Cooking! Cooking!
By Kimmy
.
Cho Kyuhyun (N), Lee Sungmin (Y), Cho Ahra (Y), Kim Heechul (Y), Lee Donghae (N)
.
Genderswitch
.
Romance NC 21+, Comedy -maybe- *mian kalo garing^^*
.
.
.
.
.
PART 10
.
PART SEBELUMNYA
"Kyuhyun ah?" panggil Sungmin.
Ia mengerutkan dahi. 'Kyuhyun kemana? Kenapa ia tidak ada' gumam Sungmin bingung.
.
.
.
-0o0-
.
.
.
Sungmin meraih pakaiannya yang dibuang Kyuhyun malam tadi. Perlakuan mereka yang terburu-buru membuat pakaian Kyuhyun maupun Sungmin berantakan dibawah ranjang Sungmin. Ia memakai lagi bra, celana dalam serta piyama one-piecenya. Sungmin bangkit dari ranjang, ia berjalan sedikit mengangkang karena kewanitaannya masih sakit hingga kini.
"Kyuhyun ah?!" Panggil Sungmin lagi.
Ia menghampiri ranjang Kyuhyun yang rapi. Ia tak melihat adanya wig yang selalu dipakai Kyuhyun. 'Apa mungkin Kyuhyun pergi? Bagaimana jika Kyuhyun benar-benar pergi meninggalkan asrama' Sungmin mulai mencemaskan Kyuhyun.
Sungmin melirik kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka. Ia mendorong pintu itu dan melihat kedalam. Kosong, namun lantai kamar mandi sedikit basah. Sungmin yakin Kyuhyun sudah membasuh tubuhnya sebelum Sungmin terbangun. Sungmin berpikir sejenak.
'Kemana laki-laki itu? Apa… ia hanya memanfaatkan aku untuk malam tadi?' Sungmin yang kebingungan akhirnya berpikir negatif.
.
.
.
Sementara itu.
Meski hari ini hari Minggu, namun banyak pelajar yang menyibukkan diri di sekolah. Diantara mereka adalah orang-orang yang aktif organisasi.
Donghae duduk disebuah kursi besi yang ada ditaman belakang sekolah. Tempat yang dirasa cukup aman karena orang-orang tidak berminat melewati taman yang sedikit kotor itu. Ia memberikan sebuah softdrink pada laki-laki yang memakai jeans ketat berwarna coklat dengan kaos berwarna merah V neck perempuan. Terdapat sebuah wig disebelah laki-laki berpenampilan perempuan itu. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.
"Mwo?!" Donghae berteriak kaget. Ia tak sengaja menumpahkan softdrink miliknya begitu mendengar cerita Kyuhyun.
"Ya! Kau bercanda, eoh?" tanya Donghae tidak percaya.
"Tentu saja benar. Kau pikir aku bohong?"
"Ba…bagaimana…" Donghae menggeleng tidak percaya. "Bagaimana mungkin Sungmin mau denganmu?"
"Jadi kau meragukan kemampuanku hyung?" tanya Kyuhyun tidak terima.
"Maksudku, kau kan masih kecil. Pasti milikmu juga kecil" Donghae tertawa kecil seakan meremehkan.
"Enak saja! Kalau milikku kecil, tidak mungkin Sungmin menikmatinya" kata Kyuhyun melipat tangan.
Laki-laki itu tidak terima jika Donghae meremehkannya. Iapun menunduk, merasakan sesuatu yang sejak pagi tadi mengganjal. Tatapannya tertuju pada sebuah tonjolan yang berada dipangkal pahanya. Kyuhyun tersenyum nakal, ia menepuk bahu Donghae.
"Hyung.. lihat!"
Donghae menoleh Kyuhyun dan mengikuti telunjuk Kyuhyun yang ternyata mengarah pada tonjolan dibawahnya. Donghae sedikit terbelalak. 'Otak udang! Otak mesum! Bodoh!' umpat Donghae ketika menyadari kelakuan Kyuhyun yang terlampau polos.
"Ya!" Donghae memukul belakang kepala Kyuhyun. "Berani-beraninya kau menunjukkan milikmu dihadapanku!" bentak Donghae tidak terima.
"Kau bilang milikku kecil. Lihat…" Kyuhyun tersenyum dengan wajah polosnya. "Milikku besar kan?!"
GLEK!
Donghae menelan ludahnya. 'Aaaah! Bisa gila aku dengan anak ini' gumam Donghae. Iapun mengambil wig yang ada diantara dirinya dan Kyuhyun. Donghae langsung menaruh wig tersebut dibagian tonjolan 'adik' Kyuhyun.
"Tutupi dia! Dasar tukang pamer" gerutu Donghae mengalihkan wajahnya. Baru pertama kali ia melihat ada anak yang berani memamerkan kejantanannya dihadapan orang lain. Dasar bodoh.
Kyuhyun tertawa kecil. Ia membiarkan tonjolan itu turun dengan sendirinya. Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi besi yang dingin.
"Hyung, sebenarnya ada yang mau kuceritakan lagi"
"Shireo! Jangan bilang kau mau membuka celanamu dihadapanku sekarang"
"Anio!" Kyuhyun menggeleng. "Aku serius hyung… ini masalah perasaanku"
Donghae kini melirik Kyuhyun. "Bukankah kau mencintainya? Lalu apa lagi?" tanya Donghae.
"Aku ragu dengan Sungmin" kata Kyuhyun menekuk bibirnya. "Selama aku menyentuhnya aku selalu menyelipkan kata 'saranghae' tapi ia tidak membalasnya. Jangan-jangan.. ia hanya memanfaatkan aku"
Donghae tertawa mendengar cerita Kyuhyun. "Baboya! Yang ada Sungmin yang dimanfaatkan olehmu. Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?"
"Aku merasa Sungmin hanya ingin merasakan apa yang sudah dirasakan oleh Heechul" jelas Kyuhyun. "Heechul pernah bercerita padaku dan Sungmin kalau dia pernah melakukannya. Aku takut Sungmin hanya ingin merasakan hal yang sama, makanya Sungmin menerima perlakuanku" kata Kyuhyun.
"Mwo? Jadi Heechul juga sudah pernah melakukan itu?" Donghae mengangkat kedua aslinya. Ia berpikir sejenak. "Hmm… Heechul sudah, Sungmin juga sudah." Pikir Donghae. "Berarti aku harus melakukannya juga dengan Ahra"
"Ya! Apa maksudmu!" Kyuhyun tidak terima. "Kau berani macam-macam dengan noonaku hah?!" Kyuhyun bersiap memberikan pukulannya.
"Kau jangan munafik! Kau sendiri sudah mendahului aku dan Ahra untuk berbuat seperti itu" kata Donghae tidak takut.
"Tapi.. aku hanya kasihan dengan Ahra, dia itu manja dan terlalu cengeng. Bisa-bisa ia menjerit dan menangis saat kau menyentuhnya. Sungmin saja meringis kesakitan kemarin malam"
"Memangnya sakit sekali?" tanya Donghae sedikit berbisik.
"Mmm.." Kyuhyun berpikir sejenak. "Menurutku tidak, karena aku bertugas untuk memasukkan, bukan yang dimasukkan" ujar Kyuhyun tertawa.
Donghae menghela nafas. "Dasar mesum! Wajahmu dan ucapanmu sama mesumnya!" Gumam Donghae melirik Kyuhyun malas.
.
.
KREK!
Sungmin menoleh begitu mendengar suara pintu kamarnya dibuka seseorang. Sungmin yang sedang duduk diranjangnya kini langsung bangkit. Ia melihat Kyuhyun masuk dan mengunci pintu. Kyuhyun segera melepaskan wig yang dikenakan.
"Kau darimana Kyu?" Tanya Sungmin menghampiri Kyuhyun.
"Aku… hanya mencari udara segar diluar" jawab Kyuhyun sambil mengacak rambutnya yang sedikit berkeringat.
"Aku mencarimu kemana-mana, tapi kau tidak ada"
"Untuk apa kau mencariku?"
Sungmin menunduk sejenak. Ia menghela nafas. "Kukira kau pergi meninggalkanku begitu saja setelah… apa yang kemarin malam kita lakukan"
"Aku tidak mungkin pergi karena kontrakku dengan Ahra belum berakhir." Kata Kyuhyun tersenyum.
Sungmin menenggak. Ia melihat senyuman tipis dari bibir Kyuhyun.
"Sungmin ah, mianhaeyo.. Aku sudah.. ng.." Kyuhyun mulai kebingungan. "Pokoknya aku minta maaf. Mungkin aku memang orang yang jahat, tapi… aku melakukan itu karena…"
"Kyu~"
Sungmin mendekat dan mengelus kedua dada datar Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya diam. "Aku tidak pernah marah. Aku juga…sangat menikmatinya kemarin" bisik Sungmin malu-malu.
GLEK!
Kyuhyun merinding begitu mendengar apa yang Sungmin katakan. Ia menatap wajah Sungmin yang berada didekat dadanya.
'Ah~ perempuan ini! Kalau ia seperti ini terus bisa membuatku menyerangnya lagi' gumam Kyuhyun.
"Tapi… sekarang tidak dulu Kyu" ucap Sungmin.
'Kenapa Sungmin tau pikiranku' gumamnya lagi.
"Memangnya kenapa?" tanya Kyuhyun.
"Aku masih sakit" kata Sungmin sedikit berbisik. Kyuhyun dengan polosnya melirik kebawah, tepatnya pada bagian bawah Sungmin. "Ya! Jangan menatapku seperti itu!" Sungmin memukul bahu Kyuhyun. Sungmin pun tertawa.
Kyuhyun hanya tersenyum malu.
.
.
-0o0-
.
.
Sejak kejadian itu, hubungan Sungmin dan Kyuhyun semakin baik. Tidak ada lagi ejek-ejekan dari Sungmin, tampar-tamparan dari Sungmin, dan godaan maut kadaluarsa dari Kyuhyun. Mereka mulai memahami sifat dan kebiasaan satu sama lain. Sungmin kini mengetahui siapa Kyuhyun sebenarnya dan seperti apa sosok Kyuhyun. Kyuhyun bukanlah orang semesum dan segombal yang dibayangkan Sungmin, bahkan semakin dekat ia dengan Kyuhyun, Sungmin merasa semakin nyaman. Meski begitu, Sungmin tak pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia benar-benar menyukai Kyuhyun, ia bersikap seperti kedekatan sepasang sahabat, dan itu membuat Kyuhyun tidak sadari perasaan Sungmin yang sesungguhnya.
.
.
.
Siang hari…
Setelah jam pelajaran terakhir selesai, Kyuhyun, Sungmin, Heechul maupun Donghae memilih untuk berpisah sejenak dan mengurus keperluan masing-masing. Sungmin mendapatkan tugas kelompok bersama Donghae dan beberapa teman lainnya, sementara Heechul sedang memburu seorang dosen yang sejak dua bulan lalu pergi ke luar negri dan belum memberikan nilai semester awal padanya. Kini hanya Kyuhyun yang tidak berkegiatan apa-apa. Semua tugas yang dosen berikan tidak bisa ia kerjakan sendiri tanpa bantuan Sungmin.
Kyuhyun memilih untuk kembali ke kamar dan membuka pakaiannya. Wig, celana ketat dan kaos bodyfit membuat Kyuhyun sangat tidak nyaman. Ia memanfaatkan waktu kesendiriannya untuk membuka pakaian didalam kamar dan hanya mengenakan boxernya.
Laki-laki itu duduk di atas ranjangnya. Tatapannya lurus kedepan, melihat ranjang Sungmin yang tertata rapi. Bayangan beberapa hari yang lalu terus menghantui Kyuhyun, bayangan saat mereka berdua melakukan 'hal' itu.
'Aish! Kenapa pikiranku tidak bisa tenang' gumam Kyuhyun mengacak rambutnya.
Bukan hanya bayangan Sungmin yang terus datang, kata 'saranghae' yang belum mendapat jawaban dari Sungmin pun menjadi hal yang dipikirkan Kyuhyun. Semakin hari hubungan mereka semakin dekat, bahkan Sungmin sering memeluk dan merangkul Kyuhyun. Tapi sampai detik ini Sungmin tak pernah berikan jawaban atas perasaannya.
"Apa aku terlalu berlebihan? Aku terlalu mengharapkan Sungmin berbalik mencintaiku" Ujar Kyuhyun mulai pasrah.
Tak lama kemudian…
KREK!
Seseorang yang ada dipikiran Kyuhyun pun muncul. Ia melirik kedalam dan terkejut melihat Kyuhyun telanjang dada sambil duduk sila diatas ranjang. Sungmin segera masuk kedalam dan mengunci kembali pintu kamar mereka.
"Ya! Kau pikir ini rumahmu? Seenaknya saja telanjang dada seperti itu" omel Sungmin bercanda.
Kyuhyun melirik Sungmin dengan lesu. "Aku kepanasan." Jawabnya singkat.
Sungmin menghampiri Kyuhyun. 'Kenapa bocah ini. Wajahnya tidak seperti biasanya' gumam Sungmin bingung. Perempuan itu duduk disebelah Kyuhyun lalu menangkupkan telapak tangannya pada pipi Kyuhyun.
"Kau sakit?" tanya Sungmin.
Kyuhyun menggeleng.
"Kenapa suaramu seperti itu?" tanyanya lagi.
'Andwae.. Sungmin tidak boleh tau kalau aku sedang memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu' gumam Kyuhyun dalam hati. Matanya masih menatap Sungmin lekat.
"Kau sudah selesai dengan tugasmu?" tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.
Perempuan itu mengangguk. "Sudah. Sekarang kita bisa kerjakan PR bersama lagi" katanya tersenyum.
Namun ternyata senyuman Sungmin tidak membuat Kyuhyun membaik. Laki-laki itu tidak membalas senyuman Sungmin sama sekali.
"Kyu, ada yang kau pikirkan?" tanya Sungmin.
"Eobseoyo.."
"Kau sangat tidak bersemangat, apa kau pusing?" tanya Sungmin menempelkan telapak tangan pada dahi Kyuhyun.
"Sudahlah, jangan terus bertanya seperti itu. Aku tidak sakit, aku juga tidak apa-apa" Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin dengan lembut dari dahinya.
Laki-laki itu bangkit dari atas ranjang dan berjalan ke kamar mandi. Kyuhyun tidak menutup pintu kamar mandinya, ia membiarkan udara dari kamar masuk kedalam kamar mandi.
Ia berdiri didepan washtafel. Kyuhyun membasuh wajahnya beberapa kali agar wajah lesunya terlihat lebih segar. Setelah itu Kyuhyun kembali bercermin. Ia memperhatikan wajahnya yang terlihat berbeda.
'Kenapa aku tidak bisa sembunyikan perasaanku. Pantas saja Sungmin mengira aku sakit' gumamnya bingung.
Saat Kyuhyun sedang bergumam sambil bercermin, tiba-tiba lengan Sungmin melingkar pada perut datar Kyuhyun. Laki-laki itu sedikit terbelalak dengan sikap Sungmin. Perempuan itu sejak tadi memperhatikannya hingga Kyuhyun masuk kedalam kamar mandi.
Sungmin hanya diam. Ia tak berbicara apa-apa, kedua lengannya semakin erat memeluk Kyuhyun dari belakang sementara kepalanya bersandar pada punggung Kyuhyun. Wajah Sungmin langsung menempel dengan kulit pucat Kyuhyun. Keduanya sama-sama diam. Tak ada yang memulai pembicaraan.
'Kenapa Sungmin terus menggantungku seperti ini?' keluh Kyuhyun menunduk.
Sungmin menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan. Aroma tubuh Kyuhyun masuk melalui hidungnya. Sungmin hafal sekali dengan aroma tubuh laki-laki itu.
"Kau tidak seperti biasanya, Kyu.." ujar Sungmin pelan.
"Aku tidak pikirkan apa-apa" jawab Kyuhyun.
"Biasanya kau selalu mengajakku berbicara lebih dulu. Tapi hari ini kau berbeda"
Kyuhyun terdiam. 'Benarkah? Sungmin begitu memperhatikan aku sampai sedetail itu'
"Kyu~" Sungmin kembali merajuk.
"Ne?"
"Bisakah kau berbalik padaku dan bersikap seperti biasanya?" pinta Sungmin.
Kyuhyun berpikir sejenak. Kemudian melepaskan tangan Sungmin dipinggangnya. Kyuhyun membalikkan badan dan menatap Sungmin. Perempuan itu ikut sedih dengan sikap Kyuhyun yang tidak seramah biasanya. Kyuhyun memegang kedua tangan Sungmin dan mengelus punggung tangannya dengan ibu jari.
"Apa yang berbeda dariku?" tanya Kyuhyun.
"Kau belum tersenyum padaku hari ini" kata Sungmin.
Kyuhyun pun menggariskan senyuman tipisnya. Ia berusaha untuk menjadi Kyuhyun yang ceria seperti biasanya, meski dalam hati Kyuhyun sedang mengeluh tentang perasaannya.
"Sudah kan?"
Sungmin menggeleng. "Kau tidak tersenyum seperti biasanya" kata Sungmin.
Kyuhyun sedikit menunduk. Ia menghela nafasnya. 'Kenapa wajah Sungmin yang seperti ini membuatku semakin bersalah'
"Aku ingin k..kau…"
GREP!
Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan membawanya pada pelukannya. Sungmin terdiam. Kyuhyun memeluknya dengan erat. Lagi-lagi tangan Sungmin melingkar pada pinggang Kyuhyun yang tidak tertutupi apa-apa.
"Mianhaeyo.." bisik Kyuhyun.
"Kenapa minta maaf?"
'Percuma, meski aku menyatakan perasaanku berulang-ulang, Sungmin pasti tidak akan menjawabnya. Lebih baik seperti ini. Lebih baik aku memeluknya saja, dan bermimpi untuk bisa mendapatkannya suatu saat nanti' gumam Kyuhyun sambil mencium aroma tubuh Sungmin dari bahu perempuan itu.
"Kyuhyun ah, kau benar-benar aneh hari ini. Sebenarnya ada apa?" tanya Sungmin lagi.
Kyuhyun menggeleng. "Anio, aku hanya ingin menguji apa kau peduli padaku atau tidak" jawab Kyuhyun.
Sungmin langsung melepaskan pelukan mereka. Ditatapnya wajah Kyuhyun yang kini tersenyum lebar. Wajahnya kembali seperti biasa, meski Sungmin tidak tau didalam hatinya Kyuhyun masih menyimpan perasaan bimbangnya.
"Kau yakin tidak apa-apa?" tanya Sungmin memastikan.
"Gwaenchanha.." Kyuhyun menjawab dengan pasti. "Apa perlu aku buktikan? Dengan… menciummu?" tanyanya menggoda Sungmin.
"Ya!" Sungmin tersipu malu. Ia sedikit menunduk.
Dihadapan Sungmin, Kyuhyun bertingkah konyol seperti biasanya. Kyuhyun terlalu takut untuk menyatakan perasaannya lagi. Ia takut Sungmin tetap diam dan membuat Kyuhyun semakin bingung tentang perasaannya.
'Tidak apa-apa seperti ini. Ia mencintaiku atau tidak bukan masalah besar untukku. Yang pasti, Sungmin mau berada didekatku dan bercanda ria denganku. Ini lebih baik..' gumam Kyuhyun sambil memegang tangan Sungmin untuk keluar kamar mandi.
.
Sejak saat itu, Kyuhyun kembali bertingkah biasa. Ia tidak mau terus terlarut dalam pikirannya. Meski terkadang pikiran itu datang lagi, ia terus memendamnya. Kyuhyun yakin akan tiba saatnya Sungmin angkat bicara dan mengungkapkan perasaannya pada Kyuhyun.
.
.
.
Dua minggu kemudian..
Tepat di hari minggu, Kyuhyun dan Sungmin sedang membuat PR bersama-sama. Sungmin mengajari Kyuhyun untuk membuat sebuah masakan yang bergizi, cepat dan mudah untuk dibuat.
"Araseo~ kalau begitu aku harus tambahkan merica" kata Kyuhyun. Mereka sedang membuat PR berupa resep pribadi hasil eksplorasi mereka. Untuk tugas yang satu ini Kyuhyun mau tidak mau ikut berpikir sambil dibantu Sungmin.
"Andwae, agar warnanya lebih menarik kau tambahkan lada hitam saja" usul Sungmin.
"Oh…" Kyuhyun hanya mengangguk. Ia menuliskan beberapa bahan dan cara membuat makanan hasil eksplorasinya.
Sungmin hanya memperhatikan Kyuhyun yang sedang memakai kaos polos, celana panjang -milik Ahra pastinya- tanpa sebuah wig. Kyuhyun memilih untuk menjadi diri sendiri disaat tidak ada siapapun kecuali Sungmin.
Tiba-tiba…
TOK! TOK! TOK!
"Ahra-ya! Sungmin ah!" Terdengar suara cempreng dari luar kamar mereka. Siapa lagi kalau bukan Heechul. Kyuhyun berdecak kesal karena kesempatannya berdua dengan Sungmin terpotong oleh panggilan Heechul.
"Kyu, cepat pakai wigmu!" bisik Sungmin.
Kyuhyun segera meraih wignya lalu memakainya dengan terburu-buru. Setelah itu Sungmin membukakan pintu. Heechul langsung masuk kedalam.
"Aish! Lama sekali membuka pintunya" kata Heechul.
"Waeyo?" tanya Sungmin.
"Kita harus cepat ke sekolah! Changmin seonsaengnim ada disana, ia sedang mengajak murid-murid untuk memasak bersama" kata Heechul. Tanpa diketahui Kyuhyun, ternyata Heechul adalah penggemar terberat Changmin, lelaki tampan berusia 39 tahun yang sampai saat ini masih melajang.
"Apa penting?" tanya Kyuhyun dengan suara aslinya.
Heechul melirik Kyuhyun terkejut. 'Kenapa suara Ahra aneh' gumamnya. Kyuhyun dan Sungmin yang menyadari hal itu ikut terbelalak kaget.
"Hahaha…" tiba-tiba Sungmin tertawa, bermaksud mengalihkan perhatian Heechul. "Ahra-ya! Suaramu lucu sekali" kata Sungmin menepuk bahu Kyuhyun. matanya melirik Kyuhyun dan memberi isyarat untuk berbicara lebih lembut dan feminim.
Kyuhyun yang menyadari apa yang Sungmin lakukan hanya tersenyum. "Ah.. Aku hanya bercanda" kata Kyuhyun mulai memasang suara lembutnya.
"Aish! Pokoknya sekarang kita harus ke gedung sekolah!" kata Heechul menarik Sungmin dan Kyuhyun.
.
Kyuhyun bersama Sungmin dan Heechul kini berada disebuah aula sekolah. Setiap hari minggu Changmin yang merupakan Kepsek Acara -Kepala Seksi Acara Sekolah- selalu membuat acara memasak bersama untuk siapa saja yang ingin mengisi waktu libur mereka. Para pelajar tidak diperbolehkan untuk pulang ke rumah selain libur semester, karena itu sekolah mereka sering mengadakan acara untuk mengisi liburan.
"Daging yang kalian masak harus berbentuk seperti ini, tidak tebal dan tidak tipis" kata Changmin memperlihatkan daging yang telah ia buat. "Dagingnya pun harus medium rare" katanya.
Semua pelajar yang berada didalam aula itu memperhatikan Changmin dengan seksama. Tak terkecuali Heechul dan Sungmin. Mereka memegang sebuah catatan kecil untuk mencatat semua yang menurut mereka penting. Namun tidak dengan Kyuhyun. Ia hanya melipat tangan sambil memperhatikan Changmin dengan wajah malas.
"Nah, sekarang siapa yang mau mencobanya?" tanya Changmin.
Heechul dan Sungmin segera mengacung, begitu juga pelajar lainnya. 'Eoh? Kenapa Sungmin harus mengacung juga? Ah~ aku tidak boleh dianggap bodoh oleh mereka semua' gumam Kyuhyun tersenyum tipis. Iapun ikut mengacung seperti yang lainnya.
Sungmin melirik Kyuhyun. 'Kyuhyun mengacung juga? Apa ia bisa memasak daging medium rare? Menyalakan kompor saja hampir meledak' gumam Sungmin heran.
"Kalau begitu Sungmin, Ahra, Luna, Sulli dan Heechul maju ke depan" kata Changmin.
'Mwo?! Maju?! Akh!' Kyuhyun sedikit menyesal karena ternyata Changmin menyuruhnya untuk maju.
Keempat perempuan lainnya langsung berdiri sambil berjalan ke depan sementara Kyuhyun berjalan paling belakang dengan ragu-ragu. Kelimanya berdiri didepan sebuah kompor mini beserta sebuah daging mentah, pisau daging, serta olive oil dalam botol.
"Tunjukkan padaku daging medium rare milik kalian" kata Changmin.
Kyuhyun sedikit terbelalak. 'Eotteoke?! Memasak daging maksudnya? Mana mungkin!' Kyuhyun sedikit menggerutu namun tak ada yang menyadarinya.
Sungmin yang berada disebelah Kyuhyun langsung melirik Kyuhyun seakan bertanya 'Apa kau bisa lakukan itu?'
"Ayo Ahra.." Changmin menghampiri Kyuhyun ketika yang lainnya sudah mulai memotong daging dan memasukkan olive oil ke dalam pan.
Kyuhyun hanya mengangguk. Changmin berdiri disebelah Kyuhyun dan memperhatikannya. Hal itu membuat Kyuhyun gugup. Kyuhyun memotong daging itu perlahan, ia takut Changmin berkomentar macam-macam.
"Bukan begitu…" Changmin menggeleng sambil tersenyum. Ia memegangi kedua tangan Kyuhyun sambil mengarahkan tangan itu untuk memotong daging. Kyuhyun terdiam. Ia tak bisa berbuat apa-apa.
'Seseorang! Jebal! Jijik sekali seonsaengnim centil ini memegangi tanganku! Aaaakh~' Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Kemudian ia melirik Sungmin. Kyuhyun melihat Sungmin sedang tertawa kecil, ia menertawakan Kyuhyun yang sedang diajari memasak -dengan mesra- oleh Changmin.
"Nah, begini Ahra-ya. Araseo?"
"N…Ne~" Kyuhyun tersenyum.
Changmin ikut tersenyum ia meraih tissue dan mengelap tangannya. Kemudian Changmin mengelus-elus rambut Kyuhyun yang terurai kebelakang. Sikap itu membuat Kyuhyun merinding seketika. Ia menatap Changmin ragu-ragu, kemudian ia melirik Sungmin. Lagi-lagi Sungmin masih menertawainya.
Tanpa Kyuhyun ketahui, Changmin adalah satu-satunya guru yang memberikan perhatiannya pada Ahra. Changmin memendam perasaan lebih pada Ahra karena Ahra dikenal baik, ramah dan sangat pintar dalam memasak. Ahra juga senang sekali bertanya teknik memasak yang baik pada Changmin, sehingga guru lajang itu diam-diam menyukai pribadi Ahra.
'Ah~ perjaka tua ini pasti menyukai Ahra. Apa dia tidak tau, Ahra tidak pernah mau berpacaran dengan orang tua seperti dia. Hahaha… bermimpi saja kau perjaka tua!' tawa Kyuhyun mengejek Changmin habis-habisan.
Beberapa menit kemudian.
Kelima perempuan -satu perempuan palsu- itu telah siap dengan daging medium rare yang diminta Changmin. Changmin mencicipi satu persatu daging mereka, dimulai dari Sulli dan Luna yang over cook, lalu Heechul yang terlampau well done.
"Mana milikmu Ahra?" tanya Changmin.
Kyuhyun dengan ragu memberikan daging buatannya. Ia sedikit menyontek cara Sungmin memasak karena ia sama sekali tidak tau cara memasak daging. Changmin memotong daging milik Kyuhyun, ia perhatikan bagian tengah daging tersebut. Changmin pun tersenyum.
"Kau tau ini apa?" tanyanya melirik Kyuhyun.
Kyuhyun terdiam sejenak. Ia menatap Changmin ragu. "I…Itu… medium rare" jawab Kyuhyun asal.
Changmin melebarkan senyumannya. Tiba-tiba ia membelai pipi Kyuhyun dengan lembut. 'Aaaargh! Mau apa perjaka tua ini hah?!' Kyuhyun menggeram begitu Changmin memberikan perhatiannya pada Kyuhyun.
"Kau benar-benar hebat. Ini yang namanya medium rare" ujar Changmin tersenyum.
'Mwo?! Woow~ Aku berhasil! Ternyata aku bisa!' Kyuhyun sendiri tidak menyadari bahwa daging yang dibuatnya tergolong medium rare. Iapun tersenyum tipis. "Go…Gomawoyo~" Kyuhyun tersipu malu.
Sungmin beserta Sulli, Luna dan Heechul bertepuk tangan begitu melihat hasil memasak Kyuhyun. Kyuhyun langsung melirik Sungmin. Perempuan itu mengacungkan dua jempolnya sambil tersenyum senang, ia tidak menyangka bahwa Kyuhyun bisa berhasil.
Changmin berjalan mendekati Sungmin, ia memotong daging milik Sungmin dan memperhatikannya sejenak. Changmin mengangguk lalu melirik Sungmin. "Good job. Kau juga medium rare" katanya.
Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang juga mendapat pujian dari Changmin. Namun sikap Changmin pada Sungmin sangat datar, ia tidak memuji Sungmin berlebihan seperti ia memuji Kyuhyun.
"Ini adalah contoh dari teman-teman kalian. Perlu kalian ketahui bahwa memasak daging medium rare bukan hal yang mudah. Perlu konsentrasi yang fokus untuk bisa dapat hasil yang bagus" ujar Changmin.
Kyuhyun dan Sungmin hanya tersenyum. Sesekali mereka bertatapan. Namun dari sebelah Kyuhyun, Heechul terlihat kecewa. Heechul kecewa bukan karena daging buatannya melainkan karena sikap Changmin seonsaengnim yang berlebihan pada Kyuhyun.
.
.
.
TING!
"Sampai jumpa Heechul.." Sungmin melambai ketika pintu lift terbuka dilantai 3. Kyuhyun hanya tersenyum dan ikut melambai. Keduanya keluar dari lift tersebut. Heechul hanya tersenyum tipis pada Sungmin tanpa melirik Kyuhyun. Iapun segera menekan tombol agar pintu lift tertutup.
Sungmin dan Kyuhyun berjalan bersama-sama menuju kamar mereka. Kyuhyun memperhatikan lorong kamar mereka untuk memastikan tidak ada orang disekitarnya.
"Sungmin ah, kau menyadari sesuatu? Kenapa sejak tadi Heechul tidak berkicau seperti biasanya?" tanya Kyuhyun dengan suara aslinya.
"Kau pikir Heechul burung? Hahaha…"
"Dia aneh sekali, tidak seperti biasanya"
"Heechul itu sedang kecewa karena Changmin lebih memuji Ahra dibandingkan dirinya" ujar Sungmin menegaskan kata 'Ahra' dan melirik Kyuhyun.
"Jadi Heechul iri padaku karena aku bisa memasak medium rare?"
"Dia cemburu, Kyu…" kata Sungmin. "Heechul itu fans berat Changmin seonsaengnim"
"Jinjja?" Kyuhyun berpikir sejenak, kemudian tertawa kecil. "Aku tidak menyangka perjaka tua itu punya penggemar"
"Ya! Kau tidak sopan!" Sungmin memukul bahu Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum. "Tapi aku suka saat kau dibelainya. Ia mesra sekali padamu" Sungminpun tertawa saat mengingat sikap romantis Changmin pada Kyuhyun.
"Aish~ jangan bahas itu. Aku merinding"
Sungmin dan Kyuhyun tertawa bersama-sama. Mereka berdiri didepan pintu kamar mereka. Sungmin merogoh tas kecil yang ia pakai untuk mengambil kunci kamar sementara Kyuhyun berdiri tepat didepannya.
Jarak mereka sangat dekat. Kyuhyun menatap Sungmin dengan senyuman menyeringai.
'Aih~ Kenapa aku merasa ingin menciumnya sekarang' gumam Kyuhyun. Ia sedikit menunduk, memperhatikan dada bulat Sungmin yang tercetak dibalik kemeja panjang berwarna merah yang dikenakannya.
"Kyu, kau menyimpan kun…"
Sungmin langsung diam terbelalak begitu Kyuhyun mencium bibirnya dengan lembut.
.
.
.
TBC~
Apa komen kalian tentang Kyu cium Min didepan pintu?
Mian readers, part ini sedikit boring dan aneh.
Tp jgn lupa reviewnyaaa~ ^^
