Directly Marriage
By Onfanllcouple
Rate save
KaiSoo couple! GS
Nb: iya aku tau aku salah udah nelantarin ni FF bertahun2 dan lama terus updatenya, tapi kan udah minta maaf dan tetep mengusahakan ini untuk tamat. Jadi mohon dong reviewsnya, biar aku juga semangat update. Cuma reviews itu aja yang jadi upah aku nulis ini.
Happy Reading ^^
Chap 11- the wind is blowing
" a marriage without trust is
Like a car without gas,
You can stay in it as long as you want,
But it won't go anywhere."
- unknown-
.
.
.
Setelah ciuman yang cukup panas, Kyungsoo dan Jongin masih saling menahan diri mereka untuk tidak melakukan hal yang lebih dari itu. Mereka sama-sama tau masih ada banyak hal yang harus mereka lakukan untuk sampai ke tahap itu. Meski sebenarnya kedua nya sama-sama ingin melakukan hal itu. Lebih dari sekedar ingin mempunyai anak secepatnya, Kyungsoo lebih ingin membangun hubungan yang dalam dengan suami nya, benar-benar menjadi seorang istri yang baik agar kelak ia juga bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak mereka.
Bulan pun sudah berganti dengan matahari, suasana malam yang dingin kini sudah mulai menghangat tapi kedua nya masih belum ada yang ingin bangkit dari balik selimut. Jongin masih sedikit mengantuk sementara Kyungsoo masih betah memandangi suaminya. Pemuda yang sedang tidur bersama nya itu memang tampan dan sexy, terpikirkan kembali oleh nya perkataan Jongin semalam tentang pekerjaan yang dilakukannya saat tinggal di Osaka. Kyungsoo tidak pernah menyangka kalau Jongin seorang dancer. Wahh,, kini dia baru menyadari bahwa tubuh Jongin yang cukup atletis itu mungkin karena tuntutan pekerjaannya dulu. Oh,, sekarang otak liar nya membayangkan betapa sexy suaminya itu saat menari. Meskipun Kyungsoo belum pernah melihat Jongin menari. Ohhh,, ya ampun dia juga baru menyadari waktu itu Jongin juga mengajari nya berdansa. Yahh,, sepertinya kemampuan sang suami tidak bisa diragukan lagi, mungkin juga itu memang sudah mengalir didarahnya mengingat sang mertua nya yang juga seorang pekerja seni.
Setelah membayangkan betapa sexy nya Jongin, ia kembali menatap Jongin yang ada masih tertidur disampingnya. Dia terkadang terlalu imut bahkan dalam tidurnya. Kalau begini Kyungsoo sering kali merasa seperti pedophil dikarenakan perbedaan umur mereka juga yang cukup jauh.
Jongin memutar tubuhnya menghadap sang istri dan menarik nya kedalam pelukannya.
"apa aku sudah memberitahu mu kalau aku akan mulai bekerja?"
"iya, kau bilang kau akan bekerja membuat musik dan sebagainya."
"hmm,, aku sudah memutuskan untuk menjadi suami yang lebih baik lagi untuk mu."
"maksud mu?"
"aku putuskan untuk mulai bekerja di perusahaan appa, lagi pula pada akhirnya aku juga yang harus melanjutkan perusahaan."
"tapi Jongin, bukankah kau memang sangat suka menari dan musik? Apa kau yakin dengan keputusan mu ini?"
"iya tentu saja Soo-chan."
"tak perlu terburu-buru Jongin. Lagi pula selama ini kau sudah menjadi suami yang baik untuk ku."
"aku hanya ingin membahagiakan mu Soo-chan dan ijinkan aku untuk melakukannya. Aku ingin kita bisa secepatnya menikah, bulan madu dan punya anak lalu kita bisa hidup sampai tua bersama."
Kyungsoo hanya bisa terdiam melihat Jongin yang berucap dengan tulus sambil membelai rambutnya lembut.
"hmm,, Soo-chan"
"iya"
"kenapa kau bilang kemarin malam, 'jangan lupakan yang ini'.. apa aku sebelumnya melupakan sesuatu?"
Kyungsoo yang ditanyai seperti itu bingung mau menjawab apa. Lagipula aneh rasa nya memberitahukan Jongin secara langsung apa yang sudah pemuda itu lakukan pada nya meski Jongin pantas melakukan nya.
"hmm,, Jongin aku lapar sekali... bagaimana kalau sarapan hari ini kau yang buat/?" tanya Kyungsoo dengan nada yang sok imut
Melihat wajah Kyungsoo yang memelas Jongin mendadak lupa dengan pertanyaan yang sebelumnya. Pemuda itu tersenyum lebar menatap istrinya. "baiklah! Apa yang tidak akan ku lakukan untuk Princess!" ucap Jongin kemudian ia bangkit berjalan menuju dapur.
Jongin menyiapkan roti panggang, telur goreng mata sapi, dan sosis goreng. Secangkir kopi untuk Kyungsoo dan segelas susu untuk dirinya sendiri. Kedua nya menikmati makanan mereka.
"kapan kau akan mulai bekerja Jongin?"
"hmm,, besok? Hari ini aku bersiap-siap mempelajari apa yang akan ku lakukan besok."
"memang pekerjaan mu apa?"
"aku akan mulai dari menjadi manager inventory and warehouse."
"apa kau yakin?"
"memang nya kenapa?"
"menurut ku bagian itu sangat sensitive, biasa nya dipenuhi orang-orang senior dan yahh banyak penggelapan disana."
"justru itu, aku perlu menyelediki beberapa hal yang merugikan perusahaan Soo-chan."
"baiklah, berhati-hatilah disana, apa lagi kau anak baru dan menjabat menjadi manager. Mereka pasti akan meremehkan mu."
"baiklah sunbae-nim, aku mengerti."
Kyungsoo menanggapi dengan tawa disusul dengan tawa Jongin yang mengikuti beberapa detik kemudian.
.
.
.
Keesokan paginya lagi, seperti biasa Kyungsoo terbangun lebih awal dari Jongin. Seperti biasas, ia sibuk menatapi wajah tidur suaminya itu. Pagi yang indah, yang belum tentu akan selalu ada kedepannya. Ia bersyukur sekali karena pagi ini Jongin masih tidur disampingnya dan beberapa hari ini mereka juga semakin dekat satu sama lain. Kyungsoo mengetahui perasaan Jongin lebih dalam terhadap dirinya, sementara wanita itu juga bersyukur karena dia sudah berhasil menyatakan perasaannya. Jadi apa lagi yang sebenarnya harus ditunggu. Semua sudah sangat jelas, mereka benar-benar sudah menjadi keluarga yang melengkapi satu sama lain.
Setelah kemarin mereka berdua berbelanja untuk kebutuhan pekerjaan Jongin. Maka hari ini adalah waktunya untuk mengenakan segala sesuatu yang sudah dibeli kemarin. Pemuda itu terlihat sangat tampan dan sexy ketika sudah memakai setelan dan jas nya, tapi masih saja ada yang kurang, oh iya!
Kyungsoo segera berlari dirumah itu, saking sudah hafalnya dengan semua barang yang ada dengan mudah nya ia menemukan barang yang dicari nya setelah itu kembali berlari menghampiri Jongin. Kyungsoo menepuk bahu suaminya itu menyuruh nya untuk merunduk, tangan Kyungsoo dengan cepat segera mengalungkan dasi yang dipegangnya tadi di kerah kemeja sang suami, namun ternyata ia sedikit lupa bagaimana cara mengikatkan dasinya. Jongin mulai lelah menunggu Kyungsoo yang sedari tadi belum selesai mengikatkan dasinya, karena takut terjatuh dan mengganggu Kyungsoo, Jongin mengangkat kedua tangan nya, mengalungkannya pada leher sang istri, sehingga kedua pasang mata mereka bertemu dan memandang dengan jelas satu sama lainnya. Jongin tersenyum bahagia dan Kyungsoo menahan rona merah diwajahnya, ia segera melanjutkan kembali kegiatannya memasang dasi dan akhirnya selesai juga.
Jongin mengajak Kyungsoo untuk berangkat bersama menggunakan sepeda nya. Mereka berangkat lebih awal karena letak kantor mereka yang berbeda arah. Sehingga cukup memakan waktu untuk mengantarkan Kyungsoo lebih dulu sebelum Jongin pergi ke kantornya. Lalu mereka juga sepakat untuk pulang bersama, nanti Kyungsoo akan menunggu Jongin menjemputnya.
Tidak seperti yang dibayangkan, Jongin justru terlihat begitu serius saat bekerja. Tidak tampak kalau dia seorang pemula dalam bidang ini, mungkin juga karena ia sering memperhatikan bagaimana appa nya berhubungan dengan para pegawainya, dulu beberapa kali Jongin ikut ke pesta perusahaan dan sesekali ikut ke kantor meski secara sembunyi-sembunyi. Bagaimana pun juga sang appa hanya ingin yang terbaik untuk Jongin, ia tidak ingin anaknya dikenal khalayak umum dan pasti akan ada banyak resiko belum lagi ommanya juga seorang artis, jadi memang Jongin dijaga dengan sangat hati-hati oleh kedua orangtuanya.
Jongin terlihat begitu berwibawa ketika ia sedang bekerja, ia memulai dengan kata sambutan yang baik untuk mengawali pekerjaannya, juga sangat berkharisma ketika memberikan arahan namun ketika makan siang, Jongin kembali seperti anak-anak, dia banyak tersenyum dan banyak bercerita, ia juga menceritakan tentang istrinya pada pegawai-pegawainya. Ia cepat berbaur sehingga membuat pekerjaannya terasa lebih mudah. Setelah makan siang berakhir, Jongin kembali melanjutkan pekerjaannya, tadi ia sudah membuat beberapa laporan tinggal diberikan pada atasan langsung atau kepala manager karena itu adalah laporan penting sekaligus pengenalannya sebagai karyawan baru.
Pemuda itu berjalan dengan tenang, sesekali ia menundukan kepala ketika berpapasan dengan karyawan lain. Saat ia membukan pintu ruangan kepala manajer, kedua nya kaget melihat satu sama lain.
"Jongin!" "Krystal!"
Teriak mereka bersamaan. Krystal langsung menutup mulutnya sadar ia telah berteriak dan Jongin langsung masuk kemudian menutup pintu. Wanita cantik itu segera berdiri dari tempat duduknya dan langsung memeluk Jongin dengan erat. Jongin membalas pelukan itu sekilas lalu tiba-tiba tertawa begitu saja. 'Takdir yang lucu.' Pikirnya
Jongin menjemput Kyungsoo meski memang telat beberapa belas menit, wanita itu hanya tersenyum lalu menaiki bangku boncengan sepeda. Jongin terlihat begitu bahagia hari ini dan Kyungsoo ikut tersenyum dari belakangnya. Tanpa sengaja Kyungsoo mencium bau yang asing saat ia memeluk Jongin dari jok belakang. Seketika dahi berkerut dan tangan nya terlepas begitu saja, sementara pikirannya memikirkan suatu hal. Jongin segera menarik tangan Kyungsoo lagi untuk memeluk nya, dengan ragu wanita itu kembali memeluk sang suami.
Sudah beberapa hari berlalu, Kyungsoo yang sedang duduk di meja kerja kantornya termenung sendirian sebelum mengerjakan satu lagi pekerjaan nya yang tersisa. Ia menatap jam ditangannya dan pikirannya semakin dipenuhi pemikiran aneh yang terus menerus mengganggu nya belakangan ini. Masalah tentang bau parfum wanita yang ada dipakaian Jongin. Awalnya ia ragu, mungkin itu bau parfumnya yang lengket dibaju sang suami, namun setelah beberapa hari ini terus-menerus bau itu ada, juga ia mencocokan semua bau itu dengan bau parfum nya tentu saja tidak sama. Terlintas dikepala nya, apa mungkin Jongin selingkuh dengan pegawai kantornya?
Lagipula aneh juga terkadang jika dipikirkan lagi, bagaimana bisa Jongin tiba-tiba memutuskan untuk bekerja begitu saja.
Apa ada sesuatu dibalik ini semua?
Kyungsoo terus berpikir yang tidak-tidak dan ia juga berusaha menepis semua pemikiran buruk itu, namun bayangan masa lalu terus saja menghantuinya, membuat diri nya semakin cemas dan resah.
Jongin menjemput Kyungsoo lagi dengan sepeda nya. Saat dijalan Kyungsoo meminta Jongin untuk membeli beberapa botol soju dan samgyeopsal. Mereka berhenti disalah satu pojang macha(toko kaki lima) di jalan menuju rumah. Setelah sampai dirumah, mereka makan bersama. Kyungsoo tersenyum lalu menuangkan soju ke dalam gelasnya. Ia meminumnya sambil tersenyum bahagia.
"tidak apa kan kalau aku minum sendiri?"
"yahh,, tidak apa-apa. Lagipula aku lebih senang kau seperti ini Soo-chan." Jongin mengusak puncak kepala Kyungsoo dengan lembut. "kalau kau memang stress dan butuh minum, minumlah, lepaskan semuanya didepan ku, aku senang ketika kau mempercayai ku seperti ini, ketika kau mau membagi semua rasa lelah mu pada ku."
"sungguh?"
"ne.." Jongin mengangguk patuh lalu tersenyum lebar
Sudah beberapa botol soju yang habis, pipi Kyungsoo pun sudah memerah semua. Sekarang ia sudah benar-benar mabuk. Mata nya sudah mulai buram, Kyungsoo terus menerus menyipitkan mata nya, berusaha melihat Jongin, namun semua nya terasa seperti bergoyang untuk nya.
"heyy Jongin! Jonginniee!"
"neee"
"kenapa kau jadi ada 10?"
"hah/?"
"Jonginniee,,, kau tau aku rasa aku benar-benar sayang pada mu. Tapi kenapa kau begitu jahat!" Kyungsoo pun mulai meracau tidak jelas
"kapan aku jahat?"
"tidak! Tidak! Aku lah yang jahat!" Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya. "aku yang jahat membiarkan pemuda tampan seperti mu menikah dengan ku. Aku pun sudah menghancurkan masa depan mu. Ohhh,, kasihan suami ku ini." Kyungsoo berdiri dari tempatnya dan langsung menghampiri Jongin, memeluk nya dengan kasar
Kyungsoo meletakan kedua tangan nya meraup wajah Jongin, menekan nya terus sampai bibir lelaki itu maju kedepan. Kemudian wanita yang sedang mabuk itu mengusap lembut pipi sang suami dan memandang matanya lekat-lekat. "entah berapa kali pun kau bilang, kau mencintai ku. Rasa nya aneh! Aku menyukai nya tapi aku juga takut. Aku tidak bisa percaya begitu saja."
"kenapa tidak bisa?"
"kau tau! Dulu Myungsoo juga mengatakan hal yang sama berulang-ulang kali,, aku percaya tapi,, tapi dia nyatanya selingkuh juga."
"tapi aku bukan Myungsoo, Soo-chan!"
"kau tidak pernah tau perasaan ku Jongin, tidak semudah itu lagi aku bisa mempercayai seseorang." Kyungsoo kini melepaskan wajah Jongin lalu menumpuk tanganya dimeja makan, dengan kepala yang dimiringkan masih memandang pemuda itu.
"tapi, kalau kau memang melakukannya, aku rasa aku bisa memaklumi nya, aku akan memaafkan mu dan melepas mu Jongin. Karena mungkin kita memang tidak seharusnya bersama, perbedaan diantara kita terlalu besar."
Kyungsoo pun terlelap dalam tidur nya tak lagi mendengarkan Jongin yang berusaha mengatakan sesuatu padanya. Akhirnya Jongin mengangkat Kyungsoo ketempat tidur mereka, menyeka wajah istrinya itu dan memperbaiki posisi tidurnya. Sebelum benar-benar ikut tidur, Jongin memeluk pinggang sang istri, membawa nya kedalam dekapan hangat nya.
Pagi nya mereka sarapan seperti biasa. Jongin tidak membahas apapun yang terjadi semalam, meskipun ia ingin sekali menyakinkan Kyungsoo kalau dirinya tidak akan pernah bisa menduakan sang istri, dia benar-benar tulus mencintai Kyungsoo dan seandainya saja Kyungsoo tau apa saja yang sudah dilewati nya hanya demi sang istri tercinta.
Sayangnya sore ini tidak seperti biasa. Jongin tidak bisa menjemput Kyungsoo karena ada pekerjaan yang menumpuk katanya sehingga Kyungsoo pun pulang dengan taxi. Malam nya begitu pulang Jongin langsung berganti baju dan tidur karena sangat lelah saat seharian dikantor. Kyungsoo merasa ada yang aneh namun ia tetap ingin berpikiran positif, melihat baju Jongin yang diletakan sembarangan, yah karena tadi dia lelah dan langsung ingin tidur sampai-sampai tidak sempat merapihkan pakaiannya. Kyungsoo memungut pakaian Jongin yang ada dilantai, saat merapihkan jasnya, ia menemukan bekas lipstick merah dibagian kerah belakang jas.
Kyungsoo tetap diam meskipun hatinya terasa begitu sesak saat ini ketika harus berhadapan dengan Jongin, sementara pemuda itu terlihat biasa-biasa saja.
"Soo- chan sepertinya hari ini aku akan lembur lagi. Maaf aku tidak bisa menjemput mu."
"kalau begitu aku bawa mobil saja seperti biasa."
"okeyy.. sampai jumpa nanti malam Soo-chan."
Jongin pun mengusak pelan puncak kepala Kyungsoo sebelum pergi meninggalkan istrinya yang masih memakan sarapan dengan tatapan sedikit kosong.
.
.
.
Siangnya Kyungsoo pikir tidak ada salah nya kalau ia menghampiri sang suami untuk makan siang. Mungkin Jongin sangat sibuk sampai lupa akan makan siangnya. Jadi Kyungsoo mengemudikan mobilnya menuju kantor Jongin. Memasuki kantor itu kemudian bertanya ke bagian lobi dimana letak ruangan sang suami. Kyungsoo berjalan dengan senyum yang cerah. Ia berusaha untuk menghilangkan semua kekhawatirannya selama ini dan hanya ingin memulai hidup yang lebih baik dengan sang suami. Langkah nya pelan dan anggun sambil menenteng dua bento ditangannya. Begitu sampai di depan pintu ruangan Jongin, tangannya terangkat hendak mengetuk namun ia menghentikannya. Buat apa mengetuk? Toh, dia istrinya, bebaskan/?
Kyungsoo membuka pintu dengan cepat dan begitu kagetnya dia saat dilihatnya Jongin sedang berbagi tawa dengan seorang gadis yang duduk berhadapan dengan sang suami.
Suara pintu yang keras itu pun langsung membuat pandangan Jongin terahlikan dan matanya membulat kaget melihat Kyungsoo berdiri mematung didepan pintu. Tangan Kyungsoo menghempaskan bento yang digenggamnya begitu saja ke lantai. Belum sempat Jongin membuka mulutnya Kyungsoo segera berlari kembali ke mobilnya. Jongin langsung berdiri hendak mengejar Kyungsoo tapi gadis itu, Krystal menarik tangan Jongin, menghentikan pemuda itu.
"untuk apa kau mengejarnya?"
"maksud mu? Tentu aku harus mengejar istri ku!"
"sudah bagus aku membantu mu untuk mengakhiri hubungan kalian. Dia sama sekali tidak pantas untuk mu Jongin!"
"Krystal kau tak berhak mencampuri hidup ku!"
Jongin langsung berlari menuju sepedanya. Begitu sampai dilihatnya mobil Kyungsoo yang sudah berjalan keluar dari parkiran. Ia segera mengayuh sepeda nya menghampiri mobil Kyungsoo. Namun wanita itu tidak perduli dan ia terus menginjak gasnya kuat. Jongin juga tidak kalah kuatnya terus mengoseh sepedanya.
Sayangnya dilampu perempatan pertama didekat kantor, sudah berubah warna duluan menjadi merah. Kyungsoo sudah berjalan lebih dulu didepan dan Jongin bingung antara ingin menabrak lampu, mengejar istrinya atau tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Namun mata nya terus menatap mobil Kyungsoo yang semakin jauh, setelah memperhatikan jalan yang kosong, Jongin pun memberanikan diri mengayuh sepeda nya.
Disisi lain Kyungsoo sudah tidak bisa lagi menahan air matanya, ia menangis sesegukan. Tiba-tiba hanya satu nama yang terlintas dipikirannya saat ini. Segera saja ia meraih ponselnya dan menelpon orang itu.
"annyeong.." suara dari sebrang telpon menyahut
"oppa.. hiks.."
"ada apa dengan mu?"
.
.
.
Jongin yang sudah memperhitungkan sebelumnya kalau jalanan sudah kosong ternyata salah. Begitu ia berada dipertengahan sebrang jalan sebuah truk besar melaju dari arah berlawanan. Kakinya berusaha mengayuh lebih cepat lagi namun sayang pinggiran truk sudah lebih dulu menyenggolnya dan sedetik kemudian Jongin beserta sepeda terlempar disisi jalan yang lain. Ia dapat merasakan badan nya yang berputar diaspal jalan dan tulang-tulangnya yang terasa seperti remuk semua, mata nya terus memandang kearah mobil Kyungsoo yang sudah hampir tak terlihat lagi, kaki nya mati rasa, tidak bisa digerakan sama sekali. Mulut nya terus bergerak memanggil-manggil nama seseorang, yang tak akan bisa didengar orang itu yang sudah sangat jauh.
.
.
.
Kyungsoo mengusap air matanya dengan sebelah tangannya dan dibagian telpon yang lain masih menunggu jawabannya.
"oppa,, aku ingin bercerai dengan Jongin!"
.
.
.
Tbc..
Note :
Uwahhh.. aku tak menyangka bisa menulis sejauh ini. Terimakasih banyak untuk yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca FF ini. Thank you a lot maaf untuk typho nya. Emang butuh banyak edit lagihh.. tapi aku sedang males.
See you guys next chap.. semoga bisa cepat
Terimakasih juga ata reviewsnya dari chap2 sebelumnya.
Jangan lupa reviews untuk chap ini juga yahhh..
