Rias berbalik ke arah Akeno yang baru saja kembali. "Akeno, kau cari Yuuto dan Koneko, mungkin mereka sudah pingsan karena ledakan tadi. Dan aku akan memindahkan Sona dan yang lainya."

"ara ara apa kau akan meniduri tubuh Naruto-kun dibelakang ku, Buchou" goda Akeno, dan itu sukses membuat wajah sang king menjadi merah karena menahan malu.

"sudahlah cepat" ucap Rias dengan nada yang sedikit kesal.

"ha'i ha'i khu khu khu"

Rias pun berjalan ke tempat dimana Sona dan dua peeragenya yang pingsan serta Asia dan juga Issei yang sedang menjaga mereka. Dan saat Rias sudah sampai ke tempat mereka, Rias langsung membuat lingkaran sihir, untuk menteleport ia dan yang lainya.

.

.

.

The Infinity War

(Ganti judul)

Discaimer: Naruto & Highschool DxD bukan punya saya

Warning: OOC, TYPO, alur terlalu cepet

Pair: Naruto x ?

.

.

.

Chapter 11

Di sebuah kamar dengan arsitektur ala Eropa, kini terhilah pemuda kuning yang menjadi pahlawan dunia Shinobi yang menyandang gelar Shinobi no Kami bersama teman Uchihanya. Kini sedang berdiri di balkon sembari menatap langit yang biru tanpa ada awan sedikit pun. Namun bukanya merasa tenang karena indahnya pagi, Naruto menatap langit dengan pandangan sendu. 'Ada dengan ku ? kenapa aku melakukan itu kepada teman baiku sendiri ? Dan kenapa aku bisa lepas kendali seperti itu ?' banyak pertanyaan yang ingin Naruto tanyakan. Tapi entah kepada siapa ia harus bertanya.

'Oy baka Gaki, mengapa kau melamun seperti itu ? dan tumben sekali kau melakukan kebiasaan si Nanas pemalas itu ?' tanya Kurama yang tiba-tiba berkomunikasi dengan sang Host nya.

'kau diam sana bola bulu, jangan membuat mood ku menjadi lebih buruk !' bentak Naruto, karena perkataan sang Bijuu terkuat setelah Juubi itu membuat mood Naruto semakin buruk.

'ghh...' Kurama hanya medengkus mendengar balasan dari Naruto. ' ...kau sensitif sekali setelah bangun dari hibernasi *pingsan* muselama sebulan lebih ne, Gaki' ucap Kurama sembari terkekeh. Sementara Naruto yang mendengar perkataan sang patner tersentak kaget. Pasalnya hidupnya tidak akan sampai sebulan lagi, tapi kenapa ia masih hidup sampai sekarang. 'tunggu, apa maksudmu dengan sebulan lebih ?...' Naruto melanjutkan 'bukanya hidupku tidak akan tahan sampai sebulan ? dan...'. ' hey hey jika ingin betanya jangan sekaligus seperti itu, aku pusing akan menjawab yang mana terlebih dahulu' potong Kurama.

'gomen, baiklah. Jadi pa maksudmu dengan hibernasi selama sebulan lebih ?'

' kau pingsan selama sebulan, karena kau kehabisan Chakra gara-gara lepas kendali. Dan memasuki mode yahh.. bisa ku bilang sebagai mode terlarang'

'apa maksudmu dengan mode terlarang ?'

'kau bisa tanya kan kepada Shinju' Kurama menjawabnya dengan nada malas. ' tidak ada tanya bertanya kepada Shinju, cepat jawab pertanyaanku, bakk Kitsune !'

' hah..baiklah baiklah. Itu gara gara Shinju yang sedang marah. Karena saat itu dia sedang sakit perut, lalu karena sudah tidak tahan dan tidak ada toilet disini. Dia pun melepaskan Chakra yang sangat besar saat ia nge...' . ' apa yang kau katakan tadi, ku-ra-ma-cha-n ?' tiba-tiba Shinju memotong perkataan Kurama. 'a...ah Shinju ti-tidak aku ti-tidak berkata apa-apa hehehe' elak Kurama. 'oh benarkah ? Naruto, apa yang Kurama katakan kepadamu soal mengapa kau memasuki mode terlarang ?'

' dia berkata " Itu gara gara Shinju yang sedang marah. Karena saat itu dia sedang sakit perut, lalu karena sudah tidak tahan dan tidak ada toilet disini. Dia pun melepaskan Chakra yang sangat besar saat ia nge..." dan lalu kau memotong perkataan Kurama.'jawab Naruto dengan watadosnya. 'oh jadi seperti itu ne, Kurama-chan'

Kretek kretek

'sialan kau Naruto'

Buagh pranggg mewww

'errr Kurama apa kau baik baik saja ?'

'urusai...Baka Gak-'

Buaghhhh

' Sudah kau diam saja kau bola bulu.' Shinju atau Juubi pun melanjutkan ' Maaf jika aku tidak sopan mendengar pembicaraan mu dengan Kurama. Jadi kau menanyakan kejadian itu ? '. 'umm' Naruto mengakukan kepalanya.

' hahh dari pada bicara seperti ini lebih baik kau kemari Naruto.' Mendengar ucapan Shinju pun Naruto pun berbalik dan berjalan masuk kembali ke kamar dan naik kekasur. Lalu duduk diatas kasur sembari memejamkan mata. Dan tak lama kemudian...

.

.

Naruto's MINDSCAPE

.

.

Kini terlihat saat Naruto datang. Dia langsung di kelilingi oleh ke sepuluh Bijuu yang sedang menatapnya. Kecuali Kurama yang terlihat menyedihkan, dengan luka memar di seluruh wajahnya. Kurama menatap Naruto dengan pandangan seolah berkata 'aku akan memakan mu bocah kuning'. Namun menanggapi tatapan membunuh Kurama, Naruto hanya terkikik. "APA YANG KAU TERTAWAKAN HAH BAKA GAKI !" Kurama berteriak kepada Naruto karena menertawainya.

"hehehe tidak. Hanya saja aku baru pertama kali melihat kau seperti itu, dan wajahmu lucu jika seperti itu hehehe"

"KAUU...". "hentikan pertengkaran bohohmu Kurama. Atau kau ingin lebih dari yang tadi hah ?" potong Shinju sembari memberi tatapan membunuh dari mata satu Choke Tomoe Rinneganya. Dan tanpa babibu lagi Kurama langsung diam dengan keringat dingin keluar dari ujung masing masing buntutnya hingga kepalanya.

"haha Kau lucu sekali Kurama" Naruto tertawa dengan keras nya. Begitu pun dengan Bijuu lain yang terkekeh melihat Kurama yang awalnya memiliki harga diri tinggi dan tidak ingin tunduk kepada siapa-pun kecuali Rikudou Sannin, kini harus tunduk oleh Juubi. " Itu pun berlaku untuk mu Naruto" Ucap Juubi dengan tatapan yang tidak berubah seperti menatap Kurama. "Ha..Ha'i"

Juubi pun memejamkan matanya. "jadi apa yang ingin kau ketahui lebih dulu ?" tanya Shinju.

" Baiklah. Yang pertama, bagaimana aku bisa lepas kendali ?"

"apa kau ingat, saat kau sedang menjalakan misi untuk mendapakan informasi dari manusia bernama Kabuto ?" Naruto hanya mengangguk "dan saat itu kalian di komandio oleh Yamato yang menyamar menjadi anggota Akatsuki, dan tanpa di duga si mausia ular datang. Lalu...". "arghh langsung saja pada intinya. Otak miliku tidak akan bisa memproses penjelasan serumit itu" potong Naruto karena tidak mengerti penjelasan dari Juubi.

"heh sepertinya aku harus turun tangan" ucap Kurama dengan pedenya. " jadi begini, karena kelakuan si Uchiha itu sudah keterlaluan dengan akan membunuh Rias dan teman-temanya. Kau pun marah, kemarahan murni yang di tujukan kepada si Uchiha menyebabkan kekuatan dari kami semua dan juga kekuatan dari mata mu itu bersatu. Dan hasilnya adalah tadaa... kau memasuki mode terlarang." Naruto hanya cengo menengar penjelasan yang tidak jauh berbeda rumitnya dengan penjelasan Juubi. Melihat Naruto yang cengo, tiba-tiba *twich* muncul perempatan di dahi Kurama.

"sudahlah Kurama kau sabar saja. Mungkin ini takdir kita memiliki Jincuriki yang agak yah kau taulah" Hachibi yang di dekat Kurama pun menenangkan sang Kyuubi. "biar aku saja yang menjelaskan" ucap Matatabi.

"Naruto" panggil Matatabi. Dan Naruto pun melirik Matatabi. " jadi saat itu kau sangat marah kepada Sasuke. Dan itu menyebabkan kau lepas kendali. Intinya saat itu kau di kuasai oleh kemarahanmu dan mengakibatkan kau lepas kendali..." jelas Matatabi. "apa kau sudah mengerti Naruto ?" Natuto pun mengangguk tanda mengerti.

"nah jika pejelasanya seperti itu aku mengerti. Lalu soal mengapa aku belum mati hingga sekarang ?" tanya Naruto. "itu karena saat kau pingsan, Kurama mengambil alih tubuhmu dan memberi tahu gadis Hyuuga itu supaya memberikan sebagian Chakranya sedikit demi sedikit selama kau pingsan." Jelas Matatabi.

Mendengar penjelasan Matatabi, Naruto hanya dapat menundukan kepalanya. 'kenapa ? kenapa kau selalu saja menolongku, Hinata.' Batin Naruto. Dan setelah itu Naruto kembali mengangkat kepalanya. "termakasih atas penjelasnya, Matatabi." Matatabi memberikan senyuman atas balasan dari ucapan Naruto yang bertimakasih padanya. " baiklah arigatou minna, aku pergi dulu jaa." Ucap Naruto sembari melambaikan tanganya. " tunggu Naruto !" panggil Juubi. Naruto pun berbalik. " um ada apa ?"

"sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu"

"berterimakasih ?" Shinju menganggukan kepalanya. Naruto yang bingung apa maksud Shinju pun bertanya kembali "berterimakasih untuk apa ?" tanya Naruto lagi. "aku berterimakasih karena kau telah membebaskan ku."

Naruto semakin bingung dengan perkataan Shinju " hahhh langsung saja pada intinya. Lagi pula aku tidak melakukan apapun dan juga tidak mengerti apa yang kau maksud dengan kata *membebaskan ku* yang kau maksud itu" Juubi hanya terkkeh. "yah sudah ku duga akan seperti ini." Guman Juubi.

"apa kau mengatakan sesuatu ?" mendengar perkataan Naruto, Juubi mengelengkan kepalanya. Lali melirik Bijuu yang lain dan berkata. "Bolehkan aku meminjam bocah tua nakal ini sebentar ?" sementara Naruto yang mendengar itu melakuka pembelaan. "hoey siapa yang kau panggil bocah tua nakal hah ? memangnya aku mirip Ciu Pek Tong apa ?" ujar Naruto tidak terima. " Lagi pula aku ini tampan seperti Yo Ko." Ucap Naruto sembari memalingkan wajahnya karena sebal. (Note: Ciu Pek Tong sama Yoko itu carakter dari film kolosal mandarin yang judulnya The Return of Condor Heroes )

"kau itu tidak ada mirp miripnya jika dibandingkan dengan Yoko kau lebih mirip Ciu Pek Tong karena kau memiliki warna rambut yang sama" ucap Juubi menanggapi perkataan bodoh Naruto. "sudahlah Shinju. Jika kau seperti itu, kau jadi mirip anak kecil seperti Kurama" ucap Chomei asal ceplos.

Twich

Mendengar perkataan sang Bijuu ekor tujuh itu pun membuat perempatan baru muncul di dahi Kurama. "Hoey apa maksudmu lalat ? kau minta...". " jadi apa maksudmu meminta ijin pada kami untuk memimjam Naruto ?" Chomei kembali berkata tanpa memperdulikan Kurama yang terus marah marah. "ahh jadi begini. Aku ingin berbicara empat mata dengan Naruto". "ekhmm demo Shinju sama. Mungkin yang kau maksud adalah tiga mata, karena kau hanya memiliki satu mata."

"apa yang kau rencanakan ? apa akan mengambil alih tubuh Naruto."ucap Kurama yang telah tersadar dari acara kerasukaya dan sembari memberikan tatapan membunuh. Tidak berbeda dengan Kurama ke delapan Bijuu yang lain pun sama memberikan tatapan membunuh kepada sang Juubi. Karena mecurigai Shinju.

"tenang saja, aku tidak akan melakukan itu, Kurama." Shinju menjawabnya dengan nada santai. "Kami tidak mempercayai perkataan mu." Juubi hanya mendesah. "aku akan bertanya pada kalian. Apa kau merasakan niat jahat dari ku ?" tanya Shinju. "cih tentu saja kami tidak bisa merasakan niat jahat dari mu, karena kau adalah kekuatan yang terbentuk dari alam." Balas Son Goku.

"yah tidak apa apa jika kalian tidak mengizinkan ku untuk berbicara berdua dengan Naruto..." Shinju melanjutkan. "Tapi mungkin Naruto tidak akan tau apa dan siapa yang akan dia hadapi kedepanya. Karena Naruto pasti akan bertemu dan juga bertarung dengan *mereka* yang merupakan kelompok terkuat dari yang terkuat." Jelas Shinju.

"apa maksudmu ?" Ujar Naruto dengan tatapan serius.

BUMM BUMM BUMM BUMM BUMM BUMM BUMM BUMM BUMM

Semua Bijuu melompat sembari menarik Naruto kebelakang mereka "Naruto, kau tidak boleh mempercayainya." Ucar Kurama. " ya Kurama benar. Jika kau pergi bersamanya, tubuh mu pasti di ambil alih." Kini Shukaku yang mendukung perkataan Kurama. Shinju kembali mendesah. "yah aku tidak masalah jika Naruto tidak mengetauinya. Jika Naruto tidak mengetahuinya sekarang. Saat bertemu bertarung dengan mereka, dapat ku pastikan jika Naruto pasti akan mati. Dan jika itu terjadi habislah kita dan juga dunia ini akan di ambil alin oleh mereka." Jelas Shinju.

"heh kami tidak akan begitu saja percaya kepa...". "Sudah lah hentikan Kurama."

TAP TAP TAP

Perkataan Kurama terhenti karena Naruto memotong perkataanya sembari melangkah untuk mendekati Shinju. Namun sebagai patner, Kurama tidak ingin sampai tubuh Naruto sampai di ambil alih seperti saat Juubi mengambil alih tubuh Obito pun hendak mengibaskan ekornya, agar Naruto tetap di belakang kesembilan Bijuu. Namun sebelum Kurama melakukan itu, Naruto sudah melakukan gerakan seperti menarik sesuatu dari atas. Dan...

BUMMM 54x (sorry kalo di copas pasti kebanyakan)

Dengan datangnya Myoujimmon kibasan ekor Kurama pun terhenti "Naruto apa yang lakukan !" teriak Kurama yang kini tidak bisa bergerak. " apa kau sudah gila Naruto ? apa kau ingin tubuhmu di ambil alih olehnya ?" kini Gyuuki yang bicara. " dan jika itu terjadi maka kami semua akan terhisap ke dalam tubuhnya" lanjut Gyuuki.

" Tenang saja, Gyuuki. Sebelum itu terjadi, akan ku pastikan jika semua ekor Juubi sudah menghilang." Ujar Naruto mantap sembari terus melangkah.

Tap tap tap

" jadi apa yang akan kau bicarakan ?"

"naiklah ke kepalaku. Lalu duduk dengan posisi meditasi. Agar hanya kita saja yang terkoneksi."

Wushh Tap

Setelah berada di kelapa Juubi, Naruto pun duduk bersila sembari memejamkan matanya.

.

.

DEEPEST NARUTO'S MINDSCAPE

Naruto membuka metanya perlahan, namun yang hilatnya hanya ada sepuluh lilin yang memutarinya. Selain cahaya lilin, Naruto tidak bisa melihat apapun, dikarenakan gelapnya ruangan tersebut. "jadi apa yang akan kau katakan ?" ucap Naruto dengan nada serius.

"sebelumnya aku berterimakasih kepadamu, Naruto." Ucap Juubi sembari membuka mataya yang berwarna merah darah dengan sembilan tomoe di setiap lingkaran nya. Naruto terus menatap Juubi dengan serius. " Langsung saja pada intinya."

SYUTTTT

DEG

'Chakra ini...' Saat merasakan Chakra yang sangat besar bahkan lebih besar dari Juubi dan juga kengerian tekanan Chakra yang tidak akan pernah ia lupakan sampai kapan-pun, bahkan sampai ia mati.

"Mungkin bicara dengan wuud ini lebih nyaman"

Wushh

Dengan cepat Naruto mengaktifkan mode Sannin Rikkudounya. "ke..kenapa kau ada disini. Bukan kah aku dan Sasuke telah menyegelmu." Ucap Naruto yang kini sudah memasang kuda-kuda beratarungnya. " cih Jadi wujud Ashura yang kau pakai saat itu bukan lah wujud aslimu ?"

"Kau tidak usah waspada seperti itu, Naruto. Aku tidak akan menyerangmu." ya kini yang di depan Naruto bukanlah Ashura. Melainkan sang nenek moyang Chakra, yaitu Kaguya Ootsutsuki. "Jujur saja, aku masih sedikit marah karena saat itu kau dan reinkarnasi dari Indra menyegelku lagi. Tapi kali ini aku akan memaafkan... tidak, bahkan aku berterimaksih padamu karena kau telah membebaskan ku lagi"

"cih aku tidak pernah membebaskan mu." Ucap Naruto marah. " Lagi pula, untuk apa aku, Sasuke, Sakura-chan dan juga Kakashi-sensei mempertaruhkan nyawa untuk menyegelmu, namun pada akhirnya aku membebaskanmu kembali." Bantah Naruto.

"apa kau lupa, saat pertarungan mu melawan Iblis Phenix. Kau telah menggunakan Mugen Tsukoyomi, meski hanya dalam skala kecil ?" Naruto yang mendengar perkataan Kaguya, matanya mulai membulat. Karena Naruto baru saja menyadari, bahwa ia telah melakukan kesalahan fatal. " Tapi tenang saja Naruto, Aku membawamu kemari bukan hanya untuk membicarakan itu."

Ekspresi Naruto kini telah kembali tenang. Meski begitu masih ada rasa penyesalan di dalam dirinya, karena telah menggunakan jutsu terlarang itu. Kini ia hanya dapat menundukan kepalanya. " jadi.. apa kau akan mendengarkan perkataanku, Naruto ?"

Naruto mengangkat kepalanya. Dan terlihat kini Mangekyou Sharingan dan juga Choku Tomoe Rinneganya telah akif. " jika saat itu aku tidak sengaja melepaskanmu..."

SRINGG

"Maka kali ini aku akan menyegelmu kembali." Ucap Naruto yang sudah ada di belakang Kaguya, sembari tangan kananya yang sudah menyiapkan Rasengan. Namun Kaguya hanya diam tidak bergerak. Melihat Kaguya yang tidak melakukan serangan ataupun menghindar, dengan cepat Naruto menghantamkan Rasenganya. Dan...

BUMMM

WUSHHH

"ARGHHHHHH..." rintih Naruto yang kini terpental karena efek ledakan dari seranganya.

Kaguya pun berbalik kearah Naruto terhempas. " mungkin aku mengunakan cara kasar agar kau mendengarkan ucapan ku." Kaguya pun membuka gerbang dimensi yang gunakan saat melawan Naruto dan Sasuke. Lalu masuk kedalamnya. Sedangkan Naruto yang sudah berdiri pun mengedarkan pandanganya dengan waspada, karena jika Kaguya sudah memasuki jutsu yang mirip dengan Jikkukan no jutsu. Kaguya bisa keluar dan melancarkan serangan dari mana saja.

Deg

'di atas' Naruto dengan cepat menghindar dengan cara melompat ke depan. Kaguya yang meihat Naruto menghidar dari seranganya hanya tersenyum. "Kau masih- tidak kau bertambah hebat saja, Naruto. Tapi..." Kaguya menggantung perkataanya. "...kau tidak akan bisa mengalahkan ku jika sendiarian. Kecuali kau telah menguasai jutsu dari kedua matamu di tambah dengan mata ketiga mu itu."

"urusai... aku meski belum menguasai ketiga mataku, tapi aku akan tetap berusaha untuk mengalahkanmu." Naruto pun kembali melesat ke tempat Kaguya. Kaguya hanya tesenyum melihat Naruto yang pantang menyerah untuk mengalahkanya.

"kau memang berbeda dengan kedua anaku, Naruto..."

KRETEKK

Kaguya Mengaktifakan Byakuganya. "...cukup sampai disini saja pertarunganya." Kaguya pun ikut melesat ke arah Naruto. Dengan Byakugan yang telah aktif, Kaguya dapat dengan mudah memprediksi arah serangan Naruto. Jual beli pukulan pun tak terelakan.

Dari segi tenaga Naruto lah yang unggul, karena Kaguya tidak ingin membunuh Naruto. Jadi Kaguya hanya mengeluarkan sedikit Chakranya untuk melumpuhkan Naruto.

Pukulan demi pukulan Naruto lancarkan tapi tidak ada satupun yang mengenai Kaguya. Berbeda dengan Kaguya yang memiliki Byakugan, setiap seranganya selalu tepat menganai tubuh maupun wajah Naruto. Tidak mau mati konyol, Naruto pun menendang Kaguya agar bisa lepas dari jarak serang Kaguya. Dan Kaguya menyilangkan kedua tanganya untuk menahan tendangan Naruto. Namun begitu, Kaguya tetap terdorong akibat kuatnya serangan Naruto.

"hah...hah.. hah.. ini tidak akan berjalan dengan cepat dan mudah." Guman Naruto.

"harus ku akui jika tendangan mu tadi lumayan, Naruto. Tapi itu akan menjadi serangan terakhirmu. Jadi menyerah lah Naruto."

"cih aku tidak akan pernah menyarah." Naruto pun dengan cepat membuat Handseal, namun pada saat akan melakukan Handseal terakhir tubuhnya tidak bisa bergerak. "Hisashiburi Naruto." 'dari mana datangnya.' Naruto membelalakan matanya ketika melihat Kuro Zetsu kini sudah menempel ke setengah bagian tubuhnya. "Ku..kuro Zetsu kenapa kau bisa...". " kau kengah Naruto. Karena kau terlalu fokus dengan Handseal yang kau buat. Menjadikan kau lengah." Potong Kuro Zetsu.

Naruto kini semakin tidak bisa mengendalikan tubuhnya, karena Kuro Zetsu sedikit demi sedikit terus menutupi tubuhnya. "kau...menyingkirlah dari tubuhku !" bentak Naruto, tapi Kuro Zetsu tidak menanggapi bentakan Naruto, dan terus saja menyelimuti tubuh Naruto hingga akhirnya tubuh Naruto terutupi oleh Kuro Zetsu.

"Ibu, lalu apa yang akan kita lakukan ?" tanya Zetsu. "apakah kita akan menyerap seluruh Chakranya ?"

Kaguya pun mendekat secara perlahan. "tidak...kita tidak akan menyenyerap Chakranya." Ucap Kaguya yang kini sudah di depan Naruto yang di tutupi oleh Zetsu. " lalu ?"

"aku hanya akan berbicara padanya." Ujar Kaguya. "akhirnya aku bisa berbicara denga mu, Naruto."

"aku tidak akan percaya ucapan mu."

"tidak apa-apa jika kau tidak percaya ucapan ku..." Kaguya memberikan jeda. "...tapi jika kau tidak percaya dan malah membelot, dapat di pastikan dunia...tidak bahkan seluruh alam semesta akan hancur" mendengar perkataan Kaguya. Mata Naruto pun membulat. " apa kau masih tidakmau mendengan apa yang akan ku katakan ?"

"baiklah aku akan mendengarkan."

"Zetsu..." Panggil Kaguya. "...lepaskan Naruto."

"tapi...". "cepat lepaskan, aku tidak menerima penolakan." Potong Kaguya. Dengan itu Zetsu pun kembali masuk ke lengan jubah Kaguya.

"hah..begini lebih baik. Gomen aku tadi menyerangmu."

"tidak usah kau pikirkan. Lagi pula aku mengerti, tidak mudah percaya pada yang dulunya adalah musuhmu." Ujar Kaguya. Naruto tersenyum menanggapi perkataan Kaguya. Namun senyum itu tidak bertahan lama, di gantikan oleh ekspresi serius Naruto. "jadi apa maksudmu jika aku membelot, seluruh alam semesta dapat si pastikan Hancur ?"

"baiklah, tapi kita akan bicara dengan cara makhluk yang ada di dunia ini." Dengan seketika, ruangan yang tadinya gelap dan hanya ada sepuluh lilin yang menjadi sumber cahaya. Kini berganti menjadi ruangan tempat Rias dan juga Peerage nya berkumpul. "ah begini lebih baik" ujar Kaguya sembari duduk di sofa, dan di ikuti oleh Naruto.

"jadi bisa kita mulai pemicaraanya ?" dan di balas anggukan oleh Kaguya.

"tidak akan lama lagi..."

.

.

.

.

.

NORMAL MINDSCAPE.

Naruto membuka matanya dengan perlahan. Lalu melihat ke arah kesebilan Bijuu yang masih tidak bisa bergerak, Naruto pun menjetkan tanganya. Dan seketika segel yang membuat kesembilan Bijuu itu pun bisa bergerak kembali. 'Aku tidak boleh membuat yang lainya khawatir.'

Natuto pun melompat dari atas kepala Juubi, dan berjalan ke tempat kesembilan Bijuu. "Yo minna, gomen aku tadi memakai segel Rikkudou kepada ka..."

Pletak

"ITTAIII !" teriak Naruto karena terkana jitakan dari Kurama.

"YO MINNA NDAS MU !" potong Kurama yang marah atas perlakuan Naruto. "APA MAKSUDMU HAH BOLA BULU ?!" protes Naruto. "HAH... APA MAKSUDMU ? ITU BALASAN KARENA KU MEMAKAI SEGEL MENYEBALKAN ITU !" Balas Kurama tidak mau kalah. Kini wajah Naruto dan Kurama sudah sangat dekat. Bukan karena akan saling mecium, melaikan tatapan seperti mereka sedang memperebutkan gadis. Dengan munculnya percikan listrik dari Naruto maupun Kurama. Menandakan tidak ada yang mau mengalah.

"hahhh... kalian itu. Tidak bisakah kalian damai untuk sesaat ?" tanya Chomei. ""TIDAK"" jawab Naruto dan Kurama bersamaan. ""JANGAN MENGIKUTI PERKATAAN KU"" lagi-lagi dua patner itu berbarengan. ""KAU..."" dan keduanya pun memalingkan wajah masing masing.

"kau dan Kurama sangat dekat ya Naruto" ucap tiba-tiba seorang perempuan berambut putih panjang. Kesembilan Bijuu yang mendengar suara perempuan dari belakang Naruto pun langsung bersiaga dengan membuka mulut, menyiapkan serangan penghancur masal masing masing.

"AHHH COTTO MATTE MATTE" teriak Naruto kepada setiap patnernya, sembari berdiri di depan Kaguya. Kesembilan Bijuu pun membatalkan serangan mereka. "APA YANG KAU LAKUKAN ? APA KAU INGIN MATI DI TANGAN NENEK SIALAN ITU HAH ?" teriak Kurama yang melihat Naruto melindungi Kaguya. Kaguya yang mendengar Kurama memanggilnya dengan sebutan Nenek, membuat urat di dahinya sedikit berdenyut. "siapa yang kau...". "dia bukan lagi musuh seperti di dunia Shinobi. Kini Kaguya ada di pihak kita." Sanggah Naruto.

"hah.. ? apa aku tidak salah dengar." "kau tidak salah dengar Kurama, baiklah akan aku jelaskan mengapa kini dia ada di pihak kita." Raut wajah Naruto pun berubah serius. "awalnya akupun tidak percaya. Tapi..." . " sudahlah Naruto, biar aku yang menjelaskanya, lebih baik kau menyapa gadis dari keturunan anaku. Kini ia sedang ada di depan pintu kamar yang kau tempati."

"ah arigatou Kaguya. Kalau begitu aku pergi, Minna jaa." Dengan begitu Naruto berubah menjadi serpihan cahaya.

.

REAL WORLD

Naruto membuka mata secara perlahan. Lalu turun dari kasur dan berjalan ke arah jendela. 'aku tidak percaya jika dia akan melakukan itu.' Batin Naruto sembari menatap langit.

Ceklek

Pintu ruangan itu pun terbuka, menampakan siapa yang telah membukanya. Hinata yang membuka pintu tersebut kini menatap Naruto yang sedang memandang langit dengan air mata yang siap meluncur darin pipi lembutnya. Hinata berlari ke tempat Naruto,

Grep

Naruto yang sudah tau siapa yang memeluknya hanya diam. "Yokatta...hiks yokatta, kau sudah siuman...hiks...Naruto-kun." Naruto hanya tetap diam. Merasa ada yang aneh dengan Naruto. Hinata pun memanggil Naruto. "Naruto-kun."

"gomen Hinata, gomen. Aku hanya menyusahkan mu saja." Hinata yang masih memeluk Naruto hanya menaikan sebelah alisnya tanda ia tidak mengerti apa yang di bicarakan Naruto. "apa maksudmu, Naruto-kun ?" Naruto pun melepaskan tangan Hinata yang sedang memelukanya. Kemudian berbalik menatap Hinata. "aku sudah atau semuanya dari Juubi..." Naruto tetap memanggil Kaguya dengan panggilan Juubi. Karena jika ia memanggilnya dengan nama Kaguya, itu bisa menibulkan banyak masalah. Terutama dengan Sasuke yang telah susah payah menyegel Kaguya bersama nya, tapi malah Naruto sendiri yang teah membuka segelnya.

"... selama aku pigsan kau memberikan chakra mu setiap hari agar aku tidak kehabisan Chakra..."

Grep

"...gomen aku selalu menyusahkanmu. Tapi kau jangan menolongku lagi dengan cara seperti itu. Itu terlalu beresiko. Kau bisa mati kehabisan Chakra." Hinata hanya terbengong dengan Naruto yang sedang memeluknya. Namun itu tidaklah bertahan lama, Hinata membalas pelukan Naruto. "iie, kau tidak menyusakan ku Naruto-kun. Karena itu adalah kemauan ku sendiri..."

"... aku akan menyelamatkan mu, aku selalu menangis, dan bahkan menyerah sebelum mencoba..." Naruto hanya diam, mendengarkan perkataan Hinata. "...aku selalu membuat pilihan yang salah. Tapi Naruto-kun menolongku untuk menemukan jalan yang benar. Aku selalu mengejarmu, ingin pergi bersama mu.. aku ingin berjalan di sampingmu sepanjang waktu..."

"...aku ingin seslalu berada di sisimu. Kau telah merubahku, senyum mu lah yang telah menyelamatkan ku. Karena itulah akutidak takut mati. Jika aku bisa melindungimu. Itu karena...

"...Naruto-kun wa daisuki dakara."

Naruto yang mendengar tutur kata dari Hinata pun hanya terbegong. Ia mengingat kata-kata itu, kata-kata Hinata saat melawan Pain Tendou. Naruto semakin membenamkan kepalanya di pudak Hinata.

Sementara itu tanpa Hinata dan Naruto ketahui. Rias sedang mmenangis di balik pintu. 'kenapa kenapa... kenapa hati ku ini sangat sakit saat melihat Naruto dan Hinata berpelukan seperti itu. Apakah aku menyukai Naruto ?' Rias yang sedang menangis bertanya kepada dirinya sendiri.

Kembali kepada Naruto dan Hinata. " yang aku takutkan hanyalah kehilangan mu Naruto-kun." Lanjut Hinata. Hinata mengeratkan pelukanya kepada Naruto. " kau terlalu baik kepada ku Hinata." Hinata hanya diam. " ah aku sampai lupa..." Naruto melepaskan pelukanya kepada Hinata. " apa yang kau lupakan Naruto-kun ?" Hinata kini menatap Naruto.

" aku lupa untuk mencari keturunan Otsutsuki. Karena mereka yang katanya akan membawa sebagian besar Chakraku." Jelas Naruto. " ah apakah ini yang kau makasud Naruto-kun ?" ujar hinata sembari menunjukan buah yang berbentuk seperti puncak pohon Shinju sebelum mekar. "bagaimana itu bisa ada di tangan mu Hinata ?"

"ceritnya panjang. Dan yang kau cari adalah kami. Aku dan juga Sasuke." Ujar Hinata sembari menyodorkan buah Chakra itu kepada Naruto. Namun saat Naruto akan mengambilnya. Buah itu tiba-tiba saja hilang. "kemana buahnya ?" tanya Naruto yang kaget, begitupun juga dengan Hinata.

"jika kau menginginkan buah ini. Bertarung lah dengan ku hingga sekarat." Naruto dan Hinata pun berbalik ke arah suara tersebut datang. Dan kini Naruto dan Hinata lihat adalah Sasuke yang sedang memegang buah yang berisi Chakra Naruto.

"ayolah Sasuke jangan bercan..."."aku tidak bercanda Naruto. Jika kau tidak ingin bertarung dengan ku. Aku akan menghancurkan buah ini." Potong Sasuke dengan Sharingan dan juga choku-tomoe Rinnegan yang sudah aktif.

"Sasuke apa yang kau lakukan. Cepat kembalikan buah itu, karena jika Naruto-kun tidak memakan bua...KYAAA"

BRAKKK DUARR.

"cih berisik sekali" ucap Sasuke dengan wajah tanpa dosa. "teme, apa yang kau lakukan hah!" bentak Naruto yang melihat Hinata terhampas keluar, membuat dinding kamar tersebut hancur.

.

.

Beberapa saat sebelum Hinata diserang.

Di ruang tempat seluruh anggota ORC biasa sedang berkumpul. Terlihat jika Akeno dan juga Koneko sedang bermain catur, dan Asia yang sedang memperhatikan permaina akeno dan juga Koneko. Sedangkan Issei sedang memaksa Kiba memberi tahukan rahasia mengapa ia bisa digeromboli oleh siswi siswi cantik yang ada di sekolah. "ayolah Ikimen (bener ga ?), apa rahasianya" Kiba hanya terkekeh. " aku tidak memiliki rahasia tentang bagaimana aku bisa di geromboli oleh wanita, Issei-kun." Issei yang tidak percaya terus memaksa Kiba. "aku tidak percaya, ayolah apa rahasianya ?" pinta Issei dengan nada memelas. "gomen Issei-kun, tapi aku berkata jujur." Issei tiba-tiba saja menjadi lemas. "kau jahat iki..."

KYAAA

BRAKKK DUARR.

Seluruh anggota ORC yang ada di ruangan itu pun di kagetkan oleh suara teriaka Hinata dan juga ledakan yanng asalnya dari kamar yang di tempati Naruto.

.

.

Kembali ke tempat Naruto dan Sasuke.

Rias yang berada di luar kamar dengan cepat masuk kedalam, dan dengan cepat mengedarkan pandanganya. Ia melihat Naruto sedang menatap Sasuke dengan marah. Namun yang di pandang hanya menatapnya dengan datar. "apa yang terjadi disini. ?" tanya Rias.

"heh masih ada pengganggu yang datang rupanya. Sebaiknya kau enyah dari sini." Sasuke merentangkan tanganya kearah Rias. Tahu apa yang akan DI lakukan oleh Sasuke, Naruto pun dengan cepat mengunakan Hiraishin nya untuk menyelamatkan Rias.

WUSHHH BRAKKK

ARGHHH/KYAAA

"apa kau baik-baik saja Rias ?" tanya Naruto tanpa melihat Rias, karena tatapanya tertuju kepada Sasuke. "ya..yah aku baik-baik saja. Tapi yang lainya." Rias melihat kearah ia berdiri tadi. Di ikuti oleh Naruto. Dan yang mereka lihat adalah sisa anggota ORC yang sedang terkapar.

"oh kau beruntung sekali di selamatkan oleh Naruto." Ujar Sasuke. Naruto pun menurunkan Rias yang sedang ia pangku.

Wushh

Naruto mengaktifkan mode Ashura Chakra modenya. "sebaiknya kau sembukan mereka, dan juga Hinata yang terlempar ke luar. Biar Sasuke aku yang mengurusnya." Sasuke yang mendangar ucpan Naruto pun. Tersenyum licik.

"baiklah aku tunggu kau di hutan saat aku dan gadis Byakugan itu datang." Dengan itu Sasuke pun masuk kedalam lubang dimensi yang di buat oleh mata kirinya. Melihat itu pun, Naruto melakukan hal yang sama.

Rias yang melihat kepergian Naruto pun hanya dapat berguman. "tunggulah Naruto. Aku dan Peerage ku akan menyusul."

.

.

.

Di hutan kota Kuoh yang sudah kembali seperti sedia kala pun tercipta dua lubang dimensi. Dan memunculkan dua orang pemuda dengan warna rambut yang berbeda. Mereka adalah Naruto dan Sasuke.

"apa mau mu hah, teme ?" tanya Naruto kepada Sasuke. Namun bukanya menjawab pertanyaan Naruto. Sasuke malah meleparkan buah yang berisi Chakra Naruto. "makanlah, aku tidak ingin melawan mu dengan keadaan yang menyedihkan seperti itu."

Naruto pun menangkap buah Chakra yang di lemparkan oleh Sasuke. "aku tidak ingin melawan mu, karena kau adalah temanku."

"cih..kau banyak bicara seperti biasanya." Dengan capet Sasuke melesat ketempat Naruto. Menghunuskan pedang kusanaginya tepat di jantung Naruto. Namun dengan reflek yang dimilikinya Naruto meghindari serangan Sasuke. Namun seragan Sasuke tidak sampai disitu.

Sasuke pun dengan cepat menancapkan Kusanaginya ketanah, lalu melaukan tedangan memutar dengan kusanagiya sebagai tumpuan. Sial bagi Naruto, karena posisi Naruto yang masih melayang. Membuatnya terkena tendangan Sasuke yang telak mengenai perutnya. Membuat Naruto terdorong hingga menabrak pohon hinga tumbang.

Ohokk

Naruto tebatuk. "aku tidak akan melawan mu, Sasuke" ujar Naruto yang bangun dengan susah payah, karena keadaanya yang masih belum pulih sepenuhnya. "kau..." Sasuke yang sudah geram dengan tingkah Naruto mengangkat Kusanaginya. Dan...

Ohokkk

Tiba-tiba saja Naruto sudah terusuk oleh Kusanagi milik Sasuke. "kau masih saja tidak berubah Naruto. Kau sangat naif untuk seukuran pahlawan dunia Shinobi."

Arghhh

Dengan kasar Sasuke mencabut Kusanaginya yang menancap tepat di jantung Naruto. Lalu menendang Naruto lagi dengan tenaga penuh. Membuat Naruto kembali tedorong dan menabrak bebatuan hingga hancur. "kau sangat memalukan, Naruto."

Kurama yang melihat patnernya yang diam tanpa melakukan serangan balasan pun dengan cepat mengambil alih tubuh Naruto dan juga menyembuhkan lukanya. "kau sangat menyedihkan, gaki. Lebih baik aku yang melawanya." Dengan itu Naruto yang sedang di kendalikan oleh Kurama pun bangkit. Dan memakan buah yang sedang Naruto genggam.

"heh mungkin lebih baik melawan mu dibandingkan Naruto, Rubah." Ujar Sasuke yang entah sejak kapan menjadi maniak bertarung seperti pendahulunya.

Naruto yang sedang si kendalikan oleh Kurama pun selesai memakan buat Chakra tersebut. Dan tiba-tiba saja ledakan chakra putih sangat besar keluar dari tubuh Naruto. Sasuke yang merasaknya ledakan Chakra tersebut menyeringai, meski tak di sadari ia pun melangkah mundur sedikit dari tempatnya.

Dan saat ledakan Chakra tersebut hilang. Memperlihatkan wujud Naruto yang di selimuti oleh Chakra putih. Dengan mata ketiga yang sudah terbuka. "ayo kita mulai permainanya." Ujar Kurama yang mengendalikan Naruto.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Kembali dengan fic abal ini. Gomen buat yang udah nunguin fic ini. Soalnya author susah dapet inspirasi buat nerusinnya hahaha. Oke jangan banyak omong lagi.

Review Answer.

Shinju: duh ga bisa janjiin up cepet, gomen ya. Kalo buat pair ane pikir pikir dulu. Belum kepikiran soalnya.

Christian: kayanya sih single pair. Soalnya kalo harem kuran enak di liatnya. (gomen bukanya ngeledek fic yang harem. Tapi itu hanya pandangan ane aja)

Laffayate: kayanya ga akan ada harem kalo buat Naruto.

Agoes: liat aja kedepanya hehehe

Dedek dwipayana 2: liat nanti aja kalo masalah pair.

UzuNami Tara 217 : Sasuke di idupin lagi sama Rikkudou buat nemenin Hinata ke dimensi DxD. Liat aja kelanjutanya kalo masalah itu hehehe. Udah, tubuhnya udah di ambil sama Rikkudou. Terus tubuhnya di jadiin Chakra dan setelah itu di... ah gampangny aja. Tubuhnya di jadiin buah Chakra. Kaya momoshiki nyerap Kinshiki pake rinneganya.

Yustinus224: yoyoy bro.

Bayu (Guest) : kekurangan Inspirasi dan penyakit males nya kambuh hehehe. InsyaAllah gakan Dis hehehe

Kazugaya Dragneel : masih rahasia hehehe.

Fadjar: liat aja nanti kalo masalah pair Naruto.

Noname (guest) :ane pikir pikir dulu ya.

Umaru imotou: hahaha ane pikir pikir dulu ya.

Lucifer (guest): ane pikir pikir dulu. Masalah sudi atau engga liat aja nanti hehe. Dan buat Sasuke...masih rahasia hahah

KuroYuukiHime (guest): haha ga akan ko, Naruto Single pair. Untuk pair itu masih rahasia hehehe. Hahah Arigatou.

: udah kejawab di chapter ini. Dan juga Hinata bakalan jadi salah satu Character penting dalam alur cerita kedepanya. Ya emang rencana ane buat bikin Naruto single pair. Oke oke ane tampung dulu masukanya.

.

.

.

Gomen kalo ada review yang ga kebales. Tolong review ya jika reader-san punya keluhan atau masukan buat fic ane. Oke Ashura-Ootsuki out