Title : Love Is Hurt

Part : 11/12

Cast : Donghae, Eunhyuk, Jessica, Kangin, Leeteuk, etc

Rated : T semi M
Genre : Romance, Family, AU, Mpreg, YAOI.

Author : Kartika2412

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo(s) bertebaran, Gaje, Alur membosankan, OOC besar-besaran. Mpreg.

Summary: "Apakah kata "Benci menjadi cinta" akan berlaku untukku?"

Don't Like Don't Read !

-1 minggu kemudian-

Donghae menggenggam tangan Eunhyuk erat seolah takut kehilangan. Namun Donghae tetap menggenggam dengan lembut karena tidak ingin kembali menyakiti malaikatnya.

Donghae terlihat kacau. Terlihat dari kantung mata yang sangat jelas diwajahnya. Memang selama Eunhyuk koma Donghae hampir tidak pulang kerumah. Karena selain menjaga Eunhyuk, Donghae juga harus selalu memeriksa keadaan anaknya yang harus terlahir secara premature karena kecelakaan tersebut yang hampir merebut malaikatnya. Walau Kangin dan Leeteuk sering berkunjung, mereka tidak pernah menginap karena Donghae selalu bersikeras menjaga Eunhyuk dan anak mereka seorang diri.

Donghae merasa dirinya semakin terlihat seperti seorang bajingan. Bahkan Kyuhyun terus saja mengatakan itu berulang kali terhdapnya. Lihat betapa kacaunya keadaanya saat ini hanya karena Eunhyuk. Sedangkan dulu dirinyalah yang selalu mebuang Eunhyuk dan menggapnya tidak ada dalam kehidupannya. Oh, betapa munafiknya dirimu Lee Donghae!

.

"Jangan harap aku akan mencintaimu!"

"Bukan urusanku, kau merusak selera makanku!"

.

Sekilas bayangan masa lalu dirinya yang selalu menyakiti Eunhyuk dengan kata-katanya itu. Mata Donghae memerah, dia tidak sanggup bila harus mengingat kembali dirinya yang selalu menyakiti malaikatnya.

Mata Donghae melirik kearah jam yang bertengger dengan manis di dinding putih tersebut. matana membulat ketika melihat jarum menunjukan pukul 10 pagi.

"Maaf, tapi aku harus mengecek anak kita. Cepatlah sadar!" ujar Donghae kemudian mencium kening Eunhyuk cukup lama.

.

.

Donghae berjalan keruangan yang sudah dihafalnya. Dia tersenyum ketika melihat anaknya yang hanya tertidur. Donghae mencuci tangan, mengganti alas kakinya dengan sandal khusus dan mengambil baju steril yang sudah disediakan pihak rumah sakit ketika memasuki ruang anaknya. Bagaimanapun dia harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan Rumah Sakit.

Donghae memasukan tangannya lewat lubang yang memang tersedia di incubator tersebut. Donghae mengelus pipi anaknya pelan. Sangat pelan sekan takut melukai anaknya. Donghae tersenyum ketika melihat anaknya sedikit menggerakan kepalanya.

"Apa kau membenci appa-mu ini? Lihat bahkan appa membuat eomma-mu hanya bisa terbaring dengan menutupkan mata," ujar Donghae lirih.

Perlahan bayi tersebut membuka matanya. Donghae hanya meringis ketika melihat mata polos anaknya yang menatapnya. Mata itu! Tatapan itu sama persis seperti Eunhyuk.

"Kau sangat mirip dengan eomma-mu," gumam Donghae.

Donghae kembali menegelus pipi anaknya. Dia memukul kepalanya menggunakan tangan satunya, meruntuki kebodohanya. Bahkan dia sampai lupa untuk memberi nama anakna sendiri.

"Minho. Nama itu sangat cocok denganmu!" ujar Donghae sembari tersenyum dan sebuah keajaiban karena Minho juga ikut tersenyum memperihatkan gusi-gusinya.

:::HaeHyuk:::

Sudah 2 bulan dari kejadian tersebut namun tidak ada sedikitpun perkembangan dari Eunhyuk. Keadaannya masih tetap sama seperti semula. Walaupun selang tersongkong kemulutnya sebagai jalan untuk makanannya, tetap saja tubuh Eunhyuk semakin kurus terlihat dari pipinya yang semakin tirus dan kulitnya yang semakin memucat.

Ruangan tersebut hanya terdapat Eunhyuk yang bebaring. Donghae? Salahkan Leeteuk yang memaksanya pulang untuk istirahat. Sedangkan Leeteuk sekarang sedang berada diruang rawat Minho.

Perlahan pintu ruang rawat tersebut terbuka. Menampilkan sosok tampan Donghae dengan penampilan sedikit lebih segar yang tersenyum ketika memasuki ruangan tersebut. Donghae menggenggam sebuket bunga mawar ditangannya dan menaruhnya dimeja yang berada disamping ranjang rawat Eunhyuk.

"Baby, kapan kau akan membuka matamu? Lihat mawar ini cantik bukan? Sama sepertimu," ujar Donghae kemudian mencium kening Eunhyuk cukup lama, baru setelah itu dia mendudukan dirinya.

"Maaf! Semua ini salahku. Saat kau sadar kau boleh memakiku dan memukulku. Tapi apa kau akan memaafkanku?" tanya Donghae ragu.

"Baby, apa kau tidak ingin melihat Minho? Kau tau, keadannya semakin membaik. Apa kau tidak ingin menggendongnya?" ujar Donghae yang tidak mendapatkan balasan.

"Kau bahkan selalu berdoa untuknya? Kau bahkan selalu menunggu kehadiarannya bukan? Dan kau takut aku akan mengacuhkannya ketika dia lahir?" ujar Donghae mengecilkan suaranya.

"Lihat bahkan aku selalu mengelus pipinya yang lembut. Dia sangat mirip denganmu. Tatapan yang sangat polos, sangat indah. Apa kau masih ingin berdiam disini?" ujar Donghae lagi kembali bercerita yang hanya dibalas dengan suara mesin yang terdengar teratur.

Perlahan pintu terbuka dan menampilakan sosok Dokter Jung yang menangani Eunhyuk. Dokter Jung memeriksa keadaan Eunhyuk dan Donghae hanya bisa diam melihat Eunhyuk yang diperiksa.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Donghae.

"Keadaanya masih sama seperti sebelumnya," ujar Dokter Jung. Donghae hanya menundukan kepalanya kembali rasa bersalah menyeruak dalam hatinya.

"Saya hanya memberitahu bahwa anak anda sudah bisa keluar dari incubator. Dan Ny. Kim berpesan bahwa anda harus segera kesana sekarang," ujar dokter terebut.

Donghae tersenyum mendengar pemberitahuan dokter tersebut. Donghae membungkukan badannya kearah dokter tersebut sebelum dokter tersebut keluar dari ruang rawat Eunhyuk.

Donghae menghadap kearah Eunhyuk dan menatap wajah Eunhyuk lalu mengelus pipi Eunhyuk.

"Kau dengar, Minho sudah boleh keluar dari incubator. Apa kau tidak ingin melihatnya dan menggendongnya?" tanya Donghae tidak bisa menyembunyikan senyumnya, walau sebagian hatinya masih terasa hampa karena Eunhyuk masih belum membukan matanya.

Donghae mencium kening Eunhyuk. Jangan heran karena ini adalah kebiasaan yang Donghae lakukan dan dia sukai, "maaf meninggalkanmu sendiri. Aku harus melihat anak kita," ujar Donghae kemudian keluar dari ruangan tersebut.

.

.

Donghae memasuki ruang rawat Minho. Leeteuk hanya tersenyum melihat kedatangan Donghae, walau sorot matanya memancarkan kelelahan.

Donghae menghampiri Leeteuk yang menggendong Minho. Donghae tersenyum dan mencium pipi Minho.

"Selamat datang Minho," ujar Donghae dengan mata memanas dan air mata bahagia tidak dapat dia sembunyikan. Leeteuk yang melihat kejadian itu hanya bisa tersenyum walau dirinya sedang menangis.

:::HaeHyuk:::

Donghae memasuki ruang rawat Eunhyuk dengan menggendong Minho yang mengemut lengannya. Donghae hanya tersenyum simpul melihat kelakuan anaknya. Seperti biasanya Donghae langsung mencium kening Eunhyuk cukup lama. Minho menaruh Minho tepat disebelah Eunhyuk. Memang ranjang Eunhyuk cukup besar sehingga cukup untuk Minho yang masih 2 ½ bulan itu.

Minho hanya diam sembari mengerjapkan mata bulatnya itu sembari mengemut tangannya sendiri. Donghae yang gemas hanya mengelus kepala Minho.

"Baby, maaf aku jarang mengunjungimu! Kau tau? Tidak baik membawa anak bayi berlama-lama di rumah sakit," ujar Donghae memulai cerita.

"Apa kau tidak ingin memeluk anak kita? Lihat bahkan dia sekarang sangat sehat. Kapan kau akan membuka matamu?" tanya Donghae dengan nada lirihnya dan matanya memanas.

"Kau tidak ingin menggendongnya? Lihat, aku menjadi appa yang baik untuknya," ujar Donghae dengan terkekeh walau terlihat matanya memerah.

"Aku bahkan sekarang bisa mengganti popoknya, membut susu, dan menceritakan segala hal tentang dirimu. Aku yakin dia sangat bangga memiliki eomma sepertimu baby," ujar Donghae dengan mengelus pipi Eunhyuk.

Minho mengeluarkan tangannya dari mulutnya. Dia memutar arah pandangannya yang sedari tadi hanya melihat appa-nya yang bersedih kemudian mengalihkan arah pandangannya.

Minho menatap Eunhyuk lama, perlahan Minho mulai menangis. Tangisannya semakin lama semakin kencang dan Donghae dengan cepat menggendong Minho.

"Ada apa? Apa kau merasa sedih melihat eomma-mu dalam keadaan seperti itu?" tanya Donghae. Minho masih terus menangis dan membuat Donghae bingung.

"Baby, aku pergi sebentar. Cepatlah sembuh," ujar Donghae kembali mencium kening Eunhyuk dan berjalan keluar dari ruang rawat Eunhyuk kearah taman.

Tanpa Donghae ketahui dan tanpa seorangpun tahu. Eunhyuk yang masih terpejam meneteskan air matanya.

:::HaeHyuk:::

Terdengar dari dalam rumah, Minho menangis. Membuat Donghae menggendongnya dan berusaha menghibur Minho dengan segara cara namun gagal dilakukannya karena Minho belum mengerti dengan semua itu.

Donghae mengehela nafas frustasi. Matanya menelusuri sekeliling kamar tersebut, matanya membulat ketika melihat sudah menunjukan pukul 8 malam.

Donghae memukul kepalanya sendiri, "bodoh kau! Jelas dia menangis. Kau lupa memberikan susu untuknya!" ujar Donghae.

Donghae kembali menaruh Minho di ranjangnya kemudian berlari kearah dapur kemudian membuat susu untuk Minho. Donghae itu orang yang pekerja keras dan mandiri sedari kecil. Sehingga hampir semua perkejaan semua bisa dia lakukan. Karena semenjak insiden kehilangan orang tauanya dialah yang bertanggun jawab atas dirinya dan Jessica. Jadi dia harus bisa melakukann semuanya sendiri. Walau awalnya Donghae terlihat sedikit kaku dalam hal mengurus bayi.

.

.

Susu yang dibuat Donghae sudah dihabiskan oleh Minho, namun Minho tetap terjaga. Donghae ikut berbaring tepat disamping Minho.

Donghae menunjukan foto Eunhyuk dengan pose bibir yang dipoutkan dan mata yang berkaca-kaca. Donghae tersenyum dan meringis dalam hati melihat foto tersebut. Foto yang dia curi dari ponsel Eunhyuk tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Minho yang sedari tadi mengemut tangannya menghentikan kegiatannya ketika matanya menangkap cahaya dari ponsel appanya.

Tangan kecil Minho berusaha mengambil ponsel Donghae. Dan Donghae yang melihat kelakukan anaknya hanya tersenyum dan mendekatkan ponselnya kearah Minho. Ponsel tersebut terjatuh ketika Minho berusaha mengambilnya dan membuatnya menangis.

Donghae dengan segera mengambil ponsel tersebut dan meunjukannya kembali ke Minho dan Minho menghentikan tangisannya. Sepertinya Minho menyukai wajah ibunya.

"Kau lihat! Lihat eomma-mu sangat cantik bukan?" tanya Donghae dengan mata yang enatah kenapa memerah.

"Kau harus berjanji dengan appa. Kau harus menjaganya ketika kau besar. Jangan sampai kau melukai eomma-mu sedikitpun," ujar Donghae.

Ya, katakana Donghae lemah. Karena matanya akan selalu memanas ketika mengingat Eunhyuk. Ditambah lagi Eunhyuk belum sadarkan diri selama hampir 3 bulan. Donghae menyesal, bahkan sangat menyesal. Setiap malam Donghae berdoa untuk kesembuhan Eunhyuk. Bahkan dia juga terlihat menangis disetiap doa'nya.

Jessica tersenyum walau air matanya turun dari kedua bola mata indahnya. Dia sangat terharu melihat kejadian selama ini. Selama ini Jessica memantau semua keadaan.

Jessica memang sempat mengutuk bahkan membenci Donghae kerena membuat Eunhyuk koma. Namun perjuangan Donghae selama hampir 3 bulan dengan selalu mengunjungi Eunhyuk, berdoa, selalu bercerita tentang segala hal selama Eunhyuk koma walau tidak mendapat balasan. Bahkan Donghae sempat drop ketika Kangin yang kembali menyuruhnya untuk menceraikan Eunhyuk dan kembali berniat membawa Eunhyuk ke Paris dengan alasan pengobatan disana sagat bagus. Donghae bahkan rela sujud dibawah kaki Kangin. Donghae bahkan hampir mencium kaki Kangin, namun Leeteuk yang melihat ketulusan Donghae akhirnya luluh. Dalam keadaan drop itu, tangisan Minho lah yang menyadarkan semuanya. Menyadarkan pikiran Donghae yang sudah sampai batasnya.

.

.

Jessica berada diruang rawat Eunhyuk. Dia hanya menatap Eunhyuk sendu.

"Oppa, apa kau tidak bosan dengan tidurmu?" tanya Jessica lirih.

"Oppa, semua mimpimu menjadi kenyataan. Lihat, bahkan Hae oppa sangat menyayanginya. Kau dulu hanya berharap pengakuan atas dirinya saja bukan? Bahkan kau mendapatkan lebih!" lanjut Jessica.

"Oppa, apa kau tidak ingin kembali? Lihat, Minho sangat membutuhkanmu. Dia masih sangat kecil. Apa kau tega membiarkan anakmu itu? Apa kau tidak ingin melihat dan menggendongnya.."

"..Oppa, cepatlah kembali. Mereka menunggumu!" ujar Jessica.

Bagai sebuah de javu, Eunhyuk dengan mata yang masih terpejam kembali meneteskan air matanya. Jessica yang melihat itu tersenyum.

Jessica menghapus air mata Eunhyuk, "aku tau kau mendengar semua itu. Cepatlah kembali!" ujar Jessica kemudian mencium pipi Eunhyuk sekilas.

::HaeHyuk:::

Jessica ternyum manis kearah sosok berbaju putih yang menatapnya dengan tatapan garang.

"Annyeonghaseo," ujar Jessica tersenyum ramah.

"Kau! Berani sekali kau menghampiriku Jessica Jung!"

"Kenapa tanggapanmu seperti itu?"

"Kembalilah ke taman jiwa Jessica!"

"Tidak akan!"

"Kau sudah berjanji denganku akan kembali. Sekarang kembalilah," ujar Changmin.

"Tidak!"

"Tidak perlu berkelit denganku. Cepat katakana apa maumu!" ujar namja satunya lagi yang bernama Yunho.

Jessica tersenyum, "kau memang dewa yang sangat hebat!" puji Jessica, "beritahu-ku kemana jiwa orang-orang sebelum mereka meninggal?" tanya Jessica to the point.

Yunho menyeringai, "kau pikir aku bodoh, dengan gampangnya memberitahu dirimu? Sedangkan kau adalah arwah yang sempat membuat kacau taman jiwa!"

Jessica balas tersenyum meremehkan, "aku tau kau tidak akan memberitahuku dengan gratis!" ujarnya memajukan langkahnya, "kita buat sebuah perjanjian!" ujar Jessica final dan hanya dibalas dengan senyum dari kedua dewa tampan tersebut.

:::HaeHyuk::

Seperti hari sebelum-sebelumnya. Donghae datang dengan membawa bunga. Hari ini Donghae sengaja tidak membawa Minho karena dokter yang melarangnya. Karena Minho adalah bayi yang terlahir secara premature sehingga membuat kondisinya kadang bisa memburuk.

"Selamat pagi, baby!" ujar Donghae setelah mencium kening Eunhyuk seperti biasanya.

Donghae mengelus rambut Eunhyuk yang tetap terasa lembut, "kau tau? Minho menangis saat aku mengatakan ingin menemuimu tanpa mengajaknya. Lihat, bahkan umurnya baru 3 bulan.."

"...tapi seolah dia mengetahui semua yang aku bicarakan. Bahkan dia hanya bisa terlelap setelah melihat wajahmu-foto-," ujar Donghae terkekeh pelan.

Donghae kemudian mendudukan dirinya dan menggenggam tangan Eunhyuk, "Baby, kau tidak lelah dengan tidurmu? Apa kau ingin menghukumku dengan cara seperti ini? Kau boleh –tidak- kau memang harus membenciku.."

"..tapi kembalilah demi Minho demi anak kita!" ujar Donghae dengan air mata yang menggenang dan kembali mencium kening Eunhyuk. Matanya terpejam dan air matanya turun secara perlahan namun Donghae masih setia menggenggam tangan Eunhyuk.

Kembali keajaiban datang. Eunhyuk ikut menangis dalam tidurnya. Keajaiban semakin besar ketika secara perlahan namun pasti Eunhyuk mulai menggerakan tanggannya.

[TBC/DELETE]

Thank's buat semua yang review, mian tidak bales satu-satu. But, review again please~ Maaf sangat gak jelas, karena ini Chap ancur -_-

Maaf ya kalo kalian gk dapet feel bacanya~ karena Kha juga bikinnya udh gk dapet feel #plak

Akhirnya Kha libur 3 hari^^ jadi bisa ngetik~

Kalo FF ini tembus review 500 #ngarep Kha bakal semangat ngetik Chap depan alian Chap terakhir^^ #tebarMawar

Kalo keburu Kha bakal gunain 3 hari buat ngeremake FF/ngetik semua utang FF Kha dri ada yg request~

Kontak:

FB: atau Kartika Polaris Elf (FB Kha ada 2^^)

Twitter: Kartika2412

Silent Reader = END STORY^^

HaeHyuk Aegya 이카희