Yoshino kembali, seperti biasa, minggu waktunya POW update, selamat membaca ..
Chapter 11 update!
Naruto © Masashi Kishimoto
Genre –Mystery/Adventure
Power of White © Yoshino Tada
Power of White ..
Chapter 11
Kemunculan White
Hembusan angin menerpa rambut putih Naruto, laki-laki bermata sharingan itu telah berdiri di tanah tandus yang semula adalah Konohagakure, tapi sekarang tempat itu sudah tak berwujud lagi, bak tanah gersang yang tak ada penghuninya sekalipun, "Fukasaku-sensei, Gamabunta-sensei? Dan lainnya? Aku harap kalian mengerti akan keadaan ini, tapi aku ingin kalian semua meninggalkanku dan aku akan menanggung semua beban ini sendirian, karena akulah orang yang akan membalaskan dendam Jiraiya-sensei." Ujar Naruto tak peduli, tatapan sinisnya masih ia arahkan kepada lima musuh yang telah berdiri di hadapannya. mendengar itu Fukasaku terkaget.
"Bagaimana kau bisa mengalahkan mereka, Naruto-chan? Orang itu lah yang telah membunuh Jiraiya-chan, tidak mungkin kau bisa-"
"Maka dari itu, aku akan membunuh mereka semua" balas Naruto tanpa memandang Fukasaku yang masih berdiri di atas kepala Gamabunta.
"Jangan sombong Naruto! kau tidak mungkin bisa mengalahkan mereka, kau perlu bantuan kami!" teriak Gamabunta dengan suara menggelegarnya. Katak merah itu berucap seolah meronta-ronta dan suaranya menggetarkan tempat di sekitarnya. Naruto tersenyum tipis, tatapannya tak berubah sedikit pun. Ia mengepal tangannya erat, matanya semakin menunjukkan bahwa dirinya bersungguh-sungguh.
"Tenang saja, aku pastikan semuanya akan baik-baik saja. Jadi jangan bantu aku, Gamabunta-sensei?"
"Apa?!"
"Jadi bagaimana ini, tou-chan?" tanya istri Fukasaku-sama yang sepertinya terseret dalam gelombang permasalahan tersebut, masalah sepele yang akan merubah segalanya untuk ke depannya. tapi- katak hijau berjenggot itu tetap ngotot untuk membantu murid barunya tersebut.
"Tenang ka-chan, kita akan tetap membantunya, apa jadinya? Jika seorang guru membiarkan muridnya mati di depannya untuk kedua kalinya –aku tidak ingin melihat itu lagi, kali ini aku akan mengerahkan seluruh kekuatanku," ujar Fukasaku. Suaranya terdengar oleh telinga Naruto, dan Naruto hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Aku berlatih sangat keras untuk melawan mereka, tentu saja untuk membunuh Pain yang notabene adalah orang yang telah membunuh Jiraiya-sensei, dan lagi aku berbeda dari Jiraiya-sensei, aku lebih kuat sekarang dan aku yakin aku tidak akan mati karena akulah orang yang akan membangun dunia ini kembali, kegelapan dan kebencian. semuanya masih berkecimbung di sebuah lubang hitam yang tak bisa digapai dengan tangan dan aku akan mengambil kebencian itu dengan tanganku sendiri dan memastikan bahwa semuaya akan baik-baik saja. Jadi percayalah kepadaku, Fukasaku-sensei." Tutur Naruto tanpa ekspresi, dia terus menatap wajah Pain Yahiko yang menggunakan mata Rinnengan untuk terus menatapnya kembali.
Fukasaku terdiam sejenak. Mencoba melihat ke dalam diri Naruto sekali lagi, jubah putih terus berkibar-kibar tertiup hembusan angin. Dan akhirnya Fukasaku-sama membuat suatu keputusan. Sementara yang lain mendengar perkataan yang terlontar dari bibir Naruto.
"Seperti sebelumnya, Naruto-chan? Aku-aku tidak akan membiarkanmu sendirian!"
Naruto terdiam beberapa saat, sampai ia menundukkan sedikit kepalanya dan tersenyum.
"Sudah kuduga, baiklah tidak ada pilihan lain lagi," ucap Naruto sambil membuat handseal di tangannya. Pain sedikit terkejut dengan handseal tersebut, mereka mengira itu adalah sebuah serangan tapi-
Bugh!. Gulungan terbentang dan melayang di udara, Naruto pun menggigit jarinya lalu ia oleskan darah segarnya ke muka gulungan itu, sampai para katak itu menduga.
"Tidak mungkin?"
"Itukan?"
"Jutsu pembalik!?"
Dan disaat yang bersamaan. Mereka pun menghilang menyisakan asap putih yang memumbung tinggi ke atas langit. Gulungan itu pun juga dihilangkan oleh Naruto dan ia kembali menatap ke arah Pain.
"Sekarang aku bisa bertarung sesuka hati, heh" ujar Naruto menyeringai. Pain Yahiko mengira ini adalah suatu hal bodoh yang ia lakukan, berpikir 'kenapa dia melakukan itu? jika begitu kekuatannya akan mengendur' Pain Yahiko masih menatap mata sharingan Naruto.
"Aku tidak tahu apa tujuanmu, menghilangkan mereka semua. Seakan-akan kau menghina kekuatanku, asal kau tahu saja. Keputusanmu barusan telah memangkas umurmu sendiri, Uzumaki Naruto."
"Aku masih ingat wajah-wajah kalian semua. Di sebuah lautan yang dalam kalian membunuh Jiraiya-sensei, kau mempermainkannya seolah-olah Jiraiya-sensei adalah mainan, oleh karena itulah aku yang akan menghancurkanmu, menghancurkan Akatsuki. Dan ini adalah akhir bagi kalian semua."
Tiba-tiba saja Naruto melesat dengan cepat, menapak ke tanah yang tandus menggunakan kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian, gerakannya semakin cepat sehingga mata Rinnengan tidak mudah untuk mendeteksi keberadaan dirinya. mata Rinnengan terus berputar-putar mengikuti pergerakan Naruto yang seolah-olah menjadi bayangan hitam yang sulit untuk diikuti pergerakannya. Akan tetapi salah satu dari mereka bergerak, Ningendo Pain. Pria berambut panjang bersurai jingga menghentikan langkah Naruto. pukulan yang sebelumnya akan ia arahkan ke Pain Yahiko itu, gagal karena tangkisan sigapnya. Naruto tersenyum sinis.
"Asal kau tahu saja, aku tidak selemah yang kau kira." Tangan Ningendo Pain tak dapat menghentikan pukulan maut itu, berisi tenaga dalam dari energy alam, kekuatan tangan Naruto setara dengan 40 pukulan yang dipukulkan secara bersamaan.
Ningendo Pain terpental dan mengenai Yahiko Pain yang berdiri di belakangnya, tapi mereka berhasil berdiri tanpa jatuh akibat pukulan itu, dan tiba-tiba saja 2 Pain telah menyerbu Naruto dari samping kanan dan kirinya. Mereka melakukan apa yang telah Nagato pikirkan, tidak akan menyiaka-nyiakan waktu yang tersedia, berusaha membunuh Naruto dengan cepat adalah pilihan mutlak. Masing-masing orang itu ialah, Jigokusudo (kanan) dan Chikusudo 2 (kiri) dan mereka mengeluarkan batang hitam dari lengan bajunya berusaha untuk menghujamkan batang itu ke tubuh Naruto. Namun kali ini Naruto memanfaatkan mata sharingan miliknya, mata sharingan berputar melihat semua pergerakan yang sudah tertulis di mata dan tersalur di otak Naruto, dengan begitu Naruto dapat menentukan bagaimana pergerakan mereka beberapa detik kemudian. Seperti membaca masa depan. Meskipun begitu Naruto tetap mengambil resiko yang sulit, ia menghentikan batang hitam itu dengan kedua tangannya. Batang yang dipegang oleh kedua Pain tersebut hancur seketika.
Lalu ia melayangkan sebuah pukulan yang tersemat di dada Jigokusudo , Pria itu pun terhempas oleh pukulan mode sennin, dan setelah itu ia juga memukul Chikusudo 2 dengan satu pukulan telak yang mengakibatkan wanita itu terhempas jauh, namun ketika ia masih terseret di tanah, ia membuat handseal di tangannya.
"Kuchiyose no Jutsu!" segel tulisan berwarna hitam telah dikeluarkan dan diwaktu yang bersamaan kepulan asap putih muncul, seekor monster tiba-tiba saja meraung menghampiri Naruto dengan cepat. Monster badak bermata Rinnengan itu langsung mengadu culanya ke arah Naruto. namun Naruto berhasil menghindari serangan dahsyat itu, ia meloncat ke atas. Dimana Ningendo Pain telah menunggu dirinya.
"Aku lengah" ujar Naruto sesaat sebelum Ningendo Pain menyarangkan sebuah serangan ke bagian perutnya. Naruto melesat ke bawah dan terhempas ke tanah. Membuat kepingan-kepingan tanah berhamburan di mana-mana.
Duarr!
Serangan tidak berhenti disitu saja. Naruto yang masih terkapar di tanah, mendapat surprise baru. Chikusudo 2 mengeluarkan Kuchiyose lagi, kali ini seekor burung cacat berbulu hijau, paruh raksasa burung itu langsung menghujam ke tubuh Naruto yang masih tergeletak di tanah.
Naruto terdiam sejenak.
Sampai ia membuat gerakan cepat untuk menghindari serangan itu, serangan burung raksasa itu cukup untuk menggetarkan tanah di sekitarnya, getaran tanah dapat dirasakan oleh Naruto dan kelima Pain yang tersisa.
"Cukup tangguh juga kau? Uzumaki Naruto?"kata Yahiko sambil menatap Naruto tajam. Ia masih berdiri di belakang dan tak bergerak sedikit pun, dan sebuah serangan masih belum berhenti begitu saja. Seperti tidak membiarkan Naruto untuk menghela napasnya.
"Kau terlalu sombong, aku baru permulaan. Sebentar lagi aku akan sedikit bersungguh-sungguh," ujar Naruto membelalak. Menanggapi perkataan berbau meremehkan dari mulut Yahiko, dan Pain berambut panjang menyerang lagi, kali ini, dia mengeluarkan sebuah pedang besar dari mulutnya. Pedang itu seperti milik Kisame namun berwarna hijau seperti lumut, berkali-kali pedang dihunuskan ke arah Naruto, tapi dengan mata sharingannya. Naruto dapat dengan mudah menghindari serangan berurutan tersebut, bukan bertahan saja Naruto juga mencoba menyerang namun keadaan aneh terjadi. satu pukulan pun tidak mengenai Ningendo Pain yang dari tadi menyerangnya secara brutal dan membabi buta.
Lalu Katsuyu datang dari balik jubah putih Naruto dan mengatakan semua yang ia ketahui. "Penglihatan mereka terhubung, jadi akan sangat sulit menyerang satu orang diantara mereka." Ucap Katsuyu.
"Begitukah? Informasi yang cukup membantu" ujar Naruto yang masih dalam keadaan terdesak.
"Aku belum mengetahui masing-masing kekuatan dari mereka, jadi aku akan segera mengidentifikasinya."
"Sudah saatnya aku mengeluarkan jutsu itu"
Naruto menangkis serangan pedang itu dengan kunai. Menghasilkan bunyi yang nyaring di telinga. Dan laki-laki berambut putih itu mundur ke belakang menjaga jarak dengan Ningendo Pain.
Naruto memasang wajah serius, matanya focus ke depan sambil bersiap membuat handseal di tangannya. Tiba-tiba saja langit biru berubah menjadi sedikit gelap, Yahiko Pain dan lainnya, mulai harap-harap cemas. Mereka melihat sekeliling dan tentu saja memandang ke angkasa, dimana sebuah lubang secara misterius muncul disana. lubang yang mirip dengan blackhole itu mengeluarkan sambaran-sambaran petir kecil.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Yahiko penasaran.
Sampai lubang itu mengecil dan menutup dengan cepat dan rapat, Seakan-akan itu hanya gertakan saja, namun ketika mereka melihat ke arah Naruto, betapa terkejutnya mereka melihat sebuah gumpalan hitam yang sudah melayang-layang di tangan Naruto yang ia angkat ke atas.
"Aku pikir ini lebih hebat daripada Rasenshuriken? Berbagai eksperimen telah aku lakukan, dan ini adalah eksperimen yang terbaik."
Bola hitam diselimuti oleh halilintar kecil itu terlihat seperti Bijuu-dama. Akan tetapi mungkin ini lebih kuat, Naruto menyirangai, Pain tersentak, ia gelisah akan keadaan tersebut. Sampai-sampai gelombang angin topan terbentuk atas bola hitam misterius tersebut, bola hitam itu berdiameter 10 meter. Tiupan angin kencang mulai dapat dirasakan oleh Sakura dan lainnya, butiran-butiran pasir mulai terangkat ke atas, kayu-kayu bekas reruntuhan rumah juga ikut serta berkocar-kacir tak menentu arah, mengikuti ritme angin yang dahsyat tersebut.
Ssshh!
"Ini kah kekuatanmu yang sebenarnya?" tanya Yahiko tanpa mencoba menghalangi debu yang masuk ke mata Rinnengannya dengan tangan. Ia masih menatap dingin Uzumaki Naruto.
"Berpikir ini adalah sebuah akhir dari Akatsuki adalah suatu hal yang mutlak bukan? sepertinya kau harus mencari seseorang yang lebih kuat darimu untuk mendatangiku sekali lagi, sayang sekali ya?. aku senang bisa bertarung dengan kalian," ujar Naruto sambil melepas bulatan hitam itu.
Dan pada saat itulah. Serangan yang belum dinamai itu, melesat cepat ke arah lima pain yang masih berdiri, mereka menatap serangan itu dengan tatapan dingin. Seolah tak takut akan kematian, namun mereka masih mencoba untuk bertahan dari serangan luar biasa mematikan tersebut. Gakido Pain, pria gempal dengan rambut yang diikat ke belakang itu, maju sendirian di depan, bersiap untuk menerima serangan itu.
Kedua tangannya maju sejajar, dan serangan itu telah mengenai tangannya. Pria itu focus untuk menyerap chakra luar biasa tersebut.
"Dia bisa menyerap jutsu? Jadi begitu kah? ini semakin menarik." Ucap Naruto sambil memandangi pemandangan yang menarik tersebut.
"Kau tahu? aku bisa menyerap ninjutsu apapun, termasuk jutsu tidak berguna milikmu ini."
"Heh? apa memang benar begitu? Coba perhatikan sekali lagi-" lugas Naruto.
Yahiko berkeringat, keringat gelisah keluar dari kulit pori-pori wajahnya. bulatan itu tak terserap sedikit pun, sampai bulatan besar itu meledak dengan dahsyatnya.
Duaaaaarrrr!
Ledakan keras menggelegar ke seluruh kawah Konohagakure, suara itu dapat terdengar oleh semua orang yang berada di sekitar tempat itu, bahkan ledakannya dapat dirasakan oleh Shikamaru, Sakura dan lainnya yang berkumpul di tepi kawah. Mereka terdorong dan terlempar….
. . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . .
"Kekuatan luar biasa apa ini?" tanya Sakura yang sudah bersembunyi di balik batu yang kokoh.
"Ini kekuatan Naruto, aku tidak tahu apa yang ia lakukan, tapi sebelum ledakan ini terjadi. aku melihat dengan Byakuganku, sebuah bulatan raksasa berwarna hitam yang terdapat di telapak tangannya."
"Bulatan hitam?"
"Iya, mungkin itulah yang menyebabkan ledakan sekeras ini."
"Sebenarnya apa itu?" pikir gadis berambut pink itu cemas. Berharap semuanya akan baik-baik saja. Karena semua ini menyangkut Naruto.
Ledakan itu telah berakhir, dan membuat kawah baru di dalam kawah sebelumnya, sehingga. Air mulai keluar dari dalam tanah yang sudah tergali berpuluh-puluh meter itu, air menggenangi permukaan tanah dengan cepat, sampai sudah menjadi seperti lautan kecil.
Semilir angin menghembus Naruto, mengangkat rambut putihnya, melayang-layang mengikuti arah angin. Ia masih menatap dingin bekas ledakan itu. yang sekarang ini berangsur-angsur menghilang ditelan oleh air dari dalam tanah.
"Dengan begini urusan beres, tinggal-" belum sempat melanjutkan kalimatnya, seseorang muncul dari dalam air dan mengagetkannya.
"Jadi kau masih hidup?" tanya Naruto lirih. Tatapannya seakan-akan tidak percaya dengan Yahiko yang masih bertahan setelah menerima serangan hebat itu. 'Seharusnya dia sudah mati-' Batinnya.
"Kekuatan yang luar biasa, darimana kau mendapatkan kekuatan itu? Uzumaki Naruto?" tanya Pain.
"Jika aku mengatakannya, mungkin serangan tadi akan menjadi tidak special lagi, heh? Tapi apa boleh buat. Tidak sepertimu, sebenarnya aku bukan Uzumaki Naruto." ucapan itu membuat Nagato terkaget, begitu juga Konan yang berdiri di sampingnya, mereka berdua masih bersembunyi di suatu tempat.
"Apa maksudmu?" tanya Pain yang masih tak mengerti maksud dari perkataan itu.
"Seorang sepertimu, tidak akan pernah mengerti. Kami melakukan pertukaran sementara, Naruto tahu bahwa dia bisa mengalahkan kalian tapi- dia belum yakin secara pasti, walaupun begitu serangan tadi hanya aku yang bisa melakukannya. Oleh sebab itulah dia menyerahkan alih tubuhnya kepadaku, karena semua ini hanya untuk membalaskan dendam Jiraiya, guru yang sangat dicintainya-"
"Meskipun begitu aku sangat senang, bisa menggunakan tubuh ini dengan leluasa, menghirup udara bebas yang tak terbatas. Hahaha… mungkin sebentar lagi, tubuh ini akan menjadi milikku" White tertawa terbahak-bahak saking senangnya dia karena diberi kesempatan oleh Naruto untuk menggunakan tubuhnya.
Sebelumnya mereka telah mengadakan suatu perjanjian.
Tempat Kurama, sebelum pertarungan melawan Pain.
'Kenapa aku ada disini?' pikir Naruto. melamun dalam ketenangan yang tiada batas, gemercik air terus menetes di tempat misterius itu, sambil berjalan tergopoh-gopoh ia melihat sesuatu yang dulu sudah biasa ia lihat, gerbang merah dengan segel Yondaime Hokage.
Namun di mata blue sapphirenya, ia melihat seseorang yang duduk di tengah gemercik air, lalu orang itu berdiri sambil memperlihatkan wajahnya kepada Naruto, "Selamat datang, Naruto." ujar White dengan senyum dinginnya.
"Kau kan? Orang yang waktu itu?" ucap Naruto. White mengangguk. dan tiba-tiba saja Kurama mengaum-ngaum seperti ingin berbicara kepada Naruto.
"Hey White! Bawalah bocah itu kesini, aku ingin sekali mencabik-cabiknya!" teriak Kurama menggelar, musang berekor Sembilan itu tahu caranya untuk menggertak Naruto.
"Tenang saja, kau akan baik-baik saja, Naruto, yah aku adalah orang yang dulu, orang yang telah memberimu Sharingan Shisui dan kejeniusan Itachi. Serta memberimu sikap yang berbeda dari dirimu biasa."
"Jadi kau yang-?"
"Heh kenapa kau terkejut sampai seperti itu? bukankah kau telah menyepakatinya denganku?"
Jika Naruto kembali ke tempat Kurama, maka dia akan menjadi sosok asli pada dirinya sebelumnya, tentu saja dengan rambut kuning dan sikap konyolnya. Tapi dia sudah mengadakan kesepakatan dengan White. Jadi dia tidak bisa merubah itu.
"Demi memenuhi ambisimu itu, aku akan memberimu apapun yang kaupinta, sebutkan saja. Aku akan melakukannya untukmu?" tanya White menawari bantuan kepala Naruto. Naruto terdiam sambil mengepal tangannya erat, dalam batinnya 'Jadi semua itu, semua yang telah aku lakukan adalah karena dia?'
"Kenapa kau mengatakan itu?"
Naruto terkejut, dia lupa bahwa White bisa membaca pikirannya karena pada dasarnya mereka sama. "Selama ini kaulah yang melakukan semua itu, tapi aku merubah sedikit sikapmu, memberimu kekuatan yang sudah sepantasnya menjadi milikmu, sehingga kau tidak merasa melakukan semua itu. jika saja kau masih dengan sikapmu yang dulu, aku pikir membalas dendam kematian Jiraiya-sensei akan menjadi sia-sia."
"Dan sekarang kau bisa Mode sennin ditambah dengan EMS Shisui, bukankah itu luar biasa? Aku pikir kau bisa mengalahkan mereka semua tanpa bantuanku."
"Kau benar, tapi untuk kali ini. aku ingin meminta bantuanmu, aku ingin kau membunuh Pain."
Sebuah kesempatan yang senilai dengan harga mati, tidak mungkin White menyia-nyiakan kesempatan itu, karena inilah langkah awal membuka tujuannya yang sebenarnya. Dia tersenyum dingin namun di dalam batinnya dia tersenyum licik.
"Tapi dengan syarat, setelah Pain mati, kembalilah ke tempat ini lagi, karena setelah ini. aku yang akan mengatur semuanya." ujar Naruto yang sepertinya tak punya pilihan lain lagi, karena ini adalah kesempatan emas untuk membunuh Pain, orang yang telah membunuh Jiraiya-sensei.
"Baiklah, aku mengerti, tentang teknik itu? bolehkah aku memakainya?" ucap White yang telah berjalan melewati Naruto.
"Jadi kau sudah tahu?" jawab Naruto sambil berbalik ke tempat White berdiri. White terlihat membelakangi Naruto.
"Aku mengetahui semua tentangmu Naruto, aku lihat kau belum bisa menyempurnakannya. Tapi aku pikir dengan sedikit sentuhanku, jutsu itu akan menjadi jutsu terhebat di alam semesta."
"Alam semesta? Dia bodoh atau apa?"
"Aku tidak bodoh Naruto-" ujar White yang telah meninggalkan tempat itu, suaranya terus menggema sampai terdengar oleh gendang telinga Naruto.
Tempat pertempuran. 14:00 pm.
White dan Yahiko masih berdiri di atas permukaan air, saling menatap satu sama lain. Nagato yang duduk di sebuah kursi robot di suatu tempat semakin bingung dengan keadaan ini. "Siapa dia sebenarnya? Bagaimana dia bisa mengalahkan kekuatan mata Rinnengan milikku ini," ujar Nagato yang masih dalam keadaan segar, meskipun begitu dia masih tidak bisa membayangkan bahwa kekuatan Naruto (White )setara dengannya atau bisa lebih kuat lagi.
Tempat pertempuran. 14.10 pm
"Namaku White, dan aku akan membunuhmu disini. jadi jangan sungkan-sungkan untuk mengeluarkan kekuatan terbaikmu…"
Yahiko berusaha tetap sabar sambil tetap menatapnya dengan sorot mata Rinnengan.
White terlihat memikirkan sesuatu, "Tidak salah lagi, aku tidak tahu itu kebetulan atau tidak, namun jutsu itu telah mendekati jutsu Ashura, menggunakan Mode sennin, Sharingan berwujud Mangekyou dan Rasengan secara bersamaan. pertama dengan mata sharingan aku bisa mengeluarkan sebuah blackhole besar memanfaatkan Kamui, dan dengan Mode sennin, aku menyerap seluruh energy alam yang berada di luar angkasa, yang notabene adalah tempat energy alam yang tak terbatas dan kemudian aku sempurnakan menggunakan Rasengan, mengumpulkan energy alam itu menjadi satu. Namun melihat ke belakang lagi, sesuatu seperti itu sangat mustahil dilakukan jika orang yang menggunakan jutsu ini terlalu lemah atau tubuhnya tidak bisa menopang besarnya kekuatan tersebut, dan dia mengetahui cara untuk menutupi semua kekurangan itu, menggunakanku sebagai pengguna pertama. Dasar Naruto, dia menciptakan sebuah jutsu yang diluar akal pikiran manusia, jika dibiarkan terus-menerus Naruto bisa lebih kuat dariku, suatu saat nanti."
Tempat Kurama. 14:30 pm.
"Dia berhasil menyempurnakan jutsu itu? yang benar saja. Seberapa besar kekuatannya? Dan –sebenarnya aku masih tidak percaya bahwa dia adalah diriku, jika dia adalah diriku yang sebenarnya? Kenapa dia bisa sekuat itu, dattebayou. Tapi sebentar lagi, aku akan membalaskan dendam kematian Jiraiya-sensei," senyum Naruto dalam kegelapan yang menyelimuti tempat Kurama, dia sedang duduk di sebuah kursi yang datang entah darimana, sambil menundukk memegangi kepala, serasa ingin pecah, ketika dia melihat Kurama.
"Kau, bocah! Aku tidak tahu apa yang kau lakukan menyuruh White untuk menggantikanmu, tapi. Sebentar lagi kau akan segera tamat! Dan aku bisa keluar dari sini hahaha.!" Tiba-tiba saja keheningan itu berubah menjadi suasana yang tidak terduga, Naruto mendongak ke wajah musang berekor Sembilan itu, dengan tatapan bingung, tidak tahu apa yang dia maksud.
"Sebenarnya apa maksudmu?"
"Cepat atau lambat kau akan tahu, Naruto." Kurama pun bersembunyi di kandangnya, kegelapan telah menelannya dalam-dalam. Naruto kembali menunduk mengamati percikan air yang tidak tahu berasal darimana, di dalam pikirannya. Ia sudah tidak tahu, apa yang akan ia lakukan setelah ini berakhir.
Dan suatu kata yang terlontar dari mulut White saat pertama kali datang di Konohagakure teringat kembali di dalam otaknya. 'vice?'
"Yang berarti- masih ada Akatsuki yang tersisa."
Naruto terdiam sejenak.
"Jadi belum berakhir kah?" ucapnya menyeringai.
Tempat pertarungan. 14:40 pm.
White dan Yahiko berbincang-bincang sangat lama, sepertinya Yahiko ingin mencari informasi dibandingkan menyelesaikan pertarungan ini, dan White, jutsru sebaliknya. Dia ingin membunuh Yahiko secepat mungkin dan menemukan pengendali yang sebenarnya. "Melihatmu mempunyai enam wujud berbentuk manusia menunjukkan bahwa kau seorang pengecut, bersembunyi di tempat dimana aku tidak mengetahuinya."
"Apa kau bilang?" di tempat persembunyian. Nagato mulai terpancing, sampai amarahnya meluap. Dan Yahiko berlari ke arah White.
"Aku akan segera membunuhmu!" teriak Yahiko. White tersenyum tenang, Yahiko telah berada dalam jangkauannya, namun pria berambut jingga itu, langsung menyerangnya dengan Shinrai Tensei, membuat dorongan dewa yang menggubah White terhempas ke air dan memantul-mantul di permukaan sampai White tercebur ke dalam air.
"Shinrai Tensei kah?, sepertinya aku juga akan serius." White mulai menghisap air itu ke dalam mulutnya, dan ia menyemburkannya secara cepat dan telaten. Menghasilkan sebuah peluru-peluru air yang muncul dari dalam air tersebut, Yahiko yang berdiri di permukaan berusaha menghindari serangan-serangan itu. beberapa kali ia hampir terkena, sambil melayang ia meloncat ke belakang. dimana sebuah setapak tanah masih bercokol di permukaan air.
Yahiko melihat-lihat sekelilingnya, dan secara tiba-tiba tanah yang ia pijak retak dengan sendirinya.
Krrttkk-Krrttkk
Yahiko yang menyadari itu langsung meloncat ke atas, White muncul dari permukaan dan mengincar tubuh Yahiko. White bersiap menghunuskan sebuah kunai miliknya, akan tetap lagi-lagi. "Shinrai Tensei!" White terlempar jauh dari posisinya namun berbeda dengan sebelumnya. Ia tidak tercebur di air melainkan mendarat dan berdiri di atas permukaan air.
"Shinrai Tense, sangat merepotkan. Dalam kondisi ini, dia masih sangat segar. Tapi keadaanku berbanding terbalik, jika aku mengeluarkan jutsu-jutsuku yang sebenarnya. Naruto pasti akan meragukanku."
Di suatu tempat, Nagato membuat handseal di tangannya. "Mata Rinnengan adalah mata legenda yang hanya dimiliki oleh Rikudou-sennin, dan mata ini bisa digunakan secara fleksibel, meskipun boneka-boneka yang telah aku kendalikan sudah kalah, tapi kekuatan mereka masih dapat aku satukan kembali menjadi satu, dan kondisiku yang dalam keadaan sangat baik ini, memungkinkanku untuk melakukannya."
Pria berambut merah tua itu pun menggabungkan telapak tangannya, bersamaan dengan itu. Yahiko juga menggabungkan telapak tangannya. "Ya!"
Permukaan air mulai bergelombang, sedikit demi sedikit, perlahan namun pasti. Dan keadaan itu berangsur terus menerus sampai White terombang-ambing di permukaan air. "Dia bersungguh-sungguh?"
"Dan kali ini, aku akan mengakhiri semuanya. untuk mewujudkan kedamaian yang sebenarnya!" teriaknya membahana, dan Yahiko bergerak dengan sangat cepat. Seperti bermain sky di permukaan air, ia menembakkan sebuah chakra cerah berwarna merah, menggunakan tangannya berulang kali. White pun menghindar dan menghindar. Dan ia mulai menyeimbangkan gerakannya terhadap gerakan cepat Yahiko, membuat pertarungan itu berlangsung semakin menarik.
Tidak kalah dengan Yahiko, White juga menembakkan sesuatu dari mulutnya, sebuah bulatan berwarna biru terlempar seperti per yang lepas. Bulatan-bulatan itu meluncur mengincar target sasaran, namun Yahiko juga menghindar sambil menembakkan chakra cerah, dan itu berlangsung cukup lama. Sampai mereka berdua semakin dekat, semakin dekat dan akhirnya. Mereka saling memukul satu sama lain, pukulan keras itu dapat ditangkis oleh masing-masing dari mereka berdua.
Pugh Pugh.
"Apakah kau benar-benar serius ingin melawanku, Yahiko?"
"Tentu saja. Karena di dalam tubuhmu itu terdapat sebuah kedamaian."
To be continue
Chapter 11 END
N/A: White mulai bergerak, apakah yang akan terjadi di chapter berikutnya? penasaran? tunggu chapter selanjutnya.
Tolong berikan tanggapan kalian mengenai chapter ini... aku menunggu review kalian. baiklah sampai jumpa minggu depan, see you next week!
Yoshino Tada.
