Waaaaah lama banget gak update Nightmare, ya sudah karna sibuk dan lagi males nulis #plak#, terima kasih yang sudah mereview.

-KuroragiUum-

Hmmm, bisa diatur

Cao Cao:...

Cao Pi:...

Oke thanks to review.

-Lee Xia-

Betul sekali, kita sayang Cao Pi saja! Cao Pi aku fansgirlmu!

Cao Pi:(pukul kepala Aiko)"bodo amat!"

Aiko:"SAKIT tau!"

Cao Pi:"iya, iya, ada fansgirl itu berarti aku banyak yang naksir"(narsis mode on)

Aiko:"sejak kapan dia jadi narsis"

Oke thanks to review.

-Saika Tsuruhime-

Aiko:"Cao Cao selamat, horeeeee!"

Cao Cao:"berisik!"

Aiko:"maaf"

Oke thanks to review.

-ilhamakbar anshari-

Aiko:"senyuman Nia sungguh kawai~"

Nia:...

Aiko:"ingin menampar? Silahkan ijin sama Nia"

Nia:...

Oke thanks to review.

-Scarlet n Blossom-

Nia:...

Aiko:"ni anak titik titik mulu komentarnya!"

Nia:"gak apa, aku hanya ingin cepat melakukan upacar suci saja, dan Cao Pi akan mati ditanganku"(evilsmile)

Aiko:(kabur)

Oke thanks to review.

-mrs ganbatte-

Tenang Xiahou Dun pasti akan muncul dichapter chapter depan, dia sedang istirahat dibelakang panggung (?)

Oke thanks to review.


Nightmare

By: Aiko Ishikawa

Rated: T

Genre: horror,adventure

-all character belong to Koei, saya hanya punya OC-

Warning: OOC.

Summary: ayah Cao Pi yaitu Cao Cao menghilang secara tiba tiba, dan dia bertemu dengan Rin yang memberitahukan tentang 'wilayah Orde', wilayah yang penuh misteri dan keanehan.


Chapter 11: Cao Pi vs Roscoe

Akhirnya Cao Cao bisa memeluk putranya itu setelah lama tak bertemu dengan putra semata wayangnya ini, tangis haru itulah yang dapat Cao Cao berikan kepada Cao Pi.

"syukurlah, kau masih selamat Cao Pi" kata Cao Cao.

"iya..." kata Cao Pi.

"kenapa kau berada disini? Bukannya ayah sudah melarangmu untuk kesini?" tanya Cao Cao.

"aku ingin menolong ayah, aku tidak terima kalau ayah dibunuh oleh Nia!" kata Cao Pi.

Cao Cao menghela napasnya, "hah~ walaupun kau belum bertemu dengan Nia secara langsung, tapi kau sudah mengetahui sifatnya..." kata Cao Cao.

"kenapa Nia ingin membunuh ayah maupun diriku?" tanya Cao Pi.

"karna dia ingin menjadi Lessa yang terkuat dan ingin hidup abadi" kata Cao Cao.

"lalu kenapa ayah, ibu, dan paman Dun punya hubungan dengan Nia?" tanya Cao Pi.

"karna ibumu memiliki darah Lessa dia sebenarnya juga penguasa terbesar 'wilayah orde' ini, dan sekarang darah Lessa itu berada didirimu Cao Pi, kau adalah manusia yang berdarah manusia dan Lessa maka dari itu kau memiliki kekuatan 'Guardian Human'" jelas Cao Cao panjang lebar.

"jadi aku adalah Lessa?" tanya Cao Pi.

"ya, tapi kau lahir didunia manusia, kau tidak dianggap Lessa karna lahir didunia manusia" kata Cao Cao.

"begitu ya..." kata Cao Pi.

"oh iya, kau kesini bersama Xiahou Dun kan? Kemana dia?" tanya Cao Cao teringat kalau Xiahou Dun tidak ada disini.

"aku terpisah dengan dia, sekarang ini pun aku masih mencari paman Dun" kata Cao Pi yang juga heran tak melihat Xiahou Dun.

Cao Cao terdiam lalu dia teringat saat dia terjebak di kastil itu, dia mendengar suara seseorang berteriak, suara itu tak asing baginya tapi suara itu tidak terdengar jelas sehingga membuat Cao Cao sulit untuk menentukan suara siapa itu, "Cao Pi, sebaiknya kau ikut ayah, kita kembali kekastil itu" kata Cao Cao.

"kembali kekastil?" tanya Cao Pi.

"iya, aku mempunyai firasat buruk tentang Xiahou Dun" kata Cao Cao.

"apa paman Dun ada disana?" tanya Cao Pi.

'apa mungkin itu suara Xiahou Dun, kalau iya, apakah Nia melakukan hal itu kepada Xiahou Dun, aku khawatir kalau sampai Nia melakukan hal itu' Cao Cao menatap Cao Pi, lalu mengalihkan pandangnya kepada dua perempuan yang berada disampingnya, "apa kalian ingin pergi kekastil itu juga?" tanya Cao Cao kepada Mufasalia dan Rin.

"iya, saya diberi tugas oleh nona Bian Shi untuk melindungi Cao Pi" kata Rin.

"aku ikut!" kata Mufasalia.

"baiklah, Cao Pi kau tetap bersama ayah, soalnya Nia tak segan segan mengeluarkan pasukan Lessa untuk menangkapmu" kata Cao Cao.

"baik ayah" kata Cao Pi sambil mengangguk.

Mereka berempat berlari menuju kastil Nia, untuk menghentikan keinginan Nia untuk menguasai dunia ini. Cao Pi melihat jam ditangannya, jam sudah menunjukkan pukul 05.30.

"waaah tak terasa sudah pagi" kata Cao Pi.

"memangnya sekarang jam berapa?" tanya Cao Cao.

"jam setengah enam" kata Cao Pi.

"tch, kita harus cepat, soalnya upacara suci itu dimulai jam duabelas siang nanti" kata Cao Cao.

"jadi Nia sudah memikirkannya sampai sejauh ini ya..." kata Rin.

"apa maksudmu Rin?" tanya Cao Pi.

"Nia memilih jam duabelas siang nanti karna akan terjadi gerhana matahari total, dan disaat itulah waktu yang paling tepat untuk melakukan upacara suci 'kekal abadi'" jelas Rin.

"jadi itu tujuan dia" kata Cao Cao.

Mereka berempat terus mempercepat langkah mereka agar sampai kekastil.

-x-

"sudah jam segini, sebentar lagi upacar itu akan dimulai, tapi apa anda yakin Yang Mulia Nia, Cao Pi tidak ada disini?" tanya Roscoe.

"mereka pasti akan berada disini, karna mereka akan menjemput satu orang lagi yang masih tertinggal disini" kata Nia.

"maksudmu Xiahou Dun?" tanya Roscoe.

"iya, aku yakin ayah pasti tidak akan pergi meninggalkan paman Dun" kata Nia.

"hah, ternyata anda cerdik juga" puji Roscoe.

"Roscoe, bersiap didepan gerbang, sebentar lagi mereka ada disini, kalau perlu kau perintah semua Lessa untuk berjaga didekat gerbang, dan gunakan 'dia' untuk membantumu menyerang mereka dan tangkap Cao Pi" kata Nia.

"baiklah Yang Mulia Nia" kata Roscoe, lalu dia pergi meninggalkan Nia.

"kita lihat saja, apakah ayah bisa melindungi Cao Pi..." kata Nia sambil tersenyum.

-x-

"itu dia kastilnya!" kata Cao Cao.

Mereka berempat berhenti tidak jauh dari gerbang, untuk melepas lelah karna terus berlari, tapi belum saja mereka beristirahat, kehadiran mereka disambut oleh Lessa dari berbagai jenis, keempat orang itu begitu terkejut, mereka bersiap diposisi mereka untuk menyerang Lessa Lessa itu.

"Cao Pi, kau tetap disamping ayah, ayah tidak ingin kau terpisah dari ayah" kata Cao Cao.

"baik ayah" kata Cao Pi.

"err bagaimana kita bisa menyerang Lessa yang begitu banyaknya?" tanya Mufasalia, dia bersembunyi dibelakang Rin, karna ketakutan melihat Lessa Lessa yang begitu banyak dihadapannya.

"hanya menembak dia dengan pistol" kata Cao Pi.

"ya" kata Cao Cao.

Cao Cao dan Cao Pi menembak satu persatu Lessa yang berada didepannya, walaupun sudah ditembak berkali kali, para Lessa itu tidak mau berkurang, justru mereka semakin bertambah banyak.

"mereka terus saja bertambah" gerutu Cao Pi.

"mungkin saja Roscoe telah mempersiapkan seluruh Lessa ini, hmph dia memang hebat dalam hal mengatur strategi, pantas Bian Shi begitu kagum padanya" pikir Cao Cao.

"hahahahahaha, bersenang senanglah!" terdengar suara tawa, tak jauh dari kerumunan Lessa itu terlihat Roscoe yang sedang tersenyum melihat ayah dan anak ini berjuang untuk melawan para Lessa , "kalian akan menerima takdir kalian disini..." kata Roscoe.

"tch! Kau lagi!" kata Cao Pi.

"hmph, aku sangat ingin melihat akhir perjuangan kalian, apa kalian akan mati disini? Atau terluka?" kata Roscoe.

"aku tidak akan mati dengan begitu mudah!" kata Cao Pi.

"sudahlah Cao Pi, kau tak bisa melawan dia, dia Roscoe Ventino, dia adalah Lessa Humandenata yang paling ditakuti, sebaiknya kau tak berurusan dengan dia, seandainya Nia tak memerintahkan untuk tidak membunuhmu, kau pasti sudah mati ditangannya" kata Cao Cao sambil menahan Cao Pi.

"grr" Cao Pi tak bisa menahan amarahnya, dia mengepal tangannya, sepertinya Cao Pi sudah mulai menggunakan emosinya lagi, Cao Cao yang melihat hal itu langsung memukul perut Cao Pi karna dia kuatir kalau Cao Pi akan membuka segel 'guardian human' lagi.

"ukh!" Cao Pi memegangi perutnya, mulutnya mengeluarkan darah, "uhuk, uhuk, uhuk"

"maafkan ayah Cao Pi, tapi tadi kau sudah terbawa emosi, sebaiknya kau tak usah menggunakan emosimu" kata Cao Cao.

"ba, baiklah ayah" kata Cao Pi sambil mengelus perutnya yang sakit akibat tinjuan Cao Cao yang sakitnya jangan ditanya.

"hah! Tak kusangka seorang ayah tega melakukan hal seperti itu untuk anak yang tercinta, tapi aku suka, penderitaan Cao Pi barusan adalah penghibur bagiku, aku sudah sungguh bosan, sepertinya aku akan menunjuk pertunjukkan paling terakhir, para Lessa kalian pergilah dari sini! Kalian sudah tak dibutuhkan lagi!" kata Roscoe memerintahkan para Lessa untuk pergi, semua Lessa yang semula menyerang Cao Pi dan Cao Cao pergi begitu saja.

"kita lihat, apa kalian bisa melawan 'dia'" kata Roscoe sambil tersenyum, dari arah belakang Roscoe terlihat seseorang, seorang laki laki, dia berdiri disamping Roscoe.

Melihat laki laki itu, Cao Pi dan Cao Cao membelalakkan matanya, mereka begitu terkejut apa yang mereka lihat.

"hmph nikmatilah mimpi buruk kalian" kata Roscoe sambil tersenyum.

"dasar! Kau menggunakan dia untuk menyerang kami!" kata Cao Pi.

"hahahahaha, jangan membuatku tertawa Cao Pi~ dia adalah kstaria gelap yang telah diramalkan oleh nona Nia" kata Roscoe sambil tertawa.

"tch! Dasar pengecut, kalau ingin bertarung ayo lawalah aku! Jangan gunakan dia!" kata Cao Pi yang sudah emosi.

Cao Cao menahan putranya itu agar tidak lepas kendali sambil terus menatap laki laki yang berada disamping Roscoe, 'ksatria gelap? Jadi diakah ksatria gelap yang telah Nia ramalkan?' pikir Cao Cao, dia terus menatap laki laki yang berada disamping Roscoe, dia benar benar tidak percaya, 'tapi kenapa dia?' pikir Cao Cao.

"hmph, kita mulai saja permainan ini, aku sudah tak sabar merasakan darah segar" kata Roscoe sambil menjilat pedangnya yang tajam itu, "ayo maju Xiahou Dun" kata Roscoe, lalu dia mendahului laki laki yang berada disampingnya, yaitu Xiahou Dun.

"baiklah" kata Xiahou Dun.

"a, aku tidak mungkin melawan Xiahou Dun..." kata Cao Cao dia menghindar dari serangan Xiahou Dun dan Roscoe.

"dasar pengecut! Kau menggunakan paman Dun untuk menyerang kami!" teriak Cao Pi.

"diamlah bodoh...kau tak tau bagaimana rasanya bila Xiahou Dun lah yang akan membunuhmu" kata Roscoe sambil tersenyum.

"grr, aku tak akan pernah memaafkanmu Roscoe!" teriak Cao Pi, dia berlari kearah Roscoe, dan terlihat lagi asap ungu mengelilingi Cao Pi, sepertinya Cao Pi telah membuka segel 'guardian human' lagi.

"hahahaha, kau ingin menyerangku dengan 'guardian human'? Baiklah aku terima tawaranmu" kata Roscoe.

Cao Pi mengarahkan pistolnya ke arah Roscoe dan menarik pelatuk pistol itu dan peluru pistol itu mengarah ke Roscoe, tapi Roscoe berhasil menghindar, dia berlari kearah Cao Pi dan siap mengarahkan pedangnya ke leher Cao Pi.

Craaaash!

Pedang Roscoe mengenai pipi Cao Pi, "hmph, walaupun tidak mengenai lehernya, tapi setidaknya pipinya berhasil berdarah" kata Roscoe.

"jadi kau menyukainya? Baiklah sekerang giliranku untuk membuatmu berdarah" kata Cao Pi tersenyum.

Dia berlari kearah Roscoe, Cao Pi membuang pistolnya, dia berlari kearah Roscoe dengan tangan kosong.

"hah, kau ingin melawanku dengan tangan kosong? Dasar bodoh" kata Roscoe.

Cao Pi berlari dan akhirnya dia berhasil menangkap lengan Roscoe, Roscoe begitu terkejut ketika melihat Cao Pi sudah berada dihadapannya.

"cepat sekali!" kata Roscoe terkejut.

Cao Pi menggenggam tangan Roscoe yang memegang pedang dan pedang Roscoe itu ia arahkan kebatang leher Roscoe, lalu Cao Pi menjatuhkan Roscoe sehingga Roscoe tertidur ditanah, kini posisi Cao Pi berada diatas tubuh Roscoe.

"jangan pernah remehkan diriku" kata Cao Pi sambil tersenyum.

"tch!" Roscoe berusaha meronta, tapi apa daya karna Cao Pi berada diatas tubuhnya, hal itu membuat Roscoe sulit bergerak.

"matilah..." kata Cao Pi sambil tersenyum jahat ala Sima Yi (?)

Roscoe menahan pedangnya dengan tangan kirinya, dia menggenggam pedangnya, walaupun tangannya berdarah menahan sayatan pedangnya itu yang terus saja didorong Cao Pi dengan paksa. Akhirnya Roscoe berhasil menghentikan pedangnya sendiri, dia menendang Cao Pi agar menjauh dari tubuhnya.

"lumayan juga, kau sudah semakin kuat..." kata Roscoe.

"hmph, jangan pernah remehkan aku" kata Cao Pi.

"kau berhasil membuatku terluka" kata Roscoe sambil memperhatikan tangan kirinya yang terluka cukup parah akibat menahan pedangnya agar tak menusuk batang lehernya.

"itu masih belum seberapa..." kata Cao Pi, dia berlari dan menendang Roscoe hingga terjatuh, dan dia menginjak Roscoe yang sekarang dalam posisi tertidur.

"aaaakh!" teriak Roscoe.

"ternyata kau payah ya? Kau tak bisa melawanku" ejek Cao Pi.

Roscoe berusaha melepaskan dirinya dari injakkan Cao Pi, dengan cara menyayat kaki Cao Pi.

"ouch!" Cao Pi memegangi kakinya yang berdarah, dan hal itu adalah kesempatan emas untuk Roscoe, dia berdiri dan menendang Cao Pi tepat dikepalanya. (*waaaaaah kau kejam Roscoe, apa yang kau lakukan pada myprince?!*)

"aku sudah menganggap remeh dirimu" kata Roscoe.

Cao Pi hanya tersenyum, lalu menghapus darah yang berada di bibirnya.

- To Be Continued -


Akhirnya ni cerita di update juga, adegannya banyak darah, darah, darah, dan darah, dan Roscoe kau itu memiliki mulut yang pedas ya. Dan om keren, kau jadi jahat! NOOOOOO. Oh iya sebelum saya semakin gaje disini, mohon reviewnya ya, see you next chapter.