Title: Bitter Sweet Love
Author: failedssaeng & heeyeoreumi
Genre: Angst Romance
Pairing: Shim Changmin x Cho Kyuhyun~ ChangKyuisREAL! :p
Cast: Shim (Siwon, Heechul, Changmin) Cho (Yunho, Jaejoong, Kyuhyun) Lee (Yoochun, Junsu, Sungmin) and other cast
Rating: M / NC21
Warning: typo, OOC, GS, BoysLove / Yaoi, MPreg, creepy bahasa!
Chapter 10
[background music: Jay Park – I Can't Be Without You & Secret's Song JiEun – False Hope]
#KyuhyunPOV
Setelah kejadian itu, Changmin tak pernah memaksakan kehendaknya terhadapku. Sekalipun ia sedang ingin melakukannya, ia selalu meminta izin ku terlebih dahulu. Kalian tau? Aku pasti menolaknya. Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yang memercayai sex hanya akan terjadi sesudah ikatan pernikahan berlangsung. Walaupun mengecewakan, aku hanya bisa memuaskan nafsu nya melalui ciuman dan blowjob, tak lebih, aku tak mau mengecewakan kedua orang tua ku dengan hamil di luar nikah. Inilah alasan mengapa aku mempunyai kondisi tubuh lebih lemah dari pada yeoja normal, karena pada dasarnya aku bukan namja normal, aku memiliki rahim di dalam diriku dan pasti akan hamil bila melakukan hubungan sex, Changmin mengetahui hal tersebut, menerimaku apa adanya, malah dia terlihat senang ketika ia mengetahui fakta bahwa aku adalah namja aneh, ia berkata 'itu lebih baik, kita bisa mempunyai anak sendiri ketimbang mengadopsi bukan?'
Changmin pun tak pernah protest akan keputusan yang aku buat, ia menghormati ku. Tapi sejak saat itu pula ia menjadi seorang yang lebih berani, berani menunjukkan bahwa akulah kekasihnya. Ia tak pernah malu menggandeng tanganku, sekedar memelukku bahkan menciumku di depan umum. Aku pernah bertanya mengapa ia berubah, seingatku Changmin bukan tipe namja yang suka menunjukan ekspresi nya di depan umum, ia hanya tersenyum dan tertawa di depan ku dan keluarga nya termasuk Daiki, selebihnya terutama di kantor ia lebih suka memasang wajah stoic nya, ia bukan tipe orang yang suka berada di dalam keramaian, dan Changmin hanya tersenyum lantas berkata 'karena aku belum bisa memilikimu sepenuhnya, aku hanya ingin semua orang tau bahwa kau adalah milikku' benar benar namjacingu yang sangat posesif kan?
Dan hal yang tak ku sangka terjadi, Siwon appa koma setelah beberapa orang mencoba menyerang nya di dalam rumahnya sendiri. Ia mendapat dua tusukan tepat di punggungnya ketika ia mencoba melindung Chullie umma yang hampir terbunuh oleh orang – orang tersebut. Siwon appa dulunya memang salah satu yakuza terkuat di Jepang, tapi ketika Changmin beranjak dewasa, ia membersihkan segala pekerjaan kotornya dan berhenti menjadi mafia, ia tak mau anaknya nanti menjadi sepertinya, selalu bermain – main dengan darah. Ia ingin anaknya mempunyai keluarga yang bahagia tanpa harus repot memikirkan pembunuh – pembunuh bayaran yang akan selalu mencoba melukai keluarga nya.
Ketika Siwon appa turun dari jabatannya dan memberikan Shim Group kepada Changmin, Changmin sempat bertengkar dengan appanya. Siwon appa lebih memilih tinggal di sebuah flat kecil nan mewah di pusat kota Jepang, Tokyo, bersama Chullie umma dan menikmati hari tua nya dengan tenang di sana, tapi Changmin bersi keras meminta keluarga nya tinggal di flat yang terletak di dalam Shim Palace dengan alasan keamanan. Changmin sadar betul masih banyak mafia – mafia yang manaruh dendam terhadap appa nya walaupun appa nya sekarang adalah orang terhormat yang bersih dari segala kejahatan kotor. Siwon appa menolak dan lebih memilih untuk tinggal di dalam flat nya, Changmin pun menawarkan bodyguard untuk menjaga mereka, tapi Siwon appa masih tetap menolak, ia beralasan bahwa ia tak setua itu, ia masih kuat untuk sekedar melindungi dirinya dan Chullie umma, bagaimanapun juga Siwon appa pernah menjadi orang terkuat pada saat ia menjabat menjadi yakuza.
Chullie umma yang hanya mendapat beberapa memar di tubuhnya, selalu setia menemani Siwon appa di rumah sakit. Sejak lulus kuliah, umma dan appa tak mengijinkan ku untuk bekerja di perusahaan, mereka bilang aku cukup menjadi istri yang baik karena nanti nya Changmin lah yang akan mengurus perusahaan Cho Corp atau sekarang lebih dikenal sebagai YJ Corp, jadi disini lah aku, sebagai kekasih yang baik menemani namjacingu ku melakukan tugasnya sebagai anak yang berbakti mengunjungi orang tua nya di rumah sakit di Jepang. Aku yang memang mempunyai toleransi buruk terhadap bau obat – obatan, tak pernah berhasil menemui Siwon appa di dalam kamar rawat nya, aku biasanya hanya akan menunggu di depan kamar rawat nya dengan wajah pucat khas Cho Kyuhyun.
Sampai suatu ketika Changmin mengajakku menjenguk appanya dan malah membawaku masuk kedalam sebuah bangunan mewah, dan ketika aku bertanya ia hanya menggengam tangan ku sambil mengelus jari telunjuk ku menggunakan ibu jarinya. Aku pun menemukan bahwa seminggu setelah aku dan Changmin sampai di Jepang, Siwon appa di pindahkan ke flat nya. aku mengira akulah penyebabnya, karena Chullie umma adalah orang yang kelewat pengertian aku kira ia dan Changmin memindahkan Siwon appa kembali ke rumahnya dengan alasan supaya aku bisa menjenguk Siwon appa, selama ini aku tak pernah berhasil masuk ke ruang rawat karena tak tahan dengan bau obat, ternyata bukan, Chullie umma bosan dengan kondisi rumah sakit ia merasa lebih nyaman merawat Siwon appa di flat miliknya sendiri.
Setelah kejadian itu, Changmin menjadi orang yang paranoid. Ia membeli bangunan tempat dimana flat appa nya berada, dan menjadikan bangunan itu sebagai rumah nya dan beberapa orang kepercayaannya. Ia memperketat penjagaan gedung tersebut sekaligus memberikan tempat tinggal khusus untuk para dokter yang merawat appa nya satu lantai di bawah flat orangtua nya. aku dan Changmin tinggal di lantai dua belas, lantai teratas gedung tersebut, tepat satu lantai di atas flat orangtua nya. walaupun aku dan Changmin belum menikah, kami tetap tidur seranjang, selama ini Changmin tak pernah berbuat macam – macam terhadapku, dan aku mempercayainya. Sejak kejadian percobaan pembunuhan ini, Changmin memfokuskan pekerjaannya di Jepang. Umma dan appa beberapa kali terbang ke Jepang untuk sekedar mengunjungi ku dan Siwon appa, selebih nya mereka fokus bekerja di Korea.
Sudah lebih dari tiga bulan aku tinggal di Jepang, seminggu yang lalu Siwon appa sudah sadar dari koma nya dan ia sudah bisa berkomunikasi dengan ku dan Chullie umma tapi ia masih di haruskan untuk berbaring di tempat tidur karena tulang rusuknya yang patah belum pulih benar. Aku kira Changmin akan berubah ketika Siwon appa sadar dari koma nya, aku kira Changmin hanya mengalami stress dan depresi ringan akan kejadian yang terjadi beberapa bulan yang lalu, tetapi aku salah, ia masih menjadi Changmin yang dingin. Jika kalian bertanya apa dan mengapa Changmin berubah, ya, ia berubah. Ia menjadi orang yang dingin, bicara seperlunya, tak terkecuali ummanya sendiri dan aku. Ia tak pernah tersenyum atau memelukku seperti dulu. Alasannya? Aku tak tau mengapa. Changmin yang berdiri di depanku sekarang seperti bukan Changmin yang ku kenal, bukan namjacingu ku, hanya orang asing yang tinggal satu atap denganku.
Entah mengapa hari ini aku merasa bosan, aku tak ingin makan makanan yang tersedia di café gedung ini, aku ingin suasana baru. Aku mengambil jaket hitam kesayanganku dan kunci Hyundai Santa FE milikku lalu turun menuju flat Chullie umma melalui emergency exit, siapa tau umma mau makan siang bersama ku, namun Chullie umma menolak ajakanku dan lebih memilih di belikan satu pitcher ice cream vanilla. Setelah pamit aku melajukan mobilku keluar dari gedung yang kepemilikannya sudah berubah menjadi milik Changmin, The Shim's Quarter. Tujuanku adalah café yang terletak dekat Asakusa Temple, Daiki pernah bilang makanan disana cukup lezat dan café tersebut adalah salah satu café favourite Changmin. Aku mengunyah makanan ku pelan sambil menikmati pemandangan yang ada, sesekali memikirkan Changmin, jujur saat ini aku sangat rindu dengan Changmin, rindu dengan perlakuan manis serta perhatian nya terhadapku yang akhir – akhir ini sama sekali tak kudapatkan.
Ketika aku keluar dari toilet, aku melihat Minho, Minho tak pernah akrab denganku apalagi setelah ia tau bahwa aku adalah kekasih Shim Changmin, aku tau ia menyukai Changmin ku, walau terkadang ia ketus terhadapku, aku tak pernah menganggapnya sebagai ancaman atau musuh, aku mengaggapnya sebagai adikku sendiri. Minho adalah anak dari orang kepercayaan Siwon appa, Onew ahjusshi dan Key ahjumma, karena itu aku maklum bila Minho mengaggap perhatian Changmin terhadapanya melebihi seorang adik dan kakak. Tapi aku tak pernah meragukan Changmin, karena Changmin sendiri lah yang menyatakan bahwa ia tak pernah menganggap Minho lebih dari seorang adik yang hobby membuat onar.
"Minh–" lidahku kelu saat melihat Minho menghapiri namja yang tak lain dan tak bukan adalah kekasihku. Aku tak ingin asal menuduh, aku kembali ke tempat duduk ku dan memerhatikan mereka berdua. Minho bergelut manja di lengan Changmin, aku tak bisa melihat ekspresi Changmin karena mereka berdua duduk membelakangi ku. Aku terus memperhartikan mereka, pada awalnya aku hanya mengira Changmin menemani Minho makan siang, karena memang Minho selalu memaksakan kehendaknya pada Changmin, aku tetap berusaha berfikiran positif sampai akhirnya aku tak tahan, demi Tuhan! Shim Changmin itu kekasihku, Minho! Kenapa kau berani – berannya melakukan hal itu..? ku keluarkan beberapa yen dari dompetku dan menaruhnya di atas meja lalu bergegas keluar dari café tersebut. Naas nya aku ditabrak oleh seorang pelayan yang sedang membawa piring kotor dan tangan ku tak sengaja tergores oleh pisau steak yang terjatuh dari nampan pelayan tersebut.
Pelayan tersebut berkali – kali membungkuk meminta maaf padaku, namun tak ku hiraukan karena aku sadar, sadar betul bahwa Changmin dan Minho sedang menghampiriku. Tanpa sadar cairan bening membasahi pipiku, aku berlari menuju mobilku tanpa menghiraukan tangan ku yang berdenyut perih dan darah yang terus menetes akibat goresan pisau tadi. Changmin menarik paksa tangan ku mencegahku membuka pintu mobil.
"Kyu.."
"lepaskan aku Min, aku lelah, aku ingin pulang.." ya aku lelah dengan semua ini, aku ingin kembali ke Korea, aku lelah dengan sikap dingin mu "kalau kau ingin ngobrol, nanti saja ketika kau sudah sampai di rumah, aku benar – benar lelah dan butuh istirahat.." ku hapus airmataku dengan tangan kananku, lalu menghadap Changmin dan menatap mukanya sambil tersenyum
"Kyu.. biarkan aku menjelaskan semuanya, ini tak seperti apa yang kau pikirkan.."
Aku hanya tersenyum mendengarnya, walaupun dia berhak membela diri, aku hanya tak ingin mendengar apapun sekarang. Kulepas genggamannya dan ku banting pintu mobil tepat di depan mukanya, melaju kencang meninggalkan dirinya yang masih terjebak dalam lamunannya
Air mata ini tak berhenti mengalir, pandangan ku buram terhalang oleh tetesan airmata ku, ku cengkram stir mobil ku berharap hal itu dapat mengalihkan amarah dan rasa kecewaku. tubuhku bergetar, menolak potongan – potongan kejadian yang baru saja aku lihat, kugigit bibirku, berharap isak tangis ini akan reda
"dari semua hal yang ku benci, kenapa harus hal itu? Kenapa aku harus melihat kekasihku berciuman dengan orang lain? Dan kenapa harus Minho..?
===BSL===
#ChangminPOV
"hyung, sudahlah~ buat apa kau mempedulikan Kyuhyun-sshi? Dia cuma namja lemah! Baru begitu saja sudah marah, lagi pula jelas – jelas tadi aku yang mencium mu.. dan mengapa dia bisa ada di sini? Bukankah seharusnya dia bersama Chullie ahjumma? Apakah dia membuntuti kita? Berarti dia tidak percaya padamu hyung! kalau saat masih pacaran saja sudah tak percaya padamu, apalagi saat kalian sudah menikah? Tsk, sudah tinggalkan saja namja lemah itu, biar aku yang menjadi namjacingu mu hyung, lagi pula aku lebih bisa dan lebih mampu membantu mu menguruh perusahaan di banding namja lemah itu.." rentet Minho sambil memegang tangan ku, aku tak tau kenapa akhir – akhir ini ia semakin membuat onar, yang jelas mencuri ciuman dengan alasan sebagai hadiah ulang tahun bukan hal yang tepat!
"lepaskan.."
"hyung.. sekali – kali menurutlah padaku~"
"Lepaskan.."
"sudahlah, ayo kita lanjutkan makan siangnya.. aku masi lapar, ja.. kajja!" ucap Minho sambil mencoba menarik ku kembali memasuki café
"LEPASKAN! Berhentilah berbuat onar! Urus saja tunanganmu!" ku tepis tangannya dan meninggalkannya, aku tau aku tak pernah menaikan nada suaraku di depan Minho, tapi perbuatannya kali ini sungguh membuatku marah! Ia sudah punya tunangan, tapi kenapa masih mengganggu ku?
Aku tak pernah melihatnya tersenyum sambil menahan tangis, pemandangan itu cukup membuat hatiku seperti tertusuk belati! Senyuman nya tadi seperti senyuman perpisahan, aku tak mau berpisah dengannya, sungguh, Cho Kyuhyun adalah belahan jiwaku, aku tak sanggup membayangkan bagaimana kehidupanku bila ia tak ada
Ku parkirkan Ferrari ku dan masuk kedalam lift, saat aku menekan nomer lantai flat ku, aku baru sadar bahwa ada noda darah di tanganku, darah siapa? Yang pasti ini bukan darah ku. Ku buka pintu flat ku dan menemukan jejak tetesan darah kering di lantai yang berhenti tepat di atas sofa. Kyunnie? Ia tertidur di atas sofa dengan muka pucat, bajunya penuh dengan bercak darah dan darah segar masih menetes dari tangannya. Kapan? Kapan ia mendapat luka ini? Ku sentuh pipi chubby nya yang basah, ya aku tau ia menangis dan penyebabnya pasti karena aku. Nafasnya terdengar berat, dan suhu badannya dingin sekali..
Kugendong dia a la bridal style dan menidurkannya di atas Kingbed kami, kubersihkan lukanya dan membalut tangannya dengan perban. Ku seka peluh nya yang terus mengalir, wajah pucat nya membuatku semakin merasa bersalah! Aku kembali ke kamar ku dengan membawa beberapa selimut dan menutupi tubuhnya, berharap suhu tubuhnya akan segera normal. Apa aku panggil dokter jaga appa saja? Aku terus bergelut dalam lamunanku, ya, harusnya aku tak membiarkan Kyunnie pulang sendirian karena aku hafal betul, dia akan seperti ini bila mengalami depresi ringan. Ini bukan kali pertama aku menemukan Kyunnie tidur meringkuk dengan suhu tubuh yang sangat dingin.
Aku masuk kembali kedalam kamar dan menemuka Kyunnie yang mencoba bangun dari tempat tidur dan hampir saja mencium lantai bila aku tak menangkap tubuhnya
"gwenchana..?"
"lepaskan aku Min.."
"aku tau kau marah padaku, tapi biarkan aku menjelaskan semuanya.. ini tak seperti yang kau pikirkan, Minho mencium ku, bukan aku yang menciumnya, semua itu terjadi dengan cepat, mungkin kau berfikir ini hanya alasan, tapi sungguh, aku hanya mencintaimu, lagi pula Minho sudah memiliki tunangan.."
Dia hanya diam didalam pelukanku, tak berucap sepatah katapun dan tak bergerak. Tak.. bergerak..? "Kyu.. Kyu.. kau masih bersama ku kan..?" kuguncang pelan tubuhnya, tapi tetap tak ada respon. Kubaringkan tubuhnya di atas Kingbed, dan menyeka peluhnya dengan handuk hangat.
"kenapa kau seperti ini..?" gumamnya dengan mata tertutup, aku terdiam, tak menangkap pesan yang ingin dia sampaikan
"maksudmu?"
"kenapa kau berubah? Kenapa kau menjadi sosok yang tak ku kenal? Kenapa kau kembali menjadi Changmin yang dingin? Kenapa? Apa salahku?" ucapnya sambil meremas bajuku
Kududukkan kembali ia di tempat tidur, ku tatap matanya tak berkata apapun. Ku elus lembut tangannya sambil memikirkan alasan yang tepat
"apakah aku sedingin itu..?"
Hening..
"mianhae.. aku terlalu khawatir pada appa, juga terlalu fokus pada perusahaan, akhir – akhir ini banyak yang membuat ku marah termasuk Minho, aku tak berbicara pada mu karena aku tak mau kau terkena amarah ku.. aku tak mau kau terkena imbasnnya baby.."
"aku ingin pulang.."
Deg..
"apa kau marah..?"
"tidak, aku hanya tak ingin mengganggu mu, aku juga tak ingin berfikir yang macam – macam padamu.. jika aku tetap tinggal di Jepang, mungkin kecemburuan ku yang tak jelas ini akan merepotkanmu.."
"jinjja? hanya karena itu? Kau tak marah padaku?"
"eum!"
"jika ada yang ingin kau tanyakan, lebih baik tanyakan sekarang, aku tak mau terjadi salah paham lagi, tapi stu yang pasti, hati ku ini hanya milikmu Kyunnie" ucapku sambil memeluk tubuh mungilnya dari belakang
"aku percaya padamu.. dan.. maaf.." Kyunnie membalas pelukku dan memainkan jariku mencoba meyakinkanku bahwa ia percaya terhadap kata – kata ku..
"aku yang harusnya minta maaf padamu, maaf telah menjadi namjacingu yang tak peka.." aku memperat pelukkanku, mencium nya pelan tak menuntut apapun, tanpa nafsu, hanya berharap Kyunnie percaya bahwa aku tulus mencintainya..
===BSL===
#KyuhyunPOV
Aku memeriksa iPhone ku yang baru saja bergetar, menandakan ada sebuah pesan singkat masuk ke dalam handphone ku. - maaf aku baru membalas pesanmu chagy~ setelah meeting ini selesai, aku akan ke mansion, aku ingin makan siang bersamamu, love you~ :3 - aku tertawa pelan membacanya, tumben Changmin meng-gombal seperti ini. Jika kalian mengira aku masih bertengkar dengan Changmin, tebakan kalian salah! Setelah kesalahpahaman yang terjadi di antara kami *yang sampai sekarang Changmin anggap adalah pertengkaran terbesar kami* aku pulang ke Korea, menunggu Changmin menyelesaikan pekerjaannya di Jepang.
Sebenarnya Changmin sempat memaksaku untuk tinggal di Jepang menemaninya, tapi aku menolaknya, aku tak mau ada kesalahpahaman lagi, jadi aku memutuskan untuk percaya padanya, dan Changmin tak menyia – nyiakan kepercayaanku. Buktinya ia selalu menceritakan masalah – masalahnya, termasuk juga Minho, aku heran mengapa Key ahjumma tak segera menikahkan Minho dengan Taemin, Minho sudah mulai membuat ku kesal, aku yakin ia hanya main – main dengan Changmin ku, tapi di antara banyak namja, kenapa harus Changmin?
Sudah seminggu berlalu sejak Changmin tiba di Korea tapi sampai sekarang ia belum sempat bertemu dengan ku, alasan klasik, ia harus menyelesaikan semua pekerjaan yang ia tinggalkan selama ia tinggal di Jepang dan hari ini akhirnya aku akan bertemu dengannya, seperti nya semua pekerjaannya sudah selesai
Ku taruh kembali iPhone ku ke dalam saku celana ku lalu kulangkahkan kaki ku menuju dapur. Aku hanya mempunyai waktu dua jam untuk menyiapkan makanan kesukaan Changmin sebelum Changmin datang untuk makan siang bersamaku. Suara khas Junsu ahjumma tedengar dari ruang tamu, sepertinya umma dan Junsu ahjumma sedang melakukan kebiasaan mereka, ya, kebiasaan mereka.. mengobrol di ruang tamu selama berjam – jam, benar – benar kebiasaan para ibu rumah tangga yang tak mempunyai pekerjaan!
#AuthorPOV
Changmin memarkirkan kuda besi kesayanganya di halaman parkir kediaman Cho, lalu hendak masuk kedalam Mansion kepunyaan keluarga besar Cho tersebut. Changmin memiringkan kepalanya kesamping, bertanya pada dirinya sendiri kira – kira siapa yang meninggalkan pintu Mansion dalam keadaan terbuka, Changmin mendorong pelan pintu Mansion yang agak sedikit terbuka dan hendak masuk..
"apa semua persiapan pertunangan ini sudah beres Suie?"
Changmin terdiam.. menghentikan langkahnya..
"tentu saja eonni! Aku hanya tinggal mengambil cake pesananku dan gaun Ming, apakah Kyuhyun setuju bila pertunangan di langsungkan akhir bulan ini?"
Ming..? Pertunangan..?!
"Kyunnie pasti setuju.. percaya pada ku, anak kesayangan ku tak kan berbuat ulah! Yang penting sekarang adalah kebahagiaan Sungminnie, ya kan..?"
Apa – apaan ini? Kyunnie akan bertunangan dengan Ming?!
Changmin mengurungkan niatnya memasuki Mansion tersebut. Ia berjalan setengah berlari menuju Ferrari nya, membanting kasar pintu mobil tersebut dan melaju kencang meninggalkan Mansion tanpa sepatah katapun
~di dalam Mansion~
"Kyunnie pasti setuju.. percaya pada ku, anak kesayangan ku tak kan berbuat ulah! Yang penting sekarang adalah kebahagiaan Sungminnie, ya kan..?"
"ya umma! Mana mungkin aku tak hadir? Aku tak mau di telan hidup – hidup oleh nuna!" rengek Kyuhyun terdengar jelas, ternyata Kyuhyun sudah menyelesaikan pekerjaannya di dapur dan sedang menuju ruang tamu ketika Junsu dan Jaejoong sedang mengobrol
"mianhae Kyunnie-ah, aku harap kau mengerti, walaupun ini pertunangan Ming, ia tetap tak mau bila pertunangan ini di laksanakan tanpa kehadiranmu, kau itu orang nomer dua terpenting di dalam hidupnya.." ucap Junsu lengkap dengan pout yang menghiasi bibir chubby nya
"nomer dua? Lalu nomer satunya siapa ahjumma?" tanya Kyuhyun sambil memposisikan diri duduk di sebelah umma nya
"tentu saja tunangannya, Davin! Aku dan appa nya hanya pelengkap hidupnya saja!"
"malang sekali nasibmu Suie-ah~" tawa Jaejoong dan Kyuhyun serta omelan – omelan Junsu menghiasi Mansion sore itu. Mereka bertiga terus membahas pertunangan Sungmin sampai akhirnya Junsu berpamitan pulang dan Kyuhyun sadar Changmin belum juga sampai, padahal saat ini hampir jam makan malam. Kyuhyun terus memeriksa iPhone nya berharap Changmin menghubungi nya sekedar untuk memberi kabar, tapi hasilnya nihil..
Di sisi lain, tepatnya di dalam Mirotic Club terlihat Changmin tengah menelungkupkan badannya dan menyandarkan kepalanya di meja bar, tergambar jelas kekalutan yang sedang dialaminya saat ini. Ia mencoba mengangkat kepalanya, dengan tangannya ia menggapai gelas yang berada tak jauh di depannya. Ia menuangkan isi gelas tersebut kedalam mulutnya berusaha untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering dengan tequila yang dipesannya tadi.
"Shit! Habis ternyata.." umpatnya
"Pelayan berikan aku segelas lagi! Cepatlah aku haus!"
Pelayan tersebut berusaha menolak karena dilihatnya Changmin sudah dalam keadaan mabuk. Namun apadaya, pelayan tersebut tak mungkin merelakan pekerjaannya pergi begitu saja mengingat yang memesan merupakan salah satu pemegang saham di Club tempatnya bekerja.
"Ini tuan.. nampaknya tuan sudah mabuk, apakah tidak sebaiknya anda pulang saja tuan..?"
"Apa kau berusaha mengusirku eoh? Kau mau ku pecat?!" Hardik Changmin kepada pelayan tersebut
"M-maafkan saya tuan.. saya tidak akan lancang lagi.."
Changmin menaikan tangannya mengusir pelayan itu untuk membiarkan ia tenggelam dalam dunianya sendiri. Saat ini sudah menunjukkan pukul 04.00 KST namun Changmin masih saja tidak berubah dari posisinya sejak tadi. Nampaknya berpuluh-puluh gelas tequila mampu membuat Changmin berada di alam mimpinya.
Pelayan didalam Club ini masih belum ada yang berani membangunkannya, mereka semua takut jika kejadian 'pecat-memecat' tadi terulang kembali. Mereka semua berkumpul disekitar Changmin untuk memikirkan bagaimana caranya memulangkan bosnya ini kerumah. Beberapa dari mereka ada yang coba membangunkannya dengan menepuk pelan punggung Changmin, namun ia sama sekali tidak bergerak. Akhirnya salah satu dari mereka berinisiatif untuk menelfon keluarga atau kerabat Changmin.
Setelah menemukan ponsel di kantong saku jaket yang Changmin sampirkan di bangku sebelahnya, mereka segera mengotak – atik dan mencari kira – kira nomor siapa yang bisa dihubungi. Tak disangka, pengusaha besar seperti Changmin hanya memiliki 2 nomor di contact list ponselnya,
Cho Kyuhyun dan Choi Minho..
"Yeoboseo..?"
"..."
"Begini tuan, saat ini tuan Changmin sedang berada di Mirotic Club dengan kondisi tidak sadarkan diri.."
"..."
"Iya tuan, apakah tuan bisa membawa tuan Changmin pulang kerumahnya..?"
"..."
"Tidak tuan, anda orang pertama yang saya hubungi.."
"..."
"Arraseo. Kami akan menunggu anda. Terima kasih banyak tuan, maaf merepotkan anda.."
#ChangminPOV
Aku mengerjabkan mataku, kusesuaikan pupil mataku dengan cahaya yang ada ditempat ini agar aku dapat melihat dengan jelas. Bagaimana bisa aku sudah sampai dikamarku, siapa yang membawaku sampai kesini. Aku mencoba bangkit dari tempat tidurku namun.. ahhh.. kepalaku seperti mau pecah. Aku berjalan gontai ke arah dapur disudut belakang apartmentku mencoba mengambil segelas air untuk membasahi tenggorokanku yang terasa begitu kering.
~beware: RATED scene!~
"Kyu.."
Lirihku melihat seseorang yang sangat kukenal, orang yang sangat kucintai, bahkan orang yang sampai membuatku kacau seperti sekarang ini.
"Ah.. shit!"
Melihatnya mendadak tubuhku menjadi sangat panas. Aku tak tahu apa yang terjadi. Kudekap tubuhnya dari belakang. Kuciumi tengkuknya bak orang kelaparan.
"Ahhh M-Miinnhh mhhh.."
#AuthorPOV
Tubuh Kyuhyun menegang. Keringat mulai muncul dipelipisnya. Ia tak tahu harus berbuat apa. Ia terlalu takut menghentikan apa yang dilakukan pria yang sebenarnya sangat ia cintai ini.
"Ahhh.."
Kyuhyun hanya bisa mengerang pelan sambil menggigit kembali bibir bawahnya saat Changmin mulai memainkan lidahnya di sekitar kuping Kyu. Perlahan namun pasti Changmin pun menggendong tubuh Kyuhyun a la bridal style menuju kamarnya. Didalam kamarnya Changmin melewati Kingbed nya dan menghempaskan Kyu begitu saja ke dalam Jacuzzi kosong miliknya.
"Arkhh!"
Kyuhyun merasakan nyeri di tulang belakangnya akibat hempasan Changmin kedalam kotak tak beralas tersebut. Air mata Kyuhyun terus mengambang di pelupuk matanya. Ia menangis dalam diam. Ia takut sesuatu yg buruk akan terjadi pada dirinya mengingat kondisi Changmin yang tak terkendali seperti sekarang ini.
BRAAKK!
Changmin menutup kasar pintu kamar mandinya kemudian menguncinya dari luar. Tak perlu waktu lama, Changmin kembali ke kamar mandi tersebut dengan macam-macam barang yang ada dipelukannya saat ini. ia membungkam mulut Kyuhyun dengan tali yang entah ia bawa dari mana, iapun melepas dasinya lalu menarik kasar tangan Kyuhyun lalu mengikatnya, membuat siempunya memekik pelan tertahan.
"hhnngg!"
Changmin menyeringai bak setan yang berada dipuncak kemenangannya.
"kau harus merasakan betapa sakitnya perasaanku saat ini!"
Kata-kata Changmin benar-benar diluar dugaan. Kyuhyun tak menyangka orang yang dicintainya akan tega mengucapkan hal seperti itu. Apa salahnya? Ia yakin Changmin tidak dalam kendalinya saat ini.
Changmin merobek kaus tipis yang membalut tubuh Kyuhyun dan membuangnya ke sembarang arah. Ia menjambak rambut Kyuhyun dan mulai menjilati wajah Kyuhyun. Perlahan ia mendekati telinga Kyuhyun lalu berbisik "We gonna have fun tonight.." iapun kembali menelusuri rahang hingga permukaan dada Kyuhyun dengan lidahnya. Tangan satunya tak tinggal diam seakan tidak tahan melewati setiap inch bagian dari tubuh Kyuhyun sampai pada Skinny Jeans yang Kyuhyun kenakan.
"Ini terlalu mengganggu Kyunnieku sayang~"
Ia membuka paksa Jeans yang Kyuhyun kenakan hingga tak menyisakan apapun disana. Ya..Kyuhyun kini telanjang bulat didepan mata Changmin. Seringai tajamnya kembali ia tunjukkan. Kyuhyun tidak dapat berbuat banyak hanya mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Kau nakal Kyunnie, pedangmu sungguh menantangku~ baiklah kita selesaikan pertarungan ini.."
Dengan sigap Changmin mengocok kejantanan Kyuhyun hingga Kyuhyun kualahan untuk mengatasi desahannya yang tetap keluar meskipun Changmin telah membungkam mulutnya. Changmin menghentikan kocokannya saat ia merasakan ukuran kejantanan Kyuhyun mulai berubah menandakan Kyuhyun sebentar lagi akan mencapai klimaksnya.
"Ooh tak secepat itu sayang~ Permainan baru akan dimulai.. Let's play the game!" Changmin memegang kejantanan Kyuhyun dan menutup ujungnya dengan ibu jarinya, menahan cairan Kyuhyun yang akan keluar. Ia membuka seluruh pakaian yang sedari tadi menutupi dirinya, mulai dari kaus hingga boxer yang ia kenakan dengan tangannya yang bebas. Ia membalik tubuh Kyuhyun hingga sekarang posisi mereka serupa dengan Doggy Style tanpa melepas kejantanan Kyuhyun, kemudian ia memasukkan sebuah dildo besar ke arah hole Kyu tanpa persiapan sama sekali.
"HHNNGGHH!" Kyuhyun berteriak dalam bungkamannya
"Oops! Sorry babe I forget these~" seru Changmin saat mendengar pekikan Kyuhyun sambil menggengam botol lube dan mengoyang – goyangkan botol tersebut di depan wajah pucat Kyuhyun. Changmin mencopot dildo di dalam hole Kyuhyun kemudian membuka botol lube tersebut dengan kasar, mengolesi dildo dengan lube dan memasangkannya kembali kedalam hole Kyuhyun.
"Emmmhh..hmmhh..hmmh..hmmhhhn.." Terdengar Kyuhyun menyeimbangkan nafasnya akibat perlakuan Changmin, terlihat jelas airmata membasahi wajah Kyuhyun. Changmin mengoleskan lube tersebut pada kejantanannya sendiri sambil mengocoknya. Ia memainkan kejantanannya sambil melihat Kyuhyun dari arah belakang dengan dildo menggantung pada holenya. Melihat Kyuhyun dalam posisinya sekarang sangat membangunkan hasrat Changmin.
"Aku sudah tidak tahan baby! mari kita bertarung~"
Tanpa basa – basi dilepasnya dildo dari dalam hole Kyuhyun kemudian ia memasukan kejantanannya dengan kasar, menghujamnya serta menumbukan kejantananya ke dalam hole Kyuhyun secara brutal. Tak jarang Changmin juga menyertakan tangannya untuk menepuk kasar butt Kyuhyun. Tak ada yang dapat Kyuhyun lakukan kecuali menangis dalam diam. Hatinya terlalu sakit menerima perlakuan sekejam ini dari orang yang benar-benar sangat ia cintainya..
Tak terhitung sudah berapa kali Changmin menghujam hole nya tanpa ampun, tubuhnya sudah terlalu sakit dan hampir mati rasa, hal terakhir yang ia ingat Changmin mengisi Jacuzzi tersebut dengan air yang tak bisa dibilang jernih, karena air tersebut sudah tercampur dengan darah dan cum mereka, air tersebut menutupi separuh dari tubuh mereka berdua. Tanpa mengeluarkan kejantananya dari dalam hole Kyuhyun, Changmin kembali menumbuk kasar hole Kyuhyun sampai akhirnya kegelapan menelan Kyuhyun..
TBC..
a/n
maaf yah readers, Gunnie bru bsa update skrg, sbnrnya chap 10 ini sdh slsai dr sbulan yang lalu krn Yeoreumi nuna udh nyelesein part nya dy, tp Gunnie nya bru bsa nambahin n publish chap ini sbulan stlahnya krn sbulan ini ada bbrpa org dr kluarga Gunnie yg passed away, trs 2minggu trakhir ini Gunnie bolak – balik RS, jd maap ya readers :p
trs ada salah satu tmn Gunnie yg protes sm cerita ini, "knpa sih lo hobby bngt bikin konflik? Kyaknya ini Kyu gak selesai2 disiksanye!" *doi bilang begituh* ahahahahha~ Gunnie mah cm ketawa aja, ini cerita kan genre nya 'Angst' jd klo konfliknya ga banyak, ga rame dong? Dan mungkin 2 chap lagi, fanfic ini akan slesai.. klo ada readers yang ga suka anak2 SHINee ada di cerita ini trs chara nya antagonist, mian~ Gunnie butuh cameo soalnya~ :3
harap sabar ya kalo nemu typo, fic ini Gunnie publish tanpa di beta~
Happy Reading! ;)
