Fight for love chapter 11
Don't leave me go
''Sasuke..''
''Aku merasa was-was. Jangan-jangan ada sesuatu di antara mereka''
''Mereka siapa?'' tanya Sasuke tenang
''Antara anak baru yang bernama Kazuya dengan Ino. dia sempat menatapku dingin dan membentakku saat aku didapati sedang memeluk ino''
''Mungkin dia pacarnya?'' sahut Sasuke santai
''Tapi saat itu ada Hinata juga di sana. Jangan-jangan Hinata juga pacarnya'' otak Sai sedang berpikir keras saat ini
''Apa?''
Sasuke sekarang tidak bisa cuek saja mendengar gadis yang di sukainya jadi pacar orang lain
''Kita harus segera mengeceknya'' Sasuke jadi was-was
''Benar kita harus memastikannya''
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
''Narutooo! kau jangan membuatku kesal, Dasar bodoh!'' Teriak Sakura
Serentak ruangan kelas menjadi sunyi semua perhatian menuju ke arah mereka berdua
''Sakura –chan….'' Naruto memasang muka melas seperti rubah kecemplung got
''Jangan sakiti Naruto…. Please…." bela Shion sambil melindungi Naruto dengan pelukannya
''Heyy! Kau jangan memeluk su…'' Hampir saja Sakura membocorkan setatusnya
''Lepaskan dia! aku belum selesai dengannya''
''Ga mau'' sahut Shion sewot
''Kyaaaa! kau shiiiooooonn!'' teriak horror Sakura
''Tak akan ku biarkan kau menyakiti kekasihku'' bentak Shion
Sakura terkejut mendengar ucapan Shion "Kekasih? Maksudnya? Jadi Kalian…''
Belum selesai Sakura melanjutkan pertanyaannya Shion langsung mengatakan "ya. kami pacaran'' Buset lengkap sudah penderitan Naruto. parahnya lagi Shion terang terangan mencium Naruto di depan semua siswa di kelas.
Melihat itu semua membuat Sakura naik darah. hatinya hancur berantakan perasaan antara marah , cemburu, terpukul menjadi satu. hati Sakura berantakan sudah. (prustasi).
Sakura merasakan dadanya sangat sesak ia melangkah mundur perlahan dan berbalik lalu lari entah kemana, dia lari dan lari sambil menangis. berlari sampai ke ujung lorong kelas dan menghilang. Lenyap. (mungkin bunuh diri)
''Hah… sekarang malah Sakura jadi seperti ini, sepertinya ini menular'' keluh Kazuya datar "kemarin Ino sekarang Sakura, nanti... mungkin Hinata. wanita memang sulit ditebak"
''Kau kejar Sakura sana. merepotkan'' suruh Shikamaru santai, tampa pikir panjang Naruto bergegas mengejar Sakura.
Kazuya bangun dari tempat duduknya lalu melangkah menuju Hinata dan Ino
''Aku ada rencana tentang Shion. aku harap kalian tidak salah paham'' bisik Kazuya di telinga mereka lalu Kazuya mendekat ke arah Shikamaru dan berbisik sebuah rencana "kau sudah mengerti Shikamaru'' tanya Kazuya
''Ha! aku mengerti "sahut Shikamaru
''Ayo kita lakukan'' perintah Kazuya
Tiba tiba Kazuya menarik tangan Shion dan memeluknya "aku juga pacarnya Shion'' sambil memeluknya erat
''Hey, aku pacarnya juga'' tangan Shikamaru menarik Shion lalu memeluknya
''Jadi kau juga pacarnya? apa-apaan ini?'' Kazuya pura-pura terkejut
Shion hanya bisa melongo dan terkejut. otaknya bertanya -tanya kenapa mereka juga mengaku pacaranya. Shion dibuat tak bisa bicara oleh mereka berdua. Beku.
''Heeeeeee! Apa-apaan kalian'' tiba tiba Ino berteriak membuat kegaduhan kembali menjadi sunyi ''Jadi kau pacaran dengan 3 orang, Shion?'' dengan mata membelalak menatap Shion
''Sst! Sstt! Hinata.. ayo dukung actingku'' ternyata Hinata cukup mengerti, tiba-tiba dia bangun melangkah ke arah Shion, Shikamaru , dan Kazuya
''Kau hebat Shion, kau punya tiga peria tampan.'' Hinata mengeluarkan senyum palsunya. lalu Shion tersenyum terpaksa membalas senyuman dari Hinata
''Sial, acting mereka lebih hebat'' keluh Kazuya di pikirannya
''Huaaaaaaaaaaaaaaaa!'' Sasuke berteriak setelah tanpa sengaja melihat adegan itu, lalu berlari begitu saja keluar kelas. Sai yang juga melihat adegan itu hanya menelan ludah bulat-bulat dan lari mengikuti Sasuke
Rock Lee melihat kejadian itu secara langsung hanya bisa memasang muka heran dan membuka mulut dalam posisi menganga sempurna "Tapi sial lalat pada saat itu tak bisa di ajak kerjasama padahal ada mulut menganga, Shit'' keluh Sang penulis
Sementara semua murid di kelas itu hanya bisa melotot tak percaya atas semua yang dilihat mereka. Mematung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
''Aaaaaaaaa! Apa-apaan ini'' teriak Sasuke tak percaya atas apa yang dia lihat barusan
''Tidak berguna. tidak berguna. tidak berguna hhaaaaa!'' teriak Sasuke lagi
Sementara Sai tetap membeku otaknya penuh dengan pertanyaan sambil menghela nafas beratnya.
''Dia benar-benar... pertama Ino lalu Hinata sekarang malah Shion. apa-apaan ini.'' keluh Sasuke ''jangan-jangan Sakura juga, haaaaaahhhh''
''Sasuke, ini tidak boleh diblarkan. kita harus merebut yang sudah menjadi hak kita. kita harus merebutnya dari mereka''
''Ya kau benar Sai''
''Kita harus atur strategi''
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
''Sakura-can!'' Panggil Naruto
''Hah…'' Naruto menghela nafas panjang. kelelahan karena harus mengejar Sakura yang lari cukup jauh.
''Sakura itu semua tidak benar aku dan Shion…'' Tiba tiba Sakura menampar keras Naruto
''Cukup Naruto. Cukup! aku tidak Butuh penjelasan. aku sudah melihat semuanya''
Sakura menangis histeris. air matanya sudah tak bisa ditahannya lagi.
Tanpa aba-aba Naruto menarik tangan Sakura dan memeluknya "Shion berbohong Sakura. aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa, di hatiku hanya ada kamu Sakura. aku mencintaimu. jangan menangis lagi''
''Percayalah padaku Sakura. aku mencintaimu sepenuh hati.''
Mendengar ucapan Naruto yang tulus, Sakura berhenti menangis. tangan Sakura terangkat dan membalas pelukan Naruto ''aku tak suka Shion menciummu'' keluh Sakura pelan terdengar di telinga Naruto ''aku tak suka melihat suamiku di pelukan orang lain. aku ini istrimu setidaknya kau menjaga perasaanku''
Naruto menatap wajah istrinya dan mengusap sisa air matanya ''jangan menangis lagi aku janji tidak akan nakal'' Naruto mengecup kening Sakura lalu memeluk Sakura lagi dengan hangat
''Ehem… ciah dia sudah baikan'' seru Ino mengejutkan mereka
''Hah… Wanita itu merepokan'' keluh Shikamaru
'' wanita itu benar-benar merepotkan!'' tambah Kazuya
Plak
''Hey!'' seru bersamaan Shika dan Zuya
''Berhenti mengeluh!" sahut Ino dan Hinata sambil memasang muka mengerikan
''Heh. Hehhe.. hahahhhaa.. haaaha'' Kazuya tertawa lalu diikuti oleh tawa Shikamaru dan akhirnya semua tertawa bahagia.
''Hey Tunggu dulu''
''Sejak kapan kalian disini?'' tanya Naruto
''Ha?''
Seru Shika-ino, Zuya-hina barengan
To be continued
NARUTO : untung lu ga jadi ama Sakura , teme kalo lu jadi ama Sakura anak lo bisa jadi Bumbu penyedap ( SASA )
SASUKE : maksud lo?
NARUTO : kalo ama gue, sukura bakal punya anak ganteng bin cool, um Usumaki Nasu
SASUKE : ah, gue ga peduli, lebih baik lo konsentrasi bikin Sakura Buncit dulu
Silahkan di corat-coret di kolom review.
