Name: The Birth of Human Faction

Author: The World Arcana

Genre: Romance and Adventure

Rating: M

Disclaimer: Semua unsur anime dan game yang termasuk di fic saya ini adalah bukan milik saya.

Pair: Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon, Natsu Dragneel x Lucy Heartfillia x Ultear Milkovich, Kazuto Kirigaya x Asuna Yuuki x Shino Asada, Tatsumi x Mine x Akame x Leone(Maybe), Erza Scarlet x Jellal Fernandez, Gray Fullbuster x Juvia Lockser, Asia Argento x Siegrain Fernandez(OC), Storm Fullbuster(OC) x Luna Layla Dragneel(OC), Igneel Zeref Dragneel(OC) x Sachi Kirigaya/Kuroyukihimex Sylvia Fullbuster, Sasuke Uchiha x Sakura Haruno, Zeref Dragneel x Mavis Vermillion, etc.

Chapter 11: Human Will Rise

Asia Uzumaki Pendragon yang saat ini dikurung di sebuah gereja tua sedang mencoba membebaskan diri dari belenggu rantai yang melilit-nya. Dia bisa saja menghancurkannya dengan kekuatan chakra-nya tapi entah kenapa semakin lama lilitan rantai itu semakin erat dan jiwa-nya serasa tersedot oleh rantai itu bahkan kesadarannya semakin lama semakin hilang.

'Huft, huft, huft... A-Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa jiwaku seperti tersedot.' Batin Asia yang masih mencoba melepaskan diri dari rantai itu.

"Percuma saja bocah, kau tidak akan melepaskan lilitan rantai itu." Ucap pria memakai topi fedora yang tadi menahan adik-nya.

"Se-Sebenarnya apa yang ingin kau lakukan padaku?"

"Kami menginginkan Sacred Gear-mu itu, Asia Uzumaki." Balas-nya dan kemudian dia melanjutkan "Dan rantai itu akan menolong kami untuk mendapatkannya. Jadi bersabarlah saja, setelah kami berhasil mengambil Sacred Gear-mu itu, rasa sakit yang kau alami juga akan menghilang."

'Itu karena aku akan mati saat Sacred Gear-ku berhasil kalian ekstrak.' Batin Asia dengan nada getir saat melihat pria itu pergi dari ruangan tempat dia ditahan. Kemudian dia melihat sosok yang dia dan orang tua-nya kenal "Kenapa kau melakukan ini, paman Freed?"

Tapi Freed hanya terdiam saja tidak membalas perkataan Asia. Dia tidak kuat untuk melihat rasa kesakitan dari putri dua orang yang telah memperlakukannya seperti keluarga dan dia pun turut beranjak keluar dari sana.

"Kenapa kau melakukan ini paman Freed? Aku menghormati-mu sama seperti aku menghormati paman Shirou dan bibi Rin. Aku bahkan ingin menjadi Exorcist sama seperti kaa-chan dan kalian bertiga!!! Tapi kenapa kau?"

Dan dengan perkataan itu membuat air mata Freed hampir pecah 'Maafkan aku, Asia...'

Di lain tempat, tepat-nya di klinik di Vermillion Academy. Terlihatlah Menma yang sedang diobati oleh Wendy Marvell, adik angkat dari ayah Luna dan Igneel sekaligus Sky Dragon Slayer. Setelah beberapa lama, Menma pun sadarkan diri dan dia pun berkata.

"Di-Dimana aku?"

"Jadi kau sudah sadar." Ucap Siegrain yang masuk dengan murid yang lain seperti Rosemary, Issei dan lain-lain.

Menma yang melihat itu terlihat ketakutan karena dia masih trauma tentang apa yang dia alami barusan "Si-Siapa kalian?"

"Tenanglah. Kami tidak ada maksud jahat." Balas Rosemary yang duduk di sebelah Menma dan mengelus rambut-nya dengan lembut "Kami adalah teman dari kakakmu."

Dia pun teringat kakaknya dan dia pun berkata dengan nada bergetar "Onee-chan tidak benar-benar ikut dengan mereka kan?"

Tapi mereka tidak merespon dan tangis Menma pun pecah "Onee-chan!!!"

Mereka terlihat sedih saat melihat Menma menangis karena kepergian kakak-nya dan Siegrain pun berkata "Nama-mu Menma kan?"

"Onii-chan, dia masih sedih atas apa yang terjadi pada kakaknya. Bisa kau tanyakan dia nanti."

"Tapi kita harus tahu motif dari orang itu menginginkan Asia." Balas Siegrain dan kemudian dia melanjutkan "Dan karena Menma-san dijadikan umpan oleh mereka. Pasti Menma-san sedikit tahu motif dari orang itu menginginkan Asia."

"Aku tidak begitu tahu apa yang sebenarnya diinginkan dari orang itu tapi aku mendengar dia membicarakan tentang Sacred Gear."

"Jadi dia menginginkan Sacred Gear Asia."

Mendengar kesimpulan Rosemary, Issei pun berkata "Tapi sepertinya ada yang aneh Rosemary."

"Aneh apa maksudmu, Issei?"

"Kenapa mereka menginginkan Sacred Gear Asia dan bukan Sacred Gear milikku yang merupakan Longinus?"

"Meskipun aku tidak begitu suka sama dia tapi si kadal merah ini ada benar-nya, Rosemary-chan." Tambah Kuroyukihime dengan serius "Aku tidak tahu apa Sacred Gear yang dimiliki Asia-chan tapi jika mereka memutuskan untuk mengambil Sacred Gear... Sacred Gear Issei yang merupakan Longinus lebih layak untuk diambil jika dibandingkan dengan punyaku dan Asia-chan."

"Apa kakak-ku akan baik-baik saja?" Tanya Menma yang sedikit cemas saat mendengar pembicaraan Siegrain dan yang lain.

'Aku tidak bisa bilang padanya kalau nasib kakak-nya berada di ujung tanduk karena kalau Sacred Gear itu diambil maka Asia akan mati. Bagaimana ini?' Batin Issei dan kemudian dia berkata pada Siegrain "Siegrain-san, bagaimana kalau kau dan adikmu pergi ke rumah Asia dan mengantar Menma-san sekaligus meminta bantuan pada kedua orang tua Asia."

"Lalu bagaimana denganmu dan yang lain?"

"Aku dan yang lain akan mencari Asia."

"Baiklah, aku serahkan hal mencari Asia pada kalian jika kalian berhasil menemukan atau mendapatkan info tentang keberadaan Asia tolong lapor padaku atau Rosemary."

Menma pun pergi dengan Siegrain dan Rosemary, dan Issei kemudian berkata "Semuanya... Kita harus segera menemukan Asia secepat mungkin."

"Tapi kenapa Hyoudou-kun? Bukannya kalau Sacred Gear Asia-chan terambil dia tidak akan kenapa-napa?"

"Kau salah Luna-senpai." Balas Kuroyukihime dengan nada getir "Sacred Gear yang bisa disebut berkah dari Tuhan itu juga terhubung dengan Life Force. Kalau Sacred Gear itu diambil maka..."

"Dia akan mati." Potong Igneel dan itu membuat yang lain terkejut.

Mendengar perkataan adiknya, Luna pun menatap Issei dan Kuroyukihime "Kalian tidak serius kan?"

"Maaf. Tapi itu adalah kebenarannya, Luna-senpai. Itulah alasan kenapa aku tidak mengatakan ini sebelum-nya, soal-nya tadi ada adik dari Asia disini."

"Kalau begitu tunggu apa lagi!!!" Ucap Luna dan dia pun berkata "Ayo kita cari Asia-chan sebelum Sacred Gear-nya diambil oleh mereka."

"Tapi bagaimana caranya? Kita bahkan tidak tahu Asia berada dimana saat ini." Tanya Kuroyukihime.

"Bawakan apapun barang Asia yang tertinggal disini."

"Luna, kau tidak akan..."

"Sudahlah Storm..." Potong Luna dan kemudian melanjutkan "Kita semua disini tahu kalau semua orang disini bahkan Kuroyukihime-chan dan Hyoudou-kun mempunyai kekuatan sama seperti kita. Jadi tidak ada salah-nya jika aku menggunakan salah satu kekuatanku sebagai Fire Dragon Slayer."

Beberapa menit kemudian, Igneel pun kembali dengan sesuatu yang berbentuk seperti belati kecil. Ternyata itu adalah kunai yang Asia biasa pakai untuk berlatih dan Luna pun mengendus kunai itu dengan hidung-nya.

"Ah..."

"Ada apa, onee-chan?"

"Aku menemukan Asia-chan, otouto-kun. Ayo semua, ikuti aku."

Dengan Siegrain dan Rosemary... Mereka berdua berhasil membawa Menma kembali ke rumah-nya dan Naruto dan Arturia dibuat khawatir oleh Menma karena luka yang dialami-nya. Setelah Arturia membawa Menma ke kamar-nya, Naruto pun mendekati Rosemary dan Siegrain

"Jadi dimana putriku? Kenapa aku tidak melihatnya." Tanya Naruto dan dia pun menatap Rosemary "Kau sahabat Asia kan? Jadi apa kau tahu dimana putriku?"

"Maafkan aku paman..."

Naruto pun terkejut saat melihat Rosemary tiba-tiba menangis "Ada seseorang yang muncul dengan membawa Menma-san dalam keadaan luka-luka dan dia menginginkan Asia dan berniat melakukan barter. Karena ingin adik-nya selamat, Asia pun menyetujui barter tersebut. Aku mencoba untuk menghentikan dia tapi dia tidak bergeming, maafkan aku paman."

Naruto yang melihat itu memeluk Rosemary dan menenangkannya, lalu dia berkata pada Siegrain "Tapi kenapa dia menginginkan putriku?"

"Kalau tidak salah, dia menginginkan Sacred Gear Asia."

'Sudah kuduga akan terjadi kejadian seperti ini. Dasar makhluk supernatural brengsek...'

"Jadi apa kau sudah tahu dimana keberadaan putriku?"

Tapi Siegrain tidak merespon sampai dia mendapatkan pesan singkat dari Luna "Aku sudah tahu dimana mereka menahan Asia, paman. Dia ada di gereja tua dekat dengan Kuoh Academy."

Mendengar itu, Naruto pun bersiap-siap untuk menyelamatkan Asia dan Arturia pun menghampiri Naruto.

"Naruto-kun..."

"Ada apa, Altria-chan?"

"Kumohon selamatkan putri kita."

"Tentu saja dan akan aku habisi mereka semua yang telah menculik putri kita."

Setelah itu, Naruto pergi bersama dengan Rosemary dan Siegrain yang kemudian bertemu dengan Issei dan yang lain di depan gereja tua tempat Asia ditahan.

"Kalian semua kembalilah..."

"Tapi paman..."

Mendengar perkataan Rosemary, Naruto pun berkata "Tidak ada tapi-tapian. Ini sudah sore, pasti orang tua kalian khawatir pada kalian. Lagipula, Asia adalah putriku jadi dia adalah tanggung jawabku bukan kalian..."

"Ta-Tapi..."

Siegrain kemudian menepuk bahu Rosemary dan berkata "Kita serahkan saja pada paman Naruto, Rosie. Lagipula paman Naruto benar... Ayah dan ibu mungkin khawatir pada kita."

"Baiklah paman, aku akan segera pulang. Tapi nanti bilang pada Asia untuk menghubungiku jika dia sudah sampai di rumah."

"Tentu saja..."

Naruto kemudian masuk ke dalam gereja tua itu setelah anak-anak itu kembali ke rumah dan dia pun disambut oleh dua orang malaikat jatuh yang satu malaikat jatuh bertubuh seksi dan yang satu lagi bertubuh loli.

"Lihat ada seseorang yang kesini Kalawarner."

"Kau benar juga Mittlet."

Melihat dua orang itu, Naruto berkata dengan dingin "Minggir..."

"Maaf tapi di dalam sana ada sebuah acara yang sangat penting jadi aku tidak akan membiarkan kau menghancurkan-nya."

"Kau memang berwajah tampan tapi sayang kau harus mati kali ini karena kami tidak ingin ada pengganggu yang mengganggu acara kami."

Tiba-tiba saja ada kilatan berwarna kuning yang melintasi mereka dan kedua kepala mereka terputus dan menggelinding di bawah. Setelah itu, Naruto pun muncul dengan tangan yang sudah bersimbah darah.

"Aku tidak ada urusan dengan kalian..."

Naruto pun melanjutkan perjalanan-nya dan dia pun terkejut saat melihat siapa orang yang menahannya saat ini. Dia adalah Freed, sosok yang dia dan istrinya anggap dan perlakukan sebagai keluarga.

"Freed..."

"Tuan Naruto..."

Naruto pun melihat dengan seksama sosok yang biasa ikut dalam misinya dan Arturia dan dia ajak ke rumahnya dan bermain dengan Asia karena dia belum yakin kalau sosok itu adalah dia. Setelah yakin kalau sosok itu adalah Freed yang dia kenal, dia pun berkata dengan nada kecewa "Freed, kenapa kau?"

Freed pun mulai menyerang dengan kecepatan tinggi dan Naruto berhasil menahannya dengan kunai-nya "Lawan aku, tuan Naruto!!! Jangan menahan diri!!!"

Naruto pun mementalkan Freed dan berkata "Aku tidak ingin melawanmu Freed."

"Jangan buat aku memaksamu, tuan Naruto." Ucap Freed yang mulai menyerang Naruto kembali tapi berhasil ditahan kembali oleh Naruto.

"Kenapa kau melakukan ini Freed? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Naruto.

"Aku diasingkan oleh pihak gereja, tuan Naruto."

Naruto terlihat terkejut saat mendengar ucapan Freed "Kenapa kau diasingkan oleh mereka?"

"Aku membunuh salah satu dari pihak gereja karena kecewa atas keputusan mereka mengasingkan Asia, kau dan nona Arturia." Jawab Freed dan kemudian dia melanjutkan "Dan saat aku diasingkan oleh mereka, pihak malaikat jatuh menerima-ku dengan sangat baik. Jadi kau harus melawanku, tuan Naruto. Karena aku juga akan melawanmu dengan serius untuk membalas budi atas apa yang mereka lakukan untukku."

Buaaakkk"Guh..."

Naruto ternyata muncul di belakang Freed dan memukul bagian kepalanya dengan bagian kunai-nya yang tumpul "Kau bilang kau bertarung melawanku dengan serius, Freed? Aku tidak yakin. Kau tahu kenapa? Karena aku melihat raut wajahmu dan yang terlihat hanyalah keraguan."

'Apakah tuan Naruto benar kalau aku penuh dengan keraguan.'

Naruto kemudian mencengkram kerah baju Freed dan berteriak di depan wajah-nya "Jika kau diasingkan oleh gereja harusnya kau bilang pada kami bodoh. Aku, Altria-chan dan Asia pasti menerima-mu karena kami sudah mengganggap-mu sebagai keluarga."

Tangisan yang sedari tadi dia tahan saat dia melihat penderitaan Asia pun menetes saat Freed mendengar perkataan Naruto "Maafkan aku, tuan Naruto."

"Jadi kau berkhianat Freed?" Tanya pria berfedora yang merupakan dalang penyiksaan Menma.

"Dohnaseek..."

"Sepertinya aku yang harus melawannya sendiri..."

Naruto kemudian melepaskan cengkraman-nya di kerah baju Freed dan berniat maju untuk melawannya tapi Freed menahannya "Kau percaya padaku kan tuan Naruto?"

Naruto pun menggangguk dan Freed pun berkata "Serahkan dia padaku, kau pergilah. Asia membutuhkanmu..."

"Kau yakin bisa menahannya?" Tanya Naruto. Melihat anggukan kepala Freed, Naruto pun pergi melesat jauh dan pria berfedora bernama Dohnaseek itu tidak bisa menghentikannya.

"Kau pikir kau bisa melawanku Freed?" Tanya Dohnaseek dengan nada sombong tapi Freed hanya terdiam dan menatapnya dengan serius "Kau hanyalah manusia rendahan yang bagi kami hanyalah semut di mata kami para malaikat jatuh, kau tidak akan bisa mengalahkan-GAAAAHHHKK!!!"

Ternyata Freed berhasil menebas dan memberikan luka di dada Dohnaseek dengan kecepatannya dan dia pun berkata dengan seringai "Siapa yang semut sekarang, Dohnaseek? Kau atau aku?"

"Sialan kau Freed!!!"

Naruto kemudian masuk ke tempat dimana Asia ditahan dan tangannya pun diselimuti darah karena membunuh beberapa malaikat jatuh secara membabi buta. Dia tidak peduli kalau pemimpin para malaikat jatuh akan murka pada-nya. Yang penting baginya, mereka telah berbuat macam-macam pada putrinya dan kematian adalah balasannya.

"Tou-chan..."

Bruuukkk

"Asia!!!"

Naruto pun menghampiri putrinya dan merasakan kalau denyut nadi dan nafas dari putrinya melemah 'Tidak... Kumohon jangan putriku, kami-sama...'

"Ma-Maaf tou-chan... Se-Selama ini a-aku terus me-menyulitkan tou-chan dan kaa-chan."

"Kamu tidak pernah menyulitkan kami berdua Asia-chan." Balas Naruto yang sudah meneteskan air mata saat melihat keadaan putrinya.

"A-Aku sayang pa-pada kalian bertiga."

"Asia... Asia..."

Melihat putrinya menutup matanya, Naruto pun mengecek denyut nadi dan nafas putrinya dan dia pun tidak menemukannya.

"ASIAAA!!!"

Melihat Asia yang telah meregang nyawa dan Naruto yang menangisi tubuh Asia yang tidak bernyawa, sosok yang mengambil Sacred Gear Asia yaitu Raynare pun berkata

"Jadi pada akhirnya, dia mati juga huh. Aku harus akui dia bisa bertahan lama meskipun kami sudah mengambil Sacred Gear-nya sedari tadi."

"Diam..."

"Dia bahkan mengancam kami dan bilang ayah-nya akan datang dan menghabisi kami semua..."

"Aku bilang diam!!!" Teriak Naruto yang matanya sudah berganti dengan pola mata yang biasa ditemui saat dia menggunakan Tailed Beast Mode "Berani-nya kau melakukan hal ini pada putriku, wanita jalang. Akan aku habisi kau!!!"

"ARGGGGHHHHH!!!"

Sosok cantik dan seksi Raynare pun berganti dengan sosok mayat yang sudah hancur sana-sini karena Naruto menghajar dan menendangnya tanpa henti bahkan Sacred Gear [Twilight Healing] yang dia ambil tidak bisa menolong-nya sama sekali.

Naruto dengan tatapan kosong pun mendekati Asia dengan langkah gontai dan memeluk tubuh tidak bernyawa anak-nya dan dia pun teringat semua memori yang dia alami bersama putrinya. Saat pertama kali dia menggendong-nya, saat pertama kali dia mengajarkannya bicara dan berjalan, saat dia memandikannya saat dia masih bayi.

"Maafkan aku, Asia. Aku telah gagal menjadi seorang ayah..."

Freed yang sudah berhasil mengalahkan Dohnaseek meskipun baju-nya robek sana-sini memasuki ruangan itu dan berkata pada Naruto "Jadi bagaimana?"

Melihat Naruto yang tidak merespon dan juga tubuh Asia yang tidak memperlihatkan gerakan sama sekali, Freed pun meneteskan air mata dan membatin 'Maafkan aku, Asia.'

Tiba-tiba saja entah merespon kesedihan mendalam Naruto, tangan kanan Naruto bercahaya dan Naruto pun terkejut saat melihat segel Yang miliknya yang seharusnya sudah hilang bersamaan dengan tangan kanan original miliknua yang putus saat dia berhadapan dengan Sasuke ada di tangan kanan-nya yang baru saat ini.

'Jiji, apakah ini salah satu bantuanmu meskipun kita telah berpisah dimensi?' Batin Naruto dan kemudian dia mendekatkan tangan kanan-nya ke tubuh Asia dan berkata "Kumohon berhasillah."

Di sisi lain tepat-nya di dunia yang biasa disebut Limbo, dunia bagi para orang mati... Asia terlihat sedang bersama dengan kakek dan nenek-nya yaitu Kushina Uzumaki dan Minato Namikaze dan sekaligus mentor sekaligus sosok ayah bagi ayah-nya yaitu Jiraiya. Mereka terlihat berbincang-bincang tapi tiba-tiba saja tubuh Asia bercahaya dan membuatnya berkata pada mereka.

"A-Apa yang terjadi padaku?"

"Sepertinya ini belum saat-nya kau berada disini cucuku."

"Tapi bukannya aku sudah mati?"

"Sepertinya ayah-mu telah mendapatkan kembali kekuatan-nya yang telah lama hilang dan dia menggunakan-nya untuk menghidupkanmu kembali, Asia."

Asia terlihat terkejut saat mendengar itu dan dia pun bertanya "Kekuatan apa yang tou-chan punya sampai-sampai bisa menghidupkan orang yang telah mati ojii-chan?"

"Kekuatan segel Yang, kekuatan kehidupan. Kekuatan yang diberikan oleh leluhur kami dan bisa dipakai untuk menyembuhkan berbagai luka yang berat maupun menghidupkan orang yang telah lama mati."

"Apa aku akan bertemu dengan kalian lagi, ojii-chan, obaa-chan, paman Jiraiya?"

Lalu Kushina memeluk cucu-nya dan berkata "Kau dan kedua orang tua-mu akan bertemu dengan kami lagi tapi tidak dalam waktu dekat."

Setelah itu tubuh Asia menghilang sepenuhnya dari Limbo dan mulai bangun di dunia nyata "Tou-chan..."

"Asia!!!" Teriak Naruto yang memeluk putrinya dengan erat dan dia pun membatin 'Terima kasih atas bantuanmu, jiji.'

"Benar-benar suatu keajaiban." Ucap Freed yang mendekati pasangan ayah dan anak itu. Dia benar-benar tidak menyangka tubuh Asia yang sudah meninggal karena Sacred Gear-nya diambil berhasil hidup kembali meskipun dia tidak tahu apa yang suani mantan senior-nya ini lakukan. Tapi harus dia akui, dia sungguh senang hal ini terjadi.

"Maaf Asia..."

"Paman Freed..."

"Seharusnya tadi aku menyelamatkanmu tapi malah aku malah membantu mereka untuk melakukan sesuatu padamu." Ucap Freed dan kemudian dia memberikan pedang-nya pada Asia dan berkata "Bunuhlah aku dengan pedang ini jika kau mau Asia. Aku akan dengan siap hati menerima-nya..."

"Hentikan itu paman. Aku tidak akan melakukan-nya toh kau juga memiliki perasaan tidak tega saat mereka memperlakukan aku seperti itu kan?"

"Ta-Tapi..."

"Tidak ada tapi-tapian. Inti-nya aku sudah memaafkan-mu. End of story..."

"Terima kasih Asia..."

Naruto pun tersenyum melihat interaksi seseorang yang dia anggap keluarga dan putrinya kemudian dia merasakan sesuatu dan itu membuat-nya berkata "Freed, kau bisa kan mengantar Asia ke rumah-ku? Aku rasa Altria-chan akan senang melihat junior-nya saat ini."

"Aku sih tidak keberatan sama sekali."

"Memangnya kau mau kemana tou-chan?"

"Aku ada urusan sebentar."

"Oh ya, tuan Naruto. Aku menemukan ini saat kau tadi berduka karena kepergian sementara Asia." Ucap Freed yang memberikan Sacred Gear [Twilight Healing] Asia pada Naruto "Kau tidak akan memberikan-nya ke Asia."

Praaaannnggg

Asia dan Freed cukup terkejut saat melihat Naruto menghancurkan [Twilight Healing] milik Asia dalam genggaman-nya "Benda ini selalu membuat putriku dalam masalah. Dari semenjak dia di Vatikan tidak mempunyai banyak teman karena status-nya sebagai Holy Maiden sampai-sampai meskipun sudah pindah ke Jepang tapi masih saja putriku diincar karena Sacred Gear yang dia punya. Berkah dari Tuhan apa-nya? Yang ada benda terkutuk ini adalah kutukan dari Tuhan!!!"

Naruto pun membanting cincin [Twilight Healing] milik Asia ke tanah dengan keras, Asia pun yang melihat itu membatin 'Tou-chan...'

"Aku rasa yang kau lakukan adalah hal yang terbaik, tuan Naruto. Dengan ini tidak akan ada lagi yang bisa mengincar [Twilight Healing] lagi karena benda itu sudah menjadi barang rongsokan yang tidak ada guna-nya lagi." Ucap Freed yang kemudian membantu Asia berdiri "Ayo kita pergi, Asia."

Srrriiiiinnnggg

Naruto pun menghilang dan muncul di belakang orang yang sedari tadi mengawasi dia dan putri-nya. Dia kemudian mencengkram leher orang itu dan berkata "Kau pikir apa yang kau lakukan disini, iblis?"

"Le-Lepaskan aku..." Balas pemuda itu yang mulai sesak nafas karena cengkraman Naruto di lehernya "Kau pikir kau siapa, melakukan hal seperti ini padaku manusia rendahan? Apa kau tidak tahu aku ini siapa? Aku ini Diadora Astaroth, adik dari Maou Beelzebub saat ini."

"Kau pikir aku peduli bocah..." Desis Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Aku tahu kau terlibat akan hal yang terjadi pada putriku di Vatikan iblis? Apa rencanamu sebenarnya? Apa kau mencoba membuat putriku jadi budak-mu?"

Diadora sebenarnya sedikit takut saat melihat Naruto terutama mata-nya telah berkilat tajam layaknya seekor rubah lapar yang ingin menerkam-nya hidup-hidup tapi dia masih sempat menyeringai "Memang-nya kenapa? Ras rendahan macam kalian itu hanya pantas sebagai budak kami. Harusnya kau bersyukur aku telah memilih putrimu untuk menjadi budak-mu, manusia rendahan."

"Jadi begitu ya..." Ucap Naruto dengan dingin kemudian dia pun membalas seringai Diadora dengan senyuman layaknya psikopat atau pembunuh berantai dan itu membuat-nya ketakutan "Kau mengganggap ras kami itu rendahan dan ras kalian lebih mulai dari kami kan, iblis? Bagaimana jika aku praktekan caraku berhadapan dengan iblis sepertimu, Vatikan-style?"

"He-Hentikan!!! Ja-Jangan mendekat!!! ARRRGGGHHHH!!!"

Beberapa lama kemudian terlihatlah Naruto yang tubuh dan baju-nya dipenuhi dengan darah dan Diadora yang sudah tergeletak tidak bernyawa di sebelahnya tanpa kepala dan Naruto pun menendang kepala Diadora layaknya bola sepak dan dia membuat pesan dengan menggunakan darah Diadora, kemudian dia pergi menggunakan Hiraishin.

Setelah itu kelompok iblis yang dipimpin oleh Rias Gremory adik dari Sirzech Lucifer pun sampai disana dan melihat dampak kehancuran yang berada disana. Saat melihat jasad Diadora, Rias pun berkata "Ajuka-sama tidak akan menyukai berita ini."

"Lihat Rias..."

"Ada apa Akeno?" Tanya Rias yang kemudian terhenti saat melihat pesan pendek yang ditinggalkan oleh Naruto menggunakan darah Diadora.

"I-Ini..."

"Pesan ancaman dan tantangan bagi Lucifer-sama dan para petinggi fraksi surgawi yang lain."

"Sepertinya yang dikatakan oleh Sona ada benar-nya, Akeno." Ucap Rias dengan nada getir dan kemudian dia melanjutkan "Manusia mulai tidak tahan dan mulai menunjukkan diri untuk melawan ras kita."

Mereka pun membaca kembali tulisan itu yang berisi ancaman dan tantangan dari Naruto untuk Sirzech Lucifer, pemimpin tertinggi dari fraksi iblis, Azazel yang merupakan gubernur malaikat jatuh dan Michael yang merupakan pemimpin para Seraph dan fraksi malaikat. Dan di bawah tulisan itu terdapat tulisan

Human Will Rise

-To Be Continued-

Review:

Buat guest yang ngomongin soal Mordred:

Kalian bisa bedain tentang Time Travel sama Alternate Self gak? Mordred itu memang Time Travel tapi dia bukan muncul di masa-nya jadi bisa dibilang Asia itu Alternate Version dari Mordred dan sebalik-nya. Dari fisik aja beda. Asia rambut-nya kuning panjang dan mata-nya biru seperti Naruto dan Mordred berambut pendek dan warna mata-nya hijau sama seperti Arturia. Beda kan? Toh dunia dia hancur sama Trihexa tapi di end, yang Human Faction lawan bukan Trihexa tapi Gil. Makanya liat dulu sampe akhir, jangan asal cuap begitu.

Guest:

Gimana hidupinnya, emang Naruto punya Edo Tensei.

Guest:

Et dah, lu belum pernah disandera atau gimana gitu ya bro. Polisi bisa aja asal tembak yang sandera lu tapi resiko-nya lu bisa kena. Berarti polisi lemah dong kalo begitu padahal mereka cuma ingin sang sandera selamat aja jadi mereka sengaja mengulur waktu. Lagian pikiran Asia kalut, karena menurut dia lebih baik dia yang ditangkap daripada saudara-nya yang meregang nyawa. Soal Naruto dan Arturia, mereka kagak ada karena Menma pengen mencoba kekuatannya tapi dia salah memilih lawan udah gitu aja.

Firman Kyle Bruno:

Diantara chapter depan atau dua chapter lagi dari chapter ini stay tune aja deh. Soal kekuatan kuatan Naruto lah.

Haikal-san:

Don't worry, dia bakal tetap single kok meskipun banyak yang suka sama Naru entar. Soalnya gimana ya ane gak rasa Naruto itu orang yang demen punya istri atau pasangan banyak-banyak, ngurusin diri sendiri sama keluarga-nya satu aja di canon masih kesusahan.

Guest:

Ane akan menjawab seperti jawaban ane di atas. Cara hidupinnya gimana? Dimensi-nya aja udah beda.