..Deachndr Present
[YUNJAE FANFICTION]
"BY MY SIDE"
[Chapter 11]
Cast: Absolutely YunJae, and others
Genre: Humor, Romance
Lenght: Chapter
PLEASE ENJOY!
.
.
AUTHOR POV
"terimakasih, hatihati dijalan.. jaga kesehatanmu, pabbo!" ucap jaejoong tersenyum pada yunho saat mereka sudah tiba dikediaman jaejoong.
"sangat tidak romantis. Aku pergi dulu.." balas yunho sembari mengeluarkan senyuman seribu-lima-ratus watt nya.
Mobil yunho sudah tak nampak di penglihatan jaejoong. Setelah itu masuklah ia kedalam rumah.
"aku pulaang.." masih satu langkah ia memasuki rumahnya, jaejooong berjengkit kaget saat melihat sesosok Kim BongSun membawa pisau dan kain lap di bahunya menatap sadis putra tertengiknya itu.
"KIMJAE! Aigoyaaa... kau dari mana huh?! Semalam tidak pulang! kau pikir rumah ini tidak ada aturannya? Dan apa ini?! Kau masih memakai seragammu! Kau pernah berpikir tidak jika seragammu bolong,siapa yang akan membelikannya huh?! Sepedamu akan eomma jual! Menger-"
"ah! Eomma! Sepedaku dirumah yunho, aku lupaaaa!" panik Jaejoong, dia baru ingat jika kerumah yunho ia mengendarai sepedanya.
"MWOYAAA! KIMJAEJOONG! Bocah nakal! Cepat ganti pakaianmu dan bantu eomma! PPALI!"
"arasseo arraseo eomma-ya.."
.
[JAEJOONG POV]
Ya ampuun, kenapa aku bisa melupakan sepedaku.. malang sekali kau my bicycle/?
Segera aku menghubungi yunho untuk menjaga asetku itu,tapi handphone ku mati. Segera aku men-charger nya, apa ini? Ada 5 pesan masuk dan 17 missed call. Itu semua dari bokong berjalan. Ada apa dengannya?
Pesan pertama: "kau menghilang kemana?! Aku sudah dikedai mu ini!"
Pesan kedua: " hya bocah idiot! Jawab aku!"
Pesan ketiga: "eomma mu mencarimu! Kau berencana akan kabur huh?! Kenapa tidak mengajakku?"
Pesan keempat: "jika kau bosan berteman denganku, oke! Tidak masalah jika hanya berdua dengan bopak! Ingat itu!"
Pesan kelima: " kau tega membiarkanku pergi? Astaga jae.. aku salah apa?! T.T"
Aku terkikik membaca pesan pesan junsu ini, sungguh teman yang menyenangkan. Hah.. beruntungnya aku memiliki teman busuk sepertinya, selain lucu dia juga setia. Ah! Aku lupa akan menghubungi yunho.
To: JungYunho-_-
Yunho-ya.. simpan baik baik sepedaku. Jangan kau rusak ara?!
SEND
Aku mengantuk sekali, sungguh tidak nyenyak tidur bukan dirumah sendiri seperti tadi malam. Hm? Aku ingin bertemu bocah itu jadinya. Astaga! Astaga! Astaga! Hahaha tidak mungkin...
Mungkin hanya rasa kangen biasa... iya benar benar.. ck! Jung kecil itu ..
Apa ini? Sudah 15 menit dia tidak membalas ku? Berani sekali dia-_- ooh! Awas saja jika dia mencariku.. aku akan menghilang!
Aku ingin tidur sekarang... hhh... aku akan terlelap sepertinya..
"KIMJAE! TURUN!"
Ya amplop... nyawaku masih diambang pintu eomma..
"ARASSEOYO!"
Inilah hal yang ku takutkan.. jika eomma sudah marah,maka berat badanku akan turun 5kg,karna apa? Eomma tidak akan memberiku makan-_-
.
.
[NORMAL POV]
"ahjussi, kirim ke alamat ini nee?"
"atas nama Jung Yunho?"
"ani, tulis saja.. pria tampan."
"arasseo, gomapseumnida tuan .."
Yunho sepertinya sedang bertransaksi dengan seorang pengirim barang. Memang yunho akan mengirim apa? Sapi aqiqah? Hiyahaha mungkin saja-_-
Benar saja, belum ada 2 jam, orang yang dikirimi yunho sebuah barang sudah menelponnya.
"HYA! Kau kemanakan sepedaku?!"
"itu sudah aku kirim, kau belum menerimanya?"
"aku tidak mau yang ini.. apa apaan kau memberiku sepeda ini?"
"aku membelikanmu yang ada boncengannya supaya kita bisa mengendarainya bersama."
"sungguh kekanakan. Demi apa aku tidak butuh yang baru Yunho-ssi!"
"terima saja,itu rejekimu tuan Kim cerewet!"
"dan apa itu 'pria tampan' apanya yang tampan? Masih tampan aku kemana mana jung!"
"kau tampan,tapi standart!"
"MWO! Hya! Dalam mimpimu jika kau tampan! Sepedaku dimana?"
"sudah dihancurkan."
"MWO?!"
"sudah bersyukur saja."
"HYA Jung Yun-"
PIP
Sedikit tersenyum nakal, yunho mematikan sepihak sambungan teleponnya. Wah! Kalian mau jadi pacarnya Yunho? Dikasih sepeda loooh/?
'haha kenapa aku menyukai pria bodoh seperti dia.. sungguh!' batin Yunho.
TOK
TOK
TOK
"Tuan muda Jung.." Hong ahjussi menginterupsi lamunan yunho dengan suara panggilannya.
"temui aku di perpustakan." Balas yunho dari dalam.
"ada hal penting tuan, segera."
Yunho memasuki perpustakan rumahnya itu, hong ahjussi sudah menunggunya didepan sana.
"apa yang penting?" dengan wajah angkuh, yunho berjalan melewati hong ahjussi dan duduk pada sofa satusatunya diruangan itu.
"Tuan, menurut saya, anda harus tahu hal ini. Tuan besar Jung, mengirimkan beberapa mata mata untuk mengawasi gerak gerik anda."
"itu aku sudah tahu, ada yang lain?" sahut yunho sembari mengotak atik buku tebal dipangkuannya.
"dan tahap ini Tuan Jung sudah menyelidiki latar belakang teman dekat ada, Kim Jaejoong."
"mwo?" perhatian Yunho seluruhnya teralih. "bahkan Kim jaejoong juga dimata matai?" sambung Yunho.
"tuan Jung sepertinya mempunyai rencana dibalik ini semua. Tapi saya kurang yakin."
"rencana apa maksudmu? Dan kau tahu ini semua darimana?"
"saya kurang tahu, tuan. Tadi pagi saat tuan mengantarkan Tuan kim pulang, saya melihat 2 mobil hitam mengikuti anda. Saya curiga jika itu akan membahayakan keselamatan anda. Maka saya dan beberapa bodyguard mengikuti mereka dan menghambat mereka ditengah jalan. Sepertinya anda tidak sadar saat terjadi keramaian dibelakang mobil anda,tuan. Saya melihat mereka semua memakai jas kebesaran bertulis JungPower. Artinya mereka semua adalah pengikut tuan besar Jung."
Yunho mengamati semua penjelasan Hong ahjussi.
"berhati hatilah tuan.. cepat atau lambat, kalian akan dipisahkan oleh Tuan besar."
"maksudmu? Kau tahu semua tentangku?"
Hong ahjussi mengangguk dan sedikit tersenyum.
"saya tahu semua tentang hubungan kalian. Tetapi,anggap saja saya tidak tahu apa apa. Karna kebahagiaan Tuan muda adalah tujuan kerja saya."
Yunho mengerutkan keningnya.. dia heran , sehebat itukah hong ahjussi hingga dia tahu semuanya?
Semenjak yunho menyuruh hong ahjussi menyogok para polisi untuk mengusir kedai eomma jaejoong, dan yunho kembali menyuruh untuk membatalkannya, hong ahjussi diam diam menyelidiki siapa itu Jaejoong. Kenapa seorang bernama Jaejoong bisa membuat yunho membatalkan sesuatu yang telah diucapkanya. Setahu Hong ahjussi, yunho tidak pernah menjilat ludahnya sendiri. Sekali A ya selamanya A! Tidak peduli efek apa yang ia terima.
Hong ahjussi selalu mengikuti apa saja yang dilakukan yunho diluar sana. Dia bahkan memasukan anak buahnya untuk menyamar didalam sekolah SOPA.
and, DDANG! Everything is clear. The reason why a person who name is JUNG YUNHO is Changes!
Exactly! the answer is Kim Jaejoong!
Pertama, hong ahjussi sangat shock! Kaget dan ia hampir terserang penyakit Jantung saat melihat Yunho mencium pipi Jaejoong di sungai Han waktu lalu. Keyakinannya bertambah saat presepsi seorang Hong ahjussi jika Yunho menyukai Jaejoong sangat terbukti.
Ia merasa kasihan dengan tuan mudanya itu, sebegini nasibnya malang tuan muda itu yang berlebihan harta. Ia beranggapan, jika yunho kekurangan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Dia juga cenderung menutup diri dengan ketiga temannya itu. Disaat ada seseorang yang menyita seluruh perhatiannya dari rasa kesal benci muak dan kesepian, jaejoonglah yang berhasil menempel pada pikirannya yang berbuah menjadi rasa 'berbeda'.
Tidak masalah bagi Hong ahjussi, asal itu membuat perubahan positif dari Yunho menjadi pribadi sedikit yah hanya sedikit menjadi baik karna ada seseorang yang ia takut untuk kehilangan.
"tuan muda tenang saja, saya akan seutuhnya memberikan hidup saya untuk melindungi anda dari siapapun termasuk tuan jung."
Yunho tersentak, dia sangat kaget mendengar ucapan Hong ahjussi.
"ahjussi, jangan penah sekali saja menghianatiku. Aku percaya padamu."
"apapun yang terjadi,segera hubungi saya. Saya permisi."
Yunho terdiam diperpustakan itu cukup lama hingga menjelang pukul 8 malam. Sumpah dia tidak bernafsu untuk memakan makanan lezat apapun yang sudah siap dimeja makan itu,
Dia memikirkan bagaimana nasib jaejoong dan eomma kim jika sampai aboji nya bertindak sampai diluar dugaannya.
Lain sisi,Ia sangat bersyukur jika masih ada hong ahjussi yang melindungi nya demi apapun.
Pikiran dan hati yunho sangat kacau. Dia sempat berpikir untuk melepaskan jaejoong supaya orang yang ia kasihi itu hidup damai dan baik baik saja. Tapi, disisi lain pikirannya, kenapa belum apa apa dia sudah main menyerah saja? Sumpah! Itu sama sekali bukan seorang Jung Yunho.
Mungkin ini saatnya ia memberontak setelah sekian lama ia menjadi boneka abojinya itu.
Tiba tiba iphonenya berbunyi, Jaejoong menelpon? Waktu yang sangat tepat.
"yoboseyo?"
"hm.. yu-yunho-ah.."
"terimakasih sudah menelponku, aku sangat ingin mendengar suaramu."
"kau kenapa? Ada sesuatu yang terjadi? Ceritakan padaku. Jangan kau pendam sendiri, aku sangat tidak suka!" ini lah yang menjadi obat bagi yunho, kecerewetan jaejoong.
"aku baik baik saja setelah mendengar suaramu. Apa kau pernah merindukanku?"
"kau! Awas saja jika berbohong padaku! Kenapa ber-bertanya seperti itu?"
"aku selalu jujur denganmu. Jawab saja, apakah menurutmu aku harus menyerah atau tetap maju dengan perasaan konyol ku padamu?"
"yu-yunho-ah.. ak-aku..aku-"
"jawab aku jae-ah.. jika kau mengijinkanku untuk tetap maju,aku akan berusaha semampuku sampai kita bahagia. Tetapi jika kau menyuruhku untuk berhenti, aku akan berhenti saat ini juga. Dan melihatmu bahagia dari kejauhan."
"kau ada masalah a-apa? Su-sungguh ini sulit bagiku.." oh jae-ah,itu bukan jawaban yang ingin yunho dengar dari mulutmu itu. Mood Yunho tiba tiba hilang. Dia geram dengan segala jawaban dari jaejoong.
"hah.. aku bodoh, aku akan memperjuangkan seseorang yang tidak pernah menganggapku." Yunho benar benar berpikir sempit saat ini. Hanya memikirkan tentang kedepan untuk memberontak abojinya demi jaejoong saja ia sudah merasa ini akan percuma, apalagi jika jaejoong masih setengah ah mungkin tidak ada seperempat mempunyai perasaan yang sama denga yunho. Ia hanya akan mendapatkan sakit. Berbeda jika pihak jaejooong juga berjuang bersama dengannya, itu akan terasa mudah apapun dilakukan berdua dengan dasar cinta yang tulus.
"benar.. kau masih takbisa menyukaiku.. aku hanya membuang waktumu. Kita sampai disini. Aku yakin kau akan baik baik saja kelak."
"yu-yunhoya.. mengapa jadi seperti ini?"
"setidaknya terimakasih sudah mencoba bersamaku,"
PIP
yunho memutuskan telponnya. Dia menangis dalam diam. Sungguh ini sangat menyakitkan! Lebih menyakitkan saat ia pernah akan mati ditangan penculik 9tahun lalu.
Yunho mencengkeram iphonenya dan membantingnya keras sampai hancur tak berbentuk.
"ARRRRRRRRRRGHHHHHHHHHHHHHH!" teriak Yunho.
Pelayan yang mendengar menjadi sangat panik. Mereka berlarian menuju sumber suara,
"tuan muda ap-"
"PERGI KALIAN! PERGIIIIIIIIIIIIII!" teriak yunho kalap. Pelayan secara cepat menghindari sisi Yunho yang sangat menakutkan itu. Demi apa, mimik Yunho sangat ... ya Tuhan..
Disisi Jajeoong..
Setelah yunho mematikan telponnya, jaejoong terdiam.. dia tidak tahu apa yang harus ia rasakan. Senangkah? Atau sedihkah? Ia sungguh tak tahu..
Yang ia rasakan saat ini adalah perasaan kehilangan yang teramat sangat. Hatinya seperti losss hilang entah kenapa. Dia menyentuh dadanya..
"sakit sekali... kenapa nafasku tercekat?"
TES
Jaejoong menjatuhkan airmatanya..
"kenapa aku menangis? Yu-yunho... yunho!" dia kembali menghubungi nomor yunho. Tidak aktif!
Berkali kali jaejoong menghubungi dan mencoba menghubungi lagi nomor itu dan tetap tidak berhasil.
SRAK BRAK
"Kimjae kau mau kemana?" tanya heran eomma kim saat jaejoong tiba tiba berlari dari arah kamarnya tergesa, dia hanya memakai kaos oblong biasa padahal udara malam ini sangat dingin.
Jaejoong tak menyahut pertanyaan eommanya, dia sekuat tenaga mengayuh sepeda pemberian Yunho itu menuju kediaman yunho.
Jaejoong mengindahkan semua rasa dingin dan lelahnya, entah semua seketika lenyap kemana. Tujuannya saat ini adalah bertemu yunho.
"aku jaejoong, aku ingin bertemu jung yunho." Bablas jaejoong tergesa berbicara pada pelayan yunho yang menyahut interkomnya.
"saat ini tuan jung sepertinya tidak mau dingganggu.."
"ppali! Ini penting! Buka saja pintunya!"
"mmafkan aku tuan tapi-"
"bukalah." Ada suara berat lain yang memerintahkan pelayan itu membuka pintu untuk jaejoong. Tak lain yaitu hong ahjussi. Dia tahu yang bisa menenangkan yunho hanya jajeoong.
Setelah pintu gerbang terbuka, jaejooong berlari menuntun sepedanya masuk kedalam, dia tidak perduli satpam disana meneriakinya.
Sepeda itu ia jatuhkan kasar, dan segera menerobos masuk pintu megah tersebut.
Dia bingung akan kemana, saat ia menapaki anak tangga pertama untuk menghampiri kamar yunho, ada seseorang yang tidak jaejoong kenal menunjukkan arah dimana yunho berada.
"tuan ada diperpustakan."
"gomawoyo!" jaejoong berbalik arah menuju perpustakan.
BRAK
Saat pintu perpustakan tertutup, hong ahjussi menyuruh semua pelayan kembali ke kamarnya masing masing agar tidak mendengar percakapan yunjae didalam, begitupun hong ahjussi. Dia berjaga cukup jauh.
"sudah kukatakan jangan menggangguku! Apa kalian tidak PAHAM HAH?!" yunho mengatakan itu dengan masih menundukan kepalanya, tidak tahu jika jaejoong kini ada dihadapannya.
Jaejoong maju mendekati yunho dan tiba tiba ia memukul wajah yunho sebelah kiri.
BUK
"ini untuk kau membuatku mengawatirkanmu!"
BUK
"ini untuk kau membuatku sakit hati!"
BUK
"ini untuk kau memutuskannku tadi!" terakhir jaejoong mendorong bahu yunho sangat keras.
"hya! Bajingan! Kau memaksaku untuk menyukaimu dan sekarang kau membuangku? Apa MAKSUDMU HAH? KATAKAN!" dengan terengah engah, jaejoong berteriak didepan muka yunho.
Yunho hanya pasrah dipukuli seperti itu oleh Jaejoong. Dia menatap lekat mata Jaejoong diam.
"BERHENTI MEMBERIKU HARAPAN JAEJOONGAH!" balas yunho juga berteriak didepan jaejoong.
"siapa yang memberimu harapan?! Asal kau tahu, aku tulus. Mungkin di awal aku berniat memanfaatkanmu, tapi itu tidak terjadi karna aku tidak bisa.."
"dan berhenti mengasihaniku.. aku tak butuh itu." Emosi yunho sangat tak terkontrol saat ini, dan sewaktu waktu dia bisa menghabisi siapa saja yang ada dihaapannya.
"KAU BODOH ATAU APA HAH?!"
PLAK
Yunho menampar jaejoong penuh dengan kekuatan tangannya.
"pergi dari sini, kau bukan siapa siapa lagi bagiku." Desis yunho tajam.
JLEB
Jaejoong memejamkan matanya, dia meneteskan airmatanya lagi.. dibergumam..
"sa-saranghae." Jaejoong menunduk. Dia menyembunyikan mukanya. Sungguh ucapan yunho sangat membuat mentalnya drop. Kekuatannya hilang.
"berhenti membual!" jujur, yunho terkejut. Tapi egonya tetap memilih untuk mendominasi.
Jaejoong mendongakkan kepalanya balas menatap yunho.
"aku sungguh dengan ucapanku. Saranghae yunho-ah.. setidaknya aku tak akan menyesal sudah mengucapkan ini."
Yunho membeku ditempat. Ia melihat kesungguhan dimata Jaejoong.
Merasa tidak ada tanggapan dari yunho, jaejoong membalikkan badannya bermaksud akan pergi dari tempat ini. Ia berpikir yunho memang sudah benar benar tidak membutuhkannya.
Jaejoong berhenti sejenak tanpa menoleh.
"terimakasih sudah memberiku rasa sakit yang sangat indah ini,yunho-ssi."
Seperti tersengat listrik beribu ribu volt, yunho bertindak menarik tangan jaejoong, membalikkan badan jaejoong dan mencium bibir nya.
This is second kiss of yunjae..
Jaejoong tak menolak, dia tahu apa yang yunho lakukan. Sedikit sedikit dia membalas lumatan bibir yunho yang juga buta arah dalam berciuman. Mereka asal saja melakukan cara berciuman tersebut. cukup lama hingga salah satu dari mereka belum juga menyerah untuk menghentikan ciuman itu.
Kalian ingat! Mereka semua pria, dimana mereka seharusnya yang mendominasi jika pasangan mereka perempuan. Dan lihat, yunho maupun jaejoong tidak ada yang mau mengalah.
"AKH!" jaejoong mendorong bahu yunho tiba tiba. Ciuman mereka terlepas. Yunho hanya memandang jaejoong bodoh. Mungkin yunho berpikir, kenapa jaejoong melepaskan ciuman enak mereka/?
"kenapa kau menggigit?! Kanibal! Sakit kau tahu!" protes jaejoong. Karena yunho mengginggit bibir bawah jaejoong hingga sang pemilik kesakitan.
"siapa suruh kau tak membuka lebar lebar mulutmu."
"MW-MWO?! HYAAAA! Kau selalu frontal! Ppph pphpiih!" jaejoong mengelapkan bibirkan pada kaos putih yang yunho kenakan.
"lihatlah, ini berdarah pabo!" jaejoong marah marah tak jelas, sedangkan yunho masih terdiam. Lemot apa ya yunho itu?
"ke-kenapa kau berlebihan sekali? Itu hanya luka kecil!" yunho salah tingkah dengan pembelaan diri sendirinya.
"ingat! Aku tak mau berciuman lagi denganmu!" ancam jaejoong.
"baru saja kita romantis, kenapa seperti ini lagi?" tuntut yunho menajamkan matanya.
"dwesso dweesso! Beri aku minum! Kau tahu, aku bersepeda menuju kesini. Aku lelah! Aku kedinginan! Aku haus! Aku lapar! Ini semua kulakukan untukmu!"
CUUP
"Mhhmmmppp.."'
Yunho mengecup lama bibir jaejoong, sungguh kekuatannya telah kembali. Dimana saat terpuruknya telah terlewati.
"beraninya kau!"
"jika kau cerewet,aku akan menciummu lagi."
"berhenti melakukan pelecehan seksual padaku yun!"
"aku mencintaimu.." yunho mengulurkan tangannnya untuk memeluk jaejoong erat, sangat erat. Badan mereka sama sama berisi otot. Jadi tidak terlihat siapa yang melindungi dan dilindungi. Cuma jaejoong lebih pendek dari yunho, jadi jaejoonglah yang seperti 'dilindungi'. Mereka pasangan menggelikan bukan? Readers, iyain aja lah!
"kenapa diam? Jawab aku!" protes yunho menjauhkan kepalanya untuk melihat jaejoong yang memejamkan mata.
"aku lebih mencintaimu." jawab jaejoong tegas tetapi matanya masih menutup.
Yunho menyentil jidat jaejoong.
"pipiku linu gara gara kau!"
"mianhe.. aku sengaja memang biar kau sadar apa yang kau ucapkan."
"ck! Bodoh!" yunho kembali memeluk jaejoong.
"tidurlah disini lagi.."
"sepertinya eomma benar benar akan mengulitiku yun.."
" aku akan membantu eomma kim untuk mengulitimu."
"yak! Aish!" jaejoong menggingit bahu yunho keras.
"aaaaak! Pabbo!"
.
.
Diluar sana terlihat seorang ahjussi ahjussi tersenyum turut bersuka cita saat melihat yunjae dari perpustakan keluar untuk mengambil minuman didapur. Mereka seperti terlihat bahagia. Bercanda, mengumpat, saling mengejek dan menjitak. Benar benar..
Untung hong ahjussi itu sudah menyuruh semua pelayan masuk kekamar mereka masing masing di belakang gedung rumah ini. Jika tidak, pemandangan langka ini akan disaksikan secaara gratis oleh mata mereka. BIG NO LAH!
"apakah kau benar benar mecintaiku?"
"apa kau tuli?"
Saat ini yunjae tengah berbaring di kasur yunho, tidur berdampingan dengan tangan yang tertaut erat.
"aku hanya ingin memastikan jae-ah."
"sudah! Aku tadi mengatakannya 3x, dan aku tidak berbohong!" protes jaejoong, jujur ia sangat malu jika harus mengulang kata kata itu lagi.
Yah, jaejoong akhirnya sadar jika lama kelamaan rasa itu muncul saat seringnya mereka bersama. Yunho, dia merasa yunho bukan orang yang suka berbasa basi. Datang tiba tiba menyatakan perasaan padanya. Jujur dia menjadi risih saat itu, tetapi waktu akhirnya yang menjawab. Bagi jaejoong, yunho seorang yang benar benar bertanggung jawab. Tak pernah bertanya jaejoong dimana? Sudah makan? Sedang apa? Tapi dia langsung bertindak seperti, aku akan menjemputmu! Akan ku belikan kau makan! Jangan bersama orang lain!
Tindakan yang manly bukan.. bahkan jaejoong seorang pria tak pernah berfikir akan melakukan hal semacam itu. Yunho berhasil membuat jaejoong jatuh katangannya.
"aku ingin mendengarnya lagi.. aku seperti tidak percaya jika kau bisa mencintaiku."
"kau ragu eoh?! Aish! Sekarang aku seutuhnya menjadi pria homo!" tutur jaejoong bersungut.
"jangan menyesal, karna pasangan homo mu adalah jung yunho." Dengan bangga yunho berkata seperti itu dengan muka angkuhnya.
"hyaaa! Ck! Arasseo arasseo.." jaejoong melihat muka yunho, ekspresinya dibuat sekesal mungkin.
"berjanjilah untuk tetap bersamaku apapun yang terjadi.."
"aku berjanji,dan jangan tinggalkan aku! apakah ada hal yang akan membuat kita terpisah?"
"abojiku memata mataimu.. berhati hatilah. Sebaiknya kita jangan bertemu diluar. Apakah kau sanggup hanya melihatku disekolah?"
"jinjja?! Lalu aku harus apa yun, Berpura pura baik? Hanya disekolah?"
"biasa saja, jangan sok manis didepan siapapun! Apa kau sanggup merindukanku?"
"mwo?! Siapa yang sok manis? Aish! Si-si-siapa yang akan merindukanmu?"
"kau Jung Jaejoong! Galak lah seperti biasanya. Jika kau tak merindukanku, kita tidak usah bertemu saja, supaya aku melihat bangkaimu mati karna merindukanku."
"MWO?! KAU TEGA AKU MATI KONYOL SEPERTI ITU JUNG KECIIL?!"
"siapa yang kau sebut Jung kecil hah?!"
Yunho menjitak kening jaejoong sayang, sungguh kekasih nya ini sangat ingin ia hancurkan sekarang juga. Nakal sekali seperti anak SD.. hhh, jinjjaaaa...
.
.
"tuan, mata mata yang anda turunkan untuk mengamati tuan muda telah diserang oleh anak buah Hong Suk Chul. Mereka menginterogasi apa yang dilakukan oleh anak buah saya."
Eunhyuk menghadap Tuan Jung Kangin setelah beeberapa anak buahnya melapor padanya.
"kita bicarakan ini saja nanti, aku masih banyak urusan. Berhenti mematai anak miskin itu. Dia hanya pria biasa yang berteman dengan Yunho. Itu tidak menjadi pengaruh apa apa."
"argeseumnida Tuan Jung, tuan muda akan tetap dibawah kendali pengawasan saya." Pamit eunhyuk undur diri setelah ia berbungkuk hormat.
.
.
Seperti biasa jaejoong berjalan kekoridor sekolahnya untuk menuju kantin, dia ingin menemui junsu yang sepertinya benar benar marah padanya. Seharian dikelas tadi junsu mendiamkannya. Sungguh seperti anak TK saja.
Saat jaejoong mengedarkan pandangannya untuk menemukan junsu, dia tidak melihat ada seseorang yang ia tabrak membawa penuh nampan yang berisi makanan.
BRAK
PYAR
"ah! Mianheyo.. aku tidak sengaja.." ucap jaejoong merapikan segala makanan yang jatuh disana, dia maupun orang tersebut sama sama tertumpahan makanan di seragamnya.
"APA KAU BUTA?! HAH?!" tantang orang itu tak terima dengan permintamaafan Jaejoong. Dia mendorong bahu jaejoong keras hingga jajeoong mundur beberapa langkah menabrak meja dibelakangnya.
Jajeoong geram, tapi dia tidak bisa berbuat banyak, sungguh dia tidak pernah berkelahi dengan siapapun.
"aku tidak buta! Dan tadi aku tidak sengaja."
"hah?! Benarkah? Ooh~ apa aku harus mempercayai omonganmu itu pria miskin?"
Jaejoong hendak melayangkan tinjunya, tetapi sudah kedahuluan oleh pahlawannya..
BUK
Pahlawan jaejoong memukul sebisanya wajah pria sok sokan dihadapan jaejoong tadi.
"HYA! DIA SUDAH MEMINTAMAAF! APA KAU TULI? DAN SIAPA YANG MISKIN ? KAU?!"
"jun-junsuya.."
"CAPLING! KAU DIAMLAH! BIAR INI MENJADI URUSANKU!"
"dan kau! Sini pukul aku jika kau berani!" teriak junsu, pria didepannya itu tidak tinggal diam, dia menyingkirkan junsu begitu saja,junsu terjatuh dibawah sana. sasaran dia saat ini jaejoong. Karna dia yang menjadi urusannya.
DDAK!
Dari belakang , seorang Jung Yunho menendang punggung pria itu yang diketahui bernama Kwon Ji Young. Ji young terkapar jatuh, yunho meletakkan kakinya diatas kepala pria itu.
"jika kau membuat keributan di sekolahku, aku akan menghancurkanmu." Yunho berdesis tajam. Disana ada banyak guru yang melihat aksinya. Tak satupun yang berani melarang Yunho melakukan hal sekeji itu.
"yu-yun..- hh? Junsuya gwenchana?" panggilan jaejoong ke yunho terhenti saat ia teringat sahabat nya tadi.
"gwenchana pabbo ya! Aku hanya jatuh."
"kau! Jangan menjadi pahlawan kesiangan lagi ara?!"
"kau sahabatku jae-ah, mana mungkin aku diam.. untung Jung itu datang.. jika tidak, kau akan dirumah sakit saat ini."
Jaejoong seketika menengok kearah yunho, yunho hanya menatap matanya sekilas dan pergi dari tempat itu.
"kajja! Aku bantu kau berdiri, kita ke klinik."
"aku tidak apa apa capling! Aku strong!" sungut junsu pada jaejoong.
Kantin yang sempat riuh tadi perlahan lahan menjadi seperti biasa, tontonan yang sangat menyenangkan bukan?
.
.
"kau tidak apa apa?" tanya yunho saat ditengah tengah pelajaran terakhir berlangsung.
"aku tidak apa apa, terimakasih." Jawab singkat jaejoong, karena mereka kini berbisik bisik.
"lain kali hati hatilah!"
"iya aku tahu jung.."
"aku mencintaimu.."
"aku juga pabbo! Sudah fokus pada pelajaran!"
Yunho tersenyum tipis sembari memperhatikan kembali pelajaran didepannya. Jaejoongpun begitu, dia menginjakkan sedikit sepatunya pada kaki yunho.
"mwo?" tanya yunho.
"ani kkkk.."
"pabbonika!" ejek yunho masih memasang senyumannya.
"jangan tersenyum seperti itu dihadapan orang lain!"
"kau cemburu?"
"a-ani ! ani! Dwesso!" jaejoong kesal.
.
.
To be continue...
...
Holla eonni eonni tersayang deaaaaaaaaaaks/? /keselek beccak/ etciye ciye yang ripiu banyaaak : 3 howeeee dea senanggg sini jatuh cinta sama dea sini : 3 ntr dapat swallow mau?
Ini dea kembal;I dengan chapter 11 .. terimakasih yang sudah membabat habis dea, dea seneng banget jinjjaaaa…. Tulisan dea dihargai ,, tau gak? Dea selalu ngantuk jika nulis ni ff, gaktahu kenapa? Ada yang melet dea yess? -_- belum tahu jika dea adalah bima satria garuda/?
Thanks To for angels .. beautiful woman who review my ff:
- nabratz : hallo unni cintaku sayangku samudra hindiaku… yoosu Cuma selingan, mereka kan normal unni.. iya konflik nya ada tapi tenang , tetap mereda karna yunjae is one : 3 selamat dating kembali… : 3
- Dhea Kim : hallo nama kembarku.. iya iya mereka ada masyalah.. tapi tenang semua dibawah kendali dea mwihihihi ayo kita bantai jung boji/? : 3 selamat dating kembali : 3
- manize83 : eonniii manizz anyyoooooong.. hahaha masa ampe gitu unn? Ati ati muncrat/? Lain kali jangan ketawa sendiri gitu, horror tahu ;p selamat dating unni : 3
- azahra88 : pastilah, mana ada ortu yg ngijinin anaknya belok/? Tapi tenang semua diatas kendali mwihihi selamat dating unni : 3
- sexYJae : iya benar unni.. jung boji itu hebat , dia banyak sekali anak buahnya.. tinggal tunggu aja ntr apa yg terjadi dengan yunjae mwihihihi mereka kan pemain smekdown unn/? Selamat dating kembali : 3
- Hana - Kara : junsu anti bingits sama lee bopak, dia kan kentut berjalan unn/? Kkk yoosu Cuma selingan doing, mereka normal ceritanya. Jung boji? Haha lihat aja nanti apa yg bakal terjadi hahaha. Selamat datang kembali : 3
- shanzec : iya lihat aja nanti apa yang bakal terjadi unni sayaaang.. kkk junsu sama jae kan emang gitu, beraninya dikandang wakakaka selamat dating unni : 3
- nickeYJcassie : hallo unni penyemangatku.. wah aku seperti ditampar dengan mu oleh uang /? Makasih nee unni sudah mau menjadi pengingat dea macam alarm/? Hue hue minta maaf karna ada yang salah, dea ngetiknya wut wut wut , soalnya kalau pelan pelan idenya ngilang diambil singa/? Jadi banyak typo huweeee unni dea akan mencoba yang terbaik untuk mu dan yang lain : 3 datang lagi nee, jangan takut komen yang pedes sama dea.. dea gwenchana/? /halah bahasanya/ selamat dating di dea world : 3
- Jongindo : terimakasih unni jongindo/? Kamu anugerah untukku/? Iya ini next chapter, dea rajin ngepost ff ini kan yak? Selamat dating kembali : 3
- Guest : ini lanjut unni mwihihih unni jangan ngakak sendirian loooh, namay siapa hayiooo? Dikasih nama dong ya.. selamat dating : 3
- SinushYJS : tidak tidak, jaejooong itu autis , dia gakpernah punya bathup mungkin/? Mwihihih yajelas appa jung tidak suka, apalg kalau tahu mereka ehem ehem hahaha hancur udah/? Selamat dating : 3
- jema Agassi : sobat sobat jae nanti saja , dea rencananya yang akan tahu Cuma junsu, yang lainnya hanya ilusi/? Makasih unni,.. selamat dating : 3
- Guest : hallo unni namanya siapa?hayoo iri ya? Nunggu punya suami aja, ntr keteknya digundulin mwihihihi selamat dating : 3
- JungKimCaca : yakin genk yunpa disuruh tahu? Ntr siwon kotbah looh 24 jam mwihihi ini lanjut unni welcome nee : 3
.
.
Waaaaaaaah dea seneng punya kalian… eh maaf kalau dea sok kenal ya? Dea memang terlahir sok kenal begini ini, maafkan : (
Oke ketemu di chapter berikutnya ..
REVIEWMU SEMANAGTKU!
MUAAAAAAAAAAAAAAAAAH : *
