Standar Disclaimer Applied
.
.
Short Ficlet SasuSaku © Tsurugi De Lelouch
Bab XI : Kita
Special For Happy New Year 2013, 01 Januari 2013
.
.
Sasuke Uchiha and Sakura Haruno
.
.
Enjoying For Reading and Review
.
.
.
.
Hari selasa adalah hari terakhir dimana besok merupakan awal tahun baru. Segalanya telah dipersiapkan untuk menyambut tahun baru dari pesta kembang api sampai mengundang tamu dari desa lain untuk merayakannya. Hal ini yang paling menyibukkan seluruh shinobi untuk menyiapkan juga pemimpin desa—Naruto yang menyelenggarakan. Nama acara itu adalah Shogatsu—perayaan tahun baru selama tiga hari berturut-turut.
Terlihat wajah sumringah terpampang pada tiga bocah berumur tujuh tahun membawa kembang api mainan yang ada di tangannya. Mereka berjalan menuju bukit tepatnya paling atas dan sesekali mendongak ke atas langit. Salah satu dari mereka menghela napasnya, "Hhaaah… masih sore… padahal aku sudah tidak sabaran melihat kembang api yang besar sekaliii…" keluh Kei.
"Siapa suruh ke sini lebih awal? Mendokusei-na… seharusnya aku membantu kaa-san mengasuh Shina dulu … huh," dengus Reiichi menguap sembari mengucek-ngucek matanya.
Berbeda dengan Sei yang berlari kecil menghampiri pria yang mirip dengan Reiichi, siapa lagi kalau bukan paman Shikamaru yang sibuk menyuruh orang lain untuk melakukan apa yang diperintahkan olehnya.
"Shikamaru-ji, sepertinya sibuk sekali." Celetuk Sei mengaggetkan Shikamaru yang membawa kotak berisi kembang api.
"Sedang apa kalian disini? Pestanya dimulai nanti malam?" ucap Shikamaru melirik iris anaknya yang memutar bosan dan kemudian beranjak darisana. "Rei, kemari!" panggilnya.
Sambil memasukkan kedua tangannya di saku, Rei berjalan menghampiri ayahnya. "Apa tou-san?"
"Daripada kalian disini tidak ada kegiatan, lebih baik bantu ayah sekarang." Ajak Shikamaru.
"Baiklah, tou-san…" sejenak Rei menatap dua sahabatnya, "ayooo…Sei … Kei."
Merekapun membantu Shikamaru hingga celotehan menemani mereka berempat.
.
.
.
.
Tak terasa malam telah berganti, para warga telah berbondong-bondong naik ke atas bukit hanya sekedar mencari tempat mereka melihat kembang api dari dekat tanpa kecuali Naruto beserta istri dan anak keduanya memilih duduk di tengah masyarakat desa. Juga pemimpin desa Suna yang diundang langsung oleh Naruto untuk menyaksikan pesta besar-besaran ini, kali ini dia bersama istrinya.
Suasana tenang namun ramai terusik dengan pentengkaran kecil dua orang bersiteru, iris biru langit Naruto melihat ke belakang dan menggelengkan kepalanya lalu melirik seperti semula yang membuat Hinata bingung. "Ada apa Naruto-kun?"
"Tidak ada, Hinata-chan. Lebih baik kau lihat ke belakang saja!" seru Naruto.
Tanpa disangka pasangan suami istri Uchiha sedang mempermasalahkan sesuatu yang dianggap sepele. Hanya karena menjaga istri dan anak kembarnya baik-baik saja, Sasuke bersikeras untuk membawa istrinya kembali ke rumah tapi sifat keras kepala Sakura tidak menyetujuinya.
"Pokoknya kita harus melihat kembang api dari sini, Sasuke-kun!" pekik Sakura menepis tangan suaminya yang berada di pegangan kursi rodanya.
"Menyebalkan. Kau harus paham kondisimu juga Shiori dan Shiera…" kilah Sasuke.
"Mereka harus merayakan juga disini! Jangan halangi aku!" ucap Sakura lagi.
Iris kelam mulai menyipit dan kepergok oleh buah hati pertamanya yang menyilangkan kedua tangannya. "Kalian berdua seperti anak kecil saja. Malu tahu sama yang lain, astaga ini hal sepele… uggh."
Sakura memamerkan senyuman andalannya. "Ayahmu sangat bersikeras menyuruh ibu pulang padahal ibu juga ingin melihat kembang api."
"Sei, kau harus membujuk ibumu ini!" mohon Sasuke.
Seraya menguap bosan, "ini pesta tahun baru. Jadi—aku mau kalian juga kedua adikku ikut merayakan tahun baru bersama."
"Terima kasih, Sei. Ayoo… dorong aku, Sasuke-kun!" perintah Sakura.
Sasuke berdecak kesal lalu menuruti apa yang dikatakan oleh istrinya, mereka berlimapun berjalan dan duduk berdekatan dengan keluarga sahabatnya—Naruto. Sambil duduk bersidekap, dia hanya diam tak berbicara apa-apa. Sedangkan Sakura yang menggendong Shiera dan Shiori menatap suaminya yang ngambek akan ulahnya.
"Jangan marah, Sasuke-kun. Besok kan tahun baru, sayang kan kalau tidak ikut pestanya. Tenang saja, mereka berdua baik-baik saja kok. Lihat mereka senang hihihi…" ucap Sakura menatap si kembar.
"Hoii, teme." Panggil Naruto.
Ketua Anbu itu menoleh, "apa dobe?"
"Tak terasa besok tahun baru, kita bisa berkumpul lagi di tahun ke delapan saat perang dunia ninja berakhir. Aku tidak menyangka kalau seperti ini juga melanjutkan perjuangan mereka terdahulu."
Seulas senyuman tipis, "Hn. Kau memang pahlawan di desa ini. Terbukti kau mengalahkan Madara Uchiha saat perang dulu."
"Kalau tanpa bantuanmu, aku tidak bisa mengalahkannya, temee…" kekeh Naruto.
"Tou-san… Sasuke-ji… kalian selalu mengatakan itu berulang kali ketika tahun baru huh!" dengus Kei.
Naruto menepuk kepala anak pertamanya. "Karena ayah senang tahu kami bisa berkumpul lagi!"
"Li-lihat… kembang api disana…" pekik Sei menunjuk kearah langit.
Takjub akan warna-warni percikan api serta suara berdenbum kencang. Naruto melirik kearah samping kanan tepatnya keluarga Shikamaru duduk manis disana. seraya melambaikan tangannya, "Shikamaru… kembang apinya bagus. Kau memang hebat menyusun rencana!" Dan dia mendapat balasan acungan jempol dari Shikamaru lalu Reiichi melakukan hal yang sama dengan ayahnya hingga Naruto bingung.
"Tou-san, kami yang membantu Shikamaru-ji tadi."
Naruto ber'oh' ria dan memuji anaknya. "Kau memang penerus hokage selanjutnya, Kei!"
"Tidak. Anakku yang akan menjadi hokage selanjutnya, dobe," ucap Sasuke sampai menndapat lirikan tajam dari Naruto.
"Bukan. Anakku yang menjadi hoka—"
"Hentikan! Kalian berdua jangan adu mulut saat yang tidak tepat, dasar!" bentak Sakura.
Hinata yang sedari memakan ramen cup yang ada di tangannya mulai berbicara."Sudahlah, Naruto-kun. Malu dengan Kazekage-sama yang melihat kalian."
Kini Naruto diam karena Hinata tengah mengalami ngidam dan harus dituruti segala kemauannya. "Baiklah, Hinata-chan…"
Kemudian selanjutnya tradisi makan soba atau mie, masing-masing keluarga sudah menyiapkan persediaan mie untuk dihidangkan dan makan bersama-sama. tak berbeda tahun lalu, keluarga Uchiha membawa Soba extra tomato sedangkan Naruto seperti biasa—membawa mie ramen.
"Sepertinya enak sekali, itu buatan Sakura-chan bukan?" tanya Hinata.
Sakura menggelengkan kepalanya, "bukan. Tapi dia, benar begitu Sasuke-kun?"
Dengan mata berbinar-binar, "wah ternyata orang yang terkenal dingin pandai memasak."
"Daripada kau yang tidak bisa melakukan apa-apa, dobe," ucap Sasuke.
Tercetak kerutan di dahinya Naruto, "apa katamu, teme?"
"Astaga, kalian berdua. bisa hentikan itu, tou-san… Naruto-ji…" seru Sei.
"Dia menghina—" kali ini ucapan Naruto terpotong lagi karena suara lonceng di kuil berdentang sebanyak 108 kali dan menunjukkan detik-detik mencapai jam 12 malam.
"Kei, ayo hitung mundur dari angka tiga!"
Sei melambaikan tangannya kearah Reiichi untuk mendekat ke arahnya lalu mereka berdiri di hadapan orang tuanya kemudian mengambil terompet. Terdengar tepukan dari arah kanan dan itu adalah Kazekage dengan menghitung mundur dan diikuti oleh yang lainnya.
"San…"
"Ni…"
"Ichi…"
Suara terompet menggelegar kencang mengiringi pergantian tahun yang baru, senyuman bahkan tawa menghiasi mereka. Ketiga penerus meloncat kegirangan dan menyebutkan selamat tahun baru dengan suara lantang.
"Akemashite omedetō gozaimasu… buat kita semua. Mari kita buat permintaan," ajak Sei.
Mereka bertigapun mengepalkan tangan ke depan lalu memejamkan matanya dan tak lama mereka langsung menghamburkan pelukan ke orang tua masing-masing.
"Selamat tahun baru… Tou-san… Kaa-san… Shiera dan Shiori, aku sayang kalian semua."
Sasuke menepuk halus pundak Sei, "Selamat tahun baru juga, Sei!"
Dan keesokan harinya adalah hari dimana kehidupan baru dimulai…
.
.
Tahun Baru alangkah akan bahagia dirayakan bersama keluarga dan orang terdekat tercinta dengan menyambut hari esoknya yang lebih indah.
Happy New Year for all…
.
.
. *Owari*
Tsurugi Notes (Wulanz Aihara)
Wah, alhamduliah sudah mencapai bab ke sebelas, yey… fic ini sudah lama ya fufufu. Setiap manusia memiliki kesalahan pastinya dan karyaku ini tidaklah sempurna. Dan selamat tahun baru buat kita semua… semoga hari esok akan menjadi lebih baik dan indah
Terimakasih yang sudah mereview, meng-follow dan meng-favoritekan karyaku ini. Silahkan membaca karyaku yang lain berjudul "Cinta Itu" semoga kalian suka.
Thanks to Reviewer Bab I sampai Bab XI
Trancy Anafeloz ,FairyLucyka, Cha KriMoFe Doujinshi, Fishy ELF, Kuromi no Sora, iez ashiya,Asakura Ayaka, rura seta, Guest, Aika Yuki-chan ,skyesphantom, Guest, rkarina97, ,poetry-fuwa, Arisa saki, fuchaoife, Lucifionne, Hira-kun, Iez Ashiya, Guest, akasuna no ei-chan, Deshe Lusi, kikihanni, Ayano Futabatei , StrawberryBlossom, Kirito, Asuna FC, uchihana rin, Uchiha Shige, Karasu Uchiha, Sunny Iruzer February,Voila Sophie, Momo Haruyuki, Iez ashiya, Baka Iya SS, mari-chan.41, Karin Shawol, SakuraChiha93 ,gaara's official gf , akasuna no ei-chan , uchihana rin, uchizuki RirinIin, Uchiha Hana Richan,crystallized cherry, ca kun, Air Mata Bebek, Sakakibara mei, Uchiha Shige, Momo Haruyuki, Haru-kun Uchiha, Sami haruchi, uchi, Yoruichi Shihouin Kuchiki, Sami haruchi 2, FuRaHeart, Jian Jiun, Momo Haruyuki, Mikka,crystallized cherry, Kim Na Na Princess Aegyo, nadja violin, Hinagiku-chan 'cumasatu1nya, Mikaela Williams, ayy1090,
Palembang, 29 Desember 2012
13.17 p.m
Tsurugi De Lelouch
