Bagi seorang Ibu, hal yang terberat di dunia ini adalah ketika dia harus merelakan anaknya bersama orang lain, kehilangan anaknya dan yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika anak tidak menganggapnya sebagai seorang Ibu. Tapi Sumin adalah salah satu Ibu yang beruntung karena masih bisa melihat anaknya tumbuh besar dan bahagia meski bersama dengan orang lain.

Putra kecilnya bernama Youngmin kini sudah menginjak usia sepuluh tahun, memiliki rambut ikal kecoklatan dan senyum lebar karena gigi-giginya besar, juga terawat. Tidak ada gigi yang bolong ataupun keropos dan ompong. Tubuh Youngmin juga tinggi untuk anak seumurannya, pasti dia sangat rajin meminum susu dan makan yang sangat banyak.

"Mommy!"

Youngmin berlari tergopoh-gopoh bersama boneka Alpaca di dalam pelukannya. Menghampiri dengan senyum cerah ceria, membuat Sumin mau tak mau melukis senyum kala melihatnya. Senyuman Youngmin membuat orang lain ingin ikut tersenyum bersamanya.

"Mommy, kata Donghyun, Youngmin boleh menginap di rumahnya."

"Benarkah?"

Youngmin menganggukkan kepala, kemudian perlahan memanjat untuk duduk di pangkuan Mommynya, Mommy Himchannya tersayang.

"Boleh bawa alpaca juga!" seru Youngmin lagi.

Himchan tertawa pelan lalu mengusap-usap rambut Youngmin, lalu memindahkan Youngmin ke kursi di sampingnya dan menyuruh untuk menghabiskan makanan dan jus tomatnya.

Sumin tersenyum lembut, lembut sekali. Akhirnya setelah sekian lama, dia bisa melihat anaknya kembali. Bukannya Yongguk dan Himchan tidak mau mempertemukan Sumin dengan Youngmin, tapi Sumin sendiri yang menolak untuk bertemu. Sumin ingin berbenah diri agar bisa menjadi seorang Ibu yang pantas untuk anak yang manis, pintar dan tumbuh dalam lingkungan baik seperti Youngmin.

"Kuharap kau mempertimbangkan lagi apa yang kukatakan tadi, Sumin," ujar Himchan, tapi dijawab dengan anggukan oleh Sumin. Dia menolak apa yang Himchan tawarkan padanya.

"Tidak, Himchan. Aku tidak berhak untuk itu," katanya.

"Tidak, Sumin. Siapapun berhak untuk ini. Lagipula..."

"Sudah, Himchan... Aku sudah memutuskannya begitu," ucap Sumin final.

Himchan menghela nafas kemudian melirik Youngmin yang sudah menghabiskan suapan terakhir. Himchan tahu putranya itu sedang bertanya-tanya siapa wanita yang sedang duduk mengobrol dengan Himchan sekarang. Akhirnya, mau tak mau Himchan harus angkat bicara. Sumin terlalu keras kepala dan Youngmin terlalu penasaran meski tak berkata.

Begitu-begitu juga, Himchan sudah terlatih sebagai seorang Ibu. Nalurinya muncul setelah merawat Youngmin dalam waktu yang tidak bisa dibilang sebentar. Sepuluh tahun, dari Youngmin masih menjadi bayi merah yang baru dilahirkan.

"Youngmin mau berkenalan dengan adik Mommy?"

Kepala Youngmin mendongak bergantian menatap Himchan dan Sumin dengan mata bulat yang penuh kepolosan. "Adik Mommy?"

Alis Sumin berkerut risih, tapi tangannya kini digenggam erat oleh Himchan. Jempol tangannya bergerak untuk mengelus, menenangkan.

"Berarti Aunty?"

"Hmm.. Hmm~" Himchan menggeleng dan telunjuknya bergerak ke kiri-kanan menandakan kalau perkataan Youngmin salah. "Panggil adik Mommy dengan sebutan yang sama seperti Mommy."

"Hmm~ Sebutan yang sama seperti Mommy? Nanti Youngmin punya dua Mommy, dong?"

"Youngmin tidak suka punya dua Mommy?"

"Tidak, Youngmin hanya bingung kalau kalian berdua Mommy. Nanti Youngmin panggil keduanya menoleh," jelasnya. Sungguh logika yang sangat simpel.

"Begitukah? Kalau begitu Youngmin boleh panggil dengan sebutan selain Mommy."

Youngmin tersenyum cerah, dia turun dari kursi, melangkahkan kaki-kaki kecilnya menuju ke arah Sumin yang masih menatap Himchan ragu-ragu.

Terkejut dia ketika merasakan sepasang tangan kecil yang menyentuh lengannya. Begitu hangat dan dirindukan. Sumin menitik air mata kala mendengar suara manis Youngmin menyapa pendengarannya dengan satu kata yang menggetarkan hatinya. Membuat Sumin langsung menghambur memeluk tubuh kecil Youngmin erat-erat. Hatinya tak mampu menahan haru dan rindu.

"Mama, jangan menangis."

Dan Sumin baru saja menyadari, kalau dunia ini sudah terlalu baik padanya.

。。。。。。

Bagi seorang Ibu, hal yang paling membuat bahagia adalah ketika melihat anaknya tumbuh besar dengan pendidikan juga sifat yang baik.

Dan di sinilah Sumin, berdiri di samping Youngmin yang tersenyum cerah dengan sebuah toga di tangannya. Berpidato di depan para hadirin sebagai mahasiswa yang lulus dengan nilai terbaik di universitasnya. Menyebut nama Himchan dan Yongguk dengan bangga, tak lupa juga menyebut nama Sumin yang kini hampir saja menangis mendengarkannya.

Kata penutupan di pidato Youngmin membuat getaran yang sama seperti yang dulu pernah dia rasakan saat pertama kali Youngmin memanggilnya.

"Mama, terima kasih telah melahirkan Youngmin. Karena Mama, Youngmin bisa berdiri di sini sekarang dan menyebut nama Mama dengan bangga. Youngmin sayang Mama."

。。。。。。

Sumin dan Youngmin

Finish

。。。。。。

Next : Daehyun dan Youngjae

Sumin di sini Sumin Sonamoo kalau ada yang nggak tau wkwk

Youngmin anaknya Sumin itu Youngmin MxM, Donghyun yang disebut sama Youngmin itu anak Daehyun Youngjae, Donghyun MxM yang katanya mirip Daehyun. Kata aku juga mirip, sih, matanya wkwk.