.

Mommy For Daddy

.

.

Pair : Choi Kyuhyun (6 tahun)

Choi Siwon (27 tahun)

Kim Kibum (27 tahun)

Kim Jong woon Yesung (8 tahun)

Others

Disclaimer : Super junior adalah milik keluarga mereka. Dan akan selalu berharap Cho Kyuhyun menjadi suami saya dan juga ayah dari anak-anak saya nantii. #dilempar sandal para sparkyu

Warning : Typo (s), geje,Ooc,genderswitch, gag sesuai EYD, seenak udel doang, gag boleh dibaca oleh readers pasif yang gag mau review # maksa buanget….

.

.

Hembusan nafas segar dipagi hari, mampu menggelitik nakal gorden yang berpose indah ditempatnya. Dia memang nakal, lihatlah! Bahkan jendela yang sedikit tersingkap itupun ikut berayun manis karena ulahnya.

Kibum yang hanya memperhatikan gerak secara alamiah itu dengan seksama. Fikirannya kosong, merenungi takdir yang harus diterimanya kali ini. Ia seorang ibu dan bukan seorang siswi? Sungminnya telah tiada? Appanya juga? Begitulah sekiranya alur imajinasi yang dilalui Kibum.

Ia merasa sendiri kini. Semua bukan tak acuh akan keberadaannya kini, mereka peduli..bahkan sangat peduli padanya. Tapi, yeoja cantik itu merasa acuh karena merasa dunianya hanya ia yang tersisa. Saat semua mendekat, bertegur sapa atau hanya mengajaknya bicara.. dia hanya tersenyum kaku menanggapi, begitulah Kim Kibum dahulu..dengan segala sifat introvertnya.

"Seangilchukha hamnida~"

Kibum mengalihkan pandangannya keambang pintu kamar rawatnya. Semua bernyanyi disana, membawa sepotong cake dan berbagai kado ditangan mereka masing-masing. Siwon, Yesung, Kyuhyun, Yoona, Jaejoong, Heechul, dan Hankyung.. semua berbahagia memandang Kibum.

"Selamat ulang tahun, Snow eomma.." tutur Kyuhyun berlari menuju ranjang Kibum. Kibum hanya tersenyum tipis. Kyuhyun yang berlari berhambur memeluk pinggang ramping Kibum, perlahan melepaskan pelukan tersebut. Begitupun dengan Yesung. Ia berhambur memeluk pinggang Kibum dan membenamkan kepalanya disana. Kibum hanya tersenyum kaku, berusaha melepaskan pelukan Yesung. Yesung menyadari itu dan semakin mempererat pelukannya. " Izinkan aku memelukmu eomma.. sebentar saja." Ucapnya sendu. Kibum diam. Dialihkannya arah pandangnya menghadap Yesung. Hatinya terenyuh mendengar penuturan Yesung yang begitu tulus disetiap katanya. Sakit! ya.. yeoja cantik itu juga merasakannya. Entah perasaan apa yang telah menyapa bentuk kecil merah mudanya.

Kibum sedikit mengangkat tangan kanannya dan berusaha menggapai surai Yesung. Tapi ia gamang untuk menyentuhnya. Hatinya meringis seakan mengenal orang-orang disini, terutama Yesung. Tapi tidak dengan fikirannya. Seberusaha apapun ia mengingat siapa mereka semua dan juga hubungan mereka dengannya.. otaknya seakan menolak, memprotes telak dengan sakit yang luar biasa melingkupinya.

"Bummie.. ada seseorang yang ingin bertemu denganmu" ujar Siwon. Ia berjalan mendekati posisi ranjang Kibum. "Nuguya? Naega appa?" tanyanya antusias. Ia berusaha duduk dari posisi tidurnya saat Siwon mendekat. Siwon terperanjat dengan apa yang ia lihat. Dibantunya Kibum dengan lembut, mengganjal punggung yeoja teramat ia cintai dengan bantal, agar tubuhnya tetap merasa nyaman.

"Ani.." jawab Siwon dengan senyum mengembangnya. Kibum cengo dengan memiringkan sedikit kepalanya. Manis! Itulah yang difikirkan namja tampan tersebut. Andai Kibum mengingatnya, ingin rasanya Siwon merengkuh tubuh ramping tersebut dalam dekapannya. Tapi apa dayanya ia saat ini? Ia bisa saja lansung merengkuh Kibum. Tetapi ia tak bodoh! Setiap kali ia memeluk Kibum, yeoja tersebut selalu menampar, atau sering kali memukulnya. Apa ia kira Choi Siwon adalah namja mesum?

Kibum terus bersikukuh bertanya akan tamu yang menemuinya. Mereka semua hanya diam seolah enggan menjawab. Hingga sebuah suara menginterupsi kebingungannya, "Itu aku, Bummie.."

Kibum sedikit terperanjat menatap potret namja yang duduk diatas kursi roda. Sosok namja yang selama ini ia cari. Sosok namja yang begitu peduli padanya.. sosok yang mampu ia jadikan teman, kakak, bahkan adik.. sosok yang tak lain adalah Changmin. Kibum berusaha turun dari ranjang dengan lemahnya. Sering kali Kibum terjatuh dalam perjalanannya menuju letak berdiam Changmin.

Berulang kali Siwon meminta kepercayaan Kibum untuk membantunya berdiri, tapi Kibum jelas-jelas menolak niat baik tersebut. Ia masih berusaha berdiri dengan kondisinya yang lemah saat ini. Changmin yang melihat, hanya tersenyum getir menatap kondisi Kibum kini. Mungkin ia tak secantik dahulu. Tubuhnya yang kini mengurus pesat, terlihat begitu dalam cekungan dari pipinya.. matanya yang sayu, membuat Changmin terguguh melihatnya. Hanya satu yang tak pernah berubah darinya.. Sikap berjuangnya tak pernah padam!

Changmin sedikit menjalankan kursi rodanya menuju Kibum. Ia tersenyum hangat seraya menjulurkan tangannya. Kibum mendongak, tersenyum hangat meraih uluran tangan Changmin. "Minnie-ya" ucapnya lirih. Ia menangis? Ya, Kim Kibum menangis walau dalam diam. Bukan tanpa alasan ia sampai menitikan air mata. Yeoja tersebut menangis haru akan kedatangan Changmin yang memangkas semua fikiran kolotnya bila ia sendiri kini.

Melihat itu semua, Siwon hanya tersenyum lirih menangkap raut kebahagian Kibum bersama namja selain dirinya. Ia berusaha sabar diatas bara kecemburuannya. Ditatapnya Kibum yang masih menatap haru Changmin tanpa mau melepaskan tautan tangannya.

"Bummie.." panggil Siwon lirih. Kibum menggeleng keras, walau manik kelamnya masih setia memandang Changmin yang menatap sendu kearahnya. Siwon mengerti dengan sikap Kibum saat ini. walau ia harus mendesah pasrah menapik rasa kesal dalam hatinya, Siwon berusaha tersenyum memandangnya.

"Kita biarkan mereka dahulu.. aku rasa, itu yang dibutuhkannya sekarang." Tutur Siwon menatap satu persatu mereka yang masih terpekur ditempat mereka berdiam. "Tapi Daddy.." Yesung berusaha menyanggah. Siwon tersenyum dan lansung menggendong tubuh Yesung untuk meninggalkan Kibum seorang diri bersama Changmin. Bukan tanpa alasan Yesung bersikukuh untuk menemani Kibum. Ia takut, bila nantinya Kibum dalam masalah besar.. mengingat ia tidak begitu mengenal sosok namja yang bersama Kibum.

"Eomma akan baik-baik saja, Sungie. Ahjussi tadi adalah orang yang baik.." jelas Siwon seakan mengetahui jalan fikiran Yesung. Walau dengan berat hati Yesung mengatakan bila ia mengerti, hatinya tetap saja takut.

.

Mommy For Daddy

.

Kibum masih setia menggenggam erat jemari-jemari Changmin walau hanya tinggal mereka berdua diruang tersebut. Changmin berusaha membangunkan Kibum dari rasa takutnya. Diusapnya surai kelam Kibum perlahan, menyalurkan kenyamanan untuk yeoja tersebut hingga Kibum mendongak menatapnya.

"Kau takut? Sejak kapan Kim Kibum yang ku kenal berubah menjadi yeoja yang penakut?" tutur Changmin seolah mencibir. Kibum masih menggenggam jemari Changmin meski raut ketakutan itu tak berpaling darinya.

"Tak ada yang akan mencelakakanmu, Bummie. Mereka semua adalah keluargamu tentunya. Dan kau lihat namja berbadan atletis tadi? dia itu namja yang sangat kau cintai, dan juga kedua anak tadi.. Mereka adalah anakmu.." Jelas Changmin, walau ada kebohongan kecil yang diutarakannya mengenai anak.

"Aku tak percaya! Bagaimana mungkin aku memiliki anak? Kau pasti ikut berbohong dihari ulang tahunku kan?" racau Kibum. Changmin menggeleng. Dikatupnya kedua pipi Kibum, ia tersenyum seraya berkata, "Hatimu mungkin telah melupakannya, tetapi.. tidakkah kau berusaha untuk berinteraksi bersama mereka, Bummie?"

"Anniya… keluargaku hanya kau, Sungmin, dan appa. Kita bertiga pulang bersama dari perpustakaan umum, dan bus kita terguling dijalanan. Dan setelah aku sadar, aku mendapati mereka semua. Bagaimana bisa kau berkata bila aku harus mendekatkan diri, mengenal mereka saja aku tidak tau.." keluh Kibum.

Changmin terdiam. Begitukah? Ingatan terakhir Kibum hanya kecelakaan dimana mereka bertiga menjadi korban terparah dalam sebuah bus? Changmin mendesah pelan menghadapi sikap keras kepala Kibum. Apakah yeoja cantik ini begitu terpukulnya dengan keadaannya dahulu? Entahlah.

"Dimana Sungmin, Min? Apakah ia baik-baik saja? Kenapa mereka semua bungkam saat aku menanyakan keberadaan Sungmin?" tanya Kibum. Changmin bimbang, apakah ia harus mengatakan hal sejujurnya?

"Dia telah tiada.." Kibum hanya tertohok mendengar jawaban dingin dari Changmin. Benarkah? Begitu parahkah kondisinya hingga ia tak mampu bertahan? Hanya sekelabat pertanyaan itu memenuhi otaknya. "Nae appa? Eodiseoyo? " tanyanya kembali.

"Ku dengar appamu juga telah tiada, Bummie…" Jawab Changmin datar tanpa memikirkan dulu bagaimana reaksi Kibum nantinya. "Wae? Waeyo?" racau Kibum. Liquid bening yang ia tahan dari jeratan bola matanya, lepaslah sudah. Kibum terisak menangis, ketika ia juga harus menerima kenyataan bila appa yang slalu ia sayangi dan kasihi juga pergi meninggalknnya seorang.

"Apa kau ingin tau kejadian yang sebenarnya, Bummie?" tanya Changmin penuh penekanan. Kibum mengangguk lemah menandakan bila ia siap. Berat hati juga bagi Changmin untuk menceritakan semuanya, mengingat kondisi Kibum yang baru dikatakan terbebas dari ambang kematian. Ia mungkin berat harus mendengar kenyataan yang akan Changmin utarakan padanya..Bukankah itu lebih baik menurutnya?

Rincian demi rincian cerita ia dendangkan kepada Kibum yang tengah menyimak. Sedikit nada kekhawatiran yang terselip disetiap katanya. Changmin masih meragu untuk melanjutkan ceritanya saat didapatinya manik Kibum yang telah bernanar menahan tangis. Tapi, fikirannya tetap bertekad untuk menyelesaikan ceritanya, berusaha menterapi jalan fikiran Kibum untuk mengingat walau harus memeras fikirannya sekaligus.

"Hentikan…hentikan…" racau Kibum. Ia menutup kedua telinganya erat, mencoba menulikan tiap kata yang terus bermain diotaknya.

"Kyuhyun memang anak Siwon dan juga Sungmin, tapi kau juga mengaggapnya ia adalah anakmu. kau masih tidak mengingatnya Bummie? Bahkan anakmu sendiri, Yesung… buah cintamu bersama Siwon juga ikut kau lupakan? Kau boleh membenci Nyonya Jae.. tapi tidak untuk dua bocah yang tak bersalah itu Bummie…"

"Hentikan Min..Ku mohon.." rintih Kibum. Ia terus menutup telinganya erat walau manik kelamnya kini terlihat begitu rapuh. Changmin hanya diam. Sedih pula hatinya melihat sahabat yang begitu ia sayangi lemah begini karenanya. Apakah ia begitu keras hingga membuatnya demikian? Kau benar tuan Shim!

BRAKK…

Changmin mengalihkan pandangannya terhadap pintu yang dibuka keras tersebut. Ia sedikit tertohok memandang dua bocah yang terpaku diambang pintu tersebut, Kyuhyun dan juga Yesung. Mereka sedikit terisak dengan pipi chubby yang sudah banjir karena air mata.

"Mommy Kyu jahat? Begitukah ahjussi hiks..hiks.." tanya Kyuhyun dalam tangisnya. Changmin hanya bungkam. Ia melirik Kibum yang masih menangis tersedu dengan tatapan kosongnya.

KyuSung sedikit berlari menghampiri letak Kibum. Diguncangnya pelan tubuh ringkih Kibum sembari memanggil namanya. Kibum masih saja tak mengidahkannya. Ia malah sedikit menekuk tubuhnya hingga ketakutan karena gerak refleks KyuSung yang mencoba memeluk dirinya guna menenangkan.

"Pergi..pergi.." usir Kibum nyalang. KyuSung terdiam tak mampu berkutik. Begitupun Changmin yang semakin merasa bersalah melihat kondis Kibum saat ini. Changmin berusaha meraih Kibum untuk mendekatinya, tetapi Kibum berusaha mundur dalam duduknya hingga mencapai tembok disamping nakas diantara nakas tersebut dengan ranjangnya. Ia meringkuk dalam disana. Tak diperdulikannya panggilan membujuk KyuSung dan juga Changmin.

"Eomma.. tidakkah eomma mengingatku? Aku Sungie eomma.. Sungie anak eomma.." tutur Yesung lirih. Ia menghapus liquid beningnya yang masih saa mengalir. Betapa rapuhnya ia kini melihat kondisi Kibum yang bahkan lebih mirip dengan kondisinya dahulu. Kibum sungguh ketakutan layaknya anak autis yang terganggu dengan dunianya. Yesung benar-benar sakit melihatnya!

"Pergi.. aku tak ingin melihat kalian…" racau Kibum. Ia meraih semua benda yang berada disekitarnya lalu melemparkannya pada KyuSung dan juga Changmin. Kibum tak terkendali kini. Ia terus meracau dan melempari mereka dengan apapun, hingga tak menyadari penyanggah infus disampingnya sedikit bergoyang akan jatuh….lalu menimpa kepalanya.

PRANGGG..

Penyanggah itu jatuh hingga menimbulkan bunyi nyaring memenuhi ruang tersebut. Kibum terdiam seraya memandang mereka sayu.

'Sungie sayang eomma..'

'Snow eomma akan menjadi mommy Kyu? Yeayy..'

'Mati. Bila kau mati, aku mungkin bisa memaafkanmu…'

'Bummie..aku ingin kiss morningku..'

'Choi Siwon ayah biologis Sungie?'

Sekelabat bayangan memenuhi otaknya bagaikan potongan puzzle yang tengah dirangkai. Rasa sakit yang luar biasa menghinggap kepalanya, seringkali menyambar bahligai petir yang sedang mengamuk murka. Kibum tersenyum kecil saat puzzle tersebut hampir tersusun apik oleh ingatannya sebelum ia akhirnya jatuh pingsan.

"Eomma!/Bummie!" pekik KyuSung dan juga Changmin serentak.

Flashback KyuSung

Semua menunggu ditaman rumah sakit, memberikan privasi untuk Kibum bersama Changmin. Siwon terlihat resah disana, entah fikiran apa yang mungkin berkecamuk dalam hatinya. Ia mengusap wajahnya kasar, seakan mencoba membuang semua fikiran tidak-tidaknya.

Jaejoong menangkap kegusaran hati Siwon. Didekatinya letak duduk Siwon seraya mengusap punggung anaknya tersebut. Siwon mendongak, memandang sendu iris cokelat eommanya. "Apa yang kau gusarkan Wonnie.. eomma yakin, dengan kedatangan Changmin-ssi bisa memberikan perubahan untuk Kibum.. percayalah padanya" tutur Jaejoong.

"Aku percaya eomma. Tapi tidakkah ini terlalu cepat? Dia baru saja sadar dan tubuhnya masih lemah..eomma lihatkan tadi bagaimana dia mencoba untuk berjalan? Aku takut eomma.." kata Siwon mengutarakan penyebab kegusarannya. Jaejoong tersenyum lembut, merengkuh tubuh Siwon dari samping kedalam pelukannya. Siwon hanya diam menerima perlakuan manja tersebut. Ia masih terlalu takut untuk menciptakan kegengsian dalam dirinya.

"Tolong tuan percayakan semuanya pada hyungku, Tuan.." sela Hankyung. Siwon perlahan mengangguk dalam rengkuhan Jaejoong. Sedikit senyuman ia lukiskan untuk menghibur dirinya seorang.

"Hah.. aku harap dia bisa lebih membaik untuk menghadiri pernikahan kami besok" ujar Heechul. Mereka semua tersenyum hangat menanggapi perkataan Heechul. Bagaimanapun, doa yang Heechul lontarkan juga adalah keinginan mereka semua.

"Eh? Dimana Kyuhyun dan juga Sungie?" sahut Yoona memecahkan keheningan diantara mereka. Semua tersentak akan alarm peringatan dari Yoona.

Sedangkan ditempat lain…

"Hyung.. Bukankah daddy meminta kita untuk membiarkan eomma bersama ahjussi tadi?" tanya Kyuhyun sembari menggoyangkan pergelangan tangannya yang dituntun oleh Yesung. Yesung terhenti dari langkahnya, membalik letak badannya menghadap Kuhyun yang berada dibelakangnya.

"Daddy boleh bilang begitu, tapi tidak denganku…" jawab Yesung. Kyuhyun melepas tautan tangan Yesung dari pergelangan tangannya. Ia mengerucutkan bibirnya menandakan bila ia merajuk kini. Yesung cengo mendapat rajukan dari Kyuhyun. " Kau kenapa Kyu?" tanya Yesung.

"Hyung nakal.. kenapa Hyung tidak mendengarkan ucapan daddy.. Hyung nakal, Kyu tidak mau menjadi anak nakal.." rajuk Kyuhyun. Yesung menganga saat umpatan dari Kyuhyun terus mengguyur dirinya. Kyuhyun membalikkan badannya seraya melipat kedua tangannya didepan dada. Choi Kyuhyun benar-benar merajuk eoh?

"Kyu ingin bila eomma disakiti ahjussi tadi? Kalo hyung tentunya tidak.."

"Tapi halmoeni bilangkan kalo ahjussi itu temannya eomma.." jawab Kyuhyun masih dengan posisinya membelakangi Yesung.

"Jinjja? Tapi hyung tak pernah bertemu dengannya sekalipun. Kyu juga kan?" Kyuhyun mengangguk pelan.

"Bagaimana sepeninggal kita semua, ahjussi tadi menyakiti eomma? Kyu tak ingin kan? Jadi.. kalo ada apa-apa kita bisa lansung membantu eomma..Cha!" ajak Yesung masih dengan kalimat mempengaruhi Kyuhyun. Dan Bingo! Kyuhyun membalikkan badannya dan menerima uluran tangan Yesung.

.

'Tak ada yang akan mencelakakanmu, Bummie. Mereka semua adalah keluargamu tentunya. Dan kau lihat namja berbadan atletis tadi? dia itu namja yang sangat kau cintai, dan juga kedua anak tadi.. Mereka adalah anakmu..'

KyuSung terdiam didepan ruang rawat Kibum saat suara Changmin menginterupsi tindakan mereka untuk menguping. KyuSung saling pandang satu sama lain, melempar tanya dari arah pandang mereka.

"Apa yang sedang mereka bicarakan?" gumam Yesung. Ia mendekatkan telinganya ke pintu diikuti oleh Kyuhyun.

'Aku tak percaya! Bagaimana mungkin aku memiliki anak? Kau pasti ikut berbohong dihari ulang tahunku kan?' Ungkapan Kibum sungguh membuat KyuSung terperanjat. Begitukah? Fikir menarik ujung baju Yesung. Yesung membalikkan badannya, memandang Kyuhyun menggelengkan kepalanya melarang Yesung untuk lebih jauh menguping.

'Apa kau ingin tau kejadian yang sebenarnya, Bummie?'

KyuSung semakin menajamkan pendengaran mereka takkala Changmin bercerita. Kyuhyun terhenyak saat lantunan kata-kata yang diutarakan Changmin begitu menusuk hatinya. Mommynya.. mommy yang selalu ia sanjung dan sayangi menjadi perusak? Tidak! Kyuhyun menggeleng keras, menghalau semua imajinasi tinggi dari fikirannya akan potret diri Sungmin dahulu.

"Hentikan.. mommy tidak seperti itu.." isak Kyuhyun lirih. Yesung iba memandang Kyuhyun yang sedang terpuruk. Ia berjongkok menghadap Kyuhyun seraya jari-jari mungilnya terus mengusap bulir bening yang kerap membasahi pipi chubby Kyuhyun. "Ssstt.. uljima Kyu.." hibur Yesung. Ia juga ikut menangis, melihat dongsaeng kesayangannya menangis dan ditambah dengan racauan-racauan Kibum yang seolah menolak akan keberadaan mereka. Kyuhyun menggeleng keras. Hatinya begitu sakit mengingat setiap kalimat yang ia dengar dengan jelas dari Changmin. Dilepasnya pelukan Yesung darinya. Kyuhyun berdiri masih dalam isakan lirihnya, lalu membuka pintu kamar Kibum dengan keras.

"Mommy Kyu jahat? Begitukah ahjussi hiks..hiks.." tuturnya masih didalam tangis.

.

Mommy For Daddy

.

Siwon terus menggenggam jemari Kibum yang kini tak sadarkan diri. Hatinya kembali lirih melihat belahan jiwanya harus kembali tertidur sekarang. Ia takut, benar-benar takut untuk melepas genggaman Kibum dari tautan jemarinya. "Daddyy…" rengek Kyuhyun yang berjalan menujunya. Siwon meraih tubuh Kyuhyun untuk ia dekap dalam pangkuannya.

Kyuhyun terisak kecil, mengalungkan kedua tangannya keleher Siwon dan membenamkan kepalanya kepundak Siwon. Siwon hanya tersenyum kecil. Begitu lengkap hari ini dengan kabar yang tidak baik. Kyuhyun menangis bukan tanpa alasan. Ucapan Changmin beberapa jam yang lalu, masih saja terngiang-ngiang dalam ingatannya. Tak mudah baginya untuk melupakan itu semua..

"Melihat Kyu begini, daddy yakin bila mommy melihatnya.. mommy pasti sedih" hibur Siwon. Kyuhyun masih terisak kecil tapi ia tetap mengangguk lemah dalam dekapan Siwon. Siwon lagi-lagi tersenyum. Melihat betapa rapuhnya buah hatinya kini, Siwon tak sepenuhnya menyalahkan Changmin. Biar bagaimanapun, kabar yang tidak baik ini cepat atau lambat sampai juga pada Kyuhyun kelak.

Siwon mengusap punggung Kyuhyun dengan sayang, menyalurkan rasa nyaman disana. Kyuhyun tak lagi menangis, sepertinya ia tertidur dalam dekapan Siwon. Jaejoong yang melihat Siwon yang teramat kesusahan membenarkan letak posisi Kyuhyun, mencoba mengambil alih Kyuhyun dalam pangkuan Siwon.

Kyuhyun benar-benar tertidur. Lihat saja wajah polosnya yang begitu menggemaskan terlukis disana. Dengan lembut, Jaejoong meletakkan kepala Kyuhyun dipundaknya. Kyuhyun sedikit terganggu. Tapi setelah Jaejoong mengusap surai coklatnya dan menggoyangkan sedikit badannya, Kyuhyun terdiam kembali. Sungguh bayi besar!

Kyuhyun memang telah tenang dalam tidurnya. Tapi tidak dengan Kibum. Ia bergerak gelisah dalam tidurnya. Lenguhan kecilpun kerap kali mengganggu gendang telinga Siwon dan juga Jaejoong. Siwon terkesima melihat Kibum perlahan membuka matanya. Yeoja cantik itu memandang seluruh penjuru, beradaptasi dengan lingkungannya kini.

"Aww.." rintihnya kesakitan. Kibum memegang kepalanya yang berdenyut tiba-tiba. Siwon panic. Ia beranjak berdiri, mendekati Kibum dan bertanya, " Gwenchanayo?"

"Kepalaku sakit Wonnie.." jawab Kibum. Siwon bungkam seketika. Benarkah yang ia dengar? Kibum memanggil nama kesayangannya?. Diraihnya cepat tubuh Kibum yang terkulai lemah kedalam dekapannya. Kibum tak menolak, ia tak mampu melawan saat dirinya kini begitu lemah. Tubuhnya terombang ambing terbawa arus dari dekapan Siwon. Lihatlah namja tampan tersebut! tak begitu memperdulikan bagaimana keadaan Kibum saat ini, karena begitu senangnya Kibum memanggil namanya.

"Kau megingatku..Kau mengingatku…" gumam Siwon. Kibum hanya mengernyit heran apa maksud dari perkataan Siwon. Rasa sakit dikepalanya terus bermain, tapi Kibum berusaha cuek dan beralih pada gumaman Siwon yang terdengar seperti ungkapan kenyataan.

"Apa yang kau bilang Wonnie? Aku melupakan sesuatu?" tanya Kibum. Siwon menggeleng, seraya tangannya mengusap surai kelam Kibum. Ia terus memeluk tubuh kecil itu dalam dekapannya dengan erat, tak ingin membuat Kibum tertekan. Kibum diam, membiarkan Siwon untuk meluapkan semua rasa yang berkecamuk dalam hatinya.

"Bummie.." panggil Jaejoong lirih. Kibum sedikit mendongakkan kepalanya menatap derap langkah Jaejoong yang mendekatinya. Siwon perlahan melepaskan pelukannya dari Kibum dan memberikan ruang untuk Jaejoong.

Kibum gugup, lihat saja dari raut wajahnya. Ia masih terlalu takut untuk menghadapi Jaejoong, begitu ingatan terakhirnya bersama Jaejoong terus bergulir dalam memorinya. Kibum sedikit menggeser letak duduknya kebelakang hingga mencapai punggung ranjang dan menunduk dalam disana. Jaejoong mendudukkan dirinya disisi ranjang Kibum dan dengan segera meraih kedua jemari Kibum. Kibum terkesiap akan perlakuan Jaejoong.

"Bummie.." panggil Jaejoong kembali. "Mianhe eomma.." jawab Kibum cepat.

SRAPP…

Kibum lagi-lagi terperanjat kaget, saat Jaejoong dengan cepatnya merengkuh tubuhnya dalam pelukannya. Kibum menjadi gamang seketika. Apa yang harus ia lakukan? Menerima pelukan tersebut dan membalasnya? Atau melepaskannya? Bukankah Jaejoong sungguh membencinya?

"Mianhe.. maafkan Eomma Bummie.. bukan maksud eomma melakukan itu semua. Eomma sungguh menyesal Bummie..Maafkan eomma.." sesal Jaejoong. Bulir beningnya pun turut mengikuti laju kalimat yang Jaejoong utarakan. Kibum menangkap ketulusan dari perkataan Jaejoong. Ia menangis, tangis haru yang ia dendangkan mengiringi raut kegembiraan dari wajahnya.

"Hiks.. aku juga minta maaf eomma.. Aku tak bermaksud untuk merebut kebahagian eomma.. mianhe eomma.." tutur Kibum dalam dekapan Jaejoong. Jaejoong melepaskan pelukannya, menangkup wajah Kibum dengan kedua tangannya. Jaejoong menggeleng keras, masih dengan bulir bening menghiasi wajah anggunnya. "Kau tidak bersalah Bummie. Eomma yang terlalu buta melihat kesucian dari hatimu. Sikap posesif eomma terhadap mereka, sungguh membutakan hati nurani eomma pada keadaan sekitar.. kau begitu tulus dan eomma malah mengkambing hitamkanmu.. Mianhe Bummie hiks..hiks.."

Kibum menggeleng keras dan lansung memeluk tubuh Jaejoong. Siwon yang hanya menjadi penonton hanya menangis haru melihat pemandangan yang sungguh luar biasa ini. tak dapat disembunyikannya lagi raut bahagia dari obsidian matanya.

"Eomma.." ujar Yesung, terdiam kaku memandang Kibum. Kibum beralih menatap kearah suara. Ia terkesima bukan main memandang kearah Yesung. Yesung terlihat lebih baik saat ini. tubuhnya yang sedikit berisi dan juga sedikit meninggi, tatapan matanya yang masih sama teduh terakhir ia melihat, begitupun dengan senyum manisnya yang ikut terkembang.

Yesung perlahan melangkah mendekati Kibum. Ia menangis dalam setiap langkahnya menggumamkan nama Kibum. Kibum yang masih terisak lirih, hanya tersenyum hangat memandang kearah Yesung.

SRAPP…

"Eomma…" tangis Yesung pecah. Ia terisak menangis dalam pelukan Kibum. Ini! inilah yang begitu lama ia rindukan. Pelukan hangat yang Yesung dapatkan dari Kibum, sungguh membuatnya nyaman dengan aroma tubuh yang ikut menguar memberikan kesan nyaman tersebut. Begitupun dengan Kibum. Ia masih menangis dalam diam seraya mengusap surai kelam Yesung dalam dekapannya. Berkali-kali ia mencium pucuk kepala Yesung, anak yang sungguh ia rindukan.

"Bogoshippo eomma..hiks hiks" tutur Yesung. Kibum mengangguk menandakan bila ia juga merindukan Yesung. Memang terlihat seperti drama picisan murahan yang sering beredar, tetapi tidakkah kita berfikir bagaimana posisi kita yang berada disana? Sungguh sulit bukan?

"Sstt.. uljima Sungie. Eomma disini…" hibur Kibum.

"Sungie tidak menangis eomma.. Sungie bahagia eomma mengenal Sungie sekarang.. sifat hangat eomma, Sungie suka.. dibandingkan sikap acuh eomma kemarin.. Saranghe eomma.."

Kibum terperanjat. Dilepasnya cepat pelukan Yesung darinya dan menatap wajah Yesung dengan seksama. Kibum menangis lagi saat dirinya beradu tatap bersama Yesung. Benarkah yang ia dengar? Yesungnya mengkhawatirkannya?

"Ne Bummie.. Sungie sudah sehat sekarang. " jawab Siwon seakan tau apa yang Kibum fikirkan. Kibum terisak haru dan mendekap Yesung kembali dalam pelukannya. Berpuluh kata ia ucapkan mewujudkan rasa terima kasih kepada Tuhan akan mukjizat yang Yesung terima. Tak ada kebahagian yang mampu tergantikan untuk Kibum, ia sudah merasa beruntung hingga tak mampu lagi ia berkata dan hanya bisa menangis dalam ribuan kata dihatinya.

"Snow eomma.." panggil Kyuhyun lirih yang sempat terbangun dari tidurnya. Matanya yang terlihat lirih hendak menangis, berjalan gontai menghampiri ranjang Kibum yang masih memeluk Yesung. Kibum tersenyum hangat seperti biasanya dan membuat tangis Kyuhyun pecah, berlari berhambur memeluk tubuh kecil itu.

"Heii..Gwechana Kyu?" tanya Kibum. Kyuhyun menggeleng dalam pelukan Kibum. Kibum tersenyum lembut akan sifat Kyuhyun yang terkesan manja. Dibiarkannya sejenak Kyuhyun bermanja ria dalam dalam pelukannya. Yesung tersenyum lebar, seakan mempunyai ide cemerlang untuk menjahili Kyuhyun.

"Kyu.. Kyu tak ingin bermain dengan hyung eoh?" ledek Yesung. #dejavu dari Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng keras dan masih membenamkan kepalanya dibahu Kibum. Siwon dan Jaejoong tersenyum melihat penolakan telak yang Kyuhyun lempar terhadap Yesung, dan membuat bocah tersebut cemberut.

"Daddy.. Cha kita ke taman bermain, aku ingin bermain sepuasnya disana bersama Eomma.. hanya kita bertiga saja ne.." ujar Yesung yang masih berusaha menginterupsi sikap manja Kyuhyun. "Ne.." jawab Siwon dengan senyum jokernya.

Kyuhyun mendongak kearah Kibum. Bibirnya yang memang diawal semakin melengkung kebawah, dibuat lagi untuk semakin melengkung kebawah. Dan lihat! Pipinya terlihat basah oleh air mata yang terus mengalir dari jeratan matanya. Ia menangis. Hatinya teriris akan ledekan Yesung yang berhasil membuat tangisnya pecah seketika. "Eomma..Kyu ikut" rengeknya terhadap Kibum.

Kibum cengo seketika. Ditatapnya Yesung dan juga Siwon yang tengah berhigh five ria dengan killer smilenya. YeWon terdiam seraya menundukkan arah pandang mereka dengan rasa penuh penyesalan.

"Sudah.. kalau mereka tak ingin mengajak Kyu, biar nanti Kyu bersama snow eomma ketaman bermain ne.."

"Andwe!" sahut YeWon kompak. Kyuhyun yang sedari tadi menangis, kini hanya cengo dengan sikap penolakan yang YeWon lontarkan dengan manik coklatnya yang mengerjap tak beraturan. Jaejoong yang sedari tadi hanya diam memperhatikan tindakan mereka semua, hanya mengulas senyum bahagia yang begitu jelas tercetak dimanik kelamnya.

'Syukurlah..semua indah pada waktunya. Terima kasih Tuhan…'tuturnya dalam hati.

.

Mommy For Daddy

.

Senandung alam bersyair merdu berkumandang. Lihat saja para burung gereja yang bersiul berdendang. Mentari pun tak seterik biasanya, bukan berarti awan mendung yang mendominasi. Hawa kehidupan berlalu lembut, menandakan bila ia tak kalah pentingnya menjadi pion kehidupan ini. Lonceng gereja yang ikut berdentingpun menambah aksen kata syahdu dihari ini.

Bukan tanpa alasan ketenangan serta keteduhan melingkupi hari ini. Alam tau apa jawabannya. Upacara sacral yang berlansung didalam gereja, membuatnya tunduk untuk saat ini. Dia memang tak mampu memberikan kado pernikahan yang bisa dihitung dengan nominal, tapi setidaknya dia mampu memberikan ketenangan untuk laju acara tersebut.

Kalian telusuri saja kedalam gereja. Bukankah semua terlalu khidmat mengikuti? Bahkan kedua bocah yang kerap membuat onarpun bisu disana. Mempelai wanita yang memasuki altar dengan gaun indahnya, melangkah anggun menghampiri pasangannya yang tengah terpesona akannya.

Kibum yang sedari tadi bungkam, mengikuti tiap langkah Heechul..sedikit mengulas senyumnya dengan kebahagiaan yang Heechul dapatkan. Ia cukup terharu, saat pendeta mengikat pasangan baru tersebut dalam sebuah janji suci untuk membangun bahtera rumah tangga. Tangisnya pecah, bukan rengekan yang ia keluarkan..hanya air matanya yang melesat jatuh saat dua sejoli itu saling mencumbu dihadapan para undangan dan juga Tuhan.

Kibum menghapus liquid beningnya dengan jemari-jemarinya. Siwon menangkap itu. Dikeluarkannya sapu tangan dari saku jasnya dan memberikannya kepada Kibum. "Kau sedih karena kita kecolongan start?" ledek Siwon. Kibum tertawa remeh menanggapi guyolan Siwon. Diambilnya cepat sapu tangan yang disodorkan Siwon dan menghapus jejak air matanya.

"Kenapa kau tak menjawabku Bummie? Apa kau tak ingin kita kembali menikah?" tanya Siwon. Lagi-lagi Kibum tersenyum dan menjawab, "Sudahlah Wonnie, acara ini begitu sacral.. kau malah mengajakku bercanda"

Siwon menggaruk tengkuknya yang tak gatal. 'Bercanda?' Oh God! Begitukah? ' rutuk Siwon dalam hati.

"Daddy.. kita semua jadikan ketaman bermain setelah ini?" bisik Kyuhyun yang duduk disamping Kibum. Siwon mengangguk lemah, tetapi sesaat ia mengembangkan senyumnya dengan lebar seakan mendapatkan ide brilliant disana.

"Waeyo Wonnie..?" tanya Kibum setelah melihat seringaian joker Siwon. "Anni.." jawab Siwon masih dengan senyum misteriusnya.

.

Mommy For Daddy

.

KyuSung bersorak gembira saat mobil yang mereka tumpangi terparkir didepan gerbang taman bermain. Mereka berlonjak bahagia dikursi belakang dengan hebohnya. Siwon yang melihat kelakuan mereka dari spion hanya tersenyum lembut memandangi mereka satu persatu, begitupun Kibum. Tapi berbedanya dengan Siwon, ia mencoba menenangkan kedua buah hatinya untuk duduk tenang seperti semula. Kenapa? Mobil mereka cukup jadi sorotan disana. Goyangan yang berhasil tertangkap mata, membuat orang yang berlalu lalang cukup penasaran dengan apa yang terjadi didalam sana. Tapi Siwon tak terlalu ambil pusing dengan asumsi orang banyak, yang jelas baginya.. bila kedua jagoannya senang, ia juga ikut senang tentunya. Daddy yang buruk!

"Cha~Kita bersenang-senang hari ini.." sorak Siwon dan disambut gembira oleh KyuSung. Kibum hanya menggeleng seraya menutup kedua daun telinganya rapat-rapat. Dua bocah nakal sudah membuatnya pusing, dan sekarang.. satu namja tua yang kekanakan ikut andil untuk menambah kepusingannya..Poor Kibum.

"Kajja…" sorak Siwon kembali. Ia membuka pintu mobilnya dengan girang dan diikuti oleh KyuSung tentunya. Kibum hanya menggeleng kepalanya pasrah dan menatap kecewa 3 namja tersebut. Bagaimana tidak? Mereka meninggalkan Kibum seorang, yeoja lemah yang harus rela membawa kedua tas buah hatinya.

Ia merutuk dalam hati seraya membawa tas tersebut dengan langkah sedikit sempoyongan. Hanya dua tas kecil yang dijinjingnya, tetapi ia begitu susah untuk berjalan? Kibum terhenti sejenak, memperhatikan kedua tas tersebut. ia begitu penasaran apa isi dari kedua tas tersebut. Diarahkannya pandangannya keseluruh penjuru taman mencari bangku kosong. Setelah didapatinya dibagian tengan taman, Kibum beranjak untuk mendudukkan dirinya yang tampak kelelahan.

Ia menghela nafasnya panjang. Ditariknya tas KyuSung kedalam pangkuannnya dengan bersusah payah dan membuka kedua tas tersebut. Kibum cengo dengan apa yang didapatinya. Dua buah batu dengan ukuran sedang disetiap tas? Apa ia tak salah lihat? Dan untuk apa juga mereka membawa bata-bata tersebut?

Ia lagi-lagi menghela nafasnya panjang membuang semua beban yang telah berkecamuk didalam dadanya. Kibum mengedarkan pandangannya mencari 3 potret namja yang telah melingkupi hidupnya. Ia kesusahan mencari mereka, ini weekend kan? Dan bukan keluarganya saja yang berkecimpung dalam taman tersebut, bahkan keluarga lainnya juga.

Berkali-kali ia meneriaki nama mereka, tetapi tak ada jawaban yang dapat ia terima. Kibum bosan jadinya dan mendudukkan dirinya dikursi taman didekat air mancur. Lelah rasanya mencari jejak tanpa ia ketahui kemana jejak itu berada. Nihil! Mereka terlalu cepat menghilang. Biarlah! Nanti mereka akan mencarinya.

Sedang asyiknya ia duduk-duduk menikmati setiap keramaian yang tersuguh didepan matanya, seorang ahjumma mendekatinya dan memberinya setangkai mawar putih. Kibum jelas-jelas heran maksud dari ahjumma tersebut. Tetapi setelah ditanya, ahjumma tersebut hanya tersenyum misterius memandangnya.

Bukan hanya ahjumma itu saja yang memberinya bunga, seorang namja muda, para remaja, bahkan anak-anakpun memberinya silih berganti setangkai mawar putih. Kibum hanya cengo memandang banyak sekali mawar putih dalam genggamannya. Ia tak habis fikir maksud dari ini semua? Ia berulang tahunkah? Tidak mungkin!

'A..A..tes tes.. apa ini sudah menyala?' tutur sebuah suara dari speaker taman yang begitu Kibum kenal suara tersebut, Choi Siwon!

'Apa kau sudah menerima mawar-mawarnya Bummie?~' tanyanya. Kibum hanya tersenyum manis mendengar pertanyaan yang Siwon ajukan dari speaker tersebut.

'Kau pasti mendapatkan semuanya kan? dan membuatmu bingung tentunya.. Apa mawar putih dalam genggaman itu lebih dari 7 tangkai?~"

Kibum hanya tersenyum manis memandang mawar-mawar tersebut. Ia mungkin tengah menahan malu menjadi pusat perhatian pengunjung taman bermain tersebut. Blitz lampu kamera yang tertuju padanya seringkali mengguyur padanya. Ia bukan artis yang bisa difoto sesuka hatinya, jadi..kalian salah orang.

'Orang bilang kalau memberi satu tangkai mawar kepada pasangannya, itu artinya kau berterima kasih kepadanya. Tiga tangkai mawar yang berarti kau menyayanginya, dan tujuh tangkai mawar bila kau mencintainya. Karena aku memberimu lebih dari 7 tangkai, kau pasti tahu bila aku lebih dalam mencintaimu Bummie…'

Perkataan Siwon tersebut mengundang tawa dari para pengunjung taman dan membuat Kibum sedikit malu. Ia menunduk, menyembunyikan rona merah diwajahnya dengan bantuan mawar-mawar tersebut. Kibum memang malu akan ulah Siwon kali ini, tapi ia tersentuh akan sikap namja tampan tersebut.

Mengatakan aku cinta padamu

Aku Ingin melakukannya setiap hari untuk seumur hidup

Maukah kau menikah denganku?

Mencintai dan menghargaimu

Aku ingin hidup seperti ini

Setiap kali kau jatuh tertidur

Aku ingin itu dipelukanku

Maukah kau menikah denganku?

Apakah kau setuju dengan hatiku ini?
[Translate Super Junior – Marry You]

Kibum menganga tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Siwon bernyanyi? Apakah ini sebuah lamaran? Ia sungguh tak percaya. Sorak riuh tepuk tangan pengunjung menggelegar menuju jalan kalbu Kibum. Ia tersentuh, Tentu saja! Ia tak mampu lagi berkata ataupun sekedar mengumpat dalam hati. Kibum sudah kehabisan kata saat ini.

KyuSung muncul diantara himpitan pengunjung dengan setangkai mawar ditangan mereka masing-masing. Kibum lagi-lagi speechless melihat kedua anaknya yang juga ikut andil dalam kegiatan gila Siwon. Matanya juga semakin membulat, saat satu persatu teman ataupun orang terdekatnya juga mendekatinya dengan setangkai mawar putih ditangan masing-masing.

"Haii…" panggil Siwon. ditepuknya pelan bahu Kibum agar yeoja tersebut beralih memandangnya. Kibum menoleh dan membalikkan badannya cepat. Wajahnya semakin memerah saat namja gila yang nekat berbuat hal begini tiba dihadapannya. Siwon tersenyum hangat membalas tatapan tak dapat diartikan dari Kibum.

Siwon menyodorkan tujuh tangkai mawar lagi kehadapan Kibum dan membuat yeoja cantik itu semakin terkesima terhadapnya. "Tujuh tangkai bunga ini melambangkan isi hatiku yang begitu besar terhadapmu. Sudah terlalu banyak rintangan yang kita hadapi, halangan yang selalu silih berganti mengganggu.. Tidakkah kita akhirnya harus bersama?" tanya Siwon.

Kibum bingung jawaban apa yang harus ia utarakan. Satu sisi ia merasa sungguh malu hingga ia tak merasa lagi bila mempuyai urat malu, dan satu sisi yang lain ia juga cukup terharu dengan tingkah terlalu romantic Siwon kali ini.

Ia mengalihkan pandangannya ke orang-orang terdekatnya. KyuSung tersenyum lebar menandakan bila mereka sangat menyetujuinya. Yoona pun begitu. Bahkan HanChulcouple yang masih baru mengikat janji suci mereka ikut tersenyum. Dan terakhir Jaejoong… Kibum sedikit was-was jawaban apa yang akan Jaejoong berikan, tapi setelah satu anggukan pasti dari Jaejoong didapatkannya.. Kibum tersenyum lembut.

"Apapun itu, I DO!" jawab Kibum singkat. Siwon sumringah bahagia dengan jawaban apa yang Kibum berikan. Ia lansung memeluk tubuh Kibum, mengangkatnya dan memutar-mutar badannya. Semua bertepuk tangan melihatnya, ikut bergembira dengan apa yang SiBum rasakan saat ini.

'Semua sudah berakhir! Beginikah rasanya? Aku juga ikut merasa bahagia dengan apa yang kulihat' batin Jaejoong yang tak lepas pandang kearah Siwon dan juga Kibum.

'Aku akan terus bersamamu hingga kita tua sampai rambut hitammu menjadi putih, bahkan sampai ajal menemui kita..Itu Janjiku!' Siwon juga ikut berkata dalam hati seraya tersenyum bahagia memandang Kibum.

'Satu kesempatan aku telah menyia-nyiakannya. Dan sekarang Tuhan memberiku kesempatan kedua! Aku bersumpah demi nama putraku, aku akan menjaga keluargaku apapun rintangannya..' batin Kibum.

'Inilah kebahagiaan kalian. Walau banyak jalan berliku nan terjal kalian lalui..akhir nan manis dapat kalian dapatkan. Chkhae!' Changmin yang ikut menyaksikan lamaran romantic Siwon pun membatin.

Mereka sudah menjadi satu! Begitu indah dan manis kisah yang mereka rajut hingga mencapai sebuah puncak kebahagian….

FIND

Big Thanks To :
spykjw, Ny cho evil, suie-sudian, ahraya love henry, phiexphiexnophiex, , bumranger89, El Lavender, LyaxueSibum, Kim Raein, anin arlunerz, KinanChoi, lovelybummie, Niraa, Guest, wonnie, diyas, Veeclouds, meotmeot, Kim RyeoSungHyun, bumhanyuk, black paradise, chocolatess

Thanks buanget saran dan masukkan kalian buat amore.. tanpa kalian semua, ff ini gag bakal end dengan bahagia ehhee.. amoree speechless nieh, gak tau mau cuap-cuap apa. Thanks…. Ne #SembahSujudReader