Chapter 11
From Korea To Ubud
Sulay Fanfiction Indonesia
Main Cast
Kim JunMyeon
Zhang Yixing
and
all exo members
etc
Don't Plagiat
YAOI AREA!
Many typo(s)
Love has no culture, boundaries, race and religion
Lets falling in love in Ubud Bali
….
Seandainya saja kubisa katakan jangan kau tinggalkan
Lembaran-lembaran foto yang baru saja tercetak itu kini berserakan di kasur pemiliknya. Yixing masih tertidur dikamarnya, ia sudah kembali ke rumahnya. Meninggalkan dorm V94 yang seluruh penghuninya masih dirumah sakit menunggui Baekhyun. Yixing mencoba menikmati semua yang sudah terlanjur terjadi. Agak sedikit menyesal karena dia mengikuti perkataan Luhan dan meninggalkan group nya sehingga menyebabkan Baekhyun terbaring dirumah sakit. Kini satu-satunya yang bisa dilakukan Yixing hanya berharap terbiasa sendiri menikmati hari. Tanpa teriakan-teriakan yang menanyakan baju,perlengkapan dan makanan mereka.
Yixing mencoba membangkitkan dirinya, ia harus pergi ke rumah sakit menjenguk Baekhyun. Ia harus tahu bagaimana keadaannya dan keadaan yang lain. Mereka sudah dianggap Yixing sebagai keluarganya.
Jongin menatap kamar Yixing yang kosong, ada perasaan sedih dalam hatinya. Sesungguhnya keinginannya Yixing untuk fokus berkarier bukanlah keinginannya yang sebenarnya. Ada yang kosong setelah Yixing pergi, walau dia telah berjumpa dengan manajer mereka yang baru. Tapi tetap saja sosok Yixing tidak dapat tergantikan. Sebagai sahabat ia ingin menahan Yixing untuk tinggal bersamanya disini. Tapi itu tidak mungkin terjadi, nasi telah menjadi bubur. Jongin sendirilah yang secara tidak langsung mengusir Yixing dari dorm mereka.
Manusia adalah mahluk koloni tidak ada individualis
Mereka hidup, bermain dan berkembang biak bersama
Tapi setiap permainan akan ada akhirnya
Dengan segala perasaan cemas tidak diterima dan khawatir dengan isi di dalam ruangan itu, Yixing membuka pintu ruangan dimana Baekhyun dirawat. Chanyeol masih setia menemani Baekhyun walau sudah berpindah posisi dari kemarin disebelah Baekhyun kini di sofa ruangan. Chanyeol memandang Yixing dengan prihatin, tidak ada niat untuk menyalahkan manajernya atas apa yang terjadi pada Baekhyun. Hanya saja karena Yixing yang tidak pernah berbohong itu ketahuan membohongi mereka membuat dirinya merasakan Yixing sedikit berbeda sekarang. Apapun alasan Yixing, Chanyeol berharap Yixing baik-baik saja. Tidak ada penolakan atas kedatangan Yixing, ia pun melangkahkan kakinya masuk. Chanyeol menyambut dengan senyum manisnya.
" Baekhyun masih tidur?."
" Tadi siang dia minum obat dan tertidur. Mungkin sebentar lagi dia akan bangun."
" Bagaimana keadaannya?."
" Dia sudah membaik, lihat bibirnya sudah tidak bengkak lagi. Tinggal kulitnya yang masih memerah."
Yixing menatap Baekhyun sedih, laki-laki yang paling telaten mengurusi dirinya itu harus mengalami alergi. Baekhyun membuka matanya perlahan. Melihat Yixing yang menahan air mata dimatanya yang sendu. Yixing mencoba bertahan dibawah tatapan Baekhyun, apapun itu dia siap menerima jika Baekhyun memarahinya atau mencaci maki karena ketidak becusannya menjaga personil group.
" Baekhyun.."
" Yixing kenapa kau!.. Kenapa kau tega meninggalkan kami? Kenapa kau mengundurkan diri ha?!."
" Baekhyun mianhe.."
" Kau pikir ada orang yang lebih bisa menjaga kami dibanding kau? Kau mau aku lebih parah nantinya? Yixing… Kembali lah." Ucap Baekhyun menggengam tangan Yixing
" Mianhe Baekhyun, aku tidak mungkin bisa kembali. Mianhe.. Mianhe.. ini semua salahku sampai kau berada disini."
" Ani Yixing, ini salahku sendiri karena tidak pandai mengurus diri sendiri. Kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri."
Baekhyun terduduk di kasurnya mencoba merahi punggung Yixing dan menangis bersamanya dipelukan mereka. Chanyeol yang melihat kedua rekannya itu mengusap matanya. Haru melihat dua manusia yang tidak ada hubungan darah tapi saling menjaga layaknya adik beradik.
.
.
Ting ting
Lamunan Jongin di meja makan terhenti dengan dentingan bell berbunyi. Dengan agak enggan dia melangkahkan kakinya menuju pintu. Jongin menatap sosok JunMyeon dibalik pintunya.
" Sunbaenim.." Ucap Jongin
" Ne, Yixing ada dirumah?."
" Hmm Yixing sudah tidak tinggal disini lagi."
" Maksud mu?."
" Yixing sudah berhenti menjadi manajer kami." Jongin rasanya tidak ingin mengutarakan apa yang ia sampaikan. Ia memang tidak kehilangan Yixing sebagai sahabat. Tapi ketidak ada keberadaan Yixing dirumah ini menohok perasaannya.
" Bagaimana bisa?." Tanya JunMyeon bingung
" Entahlah, aku tidak tahu mengapa semenjak syuting MV itu Yixing sedikit berubah. Maaf Sunbae tapi aku merasakan ini ada hubungannya denganmu." Ucap Jongin
" Hubungannya denganku?."
" Aku memang bodoh sunbae tapi aku bisa menyadari sesuatu yang aneh ketika kau dan Luhan sunbae mau mengisi Mv kami. Terakhir kulihat dia bersikap normal adalah sebelum dipanggil Luhan untuk membicarakan konsep MV kami."
JunMyeon terdiam, dia tahu Luhan memang ular. Tapi ia tidak pernah menyangka Luhan berbuat jauh seperti ini kepada Yixing.
" Sunbae, apa kau tahu Yixing masih mencintaimu hingga sekarang?. Memang bukan urusanku untuk mencampuri masalah kalian. Tapi kuharap kau peka dengan dia. Dia banyak berubah lebih baik setelah berjumpa dengan mu. Kuharap kau mampu menjaganya." Ucap Jongin tulus
Setelah mendengar pernyataan Jongin yang bijak, JunMyeon dengan cepat mengemudikan motornya. Entah mengapa pikirannya menyuruhnya untuk pergi ke agensi.
Jongdae menatap adik satu-satunya dengan pandangan heran. Entah apa yang di pikirkan adiknya itu sehingga mengambil keputusan seperti ini. Di meja berbentuk bundar ini mereka saling bertatapan. Pandangan marah Jongdae kepada adik yang di manajerkan nya itu tampak sudah tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.
" Bisa kita bicarakan perlahan saja JunMyeon?." Tanya Nam Seok Gie yang menatap kedua adik beradik itu
" Tidak ini keputusan finalku. Aku rasa sudah cukup dengan semua ini. Aku permisi." JunMyeon membungkuk dan meminta izin keluar dari ruangan dingin itu.
Kini Nam Seok Gie menatap Jongdae, satu-satunya manusia yang tersisa disana.
" Kau bisa mengubah keputusan JunMyeon?."
" Entah lah, aku rasa ini ada kaitannya dengan hubungan rekayasa antara dirinya dan Luhan. Maaf pak, tapi semenjak kau meminta JunMyeon menjalankan hubungan palsu itu hidupnya benar-benar hancur. Bukan maksudku menghakimi atau membela adik kandungku sendiri, tapi kurasa walaupun dia seorang artis dia juga memiliki kehidupan dan perasaan sendiri kan?." Ucap Jongdae
" Kau benar Jongdae, tampaknya ini kesalahanku karena hanya memperhitungkan untung rugi agensi."
" Ya pak, wajar kalau dia meminta keluar dari agensi. Tapi kurasa jika kau bisa mengakhiri sandiwara ini mungkin aku bisa membujuknya untuk membatalkan rencananya."
Lelaki tua itu tidak menjawab apapun hanya tangannya sibuk mengetuk-ngetuk meja tanda ia memikirkan apa yang di ucapkan Jongdae. Kehilangan Kim JunMyeon merupakan suatu skandal dalam agensi nya nanti. Kini ia harus bersiap antara kehilangan JunMyeon atau menyambut amarah aktor besarnya satu lagi Xi Luhan.
Dont wanna cry but I break way
Cold sheets but where is my love?
Pintu berwarna maroon itu tampak menunggu untuk diketuk oleh pria dengan jaket hitam yang berdiri mematung dari tadi. Pria itu kini sadar, ia tidak mungkin menggapai kedua nya dalam waktu yang bersamaan. Jika ia ingin bersama kekasih pujaannya ia harus kembali ke awal seperti pertemuan mereka. Hanya dia dan Yixing, tidak perlu ada embel-embel si artis, si model, si manajer. Bukankah itu sangat simple?.
Tok Tok
Jikapun ia tidak diterima kembali apapun resikonya ia harus dapat menerimanya. Pintu maroon itu terbuka oleh seorang sosok yang di rinduinya.
If he ran away come back home
Just come home
Rasanya tidak percaya menerima tamunya hari ini. Yixing berdiri tangannya masih memegangi pintu yang dibukanya. Sosok JunMyeon, segala sosok yang ingin dirangkulnya dan ditumpahkan airmata nya yang di tahan selama ini. Yixing merasa dirinya lelah dengan segala upaya meyakinkan dirinya baik-baik saja.
JunMyeon... lihatlah aku yang menahan banyak kesedihan...
Menyadari mata Yixing berkaca-kaca bersiap mengeluarkan butiran air matanya, JunMyeon memeluk Yixing erat.
Yixing, aku milikmu jangan pergi lagi dariku...
JunMyeon memyenderkan punggungnya di sofa rumah Yixing. Masih dipeluknya Yixing seakan membalas banyaknya waktu yang terbuang percuma oleh mereka.
" Kau tidak ada jadwal hari ini?." Tanya Yixing
" Tidak, kenapa?."
" Biasanya kan kau sibuk, setiap hari selalu saja muncul di media."
" Kau stalking ya?." Tanya JunMyeon tersenyum
" Ani-Ani. Aku kan supaya tahu dunia luar saja itu bagus untuk V94."
" Kenapa kau berhenti menjadi manajer mereka?."
" Hmm."
" Kasihan tadi ku berjumpa Jongin, sepertinya dia merindukan dirimu."
Yixing terdiam mendengar perkataan JunMyeon, bukan hanya Jongin yang rindu. Sungguh dirinya pun rindu dengan seluruh personil group itu.
" Eh ini jam berapa? Aku harus pergi." Ucap Yixing teringat akan sesuatu
" Kau mau kemana? Apa kau serius menjadi model itu?." Tanya JunMyeon
" Bukan, aku ada les."
" Les?."
" Les bahasa Inggris." Ucap Yixing tersenyum
JunMyeon tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Yixing. Ia tidak menyangka bahwa Yixing akan serius membuktikan ucapannya di Bali dulu untuk lebih terkenal dan belajar bahasa Inggris. Tampaknya Jongin benar, semenjak Yixing berkenalan dengan JunMyeon banyak hal baru yang mengubah hidupnya.
" Mwo?! Kau menghinaku ya?." Tanya Yixing kesal
" Ani. Aku hanya bangga denganmu. Baiklah dimana tempatnya aku akan mengantarkanmu."
" Serius?. Apa tidak apa-apa?."
" Kenapa? Kau kan pacarku, ayo pakai helm mu. Aku bawa motor."
Yixing tersenyum melihat reaksi JunMyeon yang bangkit dari sofa bagaikan seorang gantleman. Kembali Yixing bisa menatap punggung kesukaannya, punggung yang begitu di idolakannya. Paling tidak sepanjang jalan menuju tempat les nya.
...
You look like my next mistake
Loves a game you want to play
Langkah kaki bercampur emosi mengiringi laki-laki yang baru saja mengganti warna rambutnya itu. Di acuhkannya orang-orang yang menatapnya dengan hormat. Untuk apa semua itu jika kini harga dirinya seakan di injak-injak. Belum pernah rasanya ia merasakan di remehkan seperti ini.
Bruk
Pintu terbuka dengan tidak sopan, sang pemilik ruangan itu menatap pria yang baru saja masuk ke dalam ruangannya itu dengan tatapan tajam.
" Apa maksudmu ingin memberitahu media bahwa hubunganku dengan JunMyeon sudah berakhir?!." Tanya pria dengan rambut coklat emas itu.
" Luhan silahkan duduk dulu, apa kau harus bersikap begini pada kakekmu sendiri?."
" Kakek kalau kau masih menganggapku cucu kau tidak mungkin mempermalukan ku seperti ini."
" Apa yang memalukan Luhan? Bukannya lebih memalukan jika kau terus dibawah hubungan palsu mu dengan JunMyeon?. Bukannya sikap mu sendiri yang mengkandaskan hubunganmu dengan nya? Hentikan delusimu Lu JunMyeon bukan milikmu!."
" Kakek!."
" Berhenti Luhan, aku tidak mau kehilangan kalian berdua. JunMyeon sudah kuanggap sebagai anak ku. Dan kau adalah cucuku bakal pewaris agensi ini. Kuminta kau bersikap profesional."
Luhan memutuskan untuk keluar dari ruangan nyaman itu. JunMyeon menggunakan kartu AS nya dengan bersikap akan meninggalkan agensi. Tapi tampaknya agensi tidak rela melepaskan JunMyeon. Sehingga jalan terakhir adalah membebaskan JunMyeon dari sarang ular Luhan.
" Lihat kau manajer sialan! Akan kubalas kau."
.
.
.
JunMyeon menepati janjinya dengan menunggu Yixing selesai les. Dengan memakai masker ia membaca buku yang berada di dalam cafe tersebut. Beberapa pengunjung tampak curiga dengannya. Mereka tahu dibalik masker itu adalah seorang artis, tapi mereka tidak bisa menebak siapakah artis tersebut karena JunMyeon juga menggunakan hoddie dan kacamata.
Hyung nya baru menghubunginya tadi memberikan penawaran pada dirinya, kebebasan selamanya atau bebas mengikuti jalur. JunMyeon masih menimang, kesalahannya juga Yixing bisa terjun kedalam agensi itu menjadi manajer kemudian secara tidak terduga menjadi model disana. Jika JunMyeon meninggalkan Yixing di dalam agensi itu dengan Luhan dan kaki tangannya yang berada disana. Dapat dipastikan Yixing akan digigit ular juga disana. JunMyeon memutuskan untuk setuju tetap di agensi dengan syarat jadwalnya tidak sebanyak dulu hingga dia bisa menghabiskan waktu dengan Yixing dan meminta agensi nya untuk menghapus hubungan palsunya dengan Luhan.
" Kau masih disini?." Tanya Yixing tersenyum melihat JunMyeon
" Tentu."
" Kau mau minum dulu? Atau kita langsung jalan-jalan."
" Jalan-jalan? Dengan penampilanmu seperti ini? Tidak terimakasih." Ucap Yixing
" Permisi.. Kau manajer V94 kan?." Tanya seorang gadis sekolah kepada Yixing
" Hmm ne. Tapi sekarang bukan aku lagi." Ucap Yixing
" Oh sayang sekali. Padahal aku suka kalian berlima. Kau mau menandatangani buku ku? Sebentar lagi aku akan ujian smester." Ucap gadis itu
" Baiklah, siapa namamu?."
" Kim Raein."
" Hmm untuk Kim Raein fighting untuk ujian semestermu!." Tulis Yixing di buku dan mengembalikannya dengan senyuman manisnya.
" Gomawo."
" Gomawo juga, terus dukung V94 yah fighting!."
Gadis sekolah itu pergi dengan pipi yang merona. JunMyeon memandang Yixing dan tersenyum dibalik maskernya.
" Wah kau lebih terkenal daripadaku."
" Siapa bilang, coba saja kau turunkan masker mu itu kalau tidak satu cafe ini berlari menuju mu." Ucap Yixing
" Hehe baiklah kita pergi sekarang?."
" Boleh."
Rasanya seperti mengulang kembali berjalan-jalan di Bali dengan motor. Kini JunMyeon telah menemukan penumpang belakangnya yang sepanjang jalan ini bernyanyi dan tertawa. Perasaan bersyukur memenuhi perasaan JunMyeon.
"... not really sure how to feel about it something in the way you move, make me feel like I cant live without you it takes me all the way I want you to stay..."
" Wah baru diantar les sudah bisa nyanyi bahasa Inggris." Komen JunMyeon
" Ih kau ini, kata teacher ku kalau mau cepat pintar pengucapan, kita harus banyak nyanyi lagu berbahasa Inggris." Bela Yixing sambil mencubit pinggang JunMyeon
" Haha aku setuju dengan teacher mu. Aku bangga denganmu Yixing."
" Kini kau percaya kan aku memiliki bakat?." Tanya Yixing
" Ne, kau memiliki banyak bakat salah satunya adalah membuat aku terus merindukanmu." Ucap JunMyeon
Beruntung Yixing berada di belakang JunMyeon, wajahnya memerah mendengar perkataan JunMyeon. Dipandanginya punggung JunMyeon sambil tersenyum.
...
Dengan membawa berkas-berkas perjanjian Jongdae menuju rumah adiknya. Ia masih memerlukan tanda tangan JunMyeon untuk pengesahan terakhir kontrak mereka yang baru. Jongdae bersyukur adiknya itu masih mau mendengar perkataannya. Bukan Jongdae ingin mengatur JunMyeon, ia hanya takut JunMyeon bersikap ceroboh dan menghancurkan kariernya. Motor merah Aprilia terparkir disana, begitu juga Ferrari merah 488GTB. Jongdae yakin adiknya itu berada dirumah. Jongdae menekan pin untuk membuka masuk rumah mewah itu.
" JunMyeon ku harap..."
Jongdae tidak melanjutkan lagi ucapannya di depannya dua manusia saling menjauh akibat suara yang keluar dari mulutnya.
" Ops maaf."
" Hyung.."
" Hehe maaf JunMyeon. Aku tidak tahu kau sedang menerima tamu special."
" Hyung, kenalkan ini Yixing, dia juga satu agensi dengan kita."
" Zhang Yixing.."
" Kim Jongdae, manajer sekaligus kakak satu-satunya JunMyeon."
Yixing tersenyum melihat Jongdae yang bangga dengan adiknya itu. JunMyeon menyipitkan matanya mendengar perkataan Jongdae.
" Ada apa hyung kemari?."
" Ini aku mau mengambil tanda tanganmu. Jadi ini yang kau ceritakan?." Tanya Jongdae tersenyum
" Ne Hyung, Yixing lah yang ku jumpai waktu aku liburan di Bali."
" Wah, sepertinya aku dan Minseok harus mengadakan liburan juga."
" Pergilah hyung, kapan kau mau segera bilang padaku."
" Ya tapi kau tahu sendiri kan betapa sibuknya Luhan? Kasihan pacarku Minseok harus kesana kemari mengikuti kemauan pangeran cantik itu."
" Luhan?." Tanya Yixing
Jongdae dan JunMyeon saling bertatapan, ada pandangan cemburu dibalik pertanyaan Yixing mengenai Luhan.
" Er iya Yixing jadi Minseok pacarku itu adalah manajer Luhan, begitulah." Ucap Jongdae
" Oh begitu."
" Ne, kau masih belum percaya padaku? Apa perlu kita lanjutkan yang terputus tadi."
Kini Yixing dan Jongdae yang saling berpandangan malu mendengar perkataan JunMyeon.
" Er sebaiknya kau cepat tanda tangan agar aku segera pergi dari sini. Disini panas sekali sepertinya." Ucap Jongdae mengipas-ngipas kepalanya.
" A-Aku baru ingat, aku harus pergi dulu JunMyeon."
" Kau mau kemana?. Aku akan mengantarkanmu. Ucap JunMyeon
" Ani tidak perlu, aku bisa menyetop taxi. Jangan manjakan aku JunMyeon, aku bisa sendiri ok." Yixing mengambil mantel musim dinginnya dan berpamitan dengan Jongdae yang menatapnya sambil tersenyum. Kemudian pergi menuju luar.
" Wah, aku tahu sekarang kenapa kau sangat menyukai nya JunMyeon."
" Hais, hyung kau ini. Mana berkasnya?."
.
.
Di dalam taxi Yixing tersenyum memikirkan JunMyeon, akhirnya setelah lama ditembak JunMyeon baru kali ini mereka merasakan apa itu masa pacaran. Si pengendara taxi melihat penumpangnya melalui spion yang tersenyum-senyum sendiri sambil memegangi bibirnya ikut tersenyum. Yixing yang menyadari ia sedang menjadi pusat perhatian si sopir taxi langsung bersikap biasa dan mengalihkan pikirannya dengan mengambil ponselnya. Ia sangat merindukan V94, jika dulu bila rindu JunMyeon ia akan langsung mencari kabarnya melalui media, kini ia melakukan hal yang sama dengan anak-anak yang ditinggalkannya itu.
Single baru V94 bocor, diduga group ini batal comeback!
Sudah ditonton lebih 21juta kebocoran single baru V94 di youtube diduga penyebab agensi membatalkan comeback mereka
Yixing menatap tidak percaya dengan berita yang dia baca, ia bisa merasakan bagaimana kesedihan keempat personil itu.
" Pak bisa mutar?."
Supir taxi langsung memutarkan mobilnya, Yixing sadar ia memang bukan manajer mereka lagi. Tapi ini lebih dari hubungan pekerjaan antara mereka berlima. Ia tidak akan membiarkan ke empat orang yang disayanginya itu bersedih tanpanya. Tidak, apapun tatapan yang akan diterimanya dari Jongin dan Tao. Apapun itu.
TBC
….
*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*
Buat yang lagi UN fighting yah adik-adikku!
Selamat belajar oppa menunggu kalian di Korea hihihi
Aku mau share pengalaman nih jadi aku sekarang ga perlu lagi ke warnet! Semua aku kerjain di hp. Jadi karena hp aku bukan android jadi ga bisa download apps ff ini aku nulis nya di word terus simpan ke dropbox baru deh di upload kesini! And its works! Nulis lebih easy sekarang yuk coba yuk author biar bisa fast update^^ say goodbye to lappy hihi ga sembuh juga its okay hihihi #kejam
YXINGBUNNY hehe memang kurang banyak kayaknya kaka^^ habis aku greget pengen cepat-cepat upload nya wkwkkw^^
TITIE ZHANG Iya nih Luhan antagonisnya dapet ga nyangka aku hihihi
YUKILLUA-KIRA Iya kemana sih sehun ini ga muncul-muncul terangkanlah terangkanlah Luhan hihihi ^^
D'EXCRUSIUS PARIPACHUKA Siap ndan! Laksanakan hihihi ^^ terus review yah kaka lebih kurangnya biar makin cucoks FF nya hihihi
KIM RAEIN Met ujian yah ga apa kok buka internetnya siap ujian aja. Chapter ini special pake telor buat kamu. Met ujian fighting!
MINNIEZHANG Omooo aku juga kepikirannya awewek satu itu tuh. Hahaha
ANITA858 Hiks iching sayang semua nya hiks
CHENMA hihi maklum iching baru masuk ke dunia hiburan jadi belum siap menerima badai apapun hiks
EUNWOO hiks maaf ya tapi chapter ini agak happy kan?
CHOLE aaa maafkan daku hiks T.T semoga Tuhan membalas semua yang terjadi... malah nyanyi hahaha
GUEST ga takut lagi kan baca chapter ini hihihi
