Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto


"D…Dimana ini?" Tanya Lee yang sangat terkejut dengan situasi yang mereka alami sekarang, mereka berada ditempat yang sangat gelap dan tubuh mereka seperti melayang diudara. Tubuh mereka seperti ada yang menarik-narik maka dari itu mereka mengencangkan genggaman mereka masing-masing.

"Akh…" Ino yang menggenggam tangan Sasuke hampir melepaskan genggamannya, dia hanya tinggal menggenggam jari-jari Sasuke, karena tangan Ino berkeringat. Sasuke yang melihat Ino kesusahan segera melepaskan tangan Ino, dan itu membuat Ino terkejut, betapa teganya Sasuke membiarkan Ino terlepas, tapi ternyata pikirannya salah, Sasuke melepaskan genggaman Ino untuk meraih lengan Ino.

"Terima kasih, Sasuke." Ucap Ino tersenyum, Sasuke sudah banyak berubah, dia jadi lebih perhatian terhadap teman-temannya, tatapannya pun sudah tidak sedingin dulu.

Ketika mereka sudah merasa tidak kuat lagi dengan daya tarik itu, mereka melihat sebuah cahaya, dan terbawalah tubuh mereka ke cahaya itu.

"HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak semuanya yang terjatuh dari langit ke tanah.

"Aw…aw….aw…pendaratan yang tidak ada elitnya sama sekali." Keluh Lee.

"Kalau mau elit, bawa saja pesawat sendiri dari dunia kalian." Ucap Kurenai dari dimensi aslinya melalui lingkaran itu.

"Kurenaii? Kami bisa mendengar suaramu looh." Ucap Hinata.

"Ya, inilah gunanya lingkaran penghubung, ayo kalian harus cepat menemukan Sakura." Perintah Kurenai.

Mereka beranjak dari jatuhnya, dan melihat keadaan sekeliling yang begitu aneh, tidak ada orang, tidak ada benda apapun, yang ada hanya rumput hijau yang luas.

"Kemana kita harus mencarinya?" Tanya Ino.

Shikamaru, Kakashi, dan Sasuke berdiam diri berkonsentrasi untuk mencari spirit Sakura, tapi anehnya, mereka tidak merasakannya sedikitpun, yang terasa hanya spirit-spirit jahat milik orang-orang yang menculik Sakura.

"Ikuti aku." Ucap Shikamaru yang berlari kearah utara, ketika mereka berlari, tiba-tiba terjadi ledakan tepat dihadapan mereka.

DUAAARRR

Mereka menghentikan langkah mereka dan menutup mata karena serpihan debu yang ditimbulkan akibat ledakan itu.

"Wah…wah…wah…hebat sekali kalian bisa sampai disini dengan cepat, pasti ada bantuan dari magician." Ucap laki-laki berambut silver dan berambut pirang panjang.

Mereka melihat mereka dengan tatapan waspada, dan memperhatikan penampilan lawan mereka yang begitu tenang, Sasuke, Lee, Kakashi, Naruto, dan Shikamaru langsung memajukan langkah mereka kedepan untuk melindungi Hinata dan Ino.

"Ino, Hinata, kalian lanjutkanlah mencari Sakura." Ucap Shikamaru.

Mereka berdua mengangguk menandakan setuju, tapi langkahnya terhenti dengan perkataan dari laki-laki berambut pirang itu.

"Tunggu…tunggu…tunggu…heemmm, percuma saja kalian mencarinya, tidak akan ketemu." Ucap laki-laki itu.

"Apa maksudmu?" Tanya Sasuke dengan nada kesal.

"Permainannya adalah, kalian kalahkan kami satu persatu, begitu kalian mengalahkan kami, kalian akan mendapat petunjuk dari tubuh kami untuk menuju wanita itu." Jelas laki-laki berambut silver.

"Hidan! Itukan bagianku menjelaskan!"

"Aaahh, berisik kau Deidara, lagi pula buat apa sih kamu ikut denganku, kau masak saja sana." Ledek hidan kesal.

Melihat mereka mengadu mulut, Sasuke merasa kesal karena merasa diremehkan, tanpa berpikir panjang Sasuke menyerang mereka dengan ledakan.

"Explosiooon!" teriak Sasuke, asap yang muncul dari ledakkan itu berkumpul disekitar tubuh kedua musuh itu, dan ketika asapnya hilang, mereka masih tetap beradu mulut, seolah tidak terjadi sesuatu tadi.

"Makanya sudah kubilang, biar aku saja yang…" ucap Deidara yang terhenti karena melihat asap disekitarnya. "Asap apa ini?"

Mendengar Deidara yang mengucapkan seolah tidak ada apa-apa itu membuat para prajurit Konoha menambah kewaspadaan terhadap mereka.

"Baiklah, siapa duluan yang akan menjadi korbanku kali ini?" ucap Hidan menjilat ujung senjatanya.

Prajurit Konoha tidak ada yang menggerakkan kakinya, kecuali Shikamaru, dia langsung melangkahkan kakinya kedepan dengan tenang, bahkan terlalu kedepan sehingga wajah mereka mendekat satu sama lain.

"Shikamaru…jangan bodoh…" Bisik Ino.

"Waah, ternyata nyalimu boleh juga, bocah." Ejek Hidan.

"Siapa yang dari tadi gemetar karena dihampiri oleh si Bocah itu?" ucap Shikamaru tersenyum meledek yang tahu bahwa Hidan sedikit gemetar saat Shikamaru menghampirinya.

"Kuberi tahu sesuatu, percuma penampilan kalian mau seseram atau setenang apapun, kalau seseorang tahu spirit musuhnya lebih besar dari dia, dia pasti akan ketakutan." Ucap Shikamaru pada Hidan.

"Ugh…Si…Sialaan!" Hidan melompat kebelakang dan mengacungkan senjatanya kedepan. 'aku tidak menyangka spirit bocah itu sangat besar.'

"Begitu ya, kalau begitu biar aku yang mengurus si banci ini." Ucap Lee menunjuk Deidara.

"AKU BUKAN BANCI!" bentak Deidara.

"Waktu kalian memilih sudah habis, saatnya kami yang memilih." Ucap suara seseorang yang mengangkat tubuh Kakashi, Ino dan Hinata menjauh dari Sasuke dan Naruto.

"Waaah, Sasori, Kisame…lama sekali kalian datang." Ucap Hidan.

"Ya, kami dibuat susah dulu sama wanita itu, merepotkan." Ucap Kisame kesal.

"H…h…H…HIUUUUU!" teriak Hinata menunjuk muka Kisame. "Aku benci hiuuu..benci..benciiii!"

"Menyebalkan sekali wanita ini!" teriak Kisame yang langsung menyerang Hinata, tapi pedang Kisame tertahan karena dililit oleh cambuk Ino.

"Hooo…karena kalian wanita, aku biarkan kalian 2 lawan 1." Ucap kisame.

"Sepertinya tinggal bocah berambut merah itu, biar aku yang urus." Ucap Kakashi.

"Sasuke! Aku sudah menemukan lokasi Sakura, biarkan yang lainnya mengurus orang-orang itu, kau cepat pergi ketempat Sakura, aku akan mengirimmu kesana." Ucap Kurenai.

"Ha? Suara siapa itu?" Tanya Deidara.

"Tapi…" kata Sasuke ragu.

"Cepat Sasuke! Kau tunggu apa lagi? Serahkan saja pada kami! Kau pergi saja dengan Naruto!" bentak Kakashi.

Sasuke menoleh kearah kakashi dan yang lainnya satu persatu yang memberikan senyuman semangat untuk Sasuke dan Naruto, dan Sasuke pun membalas senyum mereka. "Terima kasih, teman-teman." Ucap Sasuke yang langsung memegang tangan Naruto lalu menghilang karena Kurenai mengirimnya ke tempat Sakura.

"Kalian lihat tadi?" kata Kakashi pada yang lainnya.

"YA, Sasuke tersenyum." Sambung Ino sambil mengeluarkan air mata dan tersenyum.

"Dan menyebut kita teman." Sambung Lee.

"Baiklah, ayo kita mulai!"

Dimulailah pertarungan antara prajurit Konoha dan penyihir-prnyihir itu. Shikamaru berlari mengejar Hidan yang selalu menghindar, dan menyerang Hidan bertubi-tubi dengan serangan magicnya. "Fira! Thundara! Blizzara!". Hinata berlari kebelakang kisama dan mengikatnya dengan rantai magic, lalu Ino langsung menghampiri wajah Kisame, dan memegangnya. "BLIZZAGA!" Ino membekukan wajah kisame. Lee memukul-mukul Deidara dengan tinjunya yang mengeluarkan api, tapi Deidara selalu menangkisnya, sedangkan kakashi dan Sasori, mereka hanya saling tatap satu sama lain, tidak ada perlawanan dan gerakkan.

Sementara itu ditempat Sakura.

"Sakura~, bangun." Ucap suara laki-laki.

"Ngh…" Sakura terbangun dari pingsannya dan membuka matanya, dia melihat sekelilingnya yang dikelilingi obor api, dan keadaannya yang diikat terbaring ditempat tidur.

"Ah..ngh..lepaskan akuu!" ronta Sakura.

"Shhh…shh…shh…tenang saja, aku tidak akan menyakitimu." Ucap laki-laki itu mendekati Sakura dan membelai pipi Sakura.

"Siapa kamu?" Tanya Sakura yang penasaran karena laki-laki itu memakai tudung dan wajahnya gelap tak terlihat.

"Apa kau melupakan aku? Jahat sekali, padahal dulu kita sering bermain bersama, dan menghabiskan waktu berdua." Ucap laki-laki itu.

Sakura mengerutkan keningnya untuk mengingat hal yang tadi diucapkan. "Kau gila? Aku tidak mengenalimu!" ucap Sakura sewot.

"Bagaimana kalau begini." Laki-laki itu membuka tudungnya, dan benar saja, Sakura mengenalnya, Sakura sangat kaget ketika melihat wajahnya, wajah yang sama pada saat mereka masih kecil, wjah yang dulu sangat dia sayangi, wajah yang dipisahkan oleh orang tua Sakura,dan ingatan Sakura yang hilang pun kembali.

Sakura meneteskan air matanya. "ooohhhh…Kenapa kau menangis? Lihat wajahmu jadi sembab begini." Ucap laki-laki itu mengelap air mata Sakura.

"Lihat, aku mewujudkan impian kita dulu, kau memakai gaun pengantin putih sekarang, saat kita menikah, kekuatanmu akan mengalir padaku, dan aku akan menjadi penyihir terhebat yang pernah ada, sehingga tidak ada yang memisahkan kita lagi." Ucap laki-laki itu sambil tersenyum.

Sakura hanya bisa terdiam dan menangis. 'maafkan aku…Sasuke…'

Sasuke dan Naruto yang sedang terkirim ketempat Sakura merasakan panggilan hati Sakura, dia tersentak sesaat.

"Kenapa?" Tanya Naruto.

"Tidak, tapi sepertinya tadi aku mendengar suara Sakura." Ucap Sasuke.

"Mungkin itu yang dinamakan kontak batin." Ucap Naruto tersenyum. "Semoga dia tidak apa-apa."

"Ya." Jawab Sasuke singkat.

Shikamaru yang sedari tadi menyerang Hidan sekarang telah kelelahan, begitu pula Hidan, dia menghindar dan menyerang dengan cepat. 'G…Gilaaa…anak ini kuat sekali.' Ucap Hidan dalam hatinya, dia memandang kearah Shikamaru yang masih siap untuk bertarung.

'orang ini, kuat juga, tapi bagaimana caranya agar aku bisa langsung menghabisinya.' Pikir Shikamaru.

Shikamaru menganalisa teman-temannya yang sedang bertarung dengan musuh mereka masing-masing, lalu penglihatannya terfokus pada Ino dan Hinata yang sudah sedikir kawalahan melawan kisame, karena pedang Kisame yang besar dan selalu ditebaskan kearah Hinata dan Ino itu. Shikamaru langsung mendapatkan sebuah ide.

Shikamaru menyerang tepat kedepan wjaah Hidan dan meletakkan tangannya diwajahnya lalu meledakkannya dengan fire kecil, itu membuat hidan tidak bisa melihat karena kepanasan, dan matanya terbakar.

"AARRGHHHHH! SIALAAAAN! SIALAAAAN!" teriak Hidan mengayunkan senjatanya asal-asalan kearah Shikamaru.

"Hahahaha, bodoh, bodoh, bodoh!" ejek Shikamaru yang melompat-lompat kearah Ino dan Hinata, dia terus berteriak agar Hidan dapat mendengar arah suara Shikamaru.

"BRENGSEK KAU! KUBUNUH KAUU!" teriak Hidan masih menayuhkan senjatanya.

Shikamaru melirik kearah Ino yang menyerang Kisame dari belakang, lalu dia membesarkan spiritnya agar Hidan bisa merasakannya dan mengejarnya, dia berlari kearah Ino dan Hinata, dan ketika jarak mereka sudah dekat, Shikamaru memeluk Ino dan Hinata dan jatuh ketanah, Hidan yang mengayuhkan senjatanya mengenai leher Kisame.

"Akh…k…kau…" kata Kisame melihat kearah Hidan.

"HAHAHAHAHA, KENA KAUUU!" teriak Hidan yang tidak tahu bahwa yang ditusuknya itu adalah temannya sendiri, Kisame.

"BRENGSEEEK!" teriak Kisame yang mengayuhkan pedangnya ke tubuh Hidan, sehingga tubuh Hidan terbelah menjadi 2. Setelah itu, Shikamaru memberikan serangan terakhirnya pada Kisame, agar Kisame tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri.

"THUNDAGAA!" teriak Shikamaru menyerang Kisame, serangan petir itu tepat mengenai leher Kisame yang sedang dia pegang dan Shikamaru berhasil memutuskan leher itu.

"Hah..hah..hah…sekali dayung 2 pulau yah.." ucap Shikamaru yang kelelahan dan penuh dengan luka, begitu pula Ino dan Hinata. Mereka bertiga terluka dimana-mana akibat pertarungan itu. Kini tinggal Lee dan kakashi yang tersisa.

Kakashi menyerang Sasori dengan serangan petirnya, sedangkan Sasori menyerangnya dengan serangan api.

"Thundaraa!" serang Kakashi.

"Fira!" serang Sasori balik.

'kami sama-sama berunsur panas, tidak akan berpengaruh walaupun saling serang seperti ini.' Pikir kakashi.

Sambil berfikir, Kakashi tetap terus menyerang Sasori terus menerus, dia menyerangnya bertubi-tubi begitu pula Sasori.

Lee yang kini kelelahan melihat Deidara yang juga kelelahan.

"Sudahlah, kau menyerah saja! Aku tidak mau menang melawan banci." Ucap Lee.

"Sudah kukatakan aku bukan banci! Lihat saja, kau akan menyesal telah menghinaku." Ucap Deidara sambil melakukan sesuatu, Lee mengamati apa yang Deidara lakukan, dia melihat satu persatu anggota tubuh Deidara membengkak, dan makin lama makin mengembung.

Sasori yang menyadari tindakan Deidara langsung membentak Deidara. "Dediara! Bodooh! Kalau kau lakukan itu, aku juga bisa mati!" saat Sasori teralih konsentrasinya, Kakashi berhasil menghantam dadanya dengan petir.

"THUNDAGA!" serang Kakashi dan tepat mengenai Sasori.

"AARGGHH" rintih Sasori.

"Hei, hei hei…apa yang kau lakukan!" Tanya Lee yang panic.

"Hahahahaa, kau akan mati, kalian akan mati, kita semua akan mati! Akan kuledakkan kalian!" ucap Deidara yang tubuhnya makin mengembung itu.

"G…gawaat, dia akan membunuh kita semua, bahkan temannya sendiri!" teriak Shikamaru yang menyadari tindakkan Deidara.

"Deidaraaa hentikaaaannn!" teriak Sasori.

"HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak Deidara yang bersiap untuk meledak.

DUAAARRR

Ledakkan yang begitu besar telah terjadi ditempat itu, dan menimbulak gumpalan asap yang sangat lebat, dan saking besarnya ledakkan itu, Sakura bisa merasakannya, bahkan Naruto dan Sasuke sekalipun.

"A…apa itu tadi?" kata Sakura khawatir.

"Hahahaha, kerja yang bagus, teman-temanmu telah mati…kini tinggal antara kau dan aku." Ucap laki-laki itu sambil memegang dagu Sakura.

'Teman-teman….? Bohong…kalian selamat kan? Aku mohoon.' Sakura berdoa sambil mengeluarkan air matanya.

"Ooohh…kau menangis lagi? Kenapa? Sudah ada aku disini, ini sesuai impian kita dulu, apa yang kau tangiskan?" ucap laki-laki itu sambil menciumi pipi Sakura bahkan sampai bibir Sakura, tapi Sakura tidak dapat bergerak sedikitpun.

"Naruto…apa kau merasakannya?" Tanya Sasuke.

"Ya…j…jangan-jangan…"ucap Naruto ragu.

"Tidak! Jangan katakana itu!" bantah Sasuke.

"I…iya." Ucap Naruto pelan.

Mereka terus mengikuti arus untuk menuju tempat dimana Sakura berada, dengan pikiran yang bercampur aduk antara teman-temannya dan Sakura, Sasuke memejamkan matanya, berdoa agar teman-temannya baik-baik saja.


hahahhaaa, sumpah aku g tau gimana caranya bikin adegan action..=_= maaf banget yah kalau ngga jelas, g jelas abiissss...

dan aku g nyangka bakal dapet review lebih dari 100..O.o

makasiiih banyak yah yang udah baca n ngereview...tengkyu tengkyu tengkyu...

mungkin chapter depan bakal tamat atau 2 chapter lagi, ngga tahu, tergantung nanti deh..hehehehee