Horeee~!

It's time for Vocaloid School Time! w

Miku: Asik~! ^^

Rin: Akhirnyaaa...! w

Luka: I can't wait what will happened in our first day ^^

Keitarou: Wah, bisa sekelas sama Vocaloid, nih! Pasti seru. Hehehe...

Yamigawa: Kalo kebanyakan ngomong, kapan mulainya?

Sora: Ok, disclaimer time.

Disclaimer : Merodine bukan pemilik Vocaloid, kami cuma penulis fic Vocaloid ^_^


"Buku tulis?"

"Siap!"

"Alat-alat tulis?"

"Lengkap!"

"Seragam?"

"Rapih!"

"Siap berangkat?"

"Siap!"

"Kei, Kei! Tunggu sebentar!" panggil Haku.

"Ada apa?" tanya Keitarou.

"Bajunya kekecilan, nih." ucap Haku, menunjuk bajunya yang terlalu sempit pada bagian dadanya.

"Itu sih, dadamu saja yang terlalu besar." ucap Meiko yang sebenarnya iri pada ukuran dada Haku tersebut.

"Aku tidak mau ah punya yang sebesar itu. Pasti sesak, ya?" gumam Rin.

"Pasti." jawab Neru pelan.

"Yah ampun... Kakak pasti salah membelikan baju untuk Haku, nih." ucap Keitarou.

"Ehm... Keitarou, baju Haku tertukar dengan milikku, sepertinya." ucap Miku yang mengenakan seragam agak terlalu besar.

"Segera tukar baju kalian. Aku dan yang lainnya tunggu." ucap Keitarou. Miku dan Haku pun segera masuk kembali ke dalam rumah Keitarou untuk bertukar seragam.

"Akhirnya... Harinya sudah tiba, ya?" gumam Keitarou sambil tersenyum senang.


Beberapa hari yang lalu...

"Neru, aku harap kau bisa mengerti hal-hal yang aku sudah aku ajarkan kepadamu. Mungkin, awalnya kau akan merasa sulit. Tapi, kalau kau berusaha pasti kau cepat bisa." ucap Keitarou.

"Iya, iya." jawab Neru sambil tetap memainkan handphone-nya.

"Dan jangan pernah belajar sambil bermain handphone." ucap Keitarou dan mengambil handphone milik Neru.

"Ah," handphone tersebut pun terebut dari tangan Neru. "Berani-beraninya kau mengambil handphone-ku." ucap Neru dengan tatapan marah.

"Eh?" Keitarou pun menjadi takut.

"Neru, jangan coba-coba untuk kasar pada Keitarou!" ucap Rin tiba-tiba.

"Diam kau, maniak roadroller!" ucap Neru kesal.

"Kau juga diam, maniak handphone idiot!" ucap Rin lebih marah lagi.

"Ok, ok. Hentikan pertengkaran ini, atau kalian bertiga tidak dapat makan malam." ucap Meiko yang tiba-tiba datang.

"Tapi, handphone-ku diambil oleh Keitarou." ucap Neru.

"Itu supaya kau bisa belajar dengan serius, bodoh." ejek Rin.

"Diam kau!" ucap Neru kesal.

"Kau yang diam!" ucap Rin.

"Hei, jangan mulai lagi ya. Keitarou, kembalikan saja dulu handphone milik Neru." ucap Meiko. Keitarou pun memberikan handphone Neru kembali.

"Jangan pernah lagi mencoba merebut handphone-ku ini, atau kau akan ku hajar." ancam Neru, kemudian kembali bermain handphone lagi.

"Yah, Neru. Kalau begini caranya, kapan kau akan pintar?" ucap Keitarou pelan.

"Urusi saja dulu program dan file ejaan Teto, baru kau kesini dan ajari aku belajar lagi. Sekarang, aku sedang sibuk chatting." ucap Neru. Keitarou hanya dapat pasrah saja.

Keitarou pun menuju ke kamarnya. Disana, Teto sudah menunggu Keitarou bersama Luka, Gakupo dan Kaito.

"Nah, akhirnya datang juga kau, Keitarou." ucap Kaito.

"Maaf, tadi aku harus mengajarkan Neru dulu. Hhh... Ternyata susah sekali untuk mengajarkan anak itu." ucap Keitarou.

"Neru memann seterti itu sih." ucap Teto.

"Ok, Teto. Sekarang, aku akan memperbaiki program-mu dulu. Kau siap?" tanya Keitarou. Teto mengangguk dan mengeluarkan disk-nya kemudian tertidur.

"Gakupo, berikan aku file dasar-nya." ucap Keitarou.

"Baik." Gakupo mengetikkan beberapa data pada file program Teto dengan cepat. "Selesai."

"Ok, sekarang giliranku." ucap Keitarou dan mengambil alih komputer dari Gakupo. Keitarou juga dapat dengan mudah memperbaiki program Teto.

"Aku harap, dengan begini Teto dapat bicara dengan normal lagi." ucap Keitarou dan memasukan disk Teto kembali.

Sesaat kemudian, Teto pun membuka matanya kembali dan mulai berbicara,

"Jadi, apakah berhasil?" tanya Teto. Keitarou langsung melompat senang. Dia telah berhasil memperbaiki Teto.

"Selamat ya, Teto. Kau sudah dapat bicara dengan normal lagi sekarang." ucap Luka dan memeluk Teto.

"Boleh aku ikut memeluk Luka?" tanya Gakupo.

"Of course, no." jawab Luka dan membuat Gakupo harus membatalkan niatnya untuk memeluk Luka.

"Aku harus memberitahukan Neru tentang ini! Hihihi..." ucap Teto senang dan langsung berlari menuju tempat Neru belajar (wi-fi an).

"Nah, berarti hanya tinggal Haku saja, ya?" ucap Kaito.

"Programmu sendiri masih belum benar, Kaito." ucap Luka.

"Hahaha... Aku sih, tidak bisa membaca karena salahku sendiri. Neru saja bisa belajar sendiri, masa aku tidak bisa sih belajar membaca sendiri?" ucap Kaito sambil tersenyum.

"Ya. Maaf, Kaito. Program-mu memang tidak mungkin untuk diperbaiki dengan cara di-install. Kau harus mempelajari huruf-huruf dengan dirimu sendiri." ucap Keitarou, merasa bersalah pada Kaito.

"Sudah, sudah, Kei. Ini bukan salahmu, kok. Aku pasti akan segera mempelajarinya." ucap Kaito.

"Terimakasih banyak, Kaito." ucap Keitarou pelan sambil tersenyum kecil.

"Keitarou, bisa kau perbaiki aku sekarang?" ucap Haku yang baru saja datang.

"Baik, Haku." ucap Keitarou. Haku pun langsung mengeluarkan disk-nya dan lalu tertidur.

"Kali ini, bukan lagi di file bahasa, atau pun ejaan. Tapi, di file battery ya? Baiklah..." Kaito mengutak-atik program di file Haku.

"Eh?" ucap Keitarou bingung.

"Ada apa, Kei?" tanya Luka.

"Program Haku dan Meiko ada yang tercampur di program Haku. Haku dapat bangun lebih lama jika meminum sake. Tapi, bedanya dengan Meiko adalah, Haku punya kekebalan terhadap sake. Jadi, sake tersebut tidak dapat membuatnya mabuk. Jika Haku sudah meminum sake, battery-nya akan bertambah otomatis selama sembilan jam." ucap Keitarou menjelaskan.

"Berarti, dengan kata lain, Haku tidak apa-apa selama dia meminum sake?" tanya Kaito.

"Begitulah." Keitarou memasukan disk itu kembali ke tubuh Haku.

"Jadi, begitu ya?" ucap Haku saat tersadar dari tidurnya.

"Tidak apa-apa kan, Haku?" tanya Keitarou. Haku menggeleng sambil tersenyum.

"Lagipula, aku suka sake. Hehehe..." ucapnya.

"Dengan begini, selesai sudah tugas pertamaku. Hehehe..." ucap Keitarou senang.


"Nah, Kei! Kami sudah siap berangkat sekarang!" ucap Miku yang sudah bertukar seragam dengan Haku.

"Baik. Kita harus cepat kalau kita tidak mau terlambat." ucap Keitarou.

"Baik!" seru para Vocaloid. Mereka ber-sebelas pun berangkat menuju sekolah Keitarou.

Selama perjalanan, banyak orang-orang yang kagum saat Keitarou berjalan bersama para Vocaloid. Terutama karena disana ada Megurine Luka, sang artis terkenal. Kedua, orang-orang terpesona melihat Miku, Rin, Neru, Teto, Meiko, dan Haku yang sangat cantik. Ketiga, mereka juga kagum pada Kaito, Gakupo, dan Len yang terlihat keren. Terakhir, mereka heran melihat Gakupo membawa samurai-nya menuju ke sekolah.

"Gakupo, bukankah aku sudah memintamu untuk tidak membawa samurai itu ke sekolah?" tanya Keitarou.

"Ini hanya untuk perlindungan, bukan untuk berkelahi." jawab Gakupo. Keitarou hanya bisa diam karena dia masih takut kepada Gakupo.

"Geez... Padahal kan lebih asik wi-fi an di rumah. Kenapa harus sekolah, sih?" gumam Neru kesal.

"Ini kan untuk membangun klub musik di sekolahnya Keitarou. Dengan begitu, kita sudah mencapai tujuan awal kita. Terakhir, kita akan tunjukan kepada dunia kalau kita adalah suara dari masa depan!" seru Miku. Neru hanya diam saja.

"Kau hobi jadi pusat perhatian ya, Miku?" ucap Neru tanpa memperhatikan ekspresi Miku selanjutnya.

"Oh iya, Meiko. Kau sudah lakukan yang aku pinta, kan?" tanya Keitarou.

"Tenang saja! Aku sudah mengganti isi botol minumku dan Haku dengan sake. Hehehe..." ucap Meiko.

"Yah, asalkan kau tidak meminumnya di sekolah, aku rasa tidak akan ada yang tahu." ucap Keitarou.

"Umm... Keitarou, how about our class?" tanya Luka.

"Kita semua berada di kelas yang sama." jawab Keitarou sambil tersenyum.

"Asik!"

"Aku akan duduk dengan Megurine Luka." ucap Gakupo.

"Miku, mau duduk bersamaku di kelas nanti?" pinta Luka. Miku mengangguk senang. Sementara, Gakupo lagi-lagi kehilangan satu kesempatan.

"Kei... Umm... Aku duduk bersamamu, ya?" pinta Rin.

"Boleh, kok. Aku pasti akan lebih senang kalau kau duduk bersamaku, Rin." ucapan Keitarou membuat Rin tersipu.

"Teto, mau duduk bersamaku?" ajak Neru.

"Boleh. Dimana kita akan duduk nanti?" tanya Teto.

"Di meja paling belakang. Jadi, aku tidak akan ketahuan kalau sedang online di kelas." ucap Neru.

"Kalau begitu, maaf Neru. Aku lebih memilih duduk di depan saja. Aku mau konsentrasi pada pelajaran di kelas." ucap Teto.

"Yah... Baiklah." Neru perlahan melirik kearah Len.

"Kagamine Len, mau duduk bersamaku?" tanya Neru. Len terkejut saat Neru memintanya untuk duduk bersamanya di kelas nanti.

"Eh? A-Aku?" tanya Len malu.

"Iya." ucap Neru.

"B-Baiklah." jawab Len pelan. Hatinya masih terus berdebar-debar dan sangat senang karena dia akan terus berada di samping Neru selama di kelas nanti.

"Nah, kita sudah sampai sekarang." ucap Keitarou.

"Selamat datang di Crypton Middle School." ucap Keitarou dan kemudian melangkah masuk bersama para Vocaloid.

"Wah, sekolahnya ternyata sangat indah." ucap Teto kagum.

"Luas sekali? Aku bisa-bisa tersesat di sekolah ini." ucap Kaito.

"Wah..." ucap Miku dan Rin kagum.

"Nah, inilah kelas kita." ucap Keitarou. Dia pun membuka pintu ruang kelasnya.

"Selamat pagi, semuanya." sapa Keitarou dan para Vocaloid. Seisi kelas terkejut melihat Keitarou datang bersama sepuluh teman barunya.

"Wah... Itu kan Megurine Luka? Keitarou ternyata adalah teman artis terkenal seperti Luka."

"Anak itu manis sekali. Ternyata Keitarou juga punya teman yang seperti itu, ya? Hebat."

Terdengar suara anak-anak di ruang kelas menjadi sangat berisik. Mereka semua kagum dan mencoba berkenalan dengan para Vocaloid.

"Namaku Hatsune Miku. Senang berkenalan dengan kalian semua."

"Aku Neru."

"Uhh... Terlalu ramai disini." ucap Haku risih.

Tidak lama kemudian, seorang guru masuk kedalam ruang kelas. Semua siswa-siswi pun langsung duduk di tempatnya masing-masing.

"Hari ini, bapak mendengar kalau ada sepuluh orang siswa-siswi baru di kelas kita. Bapak mempersilahkan untuk para murid baru untuk maju ke depan kelas dan memperkenalkan dirinya." ucap guru tersebut. Para Vocaloid pun maju ke depan kelas dan mulai memperkenalkan diri mereka.

"Namaku Hatsune Miku. Aku suka daun bawang dan hobi bernyanyi. Semoga kita bisa berteman baik."

"Namaku Kagamine Rin. Aku suka jeruk dan juga hobi bernyanyi. Senang bertemu kalian."

"Namaku Kagamine Len. Aku suka pisang. Hobiku main game, sepakbola dan menyanyi."

"Namaku Megurine Luka. Aku suka makan ikan dan bernyanyi. Aku harap kalian bisa menerimaku seperti teman kalian biasa. Tidak perlu sungkan."

"Namaku Kaito Shion. Aku suka es krim dan juga hobi menyanyi. Aku juga suka bermain sepakbola."

"Namaku Meiko. Aku suka minum," Kaito menginjak kaki Meiko dan membuat Meiko menjawab, "Susu."

"Namaku Kamui Gakupo. Aku suka makan terung. Aku senang bernyanyi dan berlatih samurai."

"Namaku Kasane Teto. Aku suka makan roti. Hobiku bernyanyi dan menulis. Senang bertemu kalian."

"Namaku Akita Neru. Tidak perlu repot-repot mengenalku lebih jauh. Yang punya facebook, add aku. Yang punya twitter, follow aku. Baru aku mau berkenalan dengan kalian."

"Namaku Yowane Haku. Aku suka... Umm... Minum teh. Ya, minum teh. Hehehe... Aku juga senang bernyanyi. Senang bertemu kalian."

"Jadi, kalian semua suka menyanyi, ya?" tanya pak guru. Para Vocaloid mengangguk.

"Baik. Perkenalkan, nama bapak adalah Kiyoteru. Sebelumnya, ada beberapa peraturan yang perlu kalian ketahui di kelas ini. Yang pertama, dilarang membawa senjata tajam ke sekolah." ucap pak Kiyoteru menunjuk samurai milik Gakupo.

"Ini hanya untuk..." Kaito menginjak kaki Gakupo.

"Properti." ucap Kaito sambil nyengir. Pak Kiyoteru tidak percaya kepada Gakupo.

"Taruh saja dulu di depan kelas. Bapak tidak akan apa-apakan samurai milikmu. Toh, bapak juga mengerti teknik samurai, kok." ucap pak Kiyoteru.

"Tapi, pak! Ini kan untuk melindungi saudara-saudaraku!" bentak Gakupo. Pak Kiyoteru hanya diam saja, tanpa merubah ekspresi wajahnya.

"Ini sekolah, Gakupo! Kalau kau tidak senang dengan peraturanku, maka keluarlah!" ucap pak Kiyoteru lebih parah dari Gakupo.

"Sudahlah, Gakupo. Taruh saja dulu samurai-mu." ucap Meiko menenangkan.

"Lagipula, tidak akan ada yang akan menyerang kita di dalam gedung sekolah, Gakupo. Calm down..." ucap Luka. Gakupo langsung menurut pada kata-kata Luka dan menaruh samurai-nya di pojok kelas.

"Bagus. Peraturan nomor dua, tidak boleh mengaktifkan handphone selama pelajaran sedang berlangsung." ucap pak Kiyoteru menunjuk ke handphone milik Neru.

"Bapak berani menyuruhku me-non-aktifkan handphone-ku, huh?" tanya Neru dengan tatapan tajam.

"Karena kalau kau terlalu sering bermain handphone, otakmu pasti jadi idiot, Akita Neru." ucapan pak Kiyoteru membuat Rin tertawa terbahak-bahak.

"Neru idiot! Hahaha..." ucap Neru meledek Neru. Neru menatap Rin dengan tatapan yang jauh lebih menyeramkan lagi.

"Ngajakin perang, huh?" tanya Neru.

"Siapa takut." ucap Rin.

"Kalian berdua. Hentikan, agar semua ini bisa selesai lebih cepat. Aku sudah bosan." ucap Kaito sambil terus memakan es krimnya.

"Benar. Kalian lebih baik segera duduk di tempat kalian. Dan kau, Kaito Shion, jangan makan didalam kelas." ucap pak Kiyoteru saat Kaito berjalan menuju kursinya.

"Eh? Tidak boleh makan es krim di kelas? Kejam sekali." ucap Kaito merengek. Pak Kiyoteru menggeleng.

"Kalau begitu, aku izin menghabiskan es krim milikku dulu di luar kelas. Boleh kan, pak?" tanya Kaito.

"Boleh. Dengan syarat, kau tidak boleh masuk ke dalam kelas lagi selama satu hari ini. Setuju?" tanya pak Kiyoteru. Kaito akhirnya mau tidak mau membuang es krimnya.

"Bagus. Sekarang duduklah." ucap pak Kiyoteru pada para Vocaloid.

"Baik, pak." para Vocaloid pun kembali duduk di tempatnya masing-masing.

"Nah, kita akan mulai pelajaran kita hari ini. Buka buku kalian." ucap pak Kiyoteru memerintahkan. Anak-anak pun segera membuka buku pelajaran mereka.

"Sekai de ichiban no hime sama~" Miku menyanyi-nyanyi di dalam kelas. Beberapa siswa dan siswi memperhatikan Miku yang sedang bernyanyi dengan sangat indah.

"Ehem... Hatsune Miku." panggil pak Kiyoteru.

"Kenapa, pak?" tanya Miku dengan wajah innocent-nya.

"Jangan bernyanyi di dalam kelas, atau pun membuat kegaduhan yang lain. Mengerti?" ucap pak Kiyoteru.

"Uhh... Terlalu banyak perarturan yang kejam di kelas ini..." ucap Miku lemas dan menelungkupkan wajahnya di meja.

"Sabarlah, Miku." ucap Luka yang duduk di sampingnya sambil mengelus pelan rambut Miku.

"Aduh... Aku sudah mulai mengantuk, nih." ucap Haku.

"Haku, langsung minum saja..." bisik Meiko pelan. Haku mengambil tempat minumnya perlahan-lahan. Saat pak Kiyoteru sedang menulis di papan tulis, Haku segera meminum sakenya.

"Haku, aku minta sedikit ya." pinta Meiko.

"Tapi... Kalau kau minum dan mabuk, nanti..." ucap Haku ragu, mau memberikan sakenya atau tidak.

"Berikan sa-" Tiba-tiba Meiko dilempar buku oleh Kaito.

"Jangan, bodoh." ucap Kaito pelan.

"Huah! Aku juga kan mau, Kaito!" ucap Meiko kesal dan hampir membalas Kaito dengan melemparkan kursinya kepada Kaito.

"Meiko, letakkan kursimu dan cobalah untuk tenang. Kalau tidak bisa tenang, kau ku perbolehkan untuk berdiri di luar kelas." ucap pak Kiyoteru. Meiko pun langsung diam dan menaruh kembali kursinya.

"Pak Kiyoteru, aku mau ke belakang." ucap Rin dan Len.

"Kenapa berdua?" tanya pak Kiyoteru.

"Aku takut pak kalau sendirian." ucap Rin tersenyum malu.

"Payah." ejek Neru.

"Diam, idiot! Maniak HP! Yang paling freak dari semua yang freak!" ucap Rin.

"Kau..." Neru tidak sempat melanjutkan kata-katanya, karena pak Kiyoteru langsung mengambil keputusan.

"Len, kau duduk dan tetap di kelas. Akita Neru dan Kagamine Rin, aku persilahkan kalian untuk ke toilet bersama-sama dan coba untuk akrabkan diri kalian berdua." ucap pak Kiyoteru.

"Ogah." ucap Rin, sambil terus menahan rasa ingin ke toilet.

"Siapa juga yang mau. Cih." Neru mendengus kepada Rin. Akhirnya, Rin mau tidak mau harus ke toilet sendiri.

"Bapak harap jangan ada yang mengganggu pelajaran bapak lagi. Kalau masih ada yang mengganggu, keluar saja kalian dari dalam kelas." ucap pak Kiyoteru dengan ekspresi wajah yang mulai kesal.

"Baik, pak." ucap semua siswa menurut. Dan itulah awal dari kehidupan sekolah Vocaloid. Mereka masih merasa kalau peraturan sekolah itu merepotkan dan terlalu banyak. Tapi pasti nantinya mereka akan terbiasa.


Huwaaa...! Kehabisan ide buat bikin suasana kelas itu lebih kacau lagi! .

Maaf, kalau malah jadi nggak jelas ya.

Miku: Peraturannya membuat suasana kelas jadi membosankan. Masa menyanyi saja tidak boleh. ( _ _ )

Kiyoteru: Patuhi peraturan, dong.

Miku: #sweatdrop

Meiko: Luka, Teto, dan Len saja yang tidak membuat masalah. Yah ampun... Kalian ini benar-benar...

Rizuka: Sudah, sudah. Ok, next chapter...

Miku: Kita akan mulai rencana untuk- #mulutnya disumpel jeruk sama Ame

Rin: Jeruk aku!

Ame: Nanti aku beliin lagi. Kata Rizuka, nggak seru kalau dikasihtau duluan.

Kaito: Ok, kalo yang mau tahu apa rencana yang akan dibuat Miku, banyak-banyakin review. Jadi cepet di update. Miku, baik-baik saja kan?

Miku: Huah... Kenapa tadi ga disumpel negi aja sih? = ,=

Kaito: Ntar kamu telan duluan. =="

Rin: Ame, jangan lupa beliin jeruk.

Ame: Iya, iya. ^_^"

Rizuka: Ok, it's time to say good bye~! ^_^