I.M sekuat tenaga mendorong bahu Jooheon. Tapi jooheon semakin menggila. Hingga I.M tak punya pilihan lain selain menggit bibir Jooheon agar pemuda itu menghentikan aksinya.

Pagutan keduanya terlepas, dengan napas tersengal I.M berdiri dari jongkoknya dan berlari dengan kencang menuju kamarnya. Jooheon meringis merasakan darah anyir merember dari bibir nya yang terluka.

"Shit... kembali kau anak sialan...! " Maki Jooheon sambil berlari mengejar I.M

Kegiatan kejar mengejarpun terjadi. Belum sempat mengapai daun pintu kamar, jooheon sudah meraih tangan I.M dan merangkul pundak nya dari belakang. Ternyata tanganya tak tinggal diam, sambil memeluk canghyun ia juga meremat dada canghyun.

Canghyun Menggeliat, memerosotkan tubuhnya dan mambuat jooheon kewalahan. Tindakan I.M nyatanya tak sia sia. Setelah terlepas dari Jooheon, ia berusaha lari .

Sampai di ujung pintu, dengan cepat I.M menutupnya tanpa mengetahui tangan Jooheon yang tercepit celah pintu dan menciptakan teriak pilu dari empunya.

Kihyun tergopoh dengan panik saat mendengar teriakan Jooheon dari dalam dorm. "Astaga...ada apa ini...!" sentak kihyun melihat jooheon berteriak kesetanan sambil menendang nendang dan mengedor gedor kan tangan kirinya didepan kamarnya dan I.M.

"Arrrgghhh...!" Jooheon berjongkok memegangi tangan kanan nya yang terjepit saat I.M membuka pintu melangkahinya dan berhambur kedalam pelukan kihyun.

"Hiks...hiks... hyu...hyuuuung... huuuugh... huuuugh..." I.M terisak dalam pelukan Kihyun

Kihyun semakin panik, bagai mana tidak panik saat kau melihat dua bayi besar yang sama sama menagis sekarang. Canghyun yang menagis sambil memeluk nya erat, dan Jooheon yang berguling guling dilantai menagisi jari jari malang nya itu.

.

.

.

.

.

Normal POV-Malam hari Dorm Monsta

"Jadi bisa kau jelaskan apa yang terjadi...? " selidik Shownu yang menginterogasi anak bandelnya itu.

"Appa... aku ini sedang sakit... jangan pandangi seperti itu..." Manja Jooheon sambil mengerucutkan bibirnya.

"Baiklah... kalau begitu sini appa patahkan sekalian. Biar mati rasa..."

"Aiiissssh... appa, ini salah anak sialan itu. Dia sangat benci padaku ... lihat ...dia sudah berani melukai jari jariku..." rajuk Jooheon sambil menunjukkan jari tangan nya pada Shownu dan meniup niup jari nya sendiri.

"kau yakin tidak sebaliknya...? " ejek Shownu

"Sudah lah... anak itu benar benar kelewatan... hari ini dia sudah mulai berani melukai maknae gagal kita, lalu besok...kita tidak akan tahu apa yang dia berani lakukan...!" Hyungwoon memperkeruk keadaan.

"Kita harus beri dia pelajaran... " Geram wonhoo yang tidak terima adik tersayang nya terluka.

Merasa jengah, shownu melangkah keluar dari kamarnya yang dijadikan tempat rapat dadakan itu.

Di dapur ia melihat Minhyuk memandangi segelas susu dengan linglung. Sangat tak tega saat sesekali Minhyuk menghela nafas sambil terpejam.

"Tidak baik menyia nyiakan makanan..." Shownu merebut gelas ditangan Minhyuk dan meminum susu itu.

"itu minuman..." ralat Minhyuk yang dibalas senyuman oleh shownu.

"Sampai kapan hyung...?"

"Hah...? " tanya Shownu melongo.

"Sampai kapan aku harus seperti ini... dia benar benar menjadi benci padaku..." Minhyuk meremat rambutnya.

Shownu diam, dia diam seakan tak mendengar ocehan Minhyuk dan mencoba mengalihkan pembicaraan. "Aku dengar di dekat dorm kita ada-..."

"Huuuuksss...hukssssss..." ucapan shownu terpotong oleh tangis Minhyuk.

"Apa ...apa aku begitu buruk...hiksss... apakah aku begitu buruk sehingga tidak pantas bersanding denganya...apa...apa kurang nya aku Son Hyunwoo...hiksss...apa kurangku... uuuhuuuhuuu..." Minhyuk membenamkan muka di kedua sikunya.

Shownu bingung, ia tak tahu harus berkata apa. "Tidak... kau tak ada kekurangan Hyukiii... kau begitu sempurna...Kau sangat sempurna..."

"Tapi kenapa...? Kenapa dia selalu menolakku... kanapa...!" Tampak Minhyuk tak sangup lagi mengendalikan amarahnya.

"Ini sakit...huuuuks...sakit sekali hyung...,, Huuuuuhuuuhuuuuu..." isak Minhyuk dalam pelukan Shownu. Ini bukan pertama kalinya. Bahkan ini keseribu sekian kalinya minhyuk menangisi Kihyun.

Shownu benar benar sudah bosan mendengar nya. Anni bukan bosan tapi lelah tepatnya.

.

.

.

.

.

Normal POV-Dorm Got7

Malam yang kisruh tidak hanya dirasakan dalam dorm Monsta, namun itu Nampak nya juga menular pada dorm sepermainanya.

"Maaf hyung, aku berjanji ini tak akan terulang lagi…" Bungkuk sang leader pada manager.

"Hah…aku harap ini yang terahir. Kau selalu saja begitu. Jangan menjanjikan sesuatu jika kau tak bisa menyanggupi Jaebum-ah." Berlalu pergi dan mengebrak pintu. Itulah salam penutup dari manajer terhormat mereka .

"Kim-…!" -JB teriak

"Aku lelah hyung….ingin istirahat….." ucap maknae memotong JB dan hendak melangkah meninggalkan ruang tamu.

"Kau setidaknya minta maaf….." - Jakson berujar

"Untuk apa…" Yugyeom membalas

"KIM YUGYEOM…!" -Jinyoung

"Tenanglah…." Mark berujar dengan mengusap bahu Jinyoung.

"Jadi kau tak merasa bersalah dengan semua ini….. kau bahkan tidak malu….?" Pertanyaan Bambam yang lebih mengacu pada sebuah sindiran.

"Ha…..ha….ha….ha…..ha….ha….ha…. huuuuuuuh….apa aku sedang di hakimi sekarang….?" Yugyeom bertanya dengan senyum miring diwajahnya.

"Giyomiiii, jika kau memang tak mau minta maaf dan juga mengakui salah mu, kami tak apa. Tapi….cobalah kau mengerti, kami begitu khawatir. Kami bahkan terjaga sampai tengah malam. Kami benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi pada maknae kami…" Yongjae berusaha bicara lembut.

"Maknae, kau tahukan bahwa terlalu sering minum alcohol itu tak baik untuk kesehatan. Dan juga, jika setiap hari begini kau pergi ke clubbing, lalu ada paprazi yang mengambil gambarmu….bagai mana? Untung saja tadi yang kau tabrak itu bahu jalan. Bagai mana jika itu orang, kau bisa di tuntut penjara….." JB ceramah pamjang lebar

"Iya Giyomiii, kalau kau dalam keadaan mabuk, kenapa tidak telpon kami untuk menjemput. Sangat berbahaya jika mabuk sambil mengemudi begini kan…."Mark menyahuti.

"Jika aku menelpon, adakah diantara kalian yang akan menjemput….? Setahuku kalian sering tak ada di dorm. Dan lagi… sejak kapan kalian jadi peduli padaku. Bukan kah selama ini kalian tak pernah memperhatikanku. Kalian hanya peduli pada urusan kalian masing masing….. Annia…..?" Tanya yugyeom dengan setengah mabuk.

"Giyomiii….."Jinyoung

"sudahlah hyung….aku tahu, kalian ini orang sibuk. Hyung deul sangat sibuh, jadi tidak ada waktu untuk mengurusku. Oh….maaf aku tak seharusnya bilang begitu. Aku cukup tahu diri hyung…tenang saja….aku tak menuntut apa pun….." Yugyeom berlalu kedalam kamar tanpa mempedulikan panggilan hyung deul nya.

"Giyoumiii…." JB mengejar sebelum sebuah tangan menghalaunya.

"Biar aku yang bicara padanya….." Bambam menyusul roommate nya.

-Tbc-