Tiap manusia di dunia ini sudah ditakdirkan untuk hidup berpasangan tapi berbeda dengan personifikasi, mereka dilarang untuk mencintai seorang manusia. Francis, personifikasi ini tahu betul rasanya mencintai seorang manusia dan rasanya ditinggalkan oleh yang dicintai. Sampai sekarang ini, belum ada lagi selain Francis yang jatuh cinta kepada seorang manusia tapi hal ini dipatahkan oleh salah satu personifikasi yang menyamar di World School, siapakah dia?
"Will You Become My First Love?"
Class of the day : -
Warning : OC, OOC, alur berantakkan, Human x Personification, dll.
Best Friend (c) Jason Chen
Hetalia © Hidekazu Himaruya
This Fic © Guardian of Mineral
Di kelas 9G, Lukas sedang menjelaskan materi fisikanya. Beberapa anak ada yang mencatat penjelasannya, ada yang hanya mendengarkannya, ada yang memainkan pensilnya, untungnya sih gak ada yang ketiduran. Lili mencatat apa yang dijelaskan oleh Lukas, mata hijaunya masih menatap papan tulis yang berjarak dua meja darinya dan penuh dengan coretan rumus. Dan pada akhirnya menatap seorang anak laki-laki yang berada di meja paling depan, barisan sebelahnya. Sebutlah namanya, Eko. Anaknya baik sama cewek tapi nista kalo sama temen-temen cowoknya, pake kacamata cuman itu ternyata kacamata biasa (gak pake lensa) kata dia sih pengen nge-tes anak cewek, agak macho tapi gak berotot banget – two pack aja dia belum dapet.
Merasa diperhatikan, Eko melihat ke belakang. Mata hitamnya bertemu dengan mata hijaunya Lili. Bertemu mata dengan mata seperti itu, pipi mereka langsung merona dan kembali ke kegiatan mereka masing-masing. Dan sebuah kenyataan pun terungkap kalau kedua orang ini...
...saling mencintai.
"Yak. Sekian pelajaran hari ini, silahkan beristirahat." Kata Lukas sambil berjalan keluar.
"YEAAAHHHH!"
Beberapa anak perempuan mendekati Lili, mengajaknya untuk bermain di luar kelas dan personifikasi itu menerimanya. Dia berdiri dan mengikuti teman-temannya itu keluar kelas, tanpa menyadari kalau Eko memerhatikannya dari belakang.
"Prikitiew! Ngeliatin Lili terus daritadi." Goda temannya.
"Jangan-jangan hati elo jatuh ke dia ya?" kata Ikhsan.
"Akhirnya setelah sekian lama, elo mau juga banting setir dari jabatan single ke in relationship." Kata Yono.
"Kagak ah! Gue gak jatuh cinta sama Lili kok!" bantah Eko sambil nge-blush.
"Kalo emang gak suka, kenapa blushing?" tanya Yono. "Ngaku aja deh, sejak tuh cewek menginjakkan kakinya ke sini untuk pertama kali sikap elo tuh berubah 180 derajat!"
"Emang apaan sifat gue yang berubah?" tanyaEko.
"Elo jadi rajin piket, pr elo kerjain di rumah padahal biasanya di sekolah terus elo dateng paling awal ke sekolah! Lebih dari itu, elo jadi sering masuk ke ruang guru!" kata Ikhsan.
"Men, kan gue seksi pendidikan. Yak, jelas gue sering masuk ke ruang guru."
"Oh iya, gue lupa." Kata Ikhsan.
"Kalo saran gue sih, Lili buruan elo tembak aja daripada keduluan orang lain." Saran Yono.
"Tapi men, ngomong doang mah gampang, minta restunya ke Pak Vash gimana?!" tanya Eko. "Sejak dia masuk, gue terus-menerus nyari cara buat minta restu ke Pak Vash! Salah sedikit, gue bakalan punya mata ketiga di dahi!"
"Minta saran aja sama Bu Bella." Kata Yono. "Ntar pulang sekolah."
oOo
Pulang sekolah, di ruang BK. Bella sedang mengecek dokumennya hingga ia mendengar suara ketukan.
"Masuk!" kata Bella.
Anak laki-laki itu masuk, "Eko? tumben kesini, ada apa?"
"Saya mau ngomongin sesuatu ke ibu, boleh gak?"
"Penting banget, gak?" tanya Bella.
"Penting bu! Ini menyangkut masa depan dan hidup-mati saya!"
"Ya udah, duduk." Kata Bella sambil mempersilahkan. "Jadi mau ngomongin soal apa?"
"..." anak itu diam sebentar. "Gini bu, sebenernya saya lagi suka sama seseorang."
"Terus?"
"Saya gak tau, gimana cara ngomong ke dianya." Jelas Eko.
"Coba kamu minta saran ke Pak Francis. Pasti dikasih tahu gimana caranya nembak."
"Cara nembak ke... cowok?"
"Ya, ke cewek lah!" kata Bella sewot.
"Tapi bu, seandainya saya udah tahu gimana caranya. Minta restu ke kakaknya bakalan susah bu." Kata Eko.
Bella diam sebentar. "Sebentar, emang kamu mau nembak siapa?"
"Lili bu, adeknya Pak Vash." Jawab Eko.
Hening...
Hampir saja Bella melempar mejanya saking kaget mendengar pernyataan nekat yang keluar dari mulut murid di depannya.
"Hmmm, gini kamu besok pulang sekolah balik lagi kesini, ya?" kata Bella.
"Iya deh, bu." Kata Eko sambil ambil tasnya terus cium tangan. "Pulang dulu ya, bu!"
"Hati-hati di jalan!" kata Bella.
"IYA IBU!"
Bella menghela nafasnya dulu sebelum meraih hpnya dan menekan suatu nomor. Satu dering, dua dering akhirnya ada yang mengangkat.
Ya, Bella ada apa?
"Kirana, bawa semua personifikasi ke ruangan gue, sekarang!"
oOo
Sepuluh menit setelah Bella menelepon Kirana, semua personifikasi masuk ke dalam ruang BK.
"Ada apa Bella? Sampe nyuruh semuanya buat dateng ke sini." Kata Kirana.
"Kalo ini bukan sesuatu yang penting mendingan gak usah manggil kita semua kesini." Kata Emil.
"Buruan udah waktunya pulang neh." Kata Francis.
"Ini masalah yang bener-bener serius." Kata Bella pake tampang yang serius.
"Emang masalahnya apaan sih?" tanya Arthur.
"Soal...
.
.
...sebuah cinta monyet."
"CINTA MONYET DOANG JADI MASALAH SERIUS!" pekik semua personifikasi.
"Bentar dulu, gue belum selesai ngomong!" kata Bella sambil ngegebrak meja. "Ini juga soal adekmu, Vash!"
Yang dipanggil langsung terkejut. "Lili?! Maksudnya?!"
"Ya, tadi ada anak cowok dateng ke sini, ngomong soal dia pengen nembak anak cewek," kata Bella sambil mengusap kepalanya, "pas gue tanya siapa, dia ngejawab Lili."
"Jadi kesimpulannya ada anak yang nembak Lili dengan awesome, gitu." Kata Gilbert.
"Vash, biasanya elo bakalan tereak 'SIAPA ANAKNYA BIAR GUE DOR!' tumben gak tereak kayak gitu." Kata Lukas.
"Sebenernya gue kepikiran soal obrolan gue sama adek gue minggu lalu." Kata Vash.
.
FLASHBACK
"Bruder." Panggil Lili.
"Ya, ada apa?" tanya Vash.
"Pacar itu apa?"
"Yah, itu istilah di Indonesia kalau misalnya sudah punya pasangan." Kata Vash sambil meminum minumannya.
"Pasti menyenangkan kalau punya pasangan." Kata Lili. " Aku ingin sekali punya pacar."
BRUSH! – Vash menyemburkan air ketika mendengar perkataan adiknya.
"T-Tadi kau bilang apa?!"
"Aku ingin punya pacar, Bruder. Aku ingin merasakan yang namanya punya pasangan hidup!"
FLASHBACK END
.
"Begitulah yang dia katakan."
"Adek lo berani juga ternyata." Kata Mathias.
"Elo udah ngomong soal ini ke Lili, Bel?" tanya Antonio.
"Belum. Gue sih mikirnya sekarang, kalian setuju gak soal perihal ini?" tanya Bella. "Soal cinta antara manusia dan personifikasi!"
"Gue sih jujur, bukannya ngelarang ato gimana karena anak cowok itu adalah rakyat gue juga." Kata Raden. "Gue sih ok-ok aja, yang jadi pertanyaan Lili bisa jaga rahasia dia personifikasi gak?"
"Kalo soal jaga rahasia, Lili bisalah aru." Kata Yao.
"Hero sih setuju saja." Kata Alfred. "Toh, Lili juga menginginkan pasangan."
"Setuju juga deh." Kata Arthur.
Dan semua personifikasi mengatakan setuju. "Vash, gimana? Keputusan mutlaknya ada di tangan elo." Kata Tino.
"..." Vash berpikir sebentar. "Oke, gue setuju tapi dengan satu syarat."
"Syaratn'a?" tanya Berwald.
"Tuh anak, harus menghadap gue dulu. Gue mau menilai dia pantas buat Lili ato kagak."
"Justru itu yang gue takutkan, Vash." Kata Kaoru. "Salah, salah tuh anak bisa dapet mata ketiga di dahi."
Akhirnya munculah sebuah kesepakatan tanpa harus adanya keributan di ruangan.
Tumben.
oOo
Esoknya setelah aktivitas pembelajaran berakhir atau simpelnya pas pulang sekolah. Anak laki-laki itu duduk di pinggir lapangan, galau sambil metik kelopak bunga satu-persatu.
"Direstuin. Enggak. Direstuin. Enggak..." Gila. Galaunya sudah level to the max! Dia kayaknya kebanyakan nonton filem-filem yang nentuin nasibnya pake acara motek-motek bunga.
Francis yang melihat anak ini galau langsung duduk di sebelahnya. "Galau nih ceritanya?"
"Eh! Pak Francis!" kata Eko. "Bapak napak ke tanah kan?"
"Iyalah! Emang kamu kira bapak apaan?!" kata Francis sewot. "Kamu galau gara-gara nyari cara buat minta restu ke guru TIK kamu ya?"
"Bapak tau aja." Kata anak itu sambil nyengir kuda.
"Ya udah, kamu buruan aja ngomong. Mumpung guru kamu itu masih ada di ruang guru." Kata Francis.
"Tapi pak...!"
"Udah buruan!" Francis mendorong anak itu sampai ke depan ruang guru. Begitu anak itu masuk ke dalam ruang guru sama Francis, temen-temennya pada ngeliat langsung mereka pada lari ke depan pintu tapi pada gak masuk ke dalem.
Di dalam ruang guru, anak itu berjalan menuju meja Vash...
"Emmm, Pak Vash." Panggil anak itu. "Saya mau ngomong sesuatu."
"Mau ngomong soal apa?" tanya Vash dingin.
"Penting nih pak. Boleh gak ngomong di ruangan lain?" tanya Eko.
"Ya udah. Ikut bapak." Kata Vash sambil menuju ruangan lain yang di ruang guru diikuti oleh anak itu.
"Moga-moga lancar deh tuh anak minta restu." Kata Lukas.
"Iya." Kata Tino tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu. "Vash, gak bawa pistolnya ke sana kan?!"
"Kali aja." Kata Raden. "Kita tunggu aja hasilnya."
Lima menit...
Sepuluh menit...
Lima belas menit...
Dua puluh menit...
Dua puluh lima menit...
Setengah jam kemudian. "Lama banget." Keluh Arthur sambil melihat jamnya.
KREKKK – tiba-tiba ada suara pintu dibuka dari ruangan itu dan anak cowok itu pun keluar dengan lesu dan raut wajah yang kecewa. Semuanya langsung mengerti apa yang terjadi, kayaknya dia shock begitu denger apa yang keluar dari mulut Vash. Anak itu langsung berjalan menuju pintu keluar tanpa berbicara dulu dengan guru lain. Begitu tuh anak melewati meja Alfred, personifikasi Amerika itu menepuk punggungnya dengan tatapan 'Sabar ya'.
Anak laki-laki itumembuka pintu ruang guru, keluar dan menutupnya dengan perlahan, dengan segera teman-temannya yang diluar mengerubunginya. Vash juga keluar dari ruangan yang tadi dipakainya untuk berbicara dengan anak itu.
"Vash—" kata Roderich yang juga merasa kasihan ke anak itu, "—ternyata kau..."
"Jangan Negative thinking dulu, denger tuh anak ngomong apa dulu." kata Vash sambil nunjuk ke pintu.
Tiba-tiba ada suara pertanyaan dari luar ruang guru...
"Jadi gimana men?"
Anak itu diam sebelum dia memekik. "GUE DIRESTUIN!"
"HOREEEEE!" semua temennya dan personifikasi yang ada di ruang guru menjerit kegirangan.
"AYO KITA MULAI KMK!"
"KMK?" tanya Ivan.
"Konferensi Meja Kotak, meja ruang OSIS mereka kan bentuknya kotak." Kata Kirana
Maka dimulailah rapat mereka tentang cara penembakkan, dimana mau nembaknya dll.
oOo
Besoknya atau hari Minggu, rencana mereka pun dimulai tapi sebelum itu pada saat siang hari sebelum Eko pergi ke lokasi untuk mempersiapkan semuanya di lokasi penembakkan, dia mengirimkan sebuah sms...
To : Lili
From : Eko
Lili, malam ini ada acara gak? Kalau gak ada, jalan bareng aku yuk! :D
Send.
Anak ituterdiam, mengecek sekali lagi pesan yang barusan ia kirim. Udah kekirim kan? Nomernya bener kan?
"Gimana, aru? Kamu sudah kirim sms ke Lili, aru?" tanya Yao.
"Udah Pak Yao." Jawab anak itu. "Nah ini udah ada balesannya."
To : Eko
From : Lili
Boleh. Tapi aku kurang tahu soal daerah sini, kalau nanti aku nyasar ke tempat ketemuannya, bagaimana?
Anak cowok itu membalas sms itu.
To : Lili
From : Eko
Tenang aja, nanti ada yang bakalan jemput kamu. Oke? Jam 8 yak.
Dan awal dari proses penembakkan pun dimulai.
oOo
Malamnya, pukul 20:00 WIB di dalam sebuah mobil berwarna hitam.
"Pusat kepada seluruh personil. Pusat kepada seluruh personil. Tolong dengarkan ini baik-baik." Kata Raden sambil ngomong pake walkie-talkie. "Keberhasilan rencana kita ini tergantung dari keseriusan kita semua dan untuk semua guru yang menjadi pengamat mohon lakukan ini dengan benar-benar serius! Kesempatan cuman sekali, sebelum benar-benar mulai kita berdoa dulu menurut agama masing-masing, Berdoa mulai."
Semua personil dan personifikasi yang telah ditempatkan di titik-titik tempat bagian rencana penembakkan itu berdoa dengan khusyu demi keberhasilan rencana mereka.
"Berdoa selesai. Ingat motto kita, bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi!" Kata Raden. "Pusat kepada kancil jantan, bagaimana situasi lapangan parkir?"
"Kancil jantan kepada pusat, target sudah datang! Sekarang menuju ke café tempat pertemuan."
"Pusat kepada Antonio, bawa sang target ke sang penembak." Sekarang Vash yang memberi perintah.
"Siap, komandan!"
.
Antonio, yang sekarang sedang menyamar menjadi seorang pelayan café terbuka (jadi cafenya gak di dalem gedung gitu), mendekati sang calon pendamping, menepuk punggungnya yang berarti 'Good Luck!' dan dia pun berjalan menyambut Lili.
"Selamat datang!" Antonio memakai kacamata dan kumis palsu, ia membungkuk seperti seorang gentleman. "Teman anda telah menunggu nona disana." Kata Antonio sambil menunjuk ke arah Eko. "Mari saya antar."
"Ti-Tidak perlu, aku bisa sendiri kok." Kata Lili, dia tidak ingin membuat anak yang disukainya itu kalau istilah gaulnya : ilfil.
"Tidak apa-apa nona. Sudah kewajiban saya sebagai seorang butler." Antonio pun meraih tangan Lili dan mengantarkannya ke Eko. "Silakan tuan." Antonio menyerahkan Lili kepada anak laki-laki itu dan segera minggir.
"Wow, Lili." Kata Eko."You're so beautiful."
Lili yang pada saat itu memakai dress terusan berwarna biru terang dan jaket putih yang menutupi bagian bajunya yang tidak berlengan merona pipinya. "D-Danke."
"Ayo." Ajak Eko sambil mengulurkan tangannya. Dan mereka pun berjalan bergandengan meninggalkan café itu.
oOo
Mereka berdua berjalan dengan santai, menikmati suasana malam itu tetap sambil bergandengan tangan, bercerita hal lucu yang membuat salah satu dari mereka tertawa hingga mereka sampai di sebuah restoran. Sebagai seorang laki-laki, ia pun akan membukakan pintunya untuk Lili tapi...
...pintunya gak bisa dibuka padahal udah didorong sama ditarik.
Anak laki-laki ituagak minggir sedikit dan membelakangi Lili lalu dia pun meminta bantuan pake mic yang dipasang di kerahnya. "Pak Francis, pintunya gak bisa kebuka!" kata Ekosambil berbisik tapi panik.
Francis : Gak bisa kebuka?
"Iya pak! Gimana nih?"
Di tempat persembunyian Francis...
"Itu kenapa pak?" tanya anak yang disebelahnya.
"Pintunya gak bisa kebuka padahal udah ditarik sama didorong." Kata Francis.
Anak itu memasang tampang 'Le Dafuq'. "Pak, siniin walkie-talkienya." Francis pun menyerahkan walkie-talkienya. "Cuy, itu pintunya digeser!"
Eko: Digeser?
"Iye! Dengerin gue, bocah! Gue tau elo sekarang lagi grogi tapi gak gitu-gitu juga, bocah!" bentak temennya itu.
Kembali ke Eko, ia pun berhasil membuka pintunya padahal udah malu-malu kucing tuh~. Tips yang mau nembak cewek : jangan pernah ngelakuin hal yang memalukan di depan calon pacar dan selalu ingat bagaimana cara membuka pintu sebuah rumah makan.
Anak itu mempersilahkan Lili masuk, menarik bangkunya, memesan makanan dan ketika makanan itu datang, hanya keheningan yang melanda mereka berdua sembari mengunyah makanan malam mereka.
Di luar...
"Pusat kepada sang kalong malam bagaimana keadaannya?" tanya Raden.
"Kalong malam kepada pusat, mereka diem pak. Kagak ngomong ato modus-modussan gitu Pak Raden."
"Ya udah, langsung ke utamanya aja."
"Bapak serius mau langsung ke utamanya?"
"Iya."
"Oke deh pak!" anak yang tengah nangkring di atas pohon itu mengakhiri pembicaraan dengan Raden lalu dia ganti saluran walkie-talkienya. "Kalong malam kepada sang alis tiga. Pak, kata Pak Raden langsung aja!"
"Bisa gak sih kamu gak manggil bapak pake 'sang alis tiga'!"
"Lah, pak kenyataan mau gimana lagi. Saya juga dipanggilnya "Kalong malam"."
"Ya udah! Sekarang kamu sms si Eko."
"Tapi Pak Arthur, saya lagi gak ada pulsa gimana dong?"
Dan seketika itu pula Arthur menepuk jidat. Perlu kesabaran ekstra buat ngadepin bocah yang kayak begini. "Ama bapak aja deh! Sekarang kamu turun dari pohon trus minta yang lain siap-siap!"
"Oke pak!"
oOo
Kembali ke dalam restoran...
Rrrrt! Rrrrt! –getaran Hp Eko yang berisi sms memintanya keluar dari restorang dan pergi ke tempat tembak.
"Em, Lili. Bisa tunggu disini sebentar?"
"Kau mau kemana?"
"Ada urusan tapi sebentar saja kok! Tenang aja! Oke?" dan Eko pun langsung lari keluar meninggalkan Lili yang menatapnya dengan wajah bingung.
Lima menit berlalu...
Sepuluh menit berlalu...
Lima belas menit berlalu...
Dan dua puluh menit pun berlalu...
Lili menjadi gelisah karena anak itu belum kembali lagi dan hpnya pun bergetar menandakan adanya sebuah sms yang masuk...
From : Eko
To : Lili
Maaf, sudah meninggalkanmu terlalu lama tapi masih bersediakah kau mendengarkan lagu ini? Lagu yang menggambarkan isi hatiku padamu, lagu yang mewakilkan kata-kata yang ingin kuucapkan padamu? Jika kau bersedia, dengarkanlah. Setiap ada kata 'Best Friend' itu adalah kau karena kau adalah sahabatku, Lili.
Memerahlah wajah sang personifikasi Liechtenstein itu, dia segera mengambil headsetnya, mencolokkan ujungnya ke hp sedang earbudnya ia pasang ke kedua telinganya. Telunjuk kanannya memencet tombol play dan lagu itu pun dimulai.
Do you remember when I said I'd always be there?
Ever since we were ten, baby.
When we were out on the playground playing pretend,
I didn't know it back then.
Ia terkikik geli. Hei, ia baru saja mengenal anak itu. Ya, sepuluh tahun jika usia itu dihitung untuk dirinya, sang personifikasi berarti Eko belum lahir.
Now I realize you were the only one,
It's never too late to show it.
Grow old together,
Have feelings we had before,
Back when we were so innocent.
I pray for all your love,
girl our love is so unreal,
I just wanna reach and touch you, squeeze you, somebody pinch me.
(I must be dreamin')
Ah, tangannya sudah mulai lemas, jantungnya berdebar-debar kelihatannya dia tahu kelanjuttannya.
This is something like a movie,
And I don't know how it ends girl,
But I fell in love with my best friend
Deg.
Jantungnya berhenti seketika. Ia menutup mulutnya karena terlalu shock. Tiba-tiba terdengar kaca jendela yang disebelahnya berbunyi karena dilepar kerikil, segera ia keluar dan melihat...
...teman-temannya kini berbaris membentuk jalan dan mereka berpegangan satu sama lain seperti main kereta-keretaan. Follow this road. Itu yang tertulis di kertas yang salah satu temannya pegang.
Lili berlari, mengikuti alur jalan itu. Sementara lagu itu masih berputar...
I know it sounds crazy,
That you'd be my baby.
girl you mean that much to me.
Mungkinkah perasaan anak laki-laki itu sama dengan dirinya? Kaki Lili terus berlari hingga sampai di sebuah taman yang kini telah dihiasi dengan sebuah lampu jalanan dan teman-teman Lili yang tadi berbaris kini membuat lingkaran sambil membawa lilin yang tengah menyala, mengelilinginya bersama dengan anak itu.
Anak itu, ya Eko. Dia mendekat dan memegang tangan Lili sementara itu Vash beserta guru-guru yang lain sudah berkumpul juga.
"Lili." Ucap Eko. "Waktu pertama kali kau menginjakkan kaki ke kelas 9G. Aku kira, kau hanyalah gadis biasa yang rajin bikin pr dan piket." Temen-temennya yang lain lagi nahan ketawa gara-gara baru kali ini ngeliat tuh anak ngomong dengan formalnya.
"Dan, hari pun berlalu dan muncul perasaan aneh yang menyelimuti hati. Kian hari, perasaan itu semakin membesar dan tidak terbendung lagi. Jadi, Lili Zwingly—" entah kenapa kelanjuttannya sangat ditunggu. "kalau dalam bahasa Jerman akan begini kalimatnya ... Ich Liebe Dich, Lili. Will you become my first lover?"
Keheningan melanda mereka semua. Menunggu jawaban dan...
"J-Ja."
Satu kata itu cukup untuk membuat semua anak dan guru mematikan lilin mereka, menyalakan hp dan menggoyang-goyangkannya, bagai sebuah lentera.
Sementara sang new couple?
Ah, mereka kini tengah berpelukan. Mensyukuri kalau mereka sendiri saling mencintai.
.
AN :
PS : Kalo menurut saya FHI lagi gak suram kok sebenarnya sekarang lagi ada banyak author baru yang ingin bergabung dan belajar di Fandom kita ini. Tugas kita yang udah terbiasa disini, itu membantu mereka mungkin aja mereka yang baru-baru itu sebenarnya adalah cikal-bakal tangan-tangan dewa yang baru.
Yosh! Setelah melawan berbagai macam halangan, saya bisa update lagi! Buat yang mikir kalau anak IPS itu enak, itu salah besar! Di SMA saya, masih ada yang namanya lintas minat dan lintas minat untuk anak IPS adalah Matematika dan Fisika. Jadi, anda bisa lihat sendiri dua pelajaran mematikan masuk ke dalam jaringan anak-anak yang belajarnya mengenai Geo, Sejarah, Sosiologi sama Ekonomi.
Jawab Review dulu atuh~
Hagane Giita-pyoon : Adegan tabur tepungnya disensor jadi gak ditulis. Alfred sama Arthur disini cuman sebatas TTM (Tsundere Tapi Mesra) dan anak-anak itu berusaha untuk menyatukan mereka berdua. Iya, yang soal couple shirt itu pernah ada di stand up.
Star-BeningluvIndonesia : Hakuna Matata itu dari Despicable me 2 yang pas minnionnya ditarik bajunya jadi kayak layangan trus dia bilang kayak gitu.
Babanana : ada kok adegan kissunya tapi cuman sebatas pipi sama dahi. Ya, anak-anak itu mayoritasnya masih jomblo dan ngenes.
Tempetahusambelkecap : Jadi laper begitu liat pennamenya. Iya, itu tuh Alfred pas jaman perang revolusi Amerika.
Lucatha : Monggo, silahkan di-fav :D
D'Pickspickels : Enggak kok, justru tuh anak-anak yang ngarep banget ngeliat adegan kayak gitu.
Frostedplum : Itu rahasia perusahaan. Hanya Tuhan Yang Maha Esa, Author, Alfred dan Arthur yang tahu.
Carine du Noir : Jangan gitu atuh, Ran. Gue juga masih perjaka. Ditampung dulu deh rikuesannya, gak tau mau dimasukkin apa kagak. Eh, yang kita pinjem itu korek api bukan lidi? Soalnya yang gue inget yang kita minta ke tukang abang batagor itu lidi nah korek apinya minjem ke kantin.
Luciano Fyro : Tentu aja Prussia bakalan terharu ngeliat benderanya masih ada yang inget soalnya rata-rata anak kelas saya dulu smp, saya tanyain ini bendera apa sambil nunjukkin bendera Prussia mereka bilangnya gak tau. Tau kok, hubungan Japan sama China, rikuesnya ditampung dulu ya.
FujoAkut02 : Iya, ngambil dari kisah nyata (kue ulang tahunnya doang). Tenang aja, punggung saya udah sembuh kok.
Alifia UsUk Lover : Iya, itu sekolahnya RSBI sama kayak smp saya dulu sebelum dicabut RSBInya.
PiperGrace08 : Ini udah diupdate kok~
Noir-Alvarez : Bukan cuman USUK doang kok tapi GerIta, DenNor, SuFin dan semua pairing Hetalia yang bisa dipairing disitu.
Numpang Lewat : ada kok typonya, cuman saya lagi males ngedit chap-chap sebelumnya.
Revantio : MEI! GUE JUGA KANGEN ELO! IYA ITU ULTAHNYA MINE! Soal yang fanfic DC kita jangan ditanya, syndrome gue dan Nanab muncul. I lve you so much too, mei.
HannySyra9 : Kiku pernah muncul kok ada di chapter kelas 9C.
Silver 1625 : Ini udah dilanjut~
Dan para readers sekalian, saya Guardian Of Mineral menyatakan fanfic ini HetaSchool! Semester 1! Telah tamat.
Jadi bisa dibilang ini chap terakhirnya, terima kasih buat readers –baik yang silent dan yang nge-review—, adekku yang paling bisa dijadiin sebuah kelinci percobaan dan temen-temen PaIn and CH, yang udah ngebaca fanfic ini.
Dan Guardian of Mineral pun undur diri~
Wassalam.
