Pairing : Choi Siwon – Cho Kyuhyun
Disclaimer : They belong each other.
Other Casts : Will be introduced later on.
Warning : Lime/Lemon (Rated M for a reason)
Would be glad to present a nice piece of my wild imagination in Bahasa.
Alec Jovanka's quote , he said that "Love only isn't enough to survive a relationship, you should feel that you want that person, that you need him in your life"
Namja yang mengenakan kaos abu-abu gelap dan jaket hitam, masih menenteng tas ransel yang berisi buku-buku kuliah serta mengenakan kacamata hitam kesayangannya itu melangkah mantap di koridor rumah sakit yang sangat lengang, apalagi mengingat dia berada di bagian VIP. Choi Minho, namja itu memang ingin menjenguk sahabatnya merangkap tunangan hyung tertuanya, Cho Kyuhyun yang semenjak dua hari tiga malam kemarin berada di rumah sakit. Kampus tanpa Kyuhyun hyungnya terasa sedikit membosankan, hanya ada Taemin yang menghiburnya, belum lagi kondisi kediaman keluarga Choi yang menjadi tambah tidak bersahabat. Minho rasanya masih ingin mendengus kesal setiap ingat kelakuan hyungnya, Siwon. Siwon terlihat sengaja menenggelamkan diri dengan urusan kantor semenjak Kyuhyun sadar. Pfth, awas saja kalau dia tiba-tiba datang lagi dengan membawa sekertaris sialan itu, maki Minho dalam hati.
Minho tidak habis pikir tentang apa yang ada di kepala hyungnya yang satu itu, ada kalanya Minho melihat sorot mata kesedihan, penyesalan, dan kerinduan ketika Siwon menatap Kyuhyun, tapi kadang sorot itu berubah menjadi dingin dan kejam seakan ingin melupakan sosok Kyuhyun yang dulu sangat Siwon puja. Minho tidak mengerti tentang Siwon, dan dia juga tidak bisa terlalu ikut campur, meskipun kemarin emosinya sangat terpancing melihat Siwon yangbertindak diluar nalarnya dan menyakiti Kyuhyun hyungnya tersayang hingga Kyuhyun ambruk. Benar, Minho tidak bisa menyalahkan Siwon atas kesehatan Kyu yang memburuk, tapi Minho juga yakin Siwon menjadi salah satu pemicu stress yang dialami Kyu sehingga memperburuk kesehatannya.
Drrrrtt drrrttt
Minho mengeluarkan ponselnya yang dia simpan di saku celana depan. Pesan singkat dari kekasihnya, Lee Taemin. Minho sedikit sibuk membalas pesan yang masuk di ponselnya sampai dia tidak menyadari ada seseorang yang sudah berdiri di hadapannya, sedikit menghadang. Minho yang melihat bayangan gelap yang terpantul dilantai rumah sakit, segera mendongakkan badannya, sedikit terkejut saat matanya bertemu dengan orang itu.
"Ah, annyeong haseyo~" Minho membungkuk memberikan salam. Jaejoong sang penghadang membungkuk sekilas, dibelakangnya ada laki-laki yang Minho ketahui selalu membayangi Jaejoong. Minho menelan ludah, sungguh mereka berdua terlihat mengintimidasi, dan meskipun Minho tahu dia tidak melakukan kesalahan apapun, dia tetap merasa gugup dipandang dengan tatapan tajam dari keduanya.
"Annyeong, ada waktu sebentar Minho-ah? Bagaimana kalau kutraktir kopi?" Jaejoong tersenyum kearah Minho. Minho terpana, sedikit terkejut dengan perubahan raut muka Jaejoong yang semula dingin menjadi sangat bersahabat dengan senyum malaikatnya, hingga tanpa sadar Minho mengangguk mengiyakan. Bahkan menurut ketika Jaejoong merangkul pundaknya dan sedikit menyeret Minho ke taman dekat rumah sakit setelah sebelumnya meminta Yunho untuk membelikan kopi untuk mereka bertiga.
"Ehem.." Minho berdehem pelan, bingung dengan kecanggungan yang tercipta, bayangkan dia duduk disebelah Jaejoong yang diam tenang menyesap kopinya sementara laki-laki itu yang Minho ingat namanya Yunho bersandar di pohon disebelah kursi yang mereka duduki sambil menikmati kopi panasnya juga. Dan tidak lupa bahwa laki-laki bernama Yunho itu entah bagaimana membuat Minho sedikit bergidik, auranya semacam aura yang dimiliki kedua hyungnya ketika mereka berhadapan dengan rekan bisnis yang mereka anggap picik, waspada, tajam dan menakutkan.
Minho mengerjapkan matanya kaget saat dirasa tangan Jaejoong menepuk paha nya pelan, membuat dia langsung menoleh menghadap mata Jae.
"Minho-ah… Hyung tidak akan berbasa-basi lagi, jadi kuharap kau juga tidak, arra?" Jaejoong berkata sambil tersenyum meski pandangannya serius. "Kau tahu kan aku sangat menyayangi Kyuhyunnie, dan kulihat kalian tiga bersaudara Choi juga…" Jaejoong membiarkan kalimatnya mengambang. Minho sebenarnya sudah menduga, sejak Jaejoong sedikit memperhatikannya apalagi ketika tadi Jaejoong menahannya menuju ruangan tempat Kyuhyun dirawat, pasti sepupu Kyuhyunnie hyung nya ini akan menginterogasinya.
Jaejoong menatap Minho lekat, "Hyung tahu, ada yang tidak beres disini… Minho, kau pasti tahu kondisi Kyuhyunnie, dia memliki immune tubuh yang lemah sedari kecil apalagi dengan pneumothorax-nya yang mudah kambuh akhir-akhir ini. Hyung juga tahu Kyuhyunnie menutupi sesuatu, dan sekeras apapun hyung memintanya menceritakan hal yang mengganjal dihatinya pada hyung, dia terlalu keras kepala untuk itu. Jadi, Minho-ah, maukah kau menceritakan.. apapun… yang kau tahu…?"
Minho masih menunduk diam, tidak tahu harus menjawab apa, takut salah bicara. Tapi, jika ada satu orang yang mungkin bisa membantu memperjelas masalah ini, mungkin dia adalah Jaejoong, kan? Pikir Minho.
Melihat Minho yang masih terdiam, entah karena bingung harus memulai darimana atau karena Minho tidak mempercayai ucapannya sendiri yang dia takutkan berubah menjadi subjective, membuat Jaejoong menghela nafas, dia tahu tidak akan mudah membuat si bungsu Choi ini bercerita. "Kami, terutama hyung janji tidak akan mencampuri atau memaksakan kehendak apapun itu pada Kyunnie, kami hanya ingin melindunginya sebatas yang bisa kami lakukan tanpa praduga salah, untuk itu kami menemuimu terlebih dulu. Orang yang berada diluar lingkup masalah biasanya akan memberikan gambaran umum tanpa menyudutkan sisi manapun." Yunho yang sedari tadi tidak mengeluarkan sepatah katapun berucap pelan tapi tegas, dan mengeluarkan kesan berwibawa dan bijaksana, dapat diandalkan, sehingga Minho tersenyum.
"Sebenarnya…" Minho mulai bercerita, hanya sepanjang yang dia ketahui, tanpa mengubah, menambahi atau mengurangi apapun.
.
.
.
.
Sore itu sepulang Minho dari rumah sakit, Jaejoong kembali menemani Kyuhyun yang sedang tertidur, mata Jaejoong tidak lepas dari wajah dongsaengnya yang terlihat letih. Tanpa sadar, tangan Jaejoong terangkat, jemarinya menelusuri lekuk wajah Kyuhyun, "Apa yang sebenarnya kau rasakan Kyunnie… Hyung tahu, kau hanya tidak ingin menyakiti semua orang… Tapi… kalau kau begini terus.. kaulah yang akan hancur….." Jaejoong berbisik lemah. Dia paling tahu tentang Kyuhyun, dongsaengnya itu selalu begitu, "Kau tahu Kyu… saat kau melindungi perasaan orang lain dengan membiarkan dirimu terluka… Saat itu juga kau melukai orang yang benar-benar menyayangimu…"
Jaejoong tertunduk, tangan yang semula dia gunakan untuk menyentuh kulit pucat Kyu, terangkat, member isyarat kepada Yunho untuk mendekat. Yunho yang tanggap langsung memeluk Jaejoong, Jae langsung menenggelamkan wajahnya diperut Yunho dengan kedua tangannya memeluk pinggang Yunho. "Yun…" isak Jaejoong.
Perkataan uisa tadi pagi kembali terngiang di telinganya. 'Kondisi Kyuhyun-ssi ternyata lebih buruk dari yang saya perkirakan. Kemampuan paru-parunya menurun drastic, sehingga sampai sekarang paru-paru tersebut masih belum mengembang normal. Dia sangat rentan, dan sampai sekarang Kyuhyun-ssi masih tergantung oleh obat penahan rasa sakit."
"Lalu.. apa yang bisa kami lakukan uisa? Kumohon…. Aku.. Kami tidak akan sanggup melihat keadaannya seperti ini.." Jaejoong menahan nafas. Ya, saat ini hanya ada Yunho dan dirinya diruangan uisa. Tidak sampai dia mengerti lingkaran setan yang terjadi antara Choi bersaudara dan Kyuhyun, maka dia menolak untuk memberi tahu Choi bersaudara. Jaejoong memang keras kepala. Dan dia akan terus bersikap keras kepala untuk melindungi dongsaengnya yang berharga.
Uisa memandang dua namja didepannya dengan seksama, "Untuk saat ini, saya sendiri menunggu hasil tes keseluruhan. Namun, satu hal yang bisa saya pastikan, Kyuhyun-ssi mengalami kelelahan ekstrim secara psikologis dan mental dan ini sangat mempengaruhi kesehatan fisiknya."
Jaejoong mengeratkan pelukannya, "Yun.. Ottohke..?" Suara Jaejoong lemah. Yunho mengusap punggung Jaejoong lembut. "Boo… Lindungi Kyuhyun dengan caramu. Dia harus mampu menghadapi masalahnya sendiri, kita tidak bisa terlalu ikut campur, apalagi mendikte langkah-langkahnya. Biarkan dia memilih jalannya Boo.."
"Tapi…" Jaejoong mencoba membantah, bagaimana bisa Yunho meminta agar mereka tidak terlalu ikut campur dan membiarkan Kyuhyun berjalan sendiri? Yang ada, Kyuhyun hanya akan melukai dirinya lagi dan permasalahan antara dia-Seunghyun dan Siwon tidak akan berakhir. "Tetapi.." Tegas Yunho melanjutkan kata-katanya, "Tetapi jika Kyuhyun sudah mencapai batasnya, kita akan membawanya pergi… ketempat dimana Kyuhyun tidak perlu melukai dirinya untuk melindungi perasaan orang lain, tempat dimana dia akan bebas bernafas…"
Jaejoong tersenyum mengangguk, dia tahu dia bisa mengandalkan Yunho di saat-saat seperti ini, namja bermata musang itu selalu bisa mengambil keputusan dengan kepala dingin. Namun tiba-tiba sekelebat kecemasan menghampiri Jaejoong. "Yunho.. kau tahu aku mencintaimu kan? Tapi aku juga sangat menyayangi Kyuhyunnie. Kau..tidak berpikir aku mengkhianatimu kan?" Jaejoong mendongak, menatap mata tajam Yunho dengan matanya yang tak kalah tajam, dia tidak ingin nantinya terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan Yunho. Dialah yang 'menggeret' Yunho kembali ke Korea dan menemaninya menemui Kyuhyun, bahkan ini adalah pertama kali Yunho bertemu Kyuhyun.
Yunho meraih dagu Jaejoong, membuat namja cantik itu menatapnya, "Aku tahu kau mencintaiku, dan aku mencintaimu Jung Jaejoong, dan aku menyayangi Kyuhyun karenamu, karena kau sangat menyayanginya…" Jaejoong tersenyum diciuman Yunho yang menciumnya disertai lumatan-lumatan kecil. "Namaku masih Kim Jaejoong, Jung Yunho pabo!"
.
.
.
.
Kyuhyun menghela nafas panjang.. "Hyung~~~~~~~ Sampai kapan kau mau cemberut begitu…."
Jaejoong hanya mendengus, "Baiklah, baiklah… aku kalah.. aku akan minum jus sayuran dan buahnya… Sekarang jangan mendiamkanku begitu lagi, ne?" Kyuhyun mengalah, membuat Jaejoong menatapnya sambil menyodorkan segelas jus berwarna hijau pekat, gentian Kyuhyun yang mengernyitkan matanya, ughhh, baunya saja membuatku ingin muntah, pikirnya dalam hati. Dengan berat hati Kyuhyun mengambil gelas ditangan Jaejoong dan mendekatkannya kemulutnya. 'Siapaun tolong aku…' batin Kyuhyun.
"Annyeong!" Suara ceria setengah berteriak segera menginterupsi. Jaejoong dengan reflex menutup kedua telinganya dan dengan senang hati memberikan death glare pada namja yang baru saja masuk. Yunho hanya tersenyum simpul sedangkan Kyuhyun tambah cemberut.
"Kyuhyunnie hyuuuuung~~~~ Bogoshippo~~~~" Minho sedikit menerjang Kyuhyun membuat Kyu sedikit terbatuk. Langsung saja dua lengan (yang meskipun kurus tetap berotot) menariknya kencang hingga hampir terjungkal. "Ya! Kau mau mencekik Kyunnie, ya kodok… Lagipula tadi siang kan kau baru dari sini." Sindir Jaejoong pedas.
"Kyunnie hyung… Jaejoong hyung jahat padaku…" Adu Minho dengan aegyo-nya yang menurut Kyuhyun justru seram. "Aish, jangan merajuk padaku Minho… Kau ini seperti bayi besar…." Kyuhyun mencibir.
Minho langsung cemberut. "Kenapa kau tidak membelaku Kyunnie hyung…" Sedangkan Jaejoong yang merasa Kyuhyun ada dipihaknya tersenyum senang dan menepuk-nepuk kepala Kyuhyun sambil memberikan kecupan singkat dipipinya. "Jae hyuuung… jangan menciumku sembarangan.. Aku bukan anak kecil…" Ganti Kyuhyun yang cemberut diperlakukan seperti anak kecil membuat Jaejoong tertawa "Sampai kapanpun, kau ini tetap baby Kyu." Ujarnya mantap, membuat Minho sedikit cemburu dan mencuri ciuman singkat juga di pipi Kyuhyun, "Dan kau kenapa ikut-ikutan Min!" ketus Kyuhyun. "Habis, aku belum pernah mendapat poppo dari hyung…"
Kyuhyun kehabisan kata-kata, dia hanya bisa mengerucutkan bibirnya menahan kesal, Jaejoong hyung dan Minho bertingkah sangat kekanakan. Yunho hanya tersenyum sambil berjalan mendekat dan mengacak rambut Kyuhyun. Kyuhyun cemberut, bahkan pacar hyungnya juga tidak mendukungnya.
Seunghyun bersandar di dahan pintu masuk kamar inap Kyuhyun, tentu masih mengenakan business suit-nya. Yunho yang pertama kali menyadarinya. Dua namja berkharisma itu saling melempar senyum dan menganggukan kepala, member salam. Pandangan tajam Seunghyun terpaku pada Kyuhyun dan tatapan itu langsung berubah sendu. Dia melangkah perlahan mendekati tempat tidur Kyuhyun. Mengucap salam pada Jaejoong yang dibalas dengan anggukan dan senyuman singkat dari Jae.
"Baby.." sapanya lembut, meski tetap terdengar berat dan sendu. Seunghyun mendekat, Jaejoong yang mengerti langsung berdiri dan berjalan mendekati Yunho, membuat sang namja bermata musang itu memeluk pinggang ramping boojae-nya. Minho sendiri juga sedikit menyingkir, tidak mungkin dia memonopoli Kyuhyun hyung nya jika Seunghyun sudah berada disana, apalagi tadi nada suara Seunghyun terdengar tidak biasa. Jaejoong masih menatap interaksi Kyuhyun dan Seunghyun, namun beberapa detik kemudian dia memberikan isyarat pada Yunho dan Minho untuk meninggalkan ruangan Kyuhyun, memberikan privasi pada Kyuhyun dan Seunghyun.
"Baby.. How's your day?" Tanya Seunghyun pelan, mendudukkan dirinya diranjang Kyuhyun, tangannya menggapai tangan Kyuhyun, menggenggam erat jemari kurus pucat itu, mengusapnya perlahan menggunakan ibu jarinya.
"Boring hyung…." ucap Kyuhyun masih sedikit cemberut. Dia memang benar-benar bosan terlepas dari Jaejoong dan Yunho yang selalu menemaninya, tapi dua hari lebih ini dia tidak dianjurkan untuk banyak bergerak.
Seunghyun tersenyum, "Boring? Karena kau tidak diperbolehkan memegang PSP oleh hyungmu atau… Bosan karena merindukanku, hm?" Goda Seunghyun. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, sebenarnya dia dapat melihat kilat kesedihan dimata Seunghyun, tapi lelaki itu akan selalu berusaha tampak sempurna dihadapannya, selalu tidak mau terlihat lemah dihadapannya.
"Percaya diri sekali.." Sungut Kyuhyun bercanda sambil memukul lengan Seunghyun pelan dengan tangannya yang lain. Seunghyun tertawa, "Apa saja yang kau lakukan hari ini baby? Jangan bilang kalau kau bertengkar dengan Jaejoong-ssi."
Kyuhyun menggerutu menanggapi candaan Seunghyun, "Bertengkar dengan Jae hyung? Hyung bercanda? Jae hyung bisa dengan udah menggilasku. Lagipula, Jaejoong sekarang sudah mendapatkan lawan bertengkar yang seimbang, Minho-ah. Aku hanya bengong karena diacuhkan seseorang yang kelihatannya sudah berselingkuh dengan pekerjaannya dan mengacuhkan tunangannya yang terbaring di rumah sakit tanpa daya." Kyuhyun menyindir Seunghyun. Kyuhyun tahu, hari ini Seunghyun sangat sibuk, ada beberapa meeting dengan pemegang saham dan juga dengan beberapa client penting. Dan Kyuhyun memakluminya, apalagi toh disela-sela kesibukannya, Seunghyun tetap menyempatkan untuk mengirim pesan singkat kepadanya, sekedar mengingatkan untuk meminum obat dan makan, dan hal-hal kecil lainnya yang sangat berarti.
Seunghyun kembali tertawa tertahan, "Ah, in other words, You miss me, right baby?" Baru saja Kyuhyun akan membuka mulutnya untuk menanggapi ucapan Seunghyun ketika Seunghyun justru meneruskan bicaranya. "Aku senang, sangat senang jika kau merindukanku, sayang. Well it means, I am someone for you.. Aku merasa, I'm almost getting there, aku hampir memenangkan hatimu…" Kyuhyun meremas seprai dengan tangannya yang bebas, dia gemetar.
'Aku menyakitimu lagi ya hyung?' Miris Kyuhyun dalam hati. Tatapan teduh Seunghyun yang merefleksikan antara kerelaan keputusasaan dan kesetian justru membuat nafas Kyuhyun kembali tercekat. "h-hyung…" suara Kyuhyun bergetar.
Seunghyun yang menyadari perubahan raut muka Kyuhyun seperti tersadar dan tersentak. Lengan Seunghyun meraih Kyu dalam pelukannya, "Astaga, maafkan aku, baby.. Maafkan…. Aku tidak bermaksud membuatmu merasa tidak nyaman…Lupakan.. Forget it.. Forget what I say.. jebal…"
Rasanya Kyuhyun ingin sekali membenturkan kepalanya ke nakas disebelah meja. Bagaimana mungkin dia yang sudah bersikap keterlaluan namun justru Seunghyun yang meminta maaf?
"The Almighty Choi Seunghyun, The T.O.P among the businessmen is pabo!" Ejek Kyuhyun,
"You are always somebody to me, hyung… Kau berarti untukku…" Ucap Kyuhyun mendongak menatap Seunghyun, Seunghyun hanya membalas dengan senyuman, 'I know Kyu.. But I am not that somebody who owns your heart' (Aku tahu Kyu, tapi aku juga bukanlah seseorang yang memiliki hatimu.)
Senghyun terdiam, yang penting adalah kesehatan Kyuhyun, nothing else matters. Sedikit banyak Seunghyun sudah tahu kondisi Kyuhyun meski Jaejoong tidak mengatakannya, oh ayolah, Seunghyun selalu punya caranya sendiri.
Menghela nafas panjang, Seunghyun melepaskan pelukannya. "Kyu, dengarkan aku.." Ucap Seunghyun serius, membuat namja berkulit pucat itu memberikan perhatian penuhnya terhadap sang tunangan.
Seunghyun merebahkan tubuhnya disebelah Kyuhyun.. "Sakit yang ada disini" dia menyentuh dada Kyuhyun lembut "dan yang ada disini "kemudian mengusap perut Kyuhyun, "semuanya berasal dari sini" Seunghyun menyentuh dahi Kyuhyun. "You know those twenty four hours you were unconscious, that was the scariest moment in my life…" (kau tahu, dua puluh empat jam kau tidak sadarkan diri adalah moment paling mengerikan dalam hidupku) "This Choi Seunghyun is afraid of losing you…."(Choi Seunghyun ini takut kehilanganmu..)
Dan Kyuhyun hanya bisa membatin pilu, 'Am I really worth your love, hyung?' (Apakah aku layak dicintai olehmu, hyung?')
Saat Yunho, Jaejoong dan Minho kembali Seunghyun sudah kembali duduk di kursi disamping ranjang tempat Kyuhyun berbaring. Minho segera menempatkan diri duduk di sisi ranjang satunya.
"Seunghyun hyung! Kau tidak melakukan hal-halyang tidak sebaiknya dilakukan di rumah sakitkan? Jangan bilang hyung punya fetish tersendiri dengan rumah sakit ya? Eh tapi itu bagus juga, jadi nanti aku bisa membelikan Kyunnie hyung slutty nurse gown untuk dipakai!"
"Kau ini cari mati ya!" desis Kyuhyun sambil melempar potongan apel kearah Minho yang hanya memberikan cengiran lebar.
Jaejoong langsung mengirimkan seringaian yang membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri, "Choi Seunghyun, meskipun kau tunangannya, kalau sampai kau macam-macam terhadap baby Kyu-ku, aku tidak akan segan-segan mencincangmu dan kujadikan makanan Jiji. Oh ya, dan kau kodok, sekali kau bicara ngawur lagi, kau bisa pilih dibanting judo, ditendang taekwondo atau dihajar dengan jurus hapkido Yunho, mengerti!" Yunho hanya mampu menggelengkan kepala, kenapa namanya disangkut-pautkan batinnya, Minho hanya mengangkat bahu sambil memeletkan lidah sedangkan Seunghyun tersenyum, tidak membalas apapun, hanya Kyuhyun yang terdiam membisu tanpa mengucapkan sepatah katapun.
.
.
.
.
Meski Seunghyun ingin menghabiskan malam menunggui Kyuhyun, Kyuhyun justru menolak dengan tegas, Kyu tahu pasti Seunghyun memiliki segudang pekerjaan untuk diselesaikan esok harinya, dan Seunghyun juga telah menemaninya hingga larut malam. Kyuhyun juga mengancam bahwa kalau Seunghyun bersikeras menemaninya, maka dia justru akan memaksakan dirinya terjaga dan tidak mau beristirahat. Hal ini jelas-jelas mendapat tatapan tajam dari Seunghyun dan pandangan menusuk kau-ini-cari-mati-ya dari Jaejoong. Namun Kyuhyun juga tak mau mengalah, dia sadar, Seunghyun terlihat sangat lelah, apalagi dia memiliki tanggung jawab besar terhadap perusahaan dan saat-saat ini mereka sedang dalam proyek besar.
Dan seperti kebetulan yang dipermainkan oleh takdir, sepeninggal Seunghyun dan Minho, Yunho mendapatkan telfon dari perusahaan yang dia kelola di Jepang. Sebenarnya Yunho bisa saja kembali ke kediaman Cho sendirian untuk mengambil laptop dan mengirimkan beberapa file ke perusahaannya, tapi Kyuhyun memaksa Jaejoong untuk kembali ke mansion Cho dan beristirahat, dan mereka sendiri juga membutuhkan membersihkan diri dan berganti pakaian. Sementara baik Yunho maupun Jaejoong juga tidak membawa apapun saat kerumah sakit.
Dan meski Jaejoong ingin sekali menolak, tapi dia harus membenarkan perkataan Kyu apalagi Kyu juga berkata ingin Jae membawakan beberapa potong pakaian untuknya, karena pakaian pasien dirumah sakit sangat tidak nyaman.
Kyuhyun menutup matanya, dia memang ingin sendiri, menjernihkan pikirannya yang sedari tadi berkecamuk. Kyuhyun tahu, tatapan mata Jaejoong berbeda, tapi Jaejoong belum bertanya apapun padanya, dan Kyuhyun juga tahu Jaejoong pasti merasa aneh, dia hanya pernah bercerita tentang kisah cintanya dengan Siwon ketika mereka masih bersama, dan dalam hitungan bulan ternyata dia justru menjadi tunangan seorang Choi Seunghyun, dan hyung tersayangnya itu tidak tahu apa-apa.
Kyuhyun paling tidak bisa berbohong pada Jaejoong, itulah kenapa dia tidak bekata apapun tentang keadaaanya sekarang, karena setiap menatap Jae, tatapan mata itu seakan menelanjanginya. Tapi diamnya Jaejoong justru lebih membuatnya khawatir.
Namun, bagaimana dia bisa membuka dirinya pada Jae kalau dia sendiri tidak paham hatinya, tidak paham tentang apa yang terjadi sampai detik ini, tidak tahu apa yang dia butuhkan, aoa yang dia inginkan, apa yang dia hasratkan.
Dia merasa sangat jahat, karena yang terlintas diotaknya saat ini adalah kebaikan Seunghyun dan kelembutan namja itu yang tanpa batas. Tentang dia yang menerima apapun yang Kyuhyun bisa berikan padanya, meskipun hanya sebatas status tunangan, walau Seunghyun memberikan segala yang dia miliki untuk Kyu, memberikan dirinya seutuhnya, memberikan hatinya.
Dan meski begitu, hatinya justru meneriakkan nama lain setiap kali Seunghyun merengkuhnya dalam pelukan hangatnya.
Lelah dengan pemikirannya sendiri, Kyuhyun menutup matanya, tertidur dalam dekapan malam. Mengistirahatkan jiwanya yang lelah, mengistirahatkan hatinya yang terluka. Mengistirahatkan cintanya yang berdarah…
.
.
.
.
.
Pintu itu terbuka perlahan, tidak mau mengusik penghuni ruangan yang sedang beristirahat didalamnya. Siwon menunduk, matanya terpaku pada wajah sang 'malaikat' yang sedang tertidur di ranjang yang hanya berjarak dua meter darinya. Siwon berjalan mendekat, sedikit ragu untuk mengelus lengan Kyuhyun.
'Kurus..' batin Siwon, perasaan sedih menyusup direlung hatinya, ,'bagaimana Kyuhyun bisa menjadi sangat kurus hanya dalam 2 hari…'
Siwon menatap Kyuhyun yang tengah tertidur, paras pucatnya tidak mengurangi keindahan seorang Cho Kyuhyun. Siwon menutup mulutnya, sedangkan salah satu tangannya terulur, mengambil sejumput rambut Kyuhyun yang menutupi wajah malaikat itu, menyisipkan kebelakang telinga Kyu,menikmati setiap sentuhan yang dia berikan ke Kyuhyun. "aku sangat merindukanmu baby…. Sangat merindukanmu…"
Siwon sendiri bingung dengan perasaannya, baru kali ini dia benar-benar merindukan seseorang, merindukan tawa orang itu, merindukan cara Kyuhun menatapnya dan tersenyum padanya, bukan hanya merindukan sentuhan fisik Kyuhyun saja, tapi juga merindukan keberadaan lelaki itu di sekitarnya.
Siwon tidak tahu, bahwa semenjak kehadirannya d ruangan itu Kyuhyun sudah terbangun, dia hanya tetap menutup matanya, ingin tahu apa yang Siwon lakukan di kamar inapnya diam-diam dan larut malam. Hatinya berdesir kala Siwon menyentuhnya dan mengucapkan kata rindu pafanya. Bolehkah dia berharap bahwa Siwon benar-benar mencintainya? Pernah benar-benar mencintainya dan bukan cinta nafsu semata?
Siwon terkejut saat Kyuhyun membuka mulutnya, "Kenapa tidak mengatakannya secara langsung saat aku bangun, hyung?" Ucap Kyuhyun lembut namun tegas. Siwon diam, namun tangannya tetap mengusap wajah Kyuhyun. "Kau semakin kurus" katanya, tidak mengindahkan pertanyaan Kyu sebelumnya.
Siwon segera membantu Kyuhyun untuk duduk dan bersandar di kepala tempat tidur. Tangan Kyuhyun menggenggam lengan kemeja Siwon, Siwon mengangkat alisnya, "What do you want Kyu..?"
Kyuhyun mengunci matanya pada wajah Siwon, "Kiss me."
"Apa?" Tanya Siwon tidak begitu mempercayai pendengarannya.
"Cium aku hyung. Sekarang." Pinta Kyuhyun. "Kalau kau tidak mau, aku yang menciummu.." Tegas Kyuhyun, terlihat dia tidak menerima penolakan.
Siwon seakan tersihir oleh kata-kata Kyuhyun, perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Kyu, membiarkan nafas hangatnya menerpa kulit wajah Kyuhyun. Tangannya mengusap tengkuk Kyu, sedikit menggelitik daun telinganya.
"You sure?"
"I am" ucap Kyuhyun singkat. Bibir joker itu sedikit ragu menempel ke bibir Kyuhyun, lembut dan sedikit basah. Mengecupnya singkat sebelum menggigit bibir bawah Kyuhyun sedikit dan menyesapnya. Jantung Siwon berdegup kencang. Benar dia sudah pernah bercinta dengan Kyuhyun, tapi ciuman ini berbeda, ciuman ini membuatnya gugup.
Kyuhyun belum juga merespon, tapi Siwon terus menggigit-gigit kecil bibir Kyu, sedikit gemas, dia akhirnya menyesap bibir bawah Kyu, membuat tubuh Kyuhyun sedikit menegang, lidah SIwon mulai menjilat-jilat,membasahi bibir Kyu dengan gerakan sensual. Siwon dapat merasakan darahnya mengalir cepat ke pusat kenikmatan ditubuhnya, dia menginginkan Cho Kyuhyun.
Nafas Siwon mulai menderu, dengan kuat dia merengkuh tubuh Kyuhyun semakin erat. Salah satu lengannya meraih dagu Kyu dan menekannya kebawah, berharap Kyu membuka bibirnya yang mengatup rapat agar dia bisa menyusupkan lidahnya kesana dan menciumnya dengan penuh hasrat yang membuncah dan hampir membuatnya gila.
"Oh God.. I want you Kyu.. I do want you… Aku sangat menginginkanmu…" ucap Siwon dimulut Kyuhyun.
Detik itu juga, Kyuhyun mendorong bahu Siwon, menghentikan ciuman Siwon, menghentikan hasrat Siwon yang sudah diujung tanduk.
"Why..?" Suara Siwon berat, matanya masih memancarkan nafsu.
"Hentikan…" Kyuhyun tertahan. "Aku mengerti Siwon, aku mengert sekarang. Aku mengerti apa yang salah dengan kita."
Siwon mengerjapkan matanya, dia tidak menangkap apa yang Kyuhyun maksud. Kyuhyun menahan airmata yang mengancam untuk mengalir deras di pipinya. "Kau hanya menginginkanku. Kau tidak membutuhkanku Siwon… Hasratmu menginginkanku, tapi kau tidak membutuhkan keberadaanku disampingmu.. Itulah kenapa.. hubungan kita tidak berhasil hyung… dan ini bukan tentang aku yang memilih Seunghyun hyung .. I chose him over you not because I loved him, but because you left me. He was the one who offered me love and comfort I needed the most.. Aku belum mencintainya, tapi kini aku sangat berharap aku bisa belajar mencintainya, Siwon…"
Siwon menggertakkan giginya kuat-kuat. Kyuhyun terisak, dia memukul-mukul dadanya sesak.
"You loved me Siwon, kau pernah mencintaiku. Tapikau hanya menginginkanku, kau tidak membutuhkanku. Kau mengerti ini kan?" Kyuhyun menghapus airmatanya.
"Kyu…" Siwon tidak sanggup meneruskan kata-katanya, dia bahkan tidak tahu apa yang dia harus katakana. Kyuhyun yang ada didepannya sekarang terlihat jauh, tak tersentuh.
"Kumohon.. pergi hyung…."
"Pergilah…." Isak Kyuhyun. Siwon tidak dapat berpikir, hanya kakinya yang menuntunnya melangkah pergi, dia sempat menengok melihat figure Kyuhyun yang memeluk kedua kakinya, wajahnya ditundukkan diantara kedua lututnya.
Kyuhyun yang masih terisak ditempatnya. Dia ingin pergi, menjauh dari semua hal ini. Kyuhyun tidak menyadari kehadiran dua namja disana.
"Menangislah… Jika itu membuatmu lebih baik. Berbaik hatilah pada perasaanmu sendiri…" Dan Kyuhyun luluh dipelukan Jaejoong. "Aku ingin pergi hyung…" ucapnya lemah.
A/N annyeong~~~
Uhm, next chap will be YunJae feat Siwon and Seunghyun. ;) And btw, ini juga terinspirasi dari petuah my foster brother (Alec Jovanka), he said that "Love only isn't enough to survive a relationship, you should feel that you want that person, that you need him in your life"
Reviews:
Choarms: kkk sama, aku aja miris pas baca ulang kalimat itu. Hmmh, Siwon udah mulai sedikit berubah kok. Tq for reviewing
: kkk, yang ini sudah 3713 words nih, gak pendek lagi kan :p Seunghyun memang gentleman alive sih :0 TQ dear
BarbeKyu: mari kita pukpuk Seunghyun. Hope everything turns out well. Thanks ya
shin min hyo: Iya, Seunghyun itu baik, dan dia begitu karena dari awal dia tahu kalau Kyu belum cinta sama dia dan dia menerima resiko itu, jadi dia tidak menuntut. Thanks dear sudah review
gnf: Untuk saat ini TOP maunya Cuma Kyu.. Ayo ayo ada yang mau daftarin siapa buat calonnya TOP? Kkk TQ for the review
miszshanty05: Jangan sedih chingu. Cukup Kyu aja yang galau *ditendang LOL TQ
GaemGyu92:kkk bener tuh, Minho langsung diinterogasi. Iya, I am kan . Nggak tahu kenapa setiap upload dif fn ada beberapa part suka ilang sendiri Oh, mau KIHyun, aku juga mau dong *dorr. Let's talk about it.
xx1013xx: Siwon memang lemot kok, tapi disini udah mulai sadar sedikit-sedikit.. Thanks sudah review
yolyol:*lempar kolor TOP. Kkkkk, iya ini galau semua deh *ikutgalau . Thanks for the review.
Park Kyu: Aku yang nulis aja juga greget pengen jitak tuh 3 orang loh. Seunghyun dari awal sudah tahu kalau Kyu belum cinta dia dan hatinya masih milik orang lain, dan dari kecil dia udah suka kyu, jadi nerima aja. Tapi, belum tahu nantinya ya, kan ego manusia juga tetap ada. Kkkk WonKyu masih ruwet ini, makanya YunJae muncul, semoga ga jadi tambah ruwet, *loh *kabur LOL. Thanks reviewnya
Paprikakyu: Banyak kemungkinan terjadi chingu. Tapi, manusia kan memang dua sisi Iya, kemungkinan ada casts baru. Thanks for reviewing
Kayla WonKyu: Maksud Seunghyun berhutang itu, dia sebagai tunangan Kyu merasa gagal menjaga Kyu, jadi berhutang sama Jaejoong yang notabene saudara Kyu begitu. iya ada tyo, waktu upload dif fn entah kenapa ada part yng hilang, tp sudah re-upload Thanks dear
Mylovelychun: Karena selain terlalu panjang, pengen banget masukin quote nya kakak angkatku chingu, lol *penulislabil. Semoga make sense ya Iya, wonkyutop memang ruwet, semoga YunJae bisa bantu ya.
FiWonKyu0201: Belum berani bikin Mpreg chingu, soalnya msih blur tentang kasus mpreg Thanks for reviewing
Yujin Rei: I will miss your 'venus' btw. Huhuhuhuhu. Oh itu, flashback hubungan wonkyu nya memang sepotong-sepotong di beberapa chapter. Intinya wonkyu tadinya pacaran tp backstreet, yg tahu Cuma Minho (and Jae) aplg Seunghyun masih di US dan Siwon masih terobsesi mengalahkan Seunghyun di mata appa Choi. Dan relationship mereka turns wrong. Siwon yang lama-lama lebih ememntingkan obsesinya terhadap kakaknya, sedangkan Kyu yang merasa tersisihkan. Putus deh. Dan Seunghyun justru tunangan dengan Kyu krn memang Seunghyun dr kecil adores Kyu so much (untuk detail part ini, chapter lenjutan baru sedikit dibahas) Goamwo review nya dear.
Cho Ai Lyn: dear, aku suka banget nih quote nya, boleh aku masukin ke ff ini nanti? Ya? Ya? Ya? *boleh request oneshot deh
evil kyu: Tenang dear, WonKyu tetep bersatu kok, jalan kesananya doing yang jauh dan berliku *plak. Thanks for the review.
RAtnasparkyu: iya, pengen pukpuk TOP Makasih reviewnya chingu.
Wonkyufa: Mari kita carikan jodoh buat TOP kkk, makasih reviewnya chingu.
Guest: Mereka emang rumit kok, selfish tapi juga selfless. makasih reviewnya chingu.
Everadit: kk Go YunJae! Go TOP! Go Won! Hwaiting Kyu! *berasa jadi cheerleader :p Iya ini, masih berpihak ke TOP ya, Masih ruwet memang.. pukpukTOP
Fitri MY: ini termasuk *teamTOP kkkk, ia memang mereka ruwet :p thanks buat reviewnya chingu
rikha-chan: tenang chingu, won udah mulai insyaf kok.. *ditabok. Thanks buat reviewnya
kimfida61: Ditunggu undangannya aja chingu, tapi nanti won bisa bunuh diri dong, *dorr Siwon pasti annti nyesel kok. Kkkk thanks buat reviewnya chingu.
