Previous story:
Tak!
"Yak! Pertandingan berakhir! Jadi ditentukan Pasangan Kiba dan Kyuubilah yang akan membersihkan ini semua tanpa bantuan maid dan butler" sahut Sai.
"Aaaarrrrgggghhh! Bocah! Kenapa kau mematahkannya brengsek!" teriak Kyuubi marah sambil menendang badan Kiba hingga terjatuh dan menginjak-nginjak badan Kiba, sang empu badan hanya bisa berteriak kesakitan.
"IIIItttttaaaaaiiiiiii! Rubah buluk! Sakit Brengsek!" raung Kiba kesakitan.
Sementara itu…
Cuuuppp! Naruto melototkan matanya ketika Sasuke memakan poki hingga wajah mereka berdekatan dan berakhirlah mereka berciuman.
"Uuughm Sa-eggmh-su" Naruto yang sudah tersadar dari lamunannya berusaha mengeluarkan lidah Sasuke dari dalam mulutnya. Tapi tak ada yang menyadari itu karena pandangan mereka fokus kearah Kyuubi dan Kiba. sampai saat seorang gadis melihat kearah mereka...
"Sasuke!" teriak seorang gadis itu histeris dan seketika semua orang melihat kearah SasuNaru. Naruto yang kaget dengan reflek mendorong jauh badan Sasuke, menutup mulutnya dan pergi dari taman itu.
Warning : AU, Mary Sue dalam Naruto, SasuFemNaru, OOC, typo, ada M-PREG untuk ItaKyuu
~(-.-)~
…
Masashi Kishimoto
T-M
A Happy Ending
Shizuka Kirarin
…
Happy Reading
…
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
FLASH BACK ON
Lagu hotaru-no-hikari by Ikimono Gakari mengalun merdu dari handphone yang bertema seperti pohon sakura.
"Moshi-moshi, halo siapa ini?" jawab seorang gadis yang sedang sibuk mengeringkan rambut pinknya, sedangkan handpone miliknya ia apit dengan bahu sebelah kiri.
"Halo Sakura, ini aku Ino! Kau ada di mana sekarang?" sahut keras orang yang disebrang telpon yang ternyata adalah Ino.
"Tentu saja aku dirumah. Pelan-pelanlah sedikit saat berbicara Ino, kau tahu telingaku sakit jika kau berteriak seperti itu" jawab Sakura tidak menyadari perkataannya itu juga cocok untuknya.
"Hempb seperti kau tidak saja Sakura" balas Ino sambil menahan tawanya mendengar itu membuat wajah Sakura memerah malu.
"Ck sudahlah! Sebenarnya untuk apa kau menelponku?! Apa hanya untuk menggangguku saja, kalau memang seperti itu lebih baik aku matikan saja telponnya" sahut Sakura mulai kesal dengan Ino.
"Eeh tunggu dulu! Akukan hanya bercanda, kau ini sedang PMS ya? Begitu saja marah. Hei Sakura aku mau bilang tadi itu aku ketemu sama Kiba, Shikamaru, Gaara, Itachi-senpai, Naruto, dan teman-teman artisnya di rumah sakit tahu"
"Oh lalu apa hubungannya denganku, dengar ya kalau berita itu tak ada hubungannya dengan Sasuke berarti itu juga tak ada hubungannya denganku" sahut ketus Sakura.
"Yayayaya aku tahu kau hanya tertarik hal yang berkaitan dengan Sasuke saja, tapi coba kau dengar mereka mengadakan pesta yah walau hanya barbeque saja sih" cerita Ino.
"Lalu?" jawab Sakura tak tertarik masih tetap senantiasa mendengar Ino"
"Kau tahu Itachi-senpai menawarkan makan malam di mension Uchiha yang berarti di rumah Sasuke!"
"Heh! Apa katamu?! Tu-tunggu dulu kau itu tahu dari mana?"
"Heh Sakura kau itu bagaimana aku kan tadi sudah bilang, aku bertemu mereka tadi sore di rumah sakit saat menjenguk bibiku yang sakit, karena penasaran ya sudah aku menguping pembicaraan mereka. Ku dengar mereka mengadakan pesta untuk menyambut Itachi-senpai dan istrinya sekaligus menyambut Naruto. Loh tunggu dulu kau tidak tahu masalah itu?!" tanya Ino.
"Si-si-siapa bilang aku tak tahu, aku itu sedang bersiap-siap kesana tahu! Aku hanya kaget kau tahu tentang itu" jawab gagap Sakura berbohong mengatakan ia tahu tentang pesta barbeque itu.
"Oooh, aku kira kau tak tahu. Hahaha kau benar-benar beruntung Sakura, kau bisa melihat banyak artis nanti! Kyaaa aku kan sangat ngefans sama mereka terutama pada Sai-senpai!"
"Hahaha kau mau ikut?" tanya Sakura ragu.
"Aaah sayang sekali Sakura, nanti malam aku harus menemani ibuku berbelanja. Haaah~ padahal itu kesempatan bagus bertemu artis terkenal seperti mereka, sayang sekali~ Ya sudah Sakura sampai sini saja ya ibuku sudah memanggilku. Ibuku benar-benar cerewet. Bye Sakura~"
"Ok, Bye"
Tut Sakura memutuskan sambungannya.
"Pesta untuk menyambut Naruto? Untuk apa? Bukannya Naruto sudah tiba di Jepang beberapa hari lalu? Lagipula kenapa keluarga Sasuke bisa kenal sama Naruto? Sebenarnya siapa Naruto?" ucap Sakura pelan bertanya pada dirinya sendiri. "Lebih baik aku kesana untuk melihatnya" kata Sakura memutuskan. Iapun mengganti bajunya dan menata rambutnya dengan cepat, dan ia segera mengambil kunci mobilnya dan melesat keluar.
"Sakura-chan, kau mau kemana?" tanya ibu Sakura.
"Aku mau bertemu Sasuke, bu" sahut Sakura.
"Hati-hati di jalan Sakura" saran ibu.
"Yaa, aku berangkat bu!" ucap Sakura terakhir kali. Iapun menaiki mobil yang diberikan oleh ibu Sasuke untuk hadiah pertunangannya dengan anak bungsu dari keluarga Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto itu. Sakura mengendarai mobilnya dengan pelan karena belum terlalu bisa menggunakan mobil. Setelah mengendarai mobil cukup lama ia akhirnya sampai depan gerbang mension Uchiha, terlihat satpam yang sudah ia kenal membukakan pintu untuknya dan membungkuk hormat kearahnya. Ia tersenyum dan mengucapkan terimakasih karena sudah membukakan pintu untuknya.
"Mari biar saya saja yang menaruh mobil anda nona" ucap satpam itu.
"Terima kasih, biar saya saja yang menaruhnya sendiri" ucap Sakura ramah, sang supir hanya tersenyum dan mengangguk hormat. Sakura melajukan mobilnya ke dalam dan memakirkan mobilnya di garasi, terlihat banyak mobil mewah terpakir disana termasuk mobil yang cukup familiar di mata Sakura, mobil ferari merah dengan corak orange. Iapun bergegas berjalan ke dalam mension dan iapun disambut pelayan yang kebetulan lewat sana.
"Selamat datang nona, apa ada yang bisa saya bantu?"
"Kau melihat Sasuke?"
"Tuan muda ada di taman belakang bersama teman-teman dan keluarganya nona"
"Apa ada pesta disini sampai ada banyak orang seperti itu?" tanya Sakura penasaran.
"Ya nona hanya pesta makan malam saja, menyambut kedatangan tuan muda Itachi-sama dan istrinya serta menyambut kedatangan putri angkat Nyonya Mikoto" ucap pelayan itu.
'putri angkat?' pikir Sakura.
"Apa ada yang bisa saya bantu lagi nona?" tanya pelayan itu membuyarkan lamunan Sakura.
"Ah tidak terimakasih" ucap Sakura terakhir kali dan bergegas ke taman belakang mension Uchiha. Disana sangat ramai banyak artis yang dilihat Sakura saat di tv sekolah tadi. Terlihat mereka saling berhadapan dan memegang sebuah stik poki, benar-benar ramai terutama Kiba yang berteriak kesakitan karena diinjak seorang laki-laki berambut merah panjang dengan perut yang terlihat buncit. 'sedang apa mereka?' pikir Sakura. Ia pun berjalan semakin mendekat mencoba untuk tahu apa yang sedang terjadi, sekaligus mencari keberadaan Sasuke. Sampai saat ketika ia melihat Sasuke yang berhadapan dengan Naruto yang sedang berciuman.
"A-a-apa yang kalian lakukan?! Sasuke!" teriak Sakura histeris.
FLASH BACK OFF
"A-apa yang kalian lakukan?! Sasuke!" teriak Sakura shock melihat dua orang yang sedang berciuman di depannya. Sasuke yang mendengarnya terkejut dan melepaskan pagutannya sementara Naruto masih terlihat kaget terbukti dari ia yang masih melebarkan kedua matanya. Sementara yang lain memandang tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Sasuke.
Naruto yang sudah sadar melihat Sakura sambil menutup mulutnya. Entah kenapa ia harus lari tapi yang pasti ia harus menjauh dari yang lainnya sekaligus menenangkan jantungnya yang berdebar-bedebar secara berlebihan. Narutopun berlari keluar meninggalkan taman belakang, Sasuke yang ingin mengejar Naruto dicegat oleh Sakura yang memegang tangannya. Menma yang melihat itu berlari mengejar Naruto.
"Lepaskan Sakura" ucap Sasuke pelan dan terdengar dingin di telinga Sakura, tapi Sakura tetap bersikukuh tidak melepaskan tangannya dari Sasuke dan menduai decihan tak suka dari Sasuke.
"Sakura-chan? Kaasan kira kau tak datang karena kau datang sangat lama. Sasuke sudah memberitahu tentang pesta ini kan?" ucap Mikoto memecah ketegangan yang datang mendadak.
"U-um Sasuke sudah memberitahuku tadi, maaf Sakura datang terlambat Kaasan" ucap Sakura sedikit gugup. Sasuke yang mendengarnya hanya mendengus, tahu Sakura telah berbohong karena ia sama sekali tak memberitahu Sakura.
"Ah Kaasan sudah menyiapkan barbeque untukmu kau pasti akan menyukainya. Ayo!" Mikoto tersenyum dan mengajak ke meja makan di taman itu.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
Terlihat satu orang remaja laki-laki dan satu orang remaja perempuan yang saling berpelukan, yang laki-laki memiliki rambut hitam jabrik dengan mata biru sapphire sedangkan yang perempuan memiliki rambut pirang panjang yang diikat satu belakang, matanya mirip dengan laki-laki itu yakni sapphire dan perempuan itu terdapat tanda lahir seperti kumis kucing di kedua pipinya.
"Kau tak apa-apa kan Naru?" tanya Menma sambil mengusap lembut punggung perempuan yang kini sedang dipeluk olehnya.
"Hmm tak apa-apa nii-san~" ucap Naruto memeluk Menma erat. Naruto sangat senang ketika Menma memeluk dirinya dan kawatir padanya seperti ini karena bagi Naruto ini adalah kebahagiaan baginya walaupun hanya sebatas memeluk saja namun hal itulah yang membangitkan semangat Naruto untuk terus hidup.
"Baguslah, ayo sebaiknya kita kembali ke pesta Mikoto-kaasan pasti sudah kawatir padamu" ucap Menma sedangkan Naruto tampak keberatan dan tanpa sadar ia mengeratkan baju Menma.
"Naru mau pulang saja" sahut Naruto.
"Kenapa?" tanya Menma sambil mengusap punggung Naruto, "Tadi nii-san lihat wajahmu memerah kau demam?"
"Naru tidak demam hanya saja rasanya sangat aneh?" jawab Naruto bingung sendiri dengan ucapannya.
"Aneh? Kenapa?"
"Rasanya sangat aneh ketika Sasuke menciumku tadi, rasanya tak sama seperti Menma-nii dan yang lainnya ketika menciumku di pipi" sahut Naruto jujur dan teramat polos, Menma yang mendengarnya terkekeh pelan. "Uugh! Menma-nii kenapa tertawa? Naru kan sedang cerita~" ucap Naruto sebal sambil mencubit pelan pinggang Menma.
"Hahaha gomen Nii-san kelepasan, memangnya kau merasakan apa Naru?" ucap Menma sedikit kesusahan menghentikan tawanya. Naruto mengembungkan pipinya.
"Nii-san dengarkan Naru! Naru serius, rasanya setiap kali Sasuke mencium Naru—"
"Tunggu dulu apa maksudmu dengan kata 'setiap kali'? jadi selama ini Sasuke terus menciummu?" tanya Menma penasaran sambil melepaskan pelukan Naruto dan menatap wajah Naruto.
"Ung! Sasuke terus mencium Naru setiap kali ada kesempatan. Kenapa nii? Bukankah hal itu sudah biasa? Bukankah cium itu cuman ungkapan salam saja?" Naruto menatap wajah Menma, mendengar itu membuat Menma menghela nafasnya.
"Siapa yang mengajari itu Naru?" tanya Menma dan dengan cepat Naruto menjawab 'Sai-nii!' membuat Menma menghela nafasnya lagi. "Dengar Naru ciuman itu bukan untuk menyapa orang melainkan untuk menyampaikan rasa sayangnya" jelas Menma.
"Sayang?" (Naruto)
"Ya, seperti mengungkapkan perasaanmu bahwa kau sangat menyayanginya. Kau mengertikan Naru?" (Menma)
"Ung! Jadi Naru tidak boleh mencium orang yang bukan Naru sayang dan Naru cintai" ucap Naruto semangat dan dijawab anggukan dengan Menma. "Kalau gitu Menma-nii bisa menuduk sedikit?" pinta Naruto.
"Untuk apa?" bingung Menma.
"Iaa, menunduk saja nii-san" ucap Naruto tidak sabaran, Menma yang bingung hanya bisa pasrah menuruti Naruto. Menma menundukkan badannya menghadap Naruto yang lebih pendek darinya.
"Kau mau apa Na—"
Cuupp~~ ucapan Menma terpotong akibat Naruto mencium sekilas bibir Menma. Naruto melepaskan ciumannya yang terkesan ringan dan tersenyum menatap Menma.
"Jadi nii-san tak keberatankan jika Naru mencium nii? Karena Naru sangat sayang sama Menma-nii" ucap Naruto pelan tersenyum lebar membuat matanya menyipit lucu. Menma memalingkan wajahnya yang sedikit merona agar tak terlihat oleh Naruto. "Menma-nii? Kau kenapa? Wajahmu merah. Nii-san sakit?" tanya Naruto kawatir. Menma menggeleng.
"Nii-san tak apa-apa Naru, oh iya tadi Naru mau bilang apa? Setiap Sasuke menciummu kau merasa apa?" tanya Menma kembali ke topik awal.
"Um rasanya jantung Naru berdetak cepat tiap kali Sasuke mencium Naru bukan hanya saat ciuman saja sih tapi setiap Naru melihat Sasuke dan setiap Sasuke digerumuni oleh fansnya Naru merasa kesal melihatnya" aku Naruto jujur, membuat Menma melunturkan senyumnya dan terdapat perasaan sedih yang terpancar di kedua manik shapier Menma, segera saja ia merubah ekspresinya ketika Naruto menatap wajah Menma.
Menma tersenyum tipis dan berkata "Suatu hari kau pasti mengerti Naru, nii-san hanya berpesan jangan kau bohongi perasaanmu lagi Naru karena nii tidak ingin melihatmu sakit" ucap Menma pelan membawa kembali Naruto kedalam pelukannya.
"Nii-san Naru mau pulang" kata Naruto setelah terdiam cukup lama, entahlah dia merasa sangat letih dan ia ingin segera pulang untuk mengistirahatkan tubuhnya. Kepalanya terasa sangat sakit ketika ia memikirkan semua ucapan Menma rasanya ia ingin pingsan saat ini juga karena tidak terlalu kuat menahan rasa sakit di kepalanya. 'Sepertinya kambuh lagi' pikir Naruto sedangkan Menma yang tidak sadar jika Naruto dalam kondisi tidak baik hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Hn, tapi kita harus bilang yang lainnya dulu. Agar mereka tak kawatir, ayo" Menmapun melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan mungil Naruto kembali ke tempat pesta tadi.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
Menma menghampiri Mikoto dan lainnya yang sedang duduk santai menikmati teh dan makanan penutupnya dengan salad buah dan puding sebagai menunya.
"Baachan" panggil Menma.
"Lho Menma ada apa?" tanya Mikoto.
"Naru mau pulang~" kata Naruto sambil memeluk leher Mikoto dan memangku di paha Kaasan angkatnya, tenang saja Naruto ringan jadi Mikoto tidak keberatan tiap kali Naruto ingin dipangku olehnya bahkan ia sangat senang ketika Naruto ingin dipangku dan bermanja padanya seperti ini, itu dikarenakan keluarga Uchiha sangat dingin selalu mementingkan harga dirinya tidak membiarkan orang lain menganggap manja walau hanya sekedar memangku, bahkan Itachi dan Sasuke tak pernah mau dipangku lagi olehnya sejak umur empat tahun benar-benar tak menggemaskan sama sekali. Tapi Fugaku suaminya itu juga sangat senang megendong Naruto dan mengajak Naruto berkeliling tak peduli jika Naruto sudah besar, entah kenapa Fugaku yang dingin dan keras pada orang lain dan anak-anaknya bisa luluh jika bersama Naruto. Yah semenjak kedatangan Naruto rasanya benar-benar menyenangkan. Mikoto tidak merasa cemburu ketika suaminya sangat perhatian pada Naruto karena Naruto sudah ia dan suaminya anggap seperti anaknya sendiri, bahkan Mikoto dan Fugaku sangat menjaga Naruto bagi mereka Naruto memiliki sifat misterius dan susah untuk dimengerti bahkan bisa dikatakan Naruto sangat polos meski Naruto dikatakan jenius, oleh karena itu mereka sangat over pada Naruto takut jika ada pengaruh buruk masuk sehingga dapat mencemari pikiran bersih dan murni Naruto apalagi disaat mereka mengetahui Naruto mempunyai penyakit, mereka jadi semakin bersikap over proktektif pada Naruto.
"Cih Naru kau ini, kan kamu sendiri yang mengadakan pesta masa kau pulang duluan. Kau tak asik Naru. Lagipula disinikan rumahmu juga Naru" ucap Kyuubi sambil memakan apel yang sudah di potong kecil-kecil.
"Daripada itu lebih baik kau membantuku huh" cibir Kiba tidak terima ia membersihkan kekacauan ini sendri eits, bukan sendiri sih tapi bersama Itachi yang menggantikan hukuman Kyuubi karena Kyuubi sedang mengandung ia jadi seenaknya sendiri dan memerintahkan Itachi untuk menggantikannya. Kyuubi hanya terkekeh senang sedangkan Kiba hanya mendengus kesal tak terima.
"Sudah, kalian ini. Kiba ayo makan dulu jangan kau pedulikan hukuman itu nanti biar maid yang mengurus kekacauan ini, Itachi kau juga taruh piring kotornya" ucap Mikoto membuat Kiba berkoar-koar senang dan segera memakan hidangan penutup yang disediakan tak mau kalah Itachipun segera duduk disamping Kyuubi dan segera menyambar jus tomat, sedangkan Kyuubi hanya bisa berdecih tidak suka.
"Kaasan, Naru mau pulang. Pulang ke rumah Mommy dan Daddy (Minato dan Kushina)~" rengek Naruto lagi dengan pandangan memelas.
"Naru ayo duduk dan nikmati makanannya dulu, lihat ada lemon tea kesukaanmu" ucap Jiraya meletakan minuman itu dihadapan Naruto. Naruto yang tidak mood hanya merenggut tidak suka.
"Uuuh~" Naruto meringis pelan ketika rasa sakit di kepalanya muncul kembali. Naruto menyelusupkan kepalanya kedalam leher jenjang ibu tirinya.
"Kau kenapa Naruto" tanya Matsuri menatap aneh Naruto yang biasanya selalu semangat ketika dimeja makan dan terkesan suka dengan pesta sekarang merengek minta pulang cepat, yang lainnyapun menghentikan makannya dan menatap Naruto bingung. Shion menatap was-was takut terjadi apa-apa pada Naruto.
"Uuuh~ Kaa-san, Naru ga kuat" ucap Naruto pelan pada Mikoto masih dengan posisinya.
"Kenapa Naru?" tanya Fugaku kawatir. Iruka berdiri dari tempatnya dan segera menghampiri Naruto.
"Ini Naru cepat minum" bisik Iruka di telinga Naruto sambil menyerahkan botol kecil berisi kapsul sedangkan Fugaku yang menyadari sikap Naruto segera mengambil gelas yang sudah berisi air mineral dan diserahkan ke Mikoto yang duduk disebelahnya sibuk mengelus rambut pirang milik Naruto untuk menenangkannya. Naruto menggeleng dan menjauhkan botol itu.
"Tidak, nanti yang lain curiga. Bawa Naru pulang ke mension Namikaze Ji-san" kata Naruto pelan dan terkesan lemah.
"Kau tak apa-apa Naru?" tanya Menma ikut kawatir. Naruto mengangkat wajahnya dan menatap Menma dan yang lainnya dengan tatapan datar, dilihatnya semua menatap kearahnya dengan tatapan bingung. Kecuali Mikoto, Fugaku, Iruka, Shion, Itachi, Kyuubi, Tsunade, Jiraya dan Menma yang menatap kawatir kearahnya ketika melihat wajah pucat Naruto yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang sudah terlalu sering bersama Naruto sedangkan Sasuke menatap kawatir Naruto takut-takut jika Naruto sedang kesal padanya sehingga Naruto ingin segera pulang dan tidak ingin bersamanya lagi. Padahal Sasuke ingin bersama Naruto ketika ia sudah tahu bahwa Naruto dihadapannya memang cinta pertamanya.
Pandangan Naruto berakhir kearah Sasuke, menatap manik oniks milik Sasuke entah kenapa Naruto selalu terhanyut dan tenang ketika ia menatap oniks yang terkesan kelam itu padahal keluarga Uchiha memiliki manik itu termasuk Mikoto-kaasan, Fugaku-tousan, Itachi-nii, Sai dan yang terakhir Menma…. tapi…. Perasaan itu sangat asing ketika ia menatap mata Sasuke, Naruto akui ia sangat terpesona dan ia seolah tersedot kedalamnya. Naruto menghentikan tatapannya, ia segera beranjak berdiri ketika sakit dikepalanya kembali menyerang. Ia harus segera pulang dan tak ingin yang lain semakin kawatir apalagi sampai membuat Tsunade-baasan dan Jiraya-jiisan sampai tahu tentang penyakitnya termasuk Kyuubi dan Menma yang over proktektif padanya. Huh~ Naruto tidak bisa bayangkan hal itu, cukup hanya dirinya, Iruka-jisan, Shion-nee, Mikoto-kaasan, Fugaku-tousan, Itachi, Author, dan Tuhan saja yang tahu penyakitnya. Yah belum saatnya semua orang tahu penyakitnya, ia hanya tak ingin semua orang kawatir padanya nanti jika saatnya sudah tiba tentu ia akan menceritakannya tapi tidak untuk saat ini.
"Naruto kau mau kemana?" tanya Tsunade dan hanya ditanggapi dengan senyum tipis Naruto tak ingin berdebat panjang sehingga membuat yang lain semakin curiga. Naruto segera berbalik dan menjauhi semuanya jika ia tidak bisa pulang dia hanya perlu ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya setidaknya itu bisa mengurangi rasa sakit di kepalanya. Tapi tubuhnya berkata lain, kepalanya semakin sakit dan pandangannyapun makin buram tubuhnya terasa lemas tak bisa digerakan. Di detik-detik terakhir ia mendengar semua orang berteriak memanggil namanya dan seketika itu pandangannya menjadi gelap total.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
Cip Cip Cip, burung-burung berkicau dikala matahari sudah menampakkan dirinya. Bahkan sinar matahari berani menyelinap masuk melalui celah jendela yang tak tertutup membangunkan seseorang yang masih senantiasa tertidur lelap. Tampak sinar tersebut mengenai mata yang masih tertutup oleh kelopak mata, menggelitik mata sang gadis untuk segera bangun. Merasa terganggu pemilik mata tersebut mengerjapkan matanya dan sedikit demi sedikit kelopak mata tersebut terbuka dan menampakkan manik shapier yang indah layaknya langit musim panas.
"Uugh~" ringis sang gadis ketika pusing melanda, iapun memegang kepalanya dan memijat kecil kepalanya. "Haah~ dimana aku?" Naruto nama gadis itu menatap sekelilingnya dengan badan yang sudah bersender di kepala ranjang. Mengetahui jika dirinya sedang tak berada di kamarnya lebih tepatnya kamarnya di mension Namikaze melainkan ia kini di kamarnya di Uchiha mension. Narutopun beranjak dari tempat tidurnya dan segera keluar mencari Kaasannya, pelan-pelan ia menuruni tangga agar ia tak terjatuh. Naruto tak mempedulikan dahinya berkeringat karena kepalanya yang masih sangat pusing. Naruto berjalan pelan menuju dapur tempat dimana aktifitas yang dirasa Naruto adalah hobi Kaasannya yakni memasak, namun tebakan Naruto salah tak ada satupun orang disana. Naruto kembali berjalan ke meja makan, ia melihat siluet seseorang yang dikenalnya sedang menata meja makan yang sudah tersaji beberapa menu makanan yang akan dimakan sebagai menu sarapan nanti.
"Iruka Ji-san?" panggil Naruto pelan. Iruka menoleh merasa dirinya dipanggil dan mendapati Hime-samanya berdiri lemas sambil menopang badannya di tembok, dapat Iruka lihat wajah cantik dan imut Naruto masih sedikit pucat dengan keringat di dahinya.
"Naruto hime? Kau sudah bangun, kenapa kesini? Keadaanmu belum baik, ayo Ji-san antar kau ke tempat tidur" kata Iruka sambil bersiap membopong Naruto kembali ketempat tidur, Naruto menggeleng dan menolak Iruka.
"Yang lain kemana?" tanya Naruto.
"Yang lain masih mandi" jawab Iruka singkat sambil menatap Naruto kawatir. "Ayo Hime-sama kita harus membasuh wajahmu dulu, kau tidak ingin mereka melihat wajah pucatmu dan kawatir padamu kan? Ucap Iruka lagi, Naruto mengangguk setuju. Iruka segera mengajak Naruto ke kamar mandi yang dekat dengan lokasinya sekarang dan ia segera mendudukan Naruto di salah satu kursi kayu kecil di samping bak mandi besar. Setelah itu Iruka mempersiapkan segala keperluan untuk mandi Naruto dengan cepat, Iruka membuka piyama tidur Naruto yang sudah basah karena keringat. Menutupi dada Naruto yang telanjang dengan handuk.
Naruto sama sekali tidak merasa risih sama sekali ketika Iruka melepas bajunya bahkan bertelanjang sekalipun, itu dikarenakan Naruto sudah biasa di mandikan Iruka saat masih kecil tapi semenjak Naruto bertambah usia Iruka tidak pernah memandikannya lagi tentu saja agar Naruto mandiri tapi Iruka memandikannya jika hanya saat ia dalam kondisi tidak baik seperti ini sedangkan Iruka yang menganggap Naruto adik sekaligus anak sendiri walaupun ia belum menikahpun tidak berpikir negative dan berniat macam-macam ketika melihat tubuh telanjang Naruto yah setidaknya Iruka memberikan privasi bagi Naruto ketika ia setiap kali memandikan Naruto ia pasti menyuruh Naruto untuk menutupi dadanya dengan handuk dan membiarkan Naruto menggunakan celana dalamnya. Iruka mengelap wajah serta tubuh Naruto guna mengeringkannya dan ketika Iruka mengelap di bagian punggung ia menghentikan aksi mengelapnya dan menatap sedih luka jait yang menghiasi punggung Naruto.
"Ada apa Ji-san?" tanya Naruto yang merasa heran ketika Iruka tidak mengelap tubuhnya lagi, Iruka yang tersadar dari lamunannya hanya menggeleng dan segera memberikan baju untuk dipakai Naruto menghiraukan luka membekas yang didapat Naruto ketika ia menolong seorang gadis berambut merahmuda yang hampir diperkosa dan disaat itu usia Naruto sekitar 13 tahun mengingat hal itu membuat Iruka geram karena ia teledor dalam mengawas Naruto yang dalam kondisi buruk untung saja Mikoto-sama dan Fugaku-sama segera menemukan Naruto dan penjahat itupun segera ditangkap dan dipenjara dan sebelum itu tanpa bantuan Fugaku dan Itachi penjahat itu sudah babak belur dan mengalami kritis selama sebulan yang tentu saja ulah dari Naruto yang dalam mode Kitsune yang mengerikan.
Narutopun segera menggunakannya, setelah selesai Iruka segera mengambilkan perlengkapan make-up Naruto untuk menutupi wajah pucat Naruto karena Iruka tidak mengerti tentang merias jadi ia serahkan pada Naruto sendiri. Naruto dan Iruka keluar dari kamar mandi tampak Naruto yang sudah terlihat segar dan cantik, tubuhnya di balut baju seragam khas KHS dengan rok yang bercorak kotak-kotak. Sebenarnya Iruka sudah melarang Naruto untuk sekolah sekarang mengingat kondisi Naruto kurang baik namun Naruto menolak dengan keras dan mengancam bahwa ia tak akan mau makan dan meminum obatnya dan dengan terpaksa Irukapun menyetujuinya.
"Apa teman-teman yang lainnya masih disini?" tanya Naruto setelah Iruka mendudukannya di salah satu kursi di depan meja makan.
"Ya, yang lainnya masih disini. Mereka disuruh Mikoto-sama untuk menginap mengingat saat itu sudah larut dan sangat berbahaya untuk pulang" ucap Iruka. "Oh tadi Hinata-hime, dan Neji-sama datang untuk menjengukmu" lanjut Iruka sontak membuat Naruto menoleh kearah Iruka.
"Menjenguk Naru? Dari mana Hinata-chan tau Naru sakit?" tanya Naruto.
"Kiba-sama yang memberitahu mereka saat kau tak sadarkan diri" (Iruka)
"Oh, jadi mereka dimana?" (Naruto)
"Mikoto-sama menyuruh mereka menunggu di ruang tamu mengingat yang lain masih mandi dan saat itu kau masih tertidur, kau mau bertemu mereka Naru?" (Iruka)
"Tidak, lagipula mereka pasti akan kesini sebentar lagi. Kaasan akan memaksa mereka ikut sarapan bersama walaupun mereka sudah sarapan dirumah" jawab Naruto sambil meminum susu rasa jeruk miliknya dan mencomot sepotong roti tawar dengan selai rasa jeruk kesukaannya setelah itu ia meminum obatnya karena tidak mungkin jika ia akan meminum obatnya di depan yang lain.
"Dari mana Naru tahu mereka akan dipaksa makan oleh Mikoto-sama?" (Iruka)
"Shikamaru yang mengatakannya, ia selalu mengatakan malas berangkat kesekolah bersama Sasuke karena Kaasan(Mikoto) pasti memaksa mereka untuk sarapan walaupun mereka sudah menolaknya" jawab Naruto dan hanya ditanggapi anggukan paham dari Iruka.
"Naruto kau diam disini dulu ya, Ji-san mau membuatkan minuman untuk mereka, Ji-san lupa memberikan mereka minum" kata Iruka terakhir kali dan meninggalkan Naruto sendirian. Naruto menghela nafasnya bosan, iapun melangkahkan kakinya menuju piano hitam yang berada di ruang makan yang luas itu. Naruto tersenyum kecil ketika ia teringat saat ia masih di USA ia merengek pada tousan(Fugaku) untuk membelikannya sebuah piano dan ditaruh di ruang makan di mension Uchiha karena ketika ia pulang ke rumahnya di mension Uchiha ia ingin memainkan piano itu dihadapan tousan, kaasan(Fugaku&Mikoto), Iruka, Itachi-nii, Kyuubi, Sasuke, Menma, Sai, dan Shion-nee yang sedang menikmati makanannya. Yah bisa dibilang seperti sedang makan di restoran berbintang dimana ada orang yang memainkan musik ketika pelanggan mereka menikmati makanannya seperti itulah keinginan Naruto waktu itu. Narutopun menekan tuts pianonya dengan indah dan segera menyanyikan lagu yang baru dibuatnya dua hari lalu.
I'd like to say we gave it a try
(aku ingin mengatakan kita memberi percobaan)
I'd like to blame it all on life
(aku ingin menyalahkan semuanya pada kehidupan)
Maybe we just weren't right
(mungkin kita hanya tidak benar)
But that's a lie
(tapi itu bohong)
That's a lie
(itu bohong)
And we can denny it as much as we want
(dan kita bisa menyangkalnya sebanyak yang kita inginkan)
But in time our feelings will show
(tapi pada saatnya perasaan kita akan terlihat)
Cause sooner or later
(karena cepat atau lambat)
We'll wonder why we gave up
(kita akan bertanya-tanya mengapa kita menyerah)
The truth is, everyone knows
(yang benar adalah, semua orang tahu)
How almost, almost is never enough
(bagaimana hampir, hampir tidak pernah cukup)
So close to being in love
(begitu dekat dengan jatuh cinta)
If I would have known that you wanted me
(jika aku mengetahui bahwa kau menginginkanku)
The way I wanted you
(seperti aku menginginkanmu)
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
(maka mungkin kita tidak akan jadi dua dunia yang terpisah)
But right here in each others arms
(tapi disini dipelukan kita)
And we almost, we almost knew what love was
(dan kita hampir, kita hampir tahu cinta itu apa)
But almost is never enough
(tapi hampir tidak pernah cukup)
Semua orang yang di kediaman Uchiha keluar satu persatu ketika mereka sudah berpakaian seragam lengkap dan ketika itu semuanya mendengar suara piano dan orang yang bernyanyi.
"Suara siapa itu?" (Sasori)
"Suaranya merdu sekali~" (Matsuri)
"Sepertinya suaranya berasal dari bawah" (Itachi)
"Hn" (Sasuke)
Merekapun menuju kelantai dasar. FugakuMikoto dan JirayaTsunade yang kamarnya dibawah tentu saja mendengar jelas nyanyian itu, merekapun keluar dari kamar mereka dan kebetulan Sasuke cs dan Menma cs yang menuruni tangga berpapasan dengan mereka.
"Darimana asal suaranya?" tanya Jiraya sambil membenarkan dasinya yang terlalu mencekik lehernya.
"Hn, di ruang makan" jawab singkat Fugaku terlihat wajahnya sedikit gembira mendengar suara piano itu, yang membuatnya teringat janji Naruto padanya begitu juga dengan Mikoto, Itachi, dan Kyuubi. Neji dan Hinata yang mendengarnyapun ikut penasaran dan meminta Iruka untuk mengantar mereka ke tempat itu, mereka penasaran karena suara orang yang bernyanyi sangat familiar. Mereka pun berpapasan dengan semuanya, Neji dan Hinata segera memberi salam pada FugakuMikoto dan JirayaTsunade dan merekapun segera menuju ke ruang makan. Terlihatlah sesosok gadis yang mereka kenal sedang membelakangi mereka sehingga hanya rambut dan pinggang rampinya saja yang terlihat. Gadis tersebut duduk dihadapan sebuah piano, tangannya yang lentik dengan lincah menari indah dalam tuts tersebut menciptakan sebuah nada yang dapat memukau setiap orang yang mendengarnya. Jendela yang dihadapan gadis itupun terbuka sehingga angin sepoi akan masuk berhembus membelai wajah dan rambut pirang panjang gadis itu. Tampak beberapa burung hinggap di jendela dan bahkan ada beberapa burung masuk dan hinggap di atas piano tersebut sepertinya burung-burung tersebut ikut menikmati lagu, itu terbukti ketika burung tersebut ikut bersiul merdu meramaikan suasana. Naruto menyanyikan lagunya dengan nada tinggi, dan menggantinya dengan nada sedikit rendah
If I could change the world overnight
(jika aku bisa mengubah dunia semalam)
There'd be no such thing as goodbye
(tidak akan ada yang namanya perpisahan)
You'd be standing right where you were
(kau akan berdiri tepat dimana kau berada)
And we'd get the chance we deserve, ooh…
(dan kita akan mendapatkan kesempatan yang pantas untuk kita, ooh…)
Naruto menaikan nadanya kembali dan mengulang kembali reff yang ia nyayikan sebelumnya dengan ekspresi sangat menghanyati lagunya seolah ia merasakan hal tersebut, tak menyadari jika banyak orang yang sedang duduk di kursi didepan meja makan sedang memperhatikannya.
Try to deny it as much as you want
(menyangkalnya sebanyak yang kita inginkan)
But in time our feelings will show
(tapi pada saatnya perasaan kita akan terlihat)
Cause sooner or later
(karena cepat atau lambat)
We'll wonder why we gave up
(kita akan bertanya-tanya mengapa kita menyerah)
The truth is, everyone knows
(yang benar adalah, semua orang tahu)
How almost, almost is never enough
(bagaimana hampir, hampir tidak pernah cukup)
So close to being in love
(begitu dekat dengan jatuh cinta)
If I would have known that you wanted me
(jika aku mengetahui bahwa kau menginginkanku)
The way I wanted you
(seperti aku menginginkanmu)
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
(maka mungkin kita tidak akan jadi dua dunia yang terpisah)
But right here in each others arms
(tapi disini dipelukan kita)
And we almost, we almost knew what love was
(dan kita hampir, kita hampir tahu cinta itu apa)
But almost is never enough….
(tapi hampir tidak pernah cukup…..)
Dan nada sedikit tinggipun mengakhiri nyanyian Naruto, Naruto menikmati angin yang membelai wajahnya sekali-kali tangannya membelai lembut burung yang hinggap di pianonya yang tidak takut sama sekali ketika Naruto menyentuh mereka bahkan burung tersebut terbang dan hinggap di bahunya. Naruto terkekeh senang.
"Kalian suka dengan lagunya huh?" tanya Naruto pada burung-burung tersebut yang tentu saja tidak dijawab sama sekali oleh burung tersebut. Naruto terdiam sebentar.
"Menurut kalian jika aku berhenti untuk segalanya, apa yang akan terjadi?" Naruto tersenyum kecil dan menghembuskan nafasnya keras. "Kalian tahu? Aku… sudah tidak terlalu sanggup bertahan, bahkan efeknyapun sudah terasa walau tanpa diperiksa sekalipun. Ahh~ aku harus membuat resep itu lagi tebayou! Tapi apakah itu akan berhasil untuk kedua kalinya? Hei! Menurut kalian apa aku akan mati jika aku mengulangnya untuk kedua kali?" tanya Naruto lagi pada burung-burung itu. Sedikit demi sedikit air mata Naruto sedikit menetes dan hampir terisak jika Naruto tak menutup mulutnya dengan tangannya.
"Bahkan aku tak tahu apa yang kulakukan selama ini sudah benar atau tidak, aku hanya berharap mereka semua bahagia, kalian tahu? bahkan aku tak peduli lagi dengan nyawaku. Jika kebahagiaan serta keselamatan mereka terjamin dengan kematianku, maka dengan suka rela aku menyerahkan jantungku karena alasanku untuk hidup sekarang adalah membuat mereka bahagia… Heh! Kenapa aku menagis ya?! Hehehe baka!" Naruto menggelengkan kepalanya dan menepuk pipinya keras-keras. "Yosh! Aku harus semangat! Tidak boleh ada yang tahu aku menangis, jika mereka tahu mereka akan kawatir padaku dan aku tak suka itu tebayou~" ucap Naruto semangat sambil mengepalkan tangannya ke udara.
"KALIAN DENGAR ITU? NAMIKAZE UZUMAKI NARUTO TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH AAAHH!" Naruto berteriak kencang meluapkan emosinya, burung-burung yang kaget mendengar teriakan Narutopun berterbangan tak tentu arah dan membuat mereka tertabarak satu sama lain dan terjatuh, burung-burung itupun bangun dan terbang keluar secepat kilat menjauhi Naruto karena tidak ingin diteriaki lagi. Naruto yang melihatnya tertawa merasa cukup terhibur karena kelakuan burung-burung itu.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
Naruto membalikan tubuhnya dan terkaget ketika mendapati semuanya yang sudah duduk manis menatap dirinya.
"Se-sejak kapan kalian di si-situ?"
"Sejak kau berteriak" sahut Kyuubi bohong sambil memakan apel dengan pelan mencerna perkataan Naruto sebelumnya.
"Ano Naruto apa maksudmu saat kau mengatakan jika kau akan mati?" tanya Kiba polos, mendengar itu Naruto menghela nafasnya tahu bahwa perkataanya di dengar dari pertama oleh mereka.
"Ck Baka!" Kyuubi berkata sambil menjitak kepala Kiba.
"Hahaha tenang saja Naru tak akan mati kok, Naru hanya melantur saja tadi.." jawab Naruto asal sambil mengambil banyak roti isi sampai piringnya penuh dan memakannya dengan lahap tak ia pedulikan perkataan Menma yang menyuruhnya makan dengan pelan bahkan Naruto menyadari semua orang tidak memakan sarapannya karena terlalu terfokus melihat dirinya.
"Naru aku harap kau tidak merahasiakan apapun dariku" ucap Kyuubi dengan menggunakan bahasa syarat yang hanya Naruto saja mengerti, bahasa isyarat ketika mereka berdua gunakan saat bekerja di lab dulu saat Naruto belum menghentikan pekerjaannya sebagai ilmuan atau digunakan saat mengatakan rahasia yang penting yang tidak boleh diketahui orang. Yah hanya mereka berdua saja yang mengetahui bahasa isyarat ini.
"Cepat atau lambat kau akan tahu, aku tidak merahasiakannya hanya saja belum bisa memberitahukannya. Daripada aku lebih baik kau menghawatirkan kandunganmu, aku dengar kau sering muntah dan mengeluarkan makananmu bahkan berat badanmu menurun lebih dari batas normal. Aku sudah membuat obat untukmu.." Naruto memberikan pil pada Kyuubi. "pil itu akan mengatasi mual dan muntahmu, bahkan itu berisi nutrisi yang lengkap bahan yang kugunakanpun sangat alami jadi sangat aman digunakan baik untukmu dan janinmu, tenang saja itu tidak ada efek samping sama sekali dan aku sudah memberikan rasa agar kau tidak mual saat memakannya. Simpanlah dan gunakan sehabis makan 3x sehari" ucap Naruto tanpa melihat Kyuubi, ia terlalu sibuk untuk menghabiskan sarapannya lebih tepatnya menghindari tatapan Kyuubi sedangkan Kyuubi masih menatap lurus kearah Naruto.
"Kau mengalihkan pembicaraan huh? Naru?" ejek Kyuubi setelah terdiam cukup lama namun Naruto tidak menjawabnya. "Apakah kau akan tetap bungkam setelah semuanya terjadi? Sama seperti waktu itu? Tidak bisakah kau sedikit terbuka walaupun hanya padaku, Menma, Shion atau Iruka? Tidak tahukah kau kami sangat menghawatirkanmu? Bahkan Mikoto-kaasan hampir mati jantungan ketika ia tahu saat dulu kau seorang pemakai, berkelahi, bahkan kau hampir mati karena ikut balap liar…"
"Diam…" Naruto menghentikan makannya menunduk kearah bawah, tangannya yang memegang roti isi itu bergetar dan tubuhnya juga ikut bergetar menahan gejolak untuk tidak membentak pamannya itu. Kyuubi yang tahu reaksi Naruto tetap berbicara, ia tidak peduli jika Naruto akan membentaknya setidaknya dengan itu Naruto mau sedikit terbuka dengan mereka sungguh Kyuubi tidak bermaksud menekan Naruto seperti ini hanya saja ia tidak ingin sifat Naruto yang dulu kembali hanya karena memendam masalahnya sendirian. Tidak! Sampai matipun Kyuubi tidak ingin melihat Naruto depresi dan membahayakan dirinya lagi, apapun yang terjadi dia akan melindungi Naruto.
"Mereka selalu was-was Naru, mereka takut akan terjadi apa-apa padamu tidakkah kau mengerti perasaan mereka? Walaupun kau tidak ingin kami membantumu setidaknya ceritakanlah pada kami jika kau memiliki masalah, itu akan sangat meringankan bebanmu bahkan jika kau ingin meminta bantuan mintalah tidak usah segan karena kami akan selalu bersamamu dan melindungimu tanpa kau sadari Naru!"
"D . I. A. M" ucap Naruto dengan menekankan setiap katanya.
"Kau tahu Naru ini bukan salahmu, bahkan kau sudah menangkap kakek Bangka itu! Dialah yang salah! Dialah yang membunuh orang tua Menma dan bahkan ratusan jiwa orang melayang karenanya dan juga Kaasan dan Tousanmu—"
"AKU BILANG DIAM!" ucapan Kyuubi terputus ketika Naruto berteriak menggebrak meja makannya dan menatap Kyuubi tajam, tidak ia pedulikan tatapan bingung dan kaget yang mengarah pada mereka berdua. Kyuubi menghela nafasnya menghilangkan rasa kaget saat Naruto berteriak tadi, jujur Kyuubi cukup gemetar tadi melihat perubahan Naruto yang sudah ketahap kitsune.
"Kau tak perlu menyalahkan dirimu Naru, kau tidak perlu menyalahkan dirimu atas kematian Tousan, Kaasanmu, dan yang lainnya… karena itu bukan kesalahanmu, sungguh aku tidak kuat lagi melihat dirimu yang menyalahkan dirimu sendiri. Jika bersujut bisa membuatmu kembali pada Naruto yang seceria dan sebahagia dulu tanpa ada kepalsuan dan beban dipundaknya maka dengan senang hati aku akan melakukannya" ucap Kyuubi yang tanpa sadar air matanya menetes, F*c* sungguh Kyuubi benci terlihat lemah seperti ini apalagi didepan banyak orang salahkan moodswingnya yang kumat semenjak ia hamil. Itachi yang duduk disebelahnya menggenggam tangan Kyuubi yang tersembunyi di bawah meja dengan erat menenangkan Kyuubi walau ia sendiri tak tahu apa yang di bahas oleh Kyuubi dan Naruto, Menmapun melakukan hal yang sama seperti Itachi pada Naruto walau ia tak mengerti apa yang mereka katakan. Sementara itu Sasuke menepuk bahu Naruto pelan, Naruto yang tersadar jika ia tadi membentak Kyuubi menghela nafasnya keras.
"Maaf Kyuu~" Naruto berdiri dan mencondongkan tubuhnya kedepan untuk menghapus air mata yang mengalir dari pipi Kyuubi yang duduk di balik meja depan Naruto. "Aku hanya memilih apa yang terbaik untuk semuanya" ucap Naruto lemah.
"YANG TERBAIK UNTUK SEMUANYA TAPI TIDAK UNTUKMU NARU!" sanggah Kyuubi keras dan menepis tangan Naruto yang mengusap pipinya dengan kasar. Naruto menghela nafasnya lagi, iapun menegakkan tubuhnya kembali memandang Kyuubi sebentar dengan tatapan sedih dan mengalihkan pandangannya kearah Mikoto dan Fugaku.
"Kaasan tousan Naru mau berangkat sekolah, hari ini ada pelajaran olahraga basket. Naru tak mau telat jadi Naru mau berangkat sekarang saja supaya Naru bisa santai-santai di kelas" ucap Naruto sambil mengucup pipi Mikoto, Fugaku, Tsunade, Jiraya, dll kecuali Sasuke cs, Hinata dan Sakura.
"Tapi Naru-chan kau masih sakit, istirahatlah dulu sehari ini" saran Mikoto dan diberi anggukan singkat oleh Fugaku, Tsunade, Jiraya, Menma, Itachi dan Sasuke.
"Tenang saja kaasan Naru sudah sehat kok, buktinya Naru makan banyak" ucap Naruto sambil tersenyum memperlihatkan giginya. "Sakura-chan dan Hinata-chan mau ikut Naru berangkat bareng?" tanya Naruto pada Sakura yang duduk di sebelah kanan Sasuke dan Hinata yang duduk di sebelah Kiba.
"Tidak aku akan berangkat dengan Sasuke-kun saja" jawab Sakura pelan sambil menatap Naruto.
"Umn a-ano gomen Naru-chan aku akan berangkat dengan Kiba dan Neji-nii" jawab Hinata pelan.
"Um begitu baiklah Naru akan berangkat sendiri saja. Oh iya Sakura dan teman-teman, Naru lupa kasi tahu kalau Naru itu anak angkat Fugaku-tousan dan Mikoto-kaasan jadi bisa dibilang Naru itu adik tiri Sasuke dan Itachi-nii maaf Naru tak mengatakannya dari awal. Oh iya maaf pagi-pagi begini Naru berteriak dan berbicara kasar sehingga membuat mood kalian menjadi buruk. Lupakan saja apa yang kalian dengar dan kalian lihat tadi, lanjutkan saja sarapan kalian. Naru mau berangkat dulu ya, byee~" pamit Naruto.
"Aku tidak mengerti denganmu, bahkan kau tidak membiarkan kakek Bangka itu menerima hukumannya dan bahkan kau membiarkannya bernafas hingga saat ini dan membiayai keluarganya padahal dia sudah membunuh. Seharusnya kau membencinya tapi kau tidak membalasnya sama sekali. Sebenarnya apa yang kau pikirkan?" ucap Kyuubi menghentikan langkah Naruto untuk keluar.
"Aku hanya memberikan kesempatan kedua baginya bukankah setiap orang memiliki kesempatan itu?" ucap Naruto sambil menatap Kyuubi lagi dengan pandangan bertanya dan senyum kecil di bibirnya. "Lagipula ia sudah mendapat ganjarannya dengan dipenjara seumur hidupnya. Oh aku juga tidak mau masuk ke dalam lingkaran setan jika aku membunuhnya, aku yakin kau pasti tahu apa yang ku maksud dari lingkaran setan itukan Kyuu? Dengan mengorbankan keluargaku? Maaf Kyuu aku tidak mau, kumohon jangan bahas ini lagi Kyuu" ucap Naruto terakhir kali dan meninggalkan tempat makan itu menuju kesekolahnya menggunakan mobil kesayangannya. Saat Naruto keluar dari ruang makan Menma ingin mengejarnya dan akan mengantarkan Naruto kesekolah tapi saat ia akan beranjak dari tempat duduknya Sasuke beranjak bangun.
"Kaasan aku akan mengantar Naruto" ucap Sasuke.
"Hmm baiklah kau bisa berangkat bersama Naruto dan Sakura, tidak apakan Sakura?" kata Mikoto sambil bertanya pada Sakura.
"Hn, tidak Sakura akan berangkat dengan mobil Neji" tolak Sasuke, Sakura yang mendengar itu sedikit kaget dan akan menolaknya jika saja tak diberi tatapan mematikan oleh Sasuke.
"Haah~ baiklah berhati-hatilah saat mengemudi dan tolong jaga Naru untuk kaasan, dia sedang dalam kondisi yang tidak baik"
"Hn" ucap singkat Sasuke terakhir kali sebelum menyusul Naruto dan berangkat bersama ke KHS. Sedangkan Menma ia menatap intens kepergian Sasuke dengan senyum yang sangat sangat sangat tipis sehingga sulit dilihat oleh orang.
"Kau kenapa Menma?" tanya Shikamaru ketika mendapati Menma menatap intens Sasuke yang akan pergi.
"Hn" jawab Menma singkat sambil meminum susu miliknya.
"Ck, mendokusai" ucap Shikamaru bosan mendapati jawaban yang mirip seperti Sasuke yang merupakan sepupunya yang Uchiha itu.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
"Terimakasih ya teme…" ucap Naruto sambil menatap Sasuke yang sedang menyetir. Sasuke melirik Naruto dengan sudut matanya.
"Hn?"
"Kalau kau tak menepuk bahuku aku pasti akan lepas kendali. terimakasih" ucap Naruto sambil tersenyum lembut.
Sasuke's pov
'Kutatap wajahnya yang tersenyum cantik sambil mengucapkan terimakasih padaku, sungguh aku tidak tahu kenapa aku melakukan hal semacam menepuk bahu Naruto saat kondisi Naruto yang menurutku sangat mengerikan… dapat kulihat sekilas matanya yang sangat kukagumi itu berubah menjadi sangat gelap penuh dengan rasa benci, sedih, kecewa di dalamnya yang bahkan aku tak tahu kenapa bisa seperti itu dan saat itupun aku refleks menepuk bahunya bahkan aku akan memeluknya jika saja aku tidak ingat dimana aku berada. Sungguh rasanya aku sangat sedih dan terluka ketika melihatnya seperti itu bahkan aku merasakan jika Naruto akan pergi… Tidak! Dia tak akan membiarkan Naruto pergi dari sisinya! Sungguh aku tidak bisa hidup tanpa dirinya, bahkan ia baru saja mengetahui Naruto adalah gadis kesayangannya setelah sekian lama ia tak bertemu dengan Naruto. Persetan bahwa kita bersaudara lagipula Naruto bukan saudara kandungku beda ibu dan beda ayah jadi tidak masalahkan jika ia mencintainya? Mencintai Narutonya… tak ia biarkan Naruto menjadi sedih seperti tadi, aku akan menanyakan pada Kyuubi apa yang sebenarnya ia dan Naruto bicarakan sehingga Naruto menjadi sosok yang berbeda seperti itu. Ya aku akan menanyakannya nanti….' Ucap Sasuke dalam hati.
End of Sasuke's POV
Perjalanan mereka ke sekolahpun dijalani dengan keheningan, Sasuke memarkirkan mobilnya dan merekapun keluar dari mobilnya.
"Teme kau mau langsung ganti baju?" tanya Naruto karena jam pertama mereka adalah pelajaran olahraga.
"Hn"
"Maksudmu apa teme? Iya atau tidak?"
"Hn, memangnya kenapa dobe? Kau mau menggantikan bajuku?"
"Heh? Menggantikan bajumu? Memangnya sudah sebesar ini kau masih tidak bisa mengganti bajumu sendiri?" tanya Naruto dengan muka kelewat polos membuat Sasuke menahan senyumnya.
"Hn, aku tidak bisa menggantinya sendiri" bohong Sasuke.
"Ck teme kau itu payah sekali aku saja sudah bisa memakai bajuku sendiri sejak umurku 10 tahun" bangga Naruto, tentu saja bangga karena sejak kecil ia selalu saja dipakaikan baju oleh Iruka dan tidak terlalu memikirkan penampilannya makanya ia baru bisa memakai bajunya sendiri sejak umur 10 tahun.
"Ppft 10 tahun? Benarkah?"
"Ya 10 tahun hebatkan? Hehehe" bangga Naruto sambil nyengir.
"Hn, tak salah aku memanggilmu dobe"
"Heh? Apa maksudmu dengan memanggilku seperti itu? Dengar ya, masih mending aku bisa memakai baju walaupun saat umurku 10 tahun. Dari pada kau yang lebih tua daripada aku hingga saat ini tidak bisa mengganti bajunya sendiri bweek…" ejek Naruto sambil memeletkan lidahnya.
"Hn, jadi kau mau mengganti bajuku?" tanya Sasuke jahil.
"Tidak! Karena kau sudah mengejekku aku tidak mau menggantikan bajumu, dasar teme jelek bweeek!" ucap Naruto terakhir kali sambil berlari meninggalkan Sasuke di belakangnya.
"Ck dobe tunggu aku!" ucap Sasuke kesal karena ditinggalkan Naruto tapi dalam hatinya ia sangat senang, senang ketika Narutonya telah kembali.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
"Teme, siapa itu?"tanya Naruto pada Sasuke yang sedang melakukan pemanasan sebelum olah raga nanti, iapun menunjuk seorang laki-laki dengan model rambut cukur mangkok, alis tebal, dan mengenakan pakaian serba hijau yang mirip seperti Guy-senseinya itu sibuk memasukan bola basket kedalam ring untuk mencetak tree point yang selalu gagal ia lakukan.
"Hn, Lee anak kelas 2-F" ucap singkat Sasuke, Narutopun mengangguk mengerti lalu memandang Lee lagi sambil melakukan pemanasan.
"Jadi kali ini kita akan olah raga bareng adik kelas 2F ya" ucap Kiba yang baru datang dari mengganti bajunya bersama teman-temannya yang lain.
"Hinata-chan~" panggil Naruto manja dan segera memeluk Hinata erat dan mengusap-ngusapkan pipinya ke pipi Hinata 'Hinata kawai~' ucap Naruto dalam hati kelewat OOC ketika melihat Hinata memakai baju olahraganya padahal Hinata terlihat biasa saja maksudnya culun seperti biasa dengan celana trening dan baju lengan panjang (note: pelajaran olahraga di KHS, murid bebas memakai baju olahraga sesuka hati mereka asal tak berlebihan). Hinata yang diperlakukan begitu hanya diam seperti patung. Sedangkan orang-orang yang tidak biasa melihat Naruto seperti itu termasuk kelas 2F yang memperhatikan kakak kelas 3-A yang kebanyakan berisi Prince dan Princess KHS itupun ber-sweetdrop.
"Hei Naru lepaskan Hinata-chanku!" ujar Kiba sambil menarik Hinata dari pelukan maut Naruto.
Naruto merenggut sebal. "Huh! tidak mau! Hinata tetap bersama Naru~!" ucap Naruto menarik Hinata kepelukannya, Kiba yang juga tak terima menarik Hinata kembali sehingga terjadi perebutan Hinata dengan Naruto dan Kiba.
PRIIIIT! Suara peluit berbunyi nyaring dan bergema di setiap sudut lapangan indoor basket, membuat telinga setiap murid tersebut berdengung nyaring.
"YOSH! Anak-anak kembangkan semangat masa muda kalian! Hari ini sensei akan mengambil nilai basket untuk kelas 2F dari yang sensei ajarkan sebelumnya dan untuk kelas 3A sensei akan ajarkan slam dunk! Tapi sebelum itu kalian semua akan lakukan pemanasan dengan lari keliling KHS 20 kali!"
"HAIK SENSEI!" ucap semangat Naruto sedangkan yang lainnya hanya menghela nafasnya berharap mereka akan pingsan dan dibawa UKS dibandingkan mereka harus mengelilingi KHS yang luasnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Merekapun berlari pelan meninggalkan Sasuke cs, Naruto cs, dan Sakura cs.
"Yosh! Naru siap!" ucap Naruto sambil mengambil ancang-ancang seperti akan mengikuti lomba lari jarak jauh. Narutopun menghitung mundur dan dengan kecepatan larinya ia melewati setiap orang yang sudah berlari duluan tadi dan meninggalkan Sasuke cs, Hinata, dan Sakura cs. Mereka yang melihat kecepatan berlari Narutopun memandang takjub yang tampak sekilas ketika Naruto berlari kencang yang menciptakan kilat kuning, itupun terjadi pada Guy yang takjub akan semangat Naruto iapun berkoar-koar menyemangati Naruto dan yang lainnya dengan betapa indahnya semangat masa muda.
"Mendokusei, dia kan baru sembuh malah berlari seperti itu" ucap Shikamaru sambil menguap.
"A-aku kawatir" ucap Hinata.
"Kau sedang apa Sasuke?" ucap datar Gaara yang bingung dengan Sasuke yang sudah melepas jaketnya sehingga memperlihatkan otot dilengannya yang hanya mengenakan baju tanpa lengan. Sasukepun mengambil posisi bersiap seperti Naruto tadi.
"Hn, menjaga rubah itu" ucap Sasuke terakhir kali sebelum berlari kencang melebihi rata-rata meninggalkan teman-temannya.
"Sasuke-kun! Tunggu aku!" ucap Sakura kencang iapun ikut berlari cepat melewati orang-orang yang berlari duluan tadi tapi kecepatan Sakura yang terbilang cepat itu tidak bisa menyamai kecepatan berlari Shikamaru, Neji, Kiba dan Hinata apalagi menyamai kecepatan Naruto dan Sasuke yang seperti kecepatan cahaya itu, sedangkan teman-temannya pun dengan malas mengekor bersama Sakura.
"Kelihatannya semakin seru saja! Seperti sedang bermain kejar tangkap, Yosh! Aku juga tak mau kalah. Akan kutunjukan kemampuanku! Ayo Hinata!" ucap Kiba semangat.
"Ha-haik!" mereka pun berlari cepat melewati Sakura cs dan mengejar Sasuke dan Naruto.
"Aku akan mengejar mereka" ucap Gaara setelah melemaskan sedikit ototnya, iapun berlari kencang meninggalkan Neji dan Shikamaru yang masih berdiri santai di depan garis start.
"Hm, sepertinya giliranku untuk mengejar mereka sekarang" ucap Neji yang mengambil ancang-ancang dan iapun melesat cepat meninggalkan Shikamaru yang sendirian.
"Mendokusai" Shikamaru menghela nafas sebentar lalu menyeringai tipis dan mengambil ancang-ancang berlari. "Untuk pertama kalinya yang lainnya bersemangat melakukan hal yang membosankan seperti ini, baiklah aku juga tidak akan kalah" ucap Shikamaru sambil berlari cepat meninggalkan debu yang bertebangan dibelakangnya.
Sungguh Guy yang melihat ini menangis terharu karena untuk pertama kalinya murid-muridnya semangat di jam pelajarannya biasanya hanya Lee dan Hinata saja yang semangat tidak untuk Sasuke cs apalagi Shikamaru yang selalu menguap bosan. Bagi mereka tidak sulit melakukan hal sepele seperti berlari 20x, mereka pasti akan mulai berlari setelah semua berhasil berlari minimal sekitar 10x tapi walau begitu mereka tidak menjadi orang yang paling terakhir malah menjadi orang pertama sampai di garis finish dan merekapun berlari sesuai dengan suruhan Guy sendiri yakni 20x tidak lebih dan tidak kurang. Darimana Guy tahu mereka berlari sesuai yang telah ditentukan? Tentu saja Guy sendiri yang mengamatinya. Mungkin karena itu juga mereka dijuluki Prince karena tentu saja selain kejeniusan, kekayaan, dan ketampanan mereka harus memiliki talenta diatas rata-rata orang normal. Sedangkan Sakura selain cantik dan kaya, ia juga memiliki talentanya sendiri yakni ia memiliki suara yang bagus jika ia bernyanyi dan ia juga pandai dalam ilmu IPA kedokteran itulah mengapa ia di panggil Princess lagipula ia juga bertunangan dengan salah satu Prince jadi ya begitulah~ sedangkan teman-teman Sakura yakni Ino memiliki talenta yakni pandai menari balet dan menari di atas es, dan Tenten yang pandai dalam ilmu bela diri. Sebenarnya Hinata sendiri bisa dikatakan sebagai Princess karena ia juga memiliki talenta yang bahkan melebihi Sakura hanya saja penampilannya yang culun menutup kemungkinan dan bahkan murid-murid KHS ragu untuk menjulukinya sebagai Princess. Kembali ke topik awal. Semenjak kedatangan Naruto semua tampak berbeda, Prince yang biasanya ogah-ogahan mengikuti kegiatan di sekolah menjadi semangat dan tertarik mengikuti kegiatan itu aah~ bagaikan dewi yang datang memberi berkah bagi para guru yang sudah lelah memberitahu Prince agar tak malas. Sepertinya Guy harus memberi hadiah pada Naruto, ingatkan Guy bahwa ia harus mentraktir Naruto jam istirahat nanti.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
"Ah~~ lelahnya~" ucap Naruto berbaring lemas di tengah-tengah lapangan basket untuk mengistirahatkan tubuhnya sambil menunggu yang lainnya datang, untung saja lapangan basket indoor ini ada AC nya kalau tidak bisa dipastikan Naruto akan mati kepanasan karena pengap. Muka Naruto memerah karena panas tubuhnya meningkat sehabis berlari tadi, keringatnya mengalir deras dari dahi turun membasahi leher jenjangnya yang tampak mengkilap terkena pantulan cahaya lampu sungguh pemandangan sangat erotis bagi siapapun yang melihatnya, suara tak beraturan akibat ngos-ngosan Naruto pun terdengar seperti suara yang dapat meningkatkan libido setiap lelaki disana bahkan Neji, Gaara, Shikamaru, dan Kibapun menutup hidung mereka mencegah darah keluar dari hidungnya bahkan wajah Hinata nampak merona melihat Naruto yang bagi mereka terlihat erotis walau Naruto sendiri tak menyadarinya untung saja mereka berenam sampai paling pertama kalau tidak bisa dipastikan lapangan ini akan penuh dengan darah akibat para murid yang mimisan melihat tingkah erotis Naruto. Sasuke yang tidak ingin Narutonya terlihat erotis di mata orang lainpun melemparkan handuk kecil dan menutup wajah Naruto.
"Hei apa-apan ini teme!" ucap Naruto kesal, sudah tahu ia susah mengatur nafasnya wajahnya malah ditutup yang makin membuat Naruto sulit bernafas.
"Hn payah segitu saja kau sudah kelelahan seperti itu" ucap Sasuke mengejek Naruto yang susah payah mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Cih tentu saja kelelahan, Naru sudah lama tak olahraga sedangkan kau sudah sering olahraga bersama Guy-sensei. Tentu saja kau akan terbiasa" ucap Naruto merenggut tidak terima jika ia diremehkan, ia kan baru pertama kali mendapatkan jam olahraga disekolah ini.
"Hn, dobe"
"Iis apa-apaan sih kau teme!"
Plok! Plok! Plok! "Baik anak-anak kelas 3A, harap kumpul sensei akan mengajarkan cara slam dunk dan bagi kelas 2F kalian berlatihlah dribel dan tri point nanti sensei akan menilai untuk test kalian. Ayo mina! Keluarkan semangat masa muda kalian!" ucap Guy setelah menepuk tangannya agar anak didiknya memperhatikannya.
"Haik sensei" jawab lemas murid-murid kelelahan setelah berlari jauh tadi padahal banyak yang tidak menyelesaikan suruhan Guy untuk berlari 20x. Setelah memastikan murid kelas 2F mulai berlatih untuk nilai test mereka, Guy pun memberi intruksi bagi siswa kelas 3A untuk berlatih slam dungk dan Sasuke mantan kapten basket memberi contoh untuk latihan ini.
"Yosh! Sensei Naru mau coba slam dungk!" Naruto mengangkat tangannya sebagai orang yang ingin mencoba mempraktekkan slam dungk itu kecuali bagi Sasuke cs yang mantan pemain basket tentu saja tak terlalu tertarik untuk mencobanya karena sudah biasa tapi mereka tertarik saat melihat untuk pertama kalinya seorang perempuan bersemangat dalam hal berbau kelakian itu, ya bagi Sasuke cs Naruto itu limited edicion yang susah ditebak kepribadiannya kadang-kadang sangat tomboy, kadang-kadang sangat feminim, kadang-kadang pendiam, kadang-kadang sangat cerewet, dan kadang bersikap layaknya Shikamaru, dan Kiba yang kelewat semangat sehingga membuat mereka tertarik dengan hal apa saja yang dilakukan Naruto tiap harinya. 'Naruto itu penuh kejutan' pikir mereka dalam hati menilai sosok Naruto di mata mereka.
"Tentu saja Naru, sensei senang dengan semangat masa mudamu!" ucap Guy sambil menyerahkan bola basket ketangan Naruto. Semuapun memandang penasaran apakah Naruto bisa melakukan lompatan tinggi untuk slam dungk itu karena Naruto merupakan siswi yang dikatakan pendek yang hanya memiliki tinggi 160 sedangkan siswi yang lain memiliki tinggi 165-172 sedang siswa 170-180, anak kelas 2F ikut menyaksikan percobaan Naruto meninggalkan latihan mereka.
Narutopun menghela nafasnya mempersiapkan diri sebelum melakukannya, setelah dirasa cukup Naruto melakukan dribel dan berlari kencang menuju ring basket dan setelah itu Hup! Naruto melompat tinggi, seakan-akan waktu disekelilingnya menjadi slow motion semua yang melihatnya melongo seperti melihat bayangan sayap di punggung Naruto yang melompat tinggi itu dan seketika bola basket itupun masuk ke dalam ring dengan sangat sempurna dengan Naruto yang mendarat dengan sempurna juga.
Plok! Plok! Plok! Satu orang siswa yang telah tersadar dari keterpukauannya menepuk tangannya dengan lantang yang lama-lama diikuti oleh siswa-siswi lainnya sehingga menciptakan suara yang bergemuruh akibat pantulan gema suara dilapangan indoor basket itu. Narutopun menyengir lebar di kala semua bertepuk tangan padanya termasuk Neji, Shikamaru, Gaara, Hinata yang bertepuk tangan dengan lantang dengan Kiba yang bersiul kencang. Naruto menoleh ke samping kanannya menatap Sasuke yang tersenyum simpul dan menepuk kepala Naruto pelan menambah cengiran Naruto makin lebar.
"Bravo! Bravo! Naru pervecto!" Guy menepuk tangannya kencang kagum karena baru pertama kali ada perempuan di KHS yang bisa melompat tinggi seperti itu walupun Naruto bertubuh mungil dibandingkan yang lainnya. Guy menepuk bahu Naruto bangga. "Darimana kau belajar slam dungk seperti itu Naruto? Gerakanmu sangat ringan saat melompat tadi"
"Hehehe Naru diajari mendiang Daddy(Minato) waktu di Amerika dulu"
"Oh gomen Naru sensei tak bermaksud—"
"Tidak apa-apa sensei, lagipula kejadian itu sudah lama sekali" ucap Naruto memotong ucapan senseinya.
"Sensei suka semangatmu Naruto! Teruskan semangat masa mudamu! Sensei mau test murid 2F. kelas 3A kalian boleh beristirahat!" ucapan Guy bagai suara yang datang dari surga dan disambut semangat oleh kelas 3A sedangkan kelas 2F sedikit tegang karena akan memulai testnya. Narutopun berjalan kearah Sasuke cs dan Hinata, lalu merebahkan kepalanya di bahu Gaara dengan kaki yang menindih kaki Shikamaru yang duduk didepannya. Hinata memberikan minuman pada Naruto dan Naruto segera meminumnya.
"Capek~" ujar Naruto sambil menyenderkan kepalanya lagi di bahu Gaara. Gaara mengelus rambut panjang Naruto yang diikat satu itu.
"Istirhatlah" ujar Gaara.
"Hn" Sasuke menarik Naruto agar berbaring di pahanya.
"Uuh apa-apaan sih teme!" Naruto merenggut sebal.
"Hn, kau harus mengistirahatkan tubuhmu untuk mengembalikan staminamu" ucap Sasuke penuh perhatian sambil mengelus puncak kepala Naruto pelan sehingga membuat Naruto relax.
"Hei Naru tidak sopan kau memanggil kakakmu dengan sebutan seperti itu, seharusnya kau memanggil nii-san" ucap Kiba mengajarkan Naruto.
Naruto mempautkan bibir cerinya. "Biarkan saja lagipula orangnya tidak keberatan sama sekali. Iakan teme onii-san" ucap Naruto sambil menyeringai jail.
"Hn, Do. Be-chan" ucap Sasuke tersenyum kecil menakutkan sambil menarik sebelah pipi Naruto yang chubby. Naruto yang tidak terima pipinya sakit sendiri membalas Sasuke dengan mencubit kedua pipi Sasuke dengan lebar membuat mata Sasuke sedikit menyipit akibat pipinya yang ditarik dengan lebar. Gaara, Shikamaru, Neji, Hinata tertawa melihat muka Sasuke yang datar bisa berubah terlihat lucu seperti itu terutama Kiba yang tertawa paling keras. Sasuke mendeathglare Kiba dengan Naruto yang masih menarik pipinya, membuat Kiba makin tertawa karena tatapan tajam Sasuke yang tidak cocok dengan tampangnya sekarang.
"Lepaskan Do. Be"
"Tidak mau sampai kau melepaskan pipiku. Huhuhu Gaara-nii sakiit~" ucap Naruto meminta bantuan pada Gaara untuk melepaskan cubitan Sasuke yang cukup keras di kedua pipinya sambil melanyangkan tatapan ala kucing terbuang.
"Sasuke" ucap Gaara tidak tega melihat adik kecilnya kesakitan.
"Hn" Sasuke melepaskan tangannya dari pipi Naruto yang sudah memerah akibat cubitannya. Narutopun melepas cubitannya dari kedua pipi Sasuke yang juga memerah karena cubitannya.
"Uuh sakitt~"
"Hn" Cup Cup. Sasuke mencium kedua pipi Naruto yang memerah. "Biar tidak sakit lagi" lanjut Sasuke. Gaara dan Neji mendengus mendengar ucapan Sasuke, Hinata yang memerah melihat adegan SasuNaru live didepannya walau hanya cipikacipiki(cium pipi kanan cium pipi kiri), dan Kiba yang nyengir ga jelas.
"Cih. Mendokusai"
"Dasar modus" ucap Neji mengejek Sasuke.
"Untung saja jidat lebar dan kawan-kawannya pergi ke UKS untuk istirahat(membolos)" ucap Kiba mendesah lega.
"Ta-tapi ka-kalau teman-temannya yang lain memberitahukan bagaimana? Rubah(Naruto) akan bahaya" ucap Hinata memanggil Naruto dengan rubah sebagai teka-teki obrolan ringan mereka agar tidak diketahui oleh Naruto sendiri.
"Tenang saja aku akan membungkam mereka" ucap Gaara santai.
"Mendokusai, jujur saja Sasuke aku lebih setuju jika kau bersama rubah dibandingkan dengan jidat lebar itu. Karena kulihat kau lebih bahagia dengan rubah dibandingkan dengan jidat itu"
"Tenang saja Sasuke asalkan kau bahagia kami akan mendukungmu dengan rubah" ucap Neji sambil menepuk bahu Sasuke menyemangati.
"Hn, arigato" ucap Sasuke pelan, Naruto yang bingung dengan pembicaraan mereka hanya bisa mengerutkan alisnya dengan kepalanya yang bersender di paha Sasuke dimerengkan sedikit.
"Rubah? Jidat lebar? Siapa itu?" tanya Naruto pada Sasuke cs dan Hinata.
"Rahasia Naruto-chan~" ucap Kiba sambil menggelitik pinggang Naruto.
"Hei! Hei! Stop! Naru ga kuat dikelitikin Hahaha Hei!" ucap Naruto disela tawanya sambil menyingkirkan tangan Kiba dari pinggangnya.
"Oh jadi kau paling lemah dikelitikin. Sini Kiba aku bantu" ucap Neji jahil ikut menggelitiki Naruto.
"Hei! Jangan! Hahaha! Uuh~ Hinata-chan tolong Naru, hahaha stop! Gaara! Hahaha hentikan! Shika Naru ga kuat! Huhuhu Teme~~" rengek Naruto karena Kiba dan Neji tak menghentikan kelitikannya. Yang lain tertawa dan membiarkan Kiba Neji menggelitiki Naruto yang tampak lucu dengan manik biru Naruto yang mengeluarkan air mata karena tertawa terlalu banyak.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
"Ayolah Naruto, jangan ngambek terus. Kami hanya bercanda tadi" ucap Kiba pada Naruto yang merenggut sebal kepadanya. Semenjak aksi glitik-mengglitik selesai Naruto pergi dan menonton murid kelas 2F yang sedang test itu dan tidak bicara pada mereka. Naruto menekuk lututnya dan menaruh dagunya diatas lutut dengan pipi yang masih dikembungkan lucu.
"Lee" Guy memanggil Lee sebagai gilirannya untuk menilai test olahraganya. Naruto memandang Lee diam tak bersuara matanya menatap terfokus kearah depan dimana Lee diam.
Lee berdiri siap untuk melakukan tree point, ia melemparkan bolanya kearah ring dan gagal bolanya tak masuk. Guy memberikan kesempatan 2x untuk melakukan shot, tidak menyerah Leepun melemparkan bola keduanya ke ring dan gagal bolanya tidak masuk untuk kedua kalinya. Guy mendesah dan memanggil nama murid berikutnya. Naruto memandang Lee yang tampak sedih.
"Ah~ lagi-lagi Lee gagal" ucap Kiba. Naruto menoleh cepat kearah Kiba.
"Kau mengenalnya Kiba?" tanya Naruto, Kiba menatap bingung Naruto yang sudah tidak ngambek lagi.
"Tentu saja dia kan ikut klub basket sama seperti kami, dia orang yang sangat semangat dan pantang menyerah untuk mengejar mimpinya agar masuk di pemain inti basket dan mengikuti kejuaraan, karena tubuhnya pendek dibandingkan pemain yang lain jadi Lee hanya cocok sebagai pemain yang memasukan bola kedalam ring dengan tree point tapi hingga saat ini Lee sama sekali tak bisa memasukan bolanya bahkan tubuhnya lebih pendek tak bisa melewati tim lawan yang tingginya rata-rata 179-180 sama seperti kami. Oleh karena itu ia selalu menjadi pemain cadangan dan tak pernah masuk dan bertanding secara langsung di lapangan. Aku jadi kasihan padanya" ucap Kiba.
"Dunia memang terkadang tidak adil, kita manusia hanya perlu menjalaninya dan berharap akan selalu ada keajaiban datang" ucap Neji. Naruto menatap pada Lee yang berkoar bahwa jika suatu saat pasti bisa melakukan tree point dengan penuh semangat.
"Teme" panggil Naruto.
"Hn?" Sasuke melirik Naruto dari sudut matanya.
"Jika Naru bisa membuat Lee melakukan tree point dan melewati lawan. Maukah kau memasukan Lee ke tim inti?" ucap Naruto membuat Sasuke cs dan Hinata tertarik ketika mendengarnya.
"Woah Naruto kau serius dengan ucapanmu? Kau akan melatihnya?" tanya Kiba tidak percaya.
"Kalian sebenarnya sangat kecewa bukan ketika kalian tidak bisa memasukan Lee kedalam tim padahal dia sebenarnya memiliki skill yang cukup hanya saja kurang diasah. Melihat semangatnya Naru jadi ingin membantunya sedikit, dibandingkan dengan tim basket yang lainnya Naru pernah melihat Lee lebih semangat berlatih dan seharusnya Lee diberikan penghargaan berupa masuk ke tim inti karena semangatnya yang tak pernah padam" ucap Naruto sambil berdiri dan menggerakan badannya yang terasa kaku sambil tersenyum menatap Lee.
"Hn, kita lihat nanti" ucap Sasuke singkat sambil tersenyum setengah tertarik dengan perkataan Naruto.
"Ma-mau k-kemana Naru?" tanya Hinata gagap.
"Mau berlatih tree point" ucap Naruto berjalan menjauh dari Sasuke cs dan Hinata.
"Tu-tunggu Naru, a-aku ikut" ucap Hinata yang mengikuti Naruto, ia kawatir Naruto bisa tumbang kapan saja pasalnya ia mendengar cerita Kiba bahwa kemarin Naruto pingsan.
"Mendokusai dasar selalu saja anak itu melakukan hal yang tidak disangka-sangka seperti ini" ucap Shikamaru menatap kepergiaan Naruto dengan bosan, tapi tak luput dari pandangan Sasuke cs yang lain bahwa Shikamaru tertarik dengan perkataan Naruto terbukti dari bibir Shikamaru yang menunjukkan senyum kecil yang biasanya menguap bosan itu.
"Haah~ padahal Naruto dalam kondisi yang tidak baik" ucap Neji kawatir.
"Lee beruntung, Naruto memperhatikannya" ucap Gaara dengan senyum tipis.
TBC
Haloha semuanya, apa kabar? Lama tak berjumpa dengan kalian semua, hehehe…. (nyengir gaje)
Fic kali ini tidak disangka-sangka bakal sepanjang ini mungkin karena Rin terlalu lama update? Bisa jadi :D
Ok kali ini Rin menampilkan lagu Ariana Grande feat Nathan Sykes yang berjudul almost is never enough. Salah satu lagu yang Rin suka, bagus sih… hehehe coba dengerin yaa… oh ya di chap ini waktu Kyuubi cekcok ma Naru di ruang makan tu, mereka pake bahasa asing yang mereka buat sendiri sebagai bahasa isyarat jadi ga ada yang ngerti apa yang mereka bilang… udah Rin kasi huruf miring sih~ takut hilang aj…
Rin sengaja selalu ngasi lagu-lagu di beberapa chapter, Rin suka sih ma lagunya makaya sampe tak ketik dan nongol di fic.. semua lagu yang Rin munculin di fic itu lagu-lagu yang Rin suka. Semoga kalian tidak keberatan jika fic Rin kebanyakan isi lirik lagu (:
Nah sekarang adalah sesi balas Review:
Chapter 9:
choikim1310 : pntesan kyaa prnh dgr tuh lirik tnyta dear my familynya sm town lnjtt thorrrr
Balasan: iia itu memang pya SM Town, bagus kan lagunya….
Uzumaki Prince Dobe-Nii : Gyaaaaa Rin, yg mau d ucapin Hinaya itu apa,. Naru suka Menma ya!? . kyaaaaa ada MenmaNaruuuuuu, Lanjut ya Rin, smangat :3
Balasan: Yaa gitu deh hahaha…. Ok makasih atas semangatnya… hohoho
hanafid :Lanjuttt..! :D}{
balasan: sudah lanjut ko :D
blackblues: lanjuttt!,update kilat yayya :-)
balasan: sudah lanjut koo… Rin usahain update secepatnya…. :D
alta0sapphire: apa menma menyukai naru ? semoga tidak.. oke lanjut
balasan: Itu rahasia, oke deh sudah lanjut nih!
Dewi15: lanjut dong,,penasaran nih..
Balasan: ini sudah lanjut… hehehe maaf lama menunggu
julihrc: Ini bisa sampai berapa chapters?
Balasan: kalo ditaya gitu Rin jga ga tahu hehehe….
zadita uchiha: Hmm... Kaya' ny menma ad rasa dech sama naru,, truss naru suka ny ama sasu apa menma? Naru emang polos atw pura" ajj? Haaahh... Sabar yya sasuke,, kan gk seru kalo gk ada saingan ny...Next,, lanjutkan..Ganbatte ne rin-san...
balasan: Hehehe begtu lah… hahahaha Naru sih bingung klo masalah perasaan kta liat aja ntar… Naru itu polos soal perasaan dan berbau hal yang dewasa gtu… betul", ok ini udh lanjut, makasi semangatnya :D
yoona: ganbate lanjutin fic y ya rin-san... slam kenal...d tunggu update selanjutnya...
balasan: ok ini udh lanjut chap 11, salam knal jg Yoona-san, mkasi reviewnya… (:
zukie1157: hadoh di chap ini charanya yg muncul banyak banget! Kie jadi mumet sendiri...Cie cie ada yg cembukur nih! Hahaha ...Hadoh itu pinky bikin ilfil aja!Next author...
balasan: sebenarnya tidak banyak-banyak banget sih… Rin cuman sedikit ajj nampilin mereka, hehehe :D yang pnting kn tokoh utamanya (: hahaha …. Si pink memang sudah seperti itu… Ok deh ni udah lanjut Guys!
Aegyeo789: aduuuhh naru gk sadarr dah buatt sasuke cmburu... lnjuuutt ada kjutan apalagi ntarr.
Balasan: iia dia tu ga peka!... hahha baca saja kelanjutannya, makasi reviewnya (:
RisaSano:Next ya,Update kilat Thor..Ditunggu
Balasan: ok ni dah lanjut! Baca yaa… hahahaha
Jessica:Kyaa...! Senpai!Ceritanya keren!Naru otaknya terlalu lemot klo soal cinta masa liat sasu yg suka cemburu sama naru aj dia gak sadar sih!but I love sasunaru *muach*Buruan update ya senpai!..
Balasan: Kyaaa makasih udah bilang keren :* benar tuh! I love SasuNaru too, but this story is Sasufem Naru, maaf dah bikin kecewa.. ok ni udah update!
Sukmawindia: ini ff sasunaru kan? qu suka ff sasufemnaru!(gax ada yang nannya -_-!)
apa naruto-kun suka sma menma?, ff'a bguss…fighting and next! ;-)
Balasan: iia ni SasufemNaru! Hahaha ….. yaa Naru bgtulah… makasih udh di blang bagus! Fight!
Luca Marvell: jadi teman2 naru itu artis ya? menma gak ada rasa suka ke naru ya? apa sakura masi jahat?
Balasan: yah ada yang artis ada yang bisnis, Naru mah byk py temen cumn Rin ga sbutin hahahaha…Itu masih rahasia… :P Sakura ya seperti itulah…
Chiharu Nao TomatoOrange: oh akhirnya si teme punya saingan, mana naruto lebih suka menma ketimbang teme lagi, perjuangan teme dapetin naruto bisa lebih berat nie... hohoho
Balasan: hohoho ya begitulah…. Iaa Teme harus berjuang!
andika yoga: cepet-cepet update aku suka ff ini.
balasan: terimakasih udh suka ff Rin :* ini udh update
Tyateukie13: Yah ampun~ request lagu nya suju dong klo gitu~ hihihi *ngeluarin jurus puppy eyes no jutsu :D yg evanesce pleas~ biar nyanyi bareng aku bawa spanduk shippuden junior bkan super junior :v *di serbu SJ am ELF XD
Balasan: hahha iiaa klo ada ksmptn masukin lagu itu, Rin bakal masukin ko… :D
Gita: lanjut
Balasan: oke ini udah lanjut….
amar.m: kapan update chapter10
balasan: udah update chapter 11 :D
Uchiha Annie: itu kan Dear My Family - nya SM Town? pas baca tadi bingung kok gak ada reff nya ternyata di ending toh
Balasan: iia tu pya SM Town, hahaha iia Rin pndekin lagunya … hahahaha :D
Chapter 10:
saphire always for onyx: Semoga Kiba dtrima di sisi-Nya;)uhh pengganggu t cewek:
balasan: hahaha Kyuubi sadis yaa… iia lagi seru juga (:
saera: wah...sasu ga sabar ih...
balasan: hahahaha iia saking kangennya ma Naru (:
Uzumaki Prince Dobe-Nii: Gyaaaa yg ngliat sapa tuh...? .Lanjut Rin~ smangat ya~
Balasan: Hahaha sudah terjawab siapa yang liat (: … oK dehh!
Ryuusuke583: ughh.. hubungan menma naru cuma saudara kan? uhh, gemes ma sasunaru yg lg ciumann~ next kak
Balasan: Hahaha itu rahasia, gregetan ya maunya dilebih-lebihin tapi ga bisa (:
leinalvin775: Ditunggu kelanjutanya;)fighting
balasan: ok ni udah lanjutt…
Vianycka Hime: Apa itu Sakura yang ngeganggu acara ciuman sepihak SasuNaru?! Ah kenapa itu orang nggak musnah aja sih?! M-preg itu untuk Itakyuu couple ya? Lanjuutt!
Balasan: hahaha itu sudah trjawab di chap ini, waduuh jangan di musnahin kasian, di maafin aj… iia itu untuk ItaKyuu…. Ok ni udah lanjut!
Dewi15: So sweet banget deh SasuNaru ini. lanjut dong..penasaran nih..
Balasan: hehehe ini udah lanjut…
Blackblue: Keren lajutt…Kalo bisa update kilatt!
Balasan: makasih udah di bilang keren :* Gomen Rin ga janji update kilat
Ale Genoveva: Naruto sakit apa senpai?
Balasan: hahaha itu masih rahasia…
andika yoga: Mana adegan kimochinya . Argghhh katanya rate M. Kok gak ada kimochinya…
balasan: Sabar~ tunggu ajj karena Rin mau buat 1 chap tuu full M
HafizaKun: Next senpai *-*btw kyuu-nii apa kyuu-nee? :v
Balasan: Ok ni udah next.. Kyuu-nii alnya Kyuubi cowo, M-preg tu untuk pasangan ItaKyuu
Luca Marvell: ah...siapa tuh yang teriak? bukan sakura kan? apa mikoto?
Balasan: hahaha sudah terjawab di chap ini…
Indah605: Salam kenal author san. Namaku Indah, aku orang baru di ffn. Aku sangat suka cerita anda. Cerita anda sangat keren, aku suka. Aku tunggu lanjutanya...Ganbatte!
Balasan: Salam kenal juga :D Namaku Rin, hahaha Rin juga author baru… waah terimakasih udah bilang keren! Rin seneng… Ok Rin udah lanjut koo!
choikim1310: dichap ini kyaa tdi ada kta2 naru berkelahi gtu emg naru yg dulu kya gmn y udh ada flashbacknya blm y lupa euy kekekkekeke menma smpe bisa ngubah naru gtu!
Balasan: Hahaha saking kelamaannya Rin update sih yaa… blom, flash backnya belom ada.. Rin critain dikit ajj… Iaa dulu Naru depresi dan menjadi berandal… ya begtu deehh… lanjutannya rahasia (:
Uciha safira: Lanjut nya kok lama sekali?penasaran siapa yg berteriak,atau mungkin sakura?lanjut yah plese!
Balasan: Maaf Rin lama update… udah terjawab di chap ini… ok udh lanjut
Arina eyes: nee, Rin-san... ini lanjut kan? kalo lanjut calling" darkbrown eyes ya...
ahh... darkbrown eyes itu inisalku :) salam kenal Rin-san
Balasan: Salam kenal juga, ok deh ini udah lanjut koo..
Liessukee: kerennnnnnnnnnnnnn. deg deg an nunggu lanjutannya ...
Balasan: Kyaa makasih udah di bilang kereen! Ini udah lanjut koo (:
Dewi chan: Keren banget nii/nee-san ;-) lanjutkan dong penasaran neh.
Balasan: Kya makasi udah di bilang keren! Udah lanjut ko (:
Grand560: Lanjut gan!
Balasan: udah lanjut nii (:
Nah Rin sudah balas semua review kalian semua, jika ada salah kata atau salah ketik nama atau Rin melewatkan review yang kalian kirim, kasi tau aja Rin… oh iya, jika fict Rin ada salah kata atau kalimat kasi tau Rin aja yaa karena Rin bisa belajar dari kesalahan itu.
Terima kasih atas para reader, follower, favorit, dan review ff Rin. Dukungan kalian sangat membantu Rin hingga saat ini~ jadi Arigatou sebanyak-banyaknya MINAA!
Okelah sampai sini dulu, akhir kata Rin ucapkan:
REVIEW PLEASE~
Dan jangan lupakan Rin~ Byee~~
