With You (Together)
Maincast :
Bang Yongguk
Kim Himchan
Jung Daehyun
Yoo Youngjae
Choi Zelo
Moon Jongup
(cast akan bertambah searah alur cerita)
Rating : T
Disclaimer :
BAP's cast TS Entertaiment and another cast their own agency. This FF are Mine (Miyu a.k.a Himkyu) ^^
A/N :
SELAMAT IDUL FITRI !
Adakah yang sudah berada di kampung halamannya atau sudah pulang atau malah masih menetap saja? Same like me! Huhuhu~ Miyu gak bisa pulang kampung! Belum diberi rezeki kesana kali ya :)
Tapi yang terpenting adalah…., mari kita mundur saat saat berpuasa ..
Miyu bisa FULL berpuasa! Ahhh.. yey! Readernim ada yang sama dengan Miyu? Alhamdulillah ya! Miyu tebar bias nih satu satu sebagai pengganti THR /?
Gak ada yang mau ngasih THR nih ke Miyu? Mungkin tiket nonton TLP atau SuShow nanti? :( Miyu lagi galau T^T gak bisa ketemu ayang Wu Fan , Chanyeol, dan (kalo ada SS6) Kyuhyun ! #Plak (readernim : kita juga galau , Miyu!) #GalauBareng
Ya sudah lupakan masalah itu .. Males bête disaat hari kemenangan gini! Hihihi… Miyu kasih hadiah lebarannya berupa update chapter ke 11 ya! Maaf menunggu selama sebulan ini ^^ (wow lama sekali!)
Lets Enjoy The FF!
.
.
.
.
.
**Sebelumnya**
"Baiklah! Kami akan meminjamnya! Tapi hyung harus memberikannya besok! Arrachi (mengerti),hyung?!" V mengedip akrab pada Yongguk. Yongguk hanya tersenyum membalasnya.
"Ah... Sekarang mari kita lakukan wawancaranya!"
.
.
.
.
.
Sementara Yongguk diwawancari oleh V , Jimin, dan Jungkook. Namjoon dari bangku penonton (agak menjauh dari keempatnya) menyeringai antusias.
"Setidaknya melihat foto atau video ia berciuman dengan Himchan, akan memulihkan kondisiku tentang Suga." Namjoon pun terkikik.
.
.
.
.
Himkyu present :
WITH YOU (TOGETHER) Ch. 11
Yongguk berjalan tenang melintasi lorong sekolah sembari menenteng kamera di tangannya. Matanya menelisik bentuk kamera tersebut betul betul. Kamera yang ia pinjam dari seorang namja manis yang tak lain tak bukan bernama Kim Taehyung.
"Mau kuapakan kamera ini nanti? Apa Himchan tak curiga ketika aku 'melakukan' nya, dan kamera ini pun menyala? Bisa bisa ia akan mengira aku namja 'mesum' lagi." Alisnya menurun heran. Nafas nya ia lenguhkan dengan sangat berat hati. Bayangan kejadian yang begitu aneh dibayangkan begitu saja, terlintas saja di otaknya.
Bayangan dimana ketika ia dengan sengaja mencium Himchan. Tepat di bibirnya. Sentuhan halus dari bibir kokoh Yongguk. Lembut dan berasa pula bibir ranum merah muda milik Himchan. Yongguk mulai merasakan bibir Himchan selezat tomat cherry yang lembut dan basah. Lalu ia mulai melumat pelan. Menjilatnya sedikit agar dapat merasakan kelezatan daging merah muda tersebut secara keseluruhan. Mengigit spot sensitive tersebut dengan mata tertutup. Sedangkan lenguhan demi lenguhan mulai terdengar merambat di telinga Yongguk. Lenguhan Himchan yang tak berdaya. Dan tiba tiba kamera yang di set sedemikian rupa , dimana timer menyala tepat pada seharusnya.
CKLIK…
"Yongguk-ah?"
"KYAAA!" Yongguk hampir saja menjatuhkan kameranya. Tangannya segera memeluk kamera tersebut. Dan matanya berang menatap sesosok di hadapannya karena sensasi bayangannya buyar sudah. Menganggu saja….
Tepat di hadapannya.. Namja berkulit tan yang kini berbalut pakaian tak berseragam seperti biasanya. Lagi lagi dengan kaus hitam berlengan panjang dan celana jeans tanpa mengenakan kacamata. Daehyun memandang selidik pada kesalahtingkahan Yongguk.
"Sedang apa kau? Bibirmu manyun tak jelas begitu tadi…" Daehyun berceletuk seraya melipat tangan karena mencium kecurigaan sikap Yongguk yang tadi memanyunkan bibirnya sambil menutup mata. Seperti hendak mencium seseorang. "Kau sedang berkhayal tidak tidak, atau kau sedang olahraga bibir agar kau bisa memiliki bibir sepertiku?" alis kanan Daehyun terangkat.
Yongguk menggeleng cepat. Ia berusaha membela diri, walaupun yang dikatakan Daehyun ada benarnya. Loh? Terkecuali untuk opini kedua.
"Aniyo,Hyung! Enak saja! Bi—birku hanya terasa kering." Yongguk mengelap bibirnya cepat cepat dengan punggung telapak tangannya. Daehyun tetap tak bisa menghentikan kecurigaannya. Namun ia lelah kalau harus menanggapi keanehan orang satu ini.
"Ngomong-ngomong, hyung sendiri sedang apa? Kenapa kau tak segera pulang? Mau menginap lagi ya?"
"Hmm… aku memang ingin saja. Tapi aku punya keperluan penting. Seseorang akan menginap di rumahku. Jadi mulai sekarang aku tak bisa menginap di ruang kesehatan."
"Bagaimana jika Youngjae mimpi buruk lagi hyung?! Kau tega sekali membiarkan mahluk itu mengungsi ke kamarku." Yongguk menatap serius Daehyun. Memang ia ingat betul ketika Youngjae terakhir kali datang ke kamarnya dan berantem dengannya. Tidak nyaman mendengar dengkuran namja itu. Wajah boleh manis, tapi dengkurannya….
Ia bahkan cemas Himchan yang tidur di sebelahnya apa nyenyak tidurnya?
"Lagipula seharian ini, namja itu diam seperti patung di mejanya. Ia pasti sedang sakit, hyung!" lanjut Yongguk dengan nada protesnya.
Daehyun terkesiap mendengar laporan Yongguk tentang Youngjae. Jadi perasaan tak enaknya sedari siang ketika di ruang kesehatan. Saat ia sedang mengerjakan tesis nya, terngiang wajah Youngjae di dalam pikirannya hingga membuat Daehyun tak dapat berkonsentrasi. Benar terjadi? Youngjae kembali sakit?
Daehyun ingin buka suara untuk menanyakan lebih banyak tentang keadaan Youngjae. Namun suara HPnya bordering tiba tiba di kantung jeansnya.
Eunji menelponnya.
"OPPA! Dimana kau?! Kau ingin aku kedinginan di luar?! Palliya~ Aku sudah menunggu di depan sekolahmu." Suara merdu gadis mungil itu membuat Daehyun menepuk jidatnya. Ia lupa bahwa gadis itu menunggunya seharian ini. "Baiklah, aku sedang menuju kesana." Daehyun menutup hubungan teleponnya. Matanya kembali menatap serius manik tegas Yongguk.
"Kumohon~ bisakah kau pastikan Youngjae meminum obatnya malam ini saja? Besok aku akan tanyakan lagi keadaannya. Terima kasih , Yongguk-ah!" Daehyun menepuk nepuk pundak datar Yongguk . Ia berlalu pergi setelahnya dengan sangat gegabah. Di luar sana , malam mulai menyambut bersama dengan angin yang menusuk. Pastilah Daehyun mencemaskan gadis yang bermarga sama dengannya tersebut. Walaupun pikirannya pastilah tak akan jauh memikirkan Youngjae.
Yongguk berdecak kesal. Kenapa ia bisa kenal dokter menyebalkan itu? Namun dengan sekali endikkan pundak , ia lalu kembali melanjutkan langkahnya. Ia malas sekali. Capek capek ke kamar Youngjae yang notabene cukup berjauhan dari kamarnya sendiri. Hanya untuk memastikan ia minum obat atau enggak? Memangnya dia pacar Youngjae , apa?!
.
.
.
.
.
.
.
Kelopak mata Youngjae turun , menatap sayu pada lantai di pijakannya. Ia lalu meluruskan tubuhnya saat sebelumnya sedang menekuk mengintip di balik tembok, mengintip aksi percakapan Daehyun dengan Yongguk disana. Matanya hampir saja basah oleh air mata. Ia lalu memandangi sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya. Ia pandang tak percaya , kenapa jari manisnya bisa terpasang cincin cantik itu? Apa maksud Daehyun memakaikannya saat itu? Saat pertama kali Youngjae datang ke rumah Daehyun.
Ketika Daehyun panik bukan kepalang menanggapi risihan sakit yang di lenguhkan Youngjae , walaupun hanya pura pura. Dan kesungguhan namja bermarga Jung untuk selalu menjaganya. Untuk menyembuhkan phobianya.
Apa semuanya hanyalah perhatian semata dari seorang dokter pada pasiennya? Atau selama ini Daehyun menganggap Youngjae sebagai…adiknya?
Umur mereka memang terpaut jauh. Berbeda 9 tahun bukanlah hal yang maklum bagi sepasang kekasih menjalin hubungan. Apalagi keduanya memiliki kesamaan dalam hal gender.
Apa selama ini Youngjae mengharapkan hal yang tabu? Yang mustahil? Yang menjijikkan? Yang mengerikan? Kenapa semua fantasi itu begitu saja merenggutnya? Dan kenapa harus Daehyun yang menjadi sasaran dalam permainan fantasinya? Ini konyol!
Sekarang harapan konyolnya yang mengusik pikiran Youngjae, sebaiknya dipupuskan. Lihat! Daehyun pun seperti tak peduli lagi dengan Youngjae semenjak kehadiran gadis misterius itu. Padahal dahulu, tak ada yang bisa menghalangi Daehyun segera menemui Youngjae apabila mendapat kabar namja manis itu sedang terluka atau sakit. Segala hal sepertinya dilangkahi dahulu, karena baginya Youngjae adalah nomor satu. Tapi…
Arghhh! Lagi lagi pikiran yang konyol!
"Tidak! Daehyun hyung tak akan pernah menyukaiku!" Youngjae melepas cincin itu. Cincin berwarna biru safir, warna kesukaan Umma Daehyun. Tentu saja…. Karena cincin ini diberikan sang ibu kepada Daehyun agar putranya dapat memberikannya pada kekasih pilihannya. Cincin cinta sejati yang menurun. Sekarang terpakai di jari Youngjae. Hanya saja namja manis itu tak menyadari asal mula cincin tersebut. Yang ada, ia hanya menganggap cincin itu hanyalah cincin biasa sebagai saksi terlukanya namja itu akan perlakukan Daehyun. Perlakuan yang seharusnya diharap Youngjae, sebagai perhatian penuh cinta dari seorang kekasih.
Youngjae mencengkeram cincin itu begitu kuat. Hingga buku buku jarinya memutih. Ingin saja menghancurkan cincin itu hanya dalam sekali genggaman. Namun ia tak bisa. Cincin itu masih saja utuh ketika ia membuka cengkeramannya. Bahkan semakin berkilau.
"Aku…. Tak bisa tak menyukaimu, hyung." ucap namja itu seraya mengelus lembut cincin tersebut. Lalu ia biarkan tangannya bersama cincin tersebut masuk ke dalam kantung jaketnya. Cincin itu akan baik tersimpan di dalam kantung jaketnya.
"Youngjae-ah?"
Youngjae terperanjat ketika melihat 2 sosok namja yang dikenalinya bersama berdiri memandang cemas padanya. "Ada apa denganmu?" nada bicara khawatir tersebut berasal dari si pendek , Jongup.
Youngjae mulai mengulas senyum. Senyum yang agak dipaksakan memang. Namun ia berusaha melakukannya agar tak membuat kedua sahabatnya semakin khawatir. "Aku hanya sedang cari angin segar."
"Ugh… jangan bilang kau juga lupa dengan ulang tahun Himchan." Ucap Namjoon tegas. Sontak membuat Youngjae semakin terkejut. "Mwo?! Ulang tahun?!"
"Ya sudahlah, Namjoon-ah. Himchan itu kan anak baru. Pastilah tak semua orang langsung tau hari ulang tahunnya." Jongup berkata bijak. Membuat Namjoon mengibas acuh tangannya di hadapan Jongup seperti beranggapan 'ya-terserah-kau-saja'.
"Lalu kotak apa yang kau pegang?" Youngjae menatap antusias pada sebuah kotak yang sedari tadi terbeban di tangan kanan Namjoon. Kelihatannya tak terlalu berat sebab namja berlesung pipit itu tidak kesulitan memeganginya walaupun kotaknya lumayan besar.
"Oh ini!" Namjoon menoleh pada kotak di tangannya. "Tentu saja kue ulang tahun! Memangnya kau kira boneka Barbie?" jawab Namjoon agak ketus. Terjaga sampai tengah malam begini demi merayakan ulang tahun namja yang pernah menghajarnya, bukanlah hal yang dengan mudah Namjoon terima begitu saja. Tapi tentu saja ia mau melakukannya dengan senang hati kali ini. Ia ingin menarik hati Himchan… bisa jadi ada aksi 'perdamaian' antara dirinya dengan Himchan. Habis… Namjoon masih dihantui oleh amukan Himchan. Menakutkan!
Youngjae mengangguk mengerti. "Kalau begitu… aku ikut bergabung,nee?! Lagipula sebentar lagi sudah mau tengah malam."
Jongup dan Namjoon tentu saja menanggapinya dengan antusias pula. "Tentu saja! Let's go!"
.
.
.
.
.
.
.
.
Himchan mengernyit heran melihat kegiatan Yongguk yang sibuk dengan kameranya. Ia melipat tangan dan ia berdiri bersandar di dinding kamar dengan manik matanya terus mengikuti tingkah Yongguk. Entahlah~ namja sekamarnya itu tiba tiba datang membawa kamera, lalu seperti orang yang tidak pro sama sekali, begitu kesulitan mengeset kamera tersebut. Bahkan sudah berapa kali namja itu menggaruk kepalanya kebingungan.
Himchan lalu menggeleng geleng kepalanya memaklumi keanehan namja tersebut. Ia lalu bangkit dari sandarannya dan berjalan mendekati Yongguk. Ia langsung duduk di samping namja berperawakan tegas tersebut.
"Biarkan aku membantumu, Bang." Himchan mengambil kamera tersebut dari tangan Yongguk. Namja tampan di hadapannya malah mengerjab polos melihat tingkah Himchan yang tiba tiba ikut campur urusannya. Ketika manik nya melihat Himchan sedang serius memandangi kamera dan jarinya apik menekan disana sini. Seperti ada pesona lain di diri Himchan yang membuat Yongguk memandang takjub. Keterpesonaannya pada namja manis tersebut, membuatnya tak sadar bahwa Himchan sudah kembali menyodorkan kamera Yongguk. "Mwo? Kenapa kau melihatku begitu?"
Yongguk segera mengerjab berkali kali matanya. Menyadarkan otaknya dari uforia tadi.
"Ani! A—aku hanya sedang mengamati saja caramu menyalakan kamera itu. O! Sudah menyala rupanya." Ucapnya sedikit canggung. Tangannya bergetar ketika dirinya menerima kamera itu kembali dari tangan Himchan. Bahkan kulitnya tadi bersentuhan. Seakan membuat bulu kuduk Yongguk merinding. Ia agak canggung kembali menatap bola mata indah Himchan. Seperti sensasi penuh uforia berlabuh di otaknya setiap kali berniat ingin melihat manik mata indah namja bermarga Kim itu.
Ia pun akhirnya memandangi bentuk kamera itu seperti baru pertama kali saja melihatnya.
"Ck… bahkan menyalakannya saja kau tak bisa. Memangnya kau mau apa sih dengan kamera itu malam begini?"
Yongguk sedikit bingung menanggapi pertanyaan Himchan. Dia ingin jawab apa? Masa iya langsung membongkar rencananya? Bisa bisa Himchan akan memutuskan untuk tidur di taman daripada tidur sekamar dengan namja aneh sepertinya..
Lagipula Himchan melakukan kesalahan ketika beranggapan Yongguk tidak mengerti memakai kamera tersebut. Ia hanya beralasan saja. Toh, Yongguk sebenarnya mengerti cara memakainya. Apalagi hanya untuk menyalakan. Tapi masalahnya, Himchan memperhatikannya. Ketika bersentuhan tangan saja sudah membuat dadanya sesak, apalagi ketika dipandang intens tadi.
"Aku hanya mengetes. Ini milik hoobae dan aku menjatuhkannya. Jadi aku merasa bertanggung jawab untuk memperbaikinya." Yongguk mengulurkan kembali kamera tadi kepada Himchan. "Mau membantuku?"
Himchan langsung mendorong balik uluran tangan Yongguk. "Oh tidak terima kasih! Kau yang bertanggung jawab dengan urusan ini. Aku tak mau ikutan." Himchan lalu bangkit dari ranjang Yongguk dan kembali ke ranjangnya. Ia bersiap untuk menyambut dunia mimpi.
Namun ketika sang empu ranjang (himchan) hendak menarik naik selimut putihnya sampai ke dagunya, Yongguk langsung mencegah. "Himchan-ah! Kau tak mau makan ramen malam ini?"
Himchan segera menghentikan aksinya terhadap sang selimut. Ia lalu melempar pandangan malas pada Yongguk di seberang ranjangnya. "Memangnya kau tak bisa memasak sendiri dan makan sendiri, eoh?!" ucapnya lebih menuju ke gertakan. Yongguk membalasnya dengan cengiran andalan. Ia menggeleng cepat. "Memangnya kau kira aku tidak butuh teman makan?"
Himchan berdecak kesal. Kenapa atlet seantero asrama bisa semanja ini padanya. Oh! Biar Himchan ingat dulu! Bukankah ia adalah sang 'Ajudan(Bawahan)' tuan Bang Yongguk? Lagi lagi Himchan harus menepuk jidatnya setelah mengingat hal tersebut.
"Arraseo, TU-AN BANG-YONG-GUK! Kau merepotkan sekali, tsk…."
Himchan bangkit kembali dengan perasaan ogah ogahannya. Melihat sikap Himchan, membuat Yongguk terkikik.
Setelah memastikan Himchan sibuk di dapur kecil, Yongguk lalu berleluasa untuk mengetes angle kamera di tangannya. Lalu timernya. Apa berfungsi atau tidak? Sepertinya semua sudah terset sedemikian rupa oleh tangan cerdik seorang Yongguk, yang sebelumnya terlihat sangat tidak pro terhadap kamera tersebut. Ia menaruh kamera tersebut di atas nakasnya dan kembali menghela nafas.
Bagai sulap, helaan nafasnya justru mengundang ketukan pintu. Yongguk segera menoleh, agak mengernyit heran setelah mendengar ketukan pintu tersebut. "Malam malam begini ada yang bertamu?" ucapnya dalam hati.
"Ada yang bertamu?" Himchan menyembulkan kepalanya tiba tiba dari balik tembok penghalang antara dapur dengan kamar inti. Ia menoleh ke pintu lalu menoleh kembali pada Yongguk yang masih nyaman di ranjangnya. Agak sedikit malas bangkit sebenarnya. "Ya, biar aku saja yang buka." Balas Yongguk seraya bangkit menuju pintu tersebut. Sedangkan Himchan kembali sibuk pada masakannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Ceklekk
"HAPPY BIRTH—"
"Sssttttt!"
Seketika 3 namja sebagai pelaku pengetukan tengah malam begini pun bungkam. Mereka terkejut karena bukan Himchan yang diharapkan akan membuka pintu. Melainkan Yongguk. Untung saja Jongup belum meniup terompetnya dan Youngjae masih menahan petasan konvetinya. Bisa gagal rencana kejutan mereka.
Tapi beruntunglah Yongguk langsung menginteruksi diam pada ketiganya. "Kalian sedang apa kemari?" tanya Yongguk. Sepertinya larut malam telah merenggut kesadaran Yongguk ternyata.
"Tsk… tentu saja untuk memberikan pesta kejutan Kim Himchan. Tidak lihat kita bawa ini semua?" ucap Namjoon kesal karena sedari tadi ia yang membawa kotak kue itu sendirian. Kotak kue yang agak ringan, namun lama kelamaan akan membuat tangannya pegal. Jongup dan Youngjae mengangguk menyetujui pernyataan Namjoon.
Yongguk berdecak kesal karena kehadiran ketiganya bisa jadi sangat menganggu! Apalagi Namjoon di depan matanya sudah sok sok bersungut, padahal Yongguk yang seharusnya melakukan itu. Ketika ia yang seharusnya hanya merayakan ultah Himchan berdua dengan makan ramen bersama jadi berantakan karena ketiganya. Hei… tapi Yongguk cukup tertarik dengan kue di tangan Namjoon. Mungkin bisa jadi upah lelahnya?
"Masuklah…" Yongguk memberi ruang bagi ketiganya masuk. Dan benar saja.. mereka langsung berhambur masuk bersama dengan jalan agak berjinjit. Mendengar suara dentingan panci dan adukan antara sendok dengan mangkuk, sudah pasti si namja manis sedang berada di dapur. Yongguk menggeleng maklum melihat tingkah aneh mereka sambil ia menutup pintu kamarnya kembali.
.
.
.
.
.
.
.
"HAPPY BIRTHDAY, HIMCHAN!"
Suara terompet ulang tahun menggema. Konveti bertebaran disana sini berjatuhan bersatu satu sampai ke kepala Himchan yang terkejut setengah mati ketika sibuk membenahi ramennya. Wajahnya yang shock melihat ketiga sahabatnya berseru riang dan tak habisnya tersenyum gembira menyambut hari penuh suka cita ini. Untuk seorang namja yang kini sudah berumur ganjil 19 tahun. Namja yang sudah lebih dewasa dari 3 namja di hadapannya.
Himchan menarik kedua ujung bibirnya membentuk senyuman. Tak lagi ekspresi shock yang menghiasi wajahnya tadi. Ia begitu terharu memandangi kue yang diulurkan Namjoon. Kue baluran serbuk kopi sehingga bau kopinya menyengat sampai ke indra penciuman. Himchan memang sangat menyukai kopi.
"Ayo harapkan sesuatu dan tiuplah lilinnya." Ucap Jongup mengarahkan.
Himchan mengangguk mengerti. Ia tiba tiba menggerakkan manik matanya , mengarah kepada seorang namja tampan yang tengah bersandar santai agak menjauh dari keempatnya. Namja yang tak lain tak bukan merupakan teman sekamarnya, sedang tersenyum ikut melihat aksi acara kejutan untuk Himchan.
Himchan semakin mengulas senyum.
Entah apa maksud dari pandangannya tadi kepada Yongguk…
Namun pada akhirnya ia mendekap kedua tangannya seraya menutup mata.
Berdoa kepada Tuhan.
"Hufttt…." Dan 2 api di lilin berbentuk angka '19' tersebut padam hanya dalam satu hembusan nafas.
"Wooo! Happy sweet NINETEENTH baby!" Namjoon hendak merangkul tubuh Himchan.
Namun…
"Sekali kau maju, aku akan menusukmu." Cegah Himchan sembari mengacungkan pisau kue yang ia pegang sebelumnya. Seketika membuat Namjoon berlari ketakutan ke belakang punggung Jongup.
Himchan boleh saja bertambah umur. Tapi tak akan merubah kebiasaan 'menakutkannya'. Namjoon harusnya sadar bahwa Himchan tak akan pernah memaafkannya. Mengerikan…
Jongup terkekeh gemas melihat tingkah kekanakan keduanya. "Himchan-ah.. selamat ulang tahun ya! Maaf kalau kami menganggu kencan kalian berdua (Yongguk dan Himchan)." Jongup melirik pada 2 mangkuk ramen di atas meja dapur. "kencan ramen kalian malam malam begini."
Himchan dan Yongguk terkesiap. "MWO?!"
"Wowowo… tenang ! Aku kan hanya bercanda! Hahaha… lagipula kami menganggu juga karena ingin jadi orang pertama yang merayakan ulang tahunmu." Bela Jongup. Membuat Himchan segera mendelik kesal pada si namja bertubuh agak pendek itu. "Apa kami keduluan dari Yongguk?" tanya Jongup agak penasaran.
"Tskk… bahkan dia hanya merepotkanku dengan menyuruhku memasak ramen." Ucap Himchan seraya melempar pandangan kesal pada Yongguk yang masih berdiri terpaku ditembok. Cengiran lebar tanpa dosa tersungging di wajah namja bermarga Bang itu.
Tiba tiba Himchan memandangi ekspresi wajah Youngjae yang agak menekuk. Namja manis itu sebelumnya sangat ceria ikut menyambut pesta perayaan Himchan, kenapa jadi berubah sedih begini?
"Youngjae-ah? Gwaenchanayo?" tanya Himchan dengan nada khawatir. Namja yang dikhawatirkan pun cukup tersentak melihat namja di hadapannya menyadari tingkah anehnya. Ugh… kenapa disaat seperti ini masih memikirkan tentang hal yang seharusnya ia lupakan?
"A—aku hanya tidak enak badan saja."
"Mwo? Kau ingin menginap lagi di kamarku?"
Yongguk langsung memberi instruksi Jangan-lakukan-itu-Kim-Himchan dari kejauhan, yang justru tak digubris oleh Himchan sendiri. "Tuh kan! Seharusnya kuperhatikan jadwal minum Obat Youngjae kalau begitu. Sekarang kau harus menerima akibatnya, menerima si pendengkur Youngjae menginap dikamarmu lagi." sergah Yongguk menyalahkan diri sendiri dalam pikirannya.
"Atau kau ingin tidur di kamarku? Aku dan Kai tak akan menganggu sama sekali tidurmu. Kau akan nyaman disana." Tawar Jongup seraya merangkul pundak Youngjae. Namja yang dirangkul itu tersenyum hangat untuk membalasnya
"Ahh tidak usah! Aku justru sedang tidak mau tidur. Hehehe…" Nada bicara Youngjae agak santai kali ini. Membuat Himchan dan Jongup bisa tersenyum lega melihatnya. Mereka selalu cemas dengan keadaan Youngjae karena mereka memang tau namja itu sedang mengidap penyakit. Termasuk Yongguk yang sangaaaatt lega karena Youngjae menolak tawaran Himchan tadi.
"Kau ingin begadang!? Bagaimana jika kau ke kamarku saja? Kebetulan Chanyeol lagi lagi mengajakku bermain kartu! Mau ikut bergabung?" Namjoon berseru riang.
"Sepertinya ide yang bagus." Youngjae mengangguk antusias. Membuat Namjoon semakin semangat , seolah tak ada rasa kantuk menggelunginya.
"Apa kalian berdua tak mau ikut tawaran Namjoon juga? Anggap saja hadiah untuk merayakan betapa tuanya kalian berdua..." Youngjae melirik dengan senyum mengembang pada Himchan lalu pada Yongguk. Ya... kedua namja sekamar itu memang yang paling tua di antara yang lainnya. "Aku bisa memanggil kalian 'Hyung' setelah ini."
"Tidak terima kasih... aku juga tak setua itu, bodoh!" tukas Yongguk kesal mendengar ujaran Youngjae seolah hinaan untuknya.
"Ya sudah terserah kalian berdua. Toh aku juga malas memanggilmu 'hyung'!" kini Namjoon membalas tak kalah pedasnya. Sontak membuat Yongguk berasa ingin memelintir kepala namja bermarga 'Kim' menyebalkan itu. "Kau juga harus ikut, Jongup-ah! Permainan nya akan sangat seru sekali. Chanyeol sangat sulit dikalahkan! Kita harus bisa mengalahkan si 'tiang basket' itu. Hayooo!" Namjoon merangkul Jongup dan Youngjae semakin erat dan mengarahkan keduanya keluar dari dapur. Jongup sempat memberontak tak mau, namun ia lengah juga karena tenaga Namjoon lebih kuat darinya.
Yongguk menggeleng maklum. "Palingan Namjoon butuh teman untuk telat bareng dengannya besok."
.
.
.
.
.
.
Himchan dan Yongguk kini benar benar hanya berdua. Keduanya seperti biasa akan duduk berhadapan di ranjang masing masing dengan sebuah meja di antara mereka setiap kali sedang makan bersama. Sebuah meja makan praktis. Jadi mereka akan sangat mudah langsung menggeletak lelah tubuh mereka ke ranjang sehabis kenyang oleh makanan mereka.
Himchan memandang takjub pada kue beraroma Kopi di tangannya. Hidungnya terus mengendus merasakan sensasi lembut kopi yang menggugah selera. Himchan ingin cepat cepat menyantapnya.
Sementara Yongguk sudah siap menyantap ramen favoritnya, namun matanya memandangi Himchan. Agak heran pada namja manis di hadapannya itu karena ia tak tertarik menyentuh mangkuk ramennya sama sekali. "Kau tak mau makan ramenmu?" Yongguk bertanya. Himchan menggeleng.
"Aku ingin makan kue ini!" seru riang Himchan seperti anak 5 tahun saja. Membuat Yongguk terkekeh kemudian. "Terserah kau saja…" balas Yongguk seraya memasukkan satu suapan ramennya.
"Darimana mereka mendapatkan kue ini? Apa mereka minta ijin dulu keluar asrama demi membelikannya? Woaa… mereka baik sekali!"
"Mereka bisa memesannya ke penjaga kantin. Memangnya asrama seelit ini tak bisa melakukannya?"
Himchan membulatkan bibirnya. Ia cukup takjub dengan system kerja asrama tempatnya tinggal ini.
"Kau tak memberikan hadiah apapun untukku, Bang? Jahat sekali!" Himchan mengerucut kesal bibirnya. Yongguk hampir tersedak melihat tingkah menggemaskan Himchan.
"Ohok…" Yongguk menepuk nepuk dadanya. "H—hadiah? Ehmm…" Yongguk berpikir sejenak. Ia menoleh ke kanan kiri demi menemukan ide seputar 'hadiah' untuk Himchan. Namun tak ada pengilhaman sama sekali hanya dengan menengok tak jelas begitu.
Yongguk lalu berhenti ketika memandangi mangkuk ramen Himchan. AHA!
"Bagaimana dalam sehari ini aku yang menjadi 'bawahan' mu?"
#Ohok
Himchan ikut terbatuk batuk ketika untaian kalimat tersebut melintas di telinganya. Matanya membulat kaget seperti tak percaya mengarah kepada Yongguk. "Kau serius?!" ucapnya penuh penekanan.
"Kurasa tak ada yang tak serius dari kalimatku tadi." Yongguk mengulas senyum rahangnya lagi. Entah kenapa ia jadi sangat suka tersenyum lebar begitu.
Himchan terkikik. Sebenarnya inilah yang ia tunggu tunggu. Memerintah adalah keahlian Kim Himchan. Well.. dalam arti bukan seperti tuan muda angkuh di drama-drama.
"Baiklah! Aku terima hadiah ini!" Himchan hendak mencomot kembali kue kopinya. Namun, tiba tiba tangan Yongguk langsung menepis tangan Himchan di kue tersebut. Seperti tak rela tangan halus Himchan dikotori oleh taburan berwarna cokelat menggugah selera di hadapannya.
"Kau kira aku rela melihat tangan Tuan-ku kotor, Huh?" Yongguk mengambil selembar tissue dan mulai mengelap tangan mulus Himchan kembali. Himchan pun dibuat takjub luar biasa melihat tingkah tak terduga yang diberikan Yongguk padanya.
"Biar aku menyuapinmu." Yongguk mencomot kue tersebut dan mengulurkannya mendekati mulut Himchan. "Ayo buka mulutmu….pesawat ingin mendarat di lintasannya….Aaaaa~~"
Himchan agak jijik dengan tingkah sok manja Yongguk. Namun apa daya , ia sudah terlalu lapar dengan kuenya, dan ia langsung menyambut suapan Yongguk.
Happp
Beserta jari Yongguk.
"OUCH!"
Himchan tertawa terpingkal dengan mulut terbekapnya agar kuenya tak membuncah keluar dari mulutnya. Melihat ekspresi kesakitan Yongguk, membuat perutnya tergelitik. Sungguh kasihan… tapi lucu!
"Sakit, Himchan!" protes Yongguk mengelus jari telunjuknya yang tergigit. Ia mendelik kesal karena berpikir Himchan sengaja melakukannya. Namun justru namja manis itu semakin terpingkal.
"Awas kau!" Yongguk segera bangkit dari ranjangnya menuju Himchan dan menggelitik pinggang namja manis itu. Membuat Himchan semakin terpingkal saking gelinya, dan Yongguk menikmati aksi gelitikan tersebut.
"Ampun, Bang! Hahahaha! Aku hanya bercanda!" Himchan cukup lelah berujar kata. Sementara Yongguk menghentikan aksinya dan tertawa pelan. Akhirnya namja galak sekelas Kim Himchan bisa ditaklukkan juga.
Yongguk tiba tiba meraih kamera di nakasnya dan mengarahkan nya pada Himchan yang masih sibuk mengatur nafas.
#Ceklik
"YAK! APA APAAN KAU?!" Himchan protes ketika tanpa ia sadari Yongguk malah memotretnya. Jelas jelas ia pun belum siap berpose. Yongguk menurunkan kamera dari pandangannya dan tersenyum lebar lagi. "Justru moment seperti ini yang ingin kupotret."
Himchan cukup bersemu mendengarnya. Ada kalanya ucapan Yongguk membuat jantung Himchan berdegup kencang seperti ini. Namun ia segera menepis pikiran anehnya. Ia lalu bersungut kesal. "Kau harus ikut juga berfoto denganku, Bang!" perintah namja manis itu. Yongguk tentu saja tak melewatkan permintaan tersebut.
Dengan segera ia mengeset timer di kamera tersebut, dan kembali menaruhnya di depan nakas. Di mana angle foto tertuju kepadanya dan Himchan. Sekarang tinggal menunggu timernya berhenti berbunyi untuk segera memotretnya.
Yongguk lalu mengambil kue kopi di hadapannya. Lalu ia menyuruh Himchan kembali membuka mulutnya. Himchan tersenyum dan kali ini menerima suapan Yongguk tanpa jail menggigit jari Yongguk. Ia tak mau mendapat serangan kedua (gelitikan) dari namja itu.
"Eh? Ada noda di sudut bibirmu!" Yongguk menaruh kuenya. Sementara Himchan langsung gelagapan. "Mana mana?!" jarinya meraba raba bibirnya mencari noda tersebut. Namun Yongguk langsung memegang tangan Himchan tersebut. "Biarkan aku yang membersihkannya! Kan sudah kubilang, aku tak mau jari jarimu ini kotor."
"Kau ini merepotkan sekali! Terserah kau…Tskk!"
Yongguk tiba tiba menyunggingkan seringainya. Seolah sebuah ilham datang memasuki otaknya setelah sebelumnya dibuat bingung dengan rencana 'sebelumnya'. Ia melirik pada kamera di atas meja , dan timer berbunyi semakin cepat menandakan bahwa kamera itu siap memotret.
Yongguk tiba tiba meraih dagu lancip Himchan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Cuppp
Himchan membulatkan matanya.
#Ceklikk
Bibir Yongguk menyentuh bibir Himchan.
Menyesap noda kopi disudut bibir Himchan.
Menjilatnya.
Lalu bibirnya mulai berpindah ke posisi tengah bibir ranum Himchan.
Seolah ada lagi noda kopi disana.
Padahal tidak….
#Ceklik
#Ceklik
#Ceklik
.
.
.
.
.
Yongguk mengusap mulutnya dengan punggung tangannya. Matanya miris melihat sosok di hadapannya masih setia dengan ekspresi shocknya. Cepat cepat Yongguk meraih kameranya dan menaruh di dalam nakasnya untuk berjaga jaga sebelum Himchan menyadari kegiatan 'mesumnya'.
"Wah! Ternyata rasa kopinya enak sekali!" Yongguk berseru riang seperti lupa dengan aksi yang ia lakukan pada Himchan. Ia hanya berusaha menepis semua uforia Himchan plus dengan ekpresi namja manis itu yang cukup menakuti Yongguk. Ia khawatir namja manis itu akan mengusirnya keluar dari kamar setelah ini.
"Himchan-ah?" Yongguk memegang bahu Himchan.
#Sett
Himchan menoleh cepat dan segera melempar tatapan geram pada Yongguk.
"YAK! NEO MICHEOSO(Kau gila) ?!" Himchan memukul mukul Yongguk secara bertubi tubi dengan bantal di ranjangnya. Yongguk terus menahan pukulan kuat itu dengan tangannya. Ia bahkan tak kuat hingga jatuh terbaring di atas ranjang Himchan. "Ampun, Himchan-ah!" Yongguk memohon mohon di sela sela pukulan brutal Himchan. Namja manis itu punya kekuatan ala Herkules rupanya. "DASAR BYUNTAE (Mesum)! YADONG NAMJA!" umpatan tak terelakkan mengarah kepada si pemilik senyum rahang di hadapannya yang telak tak berdaya.
Tak lama kemudian, deru kemurkaan Himchan berhenti. Ia melempar bantalnya dan duduk di ranjangnya kembali dengan tenang. Ia memegang dadanya yang terasa sesak. Ia butuh waktu untuk bernafas rupanya. Lebih tepatnya mengatur gejolak jantungnya yang terpompa tadi. Sangat menganggu sekali!
Yongguk bangkit dari posisi merebahnya seraya mengatur kembali rambutnya yang berantakan. "Aku hanya berusaha membantu kok. Lagipula…. Anggap saja itu hadiah kejutan dariku."
Himchan langsung mendelik murka pada Yongguk. "HAH?! KAU ANGGAP HADIAH KEJUTAN!? KAU MERENGGUT CIUMAN PERTAMAKU, BODOH!"
Yongguk tersentak. "Mwo? Ciuman pertama? Denganku? Hahaha… berarti aku juga!"
Semburat merah di wajah Himchan semakin panas terukir di wajahnya. Jantungnya bergemuruh semakin hebat. Oh tidak! Kenapa Yongguk melemahkannya secara bertubi tubi begini?!
Yongguk yang melihat reaksi Himchan plus dengan semburat merah seperti itu, terkekeh. Ia lalu mengacak surai rambut namja manis itu. "Selamat ulang tahun yang ke 19 , Himchan-ah. Kita sekarang seumuran, dan semakin dewasa saja. Kuharap kita semakin dekat dari hari ke hari, nee!" asakan tangan Yongguk di atas surai Himchan membuat namja manis itu merenggut. Ia tak bisa menepis kasar seperti biasa tangan Yongguk, karena Himchan pun kali ini merasa nyaman dengan sikap Yongguk padanya.
Himchan mengulas senyumnya.
"Terima kasih, Tuhan…." Batin Himchan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya
#Tok
#Tok
#Ceklek
Himchan tersentak dengan 3 sosok namja manis yang sudah berdiri di hadapannya. Ketiga namja manis yang masih memakai piyama itu tersenyum lebar seperti biasanya. "Selamat pagi, Himchan hyung!" seru mereka serentak. Ahhh… pemandangan yang menggemaskan. Rasanya Himchan ingin mengantongi mereka untuk dijadikan pajangan rumah(?)
"Oh kalian bertiga lagi? Ada apa pagi pagi begini datang ke kamar,hyung? Ini kan masih jam 7." Himchan bahkan menunjuk dirinya yang masih rapih memakai pakaian tidur.
"Eumm… nee hyung! Kami minta maaf jika pagi pagi begini sudah menganggu. Tapi… Taehyung-ah ingin mengambil kameranya lagi, hyung." Jungkook , si pemakai piyama berwarna biru menunjuk pada V di sebelahnya. V mengangguk cepat tanpa rasa canggung sama sekali. "Nee hyung! Itu kameraku! Kebetulan kami ingin segera mensortir hasil wawancara kami pada ketua. Apa Yongguk hyung ada, hyung?"
Himchan mengangguk. "Oh jadi itu kameramu? Kebetulan Yongguk sedang mandi. Biar kuambilkan saja."
Dan ketiga namja manis itu menunggu Himchan kembali dengan kameranya.
"Cha! Ige…" Himchan mengulurkan kamera yang ia temukan di dalam nakas Yongguk. V menerima dengan sangat senang dan memastikan bahwa kameranya baik baik saja.
"Maafkan Yongguk telah menjatuhkan kameramu. Namun kamera itu baik baik saja. Aku dan Yongguk sudah memastikannya. Jangan laporkan ini pada ketua kalian, nee!"
"Mwo?" V mendongak bingung mendengar pernyataan Himchan. Menjatuhkan? Apa Yongguk hyung nya menjatuhkan kamera kesayangannya?
Alih alih V ingin menangis, tapi ia tak bisa mempertontonkannya pada hyung yang sangat diidolakannya itu. Ia hanya mengulas senyum terpaksa. "Makasih, hyung!"
Himchan mengangguk dan menutup pintu kamarnya.
Tak lama kemudian…
"KAMERAKU!" V mendekap kamera kesayangannya. Ia membayangkan hal hal buruk menimpa kameranya setelah Himchan mengatakan bahwa benda tersebut terjatuh dengan brutalnya.
Jimin dan Jungkook merangkul sahabatnya. Menenangkan si pemilik kamera. "Tenanglah, Taehyung-ah~"
.
.
.
.
.
.
.
Himchan menghela nafas lega setelah kamera itu berpindah tangan. Untunglah si pemilik tak marah dengan kejadian yang menimpa kamera tersebut. Namun kalau dipikirkan lagi, apa hoobae berani membentak sunbaenya?
#Ceklek
Yongguk telah selesai dengan aksi mandinya.
Namun seperti biasa..
Ia keluar hanya dengan handuk melilit di pinggangnya.
"YAKK! NAMJA MESUM!" Himchan membalikkan tubuhnya segera menghadap ke pintu masuk. Sementara Yongguk yang tadinya santai mengeringkan rambut hitamnya, menoleh tak mengerti pada tingkah Himchan yang membentaknya. "Wae? Aku kan hanya habis mandi."
Bagaimana Himchan tak malu dengan sosok di hadapannya itu. Sampai sekarang Himchan belum beradaptasi setiap kali melihat Yongguk bertelanjang dada begitu. Dadanya akan cepat bergemuruh melihat betapa sempurnanya tubuh Yongguk dan segala bentuk karunia Tuhan tanpa pakaian lengkap itu. Apalagi setelah kejadian tadi malam, Himchan akan semakin memperkecil kemungkinan pikiran pikiran anehnya hinggap begitu saja.
"Aku keluar saja kalau begitu!" Himchan berlalu keluar dari kamarnya meninggalkan Yongguk yang masih tak mengerti dengan tingkah namja manis itu.
"Tsk… bukan aku yang mesum! Tapi kau yang pikirannya mesum." Sungut Yongguk seraya kembali meneruskan kegiatan berganti pakaiannya.
Namun baru beberapa langkah menuju koper pakaiannya. Manik matanya langsung membulat cepat. Pintu nakas miliknya terbuka lebar.
"M—mwo?!" Yongguk berlari ke arahnya dan mengacak isi nakasnya mencari sesuatu.
Dan benar saja!
Kamera itu hilang!
"KAMERANYA?!"
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ige, hyung! Video hasil rekaman wawancara sudah kami simpan di kamera ini. Jin hyung bisa mengeceknya." Ucap V seraya mengulurkan kamera kesayangannya. Kepanikannya berlalu sudah setelah berhasil ditenangkan 2 sahabatnya.
"Kalian hebat! Tidak sia sia juga kalian bertiga kuberi kesempatan selama beberapa bulan untuk wawancara dengan Yongguk. Ini pasti bisa menjadi berita utama." Ucap bangga Jin di singgasananya seraya menaruh kamera V di dalam nakas meja kerjanya.
"Ya , hyung! Terbayar sudah semua usaha kami! Apalagi Yongguk hyung santai santai saja menjawab pertanyaan kami! Ya…. Walaupun ada beberapa pertanyaan yang tak di jawabnya, hyung."
"Tsk… dasar namja Sok misterius." Cibir Jin.
"Oh iya… kalian kok hanya bertiga saja? Kemana Yoongi?" lanjut Jin setelah mengabseni total namja yang menemui di hadapannya. Ia merasa kehilangan 1 orang di antara ketiganya. Dan yang pasti ia pun adalah namja kesayangannya…
Tiba tiba pintu ruangan terbuka,
Sosok yang dinanti muncul dengan senyum merekahnya bagai teman minum teh untuk Jin.
"Hyung mencariku?"
Suga tersenyum semakin lebar kini ditemani Eye Smile nya yang begitu indah. Jin bagai tersambar petir hingga membuatnya segera bangkit dan melalang cepat menuju Suga. Meraih tubuh namja menggemaskan itu ke dalam pelukannya. Seolah tubuh itulah yang ingin ia dapatkan sebagai pengantar 'selamat pagi' sebelum Suga mengucapkannya.
"OMOYA~ Selamat pagi, Yoongi-ku!" Jin melepas rangkulannya. Ia lalu membelai sayang surai hitam indah milik Suga. Namja yang berbeda tinggi 3 cm dari Jin itu semakin mengulas senyum namun pandangannya tak henti menatap manik indah Jin. Inilah yang selalu ia rindukan saat berada di Amerika. Senyuman, keakraban, dan sikap manja Jin padanya.
"Cieeee…. Terus saja bersikap sok romantis di depan anak kecil seperti kami. Tsk!" Jimin terlihat tak suka. Ia mendengus kesal seraya membuang muka. Ia bertingkah seolah jijik jika lama melihat suasana lovey-dovey di depannya. Jungkook ikut mengangguk, sangat menyetujui pernyataan Jimin. "Itu benar,hyung! Kita ini kan masih kecil!" Timpal namja bermarga Jeon tersebut. Jungkook sampai mengembungkan kedua pipinya. Karena ia memang masih terlalu innocent untuk suatu hal berbau 'Cinta'. Jungkook seorang magnae eoh!
Suga terkekeh. Ia lalu berjalan mendekati ketiga sahabatnya. Merangkul ketiganya selayaknya pelukan sahabat karib. "Maafkan aku, nee! Bagaimana wawancara kalian? Berhasil?"
V mengernyit dahi. "Kalian? Kau juga termasuk , Yoongi-ku-sayang! Hahahaha…" V membalas rangkulan Suga. "Kita ini kan F4 versi polos-baik-dan tidak sombong di sekolah ini. Jadi sekalipun kau tak ikut kami dalam bertugas, kau tetap terlibat!"
Kalimat V seolah begitu merdu terdengar. Bermain beriringan di gendang telinga Suga sehingga membuat namja berkulit putih susu tersebut hampir menangis terharu. Ughh… lain kali ia akan benar benar berpikir dua kali untuk meninggalkan Korea.
.
.
.
.
.
.
.
"OPPAA!"
Daehyun terkejut bukan main ketika aksi berganti pakaiannya terusik oleh suara nyaring dari luar kamarnya. Ia berdecak kesal sambil tak henti mengumpati yeoja yang meneriakinya tersebut. Apa gadis itu tak dapat memahami keseriusannya menggunakan kaus kaki di waktu 'telatnya' yang secara keterlaluan begini?! Oh ya… ia juga harus mengumpat jam wekernya yang rusak.
Daehyun beranjak lalu meraih tas tangannya dan jas lab. Tak lupa mengaitkan kacamatanya di kantung kemeja. Ia lalu berlari keluar dari kamarnya untuk mencari sosok yang berteriak pagi pagi begini.
"EUNJI-AH?! KENAPA KAU BERTERIAK?!" Daehyun menoleh ke kanan kiri, namun ia tak menemui siapapun. Padahal yeoja itu terasa dekat sekali berteriak. Seperti habis berteriak di depan pintunya. Tapi ruangan persegi itu terlihat kosong. Apa ia sedang bersembunyi agar tak dibentak oleh Daehyun?
Tiba tiba, seorang gadis berjalan masuk ke ruangan inti. Gadis yang tampak mengerikan dengan rambut berantakan , piyama lebarnya yang lecek, kantung mata yang tampak jelas, serta…
Sebuah sikat gigi lengkap dengan busa odolnya menempel di mulutnya.
Daehyun terkejut bukan main dengan perawakan yeoja di hadapannya. Tingkahnya sama sekali tak terlihat seperti Jung Eunji yang terakhir kali ia lihat.
"Itu menjijikkan, eoh!" Daehyun mengernyit heran memandang gadis itu. Sebaliknya gadis itu hendak berbicara, namun emutan sikat gigi menghalanginya. Akhirnya, ia pun melepas emutannya dan seakan tak peduli busa odol masih berbuih di mulutnya, ia pun menjawab. "A—ir di ka—mar man—dimu ru—sak , oppa! Bagai—mana aku bi—sa lanjut si—kat gigi?!" ucap gadis itu agak terbata menahan busa odol di mulutnya. Daehyun sampai ingin muntah melihat tingkah menjijikkan gadis itu. Padahal dia mahasiswa universitas terkemuka di inggris dengan mengambil jurusan kedokteran sama halnya Daehyun. Tapi tingkahnya lebih menjijikkan dari Daehyun. Catat juga…. Tak mencerminkan seorang 'Yeoja'.
"Ada kamar mandi di belakang. Kau kesana saja." Daehyun seolah tak peduli lagi dengan Eunji dan lebih baik memutuskan pergi. Selain meninggalkan yeoja aneh itu, ia juga tak mau terlambat datang ke sekolah. Baru kali ini ia terlambat separah ini! Gara gara mengurusi yeoja merepotkan itu semalaman. Tsk…
Eunji mendengus kesal karena Daehyun seenaknya saja pergi. Sok menjadi bos dikala Eunji menumpang di rumah Daehyun –pikir Eunji. Tak mau repot lagi memikirkan si Raja-Pelit-nanSombong itu, ia lalu beranjak ke salah satu pintu kayu. Ia menggaruk gatal rambutnya yang berantakan dan melihat daun pintu itu lama. Kenapa ia tadi tak bertanya dulu dimana pintu menuju kamar mandi belakang? Memang semalam yang ia ingat, Daehyun hanya menunjukkan arah kamarnya , kamar mandi utama, dapur , dan ruangan inti. Tak tau bahwa ada kamar mandi belakang untuk rumah sederhana ini.
Eunji mengangkat kedua bahunya. Ia tak peduli apapun isi dalam ruangan tersebut apabila ia sudah membuka pintunya. Toh kalau bukan pintu menuju kamar mandi belakang, mungkin saja ada 'harta karun' yang disembunyikan Daehyun.
Eunji memutar kenop pintu itu perlahan.
Tangan kirinya masih sibuk memegangi sikat gigi yang diemutnya.
#Ceklek
.
.
.
.
.
.
#Tukkk
Sikat gigi Eunji seketika terjatuh dari pegangannya. Meninggalkan dirinya yang menganga tak percaya memandangi isi dalam ruangan agak gelap tersebut. Matanya terbuka lebar.
.
.
.
.
.
Ruang foto.
Semua foto yang sama…
Foto seorang namja…
Tersebar di sana sini...
.
.
.
.
.
.
Youngjae mengaduk lemas isi gelasnya. Mata sayunya hanya memandang lurus seperti tak ada nafsu memandangi lingkungan sekitarnya.
Jongup seakan miris jika berlama lama memandangi namja di hadapannya itu seperti tak ada kemauan hidup. Sarapannya tak disentuh, Minumannya masih penuh dan tak dingin lagi.
"Kau baik baik saja, Youngjae-ah? Wajahmu lemas sekali." Jongup memandang serius ekspresi yang diperlihatkan Youngjae. Namja manis itu tak mau bersuara sama sekali bahkan hanya sekedar membalas kekhawatiran Jongup.
Ada yang aneh dari Youngjae. Entah kenapa semenjak kemarin, Youngjae sangat pendiam. Tak biasanya ia akan repot sekali mengurusi kelas atau setidaknya aktif menjawab pertanyaan guru guru. Ia kan memang dikenal sebagai ketua kelas yang cerdas dan berprestasi. Tapi kemarin ia malah memilih melamun di meja bahkan tak mengangkat kepala sama sekali ketika guru menerangkan. Serta sempat melamun ketika hari ulang tahun Himchan. Dan sekarang melamun lagi..
Sebenarnya apa yang ia sedang lamunkan?
Jongup beralih memandangi jari manis Youngjae. Seperti ada yang berbeda.
"Cincinmu kemana , Jae?" tanya Jongup sekedar membuka topic pembicaraan. Lupakan niat Youngjae untuk melamun.
Youngjae kini mulai merespon. Ia lalu mengangkat tangan kanannya yang sedari tadi bertengger di gelas. Memandangi jari manisnya. Ya! Jari yang kosong tanpa ada sesuatu yang menghiasinya seperti biasa. Youngjae lalu tersenyum. Senyum seperti itu selalu berhasil melegakan siapapun yang sedang mencemaskannya. "Aku sedang tidak ingin memakainya."
"Kau yakin? Sepertinya kau kelihatan sedih begitu karena cincinmu. Apa kau kehilangan cincin itu?"
'Ya… aku kehilangan. Kehilangan separuh kepercayaanku pada perasaan sebenarnya untuk Daehyun hyung.' batin Youngjae yang begitu berat sekedar diucapkan secara langsung oleh Youngjae.
Namja manis itu akan menjawab, namun segera terhenti ketika Yongguk secara mendadak muncul terburu buru di meja mereka. Lengkap dengan nafas tersengalnya…
"YAK! KALIAN MELIHAT KAMERAKU?!"
Jongup dan Youngjae saling bertatapan. Mereka lalu menggeleng bersamaan. "Tidak… memangnya kau punya kamera?" tanya Youngjae yang duduk di samping Yongguk. "Bukankah hanya anak jurnalistik yang boleh memakai benda seperti itu?"
#Glupp
Yongguk meneguk susah payah ludahnya. SIALAN! Bahkan kedua sahabatnya juga tak tau apa apa… jadi siapa pelaku pencurian kameranya— Ani!—kamera Taehyung lebih tepatnya.
Yongguk menatap kosong meja kantin dengan peluh dingin menetes. Ia mulai berpikiran tidak tidak. Gambar gambar kisseu nya dengan Himchan masih terjebak di kamera tersebut. MATI dia bila kamera itu jatuh di tangan yang salah!
"Hei, Yongguk-ah! Kau kenapa?!" Jongup semakin cemas. Kenapa seharian ini ia harus dihadapkan dengan 2 namja populer yang melamun tak karuan begini.
Youngjae beralih menatap sekitarnya. Ketika ia mulai menyadari ada yang aneh dari tatapan orang orang yang berlalu lalang di sekitar mereka. Setiap kali ia menoleh ke pada siswa lain, akan ada tingkah mereka tertawa….
Ke arah meja mereka.
Siapa yang mereka tertawakan?!
"Kenapa aku merasa semua orang mulai memperhatikan kita, ya?" Youngjae berucap pelan dan kedua matanya masih menulusuri setiap tingkah namja namja tersebut. Ada yang cekikikan, ada yang berbisik bisik seperti yeoja sedang mengossip.
Jongup ikut memandangi ke sekitarnya. Dan GOTCHA! Ucapan Youngjae ada benarnya…
"HELLO! HAI KAWAN KAWAN!"
Damn!
Si biang rusuh datang!
"Mau apa kau kemari?!" Jongup membentak namja manis yang datang tiba tiba dengan senyum merekahnya. Namja yang satu tingkat dengan mereka, namun wajahnya terlihat awet muda seperti bocah 5 tahun. Namja manis itu menyengir lebar memperlihatkan gigi giginya yang putih. Hmmm… jika sudah begitu, akan ada 'berita heboh' sepertinya.
"Aku punya berita sangat HOOOOOTTTTTT" Namja manis itu menekan lama kata 'Hot' membuat 3 namja yang memandanginya dibuat kesal. Namja itu lalu beralih melemparkan bokongnya di bangku tempat jongup duduk. Ia lalu menggebrak koran terlipat di atas meja. Matanya memandang antusias pada Youngjae, Yongguk, dan Jongup. "Berita HOT itu terlampir sangaaaaattt up-to-date di koran ini! Berita yang sangat PAAANAASS" ucap namja manis itu seraya memperagakan dirinya sedang mengipas diri manja.
"Bisakah kau hentikan tingkahmu, Byun Baekhyun?! Kau menjijikkan…" tautan alis heran Jongup seketika membuat si namja manis yang dipanggil Baekhyun itu terkikik.
"Ya! Kau ini kan Biang Gossip. Jangan sampai kami memberikanmu julukan 'Si Mood Breaker' juga. CEPAT! Katakan apa beritanya!" Youngjae ikut kesal.
Baekhyun terkekeh. "Sekalipun kalian mengataiku, kalian tetap akan sangat membutuhkan si Biang Gossip ini, bukan? Tapi… aku sama sekali tak bergossip kali ini. Ini FAKTA!" Baekhyun semakin serius berbicara. Alis kanannya naik turun untuk meyakinkan ketiga temannya tersebut.
"Berita ini tentang…." Baekhyun mengarahkan manik matanya lurus pada Yongguk di hadapannya. Ia lalu menyunggingkan smirk andalan. "..Namja yang berada di hadapanku."
Seketika Jongup maupun Youngjae mengalihkan pandangan pada Yongguk. Menelisik cepat tingkah namja berperawakan tegas itu dari atas ke bawah untuk memastikan sesuatu. Apa yang salah dari namja itu hingga menjadi 'Berita Panas' untuk koran sekolah mereka?
Yongguk dibuat salah tingkah dengan tatapan 'awas' dari ketiga temannya. "Yak! Mwo mwo?! Kenapa kalian melihatku seperti itu?!"
Seakan tak mau membuang waktu, Jongup dan Youngjae segera merampas koran terlipat itu. Mereka agak menggeser posisi duduk mereka lumayan menjauh agar Yongguk tak ikut bergabung. Membuat Yongguk sendiri kebingungan. Tatapan polosnya hanya bisa ia lemparkan pada kedua sahabatnya itu.
Jongup dan Youngjae membulatkan matanya ketika membaca isi dari berita di koran tersebut. Sedangkan Baekhyun mengangguk bangga. Seolah dirinya berhasil melakukan 'tugasnya'.
"Sudah kubilang bukan…" ucap Baekhyun dengan seringai indah terpatri di wajahnya.
Jongup dan Youngjae lalu mengalihkan pandangannya pada Yongguk. Lagi lagi dengan tatapan 'awas' yang membuat sensasi menakutkan untuk Yongguk sendiri. "Mwo?!" lagi lagi Yongguk bertanya.
"Kurasa ungkapanku 'Kau berkencan dengan Himchan' saat itu ternyata benar, ya?"
Yongguk menganga tak percaya. Ia lalu merampas koran dari tangan keduanya.
.
.
.
.
.
.
#Degg
#Degg
DAMN IT!
MIMPI BURUKNYA MENJADI KENYATAAN?!
.
.
.
.
.
.
Fotonya dengan Himchan.
Yang sedang berciuman.
Menjadi cover depan koran sekolahnya….
.
.
.
.
.
.
KIM HIMCHAN DAN BANG YONGGUK BERPACARAN?
.
.
.
.
.
.
.
.
Cengkereman itu semakin menguat.
Bahkan buku buku jarinya telah memutih.
Wajahnya merah menahan marah.
Hawa hitam seakan melingkupinya..
Ia lalu beralih memandangi namja kelas 2 yang ia pinjamkan korannya.
Tentu saja dengan tatapan mengerikannya yang tajam…
Cukup ampuh mendebarkan jantung namja tersebut.
Namja kelas 2 itu mengangkat kedua tangannya seperti seorang pencuri yang tertangkap oleh polisi. Seraya berkata penuh ketakutan , "A—aku tak melakukan apapun, Himchan sunbae!"
Ya Himchan…
Bagaimana ia tak terkejut ketika semua orang menatap aneh padanya.
Perasaan tak enak, marah, kesal, malu, bercampur aduk.
Ia lalu mencengkeram koran itu semakin keras. Tak peduli tangannya terluka jika melakukannya.
.
.
.
.
.
.
"B
A
N
G
Y
O
N
G
GUKKKKK !"
.
.
.
.
.
.
.
.
"Wow!" Youngjae seolah terkejut. Ia menoleh kesana kemari. "Apa cuman perasaanku saja atau aku seperti mendengar suara Himchan, ya?"
"Sepertinya aku juga mendengarnya." Ucap Jongup.
#Glupp
#Degg
#Degg
SH*T
DAMN
Peluh Yongguk semakin berurai mengalir. Jantungnya berdegup kencang tak karuan. Seperti memaksa untuk keluar. Jantungnya bahkan lebih cepat berdetak daripada ketika ia sedang latihan lari.
"MATILAH AKU!" Yongguk mencengkeram kuat seragamnya. Manik matanya bergerak tak karuan.
"Kau tak apa, Yongguk?" kini Baekhyun yang ikut mencemaskan namja di hadapannya.
"AKU HARUS SEGERA PERGI!"
#Bzzzttt
#Trakkk
#Shuuu /?
Yongguk bagai mobil Ferrari , berlari cepat meninggalkan kantin. Entah berapa penghargaan yang akan ia dapatkan jika larinya bisa secepat itu. Bahkan pengunjung kantin pun seperti tak dapat melihat bayangan Yongguk sama sekali saking cepatnya. Namja itu benar benar butuh tempat bersembunyi.
Baekhyun tertawa keras. Ia sampai sampai beralasan tersedak sehingga ia bisa mengambil alih minuman Youngjae yang masih utuh. Membuat si pemilik minuman menatap murka.
"Hahaha… aku tak tau bahwa Yongguk yang keren dan dipuja banyak yeoja di luar sana, lebih memilih Himchan , si anak baru galak layaknya harimau begitu." Baekhyun mencibir. "Aku tak tau jalan pikiran Yongguk sependek itu. Apa namja itu terlalu Bodoh sampai memilih kekasih pun saja tak becus.."
Dasar memang seorang Byun Baekhyun tak terelakkan. Memang ia seorang biang gossip. Tapi namja manis itu juga sangat nomor satu jika melibatkan lidah pedasnya. Selalu menyelekit di hati setiap sindirannya. Bahkan Youngjae dan Jongup malas mendengar ocehan tak jelas Baekhyun seputar 'hubungan' Yongguk dan Himchan.
Kerusuhan dalam kantin pun sudah tak terlihat lagi. Mereka tak usah susah payah membahas gossip itu karena si pelaku Topik pun telah melarikan diri. Mungkin mereka mengira, Yongguk sudah terputus urat malunya karena hubungannya dengan Himchan telah terbongkar.
Namun kerusuhan disambut keheningan setelahnya…
Ketika sesosok namja tinggi mulai masuk ke dalam kantin.
Siapa lagi yang bisa mengheningkan satu ruangan ketika sosoknya muncul, kalau bukan…
Choi Zelo.
Jongup hampir tersedak ketika memandangi langkah namja tinggi itu memasuki kantin.
Bayangkan!
Zelo tampak berbeda!
Tidak lagi dengan rambut biru pekat yang menakutkan (One Shot era)
Tidak dengan jaket seragamnya yang selalu ia sengaja buka.
Atau tatapan penuh ancaman mengarah kepada setiap orang.
Zelo kini berbeda!
Rambutnya dibuat pirang bersurai kebiruan (No Mercy era)
Ia berpakaian rapih selayaknya siswa teladan, tidak lagi melepas jaket seragamnya dan tidak dengan kemeja seragamnya yang dikeluarkan.
Tak ada lagi bekas perban terpasang di setiap kulit mulusnya.
Dan tatapan datar yang kini sayu lurus memandangi jalan.
"WOW" nada terkejut itu datang dari Baekhyun.
"Apa aku tak salah lihat?! Itu Ze—lo?!"
.
.
.
.
#Brukk
#Splashhh
Seseorang yang sedang tak memperhatikan jalannya,
Tak sengaja menumpahkan minumannya ke baju seragam Zelo.
Ketika namja yang membawa minuman itu mendongak, betapa terkejutnya dia…
Lagi lagi ia harus berhadapan dengan hoobaenya yang pernah hampir menghajarnya karena ia menabrak Zelo saat itu.
Kenapa ia harus berurusan lagi dengan hoobaenya satu ini? Dengan masalah serupa?!
Harusnya ia memperbaiki kacamatanya segera…
"Ma—maafkan aku , Hoobae!" ia berkali kali membungkuk hormat. Tubuhnya bergetar ketakutan. Ia memprediksi setelah ini ia akan mati di tangan Zelo. Sedangkan orang orang di sekitarnya hanya bisa memandang kasihan padanya.
Namja berkacamata itu hampir menangis. Ia tau tak ada gunanya memang menangis. Namun ia begitu lemah jika terngiang pukulan demi pukulan dan ancaman Zelo sama saat itu.
#Pukk
Tiba tiba Zelo menepuk bahu kanan namja berkacamata itu.
"Kau adalah sunbaeku, Hansol hyung… Jangan perlihatkan aku seorang sunbae yang lemah. Itu memalukan." Zelo lalu berlalu pergi meninggalkan kantin. Seolah ia kehilangan selera makannya bila ditatapi oleh setiap orang disana.
Namun bagaimana tidak ditatap begitu, bila seorang bocah kelas 2 berperawakan manis namun seorang PREMAN SEKOLAH yang sangat ditakuti, justru berbicara sebijak itu pada sunbaenya dan tak memainkan…
Tunggu!
Ini kali pertamanya?!
TAK MEMUKUL ?!
Jongup, Baekhyun, dan Youngjae menganga selebar lebarnya. Begitu kompak seperti kehilangan kesadaran mereka. Sikap Zelo benar benar membuat mereka ikut tak nafsu makan…
"I—ini… BISA JADI BERITA HANGAT!" Baekhyun berseru riang dan beralih meninggalkan kedua temannya yang masih menganga tak percaya.
Jongup mungkin adalah orang yang paling terkejut akan perubahan segnifikan Zelo.
Setelah pergi dan tak terlihat batang hidungnya beberapa hari,
Kini ia kembali dengan sosok yang bukan seperti 'Zelo'.
.
.
.
.
.
.
.
"Apa benar itu Zelo?"
.
.
.
.
.
.
TBC/END?
Bisa bayangin kan Zelo ketika masa cimit cimit di No Mercy era? Pasti bisa bayangin dong! Kalo belum bisa, ayo mampir nonton MV nya lagi #Promosi (?)
Miyu kali ini bakal cuap cuap PANJANG banget! Karena kangen sama readernim selama sebulan ini! Ditambah banyak hal yang Miyu mau tumpahkan selama sebulan hiatus. Kalau gak mau dibaca , tidak apa apa… silahkan langsung ke kotak review nee^^
Baekhyun disini menjadi cameo si biang gossip. Kenapa? Hahaha… Awalnya Miyu agak bingung memilih peran si "biang gossip" cocoknya siapa. Dan kupikir, member EXO adalah yang paling tepat dipakai. (stoknya 12 member loh… dipeleh dipeleh #ala mas mas asongan/?). Agak bingung siapa member yg paling cerewet dan paling cocok.. nominasi nya Suho, Luhan, Baekhyun, Lay… dan pas Miyu nonton EXO Showtime , barulah miyu menyadari seseorang yang gerak geriknya mendekati. CHUKAE BAEKHYUNNIE ^^
Wah ada Hansol juga nih! Hansol mana ya? Hansol yang Topp Dogg, atau SM Rookies, atau SEVENTEEN? -_- Kira kira yang paling cakep siapa? :p Kalo bisa nebak , itulah bias Miyu! Dan itu berarti kita sehati (?)
Kan di kdrama kdrama suka ngasih julukan adegan "ciuman" nya tuh… ya kayak di secret garden , ada namanya "Foam Kiss". Atau di Kau Yang Berasal Dari Bintang yang dibintangin Dio (?) wkwk.. maksudnya You who came from the star, yang dikasih nama "15 second kiss" ? Nah kalo Banghim apa ya?
Coffee Kisseu ? Cake Kisseu? Americano Kisseu? #Plak Bolak Balik/?
Kalau ada yang penasaran , "bentuk kamar di asrama mereka (Jungjeon) kayak gimana sih? Kok kayaknya lengkap banget" YUPS! Kan Miyu dah bilang kalau kamarnya lebih mirip kamar apartemen daripada kamar asrama sebenarnya… Pernah nonton Reply1997? Waktu Eunji pindah ke Seoul? Kamarnya terinspirasi dari apartemen itu! Aduh Miyu sedang kecanduan Kdrama kayaknya XD
Miyu mau jawab beberapa pertanyaan readernim yaa
Kok lama sekali update nya?
Kalo kalian baca ff miyu berjudul "My Present (special Daehyun's day)" , kalian akan dapat pemberitahuan disana ;)
Miyu, ini ada Kai? Kainya ikutan di pair gak?
Wahh.. Kai disini cuman jadi cameo ! Mianhae.. Kepenuhan pairing! Haha…
Banyakin Banghim/Jonglo/Daejae dong!
Perasaan Miyu dah pernah jawab deh ini … hihi… :) Maaf ya.. Miyu kalau misalkan di chapter "ini" gak disuguhin pair "ini", atau kurang moment pair "ini". Karena seperti yang Miyu bilang, mengikuti alur saja ^^ Kita doakan yang terbaik yaa buat mereka *lah kok disuruh doa/?
Zelo dimana?! T.T
MAAFKAN MIYU *nangis juga*. Zelo lagi ngambek :( *nggak deng!* Ada alasan kenapa Zelo kayak menghilang gitu… Nanti akan diberitahu ;)
Himchan anaknya KangTeuk kan?
Yups! Hahaha… sebelumnya Miyu berpikir Himchan jadi anaknya YeWook :( Kan sama sama "Kim" tuh! Tapi karena Himchan anak yang super galak, jadi kepikiran Kangin yang tegas dan sosok Leeteuk yang leader… ^^
Kok banyak moment BTS?
Yah.. udah dikasih peringatan kan ^^ Lagipula peran BTS disini cukup membantu jalannya cerita, jadi Miyu persembahin chapter khusus untuk banyak moment mereka ;)
Bagaimana dengan masalah GOT7 Genk ? Masa lalu Jaebum x Yongguk?
Maap ya jadi ngegantung banget masalah JBang (?) Tentang masalah mereka bakalan diceritakan di chapter chapter selanjutnya mungkin ;) Kita main main dulu di Jungjeon yahh :D
Eunji siapa?! Hubungan apa sama Daehyun?
Hubungannya… eum… let's check it out on the next chapter, ok ;)
Oh ya! Setelah baca review , ternyata ada beberapa readernim yang gak suka sama peran Eunji disini. Pls NO BASH ^^ Setiap cerita pasti ada penunjang konflik, bukan? Yang membuat pemain prota menjadi terpuruk *halah*. TENINENG *backsound* Eunji kuhadirkan disini ;) Karena Eunji di real life nya sama sama dari Busan (Kayak Daehyun) dan main vocal, jadi cocok aja dipasangin (readernim : #BawaParang #BawaGolok #BawaNastar /?). Kita doakan yang terbaik saja ok! *lah suruh doa lagi/?
Dan Eunji nya bukan Eunji OC ya ^^ Eunji APink loh :D Kembaran Miyu *diseret Pink Panda/?*
Panjang bukan cuap cuap Miyu?! Ya ampun maafkan Miyu, nee :( Miyu lain kali gak akan secerewet ini! Emang aslinya Miyu suka banget ngomel ngomel dengan cara ngetik gini.. haha
Ada yang mau lebih kenal dengan Miyu? Let's follow me in my twitter or FB , maybe! Mungkin kita bisa ketemuan disana ^^ Miyu sering ketemu beberapa readernim loh , terutama di FB! Jadi kenal deh ;) Bisa di check di bio Miyu!
.
.
.
.
.
Chapter 12?
May to Review?
