OLD BUT GOLD


Maint cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do Kyungsoo

Pairing : Hunhan [Main], ChanBaek, Kaisoo

Genre : Romance, Fluff, Drama

Length : Chaptered

Rate : T-M

GS . Typo


"selamat anda akan menjadi seorang ayah" kata dokter itu lagi

"mi..mian...mworago?" tanya Kris tak percaya

"istri anda hamil. Selamat untuk anda" ucap dokter itu bahagia

Kris maupun Zitao hanya terdiam dengan penuturan dokter ini. Banyak sekali pikiran yang berjalan diotak mereka berdua. Bagaimana bisa dokter ini menganggap Kris sebagai suaminya. bagaimana bisa Luhan dalam kondisi hamil, dengan siapa? Pertanyaan itu terus berputar diotak mereka

"tak perlu terlalu terkejut seperti itu. Saya cukup memaklumi keterkejutan anda karena memang usia kandungan dari istri anda masih sangat muda" ucap sang dokter

"masih muda?" Zitao mengerutkan keningnya

"iya, masih sekitar 2 minggu jika saya tidak salah memprediksi" kata sang dokter

"saya rasa, saya harus kembali keruangan saya. Permisi" kata sang dokter

Kris dan Zitao hanya membungkukkan badan saat dokter itu pergi. Setelah dokter itu benar-benar hilang dari pandangan mereka. Mereka masih tetap terdiam

"Luhan hamil, Kris" kata Zitao memecah keheningan

"aku tau" jawab Kris singkat

"a..apa yang kau lakukan dengannya?" tanya Zitao tak percaya

"aku tak melakukan apapun" jawab Kris

"ta...tapi kau dengar sendirikan? Kau..." Zitao mulai beranjak pergi meninggalkan Kris

"tunggu. Aku bisa menelaskan" kata Kris menahan lengan Zitao

"Zitao dengarkan aku, kau tau kan aku membawa Luhan baru-baru ini. Dan Luhan hamil 2 minggu. Bahkan kita di korea saja belum ada 2 minggu. Aku tak mungkin melakukannya dengan Luhan. Kau tau aku sangan mencintaimu Zitao" jelas Kris

"lalu, dia hamil dengan siapa? Kris, kita tidak bisa main-main dengan keadaan Luhan saat ini. Dia hamil Kris" kata Zitao mulai panik

"aku tau Zitao" kata Kris pelan

"dia harus tau tentang keadaannya" kata Zitao sambil beranjak akan memasuki ruang kamar Luhan, tapi Kris mencegahnya

"dia dalam kondisi tak baik Zitao, aku takut jika dia tau tentang kehamilan ini dia semakin terpuruk" kata Kris

"kau akan menyembunyikannya? Tidak bisa. Kau mungkin akan menyelamatkan dia saat ini, tapi bagaimana dengan masa depannya? Dia hamil Kris, bayi itu butuh seorang ayah. Dan kau tau sendiri bahwa dia belum memiliki seorang suami" jawab Zitao

Kris terdiam, ia juga menyadari apa yang dikatakan oleh Zitao memang benar. Mungkin jika dia tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Luhan, padahal bayi itu terus berkembang dirahim Luhan. Luhan pasti akan sangat terkejut jika ia terlambat mengetahui kehamilannya

"lebih baik kita tanya ke Luhan, apa dia memiliki suami atau tidak. jika ia tidak memiliki suami. Dia harus tahu tentang kehamilan ini" kata Zitao pelan

Mereka berdua kemudian memasuki ruang kamar Luhan. disana mereka melihat Luhan yang tertidur dengan begitu pucat dan lemah. Luhan sedang tak tidur, tapi tubuhnya sangat lemas.

"hai Luhan" sapa Zitao ramah

Luhan hanya menanggapi dengan senyuman kecil. Tubuhnya tampak begitu pucat

"apa kau sudah baik-baik saja?"

"setidaknya aku lebih baik" jawab Luhan pelan

Zitao dan Kris hanya diam dengan penuturan Luhan. kesunyian tiba-tiba saja datang menyelimuti mereka.

"aku ingin mengatakan sesuatu" kata Luhan memecah keheningan

"ne? Katakan saja" jawab Kris

"aku rasa, aku harus segera pergi dari apartemen kalian" kata Luhan

"apa maksudmu? Kau sedang sakit Luhan" jawab Kris sedikit menaikkan nada suaranya karena terkejut dengan penuturan Luhan

"aku tak bisa tinggal bersama kalian. Aku tak mau merusak hubungan kalian" jawab Luhan sambil tersenyum tulus

"kau mengertahuinya? Dari mana?" tanya Zitao

"mungkin aku lancang, tapi aku tak sengaja mendengar pembicaraan kalian dikamar sebelum aku pingsan. Aku akan pergi setelah aku sehat" kata Luhan "aku akan berusaha sehat dengan cepat" lanjutnya

"tidak Luhan, kau harus tetap bersama kami sebelum kau kembali bersama suamimu" kata Kris

"suami? Apa maksudnya? Aku belum memiliki suami Kris" kekeh Luhan karena merasa Kris sedang melontarkan sebuah joke

Zitao dan Kris bukan malah tertawa tapi mereka malah semakin membeku. Mereka telah mengetahui bahwa Luhan benar-benar harus dilindungi karena bayinya terancam tak akan memiliki ayah yang sah

"Luhan aku akan mencari siapa suamimu" desis Kris

"apa maksudmu? Aku tak memiliki suami. Jelaskan sesuatu padaku. Zitao?"

"Luhan, maafkan kami. Emm... kau hamil Luhan. usia kandunganmu memang masih muda. Masih sekitar 2 minggu kata dokter. Kami akan mencari siapa yang menghamilimu. Tapi sebelum kau bersamanya, kau tetap tinggal bersama kami" jelas Zitao

Luhan kini terdiam. Ia sekarang membeku. Ia benar-benar tak mengerti kenapa musibah secara bertubi-tubi menimpanya. Ia tak mungkin kembali bersama Sehun. Ditambah lagi Sehun sudah bersama orang lain.

"apa aku bisa mengabari Baekhyun lu? aku tau kau membutuhkannya" kata Kris membuyarkan lamunan Luhan

"aniyo, tidak perlu" jawab Luhan pelan

"aku yakin Baekhyun akan sangat membantumu" jawab Kris sambil memberikan ponselnya kepada Luhan

"kami akan keluar. Kau tinggal hubungi Zitao dari ponselku jika kau membutuhkan kami. Beristirahatlah lu" kata Kris

"kami tau kau sedang ingin sendiri. Kami permisi" lanjut Zitao

"aku akan selalu menjagamu Lu, tenang saja. Aku disini bersama Zitao" kata Kris meyakinkan

"gomawo" kata Luhan pelan

Kris dan Zitao beranjak pergi meninggalkan ruang kamar Luhan. mereka tak benar-benar pergi. Mereka hanya pindah kedepan kamar Luhan untuk menjagainya. Mereka tau bahwa Luhan sangat stress dan membutuhkan waktu untuk sendiri

Luhan terdiam memandangi benda persegi panjang yang Kris tinggalkan untuknya. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa ia membutuhkan Baekhyun. Ia juga membutuhkan Sehun. Ia membutuhkan Kyungsoo. Ia membutuhkan siapa saja yang mau meminjamkan pundaknya untuk menangis

Ia merasa dirinya tersingkirkan. Ia kini benar-benar merasa dirinya tak dibutuhkan didunia ini. Kejadian dimana ia merasa Sehun mengkhianati cintanya. Dan kini didalam rahimnya terkandung benih yang Sehun tanamkan beberapa minggu lalu

Ia butuh tempat bersandar. Luhan tak pernah merasa serapuh ini. Meskipun dulu nasib lebih jahat kepadanya tapi ia masih mampu bertahan karena ia melakukannya dengan tegar. Tapi mengapa kini ia merasa begitu rapuh. Ia seperti begitu ketergantungan pada Sehun sekarang.

Ia benar-benar membutuhkan Sehun saat ini. Ia membutuhkan Sehun untuk menenangkannya, untuk melindunginya, dan untuk menjaganya. Tapi itu tak bisa karena Luhan merasa Sehun seperti bukan miliknya lagi. Ini begitu sakit ketika Luhan harus menerima semua kenyataan yang ada dihadapannya

Ia mengangkat ponsel Kris. Ia mencoba menekan tombol angka yang tertera pada ponsel canggih itu. Ia mengingat dengan betul nomor telepon Baekhyun dan Sehun. Tapi kali ini yang tertera pada layar tersebut adalah nomor Baekhyun.

Ia menimang beberapa kali haruskah dia menelfon Baekhyun sekarang. Ia terus berfikir. Hingga akhirnya dia yakin untuk menghubungi Baekhyun. Biar bagaimanapun pasti Baekhyun kalang kabut mencarinya tanpa ada kabar darinya.

Ia neletakkan ponsel itu ditelinganya. Terdengan nada sambung dari ujung telepon beberapa kali. Sampai sebuah suara yang amat sangat ia kenali menyambut ditelinganya

"yeoboseyo" kata Baekhyun dari ujung telepon

(***)

Chanyeol dan Baekhyun kini sedang berada diapartemen mereka. Mereka baru saja sampai ke apartemen mereka. Dengan langkah malas Baekhyun berjalan menuju kamarnya.

Chanyeol masih setia dengan teleponnya. Ia sedang terhubung dengan Sehun melalui via telepon. Meskipun Chanyeol masih diluar kamar tapi Baekhyun bisa mendengar percakapannya dengan baik

"kau harus istirahat oh Sehun. Kau sudah mencari Luhan seharian" kata Chanyeol

"apa kau bisa istirahat ketika Baekhyun menghilang karena kesalah fahaman?" tanya Sehun balik

Chanyeol terdiam, faktanya jika ia diposisi Sehun dia pasti akan gila. Ia akan lebih gila mencari Baekhyun.

"aku akan membantumu mencari, kau istirahat. Biarkan aku mencarinya" jawab Chanyeol

"tak perlu, terimakasih. Aku ingin aku sendiri yang menemukan Luhan" kata Sehun keras kepala

"kau tak bisa seperti ini. Kau bisa sakit atau bahkan kecelakaan. Kau menyetir sendirian dari tadi Sehun-ah. Cepat katakan padaku dimana posisimu sekarang. Aku akan menjemputmu bersama Kai" kata Chanyeol

"tak perlu Chanyeol. Aku baik-baik saja. Bisakah kau tak mengangguku menyetir? Kau membuat konsentrasiku semakin menurun" omel Sehun

"tidak Sehun. Kami akan menyusulmu. Katakan sekarang kau dimana. Kami akan menyusulmu. Setidaknya kami akan bergantian menyetir"

"aku baik-baik saja Chanyeol-ah. Bisakah kau mengatakan kepada anak buahmu dan Kai untuk membantu mencari Luhan? jika sudah ketemu mereka harus menjaganya sampai aku menemuinya"

"aku sudah mengerahkan semua anak buahku dan Kai. Tenang saja. Sekarang katakan kau dimana" Chanyeol sedikit meninggikan kalimatnya

"berapa kali aku bilang bahwa aku..."

"BERHENTI MENJADI ORANG YANG KERAS KEPALA OH SEHUN!" potong Chanyeol. Kini Chanyeol emosi karena sahabatnya ini begitu keras kepala untuk menemukan Luhan

"baiklah-baiklah. aku akan menjemput kalian diapartemen. 30 menit lagi. Jika kalian tek ada diluar apartemen saat aku disana, aku akan mencari sendiri. Kau tau aku paling benci menunggu kan?"

Sehun akhirnya mengalah, ia membaiarkan kedua sahabatnya ikut mecari Luhan sekarang. Tak bisa ia bohongi bahwa sebenarnya ia juga cukup lelah karena terus menyetir mobil seharian sambil menatap keluar jendela untuk mencari Luhan.

Ia berfiki mungkin kedua sahabatnya bisa membantu karena mereka akan memiliki 6 mata untuk melihat kepadatan kota seoul. Setidaknya itu sedikit memberi keringanan

"baiklah" jawab Chanyeol

PIP

Setelah Chanyeol menutup telepon dari Sehun, ia kemudian dengan cepat menelpon Kai.

"yeoboseyo" kata Kai dari ujung telepon

"kau dimana?" tanya Chanyeol

"aku baru saja akan masuk keapartemen. Ada apa?" tanya Kai

"5 menit lagi aku akan menjemputmu dikamarmu" kata Chanyeol

"apa?! Kenapa mendadak sekali? Ada apa memangnya"

"Sehun. aku akan menjelaskannya nanti"

"tapi aku..."

PIP

Belum sampai Kai selesai berbicara telepon itu sudah mati karena chanyel memutuskannya sepihak.

"ada apa sayang?" tanya Kyungsoo

"entahlah, aku rasa aku harus pergi sekarang. Chanyeol mengajakku pergi" kata Kai

"kemana?"

"aku sendiri tak yakin. Aku rasa membantu Sehun mencari Luhan karena ia hanya mengatakan Sehun" jawab Kai tak yakin

"baiklah, hati-hati ya sayang" kata Kyungsoo sambil mengecup pelan bibir Kai

"aku pergi sayang" kata Kai sambil membalas ciuman Kyungsoo

(***)

Baekhyun menidurkan dirinya diranjang. Ia memejamkan matanya tapi ia tak benar-benar tidur. Beberapa pikiran berkecambuk diotaknya. Ia juga terus merutuki kesalahannya membawa Luhan kekantor Sehun dan membuat Luhan salah faham.

Ia terus memikirkan dimana Luhan berada. Ponsel Luhan terus ia hubungi tapi sama sekali tak ada hasil. Ponselnya tak bisa ia hubungi sampai saat ini. Ia terus berfikir kemungkinan keberadaan Luhan hingga sebuah telepon masuk ke ponselnya. Terpampang sebuah nomor asing disana. Dengan ragu ia mengangkat telepon itu

"yeoboseyo" kata Baekhyun

"..."

"yeoboseyo?" kata Baekhyun lagi karena ia merasa tak ada jawaban dari sana

"Baek" kata orang tersebut dari ujung telepon. Sangat pelan hingga nyaris tak terdengar

Tapi Baekhyun bisa mendengarkannya. Ia mengenali suara pelan itu. Sangat mengenali. Suara pelan yang tenang tapi menyiratkan ketakutan dan kerapuhan

"Luhan?" jawab Baekhyun tak yakin. Ia menitikkan airmatanya karena Luhan akhirnya menghubunginya

"Luhan? aku tau ini kau! Kenapa kau baru menelponku Lu? kau kemana saja? Apa kau baik-baik saja? Lu, kau dimana? Luhan jawab aku! hiks" omel Baekhyun sambil terisak

"Baek, hiks" Luhan tak kalah terisak "maafkan aku, ponselku mati" jawab Luhan pelan

"aku tak mau tau Lu, aku marah padamu karena kau menghilang tanpa kabar. Apa kau baik-baik saja? Hiks" tanya Baekhyun terisak

"sayangnya tidak" kata Luhan pelan

"Lu? apa yang terjadi padamu. Kau kenapa? Kau dimana? Lalu ini nomor siapa?"

"entahlah...Baek, aku membutuhkanmu" isak Luhan

"katakan padaku kau dimana Luhan sayang" kata Baekhyun mulai panik

"aku akan memberitahumu asal kau tak memberitahukan keberadaanku pada siapapun. Siapapun Baek. Hanya kau yang mengetahuinya" kata Luhan

"baiklah, katakan kau dimana dan kau menghubungiku melalui siapa?" tanya Baekhyun

"aku dirumah sakit Baek, aku menggunakan ponsel yang Kris pinjamkan padaku" jelas Luhan

"rumah sakit? Bagaimana bisa?"

"ceritanya panjang, bisakah kau kemari? Aku membutuhkanmu Baek" rengek Luhan

"baiklah, kirimkan alamat rumah sakit dan nomor kamarmu keponselku. Aku kesana sekarang"

"gomawo Baek" kata Luhan

"eoh, aing~" jawab Baekhyun sebelum menutup teleponnya

PIP

Baekhyun dengan tergesa-gesa memasukkan beberapa barang yang ia butuhan kedalam tasnya. Ia merapikan kembali penampilannya.

"Baek, aku akan pergi bersama Sehun dan Kai malam ini...- kau mau kemana sayang?" tanya Chanyeol saat melihat Baekhyun terburu-buru

"aku akan pergi sayang. Kau mau kemana dengan mereka?" tanya Baekhyun

"mencari Luhan sayang, kau pergi kemana? aku akan mengantarmu" kata Chanyeol

"tidak sayang, aku akan naik taksi saja. Kau lebih baik beristirahat. Aku sudah menemukan dimana Luhan" kata Baekhyun tersenyum sambil mengecup bibir Chanyeol

Baekhyun berjalan meninggalkan kamarnya, ia berjalan menuju ke dapur untuk minum sebelum ia benar-benar pergi. Chaynyeol masih terus membuntutinya. Menanyakan kepastian kabar tentang Luhan

"apa? Kau menemukan Luhan sayang?" tanya Chanyeol

"iya sayang"

"kalau begitu kita kesana sekarang. Sehun sudah hampir gila mencari Luhan"

"tidak bisa, Luhan memintaku untuk datang sendiri. Aku rasa kondisinya sedang tidak baik. Aku sangat hafal dengannya. Nanti aku akan menghubungimu jika aku rasa Luhan sudah bisa bertemu dengan Sehun. Arrachi?" kata Baekhyun sambil mengusap pelan pipi Chanyeol

"Baek, bisakah kau membujuk Luhan untuk memaafkan Sehun. Agar mereka kembali seperti dulu, kau tau maksudku kan? Sehun begitu menyedihkan"

"aku tau, aku akan membuat mereka kembali bersatu. Aku juga menjamin bahwa Luhan tak jauh berbeda dengan kondisi Sehun" kekeh Baekhyun

"baiklah, kau hati-hati sayang"

Baekhyun mengangguk dan tersenyum manis. Kemudian ia menutup pintu apartemen itu. Ia segera turun dan mencari taksi. Dengan segera ia menuju lokasi dimana yang telah Luhan kirimkan ke ponselnya itu

(***)

Baekhyun kini telah sampai di sebuah rumah sakit. Ia dengan segera turun dari taksi dan berjalan menuju ke ruang tempat dimana Luhan dirawat. Ketika ia hampir mendekati ruang itu, ia menangkap 2 orang yang sedang duduk di depan ruang Luhan.

Baekhyun mendekati mereka. Ia kemudian tersenyum singkat ketika disana ia menemukan sesosok Kris yang sedang duduk didepan ruang kamar Luhan.

"Kris?" panggil Baekhyun

"oh, hai Baek. Apa Luhan menghubungimu?" tanya Kris

"iya, dia memintaku kemari. Kris, terimakasih telah menjaga Luhan beberapa hari ini" ucap Baekhyun spontan

"tak masalah" jawab Kris ringan

"tunggu, dia siapa Kris?" tanya Baekhyun "apa dia gadis yang kau antar itu? Saudaramu?" lanjut Baekhyun

"em, dia memang gadis itu, tapi dia... kekasihku" jawab Kris

"kekasihmu?" Baekhyun memastikan telinganya tak salah mendengar

"iya, dia kekasihku Baek" kata Kris "Kenalkan Baek, dia Zitao. Dan ini Baekhyun, zi " lanjut Kris memperkenalkan

"sepertinya kau berhutang cerita kepadaku" kata Baekhyun pada Kris "senang bertemu denganmu Zitao" kata Baekhyun seraya berjabat tangan dengan Zitao

"senang berkenalan denganmu Baekhyun" balas Zitao

"baiklah, aku akan menceritanya. Tapi lebih baik kau menemui Luhan terlebih dahulu. Dia menunggumu"

"baiklah, aku masuk dulu. Kalian lebih baik pulang untuk istirahat. Aku akan menjaga Luhan" kata Baekhyun

"aku akan memikirkannya" jawab Kris untuk tawaran Baekhyun

Baekhyun tersenyum kemudian ia berjalan memasuki ruangan kecil itu. Ia melihat Luhan terbaring lemah sambil menatap jendela dengan pandangan kosong. Tubuhnya yang kurus kini bertambah sangat kurus. Pipinya semakin tirus dan bibirnya berwarna putih pucat.

Baekhyun tahu bahwa Luhan sedang dalam kondisi terpuruk. Kondisi dimana ia benar-benar sangat membutuhkan pundak untuk bersandar. Hati Baekhyun sedikit teriris mengetahui tubuh Luhan yang seperti tidak pernah makan bertahun-tahun.

"apa Kris dan para suster disini tak memberikanmu makan Lu?" kata Baekhyun tiba-tiba

Luhan menyadari suara Baekhyun masuk ketellinganya. Ia kemudian memalingkan pandangannya untuk menatap Baekhyun. Ia tersenyum bahagia, tapi matanya justru malah mengeluarkan cairan bening

"Baekhyuuuun!" pekik Luhan bahagia

"hey, kenapa kau malah menangis rusa jelek?" sindir Baekhyun sambil memeluk Luhan ditempat tidurnya

"bagaimana keadaanmu lu? sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Baekhyun

"ceritanya panjang Baek" lirih Luhan

"aku punya waktu sampai besok pagi. Jadi kau bisa menceritakannya padaku sampai tuntas" kata Baekhyun

"asal kau berjanji tak akan mengomeliku?" tanya Luhan

"tergantung. Jika itu membuat emosiku naik maka aku akan mengomel"

"kalau begitu aku tak akan menceritakannya"

"eyy, baiklah-baiklah. ayo ceritakan Luhan sayang" ujar Baekhyun

Luhan tersenyum. Ia kemudian mengumpulkan semua keberaniannya untuk menceritakan semuanya. Alasan kenapa ia bisa bersama Kris, kenapa ia tak menghubungi Baekhyun, mengapa ia lari dari kenyataan dan termasuk tentang kehamilannya itu.

Baekhyun memaklumi semua yang diceritakan oleh Luhan. ia bisa menerima semuanya dengan baik. Tapi tidak untuk masalah kehamilan itu. Baekhyun begitu terkejut dengan kabar kehamilan dari Luhan

"kau harus segera mengatakannya pada Sehun, Luhan" ujar Baekhyun

"jangan katakan apapun padanya" kata Luhan pelan

"tapi dia ayah dari anakmu Lu"

"tidak Baek"

"Lu hanya dia yang pernah memasukimu. Kau tau kan maksudku? Tak akan ada pria lain selain dia. Lalu apa yang kau ragukan?"

Luhan terdiam. Ia juga tak terlalu yakin dengan apa yang ia ragukan. Tapi ia merasa bahwa dirinya disini seolah menjadi orang ketiga.

"apa karena wanita waktu itu?" tanya Baekhyun tiba-tiba

Luhan menatap Baekhyun tak percaya. Seolah Baekhyun mengerti tentang apa yang ia pikirkan sekarang. Ia kemudian mengangguk pelan

"itu salah faham Lu" kata Baekhyun

"maksudmu?"

"kau pasti berfikir bahwa wanita itu adalah kekasih atau simpanan Sehun bukan? Atau mungkin kau berfikir bahwa Sehun bermain dibelakangmu? Tapi maaf Lu, kenyataan mengatakan tidak" kata Baekhyun. Luhan semakin bingung dengan kalimat Baekhyun

"dia hanya saudara Sehun yang berlibur kemari. Untuk lebih jelasnya mungkin biar Sehun yang menjelaskan. Tapi faktanya adalah Sehun kalang kabut mencarimu. Dia berhari-hari tak tidur karena memikirkanmu. Dan aku berani bersumpah kondisinya sama buruknya denganmu meskipun dia memang tampan" kekeh Baekhyun

Luhan mencerna penjelasan Baekhyun. Ia tak tau apa yang Baekhyun barusaja katakan benar atau tidak. tapi Luhan tau bahwa Baekhyun tidak pernah membohonginya karena Baekhyun sendiri benci berbohong.

Entah mengapa kini Luhan semakin merindukan sesok pria pucat yang telah menjadi belahan hatinya selama ini. Ia benar-benar ingin menangis dipelukan Sehun. Mecurahkan semua kesedihannya dan menyandarkan kerapuhannya pada Sehun

"kau merindukannya?" tanya Baekhyun

Luhan terkejut dari lamunannya. Ia memandangi Baekhyun. ia sedikit gugup dengan pertanyaan yang Baekhyun lontarkan

"aku tau kau merindukannya. Aku akan menghubunginya untuk kemari" kata Baekhyun

"jangan Baek" cegah Luhan

"wae? Kau merindukannya Luhan. aku tau itu"

"aku belum siap" kata Luhan lirih

"baiklah, aku akan menunggumu sampai kau siap. Mungkin dengan tidur, besok kau akan siap bertemu dengannya" Baekhyun meyakinkan

"mungkin" jawab Luhan ragu

"tapi kau harus berjanji satu hal" kata Baekhyun tiba-tiba

"apa?" tanya Luhan sambil mengerutkan keningnya

"kau harus berjanji jika kau bertemu dengan Sehun nanti, kau harus menceritakan semuanya. Termasuk kehamilanmu padanya"

"mwo?... Wae?" Luhan bingung

"dia kekasihmu Luhan. dia harus tau. Dan dia ayah dari anakmu nantinya" omel Baekhyun

"baiklah" jawab Luhan pasrah

"jja~ sekarang lebih baik kau tidur" kata Baekhyun sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh Luhan

"jalja bayi rusa" ucap Baekhyun

"jalja Baekhyunie" jawab Luhan

(***)

Chanyeol kini sudah berada disluar gedung apartemen bersama Kai untuk menunggu Sehun. Ia menunggu cukup lama dan berhasil membuat Kai menggerutu sebal

"kemana dia? Kenapa lama sekali?" gerutu Kai

"aku juga tak tau Kai"

"berapa menit lagi dia seharusnya sampai disini?"

"jika dihitung 30 menit dari perjanjian tadi, seharusnya dia sudah sampai beberapa menit yang lalu" jelas Chanyeol

"aku pria tampan yang ditelantarkan didepan gedung apartemen mewah malam-malam begini. Sungguh aku merasa ditelantarkan!"

"kau tak sendirian Kai, aku juga. jadi tolong jangan mendramatisir" balas Chanyeol

"ah, yeol. Kemana ..."

"itu dia" potong Chanyeol "berisik" lanjutnya pada Kai

Kai memanyunkan bibirnya karena Chanyeol mengomelinya. Ia kemudian menyusul Chanyeol yang lebih dulu masuk kedalam mobil Sehun

"kita akan kemana?" tanya Kai sesaat setelah menutup pintu mobil bagian belakang

"entahlah" jawab Sehun putus asa

"apakah kau mau aku ganti menyetir?" tanya Kai

"tidak, aku masih bisa menyetir. Lebih baik kau memikirkan kemana kita harus pergi" kata Sehun

"tempat Luhan biasa datangi?" ujar Kai

"aku sudah kesana"

"semuanya?" lanjut Kai

"iya, semuanya. Dan aku tak menemukannya" kata Sehun semakin putus asa

"ke bagian korea yang belum kau datangi?" kata Kai tak yakin

"apa kau yakin?" tanya Chanyeol

"entahlah- yak! Chanyeol-ah, bantu kami berfikir. Kenapa kau daritadi diam saja?" omel Kai

"apa kalian akan mendengarkan saranku?" tanya Chanyeol

"tentu saja. Asal itu masuk akal" kata Kai

"kalau begitu kita istirahat saja. Aku tau kalian lelah" kata Chanyeol

"yah! Park Chanyeol. Aku tak pernah memintamu untuk membantuku. Kalau kau lelah istirahatlah sendiri!" kata Sehun sedikit emosi

"kau akan percuma terus mencari tanpa tau dimana dia bukan? Lebih baik kita istirahat dan menunggu kabar" kata Chanyeol santai

"apa maksudmu?" tanya Kai

"kita hanya butuh menunggu. Mungkin sampai besok pagi atau lusa" seringai Chanyeol

"katakan apa maksudmu Chanyeol-ah" kata Sehun mulai tak sabar

"saat ini Baekhyun sedang menemui Luhan" kata Chanyeol

Mobil itu tiba-tiba menjadi sunyi karena kalimat yang dilontarkan Chanyeol begitu mustahil. Baik Sehun dan Kai mencoba mencerna pernyataan dari Chanyeol. Mereka terus terdiam hingga otak mereka bekerja kembali. Sehun pun mengerem mendadak mobil itu. baik Kai maupun Sehun langsung menatap Chanyeol dalam.

"APA?!" pekik Sehun dan Kai bersamaan

.

.

.

TBC


Maaf ya karena moment kaisoo hunhan chanbaek enggak ada disini
lagi difokusin dulu sama masalah luhan dan taoris, disini si zitao baik banget kan yah :')

mungkin chap depan moment mereka bakal lebih baik dari ini

sudah update kan, silahkan mereview

gomawo ^^


THANKS TO : :* :*

| PutryManja | Erliyana | ariviavina6 | ChanHunBaek | luhanniekaskytree | kiway91SL | tiehanhun9094chocohazelnut07Guest | samiyatuara09 | Alee Moutz EXO LGuest | LisnaOhLu120 | | PCY'sBabyGirl | Guest | Byul Hun.K | himekaruLI | KimRyeona19 | zoldyk | Guest | NopwillineKaiSooSangRi14 | karina | ruixi1Guest | byun adela | RereYunjae Pegaxue | Oh Juna93

p.s :

PutryManja : makasih ya, kamu hapir selalu jadi review pertama tiap chapternya ^^

PCY'sBabyGirl : iya, makasih ya sama semua sarannya hehe. acc itu account ffn gitulah, wkwk