EXO Hunhan fic

Presented by Thisiswinddz

Diclaimer : I do own nothing but the stories

Warning : Yaoi,typo dan kesalahan lainnya

Main pairing : Hunhan, yang lain nyusul di chapter lain

Genre : Romance, humor, drama


Chapter 11 – Fool

" Sehun, sepertinya kita terjebak di sini, "

Mata Sehun membelakak ketika dia mendengar ucapan Luhan, dengan cepat dia melangkah melewati Luhan dan berusaha menarik pintunya dengan sekuat tenaga namun Luhan benar pintu itu sama sekali tidak mau bergerak barang sedikitpun.

" Sial ! " umpat Sehun sambil memukul pintu tersebut

" benar-benar tidak bisa dibuka ya ? " Luhan maju kemudian berusaha menarik pintu itu sekuat tenaga namun sampai punggungnya mulai terasa nyeri lagipun pintu itu masih tetap bergeming. Dia menoleh dan menatap Sehun dengan tatapan bersalah, " maaf gara-gara aku kita terjebak di sini, " kata Luhan lirih dia bahkan menunduk karena perasaan bersalahnya coba saja dia tidak memilih tempat ini pasti mereka tidak akan terjebak di dalam sini.

" Cih ! " Sehun mengacak rambut setengah basah Luhan, " kita tidak akan mati hanya karena terjebak di sini, bodoh ! kau bisa menghubungi Baekhyun atau Minseok untuk meminta bantuan, "

" Ah ! kau benar ! " dengan cepat Luhan menarik ponsel dari dalam saku celananya, menekan beberapa tombol untuk mencari nomor Baekhyun dan setelah memencet tombol panggil dia menempelkan ponsel itu ke telinganya

Terdengar nada sambung pertama dan kedua Luhan harap-harap cemas karena tidak biasanya Baekhyun akan lama mengangkat telepon darinya. Hingga sampai terdengar suara operator di seberang karena Baekhyun tidak kunjung mengangkat teleponnya. Dia me-redial nomor Baekhyun tapi tetap tidak diangkat.

" Kenapa bocah itu ? " gumam Luhan kesal masih dengan mengutik ponselnya

" Tidak diangkat ? " tanya Sehun

Luhan menggeleng, " Aku akan coba menghubungi Minseok, " namun rasanya Luhan ingin menangis saja karena ponsel Minseok ternyata sedang tidak aktif, " Mereka bilang sahabat tapi aku butuh bantuan mereka malah menghilang semua ! " keluh Luhan geram

" Kau sendiri, coba kau cari bantuan! " kata Luhan ketika dia melihat Sehun yang hanya berdiri di hadapannya tanpa melakukan apapun

" Aku menyimpan ponselku di tas dan aku meninggalkan tasku di kantin, " jawab Sehun sambil mengangkat kedua bahunya

" ya Tuhan ! " Seru Luhan tiba-tiba, " battery ponselku hampir habis, aku mencoba menghubungi Kris semoga saja masih sempat "

Terdengar nada sambung pertama, kedua Luhan kembali harap-harap cemas dan akhirnya Kris mengangkat teleponnya, " hei, Xiao Lu kenapa kau meneleponku ? "

" Kris cepat tolong aku, aku .. halo Kris ? Kris ?! " Luhan menjauhkan ponsel itu dari telinganya, benar-benar kesal karena ponselnya sudah mati, " Sial ! benar-benar sial ! " Luhan menghentakkan kakinya dengan kesal, dia juga menendang-nendang pintu itu, " kenapa harus di saat seperti ini! Huft ! " karena lelah Luhan langsung duduk merosot di lantai lalu menangkup wajahnya sendiri

Sehun ikut duduk di samping Luhan, dia menatap Luhan yang kesal tidak tahu harus berbuat apa

" Kalau saja kau tidak menyiramku tadi ! " kata Luhan

" Kau menyalahkanku ? "

" Iya ! kalau kau tidak menyiramku hanya karena kau cemburu dengan Kai, aku juga tidak akan menyeretmu ke tempat ini dan membuat kita terkunci di dalam sini"

" Bagaimana bisa aku yang kau salahkan ? bagaimana aku tahu kau akan membawaku ke gudang ini dan sembarang menutup pintunya hingga kita berdua terkunci di sini

Luhan menundukkan wajahnya, sebelah tangannya menarik rambutnya sendiri dengan frustasi.

" Sudahlah, mungkin ada baiknya kita terjebak di sini, "

Luhan mengangkat kepalanya, menoleh ke arah Sehun dengan kasar sembari menatapnya tajam dan seakan tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar, " Apa maksudmu ? "

" Karena aku tidak perlu repot menahanmu lagi, kalau tidak aku yakin kau sudah pasti berlari dariku, "

Mata Luhan melebar, dahinya berkerut mencoba mencerna omongan Sehun yang menurutnya sangat ambigu itu. Lalu sebersit pikiran terlintas di benaknya, dengan cekatan dia menarik jaket yang dipakainya untuk menutupi dadanya, " Kau bilang kau suka padaku tadi dan sekarang kau … astaga Sehun ! " Luhan menggeser pantatnya dan sekarang dia duduk dengan jarak dua meter dari Sehun yang hanya menatapnya aneh

" Kau kenapa ? "

" Kau ingin memerkosaku ? "

" Astaga Luhan ! "

" Kau bilang tidak perlu menahanku lagi karena aku tidak bisa lari, apalagi kalau bukan itu alasanmu, "

Sehun menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan pola pikir Luhan yang sepertinya sedikit bermasalah itu. Sehun heran kenapa dia bisa jatuh cinta dengan orang seperti itu.

" Luhan, " Sehun beringsut dari tempatnya duduk berusaha mendekati Luhan yang menggeser pantanya lagi, " Lu .. "

" Jangan dekati aku ! " Luhan mengangkat kedua tangannya, " Kau di situ saja, jangan dekati aku ! "

Sehun menghela nafas pelan kemudian menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Luhan yang memintanya untuk tidak mendekat lagi.

" Luhan ada yang ingin aku ceritakan kepadamu, "

" Apa ? alasan kenapa kau jatuh cinta kepadaku ? "

Sehun menutup matanya sebentar kemudian membukanya kembali, lebih baik dia abaikan saja ocehan Luhan itu untuk sementara walau rasanya gemas sekali.

" Soal kenapa aku menyuruhmu menjauh dariku, "

Luhan langsung menatap Sehun serius, air wajahnya berubah. Selama ini dia memang tidak tahu alasan kenapa Sehun menyuruhnya untuk menjauh, berbuat kasar padanya dan bahkan seperti memusuhinya dan hari ini tiba-tiba saja Sehun ingin mengatakan alasannya.

" Sebelumnya aku minta maaf karena sudah berbuat kasar kepadamu, padahal kau hanya berusaha menjadi teman yang baik kepadaku, "

Luhan menekuk kakinya hingga lututnya bersentuhan dengan dadanya. Dia melingkarkan tangannya pada kedua kaki dan kepalanya bertumpu pada lututnya

" Saat itu aku sudah mulai menyukaimu karena kepribadianmu yang seperti matahari pagi, hangat dan ramah kepada siapa saja kau bahkan berhasil meluluhkan gunung es sepertiku dan aku sudah berniat untuk menyatakan perasaanku padamu namun hidupku benar-benar berangkat saat itu.

" Saat itu bisa dibilang adalah masa terpuruk dalam hidupku, Ayahku selingkuh dan ibuku mengetahuinya, mereka selalu bertengkar setiap hari sebelum akhirnya memutuskan untuk bercerai saat itu adalah yang terberat bagiku, aku sendirian tidak tahu harus bagaimana, kakakku satu-satunya pergi dari rumah melimpahkan semua bebannya di pundakku,"

" Sehun .. "

" Aku tidak mau kau terlibat dalam masalahku Luhan maka dari itu aku mengasarimu dan membuatmu menjauh dariku bahkan membenciku. Aku pikir dengan cara itu maka aku juga bisa untuk mengubur perasaanku padamu, namun nyatanya aku jadi menyiksa diriku sendiri haha aku bodoh ya ? "

Sehun tertawa namun bisa dengan jelas dilihat Luhan kalau Sehun tidak benar-benar tertawa. Matanya menyiratkan kesedihan yang selama ini dia tutupi dengan tingkah dinginnya itu. Andai Luhan tahu alasan Sehun yang sebenarnya dari dulu ..

" Sehun .. " kali ini Luhan mendekat ke arah Sehun, tangannya meraih tangan kiri Sehun lalu menggenggamnya erat, " Seharusnya kau menceritakan hal itu dari dulu kepadaku, walau kemampuanku terbatas tapi paling tidak kau tidak perlu menanggung semuanya sendirian, "

Mata Sehun menatap lurus ke arah mata Luhan. Bisa dilihatnya ada ketulusan yang terpancar dari sana, bukan kepura-puraan yang selama ini dia takutkan bukan juga rasa kasihan yang membuat jijik. Sehun tersenyum tipis. Tangan kanannya meraih tangan Luhan yang masih menggenggam tanganya erat

" Sudahlah lagipula itu sudah berlalu, hidupku sudah lebih baik sekarang, "

" tapi Sehun .. kau pasti sangat kesepian kan ? dan aku dengan bodohnya aku terpancing emosiku dan malah pergi menjauhimu, "

Sehun menggeleng, " Bukan salahmu, lagipula aku yang membuatmu jauh dariku .. "

Luhan mengangguk dan mereka terdiam selama beberapa saat sampai Luhan kembali bersuara, " Dan Sehun kau bilang kau menyukai sejak lama ? berarti selama ini kau memendam cinta sebelah tangan terhadapku ? "

" I-iya, "

" Aku tidak menyangka kau tipe orang seperti itu, maksudku kau tidak terlihat seperti tipe melankolis yang memendang cinta sebelah tangan selama itu ? Sekitar dua tahun ? hatimu pasti terbuat dari besi "

Sehun mengangkat sebelah alisnya, " Maksudmu ? "

" Karena kalau orang biasa pasti sudah mati, " jawab Luhan asal kemudian dia tertawa, tawa yang selalu membuat Sehun jatuh cinta lebih dalam lagi, tawa yang bisa menyembuhkan kesakitannya

Sehun ikut tersenyum kemudian tangannya terangkat untuk mencubit pipi Luhan, " kau itu sembarangan sekali kalau bicara, "

" Ya Oh Sehun ! lepaskan aku ! " ronta Luhan dan Sehunpun langsung melepaskannya. Namun tak berapa lama Sehun kemudian menangkup wajah Luhan dengan kedua tangannya, dia memposisikan wajah Luhan agar menghadap ke arahnya.

" Luhan, kau sekarang tahu kan aku sudah menyimpan perasaan terhadapmu dan kau tahu, selama itu aku tersiksa. Aku menyukaimu, dan aku tidak bohong sungguh, aku memang terlihat seperti pria brengsek yang suka mempermainkan perasaan orang namun sungguh aku tulus mencintamu, maukah kau menerimaku ? "

Luhan hanya mengerjapkan matanya, dia tahu kali ini Oh Sehun tidak berbohong hanya saja tidak semudah itu langsung menerima Oh Sehun menjadi pacarnya karena banyak hal yang harus dipertimbangkan lagi ah bukan .. mungkin hanya soal perasaannya sendiri saja.

" Kau tidak harus menjawabnya sekarang Luhan .. " kata Sehun sambil melepaskan Luhan

" Sehun .. bukannya aku ingin menolakmu .. "

" Kau menerimaku ? " Luhan memutar matanya karena Sehun seenaknya memotong omongannya

" Sehun dengarkan aku, bukannya aku ingin menolakmu tapi banyak hal yang harus aku pertimbangkan untuk menjadi kekasihmu, aku tidak bisa begitu saja bilang iya .. kau mungkin sudah menyimpan perasaanmu terhadapku selama dua tahun namun aku baru pertama ini mendengarnya dan dengan buruknya hubungan kita selama ini aku sedikit ragu dengan semua ini dan juga teman-temanku dan Kris apa kata mereka kalau tahu-tahu kita berpacaran, selama ini yang mereka tahu kita .. " ucapan Luhan terhenti ketika Sehun meletakkan jari telunjuknya di bibir Luhan

" Tidak masalah bagiku, aku sudah menunggumu cukup lama tidak akan masalah bagiku untuk menunggu lagi .. kau bisa memikirnya secara perlahan Luhan dan jika kau sudah mantap dengan perasaanmu kau bisa menjawab pernyataanku ini, "

Luhan tidak menjawab dia hanya menatap Sehun sendu, sebenarnya dia tidak mau juga membuat Sehun tersiksa lebih dari ini namun jika dia langsung menjawab iya dengan perasaan yang masih tidak menentu dia takut malah akan melukai Sehun.

Apalagi setelah mendengar cerita Sehun soal orang tuanya, dia tidak mau lagi menambah luka batin Sehun. Sungguh dia tidak menyangka bahwa di balik wajah dingin dan sikap kasarnya Sehun sebenarnya menyimpan cerita sedih seperti itu. Wajar kalau Kris selalu membelanya mungkin saja karena Kris sadar kalau Sehun sebenarnya baik dia hanya bersikap seperti itu untuk menutupi perasaannya yang sesungguhnya.

" hei, Lu kau melamun ? " Sehun melambaikan tangannya di depan wajah Luhan yang terlihat seperti orang melamun

" Tidak, " jawab Luhan cepat

" Kalau begitu ya sudah, aku akan memanggil bantuan, " Sehun kemudian mengeluarkan ponsel yang sedari tadi dia simpan di saku belakang celananya

Mata Luhan langsung melebar melihat Sehun mengeluarkan ponsel yang dia bilang tadi dia tinggal bersama tasnya di kantin.

" Kau mengerjaiku lagi ? " Luhan memukul lengan Sehun berkali-kali sedangkan Sehun sendiri sedang menunggu panggilannya diangkat oleh Kris

" Kris, bisa kau tolong aku ? hmm aku dan Luhan terjebak di dalam gudang sebelah kamar mandi koridor yang menuju kantin " kata Sehun , " Iya, yang di gedung F itu yang paling sepi pintunya macet dan tidak bisa dibuka, "

" Baiklah aku menunggumu secepatnya, punggung Luhan sakit lagi sepertinya cepat ya, " Sehun mengakhiri telponnya dengan Kris, dia menoleh menatap Luhan yang balik menatapnya dengan matanya yang melebar, " nanti kalau Kris datang kau harus pura-pura sakit ya ? "

" Kenapa ? "

" Aku sengaja bilang begitu supaya bantuan cepat datang, dasar bodoh ! " jawab Sehun sambil mencubit hidung Luhan dengan gemas

" Iya aku mengerti ! " bentak Luhan sambil menampik tangan Sehun dari hidungnya, " Dan kau jangan bilang apa-apa soal pernyataan cintamu, "

" Bukannya aku yang seharusnya bilang begitu ? "

" Apa aku terlihat seperti orang yang suka menyebar gossip ? "

Sehun menggeleng sambil mengangkat bahunya, " Mungkin tidak sih, tapi kan bisa saja kau cerita kepada Baekhyun dan Minseok. Minseok ya .. mungkin dia tidak masalah tapi Baekhyun yang bermulut besar itu.. Aww ! " Sehun mengusap lengannya yang baru saja ditonjok oleh Luhan

" Jangan bicara sembarangan soal temanku, dasar kau bodoh ! "

" Tapi Baekhyun kan .. aww ! " sekali lagi Luhan menonjoknya kali ini bahu Sehun yang menjadi sasaran, " kau ini kasar sekali sih, tapi aku menyukaimu .. selalu "

Dan Luhan bisa merasakan panas menjalar ke mukanya yang sekarang sudah pasti berubah menjadi merah. Oh dan jangan lupakan jantungnya yang mendadak jadi tidak beraturan.

TBC


Happy1220hunhanday ~~~~~

Update cepet buat yang rajin meninggalkan review dan membaca fanficku hihihi

Love u all

Windz