(-^Masashi Kishimoto©Naruto^-)
Rate: M, T, K+, K. author menggunakan semua jenis rate, jadi jangan heran
Warning: BL, YAOI, TYPO(s), EYD, OC, OOC, Adegan kasar, dan beberapa kata-kata yang kasar,
Pair Sasuke Uchiha X Naruto Uzumaki
(-^Author by : Thy Uchiuzu^-)
Don't like Don't read
JAIL
Rantai belenggu pengikat kehidupan, mengikatku pada sebuah takdir tak terlihat. Ini lah awal dari kehidupanku. Sebuah perasaan, yang merumit, yang tak aku tahu kapan bermula, dan kapan berakhirnya. Tak perduli, berapa tahun aku hidup, dan berapa kali aku dihidupkan. Ada rasa gelisah yang menghantuiku. Dan saat itu, aku baru menyadari, kalau takdir yang mengikatku itu adalah CINTA.
Sudah 3 tahun Kakashi menjadi mentor bagi Itachi untuk membantunya bekerja layaknya Uchiha. Dia sangat tahu kalau Itachi sudah jenuh dengan seluruhnya. Dia harus kehilangan kasih sayang sang adik dan teman-temannya. Bergelut di bidang bisnis dan mafia saat umurnya masih mudah. Memikirkan apa yang seharusnya tak dia pikirkan di umurnya yang masih 20 tahunan itu. menanggung beban tertahan dan tak bisa berontak dari keluarga Uchiha. Membuat Itachi seperti orang pisikopat. Begitu juga Sasuke.
"Maaf, Itachi." Hanya itu yang keluar dari bibir Kakashi, saat tanpa sengaja dia melihat atasannya sekaligus keponakannya itu menangis didepan foto keluarganya.
"Maaf, Fugaku-niichan."
Aku Cinta Dia
"Dobe, apa yang sedang kau lakukan?" Sasuke berteriak kearah pemuda berambut pirang disampingnya yang sedang asik tak jelas mencoret-coret sesuatu di sebuah buku tulis.
"Buat tugas." Ujar Naruto santai
"Bisa-bisanya kau buat tugas dalam keadaan berkencan begini."
NYUT
Dahi Naruto berkedut, kencan? Memangnya tadi dia bilang berkencan ya? Ck, baka-Teme, aku itu Cuma main-main saja.' Batin Naruto
"Tugasku lebih penting." Naruto menggoyangkan kakinya seirama dengan music dari MP3 HP nya yang diputarnya.
"Baka-Dobe," Dengus Sasuke kesal
Sekarang si Dobe-Teme kita ini sedang nongkrong di sebuah bukit di kota Oto, sang Uchiha yang asik menyandarkan tubuhnya di batang pohon terdekat, sedangkan si Uzumaki ini sedang tertelungkup memandangi deretan tugas super banyak dari dosennya, dari pada tak ada kerja lebih baik buat tugas. Itulah pikiran si pirang ini, sambil menikmati alunan music pop dan hembusan angin dari dataran tinggi itu. si Bungsu Uchiha kesal tak ada tanggapan dari si pirang, padahal dia membawa anak berisik itu untuk kemari hanya sekedar melepas penatnya yang seharian ini di sekolah, karena Naruto selalu mengamuk melihat Sasuke menjemputnya dengan seragam lengkap sekolahnya pada jam 10 pagi, dan sudah dipastikan kalau si Uchiha ini membolos dari sekolahnya.
Naruto sering mengomel dan bilang,"COBALAH JADI ANAK BAIK SASUKE, DAN COBALA JANGAN MEMBOLOS TERUS." Teriaknya kencang di muka si Uchiha, sebenarnya dia malas menanggapinya, tapi keburu si peneriak adalah orang yang sangat berharga dihidupnya, mau tak mau dia menurut, dan disinilah dia, kecapaian mengarungi rutinitas di sekolah yang sama sekali tak pernah di laluinya secara normal semenjak 3 tahun dulu.
Sebenarnya anak pirang itu melakukannya juga terpaksa, sebab si Sulung Uchiha selalu mencekokinya dengan wanti-wanti, "Buat adikku lebih baik, kalau kau dan kelugamu mau selamat." Mau tak mau, anak MinatoKushina itu menurut dan dimulai dari yang kecil dulu, yaitu jadwal sekolah Sasuke, yang kabar dari Kakashi kalau Sasuke paling langganan membolos, dan melukai gurunya
"Jangan mengacuhkanku, Dobe." Naruto berhenti dari aktifitas coret mencoretnya
"Terus aku mau apa sekarang? Memandangimu yang terus membuang napas itu, aku sudah capek melihat wajah anehmu itu."
Naruto memplototi Sasuke. Semenjak dia dan Sasuke resmin menjadi pasangan kekasih bohongan (bagi Naruto tentunya, yang jelas Sasuke tak tahu), si pirang itu tak segan-segan meneriaki bahkan menatap si Uchiha disebelahnya dengan tatapan membunuh stadium akhir, sebenarnya tatapan itu tak mampu membuat si Uchiha yang terkenal sebagai keluarga Mafia kelas atas dengan bodyguar bejibun itu takut, tinggal todong pistol kekepala si pirang manis itu, lalu tekan pelatuk, tewaslah si pirang, tapi sayangnya dia terlalu takut melakukannya, dia takut kalau membunuh pemuda dihadapannya yang sedang mempelototinya itu, sama saja membunuhnya, tubuh dan raganya. Bisa dibilang cowok pirang itu seperti roh baginya.
Sasuke memutar tubuh Naruto, membuat anak itu menghadap pemandangan indah dari dataran tinggi itu, barisan rumah dan gedung-gedung bertingkat yang tampak semua dari sini. Sasuke mengecup kepala pirang Naruto lembut, membuat pria pirang itu menahan perasaan campur aduk di dadanya, perasaan berdebar dan hangat.
"Maaf kalau aku ini orangya membosankan." Naruto mendongak melihat Sasuke, dilihatnya senyum mengembang dari bibir Sasuke.
"Iya, kita pulang saja ya." Sasuke mengiyakan, di bantunya Naruto untuk membereskan seluruh buku-bukunya.
"Masih telalu siang untuk pulang, kita kerumahku saja ya?" Sasuke melihat jam ditangannya. Menatap Naruto sebentar untuk mendapatkan persetujuan, setelah mendapatkan anggukan kecil dari Naruto, Sasuke melangkah menujuh Mobil sport nya.
(-^Thy^-)
Naruto cengok melihat Sasuke yang sibuk membokar sesuatu dari dalam lemari pakainnya saat ini, setelah sampai di rumah Uchiha, Naruto dipaksa Sasuke untuk masuk kedalam kamarnya, dan setelah masuk Uchiha itu sama sekali tak menyentuhnya seperti pikiran liar Naruto yang menari-nari 5 menit yang lalu, sebelum dia ditarik paksa masuk kekamar ini.
"Dimana benda itu?" Berkali-kali Sasuke membongkar dan melempar pakainya kesembarang arah, membuat Naruto memandang ngeri pada Sasuke yang tak pernah berbuat seperti itu sebelumnya. Naruto yang duduk di ranjang Sasuke hanya melipat kakinya di atas tempat tidur, lalu membuka Laptop Sasuke, membuka situs Game Online dan mulai memainkannya.
"Cari apa sih teme?" Tanya Naruto yang masih tak berhenti mengotak atik laptop Sasuke.
"Magnum?"
"Heh?" Naruto tak mengerti maksud Sasuke, tapi saat pemuda bermata hitam itu berjalan menujunya, dan duduk di sampinya terlihat sangat lesu, Naruto yakin barang itu pasti sangat berharga bagi Sasuke.
"Suda lihat di tasmu?" Naruto memberi saran, Sasuke menepuk jidatnya, dan berkata
"Cih, brengsek kenapa aku bisa lupa." Dengan lihai, dibukanya tas berwarna coklat itu. lalu mengeluarkan segala isinya.
Naruto tertegu melihat isi tak wajar dari dalam tas Pelajar didepannya itu, biasanya seseorang akan membawa buku, pensil, pena, dan berbagai macam peralatan lainnya di dalam tas itu. dari dalam tas coklat itu, hanya Ipot dan Dompet kulit Sasuke saja yang bisa dibilang wajar.
"Hah? Kau bawa benda seperti itu ke sekolahmu? Mana buku dan peralatan tulisnya." Naruto tercengah, dilihatnya berbagai macam senjata di dalam tas coklat yang tampak normal dari luar itu. satu persatu senjata itu berserakan, mulai dari pistol, geren, granat, pisau, celurit, golok. Magnum. Eh? magnum, jadi itu yang dimaksut Sasuke, senjata api itu ya? Gila, ni anak mau bunuh orang atau mau belajar di sekolahnya. Batin Naruto
"Aku malas bawa barang seberat itu." Ujar Sasuke santai
"Berat? Hei senjata-senjata itu lebih berat dari bukumu." Naruto tambah kesal. Entah kenapa perasaan pertamanya yang berniat mengubah anak di depannya itu sebagai salah satu rencananya dengan Itachi berubah tulus. Dia ingin Sasuke benar-benar berubah.
"Aku malas membawanya." Sasuke membuka kemeja biru seragamnya. Membuangnya kesamping tubuh Naruto, lalu meletakkan senjata api yang dicarinya dari tadi itu ke dalam lemari pakainnya yang sudah hancur.
"Aku mau mandi dulu, jangan coba berani pulang sampai aku selesai." Ancam Sasuke. Naruto mengagguk. Dibiarkannya Laptop Sasuke masih menyala, lalu dia turun dari ranjang itu, mengumpulkan baju-baju bersih Sasuke dan melipanya kembali.
"Dasar." Omelnya.
10 menit lebih Naruto mengembalikan kekacaun kamar Sasuke menjadi seperti semula. Merapikan nya.
"Dobe, sedang apa kau?" Naruto berpaling dari lemari Sasuke yang pintunya menutupi pandangannya pada Sasuke.
"Hanya membantu m-u." Naruto tercengah, melihat Sasuke keluar dengan handuk melilit di pinggangnya sampai se dengkul bertelanjang dada. Dan beberapa tetes air yang mengantung didagu dan ujung rambut hitamnya.
"Mandi sana, nanti aku antar kau pulang." Ujar Sasuke yang menatap Naruto.
"I-Iya," Naruto bergegas berjalan meninggalkan Sasuke. Tapi tangan kekar putih Sasuke mencengkram pergelangannya kuat.
"Dobe, bersenang-senang dulu, baru kau mandi."
"Heh?" Naruto menatap Sasuke bingung, Sasuke kesal dibuatnya.
"Kau tak mengerti maksudku, hah?" Naruto menggeleng, Sasuke mengunci bibir pemuda itu dengan ciumannya, melumat bibir Naruto sampai membengkak. Naruto baru mengerti dengan arti 'Bersenang-senang' tadi.
"Tung… ngh,.. gu, dulu… ngh… teme." Naruto mendorong tubuh Sasuke. Tapi pria bermarga Uchiha itu lebih kuat tenaganya.
"Bukankah sekarang kita sepasang kekashi? Aku butuh bukti kalau kau benar-benar ingin menjadikanku kekasihmu, tapi kalau kau tak mau, aku curiga kalau kau hanya mempermainkanku." Mata biru itu membulat, 'gawat mati aku, kalau aku tak mau berarti Sasuke akan tahu apa yang aku rencanakan.' Batin pemuda pirang itu. jari lentik Sasuke mengangkat dagu si pirang dengan santai. Didongakkannya kepala berambut pirang itu agar mata biru Naruto bisa menatap mata onyxnya.
"Kenapa? Jadi benar kalau kau mempunyai maksut terselubung, hah?"
Naruto menelan ludahnya, di tatapnya mata hitam pekah itu. Sasuke terdiam, hatinya berkecambuk, sakit, perih, dan seperti tersiksa. Kalau memang hal itu benar apa adanya, sudah dipastikan kalau Naruto hanya mempermainkannya, padahal dia sudah sangat berharap dengan pemuda yang ada didepannya itu, pemuda yang paling dicintainya saat ini.
"Ano…, hehe…, aku kan belum mandi, bagai mana kalau kita lakukan sehabis mandi."
Badan Naruto bergetar, dia mengutuk mulut bodohnya yang bicara seenaknnya. Mau sehabis mandi ataupun sebelum mandi, itu sama saja, sebenarnya dia mau bilang.'KALAU KAU MENCINTAIKU, KENAPA KAU MELAKUKAN HAL ITU PADAKU,' Naruto ingin berteriak sekencangnya di muka Sasuke saat itu. tapi melihat pemuda itu memandangnya dengan tatapan mengerikan, dibatalkannya niat nya.
"Aku mau sekarang." Ujar Sasuke dingin, Uchiha tak bodoh, dia dapat melihat kegugupan di mata biru Naruto. 'Ada yang dia sembunyikan dariku.' Batin Sasuke
Belum sempat Naruto berkata lebih, tubuh tan itu didorong paksa oleh Sasuke. Di bungkamnya bibir Naruto, membuat pemuda itu memberontak dengan tangan yang bebas. Didorongnya tubuh Sasuke, membuat anak emo itu menjauh dari tubuhnya.
"Berhenti Sasuke, kalau kau menyukaiku, tak perlu dengan cara begitu kan." Teriak Naruto. Akhirnya tersampaikan juga maksud yang dipendam Naruto dari tadi.
"Terus dengan cara apa? Dipaksa? Seharusnya kalau kau memang menyukai dan mencintaiku, tanpa dipaksa pun kau pasti mau kan?" Sasuke berjalan mendekati Naruto yang masih berbaring di ranjangnnya. Sambil merangkak menjauh, tubuh tan itu di tarik kembali mendekat ke tubuh Sasuke.
"Sas… Hmmp…, jangan." Naruto menjolak tubuh Sasuke. Tapi kelihatannya anak bungsu Uchiha itu terlalu bernapsu saat ini, membuat kekuatannya lebih besar dari sebelumnya.
"Sasuke, aku tahu…, bisa kita bicarakan baik-baik… Akh…, hentikan…, ngh… jangan ~" Sasuke menyeringai, saat dilihatnnya Naruto mengerang dalam pemberontakannya. Di remasnya dengan kasar tonjolan di selangkangan Naru, membuat anak pirang itu mengerang kesakitan.
"Kenapa? Ada masalah hah? Ayo Dobe, kita bersenang-senang hari ini."
Tanpa pikir panjang, di bukanya celana jins Naruto. Hingga Naruto hanya mengenakan bokser saja saat ini.
"Tolonglah Sasuke, dengarkan aku, ini…, ah~, ngh…" kata-kata Naruto terputus saat dirasakannya tangan Sasuke menelusup masuk kedalam boksernya. Menekan dan mempermainkan Naruto JR di bawah sana. Kembali, Uchiha ini menyeringai penuh kemenangan, dibukanya satu persatu kancing baju Naruto, membuat kemeja Naruto hanya mengantung di lengannya saja. Di lihatnya tubuh tan yang membuat Sasuke selalu tak tahan untuk tak menyentuhnya itu. dihisapnya dua tonjolan kecil di dada Naruto, dan tangan kirinya menekan bagian sensitive di selangkangan Naruto, sedangkan tangan kanannya digunakan untuk mencengkram kedua tangan Naruto yang bebas, dibawanya tangan itu ke atas kepala Naruto. Menahannya dengan kuat di atas sana.
"Hentikan, aku mohon, aku mencintaimu Sasuke, tapi bukan begini carany-Akh.., Ngh Sa…Sasuke…"
Naruto terlonjak kaget, ketika dirasaknnya sesuatu yang kasar menyerang bagian fitalnya. Sasuke menjilat dan menghisab penisnya. Entah semenjak kapan bokser Naruto terlepas yang dilihat Naruto saat ini. Sasuke dengan ganas menyerang organ fitalnya. Mengulumnya dan memaikan testisnya.
"Sa… ah~ suke, hentikan…" berulang kali Naruto mencoba mendorong kepala Sasuke manjauh dari tubuh bagian bawahnya. Tapi Sasuke sudah terbawa napsunya. Di pukulnya pipi Naruto saat dia ingin menjauh dari Sasuke.
"Ukh… uhuk… uhuk…" Darah mengalir dari sudut bibir Naruto. Di rasakannya sesuatu menekan bibirnya. Sasuke menciumnnya, menghisab Darah di bibirnya, sama seperti kejadian saat dimana Naruto di rape Sasuke, Sasuke melukainya, lalu dia pula yang mengobati Naruto. Tapi tidak saat ini, tak ada kata-kata manis seperti
'Kau tak apa, Dobe?' yang ada, Sasuke malah semakin menghisab bibirnya, memegang dagu Naruto secara kasar, lalu menekan rahang bawa Naruto, dapat dilihatnya Naruto membuka mulutnya, seperti ikan.
"Kenapa? Tak bisa bicara?" Seringai mengejek terukir jelas diwajah Sasuke. "Sudah aku bilang, jangan pernah melawanku."
Tangan Sasuke menelusup ke bawah tubuh Naruto. Di remasnya dengan kasar penis Naruto. Lalu mulut Naruto yang ingin berteriak keras Malah dibungkam Sasuke, di masukkannya lidanya kedalam rongga mulut Naruto, mengajak lidah pemuda pirang itu bertarung. Dirasakannya kalau lidah Naruto bereaksi dengan lidahnya, melawan lidah si bungsu Uchiha, tapi sebenarnya niat Naruto bukan untuk menyanggupi permainan Sasuke, dia hanya ingin mengeluarkan benda asing itu dari rongga mulutnya.
"Ngh…,"
Mata Naruto melebar, saat dirasakannya sebuah benda panjang menerobos lubangnnya.
"Ngh…, akh…" Erangan kesakitan itu tak keluar, akibat Sasuke yang terus-terusan menciuminya secara berutal. Dia tahu benda apa itu, itu jari Sasuke, dan sekarang sudah jari kedua yang masuk dengan paksa didalam lubangnnya, di tendangnya perut Sasuke dengan sikunya. Uchiha itu hanya meringis, tapi tak menghentikan kegiatannya.
"Akhh~" jari ketiga masuk. Membuat Naruto melepas ciumannya, dan meraung merasa sakit teramat di bawah sana. Panas dan perih bersamaan.
"Nikmati saja, aku akan main kasar sekarang." Di gerakknya jari-jarinya dengan lincah di dalan rongga hangat Naruto. Membuat Naruto mengejang saat dirasakannya Sasuke menyentuh bagian ternikmat di dalam itu. di lepaskannya jari-jari itu dari pantat Naruto. Sasuke membuka handuk yang melilit di pingganya. Naruto yang bernapas legah karena dapat bernapas dengan normal menelan ludah, saat tanpa sengaja mata birunya menangkap pandangan tak enak. Dilihatnnya kejantannan Sasuke yang berukuran WOW. Itu sudah bersiap di depan lubangnya.
"Suke…, tolong, jangan lagi…" Pinta Naruto memelas, sambil mengatur napasnya.
Sasuke tersenyum saat itu. di ciumnnya puncak kepala Naruto yang terlihat lemas dihadapnnya.
Sebuah perasaan hangat mengalir di hati Naruto. Sasuke tersenyum lembut. Bukan senyum iblis seperti yang dilihatnnya beberapa menit yang lalu.
"Aku harap kau tak marah padaku, walau ini pemaksaan, tapi aku mencitaimu." Di rundukannya wajahnya, diciumnya bibir Naruto lagi. Kali ini entah setan apa yang merasuk di tubuh Naruto. Anak pirang itu melingkarkan tengannya di leher Sasuke. Menarik rambut hitam itu supaya menciumnya dengan lebih. Diremasnya rambut hitam itu. dirasaknnya air mata mengalir di pipinya.
'Aku kenapa? ' batin Naruto
"Akhh~…, Suke…" Dirasakannnya sesuatu menyeruak masuk kedalam lubangnya. Membuat mata biru itu terpejam sesaat. Sasuke menjauhkan tubuhnya sedikit dari wajah Naruto. Mata biru itu menangis. Di lihatnnya dengan padanngan mengabur wajah kahwatir dari Sasuke.
"Kau marah padaku? Maaf, tapi ini tak akan aku hentikan. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu, dan hanya kau yang dapat membuatku lepas kendali, Naruto." Mata Naruto terlihat sayup. Digerakkannya tangan tan itu, di elusnya pipi Sasuke, membuat anak Uchiha itu kaget.
"Lakukan apa yang kau mau, karena aku mencintaimu, aku milikmu sekarang, Sasuke."
Kaget, sangat kaget. Itulah perasaan Uchiha termuda itu. begitu juga Naruto, tak menyangka, kata-kata itu keluar dengan indah dari bibirnya, mulutnya sejalan dengan hatinya, tapi tidak dengan otaknnya, di buangnnya wajah merona di tak mau menatap Sasuke. Lepas sudah belenggu selama ini, dia mencintai Sasuke, walau selama ini hanya ancaman dan pemaksaan yang selalu diperuntukan untuknnya dari Sasuke, tapi dia sadar, anak Uchiha itu juga pasti mencintannya.
"Kau, serius?" Naruto tersenyum, di ciumnya bibir Sasuke lembut, mata biru itu berair. Dia menangis bukan karna sakit, tapi karna bahagia, sekarang dia tahu perasaan sebenarnya, perasaan kalau dia juga mencintai Sasuke. Dibuangnya dan di lupakannya semua perjanjiannya dengan Itachi, sekarang Sasuke miliknya, tak akan dibiarkannya Sasuke menderita lebih dari ini, menderita akibat Uchiha.
"Hmm, lanjutkan." Pertama kali bagi Sasuke,mendengar permintaan langsung dari sang belahan hatinya. memintannya meneruskan permainan mereka saat ini. Di tariknya kejantannya lalu di dorongnnya menembus lubang Naruto, terus-terus-terus, Naruto dapat merasakan kalau kejantanan Sasuke seperti ingin merobek, bahkan menghancurkan prostat Naruto saat ini, tidak, yang dia tahu, Sasuke hanya ingin menyatukan perasaan mereka saja. Membuat tubuh tan itu seutuhnya untuknya, membuat hati dan seluruh milik Naruto untuknnya. Sasuke tak perlu apa-apa lagi sekarang, yang dia butuh hanya anak pirang dibawahnnya ini.
"Sasuke~" untuk pertama kalinya, Naruto meneriaki nama Sasuke saat klimaks. Meneriaki nama itu membuat Sasuke sadar, kalau perasaanya yang mencurigai Naruto itu salah, Naruto memang mencintainya.
"Naru…, Akh…" kali ini Sasuke tak dapat menahan dirinya untuk mengeluarkan benihnya di dalam tubuh Naruto. Mengeluarkan segalanya.
Dicabutnya kejantannya dari lubang Naruto. Lalu Sasuke ambruk di samping Naruto.
"Baka-Teme." Ujar Naruto, sambil melihat Sasuke yang menatap langit-langit kamarnya. Senang sekali kalau orang yang kau cintai juga mencintaimu.
"Apa?" Ujarnya dingin. Naruto tak menjawab, dirasaknnya tangan kekar Sasuke memeluk pinggangnya.
"Capek." Ujar Sasuke singkat. Ditenggelamkannya rambut pantat bebeknya dan kepalnya di dada Naruto. Naruto terkekeh gelih karena rambut hitam itu menggelitik dadanya yang masih basah akibat keringat.
"Antarkan aku pulang, Teme. Kalau tidak awas kau." Ancam Naruto. Sasuke mendongak melihat wajah Naruto yang serius, walau terlihat semburan merah di pipinya.
Di lihatnya jam dinding dikamarnya. Sudah pukul 5 sore, sudah lumayan sore
"Sudah berani mengancamku ya sekarang, Dobe." Sasuke mengangkat dagu Naruto lembut, dengan nada sedikit menggoda di lihatnnya mata Narutoyang terlihat takut, mungkin dia takut kalau Sasuke marah karena mengancamnya.
"Eh…, itu…, hehe… lupakan Teme, aku Cuma bercanda, benaran kok." Jawab Naruto. Sasuke tak memperdulikan, dia bangun dari tidurannya. Mengendong Naruto yang lumayan berat baginya itu ke kamar mandi, di duduknya Naruto bath up putih di kamar mandinya, lalu diisinya bahtum itu dengan air hangat.
"Mandi dulu, baru aku antar kau pulang." Naruto mengangguk.
(-^Thy^-)
Naruto sedang menyender di dada Sasuke saat ini. Di tenggelamkannya tubuhnya di pelukan Sasuke, sekarang mereka sedang berada di bath up berdua. Tidak ada yang berani membuka suara. Hanya terdengar riak air saja di ruangan itu.
"Ngh… Teme, ano…, aku lihat hubungan kau dan kakakmu benar-benar buruk, apa tak bisa kau sedikit sopan pada kakakmu, walau bagai manapun, dia kan kakakmu." Sasuke yang asik memeluk Naruto dari belakang, memangku pemuda pirang itu dan menyenderkan dengan nyaman kepalanya di dinding bath up terlihat kaget, di lihatnya Naruto yang asik memainkan air.
"Apa maksudmu?" Sasuke menggeser cara duduknya, dan itu membuat Naruto juga harus menggeser posisi duduknya.
"Kau itu tak ada sopan nya sama sekali dengan Itachi-nii, apa tak bisa kau jadi adik yang baik untuk nya?"
"Tidak." Jawab Sasuke singkat, menaruhkan dagunya di pundak Naruto menyamankan dirinya di tubuh itu.
"Uh~ ayolah Sasuke, sekali saja, aku ingin lihat kau bersifat ramah dengan kakakmu itu." Sasuke kembali membuka matanya. Menciumi pipi Naruto sekilas.
"Kau ini kenapa sih? Apa orang itu sudah meracuni pikiranmu, Dobe?" Naruto mengeleng cepat, di putarnya tubuhnya, sehingga menghadap langsung dengan Sasuke.
"Please…, bersikaplah baik pada kakakmu ya? Dan menurutlah apa yang dia perintahkan. Aku janji deh, bakal menuruti perintahmu." Sasuke menaikkan sebelah alisnya. Dilihatnnya Naruto memasang wajah memelas, mau tak mau hati Sasuke luluh juga.
"Aku tak janji." Ujar Sasuke, lalu berdiri dari bath up dan berjalan ke sofwer. Naruto menghela napas. Diingatnya lagi perjanjian bodohnya dengan Itachi.
'Jika semua selesai, aku akan memindahkan kalian sekeluarga ke luar Negara 'HI'. Pergilah ke Kirigakure, dan aku akan memberikan sebuah perusahaan disana. Tinggalkan Sasuke aku berjanji kau tak akan melihat Sasuke setelah itu.'
"Hah, aku ini bodoh sekali sih." Cercah Naruto pada dirinya sendiri. Dilihatnya pantulan Sasuke dari balik tirai sofwer di kamar mandi itu.
"Aku mencintainya, apa Itachi akan mendengarkan permintaanku untuk tetap tinggal di Konoha, dan selalu bersama Sasuke ya? Ini semakin memusingkan." Di remasnya rambut pirang itu.
"Sudah mulai gila, Dobe. Cepat selesaikan berendammu, ini sudah malam, nanti orang tuamu mencari." Naruto segerah menyelesaikan acara berendamnnya.
(-^Thy^-)
"Teme, tak mampir dulu." Naruto melepas sabuk pengamannya, dilihatnya Sasuke menggeleng. Sekarang Naruto sedang berada di mobil Sasuke yang terpakir rapi di depan rumahnya
"Lain kali saja. Ini sudah sangat malam, sudah jam 11 malam, kau tahu kan, jarak Oto ke Konoha sangat jauh."
"Hehehe…, ya sudah kalau begitu, hati-hati ya." Jawab Naruto sambil mencium pipi Sasuke. Dia hanya mencoba bersifat sewajarnya kekasih pada umumnya saja.
"Besok ada kuliah?" Naruto terlihat berfikir, diliriknya pemuda Uchiha itu.
"Kau kan punya jadwal kuliahku, masih bertanya lagi." Sasuke menyeringai.
"Besok aku jemput."
"Bolos lagi? Tak perlu, lebih baik kau sekolah saja. Aku kan bawa motor. Oh iya. Aku peringatkan padamu, pelajar itu membawa buku, dan peralatan sekolah lainnya, bukan senjata." Sasuke terkekeh geli, bisa-bisanya Naruto menasehatinya seperti ibu-ibu saja.
"Terus?"
"Jadi bawalah buku dan peralatan sekolahmu, jangan membawa senjata." Ujar Naruto memeplototi Sasuke.
"Hn." Jawab Sasuke singkat, sudah dipastikan Sasuke pasti akan menurut perintah dari Naruto itu, walau bertolak belakang dengan kepribadian sebenarnya.
"Ya sudah, aku pulang ya. Bey, Sasuke-kun." Naruto melambai tangan, sambil menahan tawa akibat perlakuannya sendiri yang dengan sengajah dan suara menggoda memanggil nama Sasuke dengan embel-embel 'Kun'.
(-^Thy^-)
Tanpa disadari mereka berdua, sebuah mobil sport hitam melihat adegan itu. pemuda didalam mobil itu menyeringai setan.
"Hmm, Uzumaki, kau membuat aku marah, kita lihat, seberapa lama kau dapat bertahan dengan Sasuke. Akan aku buat hubungan kalian menjadi lebih menyenangkan, hahaha…, bukankah hubungan itu lebih menyenangkan kalau ada konfliknya." Pemuda itu menyeringa senang, mata hitamnya berkilau, diputarnya stir mobil itu, menjauh dari rumah Naruto dan pergi meninggalkan sepasang kekasih itu.
.
.
.
.
TBC
Wkakaka…, maaf, otak bejat kambuh mendadak. Dan lemonnya kurang hot.
Balas repyu
-LUKIAST
Makasih sudah merepyu. Maaf di chpter kemarin memang Mugi buat khusus KakaIru, di chapter ini baru ada SasuNaru
-BlackAquamarine
Makasih sudah merepyu. Hehe…, maaf senpai, itu kesalah Mugi kok, mugi kira namanya Mandara, eh ternyata Madara. *dipentung madara* makasih senpai sudah memberi tahu, *Pyuk*
-hotaru chan hatake
Makasih sudah merepyu. Kakashi ngecat rambunya senpai *Kiding*-di bantai- .di chapter kemarin memang Mugi buat untuk KakaIru. Makasih jempolnya senpai^^
-muthiamomogi
Makasih sudah merepyu. Keponakan Iruka itu masih rahasia, tapi pasti senpai juga tahu. Iruka masih hidup tapi gak perna ketemu Kakashi, sebenarnyasih Kakashi sudah nyari iruka, tapi gak Mugi buat ceritanya. Hehehe…, kalau masalah tragis, Mugi Cuma mencoba jadi author kejam *dibunuh reader*, hehe…, ternyata Mugi berhasil. *ketawa gaje*
-Tori Nadeshiko
Makasih sudah merepyu. Keponakan Iruka itu adalah….RAHASIA. tapi pasti semuanya sudah tahu kok siapa keponakan iruka. *Nyengir misterius*
-Misyel
Makasih sudah merepyu. Kehilang tempat? Maksudnya apa senpai?. Sebenarnya fugaku mau ngasih tapi kalau kakashi itu adiknya, tapi kakashi yang gak boleh, soalnya dia benci ama Uchiha dan mau keluar dari keluarga itu.
-Sakura 'UtsukushiiYoru
Makasih sudah merepyu imouto. Hehe, maaf kalau di chapter ini membingungkan Imouto. Kalau lemon KakaIru mungkin Cuma di chpter kemarin aja, kalau di Chapter selanjutnya masih dipikirkan.
-kuraishi cha22dhen
Maksih sudah merepyu. Maaf senpai, di chpter kemarin gak ada SasuNaru. Tapi sebagai gantinya, di chapter ini sasunaru full deh.
-Arale L Ryuuzaki
Makasih sudah merepyu senpai. Iya, Iruka masih hidup. Hehe…, kelihatannya sih begitu, nenek Sasuke rambutnya silver. *gaje mode on*
-spywarecatz
Makasih sudah merepyu. Maaf senpai, sebenarnya bukan typo yang tidak disengaja, itu memang disengaja, soalnya Mugi kira namanya Mandara, eh ternyata Madara. *nyengir*. Mugi juga perna nulis nama Kushinai. Terus dapat teguran dari senior di FFN, katanya namanya itu Kushina, maaf kan mugi sekali lagi senpai. Makasih loh sudah memberi tahu *pYuk*
-ichigo yuuki
Makasih sudah merepyu. Untuk sementara, Iruka masih dismbunyikan, kalau masalah perasaan Naruto ke Sasuke, di chapter ini sudah mugi buat kalau Naruto itu sebenarnya suka Sasuke. Mugi gak akan buat sasunaru menderita terus kok, tenang Mugi ini author baik hati *dikeroyok*. Kalau ItaSaku, masih belum ada bayangan untuk buat pair itu, tapi kalau memang ada yang suka akan Mugi buat, soalnya Mugi juga masih bingung untuk masangi Itachi dengan siapa.
-Vipris
Makasih sudah merepyu. Untuk KakaIru belum tahu bakal ketemu atau tidak, masih belum di pikirkan. Kalau SasuNaru hmmm, selama ini fict Romance/drama, gaka bakal ada yang pair yang menderita sampai end fict ini, tapi kalu di awal sih banyak. Mugi janji deh.
-sizunT hanabi
Makasih sudah merepyu. Maaf chap kemarin memang untuk flashback Uchiha family aja, jadi gak ada SasuNaru, karna Sasukenya masih kecil. Di chpter ini sudah mugi buat full Sasunaru. *kedip-kedip*
-Hikarii Hana
Makasih sudah merepyu. Sebenarnya kalau sifatnya sih Itachi mirip Madara, maksudnya itu pair ItaSaku, yang mirip pair FugaMiko, tapi karna masih mengambangnya pair ItaSaku, jadi itu kata-kata juga masih ngambang.
-Fi suki suki
Makasih imouto sudah merepyu, sebenarnya Itachi gak tahu apa-apa tentang Kakashi, yang dia tahu, Kakashi itu bawahannya Fugaku.
-Pochi Yuna
Makasih sudah merepyu. Arigato senpai.
Reader: nih author ngomong apa sih
Mugi: Ngomongi tentang pair yang mengambang
Reader: oh~
Maaf kalau ada peryu yang gak kebalas, yang jelas mugi bertrimakasih banyak ama teman-teman semua, baik yang baca, repyu maupun yang numpang lewat aja di fict ini, *Pluk semuanya* . Yoooo. Kalau masih mau di lanjutkan silahkan repyu fict ini, mugi butuh kritik dan saran nih, yang membangun, kalau flame mugi gak butuh.
REVIEW PLEASE ^^.
