Yo minna-san, saya kembali lagi. Saya mau minta pendapat kalian nih readers, kalau saya buat story baru boleh nggak? Karena saya sudah punya ide dari fic baru itu. saya tunggu ya…direview. Trims buat yang udah ngasih pendapat, hasilnya akan saya voting. Tapi kalau gak ada yang memberi pendapat, maka akan saya urungkan niat saya. Ya udah saatnya balas review.
Ainun. Anissa : wah….ternyata saya kurang jeli. Kalau soal pemanjangan, akan saya usahakan. Pokoknya ada deh di chap ini. Bisa dibilang iya, bisa juga tidak. Trims udah review.
Hime Koyuki 099 : oke senpai!. Trims udah review.
Vin'DieseL No Giza : tenang aja senpai, kalau berjuang lebih keras lagi, nanti ketemu kok. Oh…ya. Bocorannya ada di chap ini#plak. Ya udah, trims udah review.
Nendra Namikaze : terima kasih pujiannya, Senpai. Dan trims udah kasih saya kritik. Oh ya saya lupa. Trims udah review.
KirikaNoKarin : hahaha….ternyata rencana saya berhasil. Nanti ada koq jawabannya. Trims udah review.
NamikazeKevinnn : trims pujiannya ya. Dan trims udah review.
Penggemar : trims ya pujiannya. Dengan senang hati plus semangat masa muda saya jalani.#mata author berkobar.( Lee : bagus, kau author! Aku bangga menjadi senseimu.) trims udah review.
Luka : oke senpai. Trims pujiannya dan trims udah review.
Guest : maaf soal itu senpai. #author pundung. Tapi okelah! Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menulis.
Terima kasih buat kalian semua yang telah review fic saya, saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih. Lanjut ke cerita.
Kehidupan baru Naruto
Naruto n' chara lain ©Masashi senpai
This fic ©me terinspirasi dari this is what I called happiness & the fouth greatshinobi world war
Genre :Adventure & Romance secuil humor
Warning :Abal,gaje,typo gentayangan author newbie
' apa benar, yang dikatakan Kiba? Tapi saat aku berendam dalam air hangat, memang seperti itu, dicoba aja lah.' Pikir Naruto. " Kiba…." Ucap Naruto menggantung. " ada apa, Naruto?" Tanya Kiba penasaran. " aku….setuju denganmu. Mungkin aku butuh refreshing dari semua masalah ini." Jawab Naruto. " Yoshh…sudah ditentukan, kita akan pergi ke pemandian air panas sore ini. Siapa yang tidak ikut berarti pecundang." Kata Kiba memutuskan.
" aku ikut."
" aku ikut."
" aku ikut."
" aku ikut." Kata teman-teman Naruto sahut menyahut. " jangan ada yang telat ya…. Jaa minna!" teriak Kiba meninggalkan teman-temannya yang lain. Kemudian satu persatu teman-teman Naruto pulang. Meninggalkan Naruto bersama Konan. " ne~ nee-chan, kamu ikut tidak?" Tanya Naruto kepada Konan. " tentu saja. Aku kan ingin melihat tubuh indahmu sekali lagi." Goda Konan. " iihh…dasar mesum!" kata Naruto sembari meninggalkan Konan. " Naru-chan, tunggu!" teriak Konan.
Sore Hari
" hey, Neji. Menurutmu tubuh Naruto itu seksi atau tidak? Kau tahu kan, sekarang ia sudah menjadi perempuan. Jadi pasti ada perubahan bentuk padanya." Tanya Kiba. " Aku tidak tahu. Tapi yang jelas, pasti perubahan itu sangat drastis." Ucap Neji datar. " kenapa kau tak lihat saja pakai byakuganmu itu?" tanya Kiba diiringi seringai mesumnya. Muka Neji memerah mendengar penuturan Kiba tadi. " jangan bodoh. Aku tidak mau menghabiskan chakraku hanya untuk pekerjaan tidak penting seperti itu." ucap Neji sedikit gugup. " benarkah? Apa kau penasaran juga Neji?" goda Kiba tak lepas dari seringai mesumnya. " sudahlah! Aku tak mau membahas ini." Ucap Neji kembali datar meninggalkan Kiba. Sementara itu di pemandian wanita.
' ugh….ternyata punya Hinata besar juga, aku tak…hey apa yang kupikirkan tadi, sadar Naruto! Kau tak boleh menyukai sesame jenismu.' Batin Naruto sedikit mesum. " hey, Nn..n..Naru-chan, ke…kk.. kenapa wajahmu memerah" tanya Hinata menyadari wajah Naruto yang memerah sambil mendekati Naruto. " Tidak apa-apa kok. A..a..aku baik-baik saja." Ucap Naruto tak menyadari darah keluar dari hidungnya. " kenapa hidungmu berdarah, Naru-chan? Kamu sakit?" tanya Hinata tak tergagap. Mendengar penuturan Hinata, Konan ikut melihat ke arah Naruto. Dan Konan kemudian menyeringai mesum." Heh…paling-paling pikiran mesum karena melihat dadamu gadis manis." Ucap Konan tanpa beban. Sontak saja, kedua insan yang di maksud Konan wajahnya memerah dengan berbeda alasan. Naruto memerah karena malu pikirannya dibeberkan Konan. Sedangkan Hinata malu karena dadanya membuat Naruto seperti itu. " tapi aku iri padamu , Naru-chan. Padahal kau itu baru menjadi wanita tapi dadamu lebih bagus dariku." Ucap Sakura dengan nada yang memang iri. Tapi kemudian sebuah seringai menghias wajahnya. " ne~ Naru-chan, kenapa kau sampai berpikiran seperti itu? kamu kan sekarang perempuan, kenapa kau semesum itu?" tanya Sakura dengan hiasan seringai di wajahnya. Wajah merah Naruto bertambah merah setelah menerima perkataan Sakura. " tak kusangka kau gadis mesum, Naru-chan." Ucap Ino setelah mengerti tujuan Sakura mengatakan hal tadi. Ia ikut menyunggingkan seringai mesumnya. " HEY….AKU ITU PERNAH JADI LAKI-LAKI TAU, JADI WAJAR SAJA AKU BERPIKIRAN SEPERTI ITU!" teriak Naruto kesal tak terima dianggap mesum kemudian ia menggembungkan pipinya. ' k..ka..kawaiiiiiii' batin para gadis berjamaah. " hahahahahaha." Tawa gadis di ruangan itu pecah tetapi saat mereka asyik tertawa. BUGH. Naruto mendadak pingsan. " hey, Naru-chan! Jangan bercanda! Kamu kenapa? Hey teman teman! Cepat kita bawa Naruto ke rumah sakit!" teriak Tenten panic akan keadaan Naruto.
Di Rumah Sakit
Di sebuah ruangan serba putih, terbaring seorang gadis yang menjadi perbincangan di luar ruangan. " Tsunade-sama, bagaimana keadaan Naruto?" tanya Konan khawatir. Ia sedikit merasa bersalah karena telah menggoda Naruto di pemandian. " tidak apa-apa, kok."ia hanya pingsan menerima tamu bulanannya." Ucap Tsunade. Kemudian helaan nafas berjamah muncul. " kukira Naru-chan pingsan gara-gara mandi air panas." Ucap kiba lega. Ia lega karena terbebas dari tuduhan teman-temannya karena mengajak Naruto mandi air panas.
Flashback
" hey kiba! Kenapa kau menyarankan Naruto mandi air panas? Lihat sekarang! Dia jadi pingsan,kan." Bentak Sakura pada Kiba yang ketakutan. " Ii..i..ini bukan salahku, aku tidak tahu kalau Naruto tak tahan dengan air panas." Ucap Kiba gagap. " awas kau, Kiba! Jika sampai terjadi sesuatu pada Naruto, kau akan menerima akibatnya!" ucap Sakura mengancam sambil menggertakkan tangannya. Sontak Kiba memucat. ' tamatlah riwayatku….' Batin Kiba meratapi nasibnya.
Flashback END
" baiklah…kalian boleh pulang, Naruto juga butuh istirahat." Ucap Tsunade lembut. Teman –teman Naruto pun pulang ke rumahnya masing – masing kecuali Konan. " kenapa kau tidak pulang?" tanya Tsunade pada Konan. " aku akan menjaga Naruto. Lagipula, jika aku pulang, aku akan kesepian." Ucap Konan datar. Tsunade hanya menghela nafas. Ia akhirnya mengizinkan Konan." Baiklah…terserahmu saja, tapi besok segera temui aku di ruanganku jam 9 pagi! Ada misi yang akan kuberikan padamu." Kata Tsunade sambil berlalu. Sementara itu.
Di Apartemen Naruto
" huh….Fujin, sampai kapan kita akan menunggu mereka? Sudah 3 jam kita disini." Ucap seorang laki-laki berjubah hitam dengan kalung aneh berbentuk koma dengan sepasang lekukan di samping hidungnya. " sabarlah, Itachi…. Kita tunggu dulu sampai mereka datang. Paling setengah jam lagi. Jadi sabar,ya!" ucap seorang laki-laki berrambut jabrik dengan warna merah yang dipanggil Fujin. KRUYUUK. " apa itu suara perutmu, Itachi?" tanya pemuda bersurai merah tadi. " memang, ada apa? Dari sore aku belum makan secuil makanan pun, jadi wajar jika aku lapar." Jawab Itachi dengan wajah kesal. " Sebaiknya kita tidur dulu, barang kali mereka masih ganti baju." Ucap Fujin masih keadaan tenangnya. Namun, setelah sampai tengah malam, Fujin dan Itachi sudah terlelap dalam keadaan keroncongan. Seringkali terdengar suara perut mereka berdua yang tengah terlelap.
Keesokan Harinya
"ugh…dimana aku? Kenapa aku bisa disini?" rintih seorang gadis bersurai merah. " Sudah bangun Naru-chan? Kemarin kamu pingsan saat di pemandian. Apa kau selalu seperti ini di hari pertamamu?" ucap Konan dengan bombardier pertanyaan. " Konan-nee, aku maau pulang, boleh tidak?" tanya naruto dengan suara yang samar. " apa? Kau mengatakan sesuatu Naruto?" tanya Konan balik. Naruto sweetdrop. " aku bilang, aku mau pulang, boleh tidak?" ucap Naruto mengulangi pertanyaannya. " tentu, tapi kita harus melapor ke Hokage dulu." Jawab Konan. Naruto hanya menuruti saja dan mengikuti Konan yang keluar kamar degan tertatih-tatih. Konan yang tak menyadarinya terus saja ke kantor rumah sakit meninggalkan Naruto. " huh, orang sakit malah ditinggal." Sungut Naruto kesal. Sementara itu di kantor rumah sakit, Konan terdengar suara ketukan pintu. " masuk!" ucap seorang wanita berambut pirang pucat dan berkuncir dua. Konan pun masuk. Saat Konan masuk. " ada apa Konan? Naru-chan sudah sadar?" tanya wanita berambut pirang tersebut aka. Tsunade. " ya jelaslah! Kalau dia belum sadar, mana mungkin dia berada disamping….." Konan melihat sampingnya yang hanya ditempati udara. Ia cengo, dia telah meninggalkan Naruto. ' bodohnya aku! Naru-chan kan baru sadar.' Batin Konan nelangsa. "….ku." lanjut Konan. " kau meninggalkannya bejalan tertatih-tatih Konan?" tanya Tsunade tepat sasaran. " hehehe…..aku lupa kalau ia baru sadar." Ucap Konan kemudian berlalu dari ruangan tersebut. Setelah mencari-cari, ia akhirnya menemukan Naruto. " hah…maaf, Naru-chan. Hah….hah….." ucap Konan terengah-engah. Sedang yang di depannya hanya memalingkan wajahnya. " orang sakit malah ditinggal sendirian, huh!" ucap Naruto kesal. Ia kemudian menggembungkan pipinya, yang membuat Konan hamper hilang kesadaran untuk mencubit Naruto. Namun, ia akhirnya dapat mengendalikan dirinya. " ehm….sebaiknya kita segera mendatangi Hokage-sama." Ucap Konan kemudian. Mereka sekarang berjalan beriringan, tak seperti tadi, Konan dengan setia(?) membantu Naruto. Akhirnya mereka sampai. Mereka kemudian masuk dan mendapati Tsunade tengah meneguk sakenya. " bagaiman keadaanmu, Naru-chan?" tanya Tsunade. " baik, Baa-chan. Hanya sedikit nyeri saja." Jawab Naruto. " ano….Baa-chan, apakah aku boleh pulang?" lanjut naruto bertanya pada Tsunade. " nanti, setelah ku periksa keadaan terakhirmu." Ucap Tsunade datar. Naruto hanya mengangguk saja. Kemudian Tsunade memeriksa keadaan Naruto dengan teliti dan hati-hati. Stetelah selesai kemudian Tsunade memperbolehkan Naruto pulang.
Di Perjalanan.
" ohayou, Naru-chan!" begitulah sapaan para penduduk pada Naruto sekarang. Naruto membalasnya dengan senyumnya yang tanpa disadari oleh Naruto, membuat laki-laki yang menyapanya merona. Naruto terus berjalan dengan diiringi Konan di belakangnya. Saat ini ia sudah tak tertatih lagi karena efek chakra Kurama. Tanpa terasa mereka sudah sampai di apartemen Naruto. Saat Konan membuka pintu, Konan membelalak kaget. Di depannya sekarang terbaring dua tubuh laki-laki. Yang satu berrambut merah, dan yang lain berambut raven panjang dengan kuncir satu. Ia dengan cepat menghampiri dua orang laki-laki itu. dan matanya semakin melebar tatkala melihat orang yang berambut raven. ' Itachi, bagaimana bisa?' batinnya. Kemudian Naruto setelah membantu pria berambut yang sama dengannya, kemudian melihat pria yang satunya, dan benar saja, ia sama terkejutnya dengan Konan. " Uchiha Itachi! Bagaimana bisa?! Apakah ini hantu?" teriak Naruto lalu ia jatuh pingsan.
Setelah 30 menit
Naruto mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, kemudian terbuka sempurna. Saat ia melihat apa yang ada di depannya, ia memucat. " kyaaaa….hantu!" teriak Naruto kemudian melenggang pergi ke kamar mandi. BRAK. Itulah suara saat Naruto menutup pintu kamar mandi dengan kasar. ' tidak mungkin! Apa tadi itu hantu? Tapi seperti nyata. Apa itu edo tensei? Aarrgghh!' teriak Naruto dalam hati. Sementara itu, di luar kamar mandi. " Itachi…. Bagaimana bisa? Bukankah kau telah mati?" tanya Konan tak percaya akan kenyataan yang ada didepan matanya. " benar, aku Itachi. Aku memang telah mati. Tapi aku dihidupkan kembali olehnya." Kata Itachi seraya menunjuk pria bersurai merah. " apa yang kau lakukan hingaga membuatnya hidup kembali? Apa ini edo tensei?" tanya Konan to the point. " sebenarnya itu bukan edo tensei, ada perbedaan antara edo tensiei dan jutsu yang aku gunakan. Tapi sebelum aku menjelaskannya padamu, panggillah gadis itu!" ucap Fujin. Karena penasaran, Konan menruti perintah Fujin. " Naruto…..cepat keuar! Tidak apa-apa. Itu bukan hantu kok. Hanya seorang badut saja." Ucap Konan yang disambut deathglare dari Itachi. " benarkah?" tanya Naruto dari dalam kemudian perlahan membuka pintu kamar mandi. Ia menengok kanan kiri, tak ada tanda-tanda keberadaan Itachi. " kau mencariku, Naruto?" tanya sebuah suara yang dikenali Naruto. " kyaa…hantu!" teriak Naruto menjauh dari Itachi. Namun dicegat oleh pria berambut merah aka. Fujin. " sudahlah, Naru-chan! Dia bukan hantu, akan kujelaskan padamu tapi kau harus tenang dulu!" ucap Uzume. Naruto menuruti peruntah Uzume , dan menenangkan dirinya. Setelah tenang, Fujin memanggil naruto dan Konan. " sebenarnya itu adalah jutsu terlarang di klan Uzumaki. Fuinjutsu: Tamashi no fukkatsu . dengan membentuk segel di tubuh target yang telah meninggal, kemudian memanggil jiwa tersebut kembali ke tubuhnya. Namun, keadaan tubuh Itachi tidak lengkap, karena kedua matanya telah diambil oleh seseorang, tapi aku telah mengambil mata dari Uchiha legendaris…." Jelas Fujin menggantung. " Uchiha Madara." Sambungnya. " tidak mungkin! Madara adalah orang yang telah mengambil tubuh Nagato dan dia masih hidup." bantah Konan. Memang wajar jika Konan membantahnya. Pasalnya, ia yang telah mengambil tubuh Nagato. Dan sebelumnya menyuruh mereka( Nagato dan Konan) untuk menghancurkan Konoha. " bukan, dia bukan Uchiha Madara. Dilihat dari posturnya, sangat jauh berbeda dengan Madara. Ia berbadan kecil, sedangkan badan Madara itu besar dan kekar. Dan aku tidak pernah melihatnya menggunakan susano'o, namun menggunakan kamui. Dan dari penjelasan tadi dapat disimpulkan bahwa…." Perkataan Itachi terpotong ketika ada suara yang menyuruhnya untuk berhenti. " hentikan Itachi. Belum saatnya mereka mengetahuinya." Dan yang menghentikan Itachi adalah Fujin . " lanjutkan penjelasanmu tadi….." kata Naruto bingung memanggilnya siapa. " Fujin." Jawab Fujin mengerti kebingungan Naruto." …Fujin-san." Lanjut Naruto. " baiklah…. Jadi persyaratannya adalah keadaan tubuh target harus utuh, kemudian aku menggunakan jutsu itu. dan yang berada didepan tubuh kalian adalah Itachi yang asli. Perbedaan dari jutsu ini dengan edo tensei adalah jutsu ini, targetnya memang nyata dan berarti ia dapat terluka atupun berdarah. Sedangkan edo tensei tidak. Kalau kalian tidak percaya coba saja kalian pukul Itachi." Jelas Fujin tanpa pikir panjang saat mengucapkan kalimat terakhirnya. BUGH. Dan akhirnya itachi di pukul oleh Konan. " ugh…hei apa-apaan ini. Dasar wanita aneh." Marah Itachi pada Konan. " hei, bukankah Fujin bilang kalau tidak percaya coba saja pukul Itachi." Ucap Konan tanpa dosa. " sebaiknya kita menghadap hokage dulu Itachi, karena kuyakin misimu waktu itu harus kau laporkan pada hokage." Ucap Konan. Itachi yang mengerti maksud Konan hanya mengangguk kemudian mengikuti Konan di belakangnya. " aku ikut!" ucap Naruto." Tidak naru-chan, ada hal yang ingin kubicarakan padamu." Ucap Fujin. Naruto menurut. Dan menetap. " Naruto….sebenarnya…"
TBC
Apa yang dimaksud Konan? Dan apakah hal yang dibicarakan Fujin pada Naruto? Jawab di review.
Sekian. Maaf kalau banyak typo.
See you next chapter.
Review please!
