Chapter 11 – Guan Family's Case

Author's note : Maaf ya, baru upload setelah lama banget. Penulis belakangan lagi banyak kerjaan di kantor soalnya, dan juga belakagan untuk ngembangin idenya lagi agak susah. Enjoy the story, ya, maaf sudah bikin nunggu lama. Semoga chapter yang ini lebih rame dari chapter sebelumnya, bonusnya saya kasih kabe-don deh, www ^^

Suara bel pulang terdengar di sekolah menandakan bahwa sekolah sudah selesai. Lu Xun berlari dengan panik di lorong sekolah sambil membawa tasnya yang berpola kotak-kotak. Karena adanya kesalahan penulisan dalam pemesanan ruangan untuk latihan drama, kelas Lu Xun harus segera mencari tempat yang bisa dipakai untuk berlatih pertunjukan yang sudah tinggal berapa hari lagi. Masalah menjadi semakin besar karena ternyata Jiang Wei, yang mengurus ruangan, sakit dan tengah beristirahat di ruang medik. Ruang kelas Lu Xun sudah dibereskan sehingga bisa dipakai untuk berlatih oleh tim drama, tapi tim band kelas meminta ruangan kosong lagi untuk berlatih. Akhirnya Lu Xun yang kini telah selesai mengatur koreografi drama harus turun tangan untuk mencarikan ruangan untuk band kelas.

Lu Xun sudah menanyakan bagian administrasi sekolah mengenai ruang yang bisa dipakai. Semua ruangan masih penuh terpakai oleh kelas lain, kecuali ruang rapat OSIS. Pihak administrasi meminta Lu Xun harus meminta izin langsung kepada ketua OSIS yang tak lain adalah Cao Pi. Lu Xun menarik nafas panjang saat mendengar bahwa ia harus bertemu dengan ketua OSIS. Sebenarnya Lu Xun masih malas bertemu dengan Cao Pi sejak kejadian di mana ia tidak sengaja mendengar percakapan Cao Pi dengan Sima Shi, 3 hari yang lalu. Sejak saat itu, Cao Pi berusaha mengejar Lu Xun atau mengajak bicara Lu Xun, tapi Lu Xun selalu menghindari Cao Pi dengan alasan sibuk.

Sesampainya di depan ruang OSIS, Lu Xun menengok ke dalam lewat celah pintu. Lu Xun melihat Cao Pi sedang duduk tenang sambil mengoreksi setumpuk kertas di depannya. " Sial, hanya ada Cao Pi seorang diri di sana... Apa yang harus kulakukan supaya negosiasi ruangan bisa berjalan dengan cepat?" Lu Xun berpikir, namun tidak terlintas ide apapun di kepalanya. Ia menjadi semakin tidak bisa berpikir karena anak kelasnya berkali-kali memanggil hapenya karena tidak sabar ingin berlatih. Akhirnya Lu Xun memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan itu dan masuk ke dalamnya.

" Selamat siang, Cao...".

Cao Pi melepas kacamatanya dan menatap Lu Xun. "..."

" Begini, Cao Pi, tadi ada salah penulisan dalam pemesanan ruangan, aku ingin minta izin untuk menggunakan ruangan ini untuk berlatih drama..."

" Akhirnya kau mau berbicara denganku setelah menghindar berapa hari ini?" Cao Pi beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke Lu Xun.

" Hah...?" Lu Xun melangkah mundur karena takut dengan wajah Lu Xun yang kelihatan menakutkan. Lu Xun tidak menyangka kalau Cao Pi akan langsung mengangkat topik itu. Sementara ia berpikir harus menjawab apa sambil terus melangkah mundur, ia menyadari kalau ia sudah merapat dengan tembok dan tidak ada lagi tempat baginya untuk menghindar.

Cao Pi menarik tangan Lu Xun dan merapatkan Lu Xun ke tembok di belakangannya. Cao Pi mendekatkan wajahnya ke Lu Xun yang terlihat ketakutan. " Jelaskan kepadaku, kenapa kau menghindariku berapa hari ini?"

Lu Xun mengalihkan pandangannya dari Cao Pi. " Aku datang ke sini bukan untuk membicarakan hal itu..."

" Jawab pertanyaanku, maka aku akan menjawab pertanyaanmu..." Cao Pi makin mendesak Lu Xun ke tembok.

"..." Lu Xun memberanikan diri untuk menatap wajah Cao Pi. " Aku kesal kepadamu... Aku kesal karena kamu memanfaatkan orang di sekitarmu, padahal sebenarnya aku percaya bahwa apa yang orang katakan kepadamu tidaklah benar..."

" Memanfaatkan orang?"

" YA! Walaupun kamu sudah mempunyai tunangan cantik seperti Zhen Ji, ternyata kamu masih saja merayu orang lain dalam pesta dansa waktu itu. Kamu benar-benar keterlaluan, memanfaatkan orang yang mencintaimu hanya untuk membangun reputasi gedung itu!" jawab Lu Xun. " Dan waktu kamu menolongku, aku menyangka kamu sebenarnya adalah orang yang baik, tapi ternyata..."

" Rupanya kamu memang mendengar percakapan kami waktu itu..." Cao Pi menundukkan kepalanya, " Baiklah, aku mengaku... Sebenarnya sejak kejadian kamu mengantarku pulang karena sakit waktu itu, aku sempat mencari tahu tentang dirimu dari data siswa yang bisa kuakses dengan mudah melalui jabatanku. Dan dari sana, aku tahu kalau kamu adalah anak keluarga Sun, dan aku ingin memastikan kebenaran itu dengan menghadiri pesta itu. Saat itu aku tidak menyangka, aku malah menemukanmu sebagai pelayan di sana... Dan melihat perlakuannya padamu, aku tidak bisa tinggal diam..."

" Maksudmu... kamu benar-benar melindungiku...?" Lu Xun menatap Cao Pi dengan heran, "Tapi kenapa? Apalagi setelah kamu tahu bahwa aku berasal dari keluarga musuhmu, tidakkah kau merasa takut kalau aku akan mengkhianatimu?"

" Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya, aku benar-benar mempercayaimu..." Cao Pi mendekatkan wajahnya ke wajah Lu Xun." Aku tidak peduli dengan nama keluargamu, atau siapa kamu di masa lalu. Aku hanya mempercayai hatiku yang mengatakan bahwa aku bisa mempercayaimu... Dan aku hanya ingin kamu kembali dekat denganmu, apakah keinginanku terlalu berlebihan?"

"Cao Pi..." Entah kenapa Lu Xun reflek menutup matanya saat melihat wajah Cao Pi yang menatapnya makin dekat. Ia bisa merasakan nafas Cao Pi yang sangat dekat dengan wajahnya. Aroma caramel dari nafasnya mengingatkannya akan ciuman dari Cao Pi yang tidak sengaja terjadi di rumah Cao Pi waktu itu. Aroma itu membuat otaknya berhenti berpikir, dan jantungnya berdetak sangat kencang seolah semua darahnya mengalir ke kepalanya.

" Lu Xun, mengapa wajahmu nampak sedikit biru?" Cao Pi memegang pipi Lu Xun yang memang agak lebam.

Lu Xun kaget mengapa Lu Xun sadar akan lebam di wajahnya. Tidak seorangpun di kelasnya yang menyadari hal itu sebelumnya. Lu Xun membalik badannya ke arah lain, menghindari tatapan Cao Pi.

" Apakah Sun Quan kembali melakukan sesuatu kepadamu?"

Lu Xun cukup kaget dengan insting Cao Pi yang tajam. Lu Xun duduk di kursi di dekatnya. Ia belum menceritakan hal ini kepada Jiang Wei, sahabatnya yang mengetahui keadaan dia sebenarnya. Di kelas memang ia selalu nampak sebagai anak yang biasa saja, namun sebenarnya tidak seorangpun di kelas yang mengetahui bahwa banyak masalahnya di keluarganya. Sebenarnya Lu Xun belum pernah menceritakan mengenai masalahnya kepada orang lain selain Jiang Wei, tapi entah kenapa ia merasa ingin menceritakan masalahnya kepada Cao Pi. " Sun Jian, ayah angkatku, akhirnya pulang dari tugas dinas dan langsung menjemputku di Cafe Swallow... Beliau memintaku berhenti bekerja di cafe itu... Sun Jian merasa tidak enak kepadaku yang selama ini tidak tinggal di rumah Sun dan malah bekerja sambilan di Cafe Swallow. Sebagai gantinya, ia memberikan kepadaku banyak hadiah, baik dari pakaian sampai uang. Ia juga memintaku untuk tinggal di sana lagi... Aku sudah menolaknya, tapi ia memaksaku untuk menerimanya... Akhirnya aku menerimanya..."

Kemarahan terlihat dari wajah Cao Pi yang biasanya datar. " Lalu Sun Quan menghajarmu untuk mengusirmu?"

Lu Xun memegang tangan Cao Pi untuk meredam kemarahannya. " Tenang Cao Pi... Ini adalah salahku karena aku sempat tamak dan menerima pemberian dari Sun Jian... "

" Mengapa kamu terus membela orang seperti Sun Quan? Sadarlah Lu Xun, ia telah menyakitimu berkali-kali. Dalam pesta kemarin ia tidak ragu untuk menghajarmu, dan kini saat kamu kembali ke rumah, ia malah kembali menyakitimu."

" Cao Pi, Sun Quan itu sama seperti kamu... ia berusaha untuk diakui ayahnya... Tapi dengan keberadaan diriku membuat sinar di dirinya tidak terlihat, dan itu membuatnya membuatnya membenciku..."

Cao Pi kesal dengan sikap Lu Xun yang terus membela Sun Quan. Tapi ia berusaha menenangkan dirinya agar Lu Xun mau melanjutkan ceritanya," Jadi kamu kembali ke Cafe Swallow itu lagi?"

" Aku tak bisa kembali ke sana lagi... Sun Jian adalah pemilik dari Cafe itu, aku takut jika aku tidak menuruti keinginan Sun Jian, ia akan melakukan sesuatu kepada Cafe Swallow yang sangat disayangi oleh Master Lu Meng... Master Lu Meng masih tidak mengerti apa yang terjadi padaku di rumah itu, dan aku harap ia tidak tahu apa-apa. Aku tidak ingin ia khawatir..."

Cao Pi menggenggam tangan Lu Xun. " Lu Xun... Tinggalkanlah rumahmu... tinggalah di rumahku. Mereka tak akan bisa menyakitimu jika kamu ada di rumahku."

" Hah?" Lu Xun kaget dengan tawaran Cao Pi. Ingin rasanya untuk mengikuti ajakan Cao Pi. Namun, mengingat hal yang terjadi saat Cao Pi membela Lu Xun waktu pesta kemarin, membuat Lu Xun menarik kembali perkataannya sebelum keluar dari mulutnya. " Terima kasih atas perhatianmu, tapi aku tidak ingin melibatkanmu lebih jauh ke dalam masalahku. Melihatmu terlibat masalah waktu di pesta di rumah Sun sudah membuatku merasa bersalah... Jika kau sampai ketahuan terlibat masalah lagi denganku, bisa-bisa kamu juga dimarahi oleh keluargamu..."

" ..." Cao Pi maju dan memeluk Lu Xun." Bodoh, ini bukan saatnya kamu memperhatikan diriku..."

Belum Lu Xun memberi jawaban, tiba-tiba pintu terbuka lebar. " Lu Xun, maaf tadi aku istirahat terlalu lama. Apakah ruang ini sudah bisa digunakan?" Jiang Wei segera masuk ke ruang OSIS itu. Melihat Lu Xun dan Cao Pi berpelukan di ruangan kosong itu, Jiang Wei langsung menghentikan langkahnya. " Maaf... apakah aku masuk di saat yang salah?"

" Tunggu, Jiang Wei!" Lu Xun segera melepaskan dirinya dari Cao Pi. " Ruangan ini bisa dipakai kok! Ya kan, Cao Pi!" Lu Xun menengok kembali ke Cao Pi.

Cao Pi nampak sangat bete karena momennya diganggu oleh Jiang Wei. Cao Pi melewati Jiang Wei tanpa melepaskan tatapannya dari Jiang Wei.

" Nampaknya aku benar-benar datang di saat yang salah ya..." kata Jiang Wei.

Lu Xun dan Jiang Wei kembali ke kelas untuk memberitahukan bahwa ruang OSIS bisa dipakai untuk berlatih. Sepanjang jalan baik Jiang Wei maupun Lu Xun tidak mengatakan apapun. Setelah memberitahukan kepada kelas bahwa ruang OSIS sudah bisa dipakai, Lu Xun meminta izin untuk balik lebih cepat karena ingin mengantar Jiang Wei yang masih belum kelihatan sehat.

" Jiang Wei, kejadian tadi tidak seperti yang kamu bayangkan... Tadi aku menceritakan kepada Cao Pi masalah yang sedang kuhadapi... dan ia memelukku untuk menenangkanku... Aku tidak menyangka ia ternyata memperhatikanku..."

" ..." Jiang Wei masih tidak membalas Lu Xun. Lu Xun tahu kalau Jiang Wei masih tidak setuju kalau Lu Xun dekat dengan Cao Pi.

" Jiang Wei... kamu marah kepadaku karena aku dekat dengan Cao Pi?" Lu Xun memberanikan diri untuk bertanya.

" Aku tahu kamu semakin tertarik dengan Cao Pi..."

Wajah Lu Xun mendadak menjadi merah. " Apa maksudmu, Jiang Wei?"

" Sejak kejadian di pesta dansa itu, kamu jadi sangat sering menceritakan mengenai Cao Pi... Lalu sejak kamu tidak sengaja mendengar percakapan Cao Pi yang menyakitkan hatimu, kamu jadi sering melamun. Aku bersyukur kalian akhirnya berbaikan lagi..."

Lu Xun kehabisan kata-kata. Ia juga tak bisa mengelak bahwa ia memang tertarik dengan Cao Pi. " Aku lupa kalau daya pengamatanmu sangat bagus... Ya, aku tertarik dengan Cao Pi... "

" ..." Jiang Wei diam. " Lu Xun, sebenarnya aku ingin membicarakan permasalahan yang berhubungan dengan ini sih... Kamu ingat gadis baju hijau berambut panjang, saat pesta keluarga Sun waktu itu?"

" Yinping maksudmu? Gadis yang membuatmu tertarik itu bukan?" tanya Lu Xun.

Jiang Wei mengangguk dan mengajak Lu Xun untuk duduk di kursi panjang di taman sekolah." Kemarin aku tidak sengaja menemukan fotonya terselip di buku yang kupinjamkan ke Guan Xing..." Jiang Wei memperlihatkan sebuah foto di hapenya. Di foto itu terlihat Yinping sedang bersama dengan seorang pemuda berambut cokelat keemasan. Yinping menyandarkan kepalanya di bahu pemuda di belakangnya yang tidak lain adalah Guan Xing.

" Yinping memiliki hubungan dengan Guan Xing?" tanya Lu Xun.

" Aku menanyakannya kepada Guan Xing mengenai hubungan mereka, tapi Guan Xing mengatakan ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Yinping, dan itu hanya foto editan saja... tapi dari gesturnya aku tahu bahwa ia sedang berbohong... Untung aku sudah menyimpannya di hapeku..."

" Hmm... aneh... Yinping yang bekerja sebagai maid di keluarga Cao memiliki hubungan dekat dengan Guan Xing yang adalah anak bagian kepolisian kota..." Lu Xun memegang dagunya sambil berpikir.

" Aku pun merasa sangat heran... dan aku mencoba mencari tahu tentang kasus yang pernah ditangani oleh keluarga Guan di perpustakaan kota..." Jiang Wei membuka tasnya dan mengeluarkan beberapa kopian artikel koran. " Aku baru tahu kalau keluarga Guan memiliki kasus yang tidak selesai hingga akhir, yaitu kasus ini..."

Lu Xun mengambil kopian artikel dari tangan Jiang Wei. " Kasus ini... kasus ayahku...?"

" Jadi menurut artikel itu, Lu Jun, ditemukan dalam keadaan gosong terbakar di sebuah gedung bekas teater. Di dadanya terdapat bekas tembak... Menurut artikel itu, diduga kalau pembunuhan itu dilakukan oleh mafia setempat. Masalahnya adalah, menurut orang sekitar, Lu Jun adalah orang baik yang tidak pernah terlibat dengan mafia manapun..."

" Ayah..."

" Dan gedung teater yang habis terbakar itu adalah teater milik keluarga Sun. Ada yang mengatakan bahwa mafia yang membakar gedung teater itu adalah suruhan keluarga Cao, tapi hingga sekarang tidak ada bukti yang bisa membuktikan itu. Saksi juga mengatakan bahwa Lu Jun sendiri tidak pernah memiliki hubungan dengan keluarga Cao, makanya sangat mengherankan jika ia sampai dibunuh oleh mafia suruhan keluarga Cao. Kasus ini tidak menemukan pemecahan... dan ternyata Guan Yu adalah officer yang bertugas menangani kasus itu..."

Mendengar nama keluarga Sun, Lu Xun teringat akan foto yang ia temukan di rumah Sun Quan. Lu Xun mengeluarkan foto yang mirip dirinya dan Cao Pi dari dompetnya. " Jiang Wei... aku menemukan foto ini di gudang rumah Sun Jian waktu pesta kemarin... Mungkinkah foto ini adalah foto ayahku dan ayah Cao Pi di masa muda?"

Jiang Wei melihat ke foto yang diperlihatkan oleh Lu Xun. " Waow, mereka benar-benar kelihatan sangat mirip dengan kalian... tapi mengapa foto ini robek? Dan dari foto ini, bukankah jelas kalau ayahmu dan keluarga Cao pernah memiliki hubungan dekat sebelumnya... tapi mengapa di artikel koran, hal ini malah tidak disebutkan?"

" Itu dia...aku masih tidak tahu siapa orang ketiga dalam foto itu... tapi dari isi artikel ini dan dari tempat foto ini ditemukan... mungkinkah foto yang terpotong ini adalah Sun Jian? Soalnya foto ini kutemukan di gudang Sun Jian..."

Jiang Wei berpikir sebentar. " Mungkin juga... tapi ada kemungkinan orang lain juga sih... Yang jelas jika foto itu ada di rumah Sun Jian, seharusnya Sun Jian tahu kalau Lu Jun dan keluarga Cao memiliki hubungan. Tapi mengapa ia tidak memberitahukan ini kepada media? Bukankah ayahmu dan Sun Jian adalah sahabat dekat?"

" Aku tidak mengerti... mungkin aku akan menanyakan langsung hal ini kepada Sun Jian..."

" Lu Xun, tidakkah ini berbahaya? Jika memang Sun Jian menyembunyikan fakta bahwa ia tahu hubungan Lu Jun memiliki hubungan dekat dengan keluarga Cao, bahkan sampai menyembunyikannya di gudang, dan kamu menemukannya secara tidak sengaja... Aku takut ia akan melakukan sesuatu yang berbahaya kepadamu..."

" ..."

" ..."

" Aah... langit mulai mendung." Lu Xun melihat ke langit di atasnya," Sebaiknya kita segera pulang..."

" Kau benar..." Jiang Wei ikut menatap langit.

" Jiang Wei... Terima kasih karena sudah memberikanku informasi mengenai ayahku. Aku antar kamu pulang ya dengan sepeda!" kata Lu Xun.

" Ah, tidak perlu, jalan kita pulang kan berbeda..."

" Tidak, Jiang Wei... mulai hari ini aku kembali ke rumah keluarga Sun, jadi kita tetap sejalan!"

" Apaa?"

Lu Xun menceritakan mengenai penyebab ia kini kembali ke rumah keluarga Sun.

" Tapi... Lu Xun... Aku khawatir denganmu... Sun Quan tidak pernah memperlakukanmu dengan baik, bukan?"

" Yup... tapi aku sendiri tidak bisa menolak keinginan Sun Jian..." Lu Xun menepuk punggung Jiang Wei. " Tenanglah, aku bisa menjaga diriku kok!"

" Jika terjadi sesuatu, beritahulah aku... Aku akan segera menolongmu... Dan berjanjilah kepadaku... jangan melakukan segalanya dengan terburu-buru. Jika kau ingin menguak lebih dalam informasi mengenai foto dan kasus ini, diskusikanlah dulu denganku, kita akan menyusun strategi bersama-sama, oke? Dan Lu Xun... mengenai Cao Pi... mungkin ia memang baik kepadamu, tapi tetaplah berhati-hati jika kamu berhubungan dengannya... Keluarga Sun dan keluarga Cao memiliki sejarah hubungan yang kurang baik sejak zaman dahulu... Aku mohon, berpikirlah sebelum mengambil tindakan, oke?"

Lu Xun mengangguk dan tersenyum. " Terima kasih, Jiang Wei!"