~oOo~

.

My Adorable Bodyguard

.

~oOo~

.

Chapter :: 12

.

Translated & Editing by Little's Fujoshi

.

Author :: super_501

.

KyuMin FanFiction

.

Pairing: KyuMin

.

Type :: Chaptered

.

Genre :: Romance, Action, Drama, Hurt/Comfort

.

Rate :: T+

.

Warning :: Yaoi, Tak sesuai EYD. Typo (s),

.

Disclaimer :: KyuMin milik Tuhan, Orang tua mereka, Super Junior, Elf, SparKyu, Pumpkins, Joyer. ^^

.

~oOo~

.

Summary :: Sungmin bekerja sebagai seorang agen penyamaran polisi , ia dipaksa oleh rekan-rekannya untuk bekerja sebagai bodyguard seorang anak nakal yang dikenal bernama Cho Kyuhyun ( seorang pewaris perusahaan Cho Company yang selalu membuat masalah dan membuat dirinya masuk kedalam masalah yang dia buat sendiri), Sungmin berpikir bahwa ia membutuhkan liburan setelah kematian Yeojachingunya pun menerima pekerjaan itu.

.

~oOo~

.

Music :: Super Junior K.R.Y ~ Hanamizuki

.

Happy Reading

.

~oOo~

Kyuhyun menatap Sungmin penuh cinta setelah melepas tautan bibir mereka. Kyuhyun dengan lembut menelusuri jarinya mulai dari alis Sungmin, lalu pipinya, hidungnya, dan berakhir di belahan bibir Sungmin. Ia ingin menghafal setiap lekuk wajah yang Sungmin miliki, " Neo Jeongmal-jeongmal yeoppenie,Min." Kyuhyun berbisik lembut sambil mengelus belahan bibir Sungmin dengan ibu jarinya.

Sungmin bisa melihat dan merasakan pancaran cinta dari kedua bola mata obsidian Kyuhyun. Sungmin menangkup wajah Kyuhyun dan tersenyum kearah Kyuhyun, sebeleum mengumpulkan keberaniannya untuk menarik kepala Kyuhyun ke arahnya dan mempertemukan bibir mereka dalam sebuah ciuman manis. Mulut mereka bergerak syncron dan Sungmin dengan senang hati membiarkan Kyuhyun menjelajahi gua hangatnya. Mereka berdua mengerang di sela-sela ciuman mereka ketika lidah mereka bertemu dan menari dalam sebuah melodi yang hanyalah mereka yang tahu. Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin erat, sedangkan Sungmin mengalungkan lengannya di leher Kyuhyun untuk memperdalam ciuman mereka.

Tangan Kyuhyun perlahan menelusup ke dalam kemeja yang di kenakan Sungmin dan membiarkan tangannya menjelajahi sekitar dada Sungmin, sementara Sungmin juga melakukan hal yang sama. Mereka memisahkan tautan bibir mereka karena keduanya ingin melepaskan kemeja yang mereka kenakan, membuat mereka berdua half-naked. Kyuhyun memandang Sungmin yang tersipu sambil menutupi dadanya. " Neo Gwaenchanayeo, Min?" Tanya Kyuhyun dengan nada khawatir dalam suaranya saat ia melihat Sungmin memutar kepalanya kesamping karena malu. Ia tahu Sungmin adalah Namja Straight dan apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi pada Sungmin sebelumnya. " Kau bisa memberitahuku apa yang kau rasakan?."

"Aku.. aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Maksudku, aku tidak pernah melakukan ini dengan seorang namja sebelumnya. Rasanya aneh." Jawab Sungmin gugup.

Kyuhyun menggenggam kedua tangan Sungmin dan mengecupnya, sebelum meraih dagu Sungmin. " Aku bisa menunggu sampai kau siap. Aku tidak akan memaksamu, aku sudah menunggumu untuk menjadi milikku, dan sekarang aku bersedia untuk menunggumu siap untukku, dan mencintaiku sepenuhnya. Saranghaeyo, Min." Alih-alih membalas Kyuhyun ucapan cinta Kyuhyun, Sungmin segera memeluk Kyuhyun. Ia merasa Kyuhyun tersenyum di lehernya dan nafas Kyuhyun menggelitikinya dan membuatnya merasa sedikit geli. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Sungmin penuh tanya.

"Gwaenchana?

"Gwaenchanayeo,Kyu. Hanya saja napasmu menggelitikiku." Jawab Sungmin dan sebelum Sungmin tahu, Kyuhyun mulai menggelitiki perutnya sambil meniupkan nafasnya ke leher Sungmin. Sungmin tertawa lepas dan Kyuhyun terpesona akan apa yang ia lihat di depannya, Sungmin tertawa.

"Hentikan…Kyu…Hahahahahaha, Kyu… Jebal… Berhenti.. Hahahaha." Ucap Sungmin di sela-sela tawanya.

"Oh! Tidak bisa. Aku ingin melihatmu seperti ini." Jawab Kyuhyun sambil tertawa dan terdiam ketika Sungmin mengubah posisi mereka, sehingga Sungmin berada diatasnya. Kyuhyun menatap wajah tertawa Sungmin, dengan sedikit air mata di sudut matanya karena terlalu keras tertawa. Sungmin, yang melihat kebisuan Kyuhyun, tiba-tiba berhenti tertawa. "Kyu?" Tanya Sungmin cemas. Kyuhyun melingkarkan lengannya ke tubuh Sungmin dan dengan lembut menariknya, membuat Sungmin berbaring di dada bidangnya. Kyuhyun menutup matanya saat ia mencium pucuk kepala Sungmin.

"Aku ingin kita seperti ini selamanya." Kyuhyun berbisik sambil mempererat pelukannya di tubuh Sungmin, takut bahwa semuanya akan hilang jika ia tidak melakukannya. Sungmin merasa pipinya memanas dan ia terdiam tidak bergerak atau berusaha untuk melepaskan pelukan Kyuhyun. Ia merasa nyaman dan terlindungi dalam pelukan Kyuhyun.

"Berjanjilah padaku bahwa kau akan berhenti menjadi seorang agen rahasia setelah kau menyelesaikan kasus Appaku." Kyuhyun tiba-tiba berkata setelah hening sejenak, membuat Sungmin membelalakkan matanya dan mengangkat kepalanya untuk menatap Kyuhyun, berharap bahwa ucapan itu hanya candaan Kyuhyun. Tapi yang ia lihat di mata Kyuhyun adalah sebuah keseriusan. " Hidupmu dalam bahaya sekarang karena kasus Appaku. Aku sangat mengkhawatirkanmu setelah menyadarinya. Aku tidak ingin kau dalam bahaya," Kata Kyuhyun sambil mengelus bekas luka Sungmin di punggungnya. " ini," Lanjut Kyuhyun sambil menyentuh bekas luka lain di tubuh Sungmin. " Atau ini lagi." Bisik Kyuhyun sambil mengusap lembut lengan kiri Sungmin yang tertembak beberapa hari yang lalu. " Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku tidak ingin melihatmu terluka lagi, kau tidak ingin aku menjadi seorang duda di usia muda, kan?" Bisik Kyuhyun dan tersenyum saat mengatakan kalimatnya yang terakhir.

Sungmin menunduk untuk menyembunyikan semburat merah muda di wajahnya sebelum memukul dada bidang Kyuhyun ringan. " Duda apa yang kau bicarakan?"

"Tentu saja kita kan akan segera menikah dan kau akan menjadi istriku, ehm, maksudku suamiku. Jadi, kau harus mengundurkan diri sebagai agen rahasia karena aku tidak ingin menjadi duda." Jawab Kyuhyun.

"Mwo!? Siapa bilang kita akan menikah?"

"Aku." Jawab Kyuhyun sebelum mengecup bibir Sungmin untuk menghentikan ocehan-ocehan Sungmin.

Sungmin tidak menjawab. Ia menatap mata Kyuhyun memohon. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan dan ia juga tidak ingin membuat Kyuhyun mengharapkan apapun. Ia mencintai perkerjaannya ini dan itu membuatnya senang saat melayani dan melindungi masyarakat. Dulu Sunny memintanya untuk mengundurkan diri sebelum mereka menikah, Hyungnya memohon kepadanya untuk meninggalkan pekerjaannya, tetapi Sungmin tidak pernah mendengarkan permintaan mereka. Sekarang giliran Kyuhyun yang memohon kepadanya untuk meninggalkan pekerjaan yang menurutnya berbahaya, dan Sungmin mulai memiliki pemikiran untuk itu, Ia baru saja mengenal Kyuhyun, dan sekarang ia sudah mulai mendengarkannya. Bagaimana bisa seseorang seperti Kyuhyun bisa mengubah hampir semua hal dalam hidupnya? Dari ia yang straight, tiba-tiba jatuh cinta dengan seorang Namja yang saat ini memeluknya. Apakah ini sebuah cinta sejati untuknya? Tapi ia juga masih mencintai Sunny? Namun Sunny tidak pernah membuatnya seperti ini. Bagaimana bisa Kyuhyun memiliki begitu banyak kekuasaan untuk mengubahnya?

Melihat sorot mata Kyuhyun, Sungmin tidak bisa tidak takut. Sungmin tiba-tiba merasakan sebuah ketakutan dalam hidupnya. Ia takut akan kemungkinan ia akan meninggalkan Kyuhyun lebih awal. Ia takut melihat Kyuhyun menjalani hidupnya sendirian tanpanya. Wae? Apa yang terjadi padanya? mereka belum menikah dan bahkan menjalanankan sebuah hubungan, namun ia sudah memikirkan hal sejauh itu. Tetapi cara Kyuhyun menciumnya, menyentuhnya, dan membuatnya merasa aman lebih dari cukup untuk mengatakan bahwa mereka ini adalah pasangan. Tapi ia tidak ingin terlalu berharap.

"Apa kau masih meragukan perasaanku padamu, Min?" Tanya Kyuhyun seolah-olah bisa membaca pikiran Sungmin. "Aku sangat mencintaimu dan aku akan melakukan apa saja untuk membuktikannya padamu." Sungmin hanya mengangguk sebelum membaringkan kepalanya di dada Kyuhyun mereka tetap seperti itu sementara waktu, menikmati kehangatan masing-masing. Meskipun dalam pikiran Kyuhyun, ia benar-benar berharap Sungmin akan berhenti dari pekerjaannya.

~oOo~

Ponsel Sungmin tiba-tiba berdering dan Sungmin ingin mengangkatnya, tapi Kyuhyun tidak memperbolehkan Sungmin. "Kyu, aku harus mengangkat teleponnya."

"Tidak boleh" Jawab Kyuhyun dan Sungmin tertawa ketika ia melihat Kyuhyun mengerucutkan bibir sexynya.

"Aigoo~ Manisnya." Rayu Sungmin dan sebelum ia tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri, ia mencium bibir terpouty Kyuhyun membuat mereka berdua tersipu. Kyuhyun kemudian membiarkan Sungmin meraih telepon di saku celana jinsnya. Ia mengangkat alisnya bingung ketika ia melihat ID caller 'Donghae'. " Yeoboseo ~ Apa yang kau inginkan, Fishy?"

Kyuhyun mengedipkan matanya kea rah Sungmin saat Sungmin menatapnya. Ia tahu bahwa itu Donghae dan ia ingin menggoda Sungmin, dan Kyuhyun tertawa ketika ia melihat Sungmin memutar kedua bola matanya. Kyuhyun melihat ekspresi Sungmin tiba-tiba berubah menjadi serius sambil tetap mendengarkan sang penelpon.

"Sekarang? Ok…Baiklah.. aku akan segera ke sana.." Kata Sungmin sebelum mengakhiri panggilan. Sebenarnya ia ingin sekali tetap berada dipelukan Kyuhyun, tapi ia harus melakukan missinya ini. Sungmin menyesal melepas tangan Kyuhyun dari pinggangnya, sedangkan Kyuhyun hanya menurutinya tanpa berniat bertanya kepada Sungmin. Sungmin berdiri dari tempat tidur dan merapikan kemejanya sebelum pergi. " Aku harus pergi,Kyu." Katnya tanpa melihat Kyuhyun.

"Bisakah aku pergi bersamamu?" Tanya Kyuhyun penuh harap saat bangkit dari tempat tidur.

"Tidak bisa,Kyu." Jawab Sungmin dan Kyuhyun hanya membiarkannya, tidak bertanya lagi sambil membukakan pintu untuk Sungmin.

Sebelum Sungmin benar-benar keluar dari kamar itu, Kyuhyun menariknya kembali dan mencium bibir Sungmin. " Hati-hati." Kyuhyun berbisik ketika mereka berpisah. Sungmin hanya mengangguk sebagai balasan.

Kyuhyun memandang Sungmin masuk ke dalam mobilnya sebelum meraih ponsel dan mendeal nomor Changmin. Dan Changmin segera menjawab. " Kita akan mengikutinya."

~oOo~

"Kyu, apa kau yakin dengan apa yang kita lakukan ini?" Tanya Changmin sambil menatao Kyuhyun yang saat ini sedang memegang sebuah teropong pengintai.

" Nde. Kita memata-matai seorang mata-mata." Jawab Kyuhyun santai sambil mengamati Sungmin keluar dari mobilnya dan menuju ke sebuah apartemen. Setelah berbicara dengan Yunho di rumah sakit, ia membuat rencana untuk memata-matai Sungmin, dengan alasan bahwa ia hanya ingin memastikan bahwa Sungmin aman sepanjang waktu, atau ia harus pergi untuk melindungi cintanya dari bahaya apapun. Ia tahu Sungmin pasti akan marah kalau ia tahu, tapi Kyuhyun tidak peduli. Dan selain itu, ia benar-benar ingin membuat Sungmin berhenti dari pekerjaannya untuknya. Kyuhyun meminta bantuan Changmin, karena ia adalah sahabat satu-satunya yang tahu identitas sejati Sungmin diantara teman-temannya. Setelah menelpon Changmin, Kyuhyun dengan cepat masuk ke dalam mobil dan mengikuti Sungmin.

" Oh My God, Kyu… ini sudah tengah malam! Bagaimana jika mereka hanya melakukan sebuah pertemuan atau apalah. Aigoo, kita bukan memata-matai namanya . Tapi kita ini penguntit." Oceh Changmin tapi Kyuhyun tidak menghiraukan ocehan sahabatnya ini.

Kyuhyun melihat Sungmin masuk ke dalam apartemen. Ia akan melepas teropongnya dari kedua matanya, ketika ia melihat mobil lain terparkir di luar apartemen. Ia memandang dengan penuh perhatian dan ia melihat bahwa itu Donghae dengan sebuah paperbag di tangannya. Kyuhyun mengerutkan alisnya bingung. Apa yang ada didalam paperbag itu? Kyuhyun akan menunggu beberapa saat untuk melihat apa yang akan terjadi.

~oOo~

Sungmin masuk ke dalam apartemennya dan menghidupkan semua lampu. Ia berjalan menuju kulkas untuk mengambil Sesuatu untuk di minum, ketika tiba-tiba bel pintu apartemen berbunyi. Sungmin berjalan menuju pintu untuk membukanya dan melihat Donghae dengan beberapa paperbag di kedua tangannya.

"Aku membawa semua yang kita butuhkan, Hyung." Kata Donghae riang sebelum menutup pintu di belakangnya. Sungmin meraih paperbag itu dan matanya melebar ketika melihat apa yang ada di dalamnya.

"Jenis pakaian apa ini?!" Sungmin berseru tak percaya saat ia memeriksa sebuah gaun berwarna merah maroon di tangannya. " Apa kau pikir ini pas untukku? Dan kenapa pakaiannya se-sexy ini? Ya Tuhan. Lee Donghae! Apa kau mencoba untuk membuatku terlihat seperti pelacur? Andwee, aku tidak akan memakai ini."

"Tapi Hyung, ini adalah usaha kita untuk melakukan missi ini."Jawab Donghae

"MWOO?! Ani.. Ani..Ani! Andwee!" Jawab Sungmin histeris.

"Hyung, kau tidak bisa mengatakan 'tidak' sekarang."

"Tidak, berarti tidak, Donghae. Aku tidak akan memakai gaun itu. TIDAK AKAN PERNAH!"

~oOo~

"Kyu, bisakah kita pulang sekarang? Aku lapar." Keluh Changmin.

"Kau itu selalu lapar, Changmin. Aku ingin tahu apa saja yang ada di dalam perutmu itu."

"Tentunya berisi lambung." Kyuhyun hanya memutar bola matanya bosan dengan ucapan Changmin. Setelah beberapa saat, Kyuhyun melihat dua sosok keluar dari apartemen. Kyuhyun melihat Donghae memegang tangan seseorang seolah-olah membantu orang itu untuk berjalan. Ia meraih teropongnya dan mengernyit bingung.

"Siapa Yeoja yang berjalan dengan Donghae?" Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri dan Changmin, yang mendengarnya, meraih teropong dari Kyuhyun dan bersiul takjub ketika ia melihat bagaimana sexy dan cantiknya Yeoja yang bersama Donghae itu.

"Itu pasti, salah satu yeoja-yeoja pelacur hot yang sering disewa-sewa kalangan atas!" Seru Cahngmin. " Aku ingin tahu apa ia teman Sungmin Hyung."

Kyuhyun mengerutkan alisnya dan meraih teropongnya lagi. ia melihat Yeoja itu menoleh dan Kyuhyun dapat melihat raut jengkel yang luar biasa dari wajahnya. Ada sesuatu dari wajah yeoja itu yang membuatnya begitu familiar. " Apa aku pernah melihatnya sebelumnya?" Tanya Kyuhyun kepada dirinya sendiri dan matanya melebar ketika ia sadar mengenal orang itu. " Tidak Mungkin." Kata Kyuhyun tak percaya.

Changmin menatapnya bingung. " Apanya yang tak mungkin?"

Ketika Kyuhyun melihat mobil Donghae berjalan pergi, Kyuhyun segera menyalakan mesin mobilnya dan membuntutinya dari belakang. " Kalau aku tidak salah, Yeoja yang bersama Donghae itu adalah Sungmin."

Changmin tertawa keras saat mendengar kalimat yang diucapkan Kyuhyun. " Aigoo~ aku tidak pernah tahu bahwa sekali kau jatuh cinta dengan Sungmin Hyung bisa berefek seperti ini, kau bisa melihatnya dimanapun dan dalam keadaan apapun, Bahkan menjadi seorang Yeoja. Aku tidak percaya padamu, Kyu."

Kyuhyun hanya mengabaikan sahabatnya karena pikirannya sekarang sedang penuh dengan pemikiran yang belum bisa ia temukan jawabannya. Jika itu benar-benar Sungmin, kenapa ia berpakaian seperti itu? Apa sebenarnya missi mereka sampai Sungmin perlu menggunakan jenis pakaian seperti itu? Tidak, ia tidak akan membiarkan orang lain melihat Sungmin dalam keadaan seperti itu. Ya. Sungmin adalah miliknya dan Kyuhyun semakin sangat posesif setelah melihat Sungmin memakai pakaian yang sexy, yang hampir memperlihatnya sebagaian tubuhnya itu. Paha susu itu, Andwee! Tidak ada yang boleh melihat itu kecuali dia. Ia akan membunuh Donghae karena rencana ini dan membuat Sungmin berpakaian seperti itu.

~oOo~

"Donghae, kau benar-benar berhutang banyak padaku." Bisik Sungmin di telinga Donghae sambil terus menarik-narik ujung gaunnya. Sungmin mengenakan gaun merah maroon yang pas memeluk pinggangnya sehingga memberinya s-line nan sexy di tubuh Sungmin dan Sungmin tidak pernah menyangka bahwa ia bisa tak kalah sexy dari yeoja-yeoja di luar sana. Bagian punggungnya terbuka dan suasana dingin di dalam casino membuatnya merinding. Sungmin sangat senang bahwa ia menggunakan hair-ekstensi karena itu bisa menutupi sebagian punggung telanjangnya. Sepasang stilettos berwarna merah senada dengan gaun yang ia kenakan membuatnya tidak nyaman untuk berjalan dan Sungmin butuh usaha keras untuk menjaga keseimbangannya saat ini ini.

"Sekarang kau tahu kan bagaimana rasanya menjadi seorang yeoja. Kau akan membutuhkan itu untuk Kyuhyun." Goda Donghae dan sedetik kemudian ia menerima pukulan penuh cinta dari Sungmin di kepalanya.

" Belajarlah untuk menutup mulutmu itu, Wajah Ikan. Dimana timmu, Apa masih di jalan?"

Donghae menunjukkan kepalanya kea rah beberapa pria dengan setelah hitam di sudut casino dengan wajah tanpa ekspresi. Sungmin tahu beberapa dari mereka dan ia segera merubah imejnya menjadi agen rahasia ketika Donghae dengan lembut menuntunnya ke dalam casino. Sungmin melingkarkan lengan kanannya ke lengan kiri Donghae. Ia memegang tas merahnya, dan membiarkan poninya jatuh ke sisi wajahnya untuk menyembunyikan antingnya yang memiliki detector dan earpiece di dalamnya.

"The deal's going to happen here tonight. Are you ready, Detective Lee?" Donghae berbisik.

"I am, Detective Lee. Let's play a game" Bisik Sungmin dan mulai bersikap secara seperti yeoja ketika mereka akhirnya berada di dalam kasino, dimana transaksi illegal akan segera berlangsung.

~TBC~