Title : Born in Winter {GyeoEul-e Taeeonan}
Author : Cho Kyomin
Cast : Super Junior , and other?
Genre : Romance , Fluff(?) , Friendship , Hurt/Comfort , OOC ,
Length : Chaptered ( Chaptered 11 of ?)
Disclaimer : Cast milik diri mereka sendiri , tapi cerita milik saya sendiri yang terinspirasi setelah menonton salah satu k-drama yaitu Dream High. Makin lama makin gaje juga nih FF…-,-'.. Don't like , Don't Read , Don't Bashing
Warning : Judul gak nyambung , gaje , abal , typo(s) , delel dan mulai melenceng dari jalur utama…hadeh -_-'
DON'T LIKE DON'T READ!
Pair : Kyumin and other
«Born in Winter {GyeoEul-e Taeeonan}»
"Chagia , lebih baik kau katakan yang sebenar-nya sekarang" Kata-Ku memulai semua-nya
"Chagiya?" Pekik kedua orang tua Sungmin
-chap 11-
"Iya ahjuma , saya pacar-nya Su…eh maksud saya Minnie" Sahut-ku sambil menyodorkan tangan-ku ingin berjabatan dengan calon mertua , hehehehe
"Eh…ta…tapi kenapa Minnie tidak pernah bercerita?" Tanya Umma Sungmin kelihatan bingung , tapi bukan Cho Kyuhyun nama-nya kalau tidak bisa meyakinkan orang dengan acting hebat-ku ini
"Hah~ haruskah saya bercerita disini ahjuma?" Tanya-Ku
"O…oh…iya , silahkan duduk" Jawab Umma Sungmin , tapi sebelum aku melangkahkan kakiku masuk lebih jauh kedalam rumah Sungmin , tubuhku sudah ditahan oleh tubuh Sungmin
"Wae?" Tanyaku hendak protes
"Kau ini apa-apaan hah? Sudah pulang saja…!" Bentak Sungmin dengan memasang wajah tidak suka-nya
"Miaww…." Tiba-tiba seekor kucing masuk menelusup kesela-sela kaki Sungmin
"Heebum?" panggilku tanpa mengalihkan perhatian-ku sedikit pun dari kucing berbulu abu itu
"Kenapa kucing-mu ada disini lagi? Bukannya noonamu sudah pulang?" Tanya Sungmin kaget
"I…iya sudah dan heebum sudah kuserahkan pada noona , atau jangan-jangan dia kabur lagi terus main kesini?" Kataku mulai menarik kesimpulan yang tiba-tiba keluar dari otak jenuis-ku
"Mana mungkin ,, tapi…yasudahlah mau bagaimana lagi?" Kata Sungmin ,
"Hmm..yasudah , karena heebum sedang main kesini aku juga mau bersama heebum main disini , ayo masuk" Ajakku dengan sebelah tanganku menarik tangan Sungmin agar segera memasuki rumah-nya sendiri*sebenernya yang punya rumah siapa sih?
Lihatlah , aku saja yang sebagai tamu tidak ragu-ragu untuk masuk rumah mertua-ku kelak , tapi kenapa Sungmin harus ragu? Ckckckck…jangan-jangan Sungmin gugup lagi karena nanti pasti akan ditanya yang aneh-aneh oleh orang tua-nya sendiri. Tenang saja Sungminnie-Ku , pangeranmu(?) akan selalu ada disampingmu~ kekekeke
"Kyuhyun , ayo duduk , kenapa lama? Kami ingin mendengar penjelasan kalian" Suruh Umma Sungmin , sedangkan appa-nya kulihat duduk disamping umma Sungmin sambil memainkan ponsel-nya. Sepertinya sedang menghubungi seseorang , semoga orang yang akan dijodohkan dengan Sungmin , lalu dengan lantang mengatakan kalau 'maaf-anak-saya-sudah-punya-kekasih-jadi-kita-BATALKAN-saja'. Hahaha…semoga saja. Aku dan Sungmin langsung duduk didepan umma dan appa Sungmin.
"Jadi begini Ahjuma , sebenar-nya kami sudah menjalin hubungan lama , tapi setiap saya main kesini ahjuma dan ahjushi pasti tidak pernah ada dirumah. Jadi saya tidak bisa memperkenalkan diri" Jelas ku
"Lalu tadi pagi kenapa kalian tidur dalam satu ranjang?" Tanya umma Sungmin penuh selidik
"Perjodohan , hanya karena Sungmin akan dijodohkan kami sama-sama jadi hilang akal sehat bingung harus melakukan apa , jadi kemarin kami melepas penat dengan minum Soju dan akhirnya tanpa sadar tidur bersama di kamar Minnie , iya kan sayang?" Tanyaku dengan mesra , kapan lagi punya kesempatan memanggil Sungmin sayang
"Hmm..n…ne , tentu saja begitu umma" Jawab Sungmin dengan gugup
"Kalian tidak melakukan apa-apa kan? Walaupun kalian pacaran ingat kalaina masih sekolah , jangan sampai , bla blab la…" Ceramah Umma Sungmin panjang , tapi menurutku tidak masalah itu artinya Umma Sungmin sudah merestui kami , jadi aku tinggal menunggu keputusan calon ayah mertua kan.
"Ummaaa~…" Rengek Sungmin terlihat tidak nyaman dengan obrolan kami sekarang ini
"Ahjuma , apa ahjuma tadi pagi melihat kami seperti setelah melakukan hal yang tidak-tidak?" Tanyaku
"tidak , tapi kan…"
"Itu artinya kami tidak melakukan apa-apa , tenang saja saya tidak mungkin menghancurkan masa depan orang yang sangat saya cintai" Kataku sambil beralih menatap wajah Sungmin penuh cinta , sementara Minnie_ku hanya mengangguk panuh dengan kebahagiaan , sementara itulah yang kubayangkan*Min jangan muntah yee~
"Heebummm….push…" Tiba-tiba terdengar suara orang yang sangat familiar bagiku , eh…tapi dia sudah merusak acara mesra-mesraanku didepan calon ibu mertua , siapa sih?
"Nak Chulie mencari heebum? Itu dia ada dipangkaun-nya nak Kyuhyun" Kata Umma Sungmin sambil menunjuk kearahku , baiklah ini tidak lucu kalau benar ada heechul noona di belakangku
"Kyu kenapa kau ada disini?" Tanya seorang yeoja yang mendongakan kepalanya melihat wajahku yang berada didepan-nya , belum sempat aku menjawab karena kaget dia sudah bertanya lagi
"Omo~ Kyuhyun kamu teman-nya Sungmin?" Tanya Noona-ku lagi
"Hehehe…" Aku hanya menjawab dengan cengiran gaje , bingung harus menjawab apa
"Maaf ahjuma , dia adik saya , yang saya ceritakan tadi Cho Kyuhyun" Jelas Noona-ku , hei…memang ada apa? Kenapa noona menceritakan tentangku pada orang tua Minnie? Jangan-jangan yang jelek-jelek lagi ,
"Jongmal? Wah…yeobbo , kukira ini tidak akan berhasil , tapi jalan kita malah dipermudah" Ucap Umma Sungmin sambil memegang tangan suami-nya , sementara aku dan Sungmin hanya saling menatap , bingung dengan apa yang terjadi
"Hhahaha…baiklah , aku merestui kalian berdua jadi sekarang silahkan pacaran tapi ingat selesaikan dulu sekolah kalian baru kami akan menikahkan kalian berdua" Ucap Appa Sungmin dengan wajah yang bisa ku bilang sangat gembira
"Ta…tapi appa , kenapa…kalian merestui kami? Jelas-jelas appa tidak suka pada Kyuhyun" Tanya Sungmin sambil melirikku tidak suka
"Kenapa appa harus memisahkan kalian , sementara appa memang ingin menyatukan kalian , Kyuhyun kan orang yang akan appa jodohkan denganmu Minnie" Jelas Appa Sungmin dengan semangat
Sungmin langsung terdiam menatap lurus dengan tatapan kosong. Sedih melihat-nya begini , tapi aku tidak bisa berbohong kalau aku merasa sangat senang , begini mudahkah mendapatkan orang yang aku cintai. Tapi rasa bersalah itu masih ada , aku yang memaksanya menjalankan rencana Yesung Hyung sehingga kami pura-pura pacaran agar perjodohan Sungmin dibatalkan , tapi lihat sekarang malah makin tidak bisa menghindar. Apa yang harus aku lakukan? Tapi dalam hati aku bersorak senang *YEY….SUNGMIN AKAN MENIKAH DENGANKU!' *ckckckck , kemana tuh rasa bersalah!
"Aku mau ke kamar" Kata Sungmin membuyarkan lamunanku , wajahnya masih tanpa ekspresi seperti saat pertama kali aku melihatnya
"Sung…."
"Nak Kyuhyun , biarkan saja mungkin dia terlalu senang sehingga tidak bisa bicara lagi , hah~ anak itu ternyata bisa pacaran juga" Sela Appa Sungmin saat aku hendak menyusul Minnie kekamar-nya
"Bisa pacaran? Maksud ahjushi?" Tanyaku penasaran dengan kalimat terakhir yang dikatakan Lee Ahjushi
"Dulu Sungmin tidak pernah terlihat dekat seorang namja , karena disisi-nya selalu ada oppa-nya , mereka sangat dekat malah jadi seperti sepasang kekasih kalau bersama , Sungmin dengan ada Siwon disisi-nya ia sudah merasa cukup , tidak memerlukan orang lain yang nama-nya kekasih , tapi saat Siwon meninggal Sungmin makin tidak bisa dekat dengan orang lain , dia seperti antisosial" Kata Lee Ahjushi dengan raut wajah sedih
"Mungkin dia kesepian" Jawab-ku bingung harus berkata apa
"Mungkin , tapi kami juga terlalu tidak adil , kami sadar akan hal itu. Seperti melimpahkan semua kesalahan pada Sungmin , tapi sebenar-nya tidak begitu" Jelas Lee Ahjushi lagi , rasa penasaran makin membuaku untuk menyuruh Lee Ahjushi melanjutkan ceritanya
"Melimpahkan kesalahan pada Sungmin?" Tanyaku
"Tidak , kami tidak bermaksud begitu , kami sangat menyayangi kedua anak kami Lee Siwon dan Lee Sungmin , seperti yang ahjushi katakan tadi mereka sangat dekat sehingga saat aku melihat Sungmin , kami akan teringat pada kakak-nya Siwon yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu , hal itu membuat kami tidak bisa melupakan kesedihan kami karena kehilangan salah satu anak yang kami sayangi , karena itu kami jarang dirumah dan mencari kesibukan diluar rumah" Jelas Ahjushi panjang lebar , baiklah aku sekarang mengerti apa yang terjadi
"Tapi tidak-kah kalian berfikir? Sungmin orang yang paling dekat dengan Siwon , sudah pasti dialah orang yang paling merasa sedih , lalu Ahjuma dan ahjushi malah menghindari-nya , Sungmin akan bertambah sakit lagi bukan?" Kataku yang mulai memikirkan bagaimana perasaan Sungmin
"Ne , kau benar" Ucap Ahjuma
"Kalian sama-sama sakit , jadi bagilah bersama , bersikaplah seperti dulu saat kalian sangat menyayangi Sungmin , semua akan jadi lebih baik" Ucapku mengutarakan isi pikiranku , baiklah semoga keluarga mereka bisa jadi seperti dulu agar Sungmin setidak-nya tidak merasa sendiri lagi
"Hmm…saya jadi merasa malu" Ucap Ahjushi
"Wae , ahjushi?" Tanyaku
"Kamu masih muda tapi pikiran-mu sudah dewasa , sedangkan saya seperti anak kecil , saya tidak salah mencari calon suami untuk anak saya" Ucap Lee Ahjushi yang sukses membuat hati-ku berbunga-bunga
'Tentu saja , aku akan menjaga Sungmin dengan baik' Batin-ku sambil mengembangkan senyuman menandakan hari ini aku sangat bahagia
*Kyuhyun POV end*
…..~O~…..
*Author POV*
"Bagaimana? rencanaku berhasil?" Tanya Yesung saat melihat Sungmin yang sudah duduk di bangku-nya. Lalu sudut matanya menatap Yesung tajam
"Wae? Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Yesung tidak mengerti dengan tatapan menusuk Sungmin
"Oppa malah membuatnya jadi semakin lancar , gomawo" Ucap Sungmin dengan penuh penekanan , sedikit rasa ingin menyindir disana
"Benarkah? Hmmm…oppa-mu ini kan memang pintar" Kata Yesung tidak bisa menangkap maksud Sungmin
Sementara Sungmin hanya memutar bola matanya dan menghelas nafas panjang. Dialihkan-nya pandangan-nya ke luar jendela , sepintas Sungmin mengingat bagaimana raut bahagia diwajah Appa dan Umma-nya saat tau kalau Sungmin sudah berpacaran dengan orang yang akan dijodohkan dengan-nya. Perasaan hangat sempat menjalar di hati Sungmin
'Haruskah aku menerima-nya? Ini pertama kali-nya aku melihat tawa bahagia mereka selama dua tahun belakangan ini' Batin Sungmin
Sungmin memang anak yang baik dan berbakti pada orang tua. Bagaimanapun ia tidak suka , Sungmin tidak akan memaksakan kehendak-nya yang hanya akan membuat orang tua-nya merasa sedih. Jadi perjodohan itu sepertinya akan dia terima , baik ia suka maupun tidak
"Minnie , pagi…." Sapa seseorang yang berada disampingku
"pagi…." Jawab Sungmin seadanya lalu menoleh orang yang menyapa-nya tadi
"Omo~ wookie ini kau?" Tanya Sungmin dengan matanya yang membulat lalu mengerjapkan-nya beberapa kali
"Eh…ke..kenapa? Aku aneh ya? Huwaaa…sudah kuduga ini pasti jadi aneh" Gumam Ryeowook sambil menutup wajah-nya
"Kemana kaca matamu?" Tanya Sungmin sambil melepas tangan Ryeowook yang menutupi wajah-nya
"Kemarin malam kaca mataku rusak , tidak sengaja aku duduki , terus Umma membelikanku softlens agar aku bisa melihat dengan baik , apa aku terlihat aneh?" Tanya Ryeowook panik
"Iya aneh" Jawab Sungmin memandang wajah Ryeowook intens
"Aneh? Benarkah?" Tanya Ryeowook dengan suaranya yang cempreng
"Hmmm…kau jadi tambah cantik" Jawab Sungmin lalu tersenyum manis pada Wookie
"Minnie Wookie , aku kekantin yuk…." Kata yesung yang baru saja datang lagi
"Wooow…wokie kau cantik sekali…hmpphhh" Kata Yesung terpesona lalu dengan spontan ia menutup mulutnya sendiri
"Be..benarkah?" Tanya Ryeowook malu-malu
"Hmmm…ne , tentu saja kau terlihat berbeda tanpa kaca matamu" Jawab Yesung mencoba tenang ,
Sementara Sungmin hanya terkekeh pelan saat melihat tingkah kedua orang terdekatnya. Bagaimanapun Sungmin tau bagaimana perasaan kedua-nya , lihatlah Yesung sendiri menahan mati-mati keinginannya untuk tidak memeluk Ryeowook secara tiba-tiba. Tangan-nya di kepal dengan erat , sementara wajahnya mencoba dialihkan ke sembarang arah.
"Jadi kekantin atau hanya mau diam disini?" Sela Sungmin ditengah rasa gugup kedua teman-nya
"Tentu saja kekantin , hahaha….ayo" Kata Yesung dengan tawa garing-nya , lalu pergi mendahului Sungmin dan Ryeowook
"dia yang ngajak , dia yang ninggalin….ckckckck" Ucap Sungmin sambil geleng-geleng kepala
"Sudahlah Minnie , mungkin Sungie oppa sudah sangat lapar" Kata Ryeowook
"Mwo? Sungie oppa?" Tanya Sungmin sedikit shock—mungkin
"Ah…ahniyo….sudahlah , ayo kekantin , aku lapar" Kata Ryeowook ikut mendahului Sungmin
"Aish….suka sekali sih ninggalin orang kayak gini , ckckck" Gerutu Sungmin lalu langsung berjalan mengikuti Ryeowook
Dari belakang Sungmin terus memperhatikan Ryeowook , dari ujung kaki sampai ujung rambut. Lalu setelah itu sebuah senyum tipis terukir di bibirnya. Dengan cepat ikatan rambut Ryeowook langsung di lepas , sehingga rambut panjang lurus milik Ryeowook kini jatuh bebas di bahu dan punggung-nya.
"Ya…ikat rambutku" Kata Ryeowook lalu langsung berhenti berjalan dengan tangan-nya yang berusaha memegegang rambutnya
"Hihihi…." Sungmin malah berjalan mundur sambil cekikikan , tepat saat Ryeowook berbalik untuk melihat siapa pelakunya tubuh Sungmin ditarik oleh seseorang sehingga langsung menghilang dari korodor itu.
"Loh? Sungmin mana? Terus rambutku? Kan panas kalau gak diiket….;( tapi sudahlah , aku makan aja dulu , Sungmin mungkin ke toilet , lebih baik aku duluan saja" Gumam Ryeowook pada dirinya sendiri , lalu kembali melanjutkan perjalanan-nya(?)
.
.
"YA! lepaskan!" Teriak Sungmin sambil meronta dari orang yang menariknya tadi
"Ne….Minnimin kenapa berontak begitu?" Kata orang yang tadi menarik tubuh Sungmin
"Cih…jangan panggil aku seperti itu" Bentak Sungmin sambil berbalik melihat orang yang tadi menariknya
"Annyeong…chagia" Sapa namja ganjen yang sekarang hendak memeluk Sungmin
"Aish…menjauh Kyu…, aku mau menyusul Wookie sama Yesung oppa" Suruh Sungmin sambil hendak mendoorong tubuh Kyuhyun dan hendak meninggalkan Kyuhyun
"Eits…sudah susah-susah aku melancarkan rencanamu untu mendekatkan mereka" Kata Kyuhyun dengan salah satu lengan-nya menahan tubuh Sungmin
"Maksudmu?" Tanya Sungmin
"Biarkan saja Yesung Hyung dan Wookie berduaan di kantin , jangan mengganggu , hmm..arraso?" Tanya Kyuhyun sambil memegang pipi Sungmin*kesempatan -_-
"Ohh….ne , ide bagus" Respon Sungmin sambil mengacungkan jempol-nya dengan senyum super imut milik-nya , yang ada di otak-nya sekarang hanya rencana 'Ayo-comblangkan-Yesung-dan-Wookie'
'Hmmm….Kyeopta..o' Batin Kyuhyun berusaha mati-matian menahan tubuhnya agar tidak langsung memeluk Sungmin-Nya
"Tapi lepaskan tangan-mu" Kata Sungmin dingin dengan air muka yang kembali seperti semula , seolah sebuah peringatan 'lepas-atau-aku-patahkan?'
"Ne…hah~ , galak sekali , tapi karena kita tidak ada kerjaan duduk disana saja ya" Ajak Kyuhyun kembali menarik tubuh Sungmin kearah sebuah pohon di pinggir taman sekolah dengan tumpukan salju yang sudah makin menipis
"Kau pasti lapar , jadi tunggu disini aku mau beli makanan dulu , jangan kabur" Wanti-wanti Kyuhyun sebelum ia pergi membeli makanan
"Terserah" Jawab Sungmin , sebenarnya Sungmin sendiri tidak tau harus menjawab apa , sebenarnya ia sudah tidak sepenuhnya merasa terganggu dengan Kyuhyun. Tapi ada perasaan tidak nyaman setiap ia berdekatan dengan kyuhyun
.
.
Kini dua orang siswa masih betah duduk bersama dibawah sebuah pohon yang author sendiri tidak tau apa. Haruskah author menanyakan-nya terlebih dahulu?*abaikan*. Sungmin sibuk mengemut lollipop strawberry yang dibelikan Kyuhyun , sementara Kyuhyun sendiri mengunyah permen karet sambil memandangi wajah Sungmin.
"Kenapa memandangku seperti itu?" Tiba-tiba Sungmin angkat bicara dengan sudut matanya yang melirik kearah Kyuhyun
"Hanya mengagumi sosok calon istriku" Jwab Kyuhyun tenang
"Berhenti membicarakan hal itu , hmmm..lebih baik kita bicarakan masalah Yesung oppa dan Ryeowook" Kata Sungmin ingin segera mengalihkan jalur pembicaraan
"Memang mau membicarakan tentang apa?" Tanya Kyuhyun kurang tertarik pada objek pembicaraan yang diarahkan Sungmin
"Ya…tentu saja tentang mereka , kan aku sudah mengatakan-nya tadi" Jawab Sungmin sedikit membentak
"Maksudnya membicarakan mereka tentang hal apa? Tidak bagus loh membicarakan orang lain , lebih baik membicarakan tentang kita saja" Kata Kyuhyun sambil menyenggol tubuh Sungmin dengan sebelah siku-nya
"Aish….pokoknya aku mau membicarakan mereka , bagaimana kalau membuat rencana agar mereka bisa lebih dekat" Sungmin langsung membuat topic baru sebelum Kyuhyun menolak-nya mentah-mentah dan kekeuh membicarakan masalah pertunangan mereka.
Sebenar-nya Sungmin bisa saja langsung pergi meninggalkan Kyuhyun jika ia tidak suka. Tapi sekarang ia malah sudah tidak berfikir sampai kesitu , baginya bersama Kyuhyun akan lebih terasa mudah sekarang , walaupun akan terasa kurang nyaman untuk salah satu organ tubuhnya.
"Mereka sudah besar Sungmin , mereka pasti bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri" Sahut Kyuhyun masih menolak membicarakan rencana-rencana memperdekat hubungan Yesung dan Ryeowook
"Tapi…aku…ck , aku hanya ingin melihat teman-temanku merasa bahagia , aku yakin mereka itu saling mencintai" Gumam Sungmin sambil menatap lollipop-nya yang ia pegang sekarang
"Sebegitu besarkah kau memikirkan kebahagiaan orang lain? Lalu apa kau tidak berfikir untuk kebahagiaanmu?" Tanya Kyuhyun
"Kebahagiaan-ku sudah diatur oleh orang tua-ku" Jawab Sungmin , setelah mendengar itu Kyuhyun sendiri tau apa maksud perkataan Sungmin
"Kebahagiann mereka juga akan mereka tentukan sendiri" Sahut Kyuhyun dengan suara yang lebih lemah
"Bagaimana kalau aku perantara mereka?" Tanya Sungmin kembali menatap Kyuhyun
"Bagaimana kau tau kalau kau perantara mereka? Bagaimana kau tau kalau kebahagiaan-mu di atur orang tua-mu?" Tanya Kyuhyun ikut memandang Sungmin kini
"Aku hanya menebak , salah?" Tanya Sungmin
"Tidak , jadi apa kau akan menerima kalau Aku lah orang yang akan membuat-mu bahagia?" Tanya Kyuhyun
"Tidak" Jwab Sungmin singkat
"Kenapa? Seharusnya kau juga percaya , kalau kau tidak percaya berarti apa yang tadi kau katakan juga salah" Kata Kyuhyun membalikkan perkataan Sungmin tadi
"Bagaimana bisa? Apa yang aku pikirkan menurutku benar , dan apa yang dipikirkan orang lain menurutku tidak benar , karena akulah orang yang akan membawanya nanti" Jawab Sungmin yang sudah tersulut emosinya
"Baiklah , tapi bukan 'tidak benar' tapi 'belum tentu salah' , sudah jangan bicarakan ini lagi" Kata Kyuhyun sambil mendekatkan wajahnya kewajah Sungmin
"Bagaimana kau bisa mengatakan hal itu? Aku belum tentu bisa bahagia jika bersamamu" kata Sungmin menjauhkan wajahnya dari wajah Kyuhyun
"Kalau kau mau tau , berikan aku kesempatan untuk membuatmu bahagia" Ucap Kyuhyun dengan sangat tulus , Sungmin yang melihat pun hanya bisa menganggukkan kepalanya
"Lakukanlah jika kau bisa" Jawab Sungmin setelah mengumpulkan kembali nyawa-nya*ampun lebay amat deh kyo!
-TBC-
Makin melenceng dari jalur utama,….
ckckckckck
trima kasih bgt buat chingudeul yg udh menyempatkan diri buat ripiu ff abal2 sya...*bow
