xxXxx

Kau Tetaplah Adikku

Author :: sakuxhan

Cast :: Albus Severus Potter

Disclaimer :: J.K. Rowling

Genre :: Family

xxXxx

Chapter 11

xxXxx

Sudah beberapa minggu setelah mereka kembali dari liburan natal mereka. Kegiatan kegiatan murid tahun ketujuh pun semakin hari semakin sibuk. Apalagi mereka selalu mengakhiri kelas pada tengah malam tepatnya ketika jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Banyak murid tahun ketujuh yang jatuh sakit. Salah satunya Teddy Lupin, anak angkat dari Harry Potter yang kini sedang menjalankan tahun ketujuhnya di Hogwarts. Ketika itu setelah selesai makan siang. Teddy dan Victorie akan menuju kelas Transfigurasi, namun tiba tiba Teddy merasakan matanya berkunang kunang. Ia juga merasakan kepalanya sakit luar biasa. Victorie yang melihat gelagat aneh pacarnya sekaligus anak angkat dari pamannya itu langsung bertanya kepadanya.

"Ted, kenapa?" Victorie langsung bertanya ketika melihat gelagat aneh Teddy

"aku tidak tahu, Vic. Tiba tiba kepala aku sakit banget. Pandangan aku juga berkunang kunang" Teddy pun menjelaskan apa yang ia rasakan.

Victorie pun langsung membawa Teddy ke Hospital Wings. Ia takut terjadi sesuatu pada Teddy. Bahkan ia menunggui Teddy sampai sampai ia tidak masuk ke kelas Trasfigurasi. Setelah mengantarkan Teddy ke Hospital Wings Victorie langsung berlari menuju asramanya untuk memberitahukan jika Teddy sakit kepada paman dan bibinya. Setelah itu ia kembali lagi ke Hospital Wings untuk menunggui Teddy.

Ginny yang sedang membereskan rumah pun kaget ketika mendapatkan surat dari Victorie yang memberitahukan bahwa Teddy sedang sakit. Ia pun langsung ber-Apperate ke kantor Harry dan memberitahukan kepada Harry tentang surat yang dikirim oleh Victorie. Mereka berdua pun langsung ber-Apperate ke kastil Hogwarts.

Albus, Scorpius, Rose, James, serta Fred yang baru keluar dari Aula Besar dan akan menuju ke kelas Telaah Muggle dan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam heran mendapatkan kedua orang tua Albus dan James yang berada di Hogwarts.

"Mum, Dad. Kenapa kalian berdua ada disini?" Albus langsung bertanya kepada kedua orang tuanya tentang keberadaan mereka.

"Mum dapat surat dari Victorie, dear. Kakak kamu lagi sakit. Sekarang lagi di Hospital Wings. Mum sama Dad mau menjenguk kakak kamu" baik Albus dan James ataupun Rose, Scorpius ataupun Fred langsung membelalakkan mata ketika mendapatkan jawaban dari Ginny.

Ginny dan Harry bahkan Albus, James, Scorpius, Rose serta Fred langsung berlari ke Hospital Wings untuk menjenguk Teddy. Sudah ada Victorie disana yang sedang menungguinya.

"Vicky, Teddy kenapa?" Ginny langsung bertanya kepada keponakannya perihal Teddy

"tadi setelah dari Aula Besar Teddy mengeluh sakit kepala sama pandangannya berkunang kunang. Tadi juga kata Madam Pomprey Teddy hanya kecapekan karena terlalu memforsir waktu belajarnya" penjelasan Victorie membuat Harry dan Ginny membelalakkan matanya. Bahkan kedua adik angkat Teddy pun sama sama membelalakkan matanya.

"ternyata Teddy sama Al sama sama mempunyai semangat belajar yang sama. Bahkan rela sakit hanya karena belajar. Heran aku. Aku saja yang menurunkan kepintaran Mommy tidak sampai seperti itu" decak Rose yang heran dengan tingkah Teddy dan Albus yang memiliki semangat belajar yang sama. Albus yang disindir oleh Rose langsung cemberut.

"langsung cemberut. Memang seperti itu kenyataannya, Al" James pun langsung mencolek dagu adiknya itu sekaligus ikut menggoda adiknya itu.

"apaan sih" Albus sampai menepis tangan kakaknya.

Ginny dan Harry masuk ke ruang rawat Teddy di Hospital Wings. Mereka mendapati anak angkatnya terbaring lemas dan pucat.

"bagaimana, sayang" Ginny langsung menanyakan keadaan anak angkatnya ketika sudah berada disamping tempat tidur Teddy

"sudah baikan, Mom" Teddy pun hanya bisa menjawab pertanyaan ibunya dengan suara yang parau karena masih lemas.

"nanti malam Mommy menginap disini, ya?" Teddy yang mendengarnya pun langsung melotot

"No, Mom. Paling 2 sampai 3 hari udah boleh keluar dari Hospital Wings. Lily bagaimana? Kasihan Daddy kalau Mommy menginap disini? Siapa yang akan masakin sarapan untuk Daddy sama Lily? No, Mom" Ginny akan menyangkal pembicaraan Teddy ketika Harry berbicara hal yang sama dengan Teddy.

"kamu tidaak kasihan sama Lily, sayang? Kasihan Lily, lho. Walaupun aku memang bisa masak. Tapi aku tidak bisa menjadi seorang ibu, lho. Belum lagi kalau tugas tugas kantor aku bawa kerumah pasti membuat Lily bosan" Ginny pun akhirnya pasrah tidak jadi menginap disana. Ginny dan Harry sebenarnya sama sama khawatir dengan keadaan Teddy. Tapi untungnya ada Madam Pomfrey yang siap menjaganya. James dan yang lainnya juga sesekali menjenguk Teddy.

Setelah menjenguk Teddy, Harry dan Ginny langsung ber-Apperate kerumah. Setelah mengantarkan istrinya kerumah Harry kembali lagi ke kantornya. Banyak pekerjaan yang sedang menunggunya. Sebelum pergi ke Hogwarts Harry sempat izin ke Hogwarts sebentar untuk melihat keadaan Teddy yang sedang dirawat di Hospital Wings.

Setelah Harry dan Ginny kembali Victorie dan yang lainnya pun melihat keadaan Teddy. Terlihat Teddy yang masih lemas dan pucat. Madam Pomfrey hanya memberikan waktu sebentar kepada mereka untuk menjenguk Teddy. Setelah menjenguk Teddy mereka pun kembali ke asrama mereka masing masing. Albus, James, dan Victorie yang paling khawatir dengan keadaan Teddy. Biar bagaimanapun juga Teddy merupakan kakak angkat dari Albus dan James serta pacar dari Victorie.

James, Albus, Rose, Victorie, Fred serta Scorpius tidak masuk kelas pada jam 1 siang tadi karena mengantarkan Teddy ke Hospital Wings. Walaupun mereka sudah mengatakan alasan mengapa mereka tidak masuk kelas. Namun, Professor dari setiap pelajaran tidak menerima alasan mereka dan akhirnya mereka harus mendapatkan detensi. Mereka harus mengerjakan tugas serta menyalin materi dari materi disaat mereka tidak masuk dan harus membersihkan piala di ruang piala. Mereka mengerjakan hukuman mereka dari jam 5 sore setelah Rose, Albus dan Scorpius selesai pelajaran di kelas Herbologi. Hingga mereka melewati makan malam mereka dan masih mengerjakan hukuman mereka membersihkan piala di ruang piala.

Albus yang memang mempunyai penyakit Maag pun tiba tiba merasakan sakit dibagian perutnya. Namun berusaha ia tahan. Baik sahabatnya ataupun saudaranya yang lain tidak memperhatikannya karena mereka membersihkannya tidak dalam satu titik alias memencar. Mereka bahkan lupa kalau hari sudah mulai gelap. Mereka juga lupa kalau Albus punya sakit Maag. Keringat dingin mulai mengucuri keningnya. Bahkan untuk berdiri saja ia sudah tidak sanggup. Hingga akhirnya ia berteriak kencang sekali sehingga sahabat dan saudara saudaranya mendengarnya.

"astaga, Al belum makan" James lupa jika adiknya punya Maag. Langit pun sudah mulai berubah menjadi gelap. Dengan sigap Victorie langsung menggotong Albus menuju Hospital Wings. Ia tidak memperdulikan dirinya yang keberatan menggotong Albus. Yang terpenting adalah sepupunya tidak kenapa kenapa.

Di Hospital Wings Teddy yang sedang istirahat kaget tiba tiba Victorie berlari sambil menggotong Albus yang terus terusan merintih kesakitan sambil berteriak memanggil madam Pomfrey. Selagi Albus diperiksa Victorie menuju kesebelah kasur Teddy

"kenapa, Vic?" Tanya Teddy yang heran dengan kedatangan Victorie

"tadi aku sama James, Albus, Rose, Fred dan Scorpius mendapatkan detensi. Kita disuruh membersihkan piala di ruang piala karena tidak masuk kelas pas jam 1 siang tadi. Dari jam 5 sore kita bersihin piala di ruang piala. Kita sampai lupa kalau Al belum makan dan kita juga lupa kalau Al punya Maag" Teddy pun mengubah posisinya yang tadinya tiduran menjadi duduk bersender pada kepala tempat tidur. Ia pun kaget mengetahui adiknya belum makan.

"Albus tidak apa apa. Hanya kesakitan dibagian perut saja karena belum makan. Penyakit Maag nya kambuh. Akan lebih baik setelah ia diberi makan. Malam ini biarkan dia menginap di Hospital Wings" Madam Pomfrey pun menjelaskan keadaan Albus dan memotong pembicaraan antara Teddy dan Victorie. Victorie pun langsung beranjak dari duduknya dan menuju ke samping kasur Albus.

"Ted, apa perlu aku kasih tahu Uncle Harry dan Aunty Ginny"

"sepertinya jangan, Vic. Mereka pasti tambah khawatir kalau Al sakit. Belum lagi tadi mereka berdua khawatir banget pas mendengar kabar kalau aku jatuh sakit" Vitorie hanya menghela nafas pasrah. Tak lama kemudian terlihat James, Rose, Scorpius, serta Fred datang ke Hospital Wings setelah sebelumnya mereka meneruskan hukuman mereka.

"bagaimana keadaan Al, Vicky?" James sangat khawatir melihat keadaan adiknya.

"Al tidak kenapa-kenapa, James. Hanya butuh istirahat dan makan pasti akan pulih lagi. Madam Pomfrey menyuruh Al untuk nginep di Hospital Wings untuk malam ini. Kalian sudah makan?" semuanya pun menggeleng. Albus pun bangun dari tidurnya.

"James, mau makan" Albus pun mengeluh kepada kakaknya karena lapar dan meminta makanan. James pun keluar dan pergi menuju Madam Pomfrey dan mengatakan bahwa Albus lapar. Tak lama Madam Pomfrey membawakan makanan untuk Albus. Ia pun disuapi oleh James.

"kamu sudah makan sama minum ramuannya, Ted?" Teddy pun hanya menanggapi pertanyaan Victorie dengan anggukan.

"pelan pelan, Al. sorry aku lupa kalau kamu punya penyakit Maag" James yang sedang menyuapi adiknya itu meminta maaf karena ia lupa dan tidak sadar bahwa adiknya mempunyai penyakit Maag. Albus pun hanya menanggapi ucapan kakaknya dengan aggukan.

Ketika jam 7 kurang Victorie pun izin kepada saudara saudaranya yang lain bahwa ia akan ada kelas Sejarah Sihir yang membosankan karena diajar oleh Professor Binns. Satu satunya hantu yang menjadi guru di Hogwarts. Rose, Scorpius, serta Fred pun izin karena mau mengerjakan tugas yang juga merupakan hukuman mereka. Sementara James masih setia disamping adiknya yang sudah tertidur kembali.

"kamu tidak kembali ke asrama, James? Ada tugas apa tidak?" James hanya menggelengkan kepalanya. Ia hampir menangis melihat keadaan adiknya. Ini pertama kalinya James menangis.

James pun beranjak dari samping tempat tidur Albus menuju kearah Madam Pomfrey dan meminta izin supaya ia bisa menginap di Hospital Wings untuk menjaga adiknya juga kakaknya. Teddy yang melihatnya pun heran.

"Madam, saya boleh ya menginap di Hospital Wings. Please, Madam. Untuk menjaga Al juga Teddy. James mohon, Madam" Madam Pomfrey tidak bisa apa apa. Ia mengerti jika melihat saudara yang kita sayangi sakit. Pasti kita semua merasakan apa yang dirasakan oleh James.

"baiklah, tapi kalau kamu masih ada kelas ke kelas kamu dulu jangan sampai dihukum lagi" James pun berterima kasih kepada Madam Pomfrey karena ia diberi izin. Ia juga mengatakan jika hari itu ia hanya ada kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam pada jam 1 siang tadi. James pun langsung kembali menuju kesamping kasur Albus dan Teddy. Albus dan Teddy ditempatkan bersampingan.

"kenapa, James?"

"tadi minta izin sama Madam Pomfrey supaya di izinin menginap di Hospital Wings untuk jagain Albus sama kamu, Ted. Akhirnya di izinin" James pun menceritakan hal tersebut kepada kakak angkatnya.

"ya sudah tidak apa-apa. Kamu juga sudah tidak ada kelas lagi. Al kapan keluarnya?"

"kata Madam Pomfrey besok sekitar jam 1 siang"

"kalau aku? Ditanya tidak tadi?" James pun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum lebar tanda ia lupa menanyakan hal tersebut.

"Oke. Al doang yang ditanyain. Al doang yang diperhatikan" Teddy pun membalikkan badannya dan membelakangi James

"Yah, Ted jangan ngambek begitu. Aku kan lupa" James pun menggoyangkan tubuh Teddy

"siapa yang marah sama kamu? Siapa yang mengambek sama kamu? Jangan geer, James. Aku mau tidur. Sudah mengantuk" James pun hanya mengerucutkan bibirnya ketika mengetahui kakaknya itu hanya mengerjai dirinya saja.

Melihat kedua saudaranya yang lain sudah tidur. Ia pun ikut tidur disamping Albus. Ia pun juga mengenggam tangan Albus kalau kalau adiknya itu membutuhkan bantuannya. Keesokan harinya ketika jam 1 siang Albus sudah diperbolehkan kembali ke asrama dengan catatan jangan lupa makan. Dua hari kemudian Teddy pun menyusul karena ia sudah merasa baikan dan sudah diperbolehkan keluar dari Hospital Wings.

xxXxx

Kau Tetaplah Adikku

-To Be Continue-