik-baik saja kok. Sehun ada di dorm. Mungkin ia sedang ketiduran. Sudahlah gege tidak perlu terlalu khawatir." Jelas Lay.

"Xie xie, Lay." Jawab Luhan sambil tersenyum. Namun hatinya masih merasa ada sebuah kejanggalan yang terjadi dengan Sehun.

"Sudah sekarang kau makan saja. Ini sudah siang, ge. Sebentar lagi kita juga harus berangkat ke lokasi syuting." Ucap Xiumin. Luhan pun menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan ke meja makan untuk makan siang.

.

.

.

Suho, Kyungsoo dan Baekhyun sedang break dalam interview radio. Shindong sang DJ sedang berbincang-bincang dengan Baekhyun dan Kyungsoo. Suho meminta ijin untuk ke yoilet dulu. Perasaannya sedang tidak enak. Sebagai seorang leader, ia memiliki kedekatan batin dengan member lainnya. Ia memikirkan keadaan sang magnae, Sehun.

Drtt Drrrtt Drrtt

Ponselnay bergetar. Seperti ada sebuah panggilan masuk untuknya. Saat ia melihat layar ponsel, ia sangat gembira karena yang meneleponnya adalah Lay.

"Yeoboseoyo? Xingie? Ada apa? Kau merindukanku? Baru saja tadi aku meneleponmu. Hehehe" tanya Suho kepada Lay.

-Bukan begitu, Myunnie... Hmm begini, apa Sehun baik-baik saja? Karena sejak tadi Luhan ge menelepon, panggilannya tidak pernah diangkat. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Sehun.-Jelas Lay dari ujung telepon.

"Sehun? Ia baik-baik saja. Manager bilang ia ada di dalam dorm. Maaf aku juga kurang tahu karena aku masih di stasiun radio." Jawab Suho seadanya. Karena ia juga merasa sedikit khawatir namun ia juga tidak mengetahui keadaan Sehun yang sebenarnya.

-Ada di dorm? Oh baiklah... Gomawo Myunnie... Selamat bekerja kembali...- ucap Lay lalu memutuskan panggilannya.

Suho sudah kembali ke dalam ruangan. Interview radio sudah mulai berjalan kembali. Suho berusaha menghilangkan perasaan tidak enaknya itu. Ia berharap Sehun, sang magnae keadaannya baik-baik saja.

"Kamsahamnida untuk kerjasama kalian." Ucap Shindong kepada Suhp, Kyungsoo dan Baekhyun.

"Ne, kamsahamnida, sunbaenim... Maaf kami harus segera kembali." balas Suho, Baekhyun dan Kyungsoo dan kemudian berpamitan.

"Hyung kau kenapa? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Baekhyun kepada Suho yang terlihat sedang memikirkan sesuatu yang serius.

"Ah tidak aku tidak memikirkan apa-apa." Jawab Suho yang sadar dari lamunannya.

"Jangan bohong seperti itu hyung. Kami tahu kok kau pasti sedang memikirkan sesuatu." Balas Kyungsoo.

"Hmm kau benar. Perasaanku sedang tidak enak saat ini. Aku jadi memikirkan Sehun. Apa dia baik-baik saja?" Suho kembali emmikirkan Sehun.

"Perasaanku juga sama tidak enaknya. Aku akan emncoba menghubungi Sehun terlebih dahulu." Jawab Kyungsoo dan langsung merogoh saku celananya. Ia mencari nomor Sehun dan mulai menelponnya.

'Tuttt tuuutttt tuuttt... Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk...' Kyungsoo emmutuskan panggilannya.

"Tidak diangkat. Aku akan mencoba menelponnya sekali lagi." Kyungsoo pun mencoba menelpon Sehun kembali.

-Yeobseoyo?- ada jawaban dari ujung telepon.

"Sehun? Kenapa panggil..."

-Maaf saya bukan Sehun yang anda maksud. Saya orang yang menolongnya. Tadi ia mengalami kecelakaan. Sekarang ia ada di Seoul International Hospital- jelas sang pengangkat telepon.

"Apa? Sehun kecelakaan? Baikalah kami akan segera kesana!" Kyungsoo memutuskan sambungan teleponnya. Tubuhnya jadi gemetar. Ia tidak pernah menyangka jika Sehun mengalami kecelakaan.

"Kyungsoo? Sehun kecelakaan? Bagaimana mungkin?" tanya Baekhyun tidak percaya.

"Aku juga tidak tahu. Lebih baik kita segera menuju ke Seoul International Hospital. Baekhyun bisakah kau beritahu Chanyeol dan Kai untuk segera ke rumah sakit?" ucap Kyungsoo kepada Baekhyun disampingnya. Sedangkan Suho sudah tidak bisa berkata apa-apalagi. Ia sudah sangat shock.

.

.

.

.

Suho, Baekhyun dan Kyungsoo sudah tiba di rumah sakit. Seperti rumah sakit apda umumnya, banyak perawat dan dokter yang mondar-mandir di dalam rumah sakit untuk menangani pasien mereka. Suho segera ke bertanya kepada seorang petugas di rumah sakit itu dimana Sehun dirawat. Ketika tahu jika Sehun sedang berada di ruang UGD, Suho, Baekhyun dan Kyungsoo pun segera menuju ke ruang UGD. Perasaan mereka sangat khawatir.

"Kalian keluarga Sehun?" tanya seorang pria yangberumur sekitar 40tahunan.

"Ya kami keluarganya. Sebenanrya apa yang terjadi dengan Sehun?' tanya Suho penasaran.

"Saya juga tidak mengetahui dengan pasti bagaimana kejadiannya. Yang saya tahu anak itu tertabrak sebuah mobil dan terpental cukup jauh. Kepalanya berdarah dan tidak sadarkan diri. Lalu saya dan beberapa orang yang melihat langsung menolong dan membawanya ke sini. Dan saya juga ingin memberikan ini." Namja itu memberika sebuah dompet, handphone dan sebuah cincin perak kepada Suho.

"Kamsahamnida, ahjushi." Jawab Suho, Kyungsoo dan Baekhyun bersamaan.

"Ne, sama-sama. Kalau begitu saya harus permisi dulu. Saya harus kembali bekerja." Pamit ahjushi itu lalu pergi meninggalkan Suho, Baekhyun dan Lay di ruang tunggu.

Tidak lama Kai dan Chanyeol pun tiba di rumah sakit itu dan langsung menuju ke ruang UGD dimana ada Suho, Baekhyun dan Kyungsoo yang sudah tiba lebih dulu. Wajah mereka pun terlihat sangat khawatir. Seorang dokter keluar dari ruangan UGD bersama seorang perawat. Member Exo yang melihtanya mulai berdiri dan mendekati sang dokter itu.

"Kalian keluarga Oh Sehun?' tanya sang dokter.

"Ne, kami keluarganya. Bagaimana keadaanya dok?" tanya Suho kepada dokter itu.

"Ia harus segera dioperasi. Pasien mengalami pendarahan hebat disekitar kepalanya hingga kekurangan darah. Dan apa diantara kalian ada yang memiliki golongan darah O?. Persediaannya golongan darah di rumah sakit ini sedang kosong." jelas sang dokter.

"Lakukanlah yang terbaik untuknya dok. Diantara kami tidak ada yang memiliki golongan darah O dok. Lalu apa yang bisa kami lakukan?" tanya Kyungsoo panik.

"Golongan darahku O. Biarkan aku saja yang menolongnya."

.

.

.

Exo M telah menyelesaikan pekerjaan mereka hari ini. Luhan masih terlihat murung. Dalam acara variety show tadi saja ia jadi tidak banyak biocara seperti biasanya. Ia masih begitu memikirkan keadaan Sehun di Korea sana. Lay menepuk punggung Luhan dan berusaha menyadarkannya dari lamunannya.

"Ge? Ini untukmu." Lay memberikan segelas bubble tea untuk Luhan.

"Tidak, Lay. Aku tidak mau." Luhan menolak minuman itu. Biasanya Luhan akan selalu menerima bubble tea dari siapa saja.

"Ge ada apa? Kau masih memikirkan Sehun?' tanya Lay lagi. Luhan menganggukkan kepalanya.

"Perasaanku sungguh tidak enak, Lay. Aku sangat mengkhawatirkan keadaannya." Luhan menundukkan wajahnya.

"Ge jangan seperti ini. Bagaimana jika gege ke Korea saja agar bisa memastikan langsung keadaan Sehun." Usul lay.

"Apa? Mana bisa seperti itu! Manager pasti tidak akan mengijinkanku!"

"Gege tenang saja. Aku ada rencana. Jadi..." Lay membisikan sebuah rencana kepada Luhan disampingnya. Luhan hanya mengangguk menegrti dengan semua rencana Lay.

SKIP

"Ge ambilah! Ingat jangan pernah mengangkat telepon dari member disini. Aku akan berusaha mengendalikan suasana disini. Gege berjuanglah! Kau pasti bisa ke Korea dan bertemu dengan Sehun!" Lay membnerikan sebuah tiket pesawat dengan tujuan ke Korea dan menyemangati Luhan yang sudah siap berangkat.

"Xie xie, Lay. Aku tidak tahu bagaimana harus membalas semua kebaikanmu. Jika aku sampai disana, aku akan menitipkan salam untuk Suho." Goda Luhan membuat wajah Lay memerah.

"Sudahlah ge. Lebih baik gege cepat pergi sekarang sebelum ketahuan member lainnya!" Luhan pun berjalan mengendap-endap keluar dari dalam dorm.

"Lay kau sedang bersama siapa disana?"

-Mati aku! Bakal ketahuan ini!- batin Luhan.

Chapter 11 end! Untuk yang nebak siapa yeoja itu, ya benar dia Jung Daeun yang kabarnya sebagai 'bestfriend' nya Sehun. Jujur ya author agak ngejleb masukin dia di FF ini. Karena author gak suka ada yang couple-couplein Sehun dengan orang lain selain Luhan #ehh apalagi waktu itu ada rumor kalau Sehun sam Daeun jadi partner dalam WGM gak ikhlas sumpah author nya... Tapi karena ini ada permintaan dari readers yang mau buat ada konflik lebih dalam antara HunHan jadi ya author coba bikin deh. Author masih buat chapter ini jadi teka-teki nih. Siapa yang nolongin Sehun? Terus apa Luhan bakal ketahuan saat mau kabur ke Korea? Nah loh terus Sehun bakal gimana nantinya? Kontrak apa sih yang bikin Sehun galau sampe bisa kecelakaan gitu? Hayoo hayoo readers ada yang bisa nebak? Jalan ceritanya kok jadi ngelantur kemana-mana ya? huaaa maafin author ya readers Author kasih bocoran deh pokoknya akhir dari FF ini tuh bakalan HAPPY ENDING lah buat HUNHAN^^ dan pastinya bakal ada cerita yang ngebalikkin HunHan buat lanjutin syuting WGM samna Hello baby hehehe^^ Please support author terus ya readers~^^ Mian kalo FF nya malah gak jadi tamat terus... Soalnya maish belum ada titik temu nih mu diendingin gimana hehehe^^

Delete/ lanjut/end?

Big Thanks to :

UruRuBaek , fangirl-shipper , mitahunhan , baby reindeer , hunhanshipper , hunhanLove, Cha Hyun Lee, V.D, hatakehanahungry, HunHanieshipper

Thanks udah baca dan udah review^^ Review lagi please... Dan kasih masukan ide juga boleh buat Chapter depan^^ Paypay ^^/

My Twitter :

Helloannyeongg

(Mention for follback^^)

Gomawo~^^