Mungkin Chapter ini adalah Chapter paling pendek yang pernah Jangmi posting. Sebenernya chapter ini udah jadi sebelum Jangmi posting chapter 10. Sengaja mau buat readers penasaran.. Eh, malah banyak yang kecewa yaa..
Jangmi ga bermaksud apa-apa kok.. ini sekedar imajinasi Jangmi.. Pemeran dalam FIKSI ini hanya Jangmi pinjam namanya.. Bukan maksud menyinggung EXOTIC, CASSIE ataupun ELF.. Jangmi nggak nyangka beberapa readers sebegitu seriusnya menganggap FF ini real.. Jangmi rasa, walaupun pemerannya diganti, mungkin fanbase yang lain akan marah juga? Ataukah Jangmi harus pakai nama yang nggak familiar di telinga readers?
OKE, hal ini akan jadi pelajaran buat Jangmi untuk hati-hati juga dalam membuat cerita maupun menyantumkan pemeran.. Mianhaeyo readers.. T.T
Jangmi merasa bersalah pada readers yang kecewa.. makanya agak BadMood untuk nerusin cerita ini. Tapi walaupun apa kata readers.. Jangmi udah bertekad bakalan namatin cerita ini..
Mianhaeyo readers.. terutama YunJae shippers.. Jeongmal Mianhaeyo.. Jangmi juga YunJae shippers ko.. T.T *deep deep deep bow
*untuk chapter selanjutnya.. Jangmi mengumpulkan mood dulu ne..
HAPPY OR UNHAPPY READING..
Chapter 11
"Ugghhhh… sebentar lagi Jae.. aku akan mengeluarkannya sebentar lagihh,, ahhhh.."
"Andwee Kris..hiks.. jebal.. jangan keluarkan di dalam…hiks.." isak Jaejoong. Mata Jaejoong kemudian membulat ketika merasakan Junior Kris yang membesar dalam vaginanya.
"Andwwweeeee.. Krisssssss…."
"Jaeeeeeehhhh…."
SRET
BUAAAAGHHHHHH…
Badan Kris ditarik menjauhi Jaejoong tepat saat ia akan mencapai puncaknya. Tubuhnya terlempar ke lantai, akibatnya, spermanya berhamburan menciprati seluruh ruangan, termasuk orang yang menarik dan memukulnya barusan. Ia mendongak, menatap orang yang baru saja memukulnya itu dengan tatapan terkejut dan marah.
###
"Chun, tidak bisakah kau lebih cepat? Perasaanku sudah makin tidak enak" cecar Yunho pada orang di sampingnya yang sedang fokus menyetir.
"Bisakah kau tidak mengganggu konsentrasiku Yun? Kau tidak lihat kecepatan kita sekarang?" tukas Yoochun sengit. Pasalnya, dari tadi Yunho selalu mengoceh, membuyarkan konsentrasinya. Padahal ia melaju dengan kecepatan hampir 140km/jam di jalan yang dapat dibilang cukup ramai. Ia butuh konsentrasi lebih untuk mengendalikan mobilnya.
Yunho memandang jalanan dengan cemas dan mulai mengacak-acak rambutnya kemudian menghela napas panjang. Dadanya terasa sesak sekali. Perasaannya benar-benar tidak enak. Yunho mencoba menenangkan dirinya sendiri, ia menengok Jungmo di jok belakang yang dari tadi diam saja dari kaca spion dalam.
"Sejak kapan kau tahu aku adalah Yunho?"
"Sejak konferensi pers kalian minggu lalu" jawab Jungmo singkat setelah menarik nafas panjang. Ia menatap ke luar jendela mobil sambil menjawab. Yunho mengangguk-angguk mengerti. Yoochun hanya mendengarkan mereka sambil tetap berkonsentrasi.
"Kenapa kau mau membantuku mencari Jaejoong?" tanya Yunho lagi.
"Sebenarnya aku tidak mau.." ujar Jungmo. Tangannya terkepal di samping tubuhnya dan kemudian melanjutkan.
"Tapi aku tidak punya kekuatan untuk menolong Jaejoong. Lagipula setelah anak buah Kris memukulku, aku jadi tahu seperti apa orang itu. Selama 2 minggu belakangan ini, aku berfikir mungkin bersamamu adalah hal yang terbaik untuk Jaejoong. Walaupun aku akui caraku salah.. tapi aku benar-benar mencintai Jaejoong dan tak pernah berniat menyakitinya.. Tapi kalau Kris, aku tidak yakin.." ujar Jungmo.
Yunho terkejut mendengar penuturan Jungmo. Ia tidak menduga berandalan seperti Jungmo benar-benar mencintai Jaejoong. Ia kira, Jungmo hanya mengincar tubuh Jaejoong. Selama ini ia benar-benar telah salah sangka.
"Ne Siwon hyung.." Yoochun mengangkat ponselnya yang bergetar.
"..."
"Kami sebentar lagi sampai di jalan yang diberitahukan Jungmo.."
"..."
"Apa? Kau sudah di depan rumahnya?"
"..."
"Baiklah.. sampai nanti hyung.." Yoochun meletakkan kembali ponselnya di saku celananya kemudian menoleh ke arah Yunho.
"Siwon hyung dan anak buahnya sudah sampai di dekat kediaman Kris berdasarkan alamat yang disampaikan Jungmo tadi, sepertinya benar apa yang dikatakan Jungmo, rumah itu banyak penjaganya. Mereka menunggu kita" ujar Yoochun. Rahang Yunho mengeras, ia mengepalkan tangannya kuat, tidak menjawab satu patah katapun.
"Jungmo, apakah kau ikut ke dalam bersama kami? Atau kau mau pulang saja? Aku tahu lukamu belum sembuh benar.." tanya Yoochun pada Jungmo.
"Aku tidak apa-apa.. aku ikut bersama kalian.." ujar Jungmo tegas.
"Baiklah.."
###
Satu blok sebelum kediaman Kris, Siwon dan anak buahnya telah menunggu kedatangan Yunho dan Yoochun. Sebelumnya Siwon telah memerintahkan beberapa anak buahnya untuk melihat keadaan. Menurut anak buahnya, ada beberapa orang yang menjaga tempat itu, sekitar 15 orang. Sedangkan Siwon membawa 20 orang anak buahnya yang terlatih. 'Mungkin Kris mengira dia akan menghadapi 1 orang saja, yaitu Yunho' pikirnya. Ketika ia mendapat telpon dari Yoochun, ia marah sekali dan tak habis pikir ada yang berani menyentuh salah satu anggota keluarganya, apalagi menyangkut adik kesayangan satu-satunya itu dan Jaejoong telah dianggapnya sebagai anggota keluarganya. Baru kemudian ia menyadari bahwa tidak ada orang yang mengenal Yunho sebagai adiknya maupun salah satu anggota keluarga Jung yang terhormat. 'Cih, kau tidak tahu berurusan dengan siapa..' ujarnya dalam hati sambil menyeringai kejam.
Lampu mobil menyilaukan pandangan Siwon. Ia melihat Yunho turun dari mobil tersebut disusul oleh Yoochun dan seorang yang tidak dikenalnya. Tapi dia tidak peduli, sekarang bukan saatnya untuk ajang perkenalan. Urusan Jaejoong lebih. mendesak.
Yunho menghampiri Siwon dengan raut cemas. Siwon adalah kakak yang benar-benar bisa diandalkannya dalam situasi apapun. Ia menyapa Siwon dan memeluknya singkat.
"Hyung.. gomawo.."
"Kau ini apa-apaan.. memangnya aku siapa?"
"Sajangnim..." sapa salah seorang anak buah Siwon pada Yunho sambil membungkukkan diri 90 derajat.
"Hai TOP.. lama tak berjumpa.." ujar Yunho.
Jungmo yang sejak tadi sudah terkejut dengan orang-orang bawaan Siwon yang semuanya berpakaian setelan formal jas hitam dan terlihat sangat kuat semakin terkejut ketika salah seorang dari mereka memanggil Yunho dengan sebutan Sajangnim. Ini seakan membuktikan spekulasinya bahwa Yunho benar-benar berhubungan dengan anggota mafia. Dia semakin meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak lagi berurusan dengan Jaejoong maupun Yunho. Dia tidak sebodoh itu. Ia menoleh ke arah Siwon yang memakai pakaian casual dan memicingkan matanya. Sepertinya ia pernah melihat orang itu, tapi ia tidak berhasil mengingatnya. Otaknya benar-benar sedang kacau hari ini.
"Jadi bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Yoochun.
Orang yang tadi dipanggil TOP pun segera menjelaskan situasinya pada Yunho, Yoochun dan juga Jungmo. Mereka kemudian membagi-bagi tugas mereka. Mereka akan menyerbu dari seluruh penjuru rumah itu secara terang-terangan. Sedangkan Yunho dan Yoochun akan fokus mencari Jaejoong.
###
Setidaknya sejauh ini mereka berhasil menerobos rumah Kris tanpa ada yang terluka. Anak buah Kris ternyata tidak cukup tangguh untuk menandingi anak buah Siwon walaupun memerlukan waktu yang cukup lama untuk menumbangkan mereka. Segera setelah masuk, Yunho menemukan kamar Kris. Dua penjaga yang berada di depan pintu kamar Kris sedang ditangani oleh Yoochun dan Jungmo. Tanpa menunggu lagi, Yunho segera memasuki kamar tersebut yang ternyata sama sekali tidak dikunci. Mungkin Kris merasa bodyguardnya saja sudah cukup.
Yunho merasa bisa membunuh siapapun juga yang menghalanginya ketika melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Kris sedang menunggangi BooJaenya tepat di hadapannya. Tanpa pikir panjang ia langsung menarik tubuh Kris dan memukulnya dengan amat keras.
SRET
BUAAAAGHHHHHH…
Tubuhnya terlempar ke lantai, spermanya berhamburan menciprati seluruh ruangan, termasuk Yunho yang memandang jijik dan marah padanya. Kris mendongak, menatap orang yang baru saja memukulnya itu dengan tatapan terkejut dan marah. Yunho menghampirinya lagi dan memukulnya bertubi-tubi sekuat tenaganya. Entah karena masih shock dengan keadaan Yunho ataupun tidak kuat melawan kemarahan orang di depannya, Kris seakan pasrah saja menerima pukulan-pukulan tersebut.
BUAAAGHHHH.. BUAAAGGHHHH..
DAAAAAKKKK.. BUUUUUKKKKK..
Yunho berhenti kehabisan tenaga. Napasnya tersenggal-senggal. Ia memperhatikan tubuh Kris yang sudah tidak berdaya tergeletak di lantai. Tubuhnya lebam-lebam karena pukulan Yunho, bibir dan beberapa bagian tubuhnya juga mengeluarkan darah. Melihat Kris yang sudah lemah, Yunho menghampiri BooJaenya yang masih terisak. Ia menatap sedih tubuh telanjang BooJaenya yang gemetar. Ia mendekati Jaejoong dan membuka ikatan pada tangannya. Akan tetapi ketika ia menyentuh lengan Jaejoong untuk menenangkannya, yang terjadi selanjutnya benar-benar di luar dugaannya. Jaejoong menghempaskan tangannya, duduk menjauhi Yunho dengan tergesa seraya menarik selimut menutupi tubuhnya dan menatap Yunho garang. Air mata masih mengalir di kedua doe eyes-nya. Yunho bisa melihat ketakutan yang nyata pada kedua doe eyes indah itu. Ia memandang Jaejoong sedih, hatinya seperti tertusuk ribuan pedang saat melihat Jaejoong seperti ini.
"Boo.. ini aku.. Yunho.." ucap Yunho pelan sambil menatap dalam mata Jaejoong. Jaejoong masih menatapnya, tapi Yunho dapat melihat pancaran ketakutan itu mulai memudar.
"Yunn.. Yunniee?" lirih Jaejoong. Matanya mengerjap, membuat beberapa bulir air mata kembali terjatuh ke pipinya.
"Ne Boo.. ini aku.." ujar Yunho lembut sambil mengulurkan kedua tangannya, mendekat ke arah Jaejoong. Berikutnya, tanpa ragu-ragu lagi Jaejoong menyambut uluran tangan Yunho dan memeluknya. Jaejoong kembali terisak, kini lebih keras.
"Gwenchana Boo.. kau aman sekarang... Mianhae Boo.. jeongmal mianhae.." Yunho mengelus kepala Jaejoong dan merapikan selimut yang membungkus tubuh Jaejoong. Ia kini mendongak, air mata membasahi kedua pipinya. Ini salahnya, Salahnyalah Jaejoong mengalami hal ini. Ia gagal melindungi Jaejoong.
Yoochun dan Jungmo meringis melihat mereka berdua. Yoochun mendekat dan mengernyit melihat ponsel yang berkedip-kedip di atas nakas. Ia mengambilnya dan memberikannya pada Yunho. Rahang Yunho kembali mengeras melihat isi ponsel tersebut dan langsung membantingnya sampai hancur. Ia benar-benar ingin membunuh bajingan ini.
TBC
Jangmi udah ga tau mau ngomong apalagi pada readers semua.. Sekali lagi Mianhae.. T.T
Kamsahamnidaa.. *deep bow
