Title : Love for You

Genre : GS, Romance, and little bit Hurt

Rated : PG 17

Length : Chapter 11 of ?

Cast :

- Kim Jong Woon (Yesung)

- Kim Ryeo Wook

- Cho Kyu Hyun

- Park Ji Yeon

- Lee Donghae

- Kim Jong Jin

- The Other

Disclaimer : Just Don't Bash and Don't copas without my permission.. ^o^

.

.

.

Summary : Menatapmu.. Mendengar suaramu.. Memberikan cinta untukmu.. Merupakan suatu hal yang indah.. Meski pun aku tidak tahu, sampai kapan aku akan bertahan dengan semua..

.

.

.

Previous~

"JONGJIN, STOP!" pekik Yesung tiba-tiba.

Terdengar suara decitan karena mobil yang direm dengan mendadak.

"Ya, hyung! Jangan mengejutkanku saat aku sedang mengendarai! Itu berbahaya sekali!" cerocos Jongjin sambil menetralkan degup jantungnya. "Ya! Kau mau ke mana?" tanya Jongjin saat melihat Yesung melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.

Tanpa memperdulikan pertanyaan Jongjin Yesung bergegas keluar dan berlari dan menyeberang.

Jongjin pun ikut keluar dari mobilnya. "Hyung!" panggilnya.

Yesung terus melangkah cepat dan…

GREP!

Yesung memeluk seseorang. "Chajatta!" ucap Yesung.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 11

.

.

.

.

.

Ryeowook PoV

CKLEK!

Terdengar suara pintu kamar terbuka. Aku menoleh.

Tampak Donghae oppa tersenyum padaku. Aku pun membalasnya dengan senyuman tipis.

Donghae oppa memang namja yang baik. Tapi aku benar-benar tidak bisa menerima cintanya.

"Cuaca di luar bagus. Bagaimana kalau kita pergi?" tanya Donghae oppa saat sampai di hadapanku.

"Eodie?" sahutku.

"Taman bermain? Eotthae?" tawarnya dengan wajah berbinar.

Aku tersenyum. "Geurae. Kita pergi."

Tidak. Aku bukannya mulai membuka hatiku untuknya, tapi berjalan-jalan sejenak kurasa lumayan juga untuk menyegarkan otakku yang sudah terlalu penat. Lagipula aku tidak enak dengan Donghae oppa.

"Jinjja?! Kalau begitu, kau bersiaplah! Aku tunggu, eoh?" katanya riang.

Aku menghela nafas setelah Donghae oppa menutup pintu kamar.

Dia tampak senang sekali.

.

.

Ooo

.

.

"Aku ingin ke toko itu sebentar. Kau tunggulah di mobil, ne?" pesan Donghae oppa setelah menghentikan laju mobilnya di sisi jalan.

Aku mengangguk setelah melihat sebuah toko di seberang.

Sepeninggal Donghae oppa, aku merasa sedikit bosan. Kuperhatikan jalanan di sampingku. Jalan ini terasa tidak asing bagiku. Aku pun keluar dari mobil.

Benar juga. Ini jalan menuju taman kecil tempat aku dan Yesung oppa pertama kali bertemu. Aku ingat saat itu. Kutatap jalanan sekitarku. Dan pikiranku kembali melayang pada kenangan masa kecilku bersama Yesung oppa.

Ternyata di manapun aku berada, pikiranku sulit untuk lepas darinya.

"Bogoshippo…" ucapku lirih sambil memejamkan mataku.

Seandainya kau di sini…

Tiba-tiba tubuhku terasa menghangat dari arah punggungku.

"Chajatta!"

DEG!

Suara ini…

Ani! Mustahil!

Aku berkhayal terlalu tinggi.

Kupejamkan kembali kedua mataku erat.

"Ani… Ini mustahil… Sadarlah, Kim Ryeowook! Ini bukan suara Yesung oppa!" gumamku.

"Kim Ryeowook…"

"Ani.. Pasti-"

.

.

Author PoV

Ryeowook semakin memejamkan kedua matanya erat saat merasa tubuhnya diputar untuk berbalik oleh seseorang.

CHU~

Ryeowook refleks membuka kedua matanya saat merasa sesuatu yang hangat menyapa bibir mungilnya.

Mata bulatnya kini dapat memandang wajah namja yang kini sedang menciumnya dengan lembut. Perlahan mata itu kembali menutup untuk menikmati ciuman itu.

"Ryeowook-ah…" panggil namja itu pelan.

Ryeowook tidak lekas membuka matanya. Yeoja mungil itu takut membuka mata. Ia takut jika apa yang dia rasakan saat ini hanya khayalannya.

"Wookie-ah. Buka matamu…" ucap namja itu lagi.

Ryeowook malah menunduk dan menggeleng lemah.

"Buka matamu dan tatap aku sekarang. Jebal…" mohon namja itu.

Gadis itu pun membuka matanya dan mendongak untuk menatap namja yang kini sedang manatapnya dengan tatapan rindu.

Ryeowook mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi namja itu. Air matanya menetes. "Benar kau Yesung oppa?"

Namja tersebut mengangguk seraya menggenggam tangan mungil yang ada di pipinya.

"Apa aku tidak sedang bermimpi?" tanya Ryeowook lagi dengan lirih.

Namja itu menggeleng pelan. "Ani… Ini aku… Ini benar-benar aku," jawab namja itu lembut.

"Oppa… Yesung oppa…"

"Wookie-ah," Yesung kembali merengkuh tubuh mungil itu dengan erat.

"Bogoshippo… Jeongmal bogoshippo…" isak Ryeowook.

"Nado… Nado, Wookie-ah.."

TIIN!

BRAK!

Suara bising itu mengalihkan pandangan kedua sejoli yang tengah melepas rindu itu.

Sebuah kecelakaan terjadi. Terlihat seseorang terkapar di tengah jalan raya saat ini. Satu per satu orang mulai mengelilingi namja yang telah bersimbah darah itu. Ryeowook menatap lekat namja itu, dan..

"OPPA!" pekik Ryeowook sambil berlari melewati kerumunan yang semakin banyak mengelilingi sang korban.

"Wookie-ah!" Yesung menyusul Ryeowook.

Gadis itu menggapai kepala Donghae yang telah mengeluarkan banyak darah.

"Oppa! Ireona! Buka matamu!" isak Ryeowook.

Yesung hanya berdiri mematung melihat adegan di depan mata mereka.

"Hyung!" Jongjin yang baru saja tiba ikut terpaku melihatnya, namun beberapa detik kemudian namja itu mengambil ponselnya dan segera menelpon rumah sakit.

"Oppa…" Ryeowook terisak sambil merengkuh tubuh lemas Donghae.

"Wook…" Donghae membuka matanya perlahan.

"O-oppa! Oppa, bertahanlah, eoh?" ucap Ryeowook.

Donghae hanya tersenyum tipis. Namja itu mengulurkan tangannya untuk menggapai pipi Ryeowook. "Kau… Harus… Bahagia, eoh? Uljima.. Jangan menangis… lagi," ucap Donghae terbata.

"Oppa…"

"Sa…rang…hae…"

PLUK!

Tubuh itu pun terkulai dengan begitu lemahnya.

"Oppa! Ya~ Buka matamu…" Ryeowook mengguncang tubuh lemah itu. "Oppa, ireona!" kata Ryeowook dengan kencang. "OPPA!"

.

.

Ooo

.

.

"Perjodohan ini batal!"

"Wae?! Bukankah kalian sudah berjanji akan menjodohkanku dengannya?"

"Apa lagi yang bisa kita harapkan dari keluarga itu?! Mereka bangkrut!"

"Itukah alasannya?! Aku ingin menikah dengannya! Aku mencintainya!"

"LEE DONGHAE!"

.

.

BIP.. BIP..

Mesin pendeteksi jantung itu akhirnya kembali berbunyi setelah sempat mengeluarkan garis lurus.

Dokter dan para perawat yang berada di sana pun menghela nafas lega.

"Syukurlah… Pasang alat bantu pernafasan. Aku akan bicara pada kerabatnya," ujar dokter bermarga Shin itu.

"Ne!" sahut para perawat.

Dokter paruh baya itu pun keluar dari ruang operasi.

"Eottheokhae?" baru saja keluar dari pintu, dokter tersebut langsung dikerubungi oleh 3 orang yang terlihat cemas.

"Masa kritisnya belum bisa dipastikan telah usai. Tapi kondisi jantungnya setelah operasi berangsur normal. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan saat ini pasien akan kami tempatkan di ruang ICU," terang dokter Shin.

Ketiga orang tersebut menghela nafas lega.

"Geundae… Kalian harus mengabari keluarganya, ne?"

"Ah, ne…" sahut Ryeowook.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Jika ada perlu sesuatu, saya ada di ruangan saya," pamit dokter itu.

"Ne!"

"Syukurlah.." gumam Ryeowook lega.

"Kim Ryeowook! Aku harus bicara denganmu!" tiba-tiba Yesung yang sedari tadi diam mengeluarkan suara.

Ryeowook langsung menunduk takut. "Mwo?"

"Gaeurae! Kalian bicaralah dulu. Biar aku yang menjaga di sini. Lagi pula sebentar lagi Kyuhyun hyung datang," ujar Jongjin menengahi.

"Jongjin-ah…" ucap Ryeowook. Mata gadis itu memancarkan ketakutan.

Jongjin mendekat pada Ryeowook. "Kau tidak perlu takut, noona. Aku yakin kau bisa menjelaskan ini semua. Dan dia juga akan menyampaikan sesuatu. Percayalah padaku," bisik Jongjin.

"Hem!" Yesung mengeluarkan dehamannya dengan kencang. "Kajja!" ajaknya.

Ryeowook menatap punggung Yesung yang telah melangkah lebih dulu sebelum menyusul namja itu.

.

.

Ooo

.

.

Yesung menatap Ryeowook yang masih tetap menunduk semenjak mereka sampai di caffe rumah sakit 10 menit yang lalu.

"Sampai kapan kau tidak mau memandangku, Kim Ryeowook?" tanya Yesung.

Ryeowook malah semakin menunduk.

"Ya! Apa wajahku sebegitu jeleknya?"

Ryeowook menggeleng lemah.

Yesung menghela nafas pelan. "Apa kau tidak suka bertemu denganku?" ucap Yesung lirih.

Ryeowook tertegun saat mendengar pertanyaan dari Yesung barusan.

Yeoja itu pun mendongak. Manik matanya menatap Yesung yang kini menunduk.

"Apa kau begitu membenciku hingga menatapku pun kau tak mau? Kau pasti membenciku…" lirih Yesung lagi.

Ryeowook menatapnya lekat. Guratan sedih di wajah Yesung membuat hatinya ngilu. Dan rasa itu jauh lebih ngilu dibanding saat yeoja itu melihat Yesung tertawa dengan yeoja lain.

Ryeowook pun berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Yesung yang masih tertunduk.

"Apa kau betul-betul tidak ingin melihatku lagi? Apa yang harus kulakukan agar kau mau mengampuniku?" gumam Yesung.

Ryeowook berlutut tepat di samping Yesung, lalu menggenggam tangan namja tampan itu.

Yesung mengangkat kepalanya. Ryeowook terkejut saat melihat air mata yang telah membasahi kedua mata Yesung.

"Oppa…"

"Mianhae… Kau boleh melakukan apapun padaku, Wookie-ah. Tapi kumohon, jangan tinggalkan aku lagi. Jebal. Kembalilah…" mohon Yesung dalam isakannya lalu kembali menunduk.

"Uljima…" ucap Ryeowook, namun Yesung masih saja terisak. "Oppa…"

"Mianhae… Mianhae…" racau Yesung.

"Berhenti meminta maaf…"

"Mianhae… Mianhae… Mianhae… Mianhae…"

SRET!

Ryeowook berdiri dan memeluk kepala Yesung. "Hajima… Berhenti meminta maaf!" titah Ryeowook lembut seraya mengusap kepala Yesung.

Yesung berhenti berucap. Namja itu memejamkan matanya. "Apa yang harus kulakukan untuk menebus dosaku?" tanya Yesung.

"Tersenyumlah. Cukup tersenyum padaku. Jangan mengeluarkan air mata di hadapanku," jawab Ryeowook dengan begitu sederhana.

"Mianhae, Wookie-ah…"

"Sudah kubilang berhentilah meminta maaf, atau oppa tidak akan melihatku lagi!"

GREP!

Yesung langsung memeluk pinggang Ryeowook. "Andwae! Kajima!"

Ryeowook tersenyum. "Arraseo… Aku tidak akan pergi," sahut Ryeowook lembut lalu melepas pelukannya dan menatap Yesung yang juga ikut menatapnya. Yeoja imut itu menggerakkan jemarinya untuk menghapus air mata yang tersisa di pipi bulat Yesung.

"Apa kau tidak membenciku?" tanya Yesung.

Ryeowook menggeleng pelan sambil tersenyum lembut.

"Lalu kenapa kau pergi?" tanya Yesung lagi.

"Karena oppa yang menginginkannya," jawab Ryeowook.

.

.

Yesung PoV

Aku menatapnya lekat. "Aku tidak pernah menyuruhmu pergi dari hidupku," ujarku.

"Bukankah saat mabuk orang akan berkata jujur?" katanya lagi sambil menatapku dengan raut wajah lucu.

Aku terkekeh. Ya.. Mungkin aku sudah gila. Baru saja aku menangis karenanya, dan sekarang aku tertawa karenanya juga.

"Kenapa oppa tertawa?" tanyanya bingung.

Aku kembali menatap wajahnya. "Apa kau langsung keluar saat aku mengucapkan kalimat yang menurutmu aku menginginkanmu pergi?" tanyaku.

"Geureom~ Saat itu oppa langsung tidur setelah mengatakannya. Apa oppa tidak ingat apa pun?" tanyanya lagi.

Ingat? Tentu aku mengingatnya. Aku mengingat semuanya. Dan aku ingat semua yang kuucapkan. Seandainya dia mendengar semuanya sampai aku betul-betul tertidur pulas…

.

.

Flashback On_

Aku merasa tubuhku melayang saat ini. Kepalaku berat, namun hatiku sangat kesal mengingat kejadian di kampus tadi.

"Ryeowook babo~" ucapku.

"Kenapa kau mau menikah dengankuuu? Apa kau tidak tahu aku membencimu?" kataku lagi. Saat ini aku benar-benar kesal.

"Kau selalu membuatku kesal. Mengapa kau harus ada dalam hidupku?"

"Kenapa kau tidak pergi saja dari hidupku, eoh?"

"Apa yang harus kulakukan agar kau lenyap dari pandanganku, huh? Jinjja!"

Aku memejamkan mataku. Entah mengapa yang terbayang adalah wajah Ryeowook. Senyumnya terlihat lembut dalam ingatanku.

Aku sendiri masih bingung dengan perasaanku. "Apa aku memang benar-benar cemburu?"

Ya.. Itu yang ditanyakan namja Cho itu padaku. "Cemburu?" gumamku.

"Geurae! Aku cemburu melihatmu begitu akrab dengan namja lain! Kau puas, Kim Ryeowook?!"

Hatiku terasa lega. Chakkan!

"Apa hakku cemburu?" aku berpikir sekali lagi. "Ish! Yesung-ah, baboyo?! Tentu saja wajar jika aku cemburu! Aku.. aku ini suaminya, kan? Aku juga.. sepertinya jatuh cinta pada istriku."

Ugh! Kepalaku terasa berat sekali!

Lebih baik aku tidur sekarang.

.

Flashback Off_

.

.

"Oppa! Kenapa kau malah melamun dan tersenyum seperti itu?!" aku tersadar mendengar tegurannya.

"Gwaenchana.. Aku hanya lega," kataku dengan makna ganda.

"Lega?"

"Aku lega bisa melihatmu lagi. Dengan begitu, aku bisa menebus dosaku. Mianhae, Wookie-ah. Mian, karena aku sudah sering membuatmu menangis. Mian karena aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Mian.. Karena aku bukan suami yang bisa membuatmu tersenyum selama ini," ucapku tulus.

"Bukankah sudah kubilang berhenti meminta maaf?!" katanya dengan kesal. Jika kalian bisa melihat raut wajahnya saat ini, kupastikan kalian tidak akan percaya jika dia sedang kesal.

"Bukankah meminta maaf itu adalah hal yang harus dilakukan oleh seseorang yang berbuat salah?"

"Oppa merasa bersalah?"

Jinjja! Dia ini sedang menyindirku atau apa?

Aku berpindah ke kursi kosong di sebelahku agar dia bisa duduk di sampingku.

"Um?" dia memiringkan kepalanya.

"Aku lapar," kataku mengalihkan pembicaraan.

Jika tidak kualihkan, bisa-bisa seisi café ini bisa tahu masalah kami.

"Nado. Menunggu operasi itu ternyata bisa membuat energi habis karena cemas," racaunya.

Ah, matta! Namja Lee itu!

Bagaimana Wookie bisa bersamanya? Apa dia kabur ke rumah namja itu?

Tapi sepertinya tidak mungkin. Mana mungkin dia lebih memilih pergi ke rumah Donghae? Jika dia ingin mencari tempat, bukankah seharusnya dia datang ke tempat Kyuhyun?

Apa harus aku tanyakan?

"Oppa!"

"Ne?" sahutku.

"Aku tanya, kau mau pesan apa?"

Yesung babo! Jadi sedari tadi dia mengajakku bicara?

"Aku ingin memakan masakanmu.." kataku. Ya… Aku memang ingin memakan masakannya.

"Ne? Geundae… Kita kan sedang di rumah sakit…"

"Kita pulang sebentar, um?"

"Tapi Donghae oppa?"

Sabar Yesung-ah… Wajar saja dia mengkhawatirkan Donghae saat ini karena namja itu sedang sakit.

"Nanti kita kembali lagi, eotthae?"

"Tapi Donghae oppa belum sadar…" ucapnya lirih.

Baiklah. Mungkin aku harus mengalah, meskipun aku tidak rela.

"Yasudah-"

"Geurae! Setelah makan kita kembali lagi, eoh?" katanya tiba-tiba.

Aku tersenyum senang. "Ne… Kajja!" ajakku.

.

.

Ooo

.

.

Author PoV

Kyuhyun berjalan dengan cepat ke ruangan tempat Donghae di rawat.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Kyuhyun cemas setelah memasuki ruangan bernuansa hijau putih itu.

"Dia sudah lebih baik dibanding tadi," jawab Jongjin seadanya.

"Syukurlah kalau begitu.. Ah, kau bilang kau bersama Yesung-ssi dan Wookie? Kemana mereka?" Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan.

"Mereka sedang pulang sebentar. Ternyata benar, selama ini noona bersama Donghae-ssi," ujar Jongjin.

"Begitukah? Jika memang benar, pasti ada alasannya," komentar Kyuhyun seraya memandang tubuh Donghae yang terbaring lemah dengan sejumlah alat bantu pernafasan yang melekat di tubuhnya.

"Ne… Dan mungkin saat ini mereka berdua sedang membahasnya," timpal Jongjin.

.

.

Ooo

.

.

Ryeowook terlihat asyik memotong sayuran yang akan dimasaknya. Sedangkan Yesung memperhatikannya dengan intens dari arah punggung yeoja mungil itu.

Yesung tersenyum melihat istrinya itu. Di lihat dari belakang pun Ryeowook tampak manis. Yeoja itu mengenakan apron berwana merah lembut. Rambutnya yang sedikit panjang di sanggul asal hanya dengan penjepit sederhana berwarna merah.

Namun perlahan senyuman manis Yesung berkurang. Namja itu kembali merutuki dirinya yang baru tersadar seberapa penting arti yeoja imut itu dalam hidupnya.

"Oppa, tidak masalah kan kalau kumasakkan ikan tuna? Atau oppa lebih suka telur dadar gulung?" oceh Ryeowook tanpa melihat ke arah Yesung dan masih tetap fokus pada sayurnya.

Tanpa dia sadari, Yesung berjalan mendekatinya.

"Bagaimana keadaan Donghae oppa ya?" gumam Ryeowook sangat pelan, namun tak luput dari pendengaran Yesung.

"Apa dia su-"

Ryeowook terhenti saat merasakan tubuhnya menghangat dan melihat kedua lengan suaminya kini telah melingkar dengan indah di perutnya yang masih dilapisi oleh apron.

"Oppa?"

"Geumanhae.." ucap Yesung lirih seraya membenamkan kepalanya dipundak mungil Ryeowook.

"N-ne?" sahut Ryeowook tidak mengerti.

"Jangan membicarakan namja lain saat kita sedang berdua," tandas Yesung.

"Tapi… Donghae oppa-"

"Hajima~ Cukup untuk membicarakan namja Lee itu untuk hari ini. Jebal. Aku lelah, Wookie-ah," ujar Yesung semakin mengeratkan pelukannya.

Ryeowook mengernyit bingung. "Geundae… Apa hubungannya lelah dengan-"

Bibir mungil itu sontak terdiam saat menerima sebuah ciuman yang tiba-tiba diberikan oleh Yesung.

Yesung mengulum bibir itu lembut, sangat lembut hingga kedua pasang mata suami-istri itu perlahan menutup.

"Wookie-ah…" panggil Yesung saat ia melepaskan ciumannya.

"N-ne?" Ryeowook tertunduk malu.

Dengan lembut Yesung menuntun tubuh mungil dihadapannya untuk menghadap ke arahnya. Yesung menelisik wajah manis itu yang masih tertunduk malu.

"Kim Ryeowook. Tatap aku!" titah Yesung dengan nada yang amat lembut.

Ryeowook masih tidak mengangkat wajahnya yang merona. Yesung menarik halus dagu mungil Ryeowook agar yeoja itu mengangkat wajahnya.

Dan mau tak mau akhirnya Ryeowook menatap mata Yesung.

"Kau masih marah padaku?" tanya Yesung.

Ryeowook kembali menunduk dan menggeleng pelan, "Ani…"

"Lalu kenapa kau tidak mau menatapku?" tanya Yesung lagi.

"Aku malu…" jawab Ryeowook dengan polosnya, membuat Yesung terkekeh.

"Apa yang membuatmu malu? Kita bahkan suami istri..."

Ryeowook terdiam. Jantungnya berdetak diluar kendali ketika mendengar ucapan Yesung.

"Wae?" tanya Ryeowook lirih.

"Mwo?"

"Kenapa… Oppa melakukannya?"

"Melakukan apa? Ah~ Maksudmu… Kenapa aku menciummu?" tanya Yesung saat tahu maksud pertanyaan istrinya.

Ryeowook hanya mengangguk.

"Karena kau istriku. Apa aku salah mencium istriku sendiri?" jawab Yesung seraya mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak dengan kencang juga.

"Dan juga…" Ryeowook mengangkat wajahnya. "Apa.. Oppa tidak melihat surat cerai itu?" lanjutnya.

Yesung terdiam sesaat, lalu menatap mata Ryeowook dengan tatapan teduh. "Aku melihatnya," katanya.

"Lalu… Kenapa oppa tidak menandatanganinya?"

"Aku… Aku merobeknya!"

"Um? Jinjja? Tapi kenapa?"

Yesung bingung harus menjawab apa. Berkata kalau dirinya jatuh cinta pada istrinya itu?

Ayolah~ Yesung masih tidak bisa mengatakannya. Oke! Kita sebut saja namja tampan itu gengsi.

"Aku…" Yesung memutar otak untuk mencari jawaban yang tepat.

"Wae?" Ryeowook menunggu ucapan Yesung sambil menelisik wajah tampan itu dengan ekspresi penasaran yang lucu.

"Na… Ya, Kim Ryeowook! Apa kau lebih suka bercerai dariku?!" tanpa sadar Yesung berteriak.

"A-ani… Bukan begitu… Geunyang…" Ryeowook kembali menundukkan wajahnya. "Oppa bilang oppa tidak mau melihatku di hidup oppa. Oppa juga selalu menyebutku benalu. Oppa-"

GREP!

Yesung memeluk tubuh kecil itu dengan erat dan posesif. "Hajima.. Jebal. Aku mohon jangan dilanjutkan lagi…"

Ryeowook hanya bisa diam. Mata yeoja itu telah berkaca-kaca.

"Apa pun yang pernah kuucapkan dulu.. Aku mohon jangan kau ungkit lagi. Aku mohon…" bisik yesung.

Ryeowook hanya diam. Bulir air mata yeoja itu mulai menetes.

"Apapun Ryeowook-ah… Apapun akan kulakukan agar kata-kataku sewaktu dulu bisa kuhapuskan. Anggap kata-kataku yang dulu pernah kuucapkan adalah kebohongan. Anggap saat itu aku berbohong padamu. Anggap saja-"

CHU~

Yesung mengerjap.

"Oppa… Terlalu banyak bicara…" kata Ryeowook lembut. Yeoja itu beralih memeluk Yesung dan membenamkan wajahnya di dada bidang namja yang berstatus suaminya itu.

"Mianhae… Karena aku selalu menyusahkan oppa," ucap Ryeowook.

Yesung pun mengeratkan pelukannya. "Jangan pernah meninggalkanku lagi, Wookie-ah… Berjanjilah padaku. Jangan lagi mengirim surat cerai padaku. Jangan lari dariku lagi. Saranghae…" ujar Yesung yang berakhir pada runtuhnya pertahanan dirinya untuk tidak mengucapkan kata sakral itu.

Ryeowook terpaku sejenak, lalu tersenyum. "Nado saranghae, oppa… Gomawo," balas Ryeowook.

.

.

Ooo

.

.

Matahari pagi telah memancarkan sinarnya. Sang surya itu seakan tersenyum pada semua makhluk yang dilihatnya dari langit. Dan bias cahaya itu pun masuk ke celah sebuah kamar bernuansa ungu itu. Membuat salah satu dari dua orang yang tadinya tertidur pulas akhirnya membuka mata.

Yeoja yang tak lain adalah Ryeowook itu menggeliat pelan lalu melihat ke samping. Ia tersenyum lembut saat melihat namja di sampingnya masih tertidur pulas. Dan senyumnya semakin merekah saat ia merasakan tangan kanan namja itu melingkar di perutnya.

"Wajahnya saat tidur tidak pernah berubah," celoteh Ryeowook.

Lama diamatinya wajah tampan itu sampai ia mengingat sesuatu. "Donghae oppa!"

.

.

Ryeowook PoV

Eottheokhae?

Apa aku bangunkan saja? Tapi dia nyenyak sekali.

Aku menatap wajah Yesung oppa yang terlihat nyenyak.

"Kalau begitu aku pergi sendiri saja!"

Aku pun menggapai tangan Yesung oppa lalu mencoba mengangkatnya dengan pelan.

GREP!

Aku menghentikan gerakanku saat kurasakan Yesung oppa malah mempererat pelukannya dan mendekatkankan tubuhnya ke tubuhku.

OMO~

Jantungku semakin berdebar. Dan dapat kupastikan saat ini kedua pipiku pasti telah memerah sempurna.

"Kau mau ke mana?" suara Yesung oppa terdengar begitu jelas, karena saat ini wajahnya tepat di samping wajahku. Aku meliriknya sekilas. Dia masih memejamkan matanya.

"A-aku…" mati aku! Mengapa tiba-tiba lidahku kelu begini?

"Kkajima~" ucapnya.

Aku semakin gugup sekarang.

"Jangan pergi tanpa aku…" lirihnya lagi yang lebih terdengar seperti bisikan di telingaku.

"Ne?"

"Kubilang jangan pergi tanpa aku~ Nanti kau kabur lagi…" ulangnya.

Ya Tuhan! Aku ingin tertawa saat mendengarnya berkata begitu.

"Aku tidak akan kabur oppa…" ujarku.

Yesung oppa semakin merapatkan pelukannya. Malah sekarang aku bisa merasakan nafas hangatnya menyapa permukaan telingaku. Dan ini membuatku geli.

"Kau bohong…" katanya terdengar manja.

Aku mengubah posisi tidurku hingga berhadapan dengannya yang masih memejamkan mata. Dia tampak lelah, seperti orang yang belum tidur sebulan.

Kuberanikan diri untuk melingkarkan tangan kiriku ke perutnya yang berbalut kaos abu-abu polos miliknya. Kurasakan tangannya kini mengusap punggungku dengan lembut.

"Oppa?" panggilku.

"Um?" sahutnya tanpa membuka mata.

"Donghae oppa… Um… Maksudku… Kita ke rumah sakit, kan hari ini?" aku tidak berani menatap wajahnya yang kupastikan saat ini sedang menatapku.

Jantungku berdebar semakin kencang saat ini.

"Kau ingin menjenguknya?" tanya Yesung oppa.

"Aku… Hanya merasa tidak enak padanya. Sewaktu aku sakit tempo hari dia yang menemukanku dan merawatku. Sungguh hanya itu," kataku jujur.

"Beri aku morning kiss dulu…"

DEG!

Apa aku salah dengar?

Pipiku semakin memanas sekarang.

"Ta..tapi.. Aku… Tidak usah… Aku tidak jadi. Oppa tidur lagi saja…"

Aish! Aku ini kenapa sih?

"Benar tidak jadi? Kau bilang tidak enak dengan Donghae…"

"Tidak apa-apa… Besok saja menjenguknya," elakku.

Aku bukannya tidak suka ciumannya, tapi aku malu.

"Kalau aku yang ingin menjenguknya?" celetuk Yesung oppa.

Aku refleks mengangkat wajahku untuk menatapnya.

CHU~

Ya Tuhan!

Aku harus apa sekarang? Lagi-lagi dia menciumku dengan tiba-tiba.

Bibirnya terasa lembut. Sangat lembut. Dan sekarang bisa kurasakan bibirnya mulai bergerak menyapu permukaan bibirku.

Baiklah.. Mungkin aku harus mengalah. Kupejamkan kedua mataku dan mencoba membalas lumatannya sebisaku. Kuakui aku memang payah dalam hal ini. Mungkin kalian juga tidak percaya jika kukatakan ciuman saat aku bertemu kembali dengan Yesung oppa kemarin adalah ciuman pertamaku.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

_to be continue..


Annyeong haseyo… :)

Rena balik lagi.. Dan lagi-lagi Rena minta maaf untuk update yang lama..

Hehehe.. #nyengirkuda

Di sini Rena kasih YeWook momentnya… Mian kalo ga sesuai sama harapan readers..

Cuma mau info aja, kalo Tuhan mengijinkan(?) FF ini sebentar lagi tamat, mungkin 2 chap lagi.. hehe..

Oya, ada yg minta NC, tapi mian.. Rena bener-bener ga bisa bikin adegan NC.. XD,, Dari pada nanti NCnya gagal, mendingan ga Rena buat.. Soalnya, Rena takut readers kecewa.. :)

Gomawo ya untuk yang udah baca bahkan udah nyempatin jari kalian untuk ngetik review..

Terakhir, Rena tunggu review tanpa bash dari kalian.. :D

Setitik review kalian, berharga untuk Rena..

Gomawo,,

Annyeong.. #bow

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Thanks to

God

leeta oury, cloud prince, cloudsomniayw, yumiewooki, jung hyo ra, YWS, choi Ryeosomnia, meymelii, ryeofha2125, Angela Kim, Bebewook, wieyatz, Leesooyoungelf, Heldamagnae, aidagracilla29, Light Antares, Evil Roommate, Guest, oci, AmuHinaChan, gadis, viiaRyeosom, Yefah KyuminShippClouds, PhanieChoi, LQ, Kyute EvilMagnae, Eunsoo, SparKSomniA0321, sarahfanytasti1, Kimwook, QQ Wokie, kim yebbi, yoon HyunWoon, Ji hyun lee, 77clouds, Yewook QQ, EFRyeo, .16, emma yewookkyu, syekyura, fieeloving13, Yewook unieq, Unieq, dheek enha, Yulia CloudSomnia, Kim Anna, flowwookie, Nana Kim, Lis, Key heart, mon216, niisaa9, 3, Rochan, kyuupil, Lee Chizumi, flowwookie, Junee ryeosomnia, yewookna, EternalClouds2421, aegyokyurin, ririn chubby, reaRelf, Floyze, QQ suju, LavenClouds, Love Clouds, Guest, wonnie, , guest, Guest, RianaClouds, Guest, Kirefa, RyeoCi9, Liliz Cloudsomnia, yoon HyunWoon, RyeoRezClouDy, Girrafe, BlueSea, Vowie, hanazawa kay, Raiaryeong9, , LavenClouds, octaviani, meidi96, El Lavender, Art Of Voice, ryeongie, Baby Kim, Ade ismaya, krw's, Aulia, langitmerah31, & Afry lee.

Adakah yang terlewat? ^^