Disclaimer : Ichiei Ishibumi
Saya hanya memiliki OC di sini
Ari Anja Vs Raiser Phenex
Sekarang kita ada di tempat tinggal Ari, terlihat disana ada Ari sedang duduk di kursi dan di depan nya ada meja makan. Ari sedang memakan kuaci sambil berpikir tentang sesuatu. Ari sedang berpikir bagaimana caranya makan kuaci yang lebih efektif
''Tunggu! Bukan itu harus aku pikirkan sekarang!'' teriak Ari
Ari kemudian menyadari kalau dia harus memikirkan bagaiaman cara menggunakan alat yang nama nya Sacred Gear, dia harus melatih Sacred Gearnya untuk melawan salah satu Iblis bangsawa di Underworld. Dia hanya diberi waktu satu hari sebelum pertarungan itu dimulai
''Jadi, apakah kau sudah menemukan jalan keluarnya?'' tanya seorang wanita yang duduk di depan Ari yang melihatnya dari tadi berpikir
''Aku tidak tahu bagaimana caranya melatih Sacred Gear ku'' kata Ari sedih
''Kau harus bisa melatih Sacred Gearmu dan kemudian menghajar Iblis burung itu, kalau tidak aku akan menjadi Istri nya, demi Iblis di dunia, aku lebih baik menikah dengan orang jelek dari pada harus menikah dengan nya'' kata Alice mengingat wajah bejat Raiser
''Tenanglah Alice, aku tahu jalan keluarnya'' kata Ari
''Benarkah? Apa itu?'' tanya Alice
''Kita menyerah saja'' kata Ari dengan santai
PLAK
Alice kemudian memukul kepala Ari dengan sangat keras sehingga wajah Ari menabrak meja di bawahnya. Alice terlihat benar-benar marah saat Ari mengatakan perkataan itu
''Apa maksudmu dengan menyerah? Kalau kau menyerah aku akan menikah dengan nya'' kata Alice
''Aku rasa itu tidak masalah'' kata Ari
Alice kemudian menatap kearah Ari dengan tatapan yang sangat tajam, Ari kemudian berkeringat dengan sangat banyak. Ari kemudian kembali memakan kuaci nya namun kali ini dia memakan bersama kulitnya juga
''Aduh! Bagaimana ini!? Kenapa bisa begini?!'' ucap Alice dengan frustasi
Dia benar-benar menyesal mengatakan kalau dia akan menikah dengan Raiser jika Ari kalah bertarung dengan Raiser. Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi
''Ari, kau harus lebih serius mengenai ini'' kemudian terlihat ada laki-laki berkulit coklat sedang membawa banyak sekali makanan dari kulkas
''Njay, lo jangan seenaknya ngomong seperti itu kampret, kau enak gak terlibat dalam hal gaib ini'' kata Ari
Dion terlihat tidak peduli dengan perkataan dari Ari, Dion kemudian naik ke atas menuju kekamarnya dan kemudian bermain EDM. Ari benar-benar tidak mengerti dengan orang itu
''Fiuh, ini benar-benar gawat'' kata Ari
Terlihat sekarang Alika kemudian datang, Alika melihat Alice dan Ari sepertinya bingung bagaimana caranya bagi Ari untuk mengalahkan Iblis bangsawan itu. Alika kemudian mendekati mereka berdua
''Nona Alice, Ari'' sapa Alika
Ari kemudian kaget karena Alika kali ini benar-benar memanggil nama nya, sangat jarang dia memanggil nama nya. Alice melihat Alika kemudian terlihat senang karena mungkin dia bisa membantunya
''Alika syukurlah kau disini, apakah kau sekarang sudah mendapatkan ide?'' tanya Alice
Alika sudah mengetahui kalau Ari dan Dion sudah mengenal alam gaib ataupun ras selain manusia, jadi Alika tidak masalah lagi untuk menunjukan jati dirinya kepada Ari dan Dion, mereka pertama-tama kaget mendengarnya namun kemudian mereka terlihat tenang.
''Kenapa kita tidak melatih Sacred Gear Ari sekarang?''
''Itu tidak mungkin, dia harus segera bersekolah besok, dimana dia akan berlatih?" tanya Alice
''Bukankah kita bisa meminta Sona untuk mengizinkan Ari untuk tidak bersekolah untuk satu hari?'' tanya Alika
Alice kemudian terbeku mendengar perkataan dari Alika, dia sadar kalau perkataan dari Alika benar-benar sangat benar, mereka bisa meminta izin kepada Sona untuk mengizinkan Ari agar tidak bersekolah
''Kau benar'' kata Alice
Ari yang melihat Alice hanya terbengong karena Alice yang pintar juga bisa bego juga kalau sedang panik. Alice kemudian merasa memiliki secercah cahaya harapan mendengar Alika., Alice kemudian melihat kearah Ari yang masih saja memakan kuaci nya
''Baiklah Ari, besok kau harus berlatih dengan sangat keras'' kata Alice
''Apa, itu pasti sangat menyebalkan'' kata Ari yang tidak mau
''Sudahlah, jangan mengeluh, kau harus berlatih'' kata Alice
Ari kemudian terlihat menunduk bingung karena kenapa dia harus mengalami hal yang merepotkan seperti ini, dia harus melawan Iblis bangsawan tentu saja itu tidak akan mudah. Di tambah Iblis bangsawan itu memiliki kekuatan regenerasi
''Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana'' kata Ari dengan frustasi
Mereka semua lalu memutuskan untuk segera tidur karena hari ini sudah sangat malam. Ari menuju ke kamarnya untuk segera tidur, Ari kemudian langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan kemudian langsung tidur dengan sangat cepat
Terlihat kalung di dekat Ari terlihat bersinar seperti ada sesuatu
''Hmm sepertinya dia membutuhkan bantuanku, baiklah''
SKIPTIME
Ari kemudian bangun karena hari sudah pagi, Ari kemudian membuka jendelanya untuk membiarkan sinar matahari masuk ke dalam kamarnya. Ari kemudian memutuskan untuk mandi dan kemudian memakai pakaian sekolahnya.
Di bawah Ari tidak melihat adanya Alice, Alika ataupun Dion. Ari melihat kesana kemari tidak menemukan mereka. Dia ruang makan juga tidak terlihat mereka ada disana, Ari kemudian menemukan sebuah kertas
Untuk Ari
Kamu pergi dulu ke sekolah, kami akan bilang kepada Sona kalau kau hari ini izin tidak sekolah. Jadi kau harus berlatih satu harian untuk mengalahkan Iblis bangsawan sialan itu.
Salam Alice
Ari yang membaca itu kemudian merasa kesal, dia harus berlatih menggunakan Sacred Gearnya itu. Dia bahkan tidak tahu apa itu Sacred Gear.
''Sial, kenapa kau harus melakukan ini?'' tanya Ari kepada dirinya
Ari kemudian mendengar bell pintu berbunyi seperti ada tamu yang datang, Ari terlihat bingung karena dia belum mengenal orang disini ataupun di sekolah, apakah ini adalah kenalan Alice?
Ari kemudian ke pintu masuk dan kemudian membukanya untuk melihat siapa yang datang. Terlihat ada seorang wanita cantik berambut kuning panjang, dia memakai baju berkerudung, dan dia memiliki mata berwarna ungu. Ari kaget karena wanita itu cukup tinggi, tinggi Ari hanya sedada wanita itu
''Ano, cari siapa?'' tanya Ari
''Apakah kau pemilik rumah ini?'' tanya wanita itu
''Hm tidak, aku hanya menumpang disini'' kata Ari
''Oh begitu, kalau begitu bolehkah aku masuk'' pinta wanita itu
''Oh silahkan masuk'' kata Ari mempersilahkan wanita itu masuk
Wanita itu kemudian masuk dan melihat di dalam rumah itu, Ari melihat wanita itu hanya berpikir kalau sepertinya dia adalah teman Alice, karena Alice sepertinya memiliki teman-teman yang cantik karena Alice adalah wanita yang populer
''Apakah kau sedang mencari Alice?'' tanya Ari
''Hmm tidak'' jawab wanita itu
Ari kaget mendengarnya, Ari kemudian berpikir kalau tidak Alice berarti Alika
''Apakah kau sedang mencari Alika?'' tanya Ari sekali lagi
''Tidak'' jawab wanita itu
Ari kaget lagi mendengar jawaban dari wanita itu, jika bukan Alice dan Alika, Ari kaget berpikir kalau sepertinya wanita ini mencari Dion.
''Dion?'' tanya Ari
''Tidak juga'' jawab wanita itu
''Jadi kau ini sedang mencari siapa?'' tanya Ari
''Aku sedang mencarimu'' kata wanita itu menunjuk kearah Ari
Ari kemudian kaget mendengarnya, dia mencari dirinya. Namun Ari sama sekali tidak mengenal wanita itu. Ari kemudian mencoba untuk mengingat lagi apakah dia pernah bertemu dengan wanita di depan nya, dia kemudian tidak mengingat kalau dia pernah bertemu dengan wanita ini lagi
''Mencariku? Memangnya ada perlu apa?'' tanya Ari
''Ya, aku tahu kau memiliki Sacred Gear'' kata wanita itu
Ari kemudian benar-benar kaget mendengar perkataan dari wanita itu yang mengetahui kalau dia memiliki Sacred Gear, namun bagaimana wanita ini tahu kala dia memiliki Sacred Gear ditambah apa tujuan wanita ini mengetahui Ari memiliki Sacred Gear?
''Hmm ya...'' Ari mencoba untuk mengucapkan sesuatu
''Kau tidak perlu menutupi nya lagi, aku tahu segalanya tentangmu'' kata wanita itu
''Kau tahu segalanya tentang diriku?'' Ari kaget
''Benar, kau adalah Ari Anja Sembiring, anak ketiga dalam keluargamu, kau memilik dua kakak perempuan dan satu adik perempuan, kau tinggal bersama ayahmu dan kau tidak mengetahui siapa ibumu'' kata wanita itu mengenai Ari Anja
Ari kemudian benar-benar kaget mendengar perkataan dari wanita itu yang 100% benar, bagaimana dia wanita ini tahu tentang dirinya dengan 100% tepat?
''Wah gawat, gue punya stalker'' pikir Ari Anja mulai merinding
''Ada apa? Apakah kau kaget?'' tanya wanita itu
''Tentu saja aku kaget! Bagaimana kau tahu tentang diriku?'' tanya Ari
''Ya karena...''wanita itu kemudian memajukan wajahnya ke wajah Ari, Ari kaget melihat wajah nya sangat dekat dengan wajah nya
''...Aku selalu memperhatikanmu'' kata wanita itu
Ari sekarang merinding karena wanita di depan nya ini benar-benar sangat menyeramkan, dia mengetahui segala sesuatu tentang dirinya, Ari sekarnag berkeringat dingin
Wanita itu kemudian terlihat menahan tawa, Ari melihat wanita itu menahan tawa terlihat bingung. Ari sekarang sepertinya merasa kalau sepertinya wanita ini menyembunyikan sesuatu
''Tenang saja, aku tidak akan melukai atau melakukan sesuatu kepadamu'' kata wanita itu
Ari terlihat merasa lega karena sempat berpikir kalau wanita ini adalah orang jahat.
''Jadi siapa namamu?'' tanya Ari
''Aku Deily Lya'' kata wanita itu
''Pertanyaan'' kata Ari
''Pertanyaan apa?'' tanya wanita itu
''Nama mu Deily atau Lya?'' tanya Ari
''Nama ku Deily'' jawab wanita itu
''Oh oke'' kata Ari
''Pertanyaan lagi'' kata Ari
''Apa itu?'' tanya Deily
''Tujuanmu apa yang ingin bertemu dengan ku?'' tanya Ari
''Aku akan melatih Sacred Gear mu'' kata Deily
Ari kemudian bingung lagi, kenapa wanita ini malah ingin melatih Sacred Gearnya, Ari kemudian menatap wanita itu dengan tatapan tajam
''Dan kenapa kau ingin melatih Sacred Gear ku?'' Ari terus bertanya
Deily kemudian terlihat tersenyum, dia mengetahui kalau Ari memiliki masalah dengan Sacred Gear yang baru dia dapatkan.
''Aku tahu kalau kau akan bertarung dengan Iblis bangsawan'' kata Deily
Ari kemudian kaget lagi, dia sekarang mengatahui kalau dia akan bertarung dengan Iblis bangsawan. Ari kemudian melihat Deily dengan tatapan menyelidiki, dia benar-benar tahu siapa sebenarnya dia
''Dari mana kau tahu?'' tanya Ari
''Sudah kubilang kalau aku tahu segalanya tentang mu'' kata Deily menatap Ari dengan dekat
Ari kemudian tidak bisa lagi menahan takutnya, wanita di depan nya ini memang sangatlah mirip dengan stalker yang selalu saja mengikuti orang yang menurutnya tertarik
''Jadi, bagaimana? Kau mau?'' tanya Deily
Ari kemudian mendesah pasrah karena jika dia menolak ini maka dia tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menghindari masalah ini. Ari kemudian menatap Deily dengan mata yang semangat
''Tolong ajari aku, guru!'' teriak Ari dengan semangat
''Hehehehe, kau tidak perlu sampai begitu'' kata Deily
Deily kemudian melihat tangan Ari yang memiliki sarung tangan yang diduga kalau itu lah Sacred Gear nya. Deily terlihat sangat senang melihat Ari memiliki Sacred Gear, Ari keliahatan bingung melihat Deily tersenyum
''Jadi apa kekuatan mu?'' tanya Deily
''Aku tidak tahu, tapi sarung tangan ini memiliki kekuatan untuk menciptakan benda kurasa'' kata Ari
''Hmm menarik, aku belum pernah melihat Sacred Gear seperti itu'' kata Deily
''Jadi kita akan berlatih di mana?'' tanya Ari
''Ikut aku'' kata Deily
DI SUATU TEMPAT
''Disini kita akan berlatih'' kata Deily
Terlihat sekarang Ari dan Deily ada di sebuah tanah lapang yang sangat lebar, Ari kemudian melihat kalau tanah lapang itu sepertinya adalah teman untuk bermain bola kaki. Deily kemudian berjalan ke salah satu sudut lapangan dan kemudian berbalik dan melihat kearah Ari
''Baiklah ,cepat ambil posisimu dan kita mulai'' kata Deily
Ari kemudian mengambil posisi nya di depan Deily yang cukup jauh darinya, Ari kemudian bertanya-tanya apa yang akan mereka lakukan?
''Hmm ano, apa yang akan kita lakukan?'' tanya Ari
''Kita akan bertarung'' kata Deily
''Apa?'' Ari kaget
Deily kemudian menciptakan ruang dimensi dan kemudian mengeluarkan sebuah sabit besar, Ari benar-benar kaget melihat nya. Wanita di depan nya ini ternyata bukanlah wanita biasa
''Wow apa itu?'' tanya Ari
''Ini adalah senjata ku, senjata ini bisa menarik jiwa monser atau makhluk tingkat rendah dengan satu serangan'' kata Deily
''Tunggu makhluk rendah? Maskud mu manusia?'' tanya Ari
''Benar'' jawab Deily
Ari kemudian sekarang gemetaran karena lawan nya sepertinya ingin membunuhnya. Ari kemudian mencoba untuk mengindar dari pertarungan yang sia-sia ini
''Oh ya, aku ketinggalan sesuatu di rumah, jadi aku harus...'' Ari mencoba untuk berbalik dan berjalan
WHOSSSS!
Ari kemudian mendengar suara seperti suara angin yang sangat kuat, Ari kemudian berbalik untuk melihat Deily. Ari kemudian kaget karena Deily langsung lompat menuju kearah nya dan kemudian ingin menyerangnya dengan sabit nya yang besar
SLASSSH!
Ari menghindari serangan itu dengan melompat secara heroik, Ari kemudian melihat kearah Deily yang ingin protes karena tiba-tiba saja menyerangnya.
''Hey! Kenapa kau menyerangku?!" teriak Ari marah
''Jangan banyak alasan, ayo lawan aku'' kata Deily
Deily sekali lagi menyerang Ari, Ari kemudian mencoba untuk menghindari semua serangan itu, karena Ari adalah manusia biasa tentu saja dia akan kelelahan
''Tunggu!'' teriak Ari
Deily tidak mendengarkan Ari, dia menyerang Ari lagi dengan sabitnya. Ari hampir terkena serangan itu.
''Hampir saja'' ucap Ari
''Cepat gunakan Sacred Gearmu'' kata Deily
Ari kemudian mengerti, Ari melihat sapu tangannya dan berpikir bagaimana cara untuk menggunakan nya. Saat di pernikahan dia bisa menggunakan nya karena berpikir sesuatu.
''Oh aku mengerti''
Ari kemudian mengkedepankan tangan kanan nya sambil berpikir sesuatu, kemudian sarung tangan nya kemudian bercahaya.
''Crafting: Shield!'' ucap Ari
Kemudian muncullah sebuah tameng di tangan kanan Ari, Ari tersenyum karena akhirnya dia bisa menggunakan Sacred Gearnya
''Yeah! Akhirnya aku bisa menggunakan Sacred Gear ku, EH!'' Ari melihat kalau ada Deily yang menyerangnya secara tiba-tiba
Ari kemudian menggunakan tamengnya untuk menahan serangan dari Deily, namun terlihat tameng Ari hancur berkeping-keping karena serangan dari Deily yang sangat kuat
''Tamengku hancur!'' kaget Ari
''Tentu saja, sihir ku lebih kuat dari sihir mu, sepertinya sarung tangan mu itu bisa menciptakan suatu benda dengan menggunakan sihir namun benda itu masihlah sihir sehingga tidak bertahan lama'' kata Deily
''Kalau begitu, aku akan menciptakan nya lagi'' kata Ari
''Jangan terlalu berpikir spele seperti itu, seperti yang aku bilang, kalau sarung tangan mu itu menggunakan sihir untuk membuat suatu benda namun sihir mu tentu nya akan berkuras'' kata Deily
''Jadi aku harus bagaimana?'' tanya Ari
''Berpikirlah! Bagaimana caramu untuk bisa meregernasikan sihir mu dengan cepat dan menghindari musuh yang akan menyerangmu atau kau memiliki sebuah rencana agar sihir mu itu bisa hemat'' kata Deily menjelaskan
''Bagaimana kau tahu?'' tanya Ari
''Aku merasakan kalau tamengmu terbuat dari sihir, jadi aku langsung mengerti dengan kegunaan sarung tanganmu itu'' kata Deily
Ari kemudian mengerti dengan perkataan dari Deily, dia harus bisa menggunakan sihir nya lebih bijak saat melawan musuh, apa lagi yang akan dia lawan adalah Iblis bangsawan
''Aku mengerti'' kata Ari
''Kalau begitu ayo kita lanjutkan'' kata Deily
SKIPTIME
Sekarang adalah saatnya untuk pertarungan antara Ari Anja dan Raiser. Ari terlihat ada di club penelitian ilmu gaib, Rias dan para peerage nya kaget kalau Ari akan benar-benar berani melawan Raiser
''Apakah kau akan benar-benar melawan Raiser, Ari?'' tanya Rias
''Tentu saja, aku sudah siap'' kata Ari
Ari terlihat sedang pemanasan, dia ingin sekali mengalahkan Iblis bangsawan yang sombong itu. Dion melihat sahabatnya yang terlihat bersemangat sekali hanya heran karena kemarin dia sangat takut namun sekarang dia terlihat percaya diri
''Baiklah, kita akan segera menuju ke Underworld'' kata Alice
''Nona, apakah anda tidak mengkhawatirkan Ari?'' tanya Alika
''Tidak, aku hanya mengkhawatirkan nya, aku hanya Mengkhawatirkan kalau aku akan menikah dengan Iblis itu'' kata Alice dengan gaya tsundere
Alika hanya mendesah melihat sifat nona nya itu,nona nya hanya terlihat mementingkan dirinya sendiri
''Baiklah, ayo''
Mereka semua kemudian masuk kedalam sebuah portal untuk menuju ke Underworld di mana Ari dan Raiser akan bertarung. Mereka melihat tempat yang sangat luas seperti bangunan. Itu terlihat seperti stadium
''Apakah ini tempatnya?'' tanya Ari yang sedikit keringatan karena dia agak gugup kalau di lihat banyak orang
''Benar''
Kemudian muncullah Sirzechs di samping mereka, dia terlihat bersama istrinya, Grayfia. Kelompok Ari kaget melihat Sirzechs tiba-tiba saja muncul.
''Onee-sama'' kata Rias
''Rias, ini adalah pertarungan yang sangat heboh'' kata Sirzechs
''Apa maksudmu?'' tanya Ari yang berkeringat
''Semua Iblis bangsawan di Underworld akan menonton ini'' kata Sirzechs
''APA!'' Ari kaget mendengar nya
''Bukan hanya Iblis bangsawan, ada juga yang berasal dari golongan Iblis biasa'' kata Sirzechs
''Itu tambah parah!'' kata Ari frustasi
''Tenanglah Ari'' kata Alice mencoba untuk menenangkan Ari
Rias dan para peeragenya terlihat khawatir dengan Ari karena sepertinya dia tidak akan bisa bertarung di saat seperti ini. Dion terlihat kesal dengan sahabatnya itu karena tadi dia terlihat bersemangat namun sekarang dia terlihat benar-benar ketakutan
''Tenang Ri, kau pasti bisa melewati ini'' kata Dion
''Oke bro, terima kasih'' kata Ari
Mereka yang ada disitu hanya melihat kedua sahabat itu sepertinya benar-benar peduli satu sama lain. Sirzechs hanya tersenyum melihat kedua sahabat itu, Sirzechs merasakan kalau Dion tidak memiliki Sacred Gear atau kekuatan apa pun, dia benar-benar manusia sama dengan Ari
''Baiklah, saatnya untuk masuk ke dalam stadium'' kata Sirzechs
Mereka semua mengangguk kecuali Ari yang kelihatan masih saja panik dan menahan ketakutan nya. Mereka kemudian memasuki stadium itu. Di dalam stadium Ari dan yang lain nya benar-benar kaget melihat yang ada didalam
Terlihat banyak sekali Iblis di dalam stadium yang sepertnya ingin menonton ini, mereka semua sangat tertarik mendengar ada manusia yang akan melawan Iblis bangsawan, Iblis golongan rendah saya tidak berani melawan Iblis bangsawan. Bagaimana seorang manusia berani melawan Iblis bangsawan
Rias dan yang lain nya kemudian menuju ketempat duduk mereka untuk menonton pertandingan ini, Alika terlihat khawatir dengan Ari karena apakah dia akan baik-baik saja melawab Iblis tingkat itu?
''Apakah kau khawatir dengan nya, Alika?'' tanya Alice
''Tentu saja, dia bisa mati'' kata Alika
''Memangnya kenapa? Bukankah kau membencinya?'' tanya Alice
''Hmmm aku...''
''Hm sudah kuduga'' kata Alice. ''Kau telah jatuh cinta dengan manusia biasa'' kata Alice
''Tidak, bukan itu maksudnya'' kata Alika mencoba untuk memberi penjalasan
''Aku tidak mengerti, bagaimana bisa kau langsung jatuh cinta dengan manusia biasa seperti dia?'' tanya Alice
''Tidak nona, kau salah paham'' kata Alika
''Sudahlah, pertarungan akan segera di mulai'' kata Alice
Alika kemudian hanya terlihat mengerti dan termenung, Akeno yang mendengar pembicaraan mereka hanya merasa tertarik dengan pembicraan mereka. Akeno kemudian tersenyum
''Aku tidak tahu kalau orang seperti Anja-kun sangat populer'' kata Akeno
Ari sekarang ada di ruangan persiapan, di sebelahnya ada Sirzechs. Sirzechs seperti member arahan kepada Ari yang sepertinya masih gugup. Ari kelihatan sedang menyemangati dirinya
''Ingat, kau harus fokus'' kata Sirzechs
''Bagaimana aku bisa fokus kalau semua orang akan melihatku'' kata Ari
''Tenanglah, mereka hanya akan melihatmu, kau harus fokus untuk melawan nya'' kata Sirzechs. ''Aku akan memberimu saran tentang clan Phenex'' kata Sirzechs
Ari kemudian kaget dan kelihatan senang mendengarnya, mungkin ini adalah cara yang bagus untuk mengalahkan Raiser itu
''Clan Phenex adalah clan yang bisa menyembuhkan tubuh mereka dengan menggunakan api mereka, mereka bisa di bilang abadi dalam umur, dan mereka memiliki kecepatan, kekuatan dan serangan sihir yang sangat hebat'' kata Sirzechs memberi tahu
''Itu tidak membantu sama sekali'' kata Ari
''Aku belum selesai, mereka bisa bergenerasi karena menggunakan sihir mereka'' kata Sirzechs
''Jadi aku akan bisa mengalahkan nya jika sihir mereka habis'' kata Ari dengan percaya diri sekarang
''Itu tidak mudah, mereka memiliki sihir yang sangat banyak, mereka juga bisa meregernasikan sihir mereka'' kata Sirzechs
Ari kemudian murung lagi mendengar perkataan dari Sirzechs yang mengatakan kalau mereka hampir tidak memiliki kelemahan sama sekali. Ari kemudian berpikir secara optimis. Sirzechs kemudian memegang bahu Ari
''Ingatlah, ambil semua kesempatan'' kata Sirzechs
Ari tersenyum melihat Sirzechs memberinya nasehat yang sangat bagus untuk menyemangati dirinya. Ari kemudian melihat ke pintu keluar dimana dia akan bertarung dengan Raiser. Nasib Rias, Alice dan Akeno ada di tangan Ari sekarang
''Aku tidak tahu apakah aku bisa mengalahkan nya'' kata Ari
Sirzechs melihat kearah Ari. Sirzechs tertarik dengan Issei karena dia adalah orang yang optimis dan berani melindungi teman nya, namun Ari Anja berbeda. Dia bisa merasakan kalau Ari memang memiliki sedikit sifat optimis, dia juga memiliki sifat pesimis, namun ada sesuatu yang membuat Ari Anja itu spesial di mata Sirzechs
''Berjuanglah'' kata Sirzechs
''Baiklah, aku akan berusaha'' kata Ari
Terlihat di tempat anggota clan Phenex terlihat Raiser sedang bersiap-siap, di sampingnya ada beberapa wanita yaitu peerage nya
''Apakah tidak apa-apa jika aku membunuhnya?'' tanya Raiser dengan senyuman jahat
''Aku rasa itu tidak mungkin onii-sama'' kata adik nya Raiser yaitu Ravel di sampingnya
''Aku ingin sekali membunuh manusia itu karena dia telah menyentuh Rias sayangku dengan tangan nya yang kotor itu, dia tidak pantas untuk Iblis bangawan seperti Rias, dia hanya manusia biasa yang sama sekali tidak memiliki kekuatan spesial'' kata Raiser mengejek Ari
Ravel hanya melihat kakaknya merendahkan Ari, Ravel tidak merasa masalah jika kakaknya membunuh manusia itu namun sepertinya itu berlebihan, Ravel juga berpikir kalau Ari Anja sama sekali tidak memiliki kekuatan apa pun kecuali Sacred Gear
''Baiklah, pertandingan akan segera dimulai'' kata salah satu pengawas
Raiser kemudian sudah bersiap-siap untuk bertarung melawan Ari Anja
''Ini adalah akhir bagimu'' kata Raiser
Rias sedang duduk di tempat keluarga nya, dia duduk di dekat ayah dan ibunya. Kakaknya juga ada disana. Rias sama sekali tidak tahu apa yang harus dia laukan sekarang karena ini adalah hal yang menentukan nasib nya
''Hey Rias''
Rias lalu melihat kesamping nya kalau ada seseorang yang sedang memanggil nya, Rias kaget karena mengenal orang itu. Rias kemudian berdiri dari tempat duduk nya
''Mau kemana Rias?'' tanya ibunya Rias
''Aku hanya mau jalan-jalan, okaa-sama'' kata Rias
''Baiklah, kau boleh pergi'' kata Venelana
Rias kemudian pergi menghampiri orang itu. Dia adalah sepupunya Rias dari keluarga ibunya yaitu clan Bael. Lyona memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan Rias, dia memiliki rambut panjang berwarna putih seperti ibunya, dan dia memiliki payudara yang sama besar dengan Rias
''Ada apa Lyona?'' tanya Rias
''Aku hanya ingin menonton pertandingan ini dengan mu'' kata Lyona
Rias kemudian hanya terlihat mendesah melihat sepupunya itu, Rias sekarang sedang berkeringat dingin untuk menonton pertandingan ini yang kan segera dimulai. Rias dan sepupunya kemudian duduk di salah satu kursi untuk menonton pertandingan ini
''Aku bertanya-tanya, manusia bodah macam apa yang menantang Iblis bangsawan'' kata Lyona
Rias terlihat tidak sabar melihat pertandingan ini walaupun dia sedikit ketakutan.
''Baiklah, kita akan mulai pertandingan nya, di sebelah kiri adalah dari keluarga Phenex, Raiser Phenex!''
Raiser kemudian keluar dan masuk ke dalam tempat pertarungan, dia memakai pakaian yang sama saat pernikahan dengan Rias yang telah gagal. Dia terlihat tersenyum dengan percaya diri kalau dia akan menang. Semua orang yang melihatnya hanya tersenyum karena berpikir kalau dialah pemenangnya
''Dan di sebelah kanan kita, ada manusia yang berani menantang Iblis bangsawan, Ari Anja Sembiring!"
''Hey! Aku tidak menantangnya'' kata Ari protes
Ari kemudian mendesah, dia pun keluar dari ruangan nya dan kemudian memasuki tempat bertarung untuk segera bertarung. Ari bisa melihat Raiser ada di ujung stadium
''Jadi kau berani datang kesini? Kau sepertinya pemberani'' kata Raiser melihat Ari dari kejauhan
Ari hanya terlihat terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa, Ari masih gerogi karena semua orang melihat kearahnya. Rias hanya tersenyum melihat Ari sepertinya tidak terlalu baik jika semua orang menatap nya. Lyona yang melihat Ari hanya terlihat ingin menahan tawa karena dia berharap kalau Ari adalah orang yang tinggi dan gagah namun dia malah melihat orang pendek dan terlihat sedang gugup
''Fufufufu, jadi dia orang nya?'' tawa Lyona
Rias hanya tersenyum pahit melihat Lyona yang tertawa, Rias kemudian kembali melihat kearah Ari yang sepertinya sudah mulai tenang
''Baiklah, pertandingan ini adalah pertandingan siapa yang tidak bisa bertarung lagi maka dia kalah, dan siapa yang menyerah. Ari dan Raiser hanya mendengar perkataan dari wasit hanya terlihat menatap satu sama lain
''Siapa yang keluar dari garis lapangan maka dia akan kalah, dan lagi, tidak boleh saling membunuh'' tambah wasit
Raiser kemudian terlihat kecewa mendengar perkataan dari wasit, Raiser sangat ingin sekali membakar Ari sampai menjadi abu. Ari hanya terdiam mengangguk mengerti dengan wasit
''Baiklah pertandingan akan di mulai 3...''
Semua orang terlihat penasaran dengan apa yang akan terjadi, Alice dan yang lain nya benar-benar penasaran tentang apakah Ari sudah benar-benar berlatih menggunakan Sacred Gearnya.
''2...''
Rias dan keluarga nya terlihat benar-benar tidak sabar, Sirzechs percaya dengan Ari Anja kalau dia bisa mengalahkan Raiser. Clan bangsawan yang lain nya terlihat tersenyum seperti menghina Ari karena dia hanyalah manusia biasa tidak akan bisa mengalahkan Iblis bangsawan
''1...''
Ari dan Raiser saling menatap satu sama lain mereka berdua seperti akan bertarung mati-matian.
''Mulai!"'
''Fireball!'' teriak Raiser yang kemudian melempar serangan bola api kepada Ari langsung.
Ari yang melihat bola api itu kemudian mengeluarkan Sacred Gear nya yaitu sarung tangan.
''Crafting: Shield!'' Ari kemudian mengeluarkan tameng untuk menangkis serangan dari bola api itu
Semua orang kaget melihat kekuatan dari Sacred Gear Ari Anja. Mereka belum pernah melihat Sacred Gear yang membuat suatu benda. Ari kemudian tersenyum dan menggunakan tangan kanan nya untuk mengeluarkan benda lagi
''Crafting: Spear'' Ari kemudian menciptakan sebuah tombak di tangan kanan nya
Ari kemudian berlari ke depan untuk menyerang Raiser, Raiser yang melihat nya kemudian merasa marah karena berpikir kalau Ari sudah merasa kuat. Raiser kemudian terbang dan melempar banyak bola api dari angkasa
Ari menangkis beberapa bola api itu dengan perisai nya dan beberapa dia hindari, Ari tersenyum melihat Raiser terbang. Ari kemudian melempar tombak nya kearah Raiser, Raiser kaget karena lemparan Ari sangatlah cepat hampir membuat terkena serangan itu
''Sial, kenapa aku lempar! Itu malah memboros sihirku'' kata Ari yang sepertinya sadar apa yang dia lakukan
Raiser marah karena Ari Anja hampir mengenai nya dengan telak, Raiser kemudian terbang menuju kearah Ari. Ari yang melihatnya lalu sadar dan kemudian bersiap-siap untuk menghindari serangan dari Raiser
''Matilah kau!" Raiser kemudian ingin memukul Ari
''Crafting: Sword'' Ari kemudian menghindari Raiser dan kemudian menebas punggungnya dengan pedangnya
Raiser merasakan sakit di bagian punggungnya karena di tebas oleh Ari, punggung Raiser mengeluarkan darah. Ari tersenyum dengan bangga karena bisa melukai Raiser
Para penonton kaget karena Ari bisa melukai Iblis bangsawan, namun mereka hanya tersenyum karena mereka tahu kalau clan Phenex bisa beregenerasi sehingga itu tidaklah masalah baginya
''Jangan senang dulu manusia, kau tidak akan bisa mengalahkanku dengan serangan lemah seperti itu'' kata Raiser yang terlihat menyembuhkan luka nya
''Waduh, dia benar-benar bisa bergenerasi dengan cepat'' kata Ari
Raiser kemudian mengelurkan bola api yang sangat banyak lagi dan melemparkan nya kearah Ari, Ari menangkis serangan dari Raiser dengan menggunakan perisai nya. Namun perisai itu kemudian hancur karena tidak terlalu kuat menahan serangan sihir yang tinggi
''Waduh'' kaget Ari
Raiser kemudian menyerang Ari dengan kecepatan yang sangat cepat, Ari kaget mencoba untuk menghindari serangan dan berhasil walaupun dia harus merasakan sensasi terbakar di bahunya
''Adaw, saya terbakar'' kata Ari yang berguling-guling di tanah
Semua orang yang melihatnya hanya terbengong, Alice menahan tawa dan kesal karena melihat kelakukan Ari. Lyona tertawa terbahak-bahak melihat Ari seperti itu, Rias sedang menahan tawa juga. Dion terlihat malah tertawa terbahak-bahak. Alice dan Alika terbengong melihat sahabat Ari itu
Ari kemudian berhasil memadamkan api itu dan kemudian berdiri dengan wajah kesal, Ari sekarang menatap kearah Raiser dengan tatapan yang sangat tajam seperti benar-benar marah
''Woy kampret, hati-hati kalau menggunakan api'' kata Ari
Raiser terlihat terbengong melihat Ari. Raiser kemudian mengeluarkan bola api lagi tapi kali ini lebih besar. Ari benar-benar bingung sekarang, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan
''Crafting: Spear!'' Ari kemudian mengeluarkan tombak lagi
Ari mencoba untuk menghindari serangan bola api yang sangat besar itu, Ari kemudian berlari menuju kearah Raiser karena kali ini dia akan menyerang. Ari sudah hampir mendekati Raiser, Ari kemudian menggunakan tombaknya untuk untuk menusuk Raiser
Raiser menghindari serangan itu, Raiser kemudian menggunakan tangan nya dengan api untuk meninju Ari namun Ari bisa menghindari serangan itu karena latihan nya yang satu harian.
''Wow dia hebat ''
''Benar''
Terdengar beberapa bisikan dari penonton tentang Ari Anja, kelompok Alice terlihat hanya senang karena Ari ternyata benar-benar berlatih dengan bersungguh-sungguh. Alika terlihat tersenyum
''Wow dia tidak buruk juga'' kata Lyona melihat Ari bertarung jarak dekat dengan Raiser
Ari dan Raiser terus menyerang satu sama lain dengan jarak dekat, Ari kemudian bisa melukai Raiser dengan menggunakan tombak nya. Ari kemudian menebas dada Raiser dan kemudian Ari menusuk dada Raiser dengan tombaknya
''Agr!'' Raiser merasakan sakit di dadanya
Ari kemudian kaget karena ternyata Raiser sudah bersiap-siap untuk menyerangnya dengan tangan nya yang sudah di selimuti oleh api dan kemudian memukul Ari namun Ari menangkis serangan itu dengan tanganya. Ari kemudian merasa kalau tangan nya terasa benar-benar panas.
Raiser kemudian menendang Ari kebelakang dengan sangat kuat sehingga Ari Anja terlempar, tombak Ari terlihat masih menusuk dada Raiser sedangkan pedangnya terlempat entah kemana
''Adaw, itu sakit sekali'' kata Ari baru menyadari kalau dua masihlah memiliki tubuh manusia
Raiser merasakan sakit di dadanya karena ditusuk oleh Ari, Raiser mencoba untuk mencabut tombak Ari dari belakangnya namun dia kesulitan karena tombak itu sepertinya menolak di pegang oleh Raiser
''Sialan, ada apa dengan tombak ini?!'' ucap Raiser kesal
Ravel yang melihat kakak nya tertusuk hanya khawatir, dia tidak mau kakak nya terkena apa-apa. Ari terlihat masih memegang perutnya yang di tendang oleh Raiser, Ari melihat kalau ini adalah kesempatan nya
''Crafting: Double Sword!'' Ari kemudian memegang dua pedang. ''Baiklah ini adalah saatnya'' kata Ari
Ari kemudian berlari kearah Raiser, bersiap-siap menggunakan kedua pedang nya itu untuk menyerang Raiser. Raiser yang masih kesulitan melepas tombak Ari yang masih tertanam di dadanya hingga tembus
''Sialan!'' Raiser kemudian melempar bola api lebih banyak lagi
Ari mencoba untuk menghindari itu semua dan berhasil, Ari kemudian menggunakan kedua pedangnya menyerang Raiser. Raiser terlihat kesusahan untuk menghindari semua tebasan dari Ari, Ari berhasil menebas Raiser, Ari kemudian menusuk Raiser dengan kedua pedangnya sehingga Raiser harus merasakan sakit di dadanya karena ditusuk oleh tombak dan kedua pedang
Raiser kemdian marah dan kemudian menggunakan kedua tangan nya kearah Ari yang sekarang ada di depanya, Ari kaget karena Raiser sepertinya sudah bersiap-siap untuk menyerangnya dengan api nya, Ari berpikir kalau dia tidak bisa menghindari sekarang karena tangan itu sudah ada di depan tanganya
''Musnahlah kau!'' teriak Raiser yang kemudian menembakan api yang sangat besar
Ari mencoba untuk menghindari itu namun tangan dan bahu sebelah kirinya terkena tembakan api itu dan Ari terpental kebalakang. Raiser tampak senang melihat Ari terlempat kebalakang
''Argh!'' Ari terlihat terlempar kebelakang
Ari memegang bahu kirinya yang sekarang berwarna hitam karena terbakar, Ari merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa. Alika dan yang lain nya terlihat benar-benar kaget melihat ini. Alice terlihat mengengam tangan nya dengan erat seperti menghawatirkan sesuatu
''Hahahaah sekarang kau hanya memiliki tangan kanan'' kata Raiser melihat Ari. Raiser masih merasakan sakit di dadanya. Raiser kemudian menggunakan api di sekujur tubuhnya untuk menghancurkan tombak dan pedang Ari yang masih tertacap
''Cih, lihatkan, kau hanyalah manusia yang memiliki sihir'' kata Raiser yang terlihat sehat kembali
Ari kemudian bangun sambil memegang tangan kirinya yang terbakar, dia sekarang tidak bisa menggunakan tangan kirinya karena terbakar. Ari sekarang benar-benar bingung
Sirzechs yang melihat Ari hanya terdiam, Sirzechs bisa merasakan kalau sihir Ari terkuras dengan banyak karena sudah menggunakan banyak sihir.
''Sekarang apa yang akan kau lakukan, Ari Anja?'' tanya Sirzechs
Para penonton terlihat berbicara satu sama lain, mereka benar-benar yakin kalau dari pertama Raiser lah pemenang pertarungan ini. Para keluarga bangsawan bisa merasakan kalau sihir Ari Anja tinggal sedikit dan butuh memulihkan nya cukup lama sedangkan Raiser masih memiliki banyak sihir dan memiliki kecepatan regenerasi sihir yang sangat cepat
''Apakah kau sudah menyerah sekarang, mereka semua akan menjadi istri ku, lihatlah saat aku menikahi mereka semua'' kata Raiser dengan nafsu
Ari kemudian berpikir, dia sedang berpikir Raiser sekarang sedang tidur bersama Alice, Rias dan Akeno
''Hell no, itu mengingatkanku ke sebuah sinatron, kalau tidak salah judulnya'Aku menikahi orang yang tidak kucintai'.'' Pikir Ari sekarang
''Hey, saat nya untuk mu kalah'' kata Raiser
Ari kemudian melihat kearah Raiser dan berpikir sekarang untuk mengalahkan Raiser.
''Baiklah Ari, sekarang berpikir bagaimana caramu untuk mengalahkan burung itu, dia sama sekali tidak terluka'' pikir Ari
Ari kemudian memiliki ide, Ari kemudian menggunakan kanan tangan nya untuk membuat benda lagi
''Crafting: Shield'' Ari kemudian menciptakan perisai lagi
Ari kemdian berlari lagi. Semua penonton kemudian terlihat bingung dengan apa yang akan Ari lakukan
''Rasakan ini'' Ari kemudian memukul wajah Raiser dengan perisai nya
Raiser hanya terlihat mundur kebelakang sedikit, Raiser membiarkan Ari memukulnya karena Raiser berpikir kalau Ari sekarang benar-benar putus asa dan melakukan sesuatu yang percuma
''Jadi sekarang kau akan melawanku jarak dekat, apakah kau sudah gila, kau tidak akan bisa megalahkanku sekarang'' Raiser kemudian menggunakan api nya di tangan nya
Raiser kemudian memukul Ari namun Ari menghindarinya serangan Raiser dan kemudian Ari memukul Raiser lagi dengan menggunakan perisai nya. Raiser marah dan kemudian menendang Ari berpikir kalau Ari akan terpental kebalakang namun Ari sepertinya menahan serangan itu
Ari terlihat memuntahkan darah dari mulutnya
''Sial, aku lupa kalau fisiknya kuat'' kata Ari
Ari kemudian memukul Raiser lagi dengan menggunakan perisainya, Raiser memukul Ari namun Ari menghindarinya, Ari memukul Raiser namun kali ini Raiser terlihat menghindarinya dan kemudian memukul Ari tepat di pipi kirinya. Ari merasakan sakit yang sangat luar biasa, Ari memukul Raiser lagi dengan menggunakan perisainya dan mereka seterusnya melakukan itu
Para penonton terlihat bingung dengan apa yang sedang di lakukan Ari sekarang, dia menyerang Raiser dengan jarak dengan membabi buta. Mereka semua tersenyum dan tertawa melihat apa yang di lakukan oleh Ari
''Kenapa dengan nya? Apakah dia mulai putus asa?''
''Dia tidak akan mungkin bisa menang melawan clan Phenex dengan cara seperti itu''
''Dia akan kalah dalam hal fisik ditambah Raiser-sama bisa menyembuhkan dirinya''
Terlihat bisikan-bisikan dari para penonton, yang mengira kalau Ari sekarang benar-benar tidak mempunyai rencana. Rias dan sepupunya terlihat bingung juga dengan apa yang di lakukan oleh Ari
''Apa yang dia lakukan?'' tanya Lyona
Rias terlihat benar-benar khawatir dengan apa yang di lakukan oleh Ari. Kelompok peerage Rias terlihat juga tidak mengerti
''Apa yang Ari-san lakukan?'' tanya Kiba
''Aku tidak tahu'' kata Akeno. ''Sebenarnya apa yang kau lakukan, Anja-kun?''
Koneko hanya terlihat menonton pertarungan itu yang terlihat bingung juga namun kemudian kaget dan kemudian tersenyum
''Oh jadi begitu'' kata Koneko sambil tersenyum mengetahui apa yang di lakukan oleh Ari
Sirzechs juga terlihat tersenyum mengerti juga dengan apa yang di lakukan oleh Ari. Ayah dan Ibunya terlihat bingung melihat anak pertama mereka yang terlihat mengetahui sesuatu
''Ada apa Sirzechs?'' tanya Venelana
''Tidak ada apa-apa bu'' kata Sirzechs
Ari dan Raiser terus bertukar pukulan, Ari sekarang benar-benar terlihat babak belur, sedangkan Raiser sama sekali tidak terlihat babak belur karena kekuatan regenerasinya. Ari terus memukul Raiser dengan perisainya tepat di kepalanya dan terus menerus namun banyak yang tidak kena, Ari bisa saja memukul bagian lain yang lebih mudah namun sepertinya dia tidak mau
''Sialan!'' Raiser kemudian menggunakan tangan kanan nya yang sudah diselimuti oleh api dan memukul Ari
Ari kemudian menangkis serangan Raiser dengan menggunakan perisainya. Ari kemudian mendorong Raiser kebelakang. Raiser kemudian marah dan menggunakan tangan kirinya yang sudah di selimuti api dan memukul tepat di wajah Ari
Ari merasakan sakit di wajahnya, namun Ari terus mendorong Raiser kebelakang. Raiser terus memukul wajah dan punggung Ari. Ari dan Raiser kemudian bersiap-siap untuk memukul secara bersamaan, Raiser memukul wajah Ari dengan tangan kanan nya yang di selimuti oleh api. Ari memukul wajah Raiser dengan perisai nya. Mereka berdua terlihat mundur kebelakang
Para penonton yang melihat mereka berdua terpental ke belakang lalu terlihat penasaran siapa yang menang. Ari terlihat benar-benar babak belur, tangan kirinya sudah terbarkar, sekarang wajahnya bagian kirinya terbakar hingga mengenai matanya. Raiser terlihat kelelahan namun tidak terlihat kelelahan
Raiser kemudian melihat kearah Ari yang masih berdiri namun seperti mau pingsan, Ari kemudian tumbang kebelakang dan akhirnya dia pun pingsan. Raiser yang melihatnya tersenyum
Para penonton semua kemudian terdiam melihat kejadian ini, kelompok Rias, Alice dan beberapa keluarga bangsawan benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi.
''Pemenangnya adalah...''
Raiser tersenyum dengan bangga karena berhasil mengalahkan manusia itu
''Ari Anja Sembiring!''
Semua orang kemudian bersorak mendengar ini. Raiser kemudian kaget mendengarnya, dia kemudian melihat tempat dia berdiri dan kemudian kaget karena dia telah melewati garis.
''Dia berusaha untuk membuat Raiser mundur melewati garis itu dengan berusaha dengan keras, dia mengorbankan tubuhnya untuk melakukan itu dan akhirnya dia memukul untuk terakhir kalinya dan Raiser pun melewati garis itu, dia benar-benar manusia yang gila namun cerdas'' kata Sirzechs melihat Ari pingsan
Alice dan kelompoknya terlihat senang melihat ini, Ari berhasil mengalahkan Raiser tanpa menghajarnya namun dengan cara lain.
''Wow, aku tidak tahu kalau dia akan melakukan itu'' kata Lyona melihat Ari
Rias tersenyum dengan terharu melihat perjuangan Ari yang begitu berat. Rias kemudian terbang bersama para peerage nya menuju kearah Ari yang terlihat sedang pingsan. Kelompok Alice juga, Alice, Alika dan Dion kemudian berlari masuk ke dalam tempat pertarungan dan menuju kearah Ari
''Anak yang menarik'' tambah Lyona
''Ini tidak mungkin!'' kata Raiser tidak percaya
Raiser kemudian terlihat kelelahan namun kemudian ada adiknya Ravel memegangnya sehingga dia tidak jatuh ketanah karena kelelahan
''Sudahlah Onii-sama, kau sudah kalah'' kata Ravel
Raiser terlihat tidak percaya dengan apa yang terjadi, seharusnya dia bisa menang melawan Ari dengan fisik, kecepatan, kekuatan atau pun sihir namun dia tidak menyangkan kalau Ari memiliki ide lain untuk mengalahkan nya. Ravel melihat kearah Ari yang pingsan berpikir
''Dia hebat''
Para keluarga bangsawan terlihat bertepuk tangan melihat pertandingan yang tidak di sangka-sangka ini
''Dia hebat!'' kata seorang gadis kecil di keluarga Sitri, dia adalah Serafall
Di keluarga Gremory terlihat bertepuk tangan juga melihat perjuangan Ari
''Dia anak yang hebat'' kata Lord Gremory
''Benar'' setuju Venelana
Sirzechs tersenyum melihat Ari
''Ari!'' panggil Dion melihat sahabatnya itu
Kelompok Rias dan Alice terlihat menuju kearah Ari untuk mengobatinya walaupun sudah ada tim medis yang bersiap-siap mengobati Ari. Terlihat Ari pingsan sambil tersenyum
BERSAMBUNG
Bagaimana menurut kalian tentang pertarungan Ari dan Raiser ini?
Disini Ari tidak mungkin bisa mengalahkan Raiser dengan cara fisik, mana mungkin seorang anak manusia bisa mengalahkan Iblis bangsawan dengan mudah. Sudah saya bilang kepada kalian, kalau Ari tidak akan overpower hanya dengan Sacred Gear nya
Siapa kah Deily? kalian akan tahu dia bab berikutnya
Dan untuk kekuatan Dion aku sudah menemukan nya, jadi kita akan lihat di masa depan tentang kekuatan Dion
Terima kasih yang sudah baca dan Review
Jangan lupa untuk tinggalkan Review
Salam Author
