Foreword

(1) "TYPO" NamJin (Namjoon-Jin)
(2) "Hot Plate" YoonMin (Yoongi-Jimin)

HAPPY READING

Ppyong~


TYPO

"SEOKJIN HYUNG!" Terdengar suara bass Namjoon menggelegar memenuhi setiap sudut terkecil dorm, menggetarkan perabotan, dan membuat Yoongi mengeluarkan makian karena merasa kaget.

"HYUUUNG!" Namjoon masih melolong seolah dorm sudah berubah menjadi hutan belantara.

"Apa? Apa? Ada apa?" Tergoboh-goboh Seokjin keluar dari dapur. Celemek pink dengan gambar Mario sedang bermain bunga nampak mengikat manis pinggang rampingnya sementara tangan kanannya mengacungkan sebuah pisau daging yang mana membuat Namjoon terlonjak kaget.

"H-Hyung, untuk apa pisau itu?" jari Namjoon gemetar saat menunjuk tangan Seokjin, membayangkan kemungkinan dia akan dikuliti untuk dijadikan sup makan malam.

"Ah? Aku sedang memasak," jawab Seokjin polos sambil menurunkan pisau di tangannya. "Ada apa kau mencariku?" ujarnya kemudian.

"Cuma...mau tanya," desis Namjoon. Reflek dia melangkah mundur saat Seokjin berjalan mendekatinya.

"Wae?" mata lebar sang Hyung membulat heran melihat ekspresi kaget adiknya.

"Pisaumu menakutkan! Singkirkan dulu itu!" pinta Namjoon yang membuat Seokjin ber-oh pendek lalu tertawa. Dia meletakkan pisau di nakas terdekat dan mendekati Namjoon yang sudah menunggunya dengan tangan memegang kertas.

"Ada apa?" ulang Seokjin.

Namjoon memperlihatkan kertas yang dia pegang yang berisi lirik lagu atas nama Kim Seokjin. Lirik lagu yang coba-coba dibuat Seokjin atas dorongan Namjoon serta Yoongi dan baru berani dia serahkan untuk diproses beberapa waktu lalu.

"Ada apa dengan liriknya?" Mata lebar Seokjin sekejab dipenuhi rasa khawatir. Bukan karena dia takut liriknya tidak lolos, tapi lebih ke kemungkinan liriknya menyinggung seseorang ataupun berisi hal yang tidak baik.

"Liriknya ada yang kurang," ujar Namjoon. "Di sini." Jarinya menunjuk pada sebuah kalimat yang bertuliskan 'love you'.

"Kurang bagaimana?" Seokjin tidak mengerti.

"Kurang kata 'I'," ujar Namjoon.

"Ah~" Seokjin mengangguk-angguk. "Jadi seharusnya 'I love you'?"

"I love you too."

Seokjin tertegun, menatap lurus pada Namjoon yang cengar-cengir memandangnya.

Pisau mana pisau -_-

-END-


Hot Plate

Langkah Yoongi yang hendak ke studio terhenti saat terlihat olehnya sosok Jimin sedang duduk melipat kaki di sofa. Bibir gendut namja mungil itu nampak manyun dengan mata menatap sayu ke cup ramen yang terbuka mengepulkan asap panas di atas meja. Terlihat Jimin menghela napas panjang.

"Kau tidak makan?" Tegur Yoongi yang membuat Dongsaeng-nya terlonjak di tempat.

"Ah, Hyung?" Mata Jimin bergetar gamang. "Kau mengagetkanku," desisnya sambil memegang dada yang berdegup keras.

"Kau tidak makan?" Yoongi mengulang pertanyaannya tanpa mempedulikan reaksi kaget sang Lead-vocal.

"Ngng, ituu..." suara Jimin berakhir dengan dengungan panjang yang membuat Hyung-nya mengerutkan alis.

"Kau tidak sedang diet 'kan?" nada suara Yoongi terdengar menuduh. "Itu cuma mie instan, bukan seloyang pizza," lanjutnya ketus. Dia memang paling sebal dengan kebiasaan diet Jimin. Hanya karena image-nya sebagai pemilik abs di grup, si Kecil itu lantas memaksakan diri untuk membatasi makan meski sebenarnya dia sangat ingin melahap banyak hal. Memang apa salahnya kalau makan banyak? Toh, tidak setiap hari juga mereka punya banyak hal untuk dimakan, apalagi yang enak-enak. Selain itu, Jimin juga termasuk pribadi yang rajin olahraga. Kalaupun dia sedang malas fitness, Yoongi yang biasanya akan gantian mengajaknya olahraga ... di tempat tidur.

"Makan!" suara Yoongi terdengar memerintah yang sekejab langsung menuai pout-an lucu bibir Jimin.

"Mie-nya terlalu panas! Mana bisa aku memakannya sekarang!" namja mungil itu menyentak membuat mulut Hyung-nya membulat.

Jadi karena itu?

Sejenak Yoongi terdiam. Hening. Lantas seulas senyuman tipis muncul menghiasi bibir tipisnya. Perlahan dia memutar haluan, berjalan mendekati Jimin yang berubah ekspresi wajahnya. Terkejut, curiga melihat senyum tak normal yang menggantung di bibir kekasihnya.

Yoongi berhenti tepat di sebelah sofa tempat Jimin duduk, merendahkan badan, dan mendekatkan wajah ke telinga namja tersebut.

"Kau tahu?" hangat napas Yoongi menyapa titik sensitif Jimin, membuat tubuh tegap itu bergidik tegang seketika.

"Kau selalu hot (panas), tapi aku masih tetap memakanmu," bisik Yoongi seduktif yang dia akhiri dengan mengecup dan menjilat singkat cuping telinga Jimin, melepaskan erangan lirih dari celah bibir namja yang lebih muda darinya tersebut.

Jimin menoleh, wajahnya sudah memerah matang. Dia menatap Yoongi dengan mata bercampur aduk. Kaget, malu, senang, takut, lapar. Dan buru-buru Jimin berdiri, meraih cup ramen yang masih panas, lalu ngacir ke dapur tanpa menoleh ke belakang, meninggalkan Yoongi yang menyeringai dan membasahi bibir memandang kepergiannya.

-END-


Mykachu syedang sangat bosan dan kekurangan inspirasiiiii, lalalaaa~(-o-)~ *peluk guling*