" kenangan terindah bagiku" chap. 11
^^sebelumnya
Kyuhyun menatap dalam pada Teukie, lalu ia melanjutkan kembali ucapannya," Aku yang bersalah pada kalian, dan mungkin Tuhan menghukumku karena aku telah membuat appa dan eomma pergi meninggalkan dunia ini…", Kyuhyun tidak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya karena kondisinya yang semakin lemah, sehingga Kyuhyun pingsan, dan Sie Kyung berhasil menopang tubuhnya.
" KYUHYUN…", teriak Teukie dan juga yang lainnya panik.
^^ Selanjutnya
Sie Kyung dengan sigap segera menggendong Kyuhyun kembali ke dalam ruang UGD. Sedangkan para hyungnya hanya bisa menunggu di luar ruang UGD. Dokter yang juga menangani Kyuhyun tampak panik, saat Sie Kyung membawanya dalam keadaan tidak sadarkan diri.
" Apa yang terjadi?", tanyanya
" Sepertinya kondisinya sangat lemah", sahut Sie Kyung dan merebahkan Kyuhyun di atas tempat tidur.
" Hyun Bin~ssi, kenapa Kyuhyun bisa ke luar dari ruang UGD?", tanya Sie Kyung
" Sewaktu aku memeriksa keadaannya tadi, dia sadar. Dan, saat ia mendengar suaramu seperti memarahi seseorang, ia langsung beranjak dari tempat tidur dan melepas infusannya, aku berusaha mencegahnya, namun ia berkata…"
~Flashback ~
" Kamu mau kemana?", tanya Hyun Bin berusaha mencegahnya turun dari tempat tidur
" Aku ingin bertemu hyungku", sahut Kyuhyun lemah
" Tapi kamu baru saja sadar, sebaiknya kamu berisitrahat saja, dan saya akan kembali memeriksa kondisimu", ujar Hyun Bin
" Aniyo…, aku tahu hyungku pasti di tegur oleh Dokter Sung. Aku tidak ingin mereka sedih karenaku", sahut Kyuhyun
" Tapi…"
" Aku pasti baik-baik saja Dok, jebbal", pinta Kyuhyun
Hyun Bin menyetujui keinginan Kyuhyun, karena meskipun ia sebenarnya tidak menyetujui keinginan Kyuhyun untuk beranjak dari tempat tidur, padahal ia baru saja sadar. Namun, Hyun Bin dapat melihat dari tatapan mata sayu Kyuhyun, bahwa ia begitu menyayangi saudaranya, sehingga meskipun kondisi tubuhnya masih sangat lemah, Kyuhyun memaksakan dirinya untuk ke luar dari ruang UGD.
~Flashback End~
" Aku benar-benar kesal pada semua hyungnya, bagaimana bisa mereka membiarkan dongsaeng mereka menderita seperti ini?", ujar Sie Kyung kesal dan menatap Kyuhyun yang masih terkulai lemas di atas kasur, dan masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
" Hyun Bin~ssi, aku sengaja meminta bantuanmu untuk membantuku merawatnya. Aku tahu, meskipun mustahil kita bisa menolongnya, tapi paling tidak kita berusaha untuk memberinya semangat untuk hidup".
"Nde, lalu…bagaimana dengan para hyungnya saat ini?, apa mereka menyesal, saat melihat kondisi dongsaengnya yang seperti ini?", tanya Hyun Bin
" Sepertinya begitu", sahut Sie kyung singkat.
" O iya, apa kamu bisa membantunya untuk terapi?, aku khawatir, jika melihat kondisinya yang seperti ini, Kyuhyun menjadi enggan untuk terapi penyakitnya. Meskipun, seharusnya ia juga harus melakukan kemoterapi, tapi dilihat dari jenis kedua penyakitnya ini, sepertinya untuk melakukan kemoterapi hanya akan menjadi sia-sia", ujar Sie Kyung
" Eoh, tapi, tidak ada salahnya juga jika kedua terapi ini di coba untuk ia lakukan. Kita tidak boleh menyerah begitu saja", sahut Hyun Bin menyemangati Sie Kyung
" Arasseo", sahut Sie Kyung
Di luar UGD
" Kenapa kita begitu jahat pada dongsaeng kita sendiri?", ujar Kibum
Semua hanya diam tak bergeming.
" Ini semua karenamu hyung", ujar Kibum sinis kepada Teukie
Semua mata para hyungnya tertuju pada Kibum yang matanya terlihat sembab sama seperti yang lainnya. Kibum menunjukkan ekspresi kekecewaan terhadap semua para hyungnya, terlebih lagi kepada Teukie
" Maksudmu?", tanya Kangin
" Bukankah, karena Teukie hyung kita harus membencinya selama ini?, bukankah karena Teukie hyung, kita harus memendam rasa sayang kita kepada Kyuhyun?, ini akibatnya bukan?, semua ini karenanya…" Kibum meluapkan kekesalannya kepada hyung tertuanya.
PLAKKK…
Sebuah tamparan melayang di pipi mulus Kibum. Ia memegangi pipinya, dan menatap tajam pada Donghae.
" Tidak seharusnya kamu berkata seperti itu pada Teukie hyung", bentak Donghae padanya
" Wae?, bukankah itu kenyataannya?. Hyung…lihatlah…dongsaeng kita saat ini sudah tidak seperti dulu lagi, semakin lama…Kyuhyun akan mengalami lumpuh total…lalu…apakah kita tidak bisa memaafkannya?", Kibum meninggikan suaranya dan mengarahkan jari telunjuknya ke ruang UGD
" Kibum benar…, hyung…dulu kita mungkin terlalu egois bahkan terlalu gengsi untuk mengatakan pada Kyuhyun bahwa kita memaafkannya dan kita menyayanginya, tetapi…keadaaan sekarang sangat berbeda hyung…apa hyung tahu?, Kyuhyun sangat kesepian hyung…, selama ini kita tidak pernah memperhatikannya?, Kyuhyun selalu menunjukkan pada kita, betapa ia sangat menyayangi para hyungnya. Tapi…, apa yang kita lakukan padanya?. Kita selalu membentaknya, kita selalu mengusirnya jika ia memasuki salah satu kamar untuk menemui salah satu dari kita. Kita ada dimana saat Kyuhyun membutuhkan kita?, kita ada dimana, saat Kyuhyun kecelakaan dan merasakan sakit seorang diri?, kita ada dimana saat Kyuhyun menghadapi cacian dari orang-orang yang melihatnya berjalan tidak normal seperti ini…, kita ada dimana hyung….KITA ADA DIMANA?", ujar Sungmin meninggikan suaranya kepada Teukie dan juga yang lainnya.
" Nde…, ini adalah salahku…ini semua salahku. Aku yang meminta kalian untuk tidak menunjukkan rasa sayang kita kepadanya, aku yang meminta kalian untuk bersikap dingin kepadanya, aku yang meminta kalian untuk tidak memaafkannya. AKU…AKU…YAH…INI SEMUA ADALAH SALAHKU", sahut Teukie menyalahkan dirinya sendiri
Teukie terduduk lemas di kursi, dan ia menundukkan wajahnya. Ia selalu menyalahkan dirinya, atas apa yang terjadi pada Kyuhyun.
" Ini salahku…, seharusnya aku saja yang menderita, bukan Kyuhyun", ujar Teukie
" Mianhe hyung…, bukan maksudku untuk menyudutkan hyung seperti ini…tapi…", ujar Sungmin sembari memegang pundaknya
" Twesso…, aku memang bersalah atas semua ini. Kamu tidak perlu meminta maaf padaku saeng", sahut Teukie dan menegakkan wajahnya.
" Mian…, aku telah membuat kalian menjadi hyung yang jahat untuk Kyuhyun. Mian, karena keegoisanku, kalian hanya memendam perasaan kalian, walaupun kalian juga sangat menyayangi Kyuhyun. Jeongmal mianhe…", ujar Teukie pada para dongsaengnya.
Para dongsaengnya mengerti bagaimana rasa penyesalannya Teukie, atas apa yang terjadi pada Kyuhyun saat ini.
" Untuk apa kamu menyalahkan dirimu, setelah semua terjadi seperti ini", ujar Sie Kyung yang ke luar dari ruang UGD
" Aku tahu aku salah…mianhe", ujar Teukie dan beranjak dari kursi
" Tidak perlu meminta maaf padaku, tapi minta maaflah pada dongsaeng kalian sendiri", sahut Sie Kyung ketus pada Teukie
Tidak berapa lama, Hyun Bin dan beberapa perawat yang bertugas, memindahkan Kyuhyun ke ruang inap. Para hyungnya mengikuti kemana Kyuhyun dipindahkan.
" Bagaimana keadaan Kyuhyun?", tanya Teukie pada Sie Kyung
" Kondisinya sangat lemah, dan Kyuhyun harus menjalani rawat inap selama 1 bulan. Dan, mulai saat ini, bukan hanya aku yang akan menjadi Dokter Kyuhyun, tetapi Hyun Bin juga memiliki tugas yang sama sepertiku. Karena, Hyun Bin adalah Dokter penyakit dalam yang biasa menangani pasien penderita Ataksia"ujar Sie Kyung padanya
" Nee…, gumawo", ujar Teukie padanya
"…", Sie Kyung hanya diam dan bersikap dingin kepada Teukie.
Kini, Sie Kyung dan Hyun Bin meninggalkan Kyuhyun bersama para hyungnya di dalam ruang inapnya. Selama Kyuhyun berada di Rumah Sakit, para hyungnya tidak pernah absen untuk menjaganya secara bergantian. Namun, selama para hyungnya menjaganya, Kyuhyun sama sekali tidak ingin membuka matanya, sehingga para hyungnya berpikir Kyuhyun memang belum sadarkan diri.
Kyuhyun mendengar apa yang para hyungnya katakan kepadanya. Hati Kyuhyun terasa sakit saat mendengar setiap apa yang dikatakan para hyungnya kepadanya. Ia merasa, bahwa dirinya hanyalah sebuah beban berat bagi para hyung yang sangat ia sayangi.
" Kyu…, bagaimana kabarmu hari ini saeng?, sudah 3 hari kamu belum sadarkan diri Kyu. Apa, kamu tidak sayang pada kami saeng?, irona Kyu…", ujar Yesung sembari menggenggam tangannya
" Atau kamu masih marah pada hyung juga yang lainnya?, sehingga kamu tidak ingin sadar dari tidurmu?", ujarnya lagi
" Kyu…, seandainya waktu dapat diulang kembali, biarlah hyung yang menderita penyakitmu ini Kyu"
" Hyung tidak ingin kamu menderita seperti ini Kyu. Apapun, akan hyung lakukan agar kamu bisa sembuh saeng", ujar Yesung dan ia berusaha untuk tidak menangis di depan Kyuhyun, karena ia tahu, jika Kyuhyun melihatnya menangis. Maka, hati Kyuhyun akan lebih sakit lagi.
" Mian hyung…, justru, biarlah aku yang menderita seperti ini. Aku hanya tidak ingin bangun, dan melihat hyung dan juga yang lainnya menatapku dengan tatapan sedih dan menyesal. Aku tidak ingin menjadi beban untuk kalian hyung.", batin Kyuhyun
Yesung memandangi wajah dongsaengnya yang terlihat tampak pucat. Yesung kemudian beranjak dari tempat duduknya, dan …ia pun membelai lembut puncak kepala Kyuhyun.
" Kamu tahu Kyu?, hyung ingin sekali mengajakmu dan juga yang lainnya untuk berlibur bersama. Hyung ingin mengenang kembali liburan kita bersama, saat kamu masih berumur 3 tahun, saat appa dan eomma mengajak kita liburan musim dingin di Vivaldi park", Yesung berbicara pada Kyuhyun, yang masih tidak ingin membuka matanya.
" Berlibur di Vivaldi Park?, aku merasa…, aku tidak pernah pergi berlibur kesana. Kenapa, aku bahkan tidak ingat sama sekali kejadian itu?, ada apa denganku?", batin Kyuhyun
" Kyu…, cepatlah sadar saeng…, hyung sangat takut sekali jika kamu tidak membuka matamu seperti ini. Kyu…, apakah benar apa yang dikatakan Dokter, bahwa kamu akan pergi meninggalkan kami?" setetes air mata jatuh dipelupuk mata hitamnya yang bulat
" Hyung benar-benar tidak ingin kehilanganmu saeng"
" Mian hyung, mungkin yang dikatakan Dokter benar. Hidupku tidak lama lagi, dan bahkan hidupku hanya akan membuat kalian terbebani. Aku tidak tahu, apakah kalian akan sanggup menghadapi diriku yang penyakitan sepeerti ini" batin Kyuhyun
DRT…DRT…
Yesung cukup terkejut ketika ponsel yang berada dalam saku jasnya bergetar. Yesung buru-buru merogoh ponsel tersebut. Saat ia membaca nama yang tertera, ia pun langsung menjawabnya.
" Yeobseyo…, saya di Rumah Sakit ajussi, ada apa?…, aniya, bukan saya tapi Kyuhyun…, nde…, ajussi di Bandara?…, menjemput ajussi?. Keundae, Kyuhyun tidak ada yang menjaga ajussi". Yesung berbicara pada seseorang yang saat ini berada di Bandara Incheon.
" Yang lain saat ini sedang sibuk, dan kebetulan hari ini saya tidak ada urusan di Perusahaan, jadi saya yang menjaga Kyuhyun"
" Nee, chamkanman ajussi. Saya akan segera menjemput ajussi di Bandara", ujar Yesung kepada orang tersebut.
Kyuhyun mendengarkan pembicaraan Yesung pada seseorang yang merupakan hyung dari appa mereka.
" Ajussi?, apakah Taecyeon ajussi sudah kembali dari London?", tanya Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun mendengar langkah kaki Yesung yang tergesa-gesa karena telepon tadi.
" Saeng, hyung pergi dulu. Setelah hyung menjemput Taecyeon ajussi, hyung akan kembali lagi untuk menjagamu", ujar Yesung pada Kyuhyun. Yesung pun kemudian mencium kening Kyuhyun.
Kyuhyun masih tetap memejamkan matanya. Kyuhyun merasa cukup bahagia, ketika Yesung mencium kening Kyuhyun. Saat Yesung ke luar dari ruang inap Kyuhyun. dan Kyuhyun mendengar suara pintu ruang inapnya tertutup. Kyuhyun kemudian membuka matanya, dan ia menatap pintu yang tertutup tersebut.
" Mian hyung", ujar Kyuhyun pelan
Kyuhyun mengambil kesempatan ini untuk pergi dari Rumah Sakit dimana beberapa hari ia terbaring lemah. Dengan kondisi kakinya yang masih tidak ada perubahan, Kyuhyun memaksa dirinya untuk beranjak dari tempat tidur, dan melepas selang infus yang terpasang di lengannya. Kyuhyun yang melihat tas yang terletak di sisi sofa, ia pun segera menuju kearah tersebut. Dan Kyuhyun segera membuka isi tas itu, lalu ia mengambil beberapa pakaian, dan mengganti pakaian Rumah Sakit dengan pakaian miliknya.
Setelah Kyuhyun mengganti pakaiannya, ia pun bergegas ke luar dari Rumah Sakit, dan Saat Kyuhyun lari dari Rumah Sakit, suasana disekitar ruang inapnya tampak sepi. Kyuhyun masuk ke dalam Lift.
Disisi lain, di area halaman Rumah Sakit, Siwon yang sudah selesai dari aktifitas Kampusnya. Siwon segera menuju ke ruang inap Kyuhyun. Siwon menunggu di depan Lift hingga Lift berhenti. Saat Lift berhenti dan Siwon masuk. Di saat itu pula, Lift yang ditempati Kyuhyun berhenti dan terbuka. Kyuhyun segera ke luar. Siwon tidak mengetahui, bahwa saat ini Kyuhyun kabur dari Rumah Sakit.
Siwon sengaja membeli sebuah I-Pod berwarna Putih untuk Kyuhyun. Saat pintu Lift terbuka, Siwon melangkahkan kakinya menuju ruang inap Kyuhyun. Dengan perasaan hati yang cukup senang, karena Siwon berpikir meskipun Kyuhyun belum sadar, tetapi saat mendengar rekaman suara Siwon dan beberapa hyungnya yang lain, Siwon berharap Kyuhyun dapat sadar dari tidurnya.
Tiba di depan ruang inap Kyuhyun. Siwon memegang gagang pintu, lalu membukanya. Namun, saat pintu itu terbuka. Siwon membelalakkan kedua matanya, dan ia menjatuhkan I-Pod dari tangannya.
" Kyu…Kyuhyun…"
TBC
