_Zurue Pink-chan is present_

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Summary: "ARGH! Sekali lagi bilang aku bodoh, kubunuh kau, dasar Teme!"/ "Huh?"/ "Hah!"

Pair: di utamakan RavenxBlondie dan chara yang ada di dalam.

Rated: T… tapi sepertinya naik rated jadi T+ *dibunuh*

Genre: Romance and Humor? O.o

WARNING: EYD yang berantakan? Sedikit OOC? Sho-ai.

Sepertinya DON'T LIKE DON'T READ ini tidak berlaku lagi, baiklah saya kasih kata yang paling bisa dimengerti.

Anda BUTA? Atau memang sengaja DIBUTAKAN? Jika anda tidak menyukai YAOI, BL. Shonen-ai atau Fict Saya! Tolong untuk tidak membacanya, karena mata anda bisa RUSAK! KLIK BACK dan JANGAN BACA!

.

.

Pemuda pirang itu pun membuka kelopak matanya perlahan-lahan menampilkan warna biru yang indah, lalu dia pun melihat ke sekelilingnya, rasanya ada yang beda menurutnya.

Dia pun bangkit dari tidurnya dengan perlahan-lahan.

"Auw!" erangnya ketika dia mencoba menggerakkan kaki kirinya, lalu dia pun memegang hidungnya yang tampak sakit.

"Sial! aku malah terjatuh dengan sendirinya!" katanya kepada diri sendiri, mengingat tadi dia terjatuh saat melompat dan melakukan passing, itu disebabkan oleh kakinya sendiri.

"Sudah bangun, hm?" tiba-tiba terdengar suara Baritone yang cukup mengagetkan Naruto, dan langsung menolehkan kepalanya ke samping.

"Taka-sensei?" Sasuke yang mendengar itu hanya berjalan mendekati Naruto,

"Hn?"

"Jangan 'Hn' saja! Apa yang kau lakukan disini? Ah! Jangan-jangan kau yang membawaku kemari?" tanya Naruto bertubi-tubi kepada Sasuke.

"Menurutmu?" Sasuke terus mendekati Naruto, membuat Naruto sedikit takut, dan berusaha beranjak dari kasurnya.

"A-apa yang kau lakukan?" tanya Naruto sedikit takut.

"Menurutmu apa yang akan kulakukan?" kata Sasuke sedikit menyeringai, mau tak mau Naruto langsung segera beranjak dari kasur, tapi sebuah tangan mendorong badan Naruto dengan keras sehingga dia terjatuh dengan terlentang.

"Bersiaplah, Naruto…" bisik Sasuke, sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto.

"Ap-BASTARD!" teriakan Naruto pun terdengar sampai ke koridor dekat ruang UKS, untungnya saja hanya satu orang yang mendengarnya—eeh! hanya satu orang?

.

/_Facebook Kaara Romansu_\

.

"Ap-BASTARD!"

Pemuda berambut perak itu menghentikan langkahnya, dan menoleh kebelakang ketika dia mendengar teriakan dari arah ruang kesehatan itu. Mau tak mau, pemuda err—sebut saja namanya Kakashi, berjalan mendekati pintu UKS tersebut, dan menempelkan telinganya ke pintu itu.

"Ah… Sssh… sakit…" darah yang tadinya membeku kini bergelojak, saat Kakashi mendengar suara desahan itu.

'Hebat! Mereka berani sekali, aku ingin tahu siapa yang melakukannya, nanti akan ku praktekkan ke Iru-koi, fufufu~' batin Kakashi sedikit menyeringai, walaupun tertutup oleh masker. Benar-benar mesum!

"Sabar… nanti tidak akan terasa sakit."

"Ta-tapi… Aah…"

"Jangan memberontak."

"Aaah… pe-pelan-pelan… nggh…"

'Ya ampun! Sepertinya memang sangat sakit ya?' batin Kakashi lagi, ya ampun benar-benar mesum kau Kakashi. *Author sweatdrop sendiri*

"Sssh… Aaah! Bisakah lebih pelan sedikit! Kakiku sakit, BASTARD!"

'Na-NANII!' batin Kakashi syok.

"Kakimu terkilir, tentu saja sakit, bodoh."

"Argh! Bisa tidak jangan memanggilku bodoh!"

"Kau juga jangan memanggilku bastard."

"Brengsek!"

"Bodoh."

"ARGH! Sekali lagi bilang aku bodoh, kubunuh kau, dasar Teme!" teriak Naruto.

"Huh?"

"Hah!"

Mereka berdua pun sama-sama terkejut, saat Sasuke mendengarkan kata 'Teme' yang keluar dari mulut Naruto. begitu juga dengan Naruto yang sangat terkejut ketika dia mengatakan kata yang seharusnya hanya untuk kekasihnya.

"Kau bilang—apa tadi?" tanya Sasuke sedikit ragu dan memastikan bahwa telinganya masih berfungsi dengan baik. Padahal dalam hatinya, dia mengira Naruto sudah mengetahui bahwa dia adalah kekasihnya.

"A-AH! Lupakan yang aku katakan tadi! Anggap saja tidak pernah terjadi!" teriak Naruto, membuat Sasuke menutup kupingnya rapat-rapat.

'Ternyata dia belum mengetahuinya,' batin Sasuke sambil menghela nafas lega, karena memang belum saatnya identitasnya harus terbongkar.

"Oke… tapi bisakah berhenti berteriak, bodoh," kata Sasuke lagi, tak lupa dengan ejekan yang keluar dari mulutnya membuat dahi Naruto berkedut.

"Ap—dasar breng—"

BRAK!

Terdengar suara pintu yang dibuka kasar, membuat Naruto dan Sasuke yang berada di dalam menolehkan kepalanya ke arah pintu yang baru saja dibuka.

"Apa yang kalian lakukan!" teriak Kakashi dengan histeris dan sedikit OOC.

"Eh? Kakashi-sensei?"

"Kakashi-san?"

"Apa yang kalian lakukan di dalam ruangan ini! kalian tidak melakukan perbuatan yang tidak senonoh kan?" bentak Kakashi karena merasa frustasi akibat kejadian tadi.

"Hah? Perbuatan tidak senonoh? Taka-sensei hanya mengobati kakiku yang terkilir saja kok," protes Naruto tidak terima, saat Kakashi menuduhnya dengan hal-hal yang tidak benar.

"Lalu… tadi itu suara apa?" tanya Kakashi—sedikit frustasi.

"Suara? Suara yang mana?" tanya Naruto tidak mengerti.

"Suara—" Sasuke yang mengerti hal itu langsung memotong perkataan Kakashi.

"Jadi Kau pikir, kami sedang melakukan sesuatu, hm?" tanya Sasuke dengan wajah datar, namun ada aura yang membunuh disekitar tubuhnya. Refleks, Kakashi langsung merinding disko ketika melihat guru baru itu sedikit marah.

Naruto yang mengerti hal itu langsung menyela, "Jangan kebanyakan baca buku mesum itu, Kakashi-sensei! Makanya otak sensei menafsir hal yang aneh-aneh," ujar Naruto sweatdrop.

Mendengar perkataan itu, Kakashi hanya diam membatu, tidak berani berbicara karena jawaban Naruto tepat sasaran! Kakashi mengutuk dirinya sendiri, kenapa dia harus membuka pintu UKS ini?

Tiba-tiba ada guru yang berambut nanas seperti Shikamaru, namun memiliki garis luka di hidungnya. Guru itu pun menatap heran ke Naruto, Sasuke, dan Kakashi.

"Loh? Ada apa ramai begini?" tanya guru itu.

"Iruka-sensei! Tadi Kakashi-sensei menuduh kami melaku—Hmpph! Hmmph!" Kakashi langsung menutup mulut Naruto dengan tangannya, membuat Naruto memberontak.

Iruka pun mengernyitkan alisnya tanda heran, "Menuduh apa?" tanyanya.

"Hahaha… tidak kok Iru-koi, si Naruto hanya mengada-ngada," kata Kakashi sambil tertawa garing, membuat Iruka memandang heran ke arah Naruto yang berusaha meminta tolong, serta memandang tajam ke Kakashi.

"Jangan panggil aku begitu!" protesnya dengan kesal.

"Hahaha… Maaf, dan lebih baik kita pergi saja yuk Iru-koi," kata Kakashi sambil menarik tangan Iruka keluar dari ruangan tersebut.

"Mau kema—Hei! Memangnya Mau pergi kemana? Aku masih banyak kerjaan!"

"Temani aku makan," kata Kakashi sambil tetap menyeret-nyeret Iruka, meninggalkan Naruto dan Sasuke diruang UKS itu.

.

"Ne, Taka-sensei, maklumin saja kalau guru di sekolah ini pada aneh semua," kata Naruto sambil tersenyum maklum ke Sasuke.

"Berarti kau menyebutku aneh," kata Sasuke kepada Naruto.

"Kau bukan aneh, tapi brengsek!" ujar Naruto kesal sambil melipat tangannya di dadanya.

"Bersikaplah sopan kepada gurumu," kata Sasuke lagi.

"Kau tidak pernah ku anggap sebagai guru! Dasar Pervert!" Naruto pun menggembungkan pipinya dengan kesal

"Hn? Atas dasar apa kau menyebutku begitu?" tanya Sasuke sedikit geram.

"Gara-gara kejadian tadi! Kakashi-sensei sampai menuduhku yang tidak-tidak, bastard!" teriak Naruto sambil menunjuk Sasuke dengan jari telunjuknya.

"Oh, jadi tadi kau berpikir kalau aku akan melakukan sesuatu yang—mesum, hn?" tanya Sasuke dan tak lupa sedikit menyeringai.

"Kh—HABISNYA! Tiba-tiba kau mendorongku begitu saja! Brengsek!" teriak Naruto kesal.

"Bodoh."

"Sebut aku bodoh lagi, akan ku pukul kau!"

"Hn, bodoh."

"Argh! Bisa tidak kau berhenti mengejekku?"

"Hn."

"Dasar guru menyebalkan!"

"Hn."

"Pantat ayam!"

"Hn."

"Pantat bebek!"

"Sekali lagi kau mengejekku, aku akan melakukan hal yang tertunda tadi," kata Sasuke sambil melipat tangannya di dadanya dan menatap wajah Naruto dengan tatapan datar.

Naruto pun langsung menelan ludahnya sendiri, dan menatap waspada ke arah guru itu, takut terjadi apa-apa.

"Kau pikir aku serius?" Sasuke tersenyum tipis dan menahan dirinya untuk tidak tertawa melihat wajah ketakutan yang ditunjukkan oleh Naruto.

Naruto hanya tertegun melihat senyum tipis dari guru yang berwajah datar itu, 'Dia—tersenyum?' batinnya.

"Kurang ajar!" desis Naruto.

"Hn, lebih baik kakimu, aku perban supaya merasa lebih baik," Sasuke pun langsung melakukan aktivitasnya yang sempat tertunda tadi, membuat Naruto meringis kesakitan dikarenakan Sasuke agak kasar mengobati kaki Naruto.

Setelah 7 menit Sasuke memerban kaki Naruto, kini sudah selesai. Agak sedikit sulit, mengingat Naruto terus saja memberontak tanpa henti.

"Sudah," kata Sasuke sambil meletakkan kembali obat-obat ke dalam kotak P3K.

Naruto yang melihat hasil kerja Sasuke pun tersenyum puas.

"Arigatou Taka-sensei," kata Naruto dengan riangnya, Sasuke hanya melihat datar ke arah muridnya itu.

"Hn."

"Nah… kalau begitu temani aku ke kantin, soalnya perutku sudah lapar dan aku ingin makan Ramen," kata Naruto lagi sambil beranjak dari tempat duduknya, belum sempat dia berdiri tiba-tiba kakinya berdenyut, membuat dia kehilangan keseimbangan.

"Awas."

"U-UWAAA!" Naruto pun berteriak—

BRUK!

—Dan akhirnya terjatuh ke lantai lagi, namun… kenapa tubuhnya tidak merasa sakit?

'Eh?' Naruto langsung membuka matanya yang tadi sempat terpejam, lalu mendongakkan wajahnya ke atas. Alhasil wajah Naruto kini memanas lagi melihat jarak antara wajah Naruto dan wajah sang guru itu sangat dekat, terbukti kalau Naruto sedang menindih Sasuke. Walaupun guru itu masih memakai kacamata, tetap saja Naruto terhipnotis oleh mata hitam itu.

'Ta-tampan…' batin Naruto tanpa sadar.

"Hati-hati," kata Sasuke sambil membantu Naruto duduk kembali ke tepi ranjang kasur, lalu dia sendiri membenarkan kacamatanya.

"Ma-maaf, dan terimakasih," kata Naruto sambil memalingkan wajahnya, berusaha menyembunyikan rona merah yang menghiasi wajahnya itu.

"Biar aku yang belikan, kau tunggu saja disini," kata Sasuke sambil memutar kenop pintu.

"E-eh! Ta-tapi apa tidak merepotkan?" tanya Naruto agak gugup sambil memandang Sasuke.

"Tidak." Sasuke pun membuka pintu itu, dan menutupnya kembali meninggalkan Naruto yang masih terpaku disana.

"Terimakasih, Taka-sensei," tanpa disadari, Naruto tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada guru itu, walaupun dia tidak akan mendengarnya. Entah kenapa, detak jantung Naruto kini berdetak lebih cepat lagi, namun bukannya merasa takut tapi merasa seperti—berdebar-debar?

.

Sementara di balik pintu.

"Sial, dia hampir membuatku lepas kendali," kata Sasuke sambil bersandar di pintu tersebut, dan memegang kepalanya.

.

/_Facebook Kara Romansu_\

.

Sementara di bandara Konore

Pemuda berambut pirang panjang pun duduk di sebuah ruang khusus menunggu dengan kopernya yang ada disamping, dan matanya yang terfokus pada Hape yang dia genggam.

"Ck! Mana sih orang itu! Katanya ingin menjemputku!" protes pemuda itu dengan kesal, karena sedari tadi dia sudah menunggu orang itu selama 30 menit, dan sekarang orang itu belum juga menampakkan batang hidungnya.

"Dasar Itachi! Selalu saja terlambat!" ujarnya lagi sambil melipat tangannya di dadanya, dan menggembungkan pipinya. Membuat orang-orang disitu menatap takjub kepada pemuda pirang itu, seperti malaikat saja pikir mereka.

Tiba-tiba saja dari arah samping, terdengar suara yang memanggil pemuda pirang itu, lalu dia menolehkan wajah itu ke samping menatap pemuda berambut hitam yang sedang melambaikan tangannya. Pemuda itu pun berdiri, lalu berjalan sambil membawa koper yang agak berat mendekati pemuda berambut hitam itu.

"Lama sekali, Itachi!" protesnya.

"Maaf Dei-dei, ada hambatan tadi di jalan," kata Itachi sambil menggarukkan belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Huh!" Deidara pun cemberut.

"Hei, ayolah jangan marah, setelah ini kita kencan yuk, sudah lama tidak berkencan," kata Itachi sedikit menggoda.

"Tapi kan-"

"Sudahlah, Kopermu letak saja di bagasi mobil, gampang kan?"

Terlihat rona merah di wajah Deidara, lalu menyetujui permintaan Itachi.

"Kalau begitu, ayo kita ke mobil," kata Itachi sambil membawa koper kekasihnya. Orang-orang yang berada di bandara itu, menatap takjub kedua pemuda itu, mereka benar-benar sangat keren begitulah pikirnya.

.

/_Facebook Kara Romansu_\

.

"Hah… Hah… Gaara, kita jenguk Naruto yuk," ajak Kiba kepada Gaara yang sedang minum.

"Hngh? Oke…" Gaara pun menutup botol yang tadi dia minum.

"Aku akan minta izin dulu kepada Guy-sensei," kata Kiba sambil berlari mendekati guru Guy, dan meminta izin kepada guru itu supaya dia diperbolehkan menjenguk sahabatnya.

Setelah mendapat izin, Kiba pun menghampiri Gaara dan mereka berdua pun langsung berjalan meninggalkan lapangan, lalu pergi ke tempat Naruto berada.

.

/_Facebook Kara Romansu_\

.

"Ini Ramen pesananmu," kata Sasuke sambil meletakkan semangkuk Ramen di meja sebelah tempat tidur, Naruto pun langsung kegirangan dan mengambil semangkuk Ramen itu dari meja tanpa menyadari bahwa makanan itu masih sangatlah panas.

"Aw! Panas sekali!" kata Naruto sambil mengibaskan tangannya, karena tadi dia memegang bawah mangkuk yang masih sangat panas.

"Hati-hati, bodoh."

"Argh! Dari tadi kau bilang aku bodoh terus! Memangnya aku ini sebodoh apa sih!" protes Naruto tidak terima karena disebut bodoh oleh guru baru tersebut.

"Hn."

"Apakah itu teardmarkmu, eh?" kata Naruto lagi, namun saat dia mengatakan hal itu, tiba-tiba dia teringat akan sesuatu.

'Rasanya aku pernah mengatakan ini, tapi kapan ya?' batinnya.

"Hn."

"Argh! Kau menyebal—" belum sempat Naruto menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba sebuah pintu di buka dengan kasar—lagi.

BRAK

"Naruto! Hah… hah…" panggil Kiba sambil menetralkan nafasnya, bisa diperkirakan bahwa dia err—maksudku mereka berlari dari lapangan sampai ke UKS tanpa henti.

"Eh? Kiba… Gaara? Memangnya olahraganya sudah selesai?" tanya Naruto sambil memasang wajah bingung.

"Belum… tapi kami mendapatkan izin untuk melihatmu," kata Kiba lagi sambil berjalan menghampiri Naruto diikuti oleh Kiba.

"Eh? Aku tidak apa-apa kok, guru menyebalkan ini sudah merawatku," kata Naruto tersenyum tak lupa sedikit menyindir ke Sasuke yang sedang berdiri sambil melipat tangannya di dadanya.

Sasuke hanya melirik sebentar ke arah Naruto lalu memutar bola matanya dengan malas, Kiba yang melihat itu mengernyitkan alisnya tanda heran.

"Kukira yang merawatmu itu Iruka-sensei, memangnya Iruka-sensei kemana?" tanya Kiba ke Naruto.

"Ke—Ah! Dia sedang kencan sama Kakashi-sensei," kata Naruto lagi.

"Sama guru mesum itu? Dasar…" kata Kiba sambil menggelengkan kepalanya, ya, hanya Kiba, Naruto dan Gaara yang tahu bahwa Iruka-sensei dan Kakashi-sensei memiliki hubungan khusus, karena insiden waktu itu, dimana mereka kepergok sedang berciuman oleh Naruto, Gaara, dan Kiba. Karena kejadian itu juga, Naruto sangat dekat dengan Iruka-sensei.

"Kau tak apa, Naruto?" tanya Gaara sambil menyentuh pelan kaki Naruto yang di perban.

"Hanya terkilir, Taka-sensei sudah mengobatiku tadi," kata Naruto sambil tersenyum cerah.

"Kalau begitu aku keluar dulu," tiba-tiba Sasuke pun berjalan ke arah pintu.

"Eh? Tidak ikut berbincang dengan kami?" tanya Naruto kepada guru itu, namun dia tidak menjawab dan langsung menutup pintu ruangan itu, tanpa mengizinkan Naruto untuk berbicara lagi.

BLAM

"Aa—padahal aku ingin membayar Ramen yang dia beli," kata Naruto sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Memangnya dia membelikanmu Ramen?" tanya Kiba.

"Lihat saja di meja itu," kata Naruto sambil mengarahkan kepalanya ke meja yang dia maksud.

"Heh? Benar-benar guru aneh," ujar Kiba.

"Dia memang aneh, bagaimana menurutmu Gaara?" tanya Naruto kepada Gaara. Namun sepertinya dia terfokus kepada pintu yang sudah di tutup oleh Guru itu, tanpa mendengarkan Naruto bertanya kepadanya.

"Gaara? Kau kenapa?" tanya Naruto sambil menarik tangannya, hingga dia tersadar dari lamunannya.

"Tak apa," katanya lagi.

'Guru itu benar-benar—aneh dan misterius,' batin Gaara tanpa sadar.

.

/_Facebook Kara Romansu_\

.

Sepulang sekolah, seperti biasa murid-murid KHS melangkahkan kakinya keluar dari gedung sekolah dan pulang kerumahnya masing-masing. Tapi, tidak untuk Naruto, dia malah memilih lawan arah alias tidak mau pulang kerumah, dan menyuruh kedua sahabatnya untuk pulang terlebih dahulu. Awalnya Gaara tidak mau membiarkan Naruto berjalan sendirian, namun untung saja Naruto sempat berbohong kepadanya dengan mengatakan bahwa dia akan di traktir makan mie Ramen oleh Iruka-sensei. Awalnya Gaara sempat curiga, namun akhirnya dia pun membolehkan Naruto untuk pergi menemui Iruka-sensei

Naruto pun berjalan menelusuri koridor-koridor sekolah, dikarenakan kaki kanannya yang masih sakit akibat terjatuh tadi, walaupun masih dibantu dengan alat untuk membantu dia berjalan dengan benar. Alat yang dimaksud adalah tongkat Elbow yang di kasih pinjam oleh Iruka-sensei untuk memudahkan Naruto berjalan.

Hingga tanpa disadari dari arah belokkan dia menabrak seseorang—lagi. kira-kira, apa kalian tahu siapa yang menabraknya? Mari kita lihat. (plak)

BRUK!

Naruto pun terjatuh dengan tidak elitnya, dengan bokongnya yang menyentuh lantai terlebih dahulu.

"Ittai…" kata Naruto sambil mengelus bokongnya yang terasa sakit.

"Ma-ma-maafkan aku!" kata seorang gadis sambil membungkukkan badannya 90 derajat. Sepertinya gadis itu sangat panik, karena dia telah menabrak pemuda pirang itu.

"Hahaha… tidak apa-apa," kata Naruto sambil tersenyum, dan berusaha bangkit dari duduknya, tetapi karena kaki kanannya tiba-tiba merasa sakit, akhirnya dia pun kembali duduk.

"Ukh! I-ittai… sakit sekali," kata Naruto sambil memegang kakinya, tak lupa juga dia memegang tongkat elbow-nya.

"A-ano… a-anda tidak apa-apa?" gadis itu pun mengulurkan tangannya bermaksud membantu Naruto untuk berdiri, dengan senang hati Naruto pun menerima uluran tangan gadis itu.

"Sankyuu—err…"

"Aah! Ma-maaf, na-namaku Hyuuga Hinata, kelas 1," jawab Hinata malu-malu sambil menundukkan kepalanya.

"Hyuuga? Kau adiknya Neji-senpai?" tanya Naruto, dan gadis itu pun hanya mengangguk.

"Wah… tak ku sangka Neji-senpai mempunyai adik semanis ini," kata Naruto lagi sambil tersenyum, membuat Hinata blushing seketika.

"Tapi, kenapa aku tidak tahu kalau adiknya satu sekolah dengannya ya? apalagi aku tidak pernah melihat wajahnya, aargh! Berarti aku telat menyadarinya," gumam Naruto kepada diri sendiri, membuat Hinata menatapnya dengan heran.

"Aah! Maaf," kata Naruto lagi.

"Ti-tidak apa-apa," Hinata pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

"A-ano… Uzumaki-san tidak pulang ke rumah?" tanya Hinata lagi, perkataan Hinata itu membuat Naruto terkejut seketika.

"Maaf… darimana kau tahu namaku?" tanya Naruto lagi. Hinata membelalakkan matanya sebentar, lalu jari telunjuknya mengarah ke name tag yang berada di sebelah kiri baju Naruto, lebih tepatnya tulisan namanya yang tertempel di atas saku baju sebelah kiri.

Naruto yang melihat itu, langsung menyengir.

"Hahaha… aku lupa," katanya sambil tertawa, membuat gadis itu tersenyum.

"Mm… bagaimana denganmu sendiri? Apa kau tidak pulang kerumah?" tanya Naruto kepada Hinata.

"A-aku mau pulang kok, ma-maaf karena tadi menabrak senpai," kata Hinata lagi sambil membungkuk kepada Naruto.

"Aah! Tak apa kok Hinata-chan," kata Naruto.

'Hinata-chan?' Hinata pun langsung blushing ketika senpai-nya memanggilnya dengan sebutan Hinata-chan.

"Uum… boleh aku memanggilmu seperti itu?" tanya Naruto sedikit ragu.

"A-ano, ti-tidak apa kok, Uzumaki-san," kata Hinata dengan gugup.

"Baiklah, tapi jangan memanggilku Uzumaki-san, panggil aku Naruto, oke?" Naruto pun tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

"Ba-baik Naruto-kun," lanjut Hinata dengan muka yang sudah seperti buah tomat.

"Oh ya, sekali lagi perkenalkan namaku Uzumaki Naruto kelas 2, salam kenal ya Hinata-chan, kalau begitu sampai ketemu lagi," Naruto pun tersenyum dan berjalan melewati Hinata yang terdiam, dan dia pun berbalik kebelakang melihat pemuda pirang itu berjalan melewati Hinata dengan sedikit terpincang.

'Hah? Be-berarti dia senpai ku, dan tadi dia bilang sa-sampai ketemu lagi?' batin Hinata blushing. Dia tidak menyangka bahwa ada seorang laki-laki yang baik padanya, ini yang kedua kalinya dia merasakannya.

.

Dan dia tidak menyadari ada orang yang menatapnya dengan tatapan tidak suka.

'Beraninya 'dia' mendekati'nya', tak akan kubiarkan hal itu terjadi.'

.

-TBC-

A/N: Jangan pikir pink benar-benar menaikkan ratednya menjadi T+ gara-gara ada unsur nyerempet itu, mana nyerempetnya itu gak banget lagi… wkakakkaa XD *Author digiles truk*. Sampai-sampai Imoutoku a.k.a Hana mengira yang tidak2 ==" *dijitak*.

Gomen kalau lama updet ^^", Pink memang sengaja *plak* maksud pink, memang sengaja karena lagi sakit jadi gak pegang laptop dulu deh XD. btw, coba tebak siapa yang ngomong itu *nunjuk2 bagian akhir* . 99 persen pasti bakal salah jawabnya XD *plak again*

Balasan review:

UzUkachI maI: *cubit pipi Mai* Maunya saja fict ini jadi rated M *swt*, Gaara sengaja dibuat romantis~ kasihan datar terus~ dia kan tipe uke yang diam-diam tapi pemalu, wkakaka XD, Thanks to review ^^

KyouyaxCloud: Sayang ya… Sasu gak ngeliat Naru di rebutin *sengaja* XD. Ayo~ tebak Gaara…. Tebaklah~ *plak* . Tidak… tidak ada yang tahu ^^, nanti akan di jelaskan, kenapa Sasuke tidak dikenali, padahal kakaknya sangat terkenal begitu XD #plak. Thanks to review ^^

Ocha: saya yang keren atau fictnya? :3 *maunya* XD, mungkin Naruto bakal bogem Sasuke gara-gara berani bohong sama Naruto~ #plak. Thanks to review ^^

Meg chan: Hahaha… sayang ya~ Sasu gak liat, kasihan sekali… tapi tak apa lah~ wkakakak XD. Thanks to review ^^

Kyu's neli-chan: Hahaha ^^" dan sekarang updetnya malah sangat lambat *dibunuh*, ntar juga si Naru bakal nyadar kok, tenang aja :D. Thanks to review ^^

Namikaze Trisha: hehehe, maaf updet lama #dibunuh, ntar juga Naru bakal tahu sendiri kok :3. Thanks to review ^^

Hatakehanahungry: Ro-romantis? O/O *blush* waduh, saya hanya merasa bersalah aja karena chap 9 sangat dikit ^^ hahahaha. Sai bakal di munculin tapi bukan jadi orang ketiga *kayaknya?* #plak, Masih Syok? O.O … ckckck #geleng2 kepala. Tenang darah fujoshi pink sudah mengalir dengan tenang kok~ . Thanks to review ^^

SasuNaru4ever: Begitulah Uchiha karena saking pintarnya(?) ampe gak ngenalin yang mana pintu dan yang mana jendela *dibakar* mungkin nyadarnya chap 13 atau 14 *plak* XD. Thanks to review ^^

MairaKanzaki: nyerempet ke M? yang diatas itu bagaimana? *nnjuk2 cerita* XD . Thanks to review ^^

Desy fujo Yaoi gak login: Hah? Pindah rated? Mungkin ada atau tidak #plak, yang diatas tuh gimana? #plak plak . wkakakak XD . Thanks to review ^^

Uchizuku no Renmay: si Neji diam-diam suka ngelirik cewek lain ya ==" #swt, btw Naru memang punya pesona uke yang kuat kok :3 tak heran banyak yang suka, pink aja cinta mati sama Naru *loh?*. Thanks to review ^^

Ttixz lone cone bebe: Maaf! Gak updet kilat… huhuhu~ T.T. Thanks to review ^^

Yuki-chan SI: Hehehe… maaf gak kilat nyoo~, Sasu memang keren kok XD, kalau gak keren pasti gak akan ada yang suka #plak. Thanks to review ^^

OraRi HinaRa: Makasih ya ^^, 'istirahat'? *kaget seketika* #lebay, err—apa chap ini sudah panjang? ^^. Thanks to review ^^

NHL-chan: Hehehe, pink memang suka ceroboj dalam itu, but makasih atas sarannya ^^. Thanks to review ^^

Uchiha Kagamie: Tentu saja Naru cinta mati sama Sasu XD, nanti bakal di jelaskan di chap-chap yang depan ^^, alurnya lambat ya? menurut saya ini sudah cepat ^^. Thanks to review ^^

.

HAPPY S.N day~ ^^

.

Akhir kata…

Review or Flame? O.o

Hanya menerima Flame yang membangun! ^^