Haaaaaaiiiiiii! Vene kembali mengapdet fic ini! Maaf humornya kali ini cuman sedikit. Langsung aja!
Cekidot!
Konoha High School the Old Generation
Disclaimer: Sapa yaaaaaaa? Kalian pasti tau, deh!
Genre: Campur sari
Rate: T
Pair: Banyak deh!
WARNING: Humor garing bertebaran!
Chapter 11
~Kushina's POV~
"Aku sudah tau siapa pelakunya!" seruku agak..er.. lebay?
"Siapa?" balas yang lain tak kalah lebay. Terutama Pein yang menambahkan ekstra kuah di ucapannya.
"Ada, deh.." ucapku sok misterius. Aku tau, pasti penonton kecewa.
~End Kushina's POV~
"Pertama, Zetsu, yang kau lihat bukan penampakan. Jadi, jangan pake acara terkencing-kencing begitu! Memang seharusnya, menurut perkiraan otopsi, kematian jam 3. Tapi, lain ceritanya kalo dia mati berdiri." Jelas Kushina.
"Benkei. Ya, aku mengerti. Suzu mula-mula diberi janji akan bertemu dengan si pelaku. Namun, si pelaku malah ikut kita bermain tennis meja. Otomatis, Suzu yang memang pemarah pun ngambek. Lalu ingin sendirian di kamar." Lanjut Minato.
"Setelah kita selesai main tennis meja, si pelaku pergi berpisah dengan kita sementara kita menonton festival. Lalu, Suzu sepertinya bertemu dengan pelaku dan sepertinya si pelaku mengajak Suzu berolahraga. Dalam hal ini, tennis meja. Dan sepertinya, Suzu dibuat ngambek lagi, sehingga meninggalkan ruangan itu dengan tergesa-gesa." Kushina meneruskan.
"Lalu, di saat kembang api pertama ditembakan, 'DOR!' si pelaku menembak Suzu. Lalu, untuk menguatkan alibinya, si pelaku mengganti kimononya dan kimono Suzu agar tidak terlihat berkeringat, jadi tidak terlihat seperti habis berolahraga. Selain itu, si pelaku juga memanfaatkan posisi tangan Suzu yang sedang memegang raket secara shakehand untuk membuatnya seolah-olah bunuh diri, namun, karena sudah kaku, jarinya tidak dapat dibuat memegang pelatuk. Setelah itu, dia membaur dengan kita." Sambung Minato.
"Ya, dan pelakunya adalah kau, Kirino!" lengkap Kushina.
"Apa mereka sadar, ucapan mereka saling melengkapi?" bisik Fugaku ke Shikaku.
"Apa? Kenapa aku? Apa buktinya?" seru Kirino kaget.
"Mikoto dan Yoshino bertemu denganmu saat mau membangunkan Suzu." Kata Fugaku.
"Bah! Amatir! Tidak masuk akal!" seru Kirino.
"Kau sungguh hebat, Kirino.. Minato yang belajar tentang otopsi saja, harus memeriksa dulu untuk tau apakah seseorang masih hidup atau tidak. Sementara kau, hanya melihat saja bisa langsung tau.." puji Mikoto.
Kirino terdiam. Ia tak berani menjawab. Semua menatapnya.
"YA! KAU BENAR! KALIAN SEMUA BENAR! AKU LAH PEMBUNUH IBLIS ITU! PERTAMA MENINDASKU DI SEKOLAH! SEKARANG MEREBUT ORANG YANG KUCINTAI! DIA AKAN MEREBUT KAKAKKU! DIA MENGHINA PERASAANKU! AKU TAU INI TERLARANG, TAPI TAK BISA KUPUNGKIRI! AKU MENCINTAI KAKAKKU! ANIKI, AKU KIRINO, IMOUTOMU. MENGAKUI BAHWA AKU YANG MEMBUNUH CALON ISTRIMU! TANGKAP AKU! PENJARAKAN AKU! ATAU PENGGAL KEPALAKU! TERSERAH! YANG PASTI, AKU AKAN TETAP DAN SELALU MENCINTAIMU!" Kirino tiba-tiba teriak sambil menangis.
"Ki.. Kirino.. Gomen.. Gomenasai.. Aku tak memikirkan ucapanmu waktu kau bilang, dia bukan wanita yang tepat. Maaf aku tak memikirkan pendapatmu. Maaf, aku selalu egois. Aku tidak tau perasaanmu. Maaf.." Len pun memeluk Kirino.
Kushina hanya menatap pemandangan itu sambil tersenyum. Ia pun beranjak pergi keluar.
Minato melihatnya. Kushina berlari dan dikejar Minato.
Hingga di tengah pantai.
Minato berhasil menangkap Kushina dan memeluknya dari belakang.
DOR!
Kembang api ditembakan kembali.
"Rambut merahmu berkobar
Bagai api semangatmu
Selalu membuat semangatku terbakar
Darahku mendidih karenamu
Sifat ceriamu selalu menghiburku
Di saat ku terpuruk
Dirimu selalu berhasil mengerjaiku
Aku kalah dan hanya bisa mengutuk"
'Huh, boleh juga dia bisa bikin puisi dalam waktu secepat ini' batin Kushina.
"Pernah di saat kita nyungsep bersama
Di sebuah sumur tua
Tempat warga menimba
Ku selalu berpikir, 'apakah di sana ada Sadakonya?'"
GUBRAK!
Kushina sweatdropped mendengarnya. Di luar dugaan, puisi Minato menjadi sangat garing.
"Minato-kuuuuuuuuuuunnnnnn!" seru Megumi Yuhi yang tiba-tiba nongol dengan gayanya yang seperti biasa, lebay dan alay.
BRUK!
Megumi diinjak oleh seorang gadis yang tiba-tiba muncul dari langit.
"Cih! Mengganggu saja, kau! Dasar wanita aneh!" seru seorang yang Kushina dan Minato kenal. Gadis misterius yang nyaris tak pernah berbicara di kelas.
"KAU?"
TBC
...
...
...
Yup! Gimana? Jelek, ya? Mohon dimaklumi, baru sembuh dari WB. Vene masih ngenes gara-gara gak bisa nonton konser Laruku kemaren. Mana gak dapet undian email teater JKT48 lagi! *pundung di pojokan*
Oke! Cukup curcolnya!
Sekarang saatnya balas review bersama Nenek Tsunade, Mbak Shizune, dan Tante Tonton!
Tsukiyomi Aori Hotori
Sip! Bener banget tebakannya! Arigatou!
Review lagi ya!
Kudo Widya-chan Edogawa
Emang ngambil dari Detective Conan, kok.
Nih udah! Arigatou!
Review lagi, ya!
Yup! Udahan dulu, deh! Tapi sebelumnya,
REVIEW dulu, donk! *maksa*
