Well, maaf saya telat update. Soalnya saya disubukkan dengan berbagai hal yang saya hadapi di IRL. Bukanya kehabisan ide, tapi nga sempat nulis. Tapi, sesuai janji, updatenya setiap sabtu ato minggu kan? (Bukan setiap seminggu, tetapi, setiap kali update pada hari sabtu ato minggu) haha.. Jadi, chap depan juga mungkin akan lama updatenya. Kemungkinan fic ini di DISCOUNTINUE adalah 10%. Yossh! Saatnya menyalurkan ide yang numpuk ini.
.
.
Chap 11: The Cursed Force!
.
.
.
"..." Speak
'...' Mind .
Disclaimer: Om Kishimoto
Genre: Adventure, Humor/Romance/Fantasy
Rating: T+
Pair: Kyu/Naru dan Saku/Sasu
Warning: NotGodlikeNaruto/BitOoc/Femkyuu/Gaje/Typo
.
.
.
**Desa Konoha**
"Kepada seluruh Ninja Aliansi. Menurut pengamatan para Uchiha, Madara telah menjadi Jinchuriki Jyuubi dan bersiap menembakkan puluhan Biijudama. Siapkan jurus bertahan terkuat kalian! Dia akan menembakkanya!" Tidak lama setelah pemberitahuan yang disampaikan Shikamaru melalui ayah Ino, Yamamaka Inoichi. Madarapun menembakkan 99 Biijudama milikinya.
Disaat yang sama Aliansi menggunakan jurus pertahanan terkuat dari affinity element mereka untuk membentuk formasi pertahanan.
"Doton: Doryuu Heki!"(Earth Release: Earth Style Wall)
"Suiton: Suiryuu Heki!" (Water Release: Water Style Wall)
"Mokuton: Mokuryuu Heki!" (Wood Release: Wood Style Wall)
Nagato yang mendengar pemberitahuan ini, langsung berlari (sementara masih dalam sannin mode) menuju garis terdepan untuk menghadang rentretan Bijudama.
"Nagatooo! Apa yang kau lakukan ?!" Seru Yahiko yang kaget dengan respon sahabatnya yang berlari meninggalkanya setelah mendengar pemberitahuan tadi. Sementara yang diteriaki bahkan tidak memalingkan wajahnya untuk menanggapi teriakan Yahiko.
'Sialan kau Madara! Tak akan kubiarkan, kau mengambil lebih banyak korban lagi' batin Nagato geram seraya berlari maju dan mengumpulkan chakra ditanganya.
"Shinra Tensei!"
Dhuaaaarrr!
Benturan keras terjadi sesaat, kemudian beberapa Bijudama berhasil dipentalkanya. Sementara puluhan Bijudama yang diluar jangkauan jutsu Nagato masih bebas menuju Pasukan Aliansi dan Desa Konoha dibelakangnya.
DHUAAARRR.. BLAARRRTT..ZRUAAAARR...!
Terdengar ledakan nyaring menggema di seluruh penjuru angkasa. Cahaya ledakan membuat malam yang gelap menjadi terang seketika.
Untunglah, dengan bantuan sekitar berpuluh Susanoo para Uchiha dan Fuiin Uzumaki, desa masih bisa berdiri dengan kokoh.
Para Uchiha yang sudah bisa mengunakan Susanoo menangkis Bijudama yang berada dijangkauan senjata mereka (dengan menambahkan chakra lebih untuk menambah pertahanan Susanoo). Sementara ninja-ninja yang lain yang bersembunyi di balik Susanoo hanya bisa merapal segel pertahanan terkuat mereka. Meskipun hal ini berefek sangat sedikit mempengaruhi ledakan besar Bijudama, paling tidak bisa berguna untuk mengurangi daya ledak, atau sedikit mengubah arah laju Bijudama yang melesat dan membantu mengurangi beban para pengguna Susanoo yang menaungi mereka dari hujan Bijudama. Meski begitu ada beberapa Uchiha pula yang gagal dan tewas karenanya.
Adapun beberapa Bijudama yang bersentuhan lansung dengan barrier desa Konoha, di teleportkan oleh fuinjutsu Yondaime (Minato yang saat ini berada didinding besar Desa) menuju area acak yang sudah ada segel hiraishin sebelumnya dengan jarak sekitar berpuluh-puluh kilometer dari desa, kemudian meledak setelahnya menyisakan lubang-lubang kawah dipermukaan.
Sedangkan Bijudama-Bijudama yang tidak bersentuhan langsung dengan barrier, tetapi daya ledaknya saja yang mengantam desa Konoha, (karena sebagian Bijudama mendarat didekat dinding pembatas Desa) dilindungi oleh fuin Klan Uzumaki yang berupa barrier fisik berwarna putih dengan tulisan-tulisan segel yang rumit bagi Author menjelaskanya.
Tidak kalah pula, Naruto yang segera menteleportkan dirinya kesamping Sasuke setelah mendengar peringatan dari Shikamaru dan melemparkan berpuluh Segel kunainya, menteleportkan berpuluh Bijudama yang bisa dijangkaunya. Sementara itu, Sasuke menembakan beberapa panah chakra sekaligus. Meskipun anak pamahnya tidak sepadat dan sekuat yang ditembakkan ke Madara pada pertarunngan sebelumnya, panah-panah ini cukup untuk mengubah arah Bijudama Madara).
Tidak jauh didepan Naruto dan Sasuke, Itachi dengan Armored Formnya dengan mudahnya menepis atau membelah bola-bola hitam yang dilemparkan secara bertubi oleh Madara.
Meskipun begitu, tidak sedikit ninja aliansi yang gagal berlindung, tewas dilahap hujan ledakan Bijudama yang menghambur tanpa ampun kearah mereka.
Desa yang awalnya dikelilingi oleh hutan yang lebat, gunung yang indah, sungai yang mengalir, dan danau yang indah, sekarang berubah menjadi daratan yang saangaaat lapang (area yang berdiameter sekitar 48 kilometer lebih) dihiasi oleh berpuluh-puluh kawah besar yang bertebaran.
(Kemungkinan, Satu Bijudama Madara seukuran bola sepak menghasilkan area damage sebesar 4 sampai 5.3 km, atau seukuran satu buah kota kecil. Karena, Bijudama kecil seukuran bola tenis yang dibuat Naruto ekor 4 saat melawan Orochi saja sudah menghasilkan area damage yang lumayan besar. Tentu Bijudama Madara yang sebesar bola sepak menghasilkan damage yang lebih besar lagi.)
Sugguh sebuah keajaiban, masih ada yang selamat dari serangan yang bisa menghancurkan beberapa desa besar sekaligus. Kini yang terlihat dari jauh di hamparan luas ini adalah kepulan debu dimana-mana dan beberapa titik hitam kecil (Susanoo dan para ninja juga Akatsuki) ditengah gelapnya malam yang hanya diterangi cahaya bulan.
Adapun keadaan Desa Konoha yang sekarang ialah mencuat tinggi dan kokoh ditengah-tengah hamparan area perang, dikelilingi oleh tebing/jurang setinggi kurang lebih setengah kilometer yang baru saja tercipta dalam sekejap dari hasil hujan Bijudama. Tebing ini tepat dibawah dinding pembatas dan mengelilingi desa sehingga membentuk seperti sebuah silinder yang tegak.
Keadaan desa bisa digambarkan seperti keadaan sebuah gelas kosong, yang ditelengkupkan dan diletakkan ditengah sebuah piring yang sangat lebar.*hem, reader bisa ngebayangkannya kan? Yah mirip bentuk piala emas sepakbola dunia yang diletakkan ditengah meja bundar.
(Sebenarnya jarak antara Akatsuki dan desa Konoha cuma sekitar 6 km lebih. Tetapi, karena Bijudama yang ditembakkan Madara dipantulkan/diteleportasikan/ditangkis kesembarang arah. Sehingga area damage pun menyebar kemana-mana)
"Hah.. hahh... ugh!... kupikir aku akan mati. Sasuke, Itachi nii! Kalian tidak apa?" seru Naruto ngos-ngosan. Sambil mengelap dahinya yang penuh keringat, matanya kataknya kembali menjadi biru.
"Aku baik-baik saja Naruto" sahut Itachi tenang.
"Hah.. hah.. paling tidak aku lebih beruntung dari pasukan aliansi ninja lainya" sahut Sasuke dengan nafas terengah-engah seraya mengedarkan pandanganya kesekeliling menuju sisa Shinobi yang ada. Dengan Sharingan yang tetap menyala Sasuke melihat keadaan tragis ninja-ninja yang masih bertahan dengan sisa-sisa chakra mereka dan muka horor yang karena baru saja menyaksikan teman-teman mereka yang hilang tanpa sisa. Ditambah dengan efek samping menguras hampir seluruh chakra untuk membuat dinding. Tidak heran mereka ngos-ngosan dan minim chakra setelah serangan tanpa ampun bertubi Madara.
"Naruto! Sasuke! Apa kalian masih sanggup?"
Tanya Itachi yang dibalas dengan anggukan oleh keduanya.
"Hm.! Lebih baik kita segera menuju Madara. Sebelum dia melakukan hal mengerikan lainya" Seru Itachi, yang kemudian mengarahkan pandanganya menuju tempat Madara yang berada beberapa kilometer dari mereka. Detik berikutnya dia berlari diiringi Sasuke dan Naruto.
"Sulit mengakuinya, bahwa sebelumnya kami berdua merasa yakin untuk melawan Madara dengan kemampuan kami yang sekarang, tapi sekarang aku tidak memiliki keyakinan itu sedikitpun. Alasanya, tentu kalian sudah menyadarinya, bahwa Madara yang sekarang memiliki beratus kali lipat jumlah chakra dari yang kita lawan sebelumnya." Lanjut Itachi.
(Itachi, dan Uchiha lainya mengetahui dengan Sharingan, sementa pengguna Senjutsu bisa merasakanya dalam Mode tempurnya, dan sebagian Clan Uzumaki dengan mengunakan sensornya).
"Tentu aku juga menyadarinya Nii-san" seru Sasuke. Seraya menahan kesal karena dipermainkan Kakek jeleknya, si Madara.
'Parahnya lagi, Sasuke dan aku tidak menyangka kalau yang kami lawan setelah berhasil melukainya adalah Moku-bunshinya. Pantas saja, dia tidak berganti kulit dan hanya menghindar dari serangan kami setelahnya. Sementara dirinya yang asli melarikan diri menuju Gedomazo .' batin Itachi, seraya memasang muka marah dan semakin mengeratkatkan peganganya pada kedua katana hitam Susanoo armored formnya.
(AN: Setelah Madara menggunakan Jukai Kōtan, dia membuat Moku-bunshin, dia melakukan jurus berganti kulit kemudian menuju Obito. Sesudah Itachi, membakar hutan dengan Amaterasu. Mereka sempat bertarung sebentar dengan Madara palsu yang memakai Susanoo dan henge, sehingga hanya punya satu tangan dari cidera dichap sebelumnya. Dan buat catatan reader, seperti yang sudah kalian ketahui dari Manga atau Anime, Moku-bunshin bisa menyimpan chakra yang lebih banyak dan memiliki durasi yang lebih kuat dari kagebunshin biasa.)
"Ita nii.. Sasu! Aku punya rencana untuk mengadapi Madara nantinya. Dan aku memerlukan kalian untuk bekerjasama denganku? Yaah... meskipun kesempatan menang yang teramat kecil. Tapi, aku tidak akan menyerah begitu saja. Dilihat dari keadaan sekarang, pasukan aliansi tidak akan bertahan lama. Mereka sudah sangat kelelahan dan hanya sedikit yang bisa menahan serangan Akatsuki berikutnya!" Tanya Naruto disela perjalanan cepat mereka.
"Hmm..." Sasuke sedang berpikir ragu. 'Ide Naruto kan biasanya cuma dipenuhi dengan ide bodoh saja' batin Sasuke.
"Baiklah, biarkan kami mendengar idemu. Kuharap ini bukan strategi konyol atau bunuh diri!" sementara Itachi langsung menjawabnya dengan serius dan tatapan tajam.
"Ahahaha, te-tentu saja aku tidak akan bercanda kali ini Nii san. Percayakanlah padaku, meskipun ini bukan rencana yang 100% berhasil, paling tidak kita memiliki kesempatan untuk menang. Yah, setidaknya ada sedikit harapan untuk membuat kakek jelek kalian babak belur. Hehe.." Sahut Naruto dengan sengiran khasnya.
Saat ini Sasuke, Itachi, dan Naruto sudah mengetahui keadaan Kurama, setelah mendengar informasi dari Shikaku. Sedangkan Shikamaru (melalui telepati), masih belum selesai menjelaskan keadaan update medan perang terkini kepada seluruh Ninja Aliansi.
"Serahkan saja semuanya padaku! Aku tidak akan membiarkan Madara dan Akatsuki mencapai apapun tujuan mereka!" Sahut Naruto dengan tatapan serius. 'Mungkin aku tidak akan merebut Kuu untuk saat ini. Yah, meskipun aku bisa melakukanya saat ini juga dengan menteleportasikan Kurama ketempatku, (karena Naruto menempatkan salah satu segel hiraishinya di lengan Kurama dengan alasan jaga-jaga) aku memerlukan seseorang untuk mengantarkan Kuu menuju Konoha dengan selamat. Madara adalah prioritas Utama saat ini. Lagian, menurut apa yang disampaikan oleh Tsunade Baa-chan. Kuu akan baik-baik saja ditangan Orochi sementara ini. Orochimaru tidak akan melukai koleksi boneka lolinya. Hm.. kuharap itu benar'.
'Yang lebih penting lagi. Semoga bala bantuan segera tiba. Karena, meskipun aku bisa menahan Madara, masih ada anggota Akatsuki lainya yang perlu diatasi. Jiraiya Jii-chan, cepatlah datang!' Harap Naruto kemudian mempercepat larinya.
.
.
**Little Flashback**
Sesaat setelah Madara mensummon Jyuubi (setelah mereka melarikan diri dari jurus Rasengan Kokan milik Naruto)
"Ah, lihat! Ada sesuatu yang besar muncul disana!" Seru Sai, membuat yang lain ikut mengedarkan pandangan padanya.
Naruto dan yang lainya pun yang saat ini berada di pinggiran dinding Konoha mengarahkan pandangan mereka menuju benda raksasa yang muncul dari asap tebal yang ditunjuk oleh Sai.
"Aku punya firasat yang sangat buruk tentang ini!" Seru Shisui yang berada di samping Naruto dan Yamato, terpana melihat hewan raksasa berekor sepuluh jauh dihadapanya.
"Uh.. aku tahu bahwa Konoha dalam situasi krisis, karena pasukan pengintai yang dikirim untuk mencari informasi Akatsuki keseluruh Negara elemental masih dalam perjalan pulang keKonoha. Tapi, sekarang Jyuubi muncul dihadapan kita. Sial! Apakah Konoha sudah berakhir? " Tanya Shikaku entah pada siapa.
(Reader masih ingat kan? Tentang pasukan pengintai yang dikirim Konoha beberapa chapter yang lalu?)
"Shikaku sensei, Tugas sensei dan Shikamaru adalah fokus membuat strategi dan memberikan intruksi bagi Ninja Aliansi. Masalah pasukan pengintai, serahkan saja kuchiyoseku. Karena kebetulan Jiraiya Jii-chan yang memimpin pasukan elit itu." Seru Naruto seraya membentuk beberapa segel.
Bofft!
Naruto yang mensummon seekor katak merah kekuning-kuningan, mengundang perhatian dari semua yang ada disana.
"Gamakichi! Ini darurat! Berikan gulungan ini pada Jiraiya Jii-chan!" Seraya menyerahkan gulungan besar yang sebeumnya dikeluarkan Naruto dari segel penyimpanan barangnya.
"Roger Naruto! Nanti traktir aku manisan habis misi seperti biasa yah!"
Bofft!
Gamakichi pun mengilang kembali menjadi asap.
Tidak lama kemudian, Jyuubi menghilang dari pandangan mereka. Setelah Shikaku menanyakan bagaimana keadaan diFrontLine, salah satu Uchiha yang melihat wujud baru Madara dan apa yang dilakukanya kepada anggota Akatsuki lainya mengambil kesimpulan bahwa: Madara telah menjadi Jinchuriki Jyuubi, yang kemudian bersiap untuk menembakkan puluhan Bijudama. (karena Sharingan bisa pake NightVision saat aktif dimalam hari)
Setelah mendengar ini, Naruto pun berteleport menuju Sasuke dari hadapan Shisui, Sai, Yamato, dan Shikaku. Sedangkan beberapa mili detik setelahnya Minato yang kebetulan muncul dengan hiraishin dibelakang Shikaku membawa Kakashi dan Tsunade.
**Flashback End**
.
.
**Bunker Konoha**
Bunker yang terbuat dari IronWood yang berada tepat berada dibawah bukit pahatan patuh wajah Hokage ini memiliki aula yang luas berukuran lebar 74 meter dan panjang 269.7 meter dan tinggi 3 meter. Juga terdapat beberapa bilik untuk pengobatan, penyimpanan bahan makanan, obat, dapur, dan selimut.
Saat ini di aula terlihat banyak Warga Konoha (anak-anak, wanita, orang tua) yang memasang wajah lega dan sedikit berkeringat disana sini, seperti habis olahraga.
Mereka bukanya kepanasan karena bunkernya sempit. Malahan bunker atau tempat persembunyian ini cukup luas dan memiliki sirkulasi udara yang terarur.
Kemungkinan besar penyebabnya adalah mereka sedikit kelelahan setelah menyentuh atau menginjak simbol biru kerlap kerlip yang menjalar di sebagian dinding dan lantai bunker. Simbol yang merupakan fuin ini adalah salah satu hasil karya Clan Uzumaki. Fungsinya ialah menghubungkan chakra menuju pengguna segel di Head Quarter/MarkasPusat Konoha, yang disalurkan dengan cara menyentuh atau menginjaknya.
Jadi, karena mereka tidak diperbolehkan ikut dalam bertempur dimedan perang. Sebagai gantinya mereka membantu dengan menyumbang sebagian chakra mereka untuk membantu tim pengguna barrier untuk melindungi Konoha. Inilah salah satu keuntungan besar memiliki klan Uzumaki didesa Konoha.
Meskipun bukan ninja yang memiliki kontrol chakra dan skill untuk memanfaatkanya, warga sipil biasa tetap memiliki chakra ditubuh mereka, meskipun sedikit.
"Fyuh, akhirnya serangan pertama Madara berhasil dilalui. Hahaha... bahkan aku hanya memberikan sedikt chakraku tadi." Seru seorang kakek beruban yang tengah duduk di salah satu ruangan khusus.
"Diam kau Saru Teme! Bisa-bisanya kau tertawa disaat genting begini!" Seru kakek yang memakai memiliki garis silang didagunya dengan kedua mata melotot.
"Sudahlah, kalian berdua. Tidak perlu bertengkar begitu" seorang kakek berkacamata menengahi.
"Ugh..! Kenapa Minato melarang kita yang memiliki pengalaman banyak tentang perang untuk tidak ikut bertempur? Jiwa membaraku sangat terluka!" Seru Danzo dengan menggebu-gebu.
"Heh, aku akan mempercayai ucapanmu itu, seandainya kau tidak membungkuk dan menopang tubuhmu dengan tongkat jalan Danzo." Sahut Hiruzen seraya mau menyalakan cerutunya. Tetapi menghentikan niatnya setelah ditatap dengan wajah senyum manis yang meyebarkan aura mengerikan oleh seorang suster yang ditugaskan menjaga mereka.
"Ini bukan masa kita lagi. Apa kau pikir dengan tubuh rentamu itu bisa bertahan lama dalam perang saat ini danzo? Yang dihadapi Konoha saat ini adalah Madara dan Akatsuki!" Seru Koharu yang ikut nimbrung
"Ugh... apa kalian benar-benar mau menyerah begitu saja? Mana jiwa api kalian? Hahh!" Seru Danzo seraya mengangkat dan mengarahkan tongkatnya menuju Hiruzen.
Krek!
Terdengar seperti bunyi benda yang berderak. Dan tiba-tiba saja Danzo berhenti bergerak. Kemudian mundur perlahan kembali menuju kursinya. (Oh, ternyata Danzo berdiri dari tadi).
"Ah, sudahlah. Ternyata encok memang musuh utamaku saat ini" seru Danzo seraya memijat punggungnya.
Sementara yang lainya hanya sweatdrop menanggapi pernyataan Danzo.
(Ok, disini danzo ngaa OOC. Dia masih tetap sebagai kakek-kakek tua cerewet dan kejam yang masih ingin menguasai dan melindungi Konoha 'dengan caranya sendiri'. Hanya saja karena timelinenya saat ini ialah Danzo sudah beberapa bulan yang lalu mati di Kanon gara-gara bertarung dengan Sasuke. Jadi, sebagai gantinya mati, danzo mendapat penyakit encok di fic ini. Nah, jadi tujuan danzo sekarang ialah: sembuh dari encok dan penyakit tua lainya baru menguasai Konoha kemudian) Hahaha.. plak!
.
.
**Back To War - Timur Konoha**
"Ugh.. sepertinya kita akan mati setelah ini" seru seorang Shinobi.
"Apa yang harus kita lakukan?" Seru yang lain
"Kalau Madara melancarkan serangan seperti tadi sekali lagi. Tamatlah kita!" keluh yang lain.
"Hei! Ini bukan saatnya jadi Shinobi cengeng! Kita masih hidup! Artinya kita masih memiliki kesempatan!" Seru salah satu Uchiha!
"Mana harga diri kalian? Keluarga kita ada di belakang dinding Konoha! Kalau kita tidak melindunginya, siapa lagi!" Seru salah satu mantan Sunagakure.
"Masa depan ada ditangan kita semua! Dan itu dipertaruhkan hari ini! Kita akan mengapainya bersama!" Seru Nagato.
"Ayoo.. kita menangkan perang ini!" Seru Yahiko disampingnya.
'Hah, meskipun aku bilang begitu, aku sudah hampir sampai batas-ku. Sage modeku sudah hilang dari tadi. Cih, menggunakan air untuk mengubah alur bola chakra padat bukan hal yang mudah. Semoga bantuan masih sempat datang' batin Yahiko, seraya memejamkan kembali matanya untuk mengaktifkan sage mode kedua kalinya.
Sementara Nagato, masih dalam Sage Mode. Dan mengumpulkan kembali chakra alam disekitarnya, bersiap-siap untuk menghadapi serangan berikutnya dari Akatsuki. Dia pun kembali menajamkan fokusnya kearah langit. Dimana tempat chakra besar lain yang berkumpul. Tentu disana adalah tempat para anggota Akatsuki berada.
.
.
**Sky - Diatas burung Deidara**
"Saso danna, apa kau bisa tahu apa yang sedang mereka lakukan?" Tanya Deidara yang sedari tadi melihat kebawah mengamati para aliansi ninja yang tersisa.
"Heh, mana mungkin aku bisa melihat dalam keadaan gelap begini. Tentu mustahil untuk mengetahuinya bodoh!" Seru Sasori kesal. Tentu saja, mata manusia biasa tidak mungkin bisa melihat dari ketinggian 40.000 kaki atau sekitar 12. 2 km. Yah, Deidara bisa melihat samar-samar akan keadaan dibawah, karena dia memakai sejenis alat di mata kirinya yang bisa membantunya untuk melihat dari jarak jauh juga disertai dengan night vision.
"Brrrr.. diatas sini dingin. Dan udaranya sesak! Bisakah kita turun sekarang?" Tanya Kisame.
"Hmm... sepertinya Madara sama sudah selesai mengucapkan kata sambutan untuk pesta malam ini. Ayo kita turun Dei!" Perintah Obito.
Burung berbentuk Owl itu pun mulai mendekat menuju daratan. Alasan mereka terbang dengan ketinggian pesawat Komersial itu tentu untuk menghindari peluru atom nyasar. Meskipun mereka sudah lebih kuat, tetap saja akan sakit jika terkena Bijudama. Lagian, dimasa ini, belum ada pesawat yang terbang diudara. Fufu..
.
.
**East Konoha-di bawah dinding tebing**
Saat ini, pasukan Konoha yang awalnya berada di Utara, Barat, dan selatan sudah berkumpul membentuk formasi. Sementara para Uchiha, dan ninja lainya yang terluka dikirim ke barisan belakang untuk diobati para Kunoiichi medis juga dibantu oleh Tsunade, Sizune, Sakura, Kushina, Hinata, Ino, dan Karin (dia baru saja sampai dengan tangisan air mata, karena penyesalan tidak sempat menyelamatkan Kuu dari kakek mesum Oro)
"Sudahlah Karin, berhentilah menangis dan konsentrasikan chakramu untuk mengobati pasien." Bujuk Kushina yang berada sekitar 2 meter di samping Karin seraya mengaplikasikan chakranya untuk menjahit salah satu luka di badan seorang ninja.
"Hik.. Hikss... Hikss... tapi... tapi... Huaaaa...!" Tangis Karin, sementara dengan lihai mengobati pasienya dengan jutsu medisnya.
"Cih, syukurlah kau masih bisa berguna dalam keadaan menangis. Kalau tidak, aku akan menghajarmu karena suara bisingmu itu!" Seru Sakura seraya memerban tangan seorang ninja.
"Tenanglah sedikit, Kuu akan baik-baik saja. Minato dan Naruto ada bersamanya" seru Kushina yang telah selesai mengobati salah satu pasienya, kemudian membelai rambut Karin.
Sementara Tsunade, mensummon Katsuyu dan mengobati Ninja-ninja elit yang terluka. Karena perang belum berakhir. Jadi mereka dibutuhkan untuk kembali untuk bertempur dengan cepat.
Sebagian yang sudah diobati dan diperban di berikan beberapa pil soldier (Hyōrōgan) yang sudah di upgrade efeknya dan diminimalisir efek sampingnya.
.
.
"Yosh! Syukurlah saat ini Aliansi Suna (Yondaime Sekeluarga dan pasukan elitnya) Hyuuga, Uchiha, Senju dan Klan lainya sudah terkumpul lengkap! Saatnya serangan balik!" Senyum Yahiko gembira disamping Nagato.
Beberapa puluh detik yang lalu, akhirnya bantuan dari sekitar dinding Konoha lainya sudah tiba. Seandainya mereka tiba didinding timur lebih cepat, kemungkinan besar mereka bisa mengurangi lebih banyak korban yang ada. Dengan serangan pengacau/penghancur chakra jarak jauh elit Hyuuga, mereka bisa mengacaukan inti Bijudama dari jauh (karena inti atau pusat chakra diBijudama hancur, maka ledakannya pun menjadi sangat lebih kecil). Sedangkan Klan pengendali pasir Suna bisa membuat dinding fleksibel, sehingga bisa mengubah jalur Bijudama menuju angkasa, sehingga meledak diudara.
Adapun klan senju yang sebelumnya datang terlebih dahulu dari dinding utara masih sempat membantu ninja-ninja di dinding timur ketika melawan rentetan Bijudama dengan memanfaatkan kelenturan dan kekuatan element kayu. Mereka menubah arah Bijudama secara acak dari target awalnya. Sedangkan klan Uchiha yang sejak awal didinding timur, berhasil meminimalisir korban dengan Susanoonya. Yah, meskipun saat ini banyak dari mereka yang hampir kehabisan chakra dan masih dalam pengobatan di bagian belakang frontline. Switch pemain pun sudah dilakukan Konoha.
"Hm.. kerja bagus Yahiko, Nagato, kalian beserta para Uchiha lainya sudah bekerja dengan baik" seru Minato.
"Maarkan kami datang terlambat Hokage sama" seru Hizashi dengan raut wajah bersalah.
"Jangan salahkan diri kalian. Posisi kalian memang yang paling jauh dari sini. Seandainya Konoha tidak dijaga dari empat arah, ada kemungkinan besar bahwa Konoha akan jatuh saat ini, karena diserang dari belakang. Konoha masih belum jatuh! Kita masih memikiki kesempatan!." Seru Minato dengan tegas.
Mendengar pernyataan Yondaime Hokage, para Shinobi lain menjadi lebih tenang. Artinya, masih ada masa depan yang yang terang menanti mereka. Dengan berkumpulnya legenda Konoha saat ini, moral aliansi Ninja menjadi tinggi.
"Sepertinya, sekarang tinggal pasukan elit pengintai saja lagi yang belum hadir. Setelah itu Konoha akan lengkap" Seru Kakashi yang masih sempat membuka buku icha-ichanya.
"Mereka sedang berusaha untuk sampai secepatnya. Baiklah, kalian semua bersiaga! Ayo kita tunjukkan taring Konoha yang sesungguhnya!" Seru Minato dengan meremas jari tanganya dengan kuat.
"HEAAAAAAA! seru Shinobi lainya tidak kalah.
'Menurut Info dari Inoichi. Naruto, Sasuke dan Itachi sedang menghadapi Madara dan berusaha mengulur waktu sebisa mungkin. Ugh... sebenarnya aku juga ingin membantu mereka. Tapi, saat ini aku diminta Naruto untuk fokus untuk menghadapi yang lebih lemah terlebih dahulu (anggota Akatsuki lainya). Setelah itu baru seluruh Konoha akan melawan Madara. Yah, rencana yang sangat berbahaya. Tapi, inilah yang terbaik! Aku akan membunuh semua Akatsuki secepat mungkin' batin Minato, yang saat ini berada di pasukan paling depan seraya menunjukkan seringai iblisnya kedunia. Kukuku...
Para aliasi Suna pun juga ikut bersorak ria. Menyambut pernyataan Hokage keempat.
Yondaime Kazekage yang berada tidak jauh disamping pasukan super elit Konoha (Minato, Yahiko, Nagato, Shisui, Kakashi, Hizashi, Shikaku, Choza) menepuk pundak Gaara disampingnya.
"Ayah ada apa?" Tanya Gaara dengan wajah Stoicnya.
"Tidak apa Gaara. Baiklah, kita juga tidak boleh kalah! Ayo kita kalahkan para Akatsuki!"
"Hm" sahut Gaara pendek.
Sementara ayahnya hanya sweatdrop 'sejak kapan anakku menjadi seperti Uchiha? Apa karena terlalu sering berteman dengan pantat ayam dan rambut duren?' Batinya
.
.
**Sky**
"Heh, sepertinya para ninja semut dibawah sedang semangat" ejek Sasori.
"Yah, biarkan saja mereka. Tunggu saja hadiah dari ku sampai dihadapan mereka. Aku tidak sabar untuk meledakkan tubuh mereka. Hahaha..." seru Deidara.
"Hei, kalian pun jangan terlalu besar kepala. Pertempuran kali ini akan menjadi lebih sulit. Konoha di sebut sebagai desa terkuat bukanlah omong kosong saja" seru Orochi dengan muka serius. Sementaa burung yang tunggangi mereka masih menurunkan ketinggian terbangnya secara perlahan.
"Tidak seperti kau biasanya Orochi. Apa kau merasa takut setelah mengunjungi desa asalmu?" Ejek Kisame.
"Yah, tidak salahnya kan untuk berhati-hati. Aku cuma mengingatkan kalian. Toh, tidak ada hubunganya denganku. Khukhukhu" Balas Orochi santai. "Obito, bagaimana dengan Rinnegan buatan ku? Apa ada masalah dengan matamu?" tanyanya seraya mengelus anak gadis yang masih belum sadar dari pingsanya.
"Hm? Mata?" Obito yang ternyata dari tadi melamun dengan wajah serius tersadar. "Yah, sampai saat ini tidak ada masalah." Sahut Obito yang memasang muka serius kemudian melamun terdiam kembali.
"Hei.. hei.. hei... kalian berdua jangan menakutiku begitu!" Seru Kisame yang merasa aneh dengan tingkah laku Obito.
Burung tanah yang mereka tunggangi sudah mendekati tujuan mereka, yaitu tempat Madara berada.
"Hm.. biarkan saja mereka berdua. Paling tidak saat ini kita cukup jauh diatas mereka. Hahahaha... Saatnya aku memulai pesta." setelah mereka cukup dekat dengan permukaan (Sekitar 3 km dari daratan). Deidara pun menghambur 10 tanah liat berbentuk naga dan membentuk segel.
Boftt!
Terbentuklah 10 Naga putih raksasa yang sangar melayang diudara. Kemudian mereka mendarat disamping Madara.
Sementara itu, Madara masih memasang seringai tipisnya, tanpa memperhatikan kedatangan Deidara dan lainya.
'Hm..., para ninja Konoha lumayan juga. Kalau desa lain sudah pasti akan rata akibat serangan tadi. Heh, sepertinya pertarungan akan dimulai kembali. Sebentar lagi permainan yang sebenarnya akan dimulai.. khu khu khu khu...' Batin Madara, seraya menyeringai melihat hasil karyanya barusan.
"Baguslah kalian sudah sampai, apa kalian tahu dimana Zetsu berada?" tanya Madara.
"Tidak" sahut Deidara.
"Bukan urusanku" cuek Sasori.
"Aku mulai lapar" sahut Kisame.
"Cup..cup..cupp... tidurlah bonekaku sayaaang" nyanyi Orochimaru.
Sementara Obito masih melamun.
Madara yang sudah hampir mencapai batas kesabarannya untuk meledakkan anak buah anehnya dengan Bijudama menghentikan niatnya ketika merasakan aura familiar yang mendekatinya. Yang ternyata adalah Zetsu yang kemudian muncul dari permukaan tanah.
"Zetsu! Dari mana saja kau!" bentak Madara.
"Ah, aku balik ke markas sebentar, Karena kelupaan menyiram tanaman kaktus milikku" sahut Zetsu santai.
"Siaaaaaall! Kenapa aku punya bawahan tidak jelas semuaaa!"Teriak Madara frustasi.
"Hah.. hah.. hah... sabar.. sabarr.. Sudahlah" akhirnya Madara berhasil menenangkan dirinya.
"Zetsu, bagaimana tentara putih mu? Apakah masih ada yang tersisa?" Sambung Madara yang mulai serius.
"Maafkan saya Madara-sama, sepertinya sisa-sisa Zetsu putih yang bersembunyi dalam tanah disekitar Konoha semuanya lenyap karena ledakan Bijudama-Bijudama nyasar" lapor Zetsu.
"Yah, tidak masalah sih. Lagipula, rencana asalnya adalah menggunakan Zetsu putih untuk mengecoh pertahanan Konoha dan melemahkan sedikit daya tempur (mengurangi cakra dan persediaan senjata) mereka dengan melawan Zetsu-Zetsu putih milikmu. Tetapi Konoha tidak terkecoh sedikitpun, selain taktik pertahanan mereka sulit ditembus, petarung-petarung mereka juga sangat hebat. Sebanyak apapun Zetsu bisa di kalahkan mereka dengan mudah."
"Itu benar Madara-sama, tapi itu sudah cukup untuk mengulur waktu kita" sahut Zetsu, seraya menengadahkan kepalanya kelangit, melihat bulan yang hampir bulat sempurna tanpa ditutupi awan. Meskipun bukan bulan purnama, cahaya terangnya dan bintang-bintang cukup untuk menerangi malam.
"Hm.. Sepertinya tamu khusus ku akan datang sebentar lagi. Zetsu, dan kalian semua lanjutkan rencana! Habisi Ninja Konoha yang tersisa. Aku akan memulai ritualnya" perintah Madara seraya mengeluarkan sebuah gulungan dan melakukan rentetan segel yang panjang.
"Baik Madara-sama" Zetsu pun kembali menghilang kedalam tanah. Sementara anggota yang lainya bersiap-siap melakukan penyerangan. Deidara, Sasori, Obito, dan Kisame, Orochi kembali menaiki burung tanah berbentuk burung hantu menuju medan perang beserta 10 Naga tanah berwarna putih disekitarnya.
"Aku kehabisan Kugutsu, tapi aku memiliki stok yang banyak dihadapanku. Fufu.." seru Sasori seraya menatap dingin pasukan Aliansi dari jarak jauh.
"Yosh, saatnya ronde ke dua!" seru Kisame semangat dengan memutar pedang besarnya.
"Aku akan membuat ledakkan yang sangat besar! Hahahahaha!" seru Deidara.
.
.
Ketika dua kubu sudah saling mendekati jarak tembak masing-masing (sekitar 1500m/1.5km)
"Hahahaha... rasakan! Seni adalah ledakan!" teriak Deidara yang saat ini masih berada diatas burung hantu raksasa sendirian. Karena Akatsuki yang lain sudah melompat lebih dulu dan berpencar. 10 naga putih raksasa mengibaskan sayapnya pelan dan memuntahkan naga-naga kecil yang terbang dengan cepat menuju pasukan aliansi. Dan... saat itu pula, tiba-tiba muncul sebuah segel besar yang berdiameter sekitar 100m yang berada tepat dipertengahan jarak antara Naga besar Deidara dan pasukan Aliansi.
Boffffttt! Dhuaaaarrrr!
Kemudian seluruh misil yang berbentyuk naga-naga kecil itu meledak tidak lama setelah beratus kunai meluncur dari asap tebal yang tiba-tiba muncul di tengah arena pertempuran Akatsuki dan Ninja Aliansi.
"Apa yang terjadi?" tanya sebagian besar dari dua kubu.
.
.
"Yo, Minato maaf aku terlambat" sebuah suara yang mucul dari bayangan yang terlihat berdiri diatas sebuah bayangan besar berbentuk katak ditengah kepulan asap yang mulai menipis .
"Hoaa... Jiariya sensei memang hebat! Yosh masa mudaku juga tidak akan kalah!"
"Hahaha...begitulah Lee. Aku juga sudah tidak sabar bertarung bersama rival masa mudaku!
"Neji, bisakah kau menghentikan kelakuan memalukan mereka berdua?"
"Lebih baik kau lempari saja mereka dengan koleksi senjatamu Ten"
"Akamaru kita juga jangan sampai kalah!"
"Guk!"
Dan beberapa suara-suara lainya yang terdengar berasal dari bawah bayangan katak raksasa. Sementara itu ninja aliansi dan Akatsuki yang baru saja mau memulai peperangan mereka terhenti sejenak karena kedatangan yang tiba-tiba ini.
Setelah kabut asap menghilang tampaklah Jiraiya diatas Katak raksasa merah. Sementara itu, sekitar 300 orang ninja lainya yang memakai ikat kepala lambang Konoha berdiri disekitarnya. Mereka adalah pasukan pengintai yang selama ini masih dalam misi sudah tiba. Diantara mereka ialah: Maito Guy, Rock Lee, Tenten, Hyuuga Neji, Asuma Sarutobi , Ebisu, Iruka, Hayate, Fugaku Uchiha, Inuzuka Kiba, dan ninja-ninja lainya.
.
.
"Sepertinya bantuan kita tepat pada waktunya" Sahut Shikaku yang berada disamping Kakashi.
"Yah, sepertinya persentasi kemenangan kita akan meningkat drastis kalau seperti ini" sahut Kakashi seraya tersenyum santai.
Tapi, kemudian dia melihat beberapa puluh kotak mayat yang muncul dari dalam tanah dan seekor ular raksasa yang muncul sesudahnya.
"Sepertinya peperangan akan tetap menjadi sulit bagaimanapun juga" Sahut Yondaime Kazegake diiringi tawa kecilnya, melihat ekspresi Kakashi yang spechless.
Para Hyuuga dan Uchiha bisa melihat orang-orang yang baru saja disummon Orochimaru, meskipun jarak yang jauh. Diantara berpuluh-puluh mayat yang disummon adalah beberapa orang yang mudah dikenali karena jabatan mereka sebagai kepala klan dari desa petir, desa tanah, dan desa air. Ada pula 11 orang mantan 12 guardian yang biasanya menjaga petinggi-petinggi negara. Dan beberapa elit-elit ninja lain yang terkenal akan keunikan jurus ninja atau bloodlinenya, seperti element kristal, petir hitam, laser, magma, dan lainya..
"Ingat! Kita Adalah Ninja Konoha! Jangan Biarkan Mayat-Mayat Itu Mengalangi Kita Dari Kemenangan! Kita Adalah Ninja Yang Memiliki Semangat Api Didarah Kita! Ayoo! Kita Bakar Mereka Dengan Semangat Kita Yang Tak Pernah Padam!" Teriak Minato yang berada di paling depan dengan luapan semangat.
"HEAAAAAAAAAAA!" dibalas teriakan perang dari ninja-ninja lainya dengan suara yang membahana.
Kemudian Minato berlari maju diiringi ninja lainya seperti Yahiko, Nagato, Shisui, Kakashi, Hizashi, Shikaku, Choza dan lainya menuju arena perang. Minato pun kembali menyeringai lebar dan mengatakan" IT'S TIME TO HUNT!"
.
.
*Ditenpat Madara*
Tap! Tap! Tap!
Dua orang bermata merah menyala (dengan armored form Susanoo) dan satu orang bermata Katak mendarat dihadapan Madara.
"..."
Keadaan kembali sunyi. Belum ada yang memulai pergerakan sama sekali
"Oya... Oya... Aku sudah lama menunggu kedatangan kalian. Kukira kau sudah menyerah melawanku." tanya Madara santai seraya menyilangkan tanganya didada dengan senyum tipis.
"Maaf saja kakek tua, kami baru saja selesai melakukan beberapa persiapan hadiah buat kakek" sahut Naruto santai.
"Oya? Kurasa aku aku harus berterimakasih untuk itu. Lalu apakah hadiah yang kalian ingin berikan kepadaku?" tanya Madara.
"Heh, tentu saja menghajarmu Kakek jelek!" sahut tiga pemuda serempak, berasamaan dengan memasang kuda-kuda kemudian berpencar meluncur menuju Madara dari depan, kanan dan kiri.
"Haha ini yang kutunggu!" sahut Madara seraya Perfect Susanoo muncul disekitarnya
- The three of Strongest Konoha vs Strongest Akatsuki- START!
.
.
.
.
.
.
IT'S-SBS-TIME!
...
Yeiiii... Kolum SBS dibuka! (Silakan Bertanya Sepuasnya) Terima kasih atas dukunganya selama ini.
.
.
.
...
SBS, START!
...
.
.
Q: Apakah Jurus raksasa klan Akamichi bisa digabungkan dengan Susanoo?
A: Hm... kalo rasionalnya si bisa. Kan dikanon Sasuke juga melapis Kyuubi dengan armornya. Jadi kenapa tidak?
Tapi, kemungkinan besar hanya pengguna EMS (yang bisa aktifin Complete form Susanoo) saja yang bisa ngelapisin tubuh raksasa Klan Akamichi keseluruhan.
Kan, kalo pake Mangekyou Sharingan aja cuman bisa mensummon setengah badan Susanoo? Yah, begitulah menurut saya.
.
.
Q: Kenapa Madara hanya menggunakan jurus shinra tensei terus?
A: Eh? Nggak kok! Kan Madara punya banyaaaaaaaaak ragam jurus. Dari Katon, Mokuton, dan kemampuan lainya seperti EMS ato Rinnegan.
Alasan Author sering nulis Shinra tensei. Karena jurusnya yang hampir Over Power dan mudah. Selain untuk Offense juga sekalian defense.
Meski begitu, tetep aja dipertarungan pemanasan ato main-main Madara juga pake jurus-jurus lain yang punya damage tidak terlalu 'wah'. Seperti ketika melawan dua Uchiha.
Dipertarungan Ninja yang lain pun juga bukan cuman sedikit jurus aja yang dipake. (Seperti : Aliansi Shinobi vs Lautan Zetsu Putih, Tsunade/Kunoichi vs Oro/Edo-tensei, Naru vs Dei, dan lainya). Sebelum-sebelumnya mereka juga make pukulan, tendangan, shunsin, ato jurus-jurus elemen yang sudah familiar lainya. Tapi, berhubung nga mungkin Author nulis detail pertarunganya yaaa.. jadi cuman pas adegan-adegan penting aja. Di komik juga kadang-kadang di skip gitu battlenya? Bener kan?
Mungkin, nanti kalo fic ini dibikin anime bisa lebih detail pertarunganya. Kan Naruto sama One Piece, ketika dijadikan anime lebih detail daripada yang di Manga.
.
.
Q: Apa Naruto punya hewan summon?
A: Ah, iyap. Kan sudah kejawab di chap ini. Yaahh.. meskipun kurang cocok untuk all-out-war kayak gini. Kan ngga keren banget, kalau abis Naruto summon Gamabunta ato Kodok yang lain. Malah cuman jadi samsak tinju ato objek sasaran Akatsuki karena otomatis bentuknya yang gede banget, sehingga luka parah dan disummon balik ke Myobokuzan. Bukanya buang-buang chakra?
.
.
Q: Bisa jelaskan bentuk detail Armored Form Susanoo?
A: Um.. detailnya yaah? Hmmm... kalo mau lebih jelas. Coba aja search gambar di google pake kata kunci "ARMOR ODA NOBUNAGA". Nah, bentuk dasarnya kurang lebih kayak begitu. Cuman ada beda dikit.
Kalo punya Sasuke warna hitam kemerah-merahan. Ada aura merah yang keluar diseluruh armornya. Tipis ato tebalnya aura merah tergantung dengan keadaan konsentrasi Sasuke. Dengan helm bulan sabit (mirip Date Masamune di Sengoku Basara)
Nah, kalo punya Itachi berwarna hitam pekat. Dan tidak ada aura yang keluar dari armornya. Dengan helm yang mirip seperti Sasuke, hanya saja sebagai ganti ukiran bulan sabit, helm Itachi memiliki ukiran empat mata merah seperti di Kanon.
.
.
Q: Kenapa Naruto bisa berkali-kali make Sennin Mode? Bukanya bisa bikin kelelahan kayak dicanon?
A: Oh, kalo efek memakai sage mode memang seperti di kanon. Kan fic ini emang memakai dasar yang sama persis seperti dikanon. Yaitu menimbulkan beban fisik pada tubuh pengguna.
Hanya saja, di fic ini Naruto sudah hampir menyempurnakan bentuk sagenya seperti Minato. Karena tidak sedikitpun ada campuran chakra Kyuubi yang mengalir didalam tubuhnya yang menggangu latihan senjutsu seperti dikanon. Selain itu, Naruto yang sudah mengetahui efek sampingnya menutupi kekurangannya dengan latihan fisik untuk menambah staminanya dan membiasakan tubuhnya dalam menggunakan sage mode. (Salah satunya latihan bersama Minato).
Oh, iya. Kalian jangan lupa akan jasa Kuu yang -melatih ketahanan tubuh- Naruto setiap harinya. Berkat Kuu lah Normal mode dan Sage mode Naruto yang di fic ini memiliki status defense (karena sering terkena 'serangan mematikan Kuu'), agility (karena berusaha menghindar dari serangan Kuu), durability (karena sering masuk rumah sakit?) dan speed (karena selalu saja berlari dari Kuu yang ngamuk) yang lebih hebat daripada versi canon. Nyahaha.. Kan sudah jelas bedanya? Kehidupan Naruto di fic ini lebih 'keras dan kejam' dibanding yang dikanon.
.
.
Q: Siapa aja yang bisa make Sannin Mode?
A: Oh, yang pasti Jiraiya, Tsunade, dan Oro.
Hemm.. juga beberapa orang yang dibawah asuhan Jiraiya. Kan wajar, senjutsu juga tidak termasuk BlodlineLimit/KekkaiGenkai.
.
.
Q: Oro punya DNA siapa aja?
A: Ohohoho... banyak kok, selain Akatsuki kata kuncinya ialah 'Orang-orang yang punya Bloodline unik pilihan Orochi di Kanon'
.
.
Q: Kira-kira seberapa besar kekuatan tempur Konoha?
A: Hmm... Yah, anggap saja mereka bisa menaklukkan seluruh negara elemental kalau mau. Kan banyak Shinobi-Shinobi legenda. Beserta kemampuan-kemampuan ninja yang sudah diupgrade menjadi lebih hebat dari kanon.
.
.
Q: Kenapa Madara tidak langsung Full Power dan menghancurkan Konoha?
A: Um, tentu alasan pertama adalah untuk mengetes kemampuan Militer Konoha. Meskipun seandainya Madara Full Power dari awal. Belum tentu bisa, mengalahkan Konoha dengan mudah.
Alasan kedua, Madara hanya main-main. Mungkin dia bosan (tanya aja ke kakek Madara untuk lebih jelasnya).
Alasan ketiga, Orochimaru meminta agar penghancuran Konoha akan dilakukan oleh tanganya sendiri. Karena salah satu persyaratan kerjasama Oro-Madara adalah Orochimaru diperbolehkan membalaskan dendamnya kepada Hiruzen dan Jiraiya. (Seperti pada chap sebelumnya).
.
.
Q: Apa alasan Orochi bekerja sama dengan Madara? Chap kemaren kan nga sempat dijelasin Aoi?
A: Ah, bener, baiklah akan saya jawab.
Pertama, Akatsuki membantun Oro untuk balas dendam. (Kalo yang dikanon adalah sasu yang avenger. Disini adalah Orochi)
Kedua, Orochi mendapatkan sepasang mata Sharingan! (Karena kekkai genkai dojutsu di Konoha -Hyuga dan Uchiha- akan disegel apabila usernya mati). Jadi, Madara memberikan beberapa cadangan Mata Sharingan yang disimpanya.
.
.
Um sekali lagi makasih, dan tunggu saja kejutan-kejutan lainya!
N' Thanks buat reader n' silen reader.
Silakan review, buat ngasih ide, saran, kritik, pertanyaan ato nge-flame juga nga masalah!**Author dah siapin akuarium ikan buat nyiram api! Fufufu...**
.
.
.
.
.
-( EXTRA! *plak**)-
.
Orochi: Kishi! Mana D**jin sama er*ge loli yang dikasih Hiruzen kemaren? Kok di lepy-mu ngak ada?
Aoi: Ah, itu? Uda kehapus gara-gara virus! (Fufu.. padahal sengaja dihapus. Dan masih ada di recycle bin)
Orochi: Yaah... hari ini nga jadi minjem deh. (Oro yang gaptek pun berlalu dan pulang lewat pintu dapur)
.
Tak tik tik tik.. (kishi pun menghapus data yang masih tersisa di lepy).
.
Jiraiya: (yang tiba-tiba nongol lewat jendela) Yo! Kishi, pinjem lepy-loe. Mau ngetik, ada tugas dari dosen nih!
Aoi: Eh? Bo-boleh deh.. (hahh.. yang satu ini nongol).
Jiraiya: Lho? Mana video b****, sama D**jin mu? (Jiraiya ngecek di recycle bin) yah..ternyata di recycle bin juga nga ada.
Aoi: Woi! Bukanya loe mau ngetik? Tentu aja nga ada, kan uda ane hapus semuanya!
Jiraiya: eh? Knapa dihapus? Kan sayaaang? Yaah... berabe deh datang kemari. Daah~ ane pulang dulu. Ntar kalo Minato sama Hiruzen bagi-bagi 'barang baru', kasi tau yah.. (keluar lewat jendela).
.
Kakashi: Kishiiii! Pinjem Lepy dooong! (Treak Kakashi dari luar jendela)
Aoi: Nggaaak Mauuuuu! (Cih, kalo yang satu ini udah pasti buat baca D**jin ato Fanfic M****)
.
Iiihhhh apaan sih mereka itu?! Mana mau ane nyimpan yang begituan! Kan dede Kuu-chan juga kadang-kadang suka main game online (L4dead, Digimon, Yugi, CS, Ragnarok, Lost saga, Dota, dll), gamehouse (zuma, rhinochet, bowling, dinner dash, plan vs zombie, dll) ato gameflash (parampa, dll) lainya di lepy ane. Karena lepy Kuu-chan ngga cocok buat game. Untung semuanya yang berhubungan dengan H***** udah di copy di Hardisk External. Fyuuh.. aman. (Kishi pun kembali tiduran sambil baca komik yang belum kelar.)
.
Kurama: Nii-chan! Kuu mau nge-copy game-game baru ketempat Naruto. Pinjam hardisknya yaah.. (tiba-tiba, Kuu yang mendobrak masuk dari pintu seperti biasanya)
Aoi: Oh?... tuh diatas tumpukan buku. Ambil aja. (masih santai baca komik)
Kurama: Makasih Aoi-Nii... Jaa-nee~ Kuu pun berlalu keluar kamar setelah mengambil hardisk beserta kabel penghubungnya yang ada di atas meja belajar)
Aoi: yah.. ati-ati dijalan...
Krik krikk krikk..
Aoi: Eh? Hardisk? Fuc#$%&©€£k! (Baru nyadar, dan langsung ngibrit keluar kamar) Kuu-chaaan! Tungguuu!
.
P.S. Cerita EXTRA ini hanya fiktif belaka. Tidak ada hubunganya dengan kejadian disekitar anda. Cuman terinspirasi dari seorang temen*plak!
UM, MUNGKIN CHAP BERIKUTNYA ADALAH LAST CHAP.
