TWO HEART
Author : Rainy Heart
Length : Series
Rated : T to M
Cast :
- Heo Young Saeng a.k.a Youngshimi / Saengi
- Kim Hyun Joong a.k.a Joongie
- Kim Hyung Jun a.k.a Junnie
- Kim Kyu Jong a.k.a Kyu
- Park Jung Min a.k.a Jung Min
- Kim Jong Woon x Wookie
- Donghae x Enhyuk
Pairing : HYUNSAENG (Kim Hyun Joong x Young Saeng )
Slight KYUSAENG (Kim Kyu Joong x Heo Young Saeng) #meski author gag rela gag papa dah#
Genre : Romance / Drama/ Hurt / Comfort /HUMOR...!
Warning : Its YAOI not Homo... ! I hate that when people just read and they say it was too bad... better don't read anyways or then i wish that very annoying person will go to hell quickly...
THIS FIC JUST FOR YAOI LOVERS
Summarry : Dia harusnya milikku dan aku tahu kami ditakdirkan bersama, tapi mengapa kau yang memilikinya... ? Apakah kau benar-benar mencintainya...?
Jeongmall Gomawoyo yang udah pada review,,,,, yang Cuma baca doang... yahhh moga aja digugah hatinya coz... sekali lagi author kasih tau low anonymous review juga diterima kok... jadi jangan takut buat klik ikon review di end of chap... okeyyyyy...
Gamsahamnida
Happy Reading
Preview Chapter 10
"Baiklah kalau begitu kembalikan semua ikan yang aku ambil tadi aku sudah tak ingin memakannya" kata Saengi dengan santai lalu duduk di kursi di sudut tembok itu.
Joongie hanya bisa melongo mendengar permintaan istrinya itu. Ia lalu menatap Saengi yang sedang dengan santainya menjilati es krimnya.
"Chagi, ini banyak sekali"
"Lakukan atau tidak"
"Chagi..."
"Lakukan atau tidak Joongie sayang, atau aku akan menelfon Umma lagi. Atau kau memang sudah tak mencintaiku lagi begitu ?"
"Aish, baiklah akan aku lakukan"
Dengan wajah memelas dan terluka, Joongie meletakkan kembali semua ikan yang sudah diambil Saengi yang sebanyak 2 kereta dorongan itu.
Hah... penderitaan baru dimulai, Kibum kecil memang sangat nakal.
Chapter 11
.
.
Di rumah
.
.
Joongie sedang merapikan kulkas yang baru saja dibuat berantakkan oleh Saengi. Karena tak suka dengan bau kulkas itu Saengi mengeluarkan semua isinya dan menyisihkannya di samping kulkas kemudian mengisi kulkas itu dengan susu cair rasa strawberry. Susu anak-anak dan bukan susu ibu hamil maupun susu vitamin. Benar-benar susu anak-anak dengan berbagai macam ukuran dan merk.
"Chagiyya... mengapa kau menaruh semuanya disini ? Lalu mau dikemanakan sayuran dan bahan makanan ini ?" Joongie mendekati Saengi yang duduk bak ibu majikan yang mengawasi pembantunya bekerja.
"Buang saja semuanya, beres bukan ?" Saengi menjawab dengan entengnya.
Saengi sedang duduk manis dan menikmati susu strawberrynya. Joongie hanya menatapnya dengan mata yang memelas. "Lagipula kau membeli berbox-box susu seperti itu, jika kau terus meminumnya kau bisa mual chagi. Setidaknya ayo makan sedikit " Joongie mengajak Saengi ke meja makan dan mengambilkan beberapa makanan sehat untuk Saengi dan hendak menyuapinya.
"Aku tak mau memakannya" jawab Saengi dengan seenaknya lagi.
Hah... meski baru dua minggu, kehamilan Saengi itu benar-benar membuat Joongie lelah. Morning sick yang terlalu dini karena kehamilan pertama. Saengi yang sensitive pada Joongie namun menjadi lebih ramah pada orang lain. Ia juga menjadi sangat cengeng dan suka memaksakan kehendaknya.
Dokter telah memberikan susu formula untuk Saengi agar dapat menguatkan janinnya karena biar bagaimanapun Saengi adalah seorang namja. Namun dengan seenaknya Saengi membuang susu itu dan menggantinya dengan susu anak-anak yang sama sekali tak bergizi.
"Chagiyya kumohon makanlah, Umma sudah memasakkannya untukmu. Apa kau tak kasihan melihat hasil kerja keras Umma yang nantinya hanya kau buang itu" Joongie kembali menatap Saengi.
"Umma " Saengi menggumam dan mengingat Wookie Umma.
Saengi terlihat berfikir. Biar bagaimanapun ia sangat mencintai Wookie Umma karena memang mertuanya itu begitu baik padanya. "Arrasseo" akhirnya Saengi membuka mulutnya dan mulai mengunyah makanannya.
Baru saja satu suapan ditelan Saengi, ia langsung berlari ke kamar mandi.
.
Hoek...
.
.
Kembali morning sick itu mengganggu acara makan siangnya. Biarpun namanya morning sick, tapi muntah-muntah itu mengganggu kapanpun dan dimanapun.
"Bagaimana kau bisa sehat chagi jika terus saja seperti ini." Joongie kemudian memapah Saengi dan mendudukannya di sofa. Menaikkan kakinya dan memijitnya.
Saengi terlihat lemah dan pucat. Ia benar-benar kekurangan gizi karena memang ia hanya meminum susu anak-anak dengan segala merk itu.
"Chagiya, maaf jika membuatmu mual. Aku tak kan memaksamu untuk makan lagi. Jadi bagaimana jika kita makan di restoran, aku tahu kau mungkin sudah merindukan ayam panggangmu chagi."
"Kajja... ayo berangkat" Saengi langsung bersemangat dan menuju garasi. Tapi tangan Joongie menghentikannya. "Chagiyya, ganti dulu bajumu "
"Ah nde, kau benar" Saengi langsung masuk ke kamar diikuti Joongie dibelakangnya. Jika biasanya Joongie yang memilih baju, kini Saengi yang memilihkan baju untuk Joongie.
"Pakai ini" Saengi menyerahkan kemeja berwarna soft pink dengan inisial YS di sakunya. Ya itu memang baju Saengi. Dan juga celana putih selutut dan tak lupa Saengi memberikan sepatu sneakers berwarna putih pink senada dengan baju Joongie.
Yang jelas itu adalah style Saengi yang manis dan imut. Sedangkan Joongie hanya bisa menatap naas pakaian itu. "Waeyo ?" tanya our innocent Saengi dengan watados-nya.
"Saengi, ini bajumu dan ini pink. Aku tak mau memakai pink Chagi"
"Pakai saja "
"Andwe "
"Aku bilang pakai Joongie, kau tak menghargaiku" Saengi kesal dan mendudukkan dirinya di kasur.
"Tapi chagi, mengapa aku harus memakai pink begini ?"Joongie duduk didekatnya dan mengusap bahu Saengi.
"Bukankah kau senang jika aku memakainya, jadi jika sekali-kali kau yang memakainya tak masalah bukan"
"Tapi chagi..." Joongie menghentikan kata-katanya menatap wajah Saengi yang menatapnya tajam.
"Aku hanya memintamu memakainya mengapa tak mau sih ?"
"Tapi chagi, bagaimana dengan orang yang melihatku?"
"Kau selalu begitu, kau mengaturku tapi tak mau aku mengaturmu. Kau menyebalkan Joongie"
"Aish... arrasseo aku akan memakainya"
Akhirnya Joongie mengalah dan memakainya. Meski Joongie terlihat tampan namun ia tak menyukai warna pink dan Saengi sangat tahu akan hal itu namun salahkan Saengi yang seakan tak peduli dengan wajah memelas mendekati Joongie dan memakaikan dasi kupu-kupu berwarna putih dan memakaikannya anting salib di telinga kanannya. Benar – benar style Saengi.
Joongie hanya bisa menatap naas dirinya yang terkesan imut dan menggemaskan dengan rambutnya yang kini sudah berwarna coklat terang.
Saengi memilih celana pendek berwarna putih dengan kemeja biru muda berdasi kupu-kupu dan memakai topi putih yang membuat ia semakin terlihat manis. #Ala Song Calling 4 U MV#
.
.
At Resto
.
.
Mereka sampai disebuah restoran seafood. Selama hidupnya, Saengi sama sekali tak menyukai Seafood dan tak mau memakannya. Namun kali ini ia mengajak Joongie ke sana, dan bukan ke resto langganan Saengi.
"Aku mau makan kepiting."
"Mwo ? "
"Nde Joongie, kepiting"
Joongie teringat perkataan Ummanya, agar menghindari makan kepiting karena nanti anaknya akan menjadi sangat nakal dan tak mau diatur. 'Hah, baru dua minggu dalam perut saja sudah tak bisa diatur, bagaimana jika sudah keluar nanti ?' Joongie sibuk membatin dan memandang segala menu kepiting di buku menu tiu. Tak memperhatikan Saengi yang sudah sibuk memesan segala macam kepiting.
Tiga puluh menit kemudian, pelayan datang dan mengantarkan pesanan Saengi. Satu pelayan berbaju hitam dan diikuti beberapa pelayan di belakangnya. Joongie hanya bisa cengo melihat apa yang di bawa pelayan itu.
"White Pepper Crab, Butter Crab, Steamed Crab, Ginger and Spring Onion Crab, Salted Egg Crab dengan ukuran large." Pelayan itu meletakkan semua crab diatas meja besar di depan Saengi dan Joongie.
Joongi yang shock hanya bisa menelan salivanya. Ya, pastinya memang makanan ini enak namun ini terlalu banyak. 'Bukan masalah uang tapi apa bisa Saengi menghabiskannya ?' Joongie terus membatin dan semakin terkejut melihat beberapa pelayan membawa meja dorong dan Koki yang berdiri disisi meja dorong itu.
"Seasonal Fish in Claypot akan dimasak langsung oleh koki kami, silahkan menikmati " Pelayan berbaju hitam itu meninggalkan meja Joongie dan Saengi seraya meletakkan desert semangkuk besar Mango Cream dengan potongan semangka berbentuk dadu di tengahnya.
Saengi tersenyum lebar melihat makanan yang ada didepannya. Dan Joongie hanya memandang miris pada Saengi dan Koki yang berdiri di sampingnya.
"Ayo chagiyya, makan !" ajak Saengi pada Joongie. Namun sayang Joongie sudah kehilangan nafsunya untuk makan.
Saengi seakan tak peduli dengan pandangan heran Joongie, ia sama sekali tak memikirkan bagaimana tanggapan dan pandangan Joongie padanya. Ia terus menghisap cangkang kepiting itu dengan semangat dan senyuman yang selalu menghiasi wajah manisnya dan sesekali meminum jusnya.
Joongie hanya menikmati desertnya saja. Rasanya ia sudah kenyang dengan melihat Saengi yang terus menjepit kepiting dengan tang itu dan menikmati Seasonal fish di claypotnya.
Akhirnya setelah menghabiskan waktu kurang dari dua jam, Saengi sudah sukses menghabiskan semua makanan itu. "Emmm... enak sekali" Saengi menjilat bibir atasnya dan merasa sangat kekenyangan.
"Kau tahu Chagiyya, jika makan kepiting nanti anak kita akan nakal dan susah diatur. Apa kau tak takut ?"tanya Joongie hati-hati karena takut menyinggung perasaan Saengi.
"Apakah benar begitu ? Mengapa kau tak bilang dari tadi? Aku tak mau anakku nakal, dia harus manis dan cantik seperti aku. Joongie bagaimana ini, aku sudah menghabiskan semua kepiting itu ?" Saengi memandang Joongie dengan wajahnya yang merona dan memerah, ia akan menangis sebentar lagi.
"Gwenchana chagiiya, meski nakal aku akan menyayanginya" kata Joongie lembut dan tentu saja Saengi menyambut dengan wajah gembiranya hingga sebuah ide terlintas di otak cantik Saengi.
"Joongie, bagaimana kalau kita makan yang lain. Mungkin akan membuat anak kita menjadi baik karena pengaruh kepiting itu akan hilang dari dalam perutku. Pelayan !"
Saengi kembali memesan berbagai macam menu ikan dan udang, 'Oh My lovely Saengi, mengapa kau jadi rakus begini sih ?" Joongie hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tak tahan dengan Saengi.
.
.
Karena kebanyakan makan Saengi menjadi lemas dan tertidur selama perjalanan pulang. Hari itu sudah sore dan Joongie menggendong Saengi dan menidurkannya di atas kasurnya.
Wajah Saengi yang tiba-tiba saja memerah dan penuh dengan bercak-bercak coklat yang aneh.
'Oh tidak, kau alergi chagiyya ' batin Joongie mengamati seluruh tubuh Saengi.
"Joongie... panas " Saengi terus merintih memanggil Joongie. Ia merasakan tubuhnya panas dan gatal. Saengi terus menggaruk kulitnya yang mulai penuh dengan merah-merah dan bercak coklat.
"Chagiyya jangan digaruk aku akan membawamu kedokter, Aish "
Joongie langsung membimbing Saengi ke Mobil dan melarikannya ke sebuah rumah sakit dan menemui dokter langganan keluarganya.
"Dokter Kuo, bagaimana keadaan Saengi dok ?" Joongie mendekati Dokter yang telah selesai memeriksa Saengi dan membiusnya hingga ia tertidur.
"Dia alergi kepiting, mengapa kau membiarkannya memakan kepiting? Kandungannya itu baru dua minggu Joongie, kau harus lebih hati-hati menjaganya."
"Aku sungguh tak tahu dia alerghi dokter, selama ini dia tak pernah memakan seafood." Joongie menundukkan wajahnya tanda ia sangat menyesal dengan apa yang terjadi pada Saengi.
"Arrasseo, ini adalah obat alerghinya. Pastikan kau menyuntikkannya padanya. Aku tahu dia tak bisa meminum obat apapun jadi suntikkan ini padanya saat ia tertidur."
Dokter itu meninggalkan Joongie yang masih memandangi Saengi dengan kulit yang penuh bercak coklat dan wajahnya yang begitu merah.
"Joongie chagi, bagaimana dengan Saengiku ?" Wookie dan Jong Woon datang segera setelah mendengar Saengi masuk rumah Sakit. "Ommona chagiyya, kenapa sampai begini ?" Umma menangisi Saengi dan menggenggam kuat tangannya.
"Hyung, kandungan Saengi Hyung tak bermasalah kan ?" tanya Junnie yang muncul di belakang Appa.
"Nde Joongie apa ini mengakibatkan hal buruk pada cucuku ?" Jong Woon mendekati Joongie dengan wajahnya yang begitu ketakutan.
"Appa, Umma, Junnie mianhe aku tak bisa menjaganya. Aku lengah hingga tak tahu dia alerghi, tapi kata dokter kandungannya itu tak apa. Dia memang harus menghindari makan Seafood."
.
.
Masuk usia tiga bulan, Saengi semakin susah diatur. Ia semakin semaunya sendiri dan selalu menyuruh Joongie melakukan hal yang tidak-tidak dan terkadang aneh dan masuk akal. Seperti pagi ini.
Pagi yang indah itu, Joongie dibangunkan dengan suara tangisan Saengi. Joongie yang akhir-akhir ini memang tak bisa tidur dengan nyenyak akhirnya bangun dan menemukan Saengi yang terisak ditepi ranjangnya."Waeyo Chagiyya, mengapa menangis ?"
"Joongie, apa aku bertambah gemuk ? "
.
Tuing...
.
Saengi menjadi sangat sensitive satu hal saja yang mengganggu pikirannya maka ia akan segera menangis.
Pertanyaan boodoh itu adalah pertanyaan yang seringkali ditanyakan Saengi 'Apa aku bertambah gemuk ?'. Karena memang perut Saengi yang sudah agak membuncit dan padat, itu membuat Saengi frustasi. "Joongie, bisakah isi diperutku ini dipindahkan ke perutmu ?"
"Mwo !" Joongie berteriak kaget dan membelalakkan mata bulatnya. Ia sungguh tak habis pikir, entah rencana dan hal gila apa yang dipikirkan Saengi."Maksudmu apa chagi ?"
"Joongie, jika aku yang namja ini bisa hamil maka kau juga bisa hamil. Jadi bisakah kau meminta Dokter Kuo memindahkan isi diperutku ini ke perutmu ? Aku merasa pusing dan lelah Joongie-ah. Dan aku juga merasa gemuk dan tak cantik lagi"
"Chagi, itu tak bisa dilakukan" Joongie memandang lembut Saengi yang sedang meringkuk menyembunyikan wajahnya itu. "Kau tak mau melakukannya ya ?"Saengi balik menatap tajam pada Joongie.
"Bukan begitu Chagi, itu kan anak kita. Kenapa kau malah melempar-lemparnya seperti itu ?" Joongie mengusap lembut punggung Saengi yang berbalut piyama tipis berbahan sutera itu.
"Arrasseo"Saengi masih menyembunyikan wajah cantiknya. Kemudian dia menatap Joongie dengan matanya yang masih basah karena menangis. Joongie mengusap air mata itu dan tersenyum pada Saengi.
"Mengapa kau tak mau menyentuhku lagi ? Atau aku memang sudah tak menarik lagi ?" Saengi berpose di depan kaca besar dan menatap miris pada tubuhnya. Ia menaikkan piyamanya yang longgar hingga terlihat perutnya yang agak buncit.
Joongie terdiam, inilah kesalahan utamanya. Ia tak pernah menyentuh Saengi lagi sejak seminggu pernikahan mereka. Sejak dokter mengatakan Saengi hamil, bukan karena tak mau tapi karena Joongie takut perbuatannya itu akan mengganggu janin yang ada di dalam perut Saengi.
"Itu karena aku takut nanti akan membahayakan aegya kita?" Joongie mendekati Saengi dan memeluknya dari belakang. "Kau tak mencintaiku lagi, bilang saja begitu" Saengi membalikkan tubuhnya dan menatap Joongie.
"Bilang saja kau tak menginginkan aku lagi. Atau kau memang ingin mencari wanita normal untuk melampiaskan semuanya. Aku tahu itu Joongie." Saengi mulai terisak. Ia terus menutup wajahnya dan menunduk menangisi nasibnya.
"Wookie Umma, Joongie sudah tak mencintaiku Umma" Saengi merintih memanggil Umma mertuanya.
Saengi mulai menangis. Ia merasa tak dicintai dan tak berguna lagi. Ia melepaskan lengan Joongie di pinggangnya dan duduk di lantai. Menangis dengan pilunya hingga tak bersuara.
Joongie dengan senang hati akan melakukannya, jika Saengi sedang tidak hamil. Joongie memang sungguh takut akan membahayakan calon anaknya yang baru beberapa bulan di perut Saengi itu.
"Aku mencintaimu chagiyya" Joongie berusaha menenangkannya. "Ahni... Kau tak mencintaiku."
Joongie mendekati Saengi dan mencium lembut lehernya. "Aku sangat mencintaimu, benar-benar mencintaimu dan bukan orang lain." Sengi menutup matanya menikmati jilatan Joongie pada lehernya.
Sejujurnya Saengi sangat merindukan sentuhan Joongie. Rasanya sudah lama sekali mereka tak melakukan hal itu. Saengi memegangi kepala Joongie yang menyusup dari leher belakangnya yang kini tengah menghisap leher putihnya.
"Enghh..."
Saengi melenguh akibat hisapan yang diberikan Joongie pada lehernya. Saengi menggigit kuat bibirnya berusaha menahan geli yang menguasai tubuhnya.
Joongie menghentikan aksinya dan memandang lekat wajah Saengi, membawanya keatas king size bed mereka.
"Mianhe chagie bukan aku tak mencintaimu, aku sungguh tak ingin kau merasa sakit. Tapi ini kau yang memintaku jadi jangan salahkan aku jika kau menyesal nantinya" Saengi hanya tersenyum mendengar perkataan Joongie.
Dan mulailah permainan itu. Joongie mencium lembut bibir Saengi dan tangan pintarnya menarik pemantik lampu dan gelap.
TBC...
Gomawo buat KANGKYUMI, Min Hye Jun, Chie chan 137, Angel Fishy, Mutyotter ,Minami, YuyaLoveSungmin, eunmi, Kyujong Lara Saengi, Nae Baby Kyu, Kim Hye Ree, and temen lain yang udah ngereview...
Jeongmal Gomawoyo... Your review is my personal spirit...
And review again please...
