AUTHOR : LEE EUN SAN

TITLE : I THINK I'M IN LOVE

GENRE : ROMANCE, DRAMA

LENGTH : CHAPTERED (?)

MAIN CAST :

*KIM JONGIN / KAI

*DO KYUNGSOO / DO

*AND THE OTHERS….

DISCLAIMERS

Semua tokoh yang main disini bukan punya aku, aku Cuma pinjem nama-nama mereka aja. selebihnya mereka milik diri mereka sendiri, keluarga dan tuhan YME.

previous chapter

"jongin..." kyungsoo semakin tak tahu apa yang harus ia lakukan. bukankah ini lampu hijau dari jongin? tapi kenapa ia justru enggan melangkah? sebenarnya ada apa denganya? apa seberanya yang ia inginkan?"

"aku lelah, aku tidur dulu ne.." jongin berdiri namun sebelumnya ia mengecup singkat kening kyungsoo. "jaljayo.." katanya lalu melangkah pergi ke kamarnya.

kyungsoo mendesah pelan. "sekarang aku harus bagaimana?"

.

.

.

chapter eleven...

paginya kyungsoo harus mendapati dirinya ditinggalkan jongin untuk beberapa hari kedepan. alih-alih mengatakan langsung padanya, namja itu hanya menempelkan secarik kertas note di lemari es.

"hhhh..." kyungsoo mendesah pelan.

bukankah seharusnya dia senang jongin pergi? bukankah ini tandanya jongin mengizinkannya menyukai namja lain? tapi kenapa justru ia merasa sedih?

kyungsoo menggelengkan kepalanya.

"sebenarnya apa yang kau inginkan do kyungsoo..." gumamnya kesal.

.

.

di lain sisi jongin kini sedang mengungsi ke apartemen sehun. sejak pagi tadi dia sudah merecoki sahabat karibnya itu dengan gedoran keras di pintu.

"jadi apa lagi sekarang" tanya sehun kesal. oh ayolah dia baru saja tidur dua jam setelah penerbangan dari paris dan sialnya sahabat hitamnya itu sudah kembali menggangu tidur tampannya.

"hhh.. entahlah hun-ah, rasanya semua yang aku lakukan selama ini tidak ada yang benar." kata jongin lemah.

sehun merubah wajah kesalnya menjadi lebih lunak. "katakan padaku, ada apa lagi sekarang?" tanyanya perhatian.

jongin menghela nafasanya sekali lagi. "kemari kyungsoo bertanya padaku tentang seorang namja yang menyukainya."

"mwo?" kaget sehun.

"lalu,, lalu,, kau jawab apa? ehmm,. apa dia bilang siapa namja itu?"

"tsskk,,, bisakah kau bertanya satu-satu tuan oh. aku pusing..!" sembur jongin.

"tsskk,, arra..!" balas sehun acuh.

"jadi bagaimana? sambung sehun.

"kau tahu kan selama ini aku menjadi seorang kai untuk mendekati kyungsoo." mulai jongin

sehun mengangguk. "eoh.."

"dan kau tahu apa yang aku lakukan kemarain?"

"mwoga?"

"aku menciumnga dan menyatakan cintaku padanya dengan nama kai." kata jongin pelan.

mata sehun yang sipit sontak melebar, "mm..mmworago? astaga.. apa kau sudah gila? jadi namja yang di maksud kyungso itu kai? aashh...astaga...!" sehun megusak kasar rambut pirangnya geram.

"tsskk,,jangan meneriakiku bodoh!" kesal jongin

"aku lebih ingin menebas kepalamu dibanding hanya meneriakimu hitam! astaga apa kau sadar apa yang telah kau lakukan? kau bisa membuatnya terluka jika dia tahu masalah ini kelak bodoh!"

jongin hanya diam sambil menundukkan kepalanya dia tahu benar apa yang di katakan sehun barusan benar adanya tapi ayolah dia juga hanya manusia biasa yang juga punya batas kesabaran.. "habis aku tak tahan hun-ah, aku begitu dekat dengannya. dia hanya sejengkal dariku tapi aku tak bisa menjangkaunya. kau tahu bagaimana rasanaya eoh..."

sehun tau apa yang jongin rasakan. "hhh.. aku tahu bodoh! tapi bukan begtu juga caranya. hhhh..." sehun berdiri lalu berkecak pinggang.

"aku hanya ingin membuatnya memilih, hun-ah."

sehun menatap jongin. "memilih apa?"

"aku atau kai."

"mwo? kau atau kai? apa kau sudah tidak waras! kau atau kai kan orang yang sama! demi tuhan jongin kau membuat semuanya semakin rumit!" sehun menggelengkan kepalanya tak percaya.

"lalu.. jika pada akhirnya kyungsoo memilih kai, bagaimana? apa kau akan rela selamanya menjadi sosok kai dan menghilangkan jati dirimu sendiri sebagai kim jongin?"

jongin tersenyum samar. "mungkin..." katanya lemah.

"kau gila!" sembur sehun.

"ya, aku memang gila hun-ah. aku bahkan rela melakukan apa saja untuknya." katanya pela.

sehun memijit keningnya yang mendadak pusing. "dengarkan aku tuan kim, kau bisa saja mencintai istrimu, aku paham itu. tapi jika cintamu harus mengorbankan jati dirimu aku rasa itu terlalu berlebihan. aku sadar, kau begitu ingin dicintai istrimu tapi harusnya kau tahu cinta yang sebenarnya tidaklah begini. cinta itu tak akan membuat seseorang kehilangan jati dirinya karena cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang menerima, mengerti dan saling menghargai. singkat kata jika hanya kau yang berusaha, maka ini pertanda dia bukan untukmu. berusahalah merelakannya jongin-ah."

jongin menghela nafasnya berat. "haruskah..."

sehun mendekat dan menepuk bahu sahabat karibnya pelan. "aku tahu ini sulit tapi cobalah."

jongin mengangguk."baiklah."

.

.

seharian ini kyungsoo melewati harinya dengan lesu. mata indahnya sedari tadi hanya menunduk. dengan langkah lesu ia berjalan gontai menuju halte. sambil menunggu bis yang akan mengantarkannya pulang, tiba-tiba ia teringat sosok jongin. otaknya memutar memori kebersamaannya dengan namja itu. kyungsoo ingat suatu saat, ia dan jongin menghabiskan liburan di new york saat ia baru tiga bulan tinggal di amerika. selama liburan jongin dengan setia menemaninya kesana kemari. mulai dari belanja, jalan-jalan sampai berfoto di semua spot yang menurutnya menarik. kyungsoo tahu benar jongin sibuk, tapi ia tak tahu bagaimana jongin bisa meluangkan waktu cukup lama untuk mereka berlibur.

belum lagi beberapa bulan yang lalu, jongin mengajakknya menonton pertunjukan musical di broadway. kyungsoo yang memang sangat menyukai pertunjukan seni dibuat melonjak senang. tanpa pikir panjang mereka terbang ke sana. padahal setahu kyungsoo jongin bercerita padanya dia ada lembur seminggu sebelumnya.

dan yang paling baru adalah seminggu yang lalu. kyungsoo yang sedang merasa bosan di rumah tiba-tiba diajak jongin ke pesta dansa rekan kerjanya. jongin berkata padanya dia mengajak kyungsoo karena dia tahu kyungsoo suka sekali menari. jadi tak ada salahnya mengajak dia. kyungsoo tentu saja senang, dan reflek memeluk jongin.

tanpa kyungsoo sadari sebulir air mata menetes begitu saja dari matanya. "ah,," katanya kaget sambil mengusap lelehan air matanya dengan pungung tangannya.

"kenapa aku menangis?"

saat kyungsoo sedang mencoba menghentikan tangisnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.

kyungsoo mendadak tersenyum saat melihat nama jongin yang tercetak di layar. "jongin-ah..." katanya semangat.

"eoh, hai.." jawab jongin di seberang line.

"kau pergi kemana? kenapa tak membangunkanku tadi?" suara kyungsoo terdengar kesal.

"mian, soo-ya. aku lupa mengatakan padamu kalau aku ada pertemuan penting di kanada hari ini, jadi aku harus segera terbang pagi-pagi sekali." kata jongin.

bibir kyungsoo merengut kesal. "tapi apa susahnya sih berpamitan lagsung padaku."

"hhh.. sebenarnya sih ingin, tapi aku tak tega membangunkamu tadi pagi. kau terlihat pulas sekali." jujur jongin.

"tsskk... arraseo. lain kali jangan begini lagi eoh."

"eoh, araseo nyonya kim." balas jongin.

entah mengapa pipi kyungsoo mendadak bersemu merah saat ia mendengar ucapan jongin. "eum,, kau kapan pulang?"

"eehhmm.. tiga hari lagi mungkin. kenapa? kau rindu padaku eoh?" goda jongin.

"tsskk...! bodoh!" balas kyungsoo.

jongin tergelak di seberang line.

"jika kau hanya ingin tertawa aku akan menutup telponya." ketus kyungsoo.

meski tersengal, jongin berusaha menghentikan tawanya. "begitu saja marah,, huh,, tidak asik..!"

"biar saja.." balas kyungsoo.

"eoh, aku tutup dulu ya telponya. aku harus segera masuk keruang rapat." kata jongin.

"eoh, baiklah. hati-hati disana dan jangan lupa makan." pesan kyungsoo

"arraseo, sampai jumpa tiga hari lagi,soo-ya, eum... miss you." kta jongin ragu.

"eoh,, eum.. miss you too." balas kyungsoo lalu segera memutus telponya.

kyungsoo mententuh dadanya yang mendadak bergemuruh tak wajar. "astaga, kenapa jantungku berdebar?" monolognya.

tiba-tiba saja kyungsoo di kejutkan dengan kedatangan kai dengan motor besar mrahnya.

"hallo...kyungie.." sapanya ceria seperti biasa.

kyungsoo yang setengah melamun dibuat terlinjak kaget. "omo kamjakiya..!tskk kai..1 bisa tidak kau tidak muncul mendadak!" semur kyungsoo kesal.

si pelaku hanya menyungingkan senyum lucunya sembari mengendikkan bahunya acuh. "hehehe.. habis kau melamun,eoh."

"tsskk,, tetap saja itu menakutkan bodoh!"

"arra.. arra..! kau mau pulang?" tanya kai

kyungsoo menganguk, "eoh,.."

"mau ikut denganku sebentar? ada yang ingin aku bicarakan dengnamu."

"apa? katakan saja disini."

kai menggeleng. "tidak bisa, aku harus mengatakannya di tempat lain. ayolah, please..." mohon jongin dengan wajah melasnya yang menyebalkan menurut kyungsoo.

meski diselingi dengan decihan kesal, akhirnya kyungsoo naik juga keatas motor jongin.

"pegangan yang kuat...! kata jongin sebelum melajukan motornya ala setan jalanan.

"yak! kai! kau mau mati!" teria kyungsoo

dengan kecepatan maksimal kai mengajak kyungsoo menjelajahi jalanan clifornia yang padat. sontak saja kyungsoo dibuat ketakutan setengah mati. kyungsoo baru bisa bernafas lega setelah akhirnya mereka berhenti di sebuah restoran.

kyungsoo nyaris melopat turun dari motor kai saking paniknya.

"yak1 apa kau mau mati? astaga!" kyungsoo mengoel sambil mengatur nafanya yang memburu.

"tsskk,, baru begitu saja takut.!" cibir kai

kyungsoo memandang sengit kai dengan mata bulat sempurnanya. "tsskk.." cibirnya

kai lagi-lagi menyunggingkan senyum manisnya sambil menunjukan dua jari sebagai tanda perdamainan.

"sudah jangan anya mensumal, apa kau tidak lapar? ayo makan.." kai menarik tangan kyungsoo dan menyeret gadis itu menuju kedalam.

kai menggiring kyungsoo kelantai dua, mereka duduk di pojok ruangan yang mengarah langsung pada kolam renang yang ada tepat di bawahnya.

"kau harus mencoba masakan di tempat ini kyungie. aku jamin kau akan menyukainya." kata kai.

"hmm.. "jawab kyungsoo.

tak lama pelayan datang dna mencatat pesanan mereka.

"kyungie,," pangil kai.

kyungsoo menoleh. "wae?"

"kau cantik.."

kyungsoo mendecih pelan. "tsskk.. sudah kubilang berhenti merayuku kai."

"wae? bukankah kau suka? lai menyukaiku kan?" kata kai yakin.

kyungsoo mendesah pelan. "kai, please,,, harus berapa kali aku katakan padamu aku punya suami." jawab kyungsoo.

"dan sudah berapa kali juga aku katakan padamu kyungsoo, aku tidak peduli." bantah kai.

kyungsoo sudha akan menyahut, namun kai mendahuluinya. "bukankah ini tak adil bagimu? kau seharusnya bebas memilih pasanganmu bukan? bukankah pernikahan harus dialandasi dengna cinta? lalu kenapa kau menikah kalau kalian tidak saling mencintai?" kata kai panjang.

"kau tak tahu apa-apa kai.." jawab kyungsoo.

"maka dari itu buat aku mnegerti kenapa kau masih saja bertahan dengan namja itu kyungsoo. kau tidak mencintainya bukan? kau tidak nyaman hidup denganya bukan?" desak kai.

kyungsoo memijit pelipisya pelan. "jika hanya ini yang ingin kau tanyakan aku tak akan menjawab, dan aku akan pergi." kyungsoo hendak berdiri namun kai mencekal tangannya.

"jangan pergi kyungie, kumohon temani aku sebentar lagi, please."mohon kai

"tapi kumohon jangan bahas maslah itu lagi okey?"

kai mengangguk. "deal,"

tak lama makanan mereka datang satu persatu. keduanya makan dengan suasana dingin tak seperti biasa. kyungsoo yang biasanya akan sagat nyaman berbicara dengan kai kini mendadak diam, entahlah rasanya dia sekarang merasa kurang nyaman dengna keberadaan kai di dekatnya. rasanya ia seperti telah berbuat salah pada jongin.

"jika tak ada lagi yang ingin kau katakan, aku akan pulang. tugas kuliahku banyak kai-ah." kata kyungsoo saat ia menyelesaikan suapan terakir dessertnya.

"ah, tunggulah sebentar, ada yang ingin aku tunjukkan."

kai menjentikkan jarinya lalu tiba-tiba lampu menjadi temaram, tepat di bawah mereka kyungsoo bisa melihat deretan lilin-lilin kecil yang ditata apik membentuk sebuah tulisan indah.

"I LOVE YOU"

begitulah bunyi tulisan itu.

kyungsoo membekap mulutnya tak percaya, sebagai seorang wanita normal tentu sajaia terkejut dan terpana.

"kai? ini?" gagap kyungsoo.

kai mengengnam tangan kyungsoo, "kyungsoo-ya. maukah kau meberiku kesempatan? bisakah aku memiliki sedikit jalan menuju hatimu? kumohon..." katanya sambil bersimpu didepan kyungsoo.

"kai, jangan begini..."

tak sampai disitu, tanpa kyungsoo duga kai mengeluarkan sebuah kotak beluduru merah yang berisikan sebuah cincin berlian indah di dalamnya. "would you be mine?" tanyanya dengan suara rendah yang sungguh menggoda.

kyungsoo hanya bisa membekap mulutnya erat. sebagian hatuinya berteriak terima, namun sebagian menolak. sebagian cintanya terbang untuk kai namun sisi yang lain memegang erat posisi jongin. kyungsoo memejamkan matanya mencoba berfikir jernih.

"haruskah aku menerima kai yang datang padaku dengan semua suka cita dan canda tawanya? ataukah aku harus bertahan dengna jongin yang begitu sabar, mengegrti dan memahamiku. memenuhi segala keinginan dan mendahulukan segalanya untukku?"

"kyung.." sela kai.

kyungsoo mengambil nafas panjang sebelum mebuka matanya, "mian, kai... aku memilih suamiku..." katanya pelan.

kai tersenyum kecut. "benarkah? apakah kau sudha berfikir dengan baik?" tanya kai lagi.

kyungsoo mengagguk. "tentu saja, aku tahu apa yang aku pilih kai-ah."

kai mengangguk lalu berdiri. "well, itu keputusanmu, kyungie-ya. tapi satu hal yang harus kau tau. setelah malam ini kau tak akan lagi melihatku. aku akan pergi dari sini." katanya

"eoh? kau mau kemana?" tanya kyungsoo.

"entahlah, aku rasa aku butuh tempat untuk mengobati luka patah hatiku." katanya jujur

"kai,,," rengek kyungsoo.

kai menggusak pelan rambut kyungsoo. "gwaencana, ini memang sedikit sakit, tapi aku pasti bisa melewatinya."

"mianhae kai.."

"kau pulang dengan taksi saja, ya. aku sedang patah hati jadi aku takut tidak konsen nanti." kata kai

"lalu kau?" tanya kyungsoo.

"aku? aku masih ingin disini." katanya

"baiklah, aku pulang dulu kai." pamit kyungsoo.

.

.

kyungsoo sampai dirumah dengan perasaan lega luar biasa. beban berat yang selama ini menekan hatinya tiba-tiba saja terangkat begitu saja. senyum lebar menghiasi bibir cantiknya rasanya ia tak sabar menunggu jongin pulang dan mengatakan semuanya pada namja yang dicintainya itu.

kyungsoo baru saja keluar dri kamar mandi saat telepon rumahnya meraung nyaring.

"hello,"

"is this mr kim residance?"

"yes, sir!"

"with whom i speak,?"

"eum, i'm his wife sir,?

"oh, mrs. kim. can you go to hospital now, mr kim had a car accident few minutes ago. he is now on icu."

seluruh dunia kyungsoo mendadak runtuh seketika. kyungsoo menjatuhkan telponya lalu merosot kelantai.

"hello.. hello,, .." suara petugas polisi itu tak di dengar kyungsoo.

"jongin.. hiks,,,hiks,, jongin..." tangis kyungsoo pecah.

"jongin..." raungnya pilu.

TBC

hayolo,, jonginnya kok malah kecelakaan?

gimana keadaan si jongin?

akankah dia selamat?

atau si kyungsoo jadi janda?

aaiii duunnooo..?

lari kepojokan..^^v

well, yang au tahu kelanjutan ceritanya cukup stay dan pantenin aja perkembangan selanjutnya, tapi sebelumnya jangan lupa repiu setelah membaca okeeeyy..

see ya

sign

Lee Eun San

EunhyukLegalWife