.
.
###
NEKOYA!
Chapter 10 – Plan B
Park Chanyeol (21 th.) & Byun Baekhyun (28 th.)
###
.
.
"PARK CHANYEOL SIALAN!"
BLAM!
Suara bantingan pintu yang cukup keras itu terdengar bersamaan dengan teriakan Baekhyun. Sedikit kasar ia membuka lemarinya, masih kesal dengan kejadian barusan yang mana mengharuskannya 'berkencan' dengan Chanyeol. Ya, si jangkung itu benar-benar memaksa Baekhyun untuk menutup bengkelnya Sabtu ini demi satu kencan yang bahkan Baekhyun tidak pernah setujui.
"Dia pikir dia siapa?! Seenaknya saja memaksaku berkencan dengannya hanya karena aku tak sengaja menyemprotnya?! UGH, MENYEBALKAN!"
BRUK!
Baekhyun menautkan alisnya melihat beberapa baju yang—secara tak sadar—ia lempar ke ranjangnya. Wajahnya tiba-tiba memanas untuk alasan yang tak ia mengerti.
KENAPA PULA AKU MENGELUARKAN SEMUA BAJUKU?! AKU BAHKAN TIDAK PEDULI DENGAN KENCAN BODOH INI!
"AISH!" Baekhyun memasukkan kembali semua bajunya ke dalam lemari secara paksa, tak peduli sekalipun itu membuat bajunya kusut. Daripada memikirkan baju yang akan dipakainya nanti Sabtu, mencari cara-agar-ia-tidak-berduaan-saja-dengan-Chanyeol justru jauh lebih penting. Hell, tak ada yang tahu apa yang akan dilakukan Chanyeol padanya saat kencan nanti, kan? Jadi Baekhyun harus selalu waspada.
"OH!" Baekhyun tiba-tiba berseru, senyumannya terkembang lebar ketika satu sosok terlintas dalam benaknya. Dan ia yakin seratus persen sosok ini akan membantunya.
###
WHAT-THE-HELL?
Sepertinya itu frasa yang tepat untuk menggambarkan perasaan Chanyeol saat ia menemui Baekhyun Sabtu pagi ini. Memang tidak diucapkan secara langsung, tapi ekspresi Chanyeol menjelaskan semuanya. Dan itu sangat mengganggunya.
"Apa yang dia lakukan di sini?" tanya Chanyeol, maniknya mendelik sosok jangkung di samping Baekhyun. Ya, itu Ha Yoonbin.
"Yoonbin akan ikut dengan kita."
Refleks Chanyeol mengertakkan gigi. Ia bersumpah kalau saja pria di hadapannya ini bukanlah Byun Baekhyun yang ia sukai, sudah bisa dipastikan sumpah serapah akan keluar dari mulutnya.
"Dan kenapa tepatnya dia harus ikut dengan kita?" tanya Chanyeol, berusaha sabar. Ia tahu Baekhyun tidak sebodoh itu untuk memahami kata 'kencan'. Pasti ada sesuatu yang diam-diam pria mungil itu rencanakan.
"Kau tidak pernah bilang aku tidak boleh mengajak temanku, jadi sah-sah saja kan kalau aku mengajak Yoonbin?" bela Baekhyun, tangannya merangkul lengan Yoonbin.
Hell, jangan ditanyakan lagi bagaimana perasaan Chanyeol saat ini. Ia kepalang jengkel, terlebih karena Yoonbin menyeringai padanya seolah ia baru saja memenangkan sebuah taruhan.
Tapi itu bukan masalah.
Karena Chanyeol sudah menyiapkan rencana B untuk saat-saat seperti ini.
"Aku sebenarnya benci mengatakan ini, tapi maaf ya," Chanyeol menjeda kalimatnya untuk menarik senyum licik. "Yoonbin tidak akan ikut dengan kita, Baekhyunnie~"
"Apa?"
"Yoonbin Hyung?"
Suara itu sontak mengalihkan semua pasang mata yang ada—terkecuali Chanyeol. Pria bermarga Park itu justru sibuk membaca raut muka Yoonbin yang kini tampak terkejut oleh kedatangan Yeongue—kekasihnya sendiri.
Kena kau, Bocah Tengik!
"Yeongue? Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku baru saja akan menemuimu. Kau mau ke mana, Hyung?" Yeongue balik bertanya. Yoonbin mendadak kehilangan kata untuk menjawab. Atensi Yeongue kemudian bergeser pada Baekhyun dan Chanyeol. Badannya sedikit membungkuk untuk memberi salam. "Selamat pagi, Baekhyun Hyung, Chanyeol Hyung~"
Fokus Yoonbin seketika berganti ketika Yeongue menyapa ramah Baekhyun dan Chanyeol. "Tunggu dulu, kau kenal dia?" tanyanya kebingungan.
"Maksudmu, Chanyeol Hyung? Ya, kami pernah bertemu di depan minimarket beberapa hari yang lalu. Waktu itu Chanyeol Hyung tersesat dan menanyakan alamat flat di sini. Karena sama-sama kenal Baekhyun Hyung, jadi sekalian saja kami berkenalan sambil aku mengantarnya ke sini."
Lain dengan Yeongue yang polos, Baekhyun dan Yoonbin justru mencium bau kelicikan di sana. Dan itu berasal dari Chanyeol. Mereka yakin si jangkung bertelinga lebar itu ada di balik semua ini.
"Omong-omong, ada apa kau datang kemari, Yeongue-ya?" Sadar dengan situasi, Chanyeol pun dengan cepat mengalihkan topik pembicaraan.
"Oh iya, aku hampir lupa!" Yeongue merogoh saku celananya, lalu menunjukkan dua tiket film pada Yoonbin. "Hyung, kau sedang ada waktu, kan? Temani aku nonton film Avengers ya?" pintanya dengan mata berbinar.
"Eh? Nonton? Sekarang?"
Yeongue mengangguk pasti. "Tentu saja sekarang. Kenapa? Kau tidak bisa?"
Lalu hening.
Lamat-lamat Baekhyun menelan ludahnya. Ekor matanya perlahan melirik Yoonbin yang belum memberikan respon. Mendadak perasaannya jadi tidak enak.
Satu hal yang Baekhyun tahu tentang Yoonbin, pria tinggi itu hampir tak pernah menolak permintaan Yeongue, apalagi kalau kekasih berkacamatanya itu sudah menunjukkan wajah memelas—seperti saat ini.
"M–maaf, Hyung.." bisik Yoonbin pada Baekhyun. Ia melepaskan rangkulan tangan yang lebih tua, lalu menghampiri Yeongue.
Baekhyun sendiri tak bisa berbuat apa-apa ketika Yoonbin dan Yeongue pergi dari sana. Inginnya marah pada Yoonbin yang sudah meninggalkannya, tapi di lain sisi Baekhyun tidak tega karena tampaknya ini semua bagian dari rencana Park Cheesy Chanyeol.
Ya, semuanya gara-gara dia.
Pria bermarga Park itu-lah yang seharusnya bertanggung jawab atas semua kekacauan ini.
"Kau.." Baekhyun memicingkan matanya pada Chanyeol. "Merencanakan semua ini, iya kan?!" tudingnya. Tapi yang dituduh malah tersenyum lebar.
"Maksudmu 'kencan kita'? Itu sudah pasti~"
"Bukan itu, bodoh! Kau benar-benar—" Belum sempat Baekhyun melengkapi kalimat protesnya, matanya sudah dibuat melotot duluan saat Chanyeol tiba-tiba menggenggam tangannya. "A–apa yang kau—"
"Ayo kita mulai kencan kita!"
"EH?! K–ke mana?!"
Chanyeol terkekeh melihat raut panik Baekhyun. Itu terlihat sangat menggemaskan. "Kita ke pantai~"
TBC
Banyak yang request kencannya di pantai, so this is it! Udah kebayang sih momen sweet-nya, tapi sengaja saya potong buat chapter depan, MUAHAHAHAHA!
Anyway, mending review dulu ya~
