A.T.Q (answer the questions)

Terimakasih atas reviews para reader.

Oke yang minta untuk lanjut, sekarang udah lanjut koq, terimakasih atas support anda semua.

Kalo masalah update kilat maaf ya, sepertinya hampir ga mungkin buat saya pribadi soalnya banyak yang saya kerjakan di real world selain nulis fic.

Chapter 11 : musuh yang kuat

Sosok misterius yang datang tiba-tiba itu dimanfaatkan Haku untuk membawa Zabuza yang sekarat untuk menyelamatkan diri mereka, sedangkan orang itu hanya mengabaikan mereka karena tidak punya kepentingan dengan mereka. Sedangkan tim Shinobi dari Konoha hanya fokus kepada musuh di depannya..

Dilihat dari kondisi manapun Haku dan tuannya Zabuza sedang dalam situasi yang tidak menguntungkan, dia tidak tau sosok yang tiba-tiba muncul itu kawan atau lawan, ditambah lagi pertarungan dia dan Zabuza melawan tim Shinobi dari Konoha jelas berat sebelah kalau mereka paksakan dari segi manapun hanya kekalahan yang menanti mereka di depan.

Jadi Haku lebih memilih untuk mundur pergi menyelamatkan dirinya juga tuannya. Haku bulan seorang pengecut, dia cuma seorang yang lebih menghitung untung dan rugi. Lagian tujuan hidupnya adalah melindungi tuannya dengan segenap jiwa raga walaupun tuannya berada di sisi yang salah.

Sosok yang menggunakan jubah hitam polos dengan kerah tinggi serta topi caping yang menutupi rambutnya, hanya bola matanya saja yang bisa mereka lihat. Bola mata berwarna ungu dengan pola riak air terlihat di kedua matanya tersebut.

"Semuanya waspada, sepertinya orang ini sangat berbahaya jadi jangan lengah." Kakashi memberikan himbauan pada rekan-rekannya.

Entah berapa lama mereka hanya diam tak bergerak, saling mengobservasi kekuatan lawan atau keadaan sekitar yang bisa menguntungkan mereka.

"Tawaran ku masih berlaku, kita tidak perlu melakukan pertarungan sia-sia ini kalau kalian menyerahkan gadis jinchuriki itu padaku." sosok itu kembali berbicara

Tidak ada jawaban dari semua Shinobi Konoha, mereka hanya memberikan tatapan tajam yang menusuk kepada sosok itu. "Sepertinya kalian lebih memilih cara yang sulit rupanya. Baiklah biar ku perkenalkan diriku terlebih dahulu kepada kalian.! Kalian bisa memanggilku dengan sebutan Pein" sosok itu kembali bicara setelah beberapa saat tak menerima jawaban dari pihak musuh.

"Baiklah kalau begini aku akan memulai lebih dahulu" tambah pein lagi.

Dari bahu Pein muncul sebuah tangan mekanis dan tangan mekanis itu berubah menjadi belasan misil yang mengarah cepat kepada Shinobi Konoha. Kakashi dengan cepat membuat heandseal untuk membuat jutsu pertahanan.

"Doton : Doryuheki"

Kakashi hanya bisa membuat 1 jutsu pertahanan dikarenakan dia kelelahan menghadapi Zabuza tadi. Untung saja dinding tanah pertahanan yang dia buat cukup besar.

Debuman debuman ledakan hasil tabrakan misil-misil Pein dengan jutsu pertahanan Kakashi, Kakashi terus memusatkan konsentrasinya untuk membuat pertahanannya tidak mudah dihancurkan. Peluh menetes dari pelipisnya.

Naruto menghilang dan muncul di belakang pein dan dengan sekuat tenaga memukul punggung pein. Kekuatan pukulan yang sangat kuat itu membuat pein terpental ke depan kemudian tersungkur di tanah, topi capingnya terlepas sedangkan jibah hitamnya robek disana sini dan juga sebuah lubang dipunggungnya bekas pukulan Naruto barusan.

Kini sosok Pein sedang dikepung oleh Kakashi dan yang lainnya. 'Sepertinya anak itu berbahaya, ini akan sedikit sulit' batin Pein pada Naruto.

'Dia tidak merasa sakit dan mukanya tetap saja datar seolah-olah dia tidak bisa merasakan sakit pada fisiknya. Orang macam apa dia itu' batin Kakashi.

"Jangan melakukan serangan yang gegabah, kita belum tau kekuatan orang yang jadi musuh kita di depan ini, jadi berhati-hatilah" intruksi Kakashi kepada rekan-rekannya.

"Ternyata kau yang meminpin tim ini ya Kakashi no Sharingan... Berarti kau lah yang pertama harus ku lumpuhkan" suara dingin Pein yang di tujukan kepada Kakashi membuat semua tim Kakashi waspada dan bergerak ke depan Kakashi seolah-olah melindungi Kakashi dari Pein.

"Kami tak akan membiarkanmu begitu saja" ucap Hayate dengan Katana yang telah dipegangnya erat dengan kedua tangannya, sementara yang lain menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan Hayate.

"Sepertinya ini alan sedikit memakan waktu lebih lama" balas Pein dengan exspresi datarnya.

Kenji dan Hayate melapisi katana mereka dengan chakra angin dan membuat kuda-kuda untuk menyerang. Mengarahkan tebasan-tebasan di udara kosong menuju Pein, sehingga tercipta beberapa sabit udara tajam mengarah pada Pein begitu cepat.

Pein tidak melakukan gerakan seolah-olah dia menerima saja serangan itu. Mengangkat tangan kanannya ke arah lesatan sabit udara yang di ciptakan oleh Kenji dan Hayate, di depan tangan Pein tercipta distorsi udara yang membentuk lubang hitam, lubang hitam tersebut menghisap habis serangan dari Hayate dan Kenji.

Semua orang terkejut dengan kemampuan Pein yang bisa dengan mudah menyerap Ninjutsu, mereka kembali berpikir bagaimana cara mengalahkan atau menghindari pertarungan dengan Pein.

Sasuke melirik Naruko seolah mengisyaratkan membuat jutsu gabungan, Naruko yang mengerti tatapan Sasuke menganggukkan kepala, dengan cepat mereka berdua membuat beberapa segel tangan.

"Katon : goryuka no jutsu"

"Fuuton : atsugai"

Setelah mengucapkan pelan nama jutsu mereka yang telah bergabung menjadi satu membentuk tornado api menyerang Pein yang masih tetap berdiri tenang tanpa niat menghindar. Dan lagi jutsu serangan dari Sasuke dan Naruko diserap oleh lubang hitam ciptaan Pein

"Sepertinya kita tidak bisa menyerangnya dengan Ninjutsu, kalau begitu hanya serangan langsyng seperti yang Naruto lakukan yang mempan padanya." ucap Kakashi

Dari kedua lengan jubahnya Pein mengeluarkan besi hitam, Pein melesat maju menuju Kakashi dan yang lainnya. Hayate dan Kenji yang berada pada posisi paling depan berlari maju ke depan untuk menghadang Pein.

Jual beli serangan pun terjadi. Walaupun pertarungan ini berat sebelah, tapi Pein mengungguli Hayate dan Kenji yang semakin terdesak karena serangan Pein tidak mudah mereka prediksi.

Pein menari dengan lincah. Tusukan, sabetan dan sebagian tendangan Pein berhasil melukai Kenji dan Hayate. Meski luka itu tidak fatal tapu berpengaruh dengan terkurasnya stamina dan melambatnya gerakan mereka.

Hayate dan Kenji melangkah mundur untuk mengambil nafas dan bersiap untuk menyerang kembali, sedangkan Pein hanya diam menanti serangan musuh dengan menggenggam kedua besi hitam tajam di kedua tangannya.

Sebuah ledakan kekuatan mengejutkan dari belakang mereka. Entah terlalu fokus dengan Pein sehingga mereka tidak menyimak Naruto yang telah bertransformasi menjadi super saiyan 2 dan masih terus meningkatkan kekuatan.

'Ini bahaya, anak itu mulai serius' batin Pein.

Pein melempar kedua besi hitam tajam miliknya ke arah Naruto, salah satu besi itu ditepisnya dengan tangan kiri sedangkan yang satunya lagi di tangkapnya dengan tangan kanan tepat sebelum besi itu menembus kepala Naruto.

Di genggamnya erat besi itu kemudian hancur berkeping-keping. Naruto kembali meningkatkan intensitas kekuatannya, tak beberapa lama Naruto telah masuk ke mode super saiyan 3 nya, terlihat dari rambut pirangnya memanjang sebatas punggung dan tubuhnya lebih ramping sedikit dari pada mode super saiyan 2.

"Aku akan menjauhkannya dari sini, dan memberi waktu kalian untuk istirahat dan juga tolong jaga Naruko. Apapun yang di inginkannya itu pasti hal yang tidak menyenangkan." Naruto bicara kepada teman-temannya

"Jangan bodoh Naruto, orang itu berbahaya kalau kau hadapi sendiri" balas Kakashi.

"Kita masih bisa menghadapinya bersama-sama nii-chan" ucap Naruko menambahkan..

"Tenang saja, aku hanya akan menahannya beberapa waktu, kemudian aku mundur. Percayalah padaku aku akan kembali secepatnya" balas Naruto kemudian dia menghilang dan muncul tiba-tiba dibelakang Pein dan menghilang kembali entah kemana.

"Nii-chaann!" teriak Naruko.

"Maafkan kami Tazuna-San, tempat ini jadi berantakan" ucap Kakashi kepada Tazuna yang dari tadi sembunyi jauj dibelakang mereka yang sekarang menghampiri Kakashi dan lainnya.

"Tidak masalah Kakashi-San, yang penting jembatan ini masih Kokoh berdiri walaupun ada sebagian kerusakan kecil disana sini, dan juga semoga Naruto baik-baik saja" balas Tazuna.

"Mari kita kembali kerumah anda, sebaiknya kita sudahi dulu pembangunan jembatan hari ini" ucap Kakashi kembali.

"Anda benar sekali, sepertinya pekerjaan kami akan berbahaya kalau dilanjutkan, mari teman-teman kita kembali kerumah masing-masing" balas Tazuna dan seruan Tazuna kepada teman-teman pekerjanya.

Sementara itu Naruto dan Pein telah muncul disebuah tempat berupa padang rumput yang luas, disana hanya tinggal mereka berdua saja.

"Kenapa kau menginginkan Naruko? Apa kau anak buah Gatou yang mencoba menggagalkan pembangunan jembatan desa Nami no Kuni?" tanya Naruto.

"Aku tidak tertarik kepada gadis kecil itu, aku menginginkan apa yang ada di dalam dirinya untuk mencapai perdamaian, dan tenang saja aku tak sudi bekerja sama dengan bajingan tengik cebol Gatao itu, dan aku sudah membunuhnya agar para warga disini bisa hidup tenang" balas Pein.

"Perdamaian macam apa yang kau ingin wujudkan denfan mengorbankan orang lain" ucap Naruto geram

"Kau hanya bocah naif, kadang kita harus berkorban demi mewujudkan impian. Aku memerlukan seluruh biju agar bisa membuay seluruh Shinobi Elemental Nation tunduk padaku dan tak ada lagi peperangan karena mereka tunduk kepada 1 orang yaitu aku" ucap Pein.

"Alasan bodoh macam apa itu? Kau memaksakan perdamaian dengan cara seperti itu. Aku rasa kau sudah gila" ucapan Naruto keluar penuh emosi.

"Bukannya kau juga menginginkan perdamaian sama seperti ku, bocah! Kits tidak perlu bertarung, kemarilah. Bergabung lah denganku, maka kita telah maju selangkah untuk mencapai kedamaian" ucap Pein dengan gaya kedua tangan terbuka Mengarah pada Naruto, seolah-olah ingin merangkul Naruto.

"Aku tidak ingin bergabung dengan orang gila sepertimu, aku yakin suatu saat nanti akan datang masa semua orang saling terbuka dan menghargai masing-masing, tak peduli berasal dari mana dia, kita semua akan saling mengangkat tangan bahu membahu menciptakan perdamaian sejati" balas Naruto berbicaraxsambil menahan emosinya.

"Sayang sekali. Kita mempunyai pemahaman berbeda tentang mencapai kedamaian, kita akan lihat siapa yang berhasil mewujudkan nya lebih dulu, tapi sebelum itu terwujud akam ku perlihatkan kepadamu kekuatan dewa" balas Pein dengan mata yang sekejap bersinar menatap Naruto, memperlihatkan mata ungu dengan pola riak air.

"Bansho Tenin" ucap Pein, dan seketika badan Naruto tertarik dan menuju ke arah Pein dengan cepat seperti besi yang tertarik oleh medan magnet yang kuat. Leher Naruto dicekik Pein dengan tangan kanannya.

'Sial dia berhasil menangkapku.! Cengkramannya sangat kuat, aku harus fokus agar bisa melepaskam diri.' batin Naruto.

"Kau mungkin sangat kuat bocah, tapi kau kurang berpengalaman di pertarungan sesungguhnya, dan sekarang kau akan kalah dengan mudah dari ku" ucap Pein dibarengi membanting tubuh kecil Naruto ke tanah.

Terjadi retakan tanah yang amblas kedalam akibat kerasnya bantingan Pein. Dari tangan Pein keluar besi hitam tajam dan siap untuk ditusukkan ke Naruto.

'Syuut'

Besi itu menusuk tanah, Naruto telah menghilang dari situ dan muncul agak jauh di depan Pein dengan mata Emperor yang telah di aktifkannya.

'Akan susah menghadapinya dengan tangan kosong, baiklah.! Aku akan mencobanya.' batin Naruto

Naruto menggigit tangannya sampai berdarah kemudian merapal segel tangan dengan cepat. "Kuchiyose No Jutsu : Enma"

"Ada apa kau memanggilku Naruto?" ucap Enma

"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, Enma berubahlah!" balas Naruto Setengah berteriak.

Melihat wajah serius Naruto dan melihat sosok musuh disebrang sana yang sudah mengaktifkan 2 lengan mekanik di bahunya dan puluhan misil siap melesat ke arah mereka, akhirnya Enma mengerti sekarang Naruto menghadapi lawan yang kuat.

'Boooft

Dari kepulan asap yang mulai menipis terlihat tongkat merah beraksen relief emas di tangan Naruto. Naruto tidak perlu mengucapkan kata-kata untuk membuat tongkat perwujudan Enma itu membesar dan memanjang karena setelah Enma dipegang mereka akan terhubung dalam telepati layaknya seorang Jincurichi.

Naruto mengayunkan tongkat itu ke arah kepala Pein, Pein hanya diam saja karena melihat tongkat Naruto yang pendek pasti tidak akan mengenainya.

Dalam sekejap tongkat Naruto langsung memanjang dan tepat menghantam rahang Pein dengan keras dan membuatnya terpelanting kesamping kemudian terhentu setelah menghantam pohon.

Naruto masih mengamati lokasi Pein terhempas, entah kenapa dia yakin Pein tidak akan tumbang dengan serangan seperti itu. Dan tebakannya tepat, terlihat Pein berdiri dengan kondisi yang bisa dikatakan buruk.

Pein kemudian menyerangkan semua misil di kedua tangan mekaniknya secara serempak.

Naruto menghindaru dengan melompat kesana kemari dan sesekali memukul misil-misil itu dengan tongkatnya. Tapi tak sedikit yang mengenai Naruto yang membuatnya luka lebam.

Merasa kewalahan menghindari misil Pein, Naruto terbang tinggi ke udara agar sisa misil itu tidak mengenainya, namun sayangnya misil yang tersisa itu berbelok dan terbang mengikuti Naruto. 'Sial, ternyata benda itu mengikuti ku' batin Natuto.

Naruto kemudian menghilang dan muncul di belakang Pein, dia mengunci gerakan Pein dengan mengekang tangan Pein. Sedangkan misil-misil tadi mulai mendekat menyerang Naruto yang berlindung dengan tubuh Pein.

Sebelum misil itu menjadi senjata makan tuan bagi Pein, mata Rinegan nya berkilat tanda akan mengeluarkan jurusnya.

"Shinra Tensei"

Energi tak kasat mata menghempaskan sekeliling area dengan Pein sebagai pusatnya. Naruto terhempas jauh kebelakang dengan cukup keras, misil yang menyerang Pein pun terpental dan meledak dengan sendirinya.

Beberapa tulang rusuk patah dan persendian bahu kiri Naruto tergeser, dengan tertatih dan kaki bergetar hebat karena sudah hampir mencapai batasnya, tapi tetap dia paksakan. Dia tidak ingin mati disini, dia masih belum mewujudkan cita-citanya jadi dia tidak boleh kalah disini.

"Hhuuuaaaaaaaa..!" Naruto berteriak keras untuk memacu semangatnya kembali.

'Kraakk'

'Kraakk'

Bunyi tulang-tulang Naruto yang patah karena dia memaksa meningkatkan kekuatannya, rasa sakit yang teramat sakit tidak menurunkan semangatnya. Entah kenapa kekuatan Naruto meningkat cukup drastis.

Menahan rasa sakit di tubuhnya, Naruto meghilang dari tempatnya berdiri dan muncul tiba-tiba di belakang Pein, dia menendang punggung Pein dengan keras membuat Pein terpental kedepan cukup jauh.

Naruto menghilang lagi dan muncul dihadapan Pein yang masih melaju ke arahnya, dia meninju Pein telak diwajah dengan keras sehingga Pein kembali terpental ke kanan dengan cepat. Naruto menghilang kembali, muncul untuk mengambil tongkatnya yang tergeletak ditanah dan menghilang lagi.

Naruto muncul di dekat Pein lagi, dia mengayunkan tongkatnya ke perut Pein sehingga Pein kembali terpental, tapi kali ini membubung tinggi ke udara.

Serangan itu masih belum berakhir, Di udara sudah siap Naruto menunggu tubuh Pein datang padanya. Dengan cepat Naruto menyarangkan beberapa pukulan denfan tongkatnya pada bahu, pinggang, kepala dan kaki Pein. Dan sebuah penutup yaitu tendangan memutar yang telak mengenai punggung Pein hingga membuatnya melesat cepat menuju tanah.

'Boooommm'

Kawah tanah berdiameter sekitar 3 meter dan dalam sekitar 2 meter tercipta akibat benturan Pein dengan tanah.

"Haahh.. Hahhhh.. Haahhh.." Naruto yang masih melayang di udara bernafas terengah-engah setelah melakukan serentetan kombo serangan pada Pein.

Kepulan debu masih menutupi kawah tempat Pein terjatuh dan disana masih belum terlihat adanya pergerakan dari Pein tetapi Naruto masih waspada dia masih belum yakin dapat mengalahkan Pein dengan serangan combo cepatnya barusan.

Naruto melemparkan tongkatnya tinggi ke udara, dia memasang kuda-kuda jurus nya untuk mengakhiri pertarungan ini.

Sementara itu di sebuah tempat yang tinggi seorang laki-laki kurus berambut merah kusam dan memakai alat-alat aneh terbatuk darah.

"Ohookk.. Oohookk.. Aku tak akan membiarkan tubuh Yahiko dihancurkan anak itu" ucap laki-laki itu, sementara disana terlihat seorang wanita menemaninya, wanita itu berambut biru dan ada hiasan bunga kertas terselip di mahkota birunya.

"Kau sudah mencapai batasmu Nagato, jangan dipaksakan lagi, ternyata benar kata Zetsu tempo hari bahwa anak itu kuat dan akan merepotkan kalo kita tidak merekrutnya dipihak kita. Dan kau sendiri yang membuktikannya" ucap Wanita itu

"Aku tidak menyangka akan seperti ini jadinya, seharusnya aku serius dari awal. Conan panggil Madara kita akan pergi setelah membawa jasad Yahiko bersama kita" perintah laki-laki itu yang ternyata bernama Nagato kepada wanita disampingnya yang bernama Conan.

Sementara itu Naruto yang telah siap-siap dengan serangan terakhirnya mulai menarik kedua tangamnya ke samping kanan tubuhnya di kedua tanganya terkumpul energi berwarna kuning ke emasan..

"Kamehameha"

Sebuah lesatan energi padat mengarah cepat ke arah kabut yang belum menghilang dari posisi Pein terjatuh, tapi sebelum kamehame Naruto mengenai Pein, jurus itu lenyap terhisap lingkaran vortex dan kemudian lenyap tak tersisa. Dan kejadian itu sukses membuat Naruto waspada.

Kabut telah menipis, memperlihatkan 2 sosok orang didalamnya. Yang pertama adalah Pein yang terlihat memprihatinkan, dan satunya lagi seseorang yang membelakangi Naruto dengan jubah hitam sama seperti Pein dan tudung kepala yang menutupi rambutnya.

"Sungguh menyenangkan melihat pertarungan kalian berdua, tapi maaf sampai disini saja pertarungan ini, maafkan atas kelakuan temanku ini" ucap sosok itu ketika berbalik ternyata dia memakai topeng polos dengan 1 lubang mata saja.

"Siapa kau? Apa maumu? Cepat katakan?" serentetan tanya keluar dari mulut Naruto kepada sosok misterius bertopeng tersebut. Naruto yakin dia juga orang yang kuat, akan sangat merugikannya kalau dia bertarung dengannya dalam kondisi kurang baik seperti sekarang. Dan juga dia saat ini sendirian membuat situasi ini menjadi semakin berbahaya baginya.

"Maa maa maa tenanglah sedikit, aku bukan lah siapa-siapa jadi itu tidak penting untuk mu siapa aku, mau ku hanya membawa pergi temanku ini dan tenang saja aku tidak ada niat mengajakmu bertarung" balas sosok bertopeng itu kepada Naruto

"Aku tak akan membiarkan kalian pergi" balas Naruto yang sejak tadi sudah memegang tongkat Enmanya kembali

"Aku rasa dengan kondisimu seperti itu tidak baik untuk mu bertarung dengan kami, itu hanya akan merugokanmu. Tapi sebagai ucapan maaf ku aku memberikan mu hadiah ini" ucap Sosok itu, dan di depannya terlihat lingkaran vortek yang mengeluarkan Gatou yang terikat dan tak sadarkan diri.

"Dia Gatou, orang yang membuay desa ini sengsara, ini lah hadiah sekaligus permintaan maaf ku atas kelakuan temanku ini, nanti kita akan bertemu lagi Naruto.. Selamat tinggal" ucap sosok itu lagi dan kemudian menghilang bersama Pein dalam lingkaran vortek

"Huuh.. Mereka kabur, tapi aku juga tidak bisa menghadapi mereka lagi kalau terpaksa harus bertarung, aku sudah terlalu lelah" guman Naruto yang berjalan menuju Gatou yang tak sadarkan diri.

Menyentuh Gatou dan menghilang dengan jutsu teleportasi nya, Naruto muncul kembali di depan jembatan yang dibangun kakek Tazuna.

"Enma, kembali lah" ucap Naruto ketika telah sampai dihadapan teman-temannya, dia menghilangkan Enma yang mebantunya berdiri sebagai tongkat tumpuan.

Naruto tersenyum ke arah teman-temannya yang berjalan ke arahnya. Tapi hanya sebentar senyuman itu bertahan di wajahnya, Naruto terjatuh tak sadarkan diri

"Nii-chan/Naruto!" teriak Naruko dan teman-temannya yang langsung berlari menemui Naruto yang tiba-tiba terjatuh.

"Nii-chan jangan bercanda.. Ayoo bangun" teriak Naruko ketika Sudah mencapai Naruto, merebahkan Naruto d pahanya, dan menggoyang-goyangkan badan Naruto. Tetes demi tetes air mata keluar dari mata Naruko.

"Naruko chan! Biar ku periksa keadaan Naruto" ucap Sakura pelan.

Mengusap kasar air mata dengan punggung tangannya, Naruko hanya diam menunggu Sakura memeriksa keadaan sang Kakak.

Di antara yang lain terfokus terhadap Naruto, Tazuna tersentak kaget dengan orang yg dibawa Naruto.

"Kakashi-San! Bukan kah orang yang dibawa Naruto adalah Gatou?" tanya Tazuna kepada Kakashi.

"Ahh.. Kau benar Tazuna-San, dia adalah Gatou. Maaf aku terlalu fokus terhadap Naruto, sampai tidak sadar siapa yang dibawanya" balas Kakashi. Kemudian Kakashi mendekati Gatou dan menyentuh lehernya memastikan apakah dia masih hidup atau tidak.

"Dia masih hidup, dia hanya pingsan saja. Urusan Gatou kami serahkan kepadamu Tazuna-San" ucap Kakashi lagi

"Baiklah Kakashi-San, aku akan membawa Gatou kepada para warga, biar mereka yang menentukan hukuman apa yang pantas untuk orang menjijikkan ini" balas Tazuna, kemudian membopong tubuh Gatou kebalai desa untuk diberi hukuman oleh para warga.

Sementara itu Sakura telah selesai memeriksa dan memberi pertolongan dengan Ninjutsu medis yang dipelajarinya di akademi.

"Bagaimana keadaan Naruto Nii-chan Sakura? Apa dia baik-baik saja?" ucap Naruko yang langsung bertanya pada Sakura

"Beberapa tulang rusuk Naruto patah dan sendi pada bahu kirinya sedikit bergeser, tapi selain itu dia baik-baik saja, cuma kelelahan. Lebih baik dia kita bawa beristirahat ke rumah Tazuna-San.

"Biar aku saja yang membawanya" ucap kenji yang menawarkan diri membopong tubuh Naruto ke rumah Tazuna.

T.B.C

Yoo.. Saya kembali lagi ... Maaf atas kemoloran saya update fic ini, karena kemaren beberapa hari yang lalu saya sakit. Untuk para Reader semua, saya himbau untuk terus menjaga kesehatan kalian ya? Karena kita sudah memasuki musim penghujan yang remtan bagi kita.

Saya juga sambil mengetik 1 fic baru lagi, tapi nanti saja saya publish. Okeee, sampai disini dulu perjumpaan kita kali ini.

Sampai berjumpa lagi di lain kesempatan.