[FF] My Baby, Don't Cry! [Kyumin/GS] Chapter 11
Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper
Cast : kyumin
genre : family
warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.
-Kyumin-
"Hahahaha" terdengar suara seorang wanita paruh baya sedang tertawa keras.
"Aku suka ide gilamu itu Chullie! Kapan kita akan melakukannya?" lanjut wanita itu yang kita ketahui bernama leeteuk.
"Yang pasti, waktu sekolah libur. Jadi hari minggu saja" jawab chullie atau Cho Heechul pasti.
"Ah. Aku sudah menyerah, chullie. Terserah kau mau melakukan apapun. Aku ikut saja lah" pasrah sang suami bernama cho hangeng itu.
"Aku juga ikutan saja lah" tambah suami leeteuk yang bernama Lee Youngwoon itu.
"Bagus... Jadi kalian harus mempersiapkan semuanya. Harus sempurna! Karena ini hanya terjadi sekali! Arraseo!?" perintah Heechul pada dua suami yang tertindas itu.
"Arraseo" jawab mereka kompak.
-Kyumin-
TING TONG
TING TONG
TING TONG
TING TONG
"Aish, tak sabaran sekali sih. IYA SEBENTAR!" gerutu yeoja yang memiliki gummy smile itu, Eunhyuk.
CKLEK
"Eummm... Kau Cho Kyuhyun-ssi kan?" tanyanya pada namja yang menekan bel dengan tak sabaran itu.
"Iya, aku cho kyuhyun. Namja tampan dan jenius" bangganya yang membuat eunhyuk hanya memutar bola matanya saja.
"Ada apa kau kesini kyuhyun-ssi?" tanyanya malas.
"Ah. Aku hampir saja lupa. Aku kesini untuk mengantarkanmu ke suatu tempat" jawabnya sambil menunjuk mobil merah dibelakangnya.
"Suatu tempat? Memangnya kenapa harus aku?" tanyanya bingung.
"Sudahlah. Jangan terlalu banyak tanya. Sekarang cepat ganti bajumu dan berdandan" perintah kyuhyun tak tahu diri.
"Cih. Memangnya kau siapa sehingga membuatku harus menurutimu?" tantang eunhyuk.
"Tadi sudah kubilangkan kalau aku itu cho kyuhyun yang tampan dan jenius?" jawab kyuhyun santai.
"Dan cepat lakukan saja. Jangan banyak protes!" seru kyuhyun kemudian didorongnya tubuh ramping eunhyuk masuk ke rumahnya.
"Haish... Kenapa aku harus menurutinya!?" gerutu eunhyuk. Tapi dia tetap menuruti perintah kyuhyun.
-Kyumin-
"Kenapa lama sekali?" gerutu seorang lee donghae.
"Aish. Aku jadi gugup" kemudian dikeluarkannya kaca kecil dari sakunya.
"Tampan" serunya pada diri sendiri. Dia memang tampan sekarang. Jas hitam dan kemeja putih melekat sempurna ditubuhnya. Rambut hitamnya juga sudah tertata rapi.
Dan hatinya berdetak lebih kencang tatkala dilihatnya mobil merah miliknya tengah terparkir di depannya. Dan, seperti seorang supir, kyuhyun membukakan pintu depan mobil untuk eunhyuk.
"Cantik" gumamnya ketika melihat eunhyuk keluar dari mobil merah itu. Siapa saja yang melihat eunhyuk pasti akan berkata yang sama. Dimulai dari rambut hitam lurus yang digerai dan diberi bando kuning yang lucu. Make up tipis yang begitu mempesona. Gaun putih selutut yang berlengan pendek itu. Tak lupa sepatu high heels berwarna senada dengan tasnya, kuning. Sempurna.
Tak jauh berbeda dengan donghae, eunhyuk kini juga tengah menatap kagum pada namja didepannya. Dengan malu-malu, didekatinya namja lee itu.
Sedangkan kyuhyun? Tentu saja sudah pergi entah kemana.
"Annyeonghaseyo" sapa donghae gugup.
"Annyeonghaseyo" balas eunhyuk tak kalah gugup.
"Eummm... Apa kabar?" tanya donghae basa-basi.
"Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja" jawab eunhyuk mulai tenang.
"Sebenarnya untuk apa kau mengajakku ke tempat ini?" tanya eunhyuk penasaran.
"Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu. Ikut aku" ajaknya seraya menarik tangan eunhyuk. Entah dia sadar atau tidak.
Mereka berjalan menuju suatu tempat yang terdapat banyak lilin-lilin kecil mengiringi langkah mereka. Setelah itu, dihadapan mereka terpampang jelas dua buah kursi dan sebuah meja yang ada ditengah-tengah pohon-pohon yang mengitarinya. Dan juga, bunga-bunga yang bertebaran, serta lilin-lilin kecil mengitarinya. Sungguh tempat yang romantis.
"Eh? Kau yang menyiapkan ini semua donghae-ssi?" tanya eunhyuk kagum melihat pemandangan indah didepannya.
"Tentu. Dan jangan panggil aku donghae-ssi lagi. Cukup donghae atau hae saja" jawab donghae.
"Ah, tentu hae. Kau juga jangan panggil aku dengan embel-embel ssi lagi. Cukup panggil eunhyuk atau hyukkie saja" kata eunhyuk.
"Arra. Sekarang silahkan duduk tuan putri" ujar donghae seraya menarikkan kursi untuk eunhyuk, membuat eunhyuk hanya tersipu malu.
Setelah mereka berdua duduk saling berhadapan, donghae menjentikkan jarinya. Dan muncullah seorang cho kyuhyun yang datang membawakan makan malam.
"Ini makan malam anda TUAN DAN NYONYA" sengaja kyuhyun menekankan kata tuan dan nyonya pada kalimatnya.
"Terimakasih cho-ssi" jawab eunhyuk sopan.
"Kalau begitu saya permisi dulu" setelah itu kyuhyun kembali pergi entah kemana.
"Silahkan dimakan. Ini masakan khusus dibuat olehku loh" kata donghae bangga.
"Jinja? Kau bisa memasak?" tanya eunhyuk tak percaya.
"Tentu saja. Jangan sebut aku lee donghae kalau aku tak bisa memasak" ujar donghae dengan pedenya.
Kemudian mereka menikmati makan malam mereka dengan tenang.
.
.
.
"Bagaimana masakanku?" tanya donghae setelah mereka selesai dengan makan malamnya.
"Good Job" jawab eunhyuk seraya mengacungkan dua jempolnya.
"Ah, ada lagi yang ingin kutunjukkan padamu" kata donghae.
"Eh? Ada lagi?" tanya eunhyuk heran.
Kemudian ditariknya lagi tangan mulus eunhyuk meninggalkan tempat tadi.
"Waw! Aku tak menyangka ada tempat seindah ini di Seoul" kata eunhyuk kagum setelah mereka sampai di tempat itu.
Ya, tentu saja eunhyuk kagum. Tempat itu adalah sebuah bukit yang menampakkan seluruh keindahan kota seoul dimalam hari. Dan juga, terdapat banyak kunan-kunang yang menjadi penerang tempat itu.
"Kau suka?" tanya donghae.
"Tentu. Darimana kau menemukan tempat seindah ini hae?" tanya eunhyuk tak mengalihkan pandangannya pada suasana malam kota seoul.
"Tentu saja karena aku Lee Donghae" jawabnya bangga.
"Aish, terserahmu saja. Aku hanya ingin tahu, kenapa kau melakukan semua ini?" tanya eunhyuk yang kini menatap mata bening donghae.
"Karena aku mencintaimu. Saranghae" jawab donghae mantap.
"Would you be my girlfriend?" tanya donghae seraya berlutut dihadapan eunhyuk.
"Babo!" ujar eunhyuk.
"Eh? Aku tahu aku memang bodoh. Tapi..." ucapan donghae terputus karena kini eunhyuk memeluknya erat.
"Kenapa kau baru mengucapkannya? Apa harus mendiamkanmu dulu agar kau menyadarinya?" tanya eunhyuk yang masih betah memeluk donghae. Kini mereka berdua sama-sama berlutut.
"Ma... Maksud... Maksudmu?" tanya donghae masih kaget dengan pelukan tiba-tiba dari eunhyuk.
"Maksudku. Aku hanya ingin bilang Nado Saranghae Lee Donghae!" teriaknya ditelinga donghae.
"Jinja?! HUWAAAAA!" tanpa basa-basi digendongnya eunhyuk ala bridal style, kemudian memutar-mutar tubuhnya.
"Aish. Jangan diputar-putar! Aku pusing tahu!" marah eunhyuk.
"Ah, mianhae. Aku hanya terlalu senang saja" jawab donghae cengengesan. Dia menghentikan putarannya, tapi masih menggendong eunhyuk.
"Jadi, sekarang kita resmi berpacaran?" tanya donghae.
"Kenapa masih tanya lagi!?" jawab eunhyuk sebal.
"YAYY!" teriak donghae kelewat senang.
Sementara itu, ditempat yang tak jauh dari mereka, terlihat seorang cho kyuhyun yang tengah tersenyum melihat sahabatnya yang bahagia itu. Setelah itu, dia pergi dari tempat itu menuju rumahnya. Tentu saja dia tidak mungkin membiarkan anaknya sendirian dirumah lama-lama.
-Kyumin-
Tiga Hari kemudian...
"YAAA! CEPAT BANGUN PEMALAS!" teriakan seorang wanita yang kita ketahui sebagai heechul itu bergema dirumah bercat biru itu. Tapi anehnya, hanya kyuhyun saja yang terbangun. Sementara, Minhyun yang berada didekat kyuhyun sama sekali tidak terganggu dengan teriakan dahsyat itu.
"Kenapa teriak-teriak sih umma?! Kalau hyunnie bangun bagaimana?!" marah kyuhyun tak tahu diri.
"Kau lihat kan, putra mungilmu itu bahkan tak terganggu sama sekali dengan teriakan umma" kata heechul seraya menunjuk bayi kecil yang masih asyik dalam mimpinya itu.
"Haish... Terserah. Lagi pula untuk apa umma datang pagi-pagi begini?" tanya kyuhyun ketus.
"Cepat mandi! Dan pakai pakaian yang sudah umma siapkan di kamar mandi. SEKARANG!" titah heechul.
Setelah kyuhyun masuk ke kamar mandi, dibangunkannya pelan cucu semata wayangnya itu.
"Bangun chagi... Hyunnie tak mau melewatkan hari penting ini kan? Bangun Hyunnie sayang" ujarnya seraya menepuk pelan lengan minhyun. Dan ajaibnya, minhyun langsung membuka kedua mata bulatnya dan menguap lebar. Kemudian tersenyum kearah heechul. #Kyeopta
"Ayo kita mandi!" ujar heechul sambil menggendong minhyun dan membawanya ke kamar mandi yang berada diluar kamar.
.
.
.
"Umma, kenapa aku harus memakai pakaian serapi ini?" tanya kyuhyun pada ummanya yang sedang sibuk mendandani cucunya.
"He? Kenapa minhyun juga memakai jas?" tanyanya lagi setelah melihat penampilan minhyun yang berbalut jas dan celana panjang hitam. Juga rambutnya yang tertata rapi.
"Tampan kan cucu umma?" bukannya menjawab pertanyaan anaknya, heechul malah balik bertanya pada kyuhyun.
"Tentu saja. Siapa dulu appanya? Cho Kyuhyun" jawab kyuhyun percaya diri.
"Aish... Terserahmu saja bocah. Cepat masuk mobil umma sekarang!" perintah heechul seraya berjalan keluar. Tak lupa minhyun yang berada di gendongannya.
Dan merekapun meninggalkan rumah bercat biru itu ke suatu tempat.
-Kyumin-
"Kenapa harus memakai gaun umma? Kita kan hanya akan jalan-jalan saja" tanya seorang yeoja.
"Siapa bilang kita akan jalan-jalan? Kau jangan terlalu banyak tanya minnie. Ikuti saja apa kata umma" kata sang umma, leeteuk.
"Bukankah ini terlalu berlebihan umma? Kenapa aku seperti akan menikah?" tanyanya.
"Itu, kau sudah tahu kan. Jadi cepat, nanti kita terlambat." jawab leeteuk enteng.
"MWOYA?! Apa maksud umma aku akan menikah?" tanya sungmin penasaran dan juga kaget.
"Diam dan lakukan perintah Umma!" kata leeteuk dingin, membuat sungmin bungkam dan hanya menuruti perintah sang umma.
-Kyumin-
'Aish, kenapa aku harus berdiri disini?! Dan lagi kenapa aku harus menikah sedini ini?!' batin kyuhyun nelangsa. Ya, kini kyuhyun tengah berdiri didepan pendeta disebuah gereja kecil dipinggiran kota.
'Mau kabur, tapi istri Cho Hangeng itu terus menatapku tajam' batinnya lagi.
CKLEK
Pintu gereja itupun terbuka dan menampilkan sosok yeoja dengan gaun berwarna putih khas orang menikah. Dan disebelahnya ada lee youngwoon, sang appa.
'Siapa namja itu? Kenapa dia menghadap kedepan sih?' batin sungmin melihat seorang namja tengah berdiri membelakanginya.
"Anak muda, kuserahkan putriku padamu" ucap youngwoon tatkala mereka sudah dekat.
Dan, betapa terkejutnya mereka setelah kyuhyun berbalik.
'Kyuhyun?'
'Sungmin nuna?'
"Jangan bengong begitu!" ujar youngwoon karena melihat kedua calon pengantin itu malah bengong.
Dan setelah itu, prosesi pernikahan pun berjalan dengan lancar. #mian, author nggak tahu adat menikah orang nonmuslim.
"Selamat ya! Aku tak menyangka kalian akan menikah secepat ini. Aku kira Lee songsaenim akan menikah dengan choi songsaenim" kata donghae panjang lebar.
"Tidak mungkin itu terjadi. Kami kan hanya sebatas sepupu saja" kata sungmin.
"Eh? Kalian sepupu?" tanya kyuhyun dan donghae kompak.
"Kalian tak tahu ya?" tanya balik sungmin dengan polos.
"Aish. Itu tidak penting sekarang. Yang terpenting, sekarang kalian sudah menikah. Jadi minhyun punya orangtua lengkap sekaran. Selamat ya!" ucap donghae memberi selamat.
"Terimakasih donghae-ah. Kau juga, selamat karena punya pacar baru" balas kyuhyun.
"Ah, kau juga membantu kan" kata donghae malu-malu.
"Memangnya dia berpacaran dengan siapa kyu?" tanya sungmin penasaran.
"Dengan Lee Hyuk Jae tiga hari yang lalu" jawab kyuhyun tanpa sungkan-sungkan.
"Ohhh... Dengan eunhyuk ya. Pantas saja, eunhyuk kan cantik" puji sungmin.
"Aish. Jangan diteruskan lagi! Aku mau ambil makanan dulu. Lapar" cengirnya, kemudian pergi meninggalkan pengantin baru itu.
"Aku tak menyangka kyu. Kau yang akan menikah denganku" kata sungmin tiba-tiba.
"Aku juga nuna. Apa nuna senang?" tanya kyuhyun.
"Tentu. Kau tahu, sebenarnya aku sangat mencintaimu, kyu. Tapi kau tak pernah melihatku" kata sungmin malu-malu.
"Eh? Jinja? Mian nuna, aku tak tahu" kata kyuhyun sambil menunduk.
"Selamat ya! Bilang selamat pada umma dan appamu hyunnie!" tiba-tiba siwon datang sambil menggendong minhyun.
"Maaa... Maaaa... Maaa..." minhyun berusaha menggapai sungmin.
"Sini sama umma sayang" digendongnya minhyun dengan sayang.
"Awas kalau kau membuat sungminku menangis!" ujar siwon galak pada kyuhyun.
"Tak akan pernah" janji kyuhyun.
"Ya sudah, aku pergi dulu. Yesung hyung sudah menungguku" kata siwon seraya meninggalkan kyuhyun, sungmin dan minhyun.
.
.
.
"Mian lama,hyung" kata siwon pada yesung yang tengah duduk santai itu.
"Gwenchana, wonnie. Ah, aku sangat merindukanmu" ujar yesung seraya berdiri dan memeluk siwon.
"Nado, hyung. Hyung darimana saja dua tahun ini?" tanya siwon seraya duduk.
"Eung, kau tahu sendirikan. Aku dipindahtugaskan oleh appa ke luar negeri untuk kepentingan perusahaan" jelasnya. Diapun ikut duduk disamping siwon.
"Aish. Tapi lama sekali. Kau pasti tak tahu kan kalau aku sudah menikah?" tanya siwon.
"He? Kau sudah menikah? Kapan? Beraninya kau melangkahiku" kaget yesung.
"Setahun yang lalu. Habisnya hyung sibuk sendiri" jawab siwon.
"Terus, mana istrimu sekarang?" tanya yesung celingukan mencari istri siwon itu.
"Hhhh... Dia pergi dari rumah hyung. Dan aku tak tahu sekarang dia ada dimana" jawab siwon nelangsa.
"Eh? Mian kalau menyinggungmu. Tapi boleh aku tahu fotonya? Aku penasaran sekali dengan istrimu itu" kata yesung penasaran.
"Tentu" kata siwon.
Kemudian dikeluarkan dompetnya dan dibukanya. Terlihat foto sepasang suami istri yang tengah tersenyum. Foto itu diambil ketika mereka menikah.
"Eh? Dia istrimu? Kenapa wajahnya tak asing lagi?" tanya yesung heran.
"Hyung pernah bertemu dengan kibummie? Kapan? Dimana?" tanya siwon antusias.
"Sepertinya yeoja ini yeoja hamil yang tinggal dirumah wookie" yesung berusaha mengingat-ingatnya.
"Eh? Hamil? Mana mungkin hyung! Bahkan kami tidak melakukannya hampir tiga bulan" tanya siwon.
"Mungkin saja. Yeoja yang kutemui kemarin itu sepertinya hamil lima bulan. Karena perutnya sudah membuncit" kata yesung. Kini dia telah mengingat pasti wajah kibum.
"Dan tadi kau bilang namanya kibumkan? Kemarin wookie juga memperkenalkanku yeoja itu dengan nama choi kibum" tambahnya.
"Jadi Kibummie benar-benar hamil? Anakku?" tanya siwon antusias pada yesung yang hanya dibalas dengan anggukan.
"HUWAAAA! AKU AKAN JADI APPA!" teriaknya keras membuat semua orang melihatnya,tapi dia tak peduli dengan tatapan orang-orang itu.
"Ayo kita kesana hyung! Aku sudah sangat kangen bummie!" katanya seraya menarik-narik tangan yesung.
"Baiklah. Kaja"
TBC?/END?
Mian kalo masih pendek, soalnya buatnya ngebut. #bungkuk2
ditunggu RnRnya dan gomawo sama yang udah RnR.
