"Justice" Chapt.11

*Sebelumnya*

Setelah Dokter Cho pergi setelah memberikan hasil test yang dilakukannya. Kyungsoo melipat amplop tersebut, dan memasukkannya ke dalam saku celananya. Kyungsoo yang tidak ingin berlama-lama di Rumah Sakit. Ia pun kabur dari Rumah Sakit melalui pintu darurat.

*Selanjutnya*

~ J ~

Kyungsoo berdiri di tepi jalan, dimana kendaraan masih banyak yang berlalu lalang dan orang-orang yang masih disibukkan dengan aktivitasnya meski jam sudah menunjukkan pukul 00.30 . Tatapannya kosong, ia masih memikirkan ucapan Dokter Cho tentang penyakit yang dideritanya. Kyungsoo tidak menyangka bahwa dirinya akan mengidap penyakit tersebut.

Ia mengangkat kedua tangannya sejajar dada bidangnya. Ia memandangi kedua tangannya, air matanya mengalir begitu saja, "Cacat...aku akan cacat?" gumamnya pelan

Ia menundukkan wajahnya, dan menangis tersedu-sedu.

~ J ~

Kai tidak bisa tidur. Ia tampak gelisah, karena memikirkan pertemuannya bersama anak kecil yang tidak di kenalnya saat di Rumah Sakit.

"Dia sakit apa?"

"Hyung-ku sakit ALS. Aku tidak tahu itu penyakit apa, tapi kata eomma, penyakitnya Woo Bin hyung, tidak ada obatnya"

"Kau tidak malu, memiliki hyung sepertinya?"

Anak itu menggelengkan kepalanya

"Kenapa?"

"Karena Woo Bin hyung sangat baik padaku. Sewaktu Woo Bin hyung belum sakit, Woo Bin hyung selalu ada untukku, dan hyung tidak pernah marah padaku. Makanya aku sangat menyayangi Woo Bin hyung. Aku juga tidak peduli, jika ada temanku yang menghinaku karena Woo Bin hyung sakit"

"Hyung-mu pasti sangat menyayangimu"

"Mm."

"Kalau hyung sendiri. Apa hyung akan malu, jika memiliki hyung yang sakit seperti hyung-ku?"

Kai menghela nafas sejenak. Entah kenapa, Kai selalu teringat pertanyaan anak kecil tersebut.

"Jika aku memiliki hyung yang sakit seperti saudara anak kecil itu. Apakah aku bisa sekuat dirinya untuk menerima kenyataan itu?" batinnya

"Tidak. Aku yakin, Tuhan akan selalu menjaga semua saudaraku, dan memberikan mereka kesehatan. Yah...aku yakin itu" gumamnya

~ J ~

Suho tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Sesekali ia mengirim pesan pada Kyungsoo, tapi tidak ada satupun balasan dari Kyungsoo, hingga membuat rasa cemasnya semakin besar. Luhan melirik Suho yang terlihat tidak fokus, hingga ia menegurnya, "Pergilah ke kamar mandi. Basuh wajahmu, hyung tidak ingin melihatmu tidak fokus dengan pekerjaan"

"Ne hyung" sahut Suho, dan beranjak dari kursinya.

Luhan tidak mengerti apa yang disembunyikan Suho darinya. Karena ia merasa curiga padanya.

~ J ~

Suho berada di dalam Toilet, beberapa kali ia menghubungi ponsel Kyungsoo, tetapi tidak aktif. Lalu ia mencoba menghubungi pelayan Kang, tidak menunggu lama pelayan Kang menjawab teleponnya.

"Ahjussi, apa ahjussi masih di Rumah Sakit?"

"Tidak tuan muda. Saya di rumah, karena tuan besar meminta saya untuk menyiapkan penyambutan tuan muda Sehun sepulang dari Rumah Sakit"

"Jadi Sehun sudah pulang? Bagaimana keadaannya?"

"Tuan muda Sehun, baik-baik saja. Cedera di bagian kepalanya tidak serius, jadi Dokter memperbolehkannya pulang"

"Syukurlah. Tapi, jika ahjussi di rumah. Siapa yang menjaga Kyungsoo di Rumah Sakit?"

"Sebentar lagi saya juga akan berencana ke Rumah Sakit, untuk menjaga tuan muda Kyungsoo."

"Ah...baiklah. Setidaknya, jika ada ahjussi, aku jadi tenang"

"Ne, tuan"

"Jika ada apa-apa dengan Kyungsoo, tolong kabari aku"

"Ne, tuan"

Suho cukup lega, jika pelayan Kang akan menemani Kyungsoo di Rumah Sakit. Setelah Suho memasukkan ponsel ke dalam saku celananya, dan saat ia berbalik, betapa terkejutnya Suho karena Luhan sejak tadi berdiri di belakangnya dan mendengar percakapannya bersama pelayan Kang di telepon.

"H...hyung..."

"Jadi...Kyungsoo sakit? Kau...menemuinya?" tanya Luhan seakan tidak percaya atas apa yang didengarnya barusan

"Nde hyung. Kyungsoo sakit. Apa salah jika aku menemui namdongsaengku sendiri...ah...tidak. Maksudku namdongsaeng kita. Apa aku salah?" tanyanya

"..." Luhan hanya diam

"Kenapa hyung diam? Apa hyung tidak suka, jika aku menemui Kyungsoo dan khawatir padanya?! Apa hyung ingin mengadukanku pada appa?"

"Jika appa..."

"Jika appa tahu. Appa juga akan mengucilkanku! Itukan maksudmu hyung?! Aku tidak masalah jika memang appa akan mengucilkanku. Aku juga tidak peduli, jika appa akan mengusirku dan tidak menganggapku sebagai anaknya lagi karena aku melawan perintahnya. Tapi, apa hanya karena aku peduli pada saudara kita. Lantas, aku harus takut pada appa?" ucapnya tegas

"Selama 3 tahun, aku selalu menyakiti perasaan Kyungsoo. Tapi tidak untuk kali ini, hyung. Aku tidak ingin menyesal di kemudian hari. Cukup eomma yang pergi meninggalkan kita, aku tidak ingin jika Kyungsoo juga pergi seperti eomma!"

"..." Luhan hanya diam dan menatap Suho yang berlinang air mata karena meluapkan apa yang dipendamnya selama ini.

"Aku menyayangi appa, tapi aku juga menyayangi Kyungsoo"

"..." Luhan melangkah mendekati Suho, lalu memeluknya erat.

"Mianhe...seharusnya aku bisa sepertimu, Suho. Tapi, aku tidak bisa melawan appa. Karena aku menyayangi appa. Tapi...aku juga tidak setuju dengan hukuman appa pada Kyungsoo, hanya karena Kyungsoo melawan keinginan appa."

"Hyung..."

"Jangan menangis Suho. Hyung akan merahasiakan hal ini dari appa juga saudara yang lain. Rahasia ini, hanya kita yang tahu. Hyung akan ikut denganmu, jika kau ingin menjenguk Kyungsoo"

Pernyataan Luhan membuat Suho sangat bahagia, "Benarkah hyung?" tanyanya

Luhan melepaskan pelukannya, ia mengangguk dan tersenyum padanya.

"Jeongmal gumawo hyung" ucap Suho bahagia.

~ J ~

Kyungsoo mengurungkan niatnya untuk pulang ke rumah ketika sudah hampir tiba di rumahnya. Ia berbalik, dan melangkahkan kakinya tanpa arah tujuan. Udara malam semakin dingin, Kyungsoo tampak sesekali menggosokkan kedua telapak tangannya agar terasa hangat.

Kyungsoo tidak tahu bahwa pelayan Kang melihatnya dari dalam Mobil saat berencana kembali ke Rumah Sakit untuk menjaganya.

"Bukankah itu Kyungsoo?" gumamnya

Pelayan Kang memberhentikan Mobil tepat di depan Kyungsoo saat dirinya hendak menyeberang. Pelayan Kang segera ke luar dari Mobil, "Kyungsoo, kau mau kemana? Kau sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit? Bukankah kau masih harus istirahat?"tanya pelayan Kang bertubi-tubi.

"Ahjussi, aku...tidak ingin pulang" pintanya

"Kenapa? Kau tahu. Tuan muda Suho sangat mencemaskanmu"

"Su...Suho hyung?"

"Nde. Tuan muda Suho begitu khawatir, ia juga peduli padamu Kyungsoo. Ayo kita pulang ke rumah" ajaknya

"Tidak ahjussi. Maukah...ahjussi menolongku untuk mencari penginapan? Untuk malam ini saja. Aku tidak ingin pulang ke rumah" pintanya

"Tapi Kyungsoo"

"Ku mohon ahjussi"

"Baiklah. Ahjussi akan menolongmu. Tapi besok kau harus janji untuk pulang ke rumah"

"Ne" sahutnya setuju

"Kalau begitu masuklah. Di luar sangat dingin, nanti kau bisa sakit lagi"

"Ne"

Pelayan Kang membukakan pintu untuknya. Kyungsoo duduk di kursi sebelah kursi kemudi. Kyungsoo hanya diam, dan ia mencoba memejamkan matanya.

Pelayan Kang tampak bingung, karena tidak biasanya Kyungsoo tidak ingin pulang ke rumah.

"Apa terjadi sesuatu padamu saat di Rumah Sakit, Kyungsoo?" batinnya

Pelayan Kang dapat melihat jelas, bahwa Kyungsoo menangis dalam tidurnya. Ia menatap lirih padanya. Pelayan Kang mengelus puncak kepala Kyungsoo, hingga Kyungsoo membalikkan wajahnya ke arah jendela, dan ia berpura-pura tertidur.

"Ahjussi tahu, kau sedang menyembunyikan sesuatu. Jika saat ini, kau belum bisa cerita pada ahjussi, tidak apa-apa. Menangislah Kyungsoo...jika itu akan membuatmu tenang" ucapnya pada Kyungsoo.

"Mianhe ahjussi. Aku tidak ingin membebanimu. Aku menyayangimu seperti aku menyayangi appa. Aku menyayangi saudara-saudaraku. Aku hanya tidak ingin, suatu saat penyakitku hanya akan membuat hidup kalian menderita. "batinnya

~ J ~

Keesokkan harinya

Di ruang makan

Seperti aktivitas biasa yang mereka lakukan, setiap makan bersama hanya keheningan yang terjadi. Yunho kali ini tidak begitu banyak bicara. Ia tampak melamun dan tidak menyentuh makanannya.

"Kyungsoo sakit apa? Kenapa pelayan Kang harus menemaninya di Rumah Sakit? Apa sakitnya serius? Lalu...tuan muda yang disebut pelayan Kang, siapa? Anakku yang mana, yang peduli pada Kyungsoo?" batinnya

"Appa" ucap Xiumin dan membuyarkan lamunannya

"Ne?"

"Appa kenapa? Apa yang sedang appa pikirkan?" tanya Xiumin yang mencemaskannya

"Tidak apa-apa. Buruan sarapan kalian dihabiskan. O iya, Sehun hari ini Kai dan Tao akan menjagamu di Sekolah. Ingat ! jangan membolos lagi. Kau mengerti!"

"Ne" sahutnya malas

"Kalian berdua, jaga namdongsaeng kalian." Perintahnya

"Ne appa" sahut mereka

"Dimana pelayan Kang?" tanyanya

"Sejak tadi pagi, aku belum melihat pelayan Kang." Sahut Chen

"Lalu, dimana Suho dan Luhan? Mereka tidak ikut sarapan?"

"Suho dan Luhan sejak semalam tidak pulang, appa. Mereka lembur di Perusahaan" ucap Kris

"Ah...nde. Appa sampai lupa , jika mereka harus lembur"

"Apa pelayan Kang masih di Rumah Sakit? Apakah...Suho...atau Luhan yang menelpon pelayan Kang semalam?" batinnya

Xiumin menatap Yunho curiga. Karena tidak biasanya, Yunho melamun bahkan tidak menyentuh sarapannya.

"Appa kenapa, ya? Apa...ada sesuatu yang dipikirkan appa?" batinnya

~ J ~

Kyungsoo membuka matanya, setelah semalam terlelap pulas saat diantar oleh pelayan Kang untuk mencari penginapan. Ia beranjak dari kasur, dan melangkahkan kakinya saat ia mendengar suara dari arah dapur.

"Ahjussi?"

Pelayan Kang menoleh dan tersenyum padanya, "Mandilah dulu, setelah itu sarapan. Ahjussi sudah memasaknya untukmu"

"Ahjussi tidak kembali ke rumah?"

"Tidak. Semalam, kau tertidur sangat pulas. Ahjussi jadi tidak tega membangunkanmu"

"Gumawo ahjussi. Aku jadi merepotkanmu"

"Tidak apa-apa, Kyungsoo. Sudah menjadi tugas ahjussi untuk menjagamu"

Kyungsoo tersenyum, kemudian ia bergegas mandi, dan menggunakan pakaian yang sama karena pelayan Kang tidak sempat kembali ke rumah untuk mengambil pakaiannya.

Sekitar 15 menit, Kyungsoo sudah siap. Ia duduk dan melahap sarapannya. Pelayan Kang begitu bahagia, karena hari ini Kyungsoo terlihat lebih semangat dibanding semalam.

"Pelan-pelan, nanti tersedak"

"Aku buru-buru, ahjussi. Hari ini, aku ada ujian di kampus" sahutnya dengan mulut berisi makanan

Pelayan Kang menuangkan air putih dan memberikan padanya, "Minumlah. Sebelum mengantarmu ke kampus, ahjussi akan membayar biaya sewa penginapan ini"

"Ne " sahutnya, lalu ia meminum air yang diberikan pelayan Kang padanya.

~ J ~

Sehun, Kai dan Tao tiba di Sekolah. Di kelas Sehun melamun dan merebahkan kepalanya di atas meja. Tao yang kebetulan tidak ada jam pelajaran di karenakan gurunya tidak bisa masuk dan tidak ada yang menggantikan, Tao menyibukkan dirinya di Lapangan Basket .

Tao tidak bermain Basket, melainkan dirinya memutar musik dari ponselnya. Ia melakukan gerakan Dance, dari beberapa lagu yang didengarkannya. Tao hanya seorang diri di Lapangan Basket. Meski tubuhnya bergerak, namun pikirannya selalu dipenuhi oleh nama Kyungsoo.

Tanpa sepengetahuan ayah juga saudara-saudaranya, diam-diam Tao selalu membuka sedikit pintu kamar Kyungsoo, hanya untuk memastikan apakah Kyungsoo ada di kamarnya. Tetapi semalam, Tao tidak menemukan Kyungsoo, dan hal itu menjadi pikirannya.

"Kau dimana hyung? Apa semalam kau tidak pulang ke rumah?" batinnya

"Argh!" erangnya kesakitan saat kakinya terkilir akibat salah gerakan dan tidak berhati-hati

Tao duduk dan memijat pergelangan kaki kirinya. Tao terdiam dan ia teringat pada Kyungsoo yang selalu perhatian padanya, disaat dirinya terluka atau sedang sakit.

"Hyung, sakit" rengek Tao manja

"Kau itu bukan anak kecil lagi, Tao. Seharusnya kau itu hati-hati, dan lihat-lihat kalau sedang menuruni anak tangga. Jadi terkilirkan!"

"Mianhe hyung. Tapi , beneran sakit "

"Hyung tahu. Kau tahan ya, hyung akan memijat kakimu"

"Ne,"

"Argh! Hyung, sakit"

"Ish! Kan hyung bilang kau harus tahan. Jangan seperti anak kecil. Masa kau kalah dengan Sehun."

"Ah...iya-iya, aku akan tahan" sahutnya dan mempoutkan bibirnya

"Hyung, kau dimana? Kau membuatku cemas, hyung. Pulanglah..." gumamnya, dan Tao menangis dalam kesendiriannya.

~ J ~

Kyungsoo tiba di kampus. Ia buru-buru berlari agar tidak terlambat. Kyungsoo semakin mempercepat langkah kakinya, dan memanggil sahabatnya, "Kang Jun~ah" serunya, akan tetapi Kang Jun tampak acuh.

Kang Jun terus saja melangkah tanpa menghiraukan seruan Kyungsoo yang memanggilnya.

"Kang Jun, tunggu" ucapnya, dan kini ia berdiri tepat di belakang Kang Jun.

"..." Kang Jun diam, dan tetap melanjutkan langkah kakinya menuju kelas mereka.

Kyungsoo tampak bingung dengan sikap Kang Jun. Ia memegang pundaknya, "Tunggu. Kau kenapa? Apa aku ada salah padamu?" tanya Kyungsoo

"Kau jawab saja sendiri pertanyaanmu" sahutnya dingin, dan melepaskan tangan Kyungsoo dari pundaknya, kemudian Kang Jun masuk ke dalam kelas, bahkan Kang Jun sengaja duduk paling belakang, karena tidak ingin satu deretan bersama Kyungsoo.

"Kau kenapa Kang Jun? Kau...aneh sekali" batinnya, lalu Kyungsoo masuk ke dalam kelas.

Kyungsoo mengambil posisi duduk paling depan. Karena hanya sisa satu kursi yang tersisa. Sebelum, ujian dimulai, Kyungsoo beranjak dari kursi dan menghampiri Kang Jun yang tampak menyibukkan diri dengan membaca buku.

"Kang Jun, aku tidak mengerti apa maksud perkataanmu tadi. Aku juga tidak tahu, apa salahku padamu"

"Bukankah kau tahu! Aku paling benci dengan pembohong! Jadi tidak ada gunanya lagi, kita bersahabat seperti dulu" sahutnya ketus, dan menatapnya tajam

"Mak...maksudmu apa? Aku? Aku berbohong padamu? Aku tidak mengerti Kang Jun"

"Kalian sudah siap untuk ujian?"

Kyungsoo bergegas kembali ke tempatnya semula, saat Dosen mereka masuk ke dalam kelas. Kertas ujian diberikan secara bergiliran. Kyungsoo tidak bisa fokus ujian, karena perkataan Kang Jun yang membuatnya bingung.

"Sebenarnya apa maksud Kang Jun ? aku berbohong apa padanya?" batinnya

"Kyungsoo, fokus!" tegur Dosennya

"Ne" sahutnya

"Kau harus fokus Kyungsoo. Kau harus bisa membuktikan pada appa, bahwa kau harus bisa menjadi mahasiswa terbaik di Kampus ini" batinnya menyemangati dirinya

~ J ~

Chanyeol pergi ke Cafe untuk menemani salah satu teman Kampusnya yang sedang mengunjungi saudaranya.

"Saudaramu seorang Dokter?" tanya Chanyeol pada Taemin

"Nde. Sebentar lagi Kyuhyun hyung datang. Temani aku sebentar ya, lagipula Kyuhyun hyung selalu sibuk, jadi aku jarang sekali bertemu dengannya"

"Ne" sahut Chanyeol mengiyakan

"Taemin~ah"

Taemin terlihat bahagia dan melambaikan tangannya kearah saudaranya yang baru saja tiba dan berjalan menghampirinya.

"Kau sudah lama menunggu?" tanya Kyuhyun

"Tidak juga hyung. O iya, mana tugasnya, hyung?" tanya Taemin

"Sebentar ya" sahutnya, dan mengeluarkan beberapa file pasien dan meletakkannya di atas meja

"Itu beberapa file pasien yang bisa kau teliti"

"Kenapa kau harus meneliti file kesehatan dari pasien di Rumah Sakit, Taemin? Bukankah kita tidak kuliah dibagian kedokteran?" tanya Chanyeol

"Sebenarnya, aku kuliah di 2 jurusan, dan salah satunya adalah jurusan Kedokteran"

"Huwah...keren. Tapi, apa tidak sebaiknya kau fokus pada salah satu saja?"

"Aku juga sudah pernah mengatakan pada Taemin. Tapi, namdongsaengku ini keras kepala" ucap Kyuhyun dan mengelus kepala Taemin

"Aku senang dengan kuliah di 2 jurusan yang ku sukai, Chanyeol. "

"Oh" sahutnya dan menganggukkan kepalanya

"Hyung, apa semuanya harus aku teliti untuk tugasku? Atau lebih baik, aku memilih salah satunya saja"

"Sebaiknya salah satu saja, dan sepertinya kasus pasien ini lebih tepat untuk tugas kuliahmu" ucap Kyuhyun dan menyerahkan file kesehatan Kyungsoo pada Taemin

Chanyeol memandangi keakraban Taemin bersama saudaranya, dan ia tersenyum memandang mereka. Namun, ketika Taemin menyebutkan nama pasien yang harus ia teliti untuk tugas kuliahnya, Chanyeol sangat terkejut, bahkan merebut file tersebut dari tangannya.

"Kim Kyungsoo...ALS ?" ucap Taemin

"Kim Kyungsoo?" Chanyeol membaca file kesehatan atas nama Kyungsoo. Ia memeriksa dengan detail apakah file itu atas nama Kyungsoo, namdongsaengnya.

"Kau mengenalnya?" tanya Taemin

Chanyeol benar-benar terkejut, karena data tersebut adalah data Kim Kyungsoo, saudaranya.

Chanyeol tersandar, dan meletakkan file tersebut di atas meja. Taemin dan Kyuhyun tampak bingung melihatnya, "Kau kenapa Chanyeol?" tanya Taemin

"Apa kau kenal dengan Kim Kyungsoo? Kau keluarganya?" tanya Kyuhyun

"B...bukan. Aku bukan keluarganya. Aku mengenalnya, karena dia anak dari rekan kerja appaku" bohongnya

" Oh, aku pikir kau mengenalnya. Jika kau bertemu dengannya, tolong suruh Kyungsoo untuk memeriksakan kesehatannya, karena semalam dia kabur dari Rumah Sakit. Dan saya tidak memiliki kontaknya"

"Rumah Sakit? Jadi...semalam Kyungsoo di Rumah Sakit?" batinnya

"A...aku harus pulang. Taemin, mianhe aku tidak bisa menemanimu lebih lama." Ucap Chanyeol dan beranjak dari kursi, kemudian pergi meninggalkan Taemin bersama Kyuhyun.

"Kenapa sikapnya aneh? Jangan-jangan, sebenarnya dia..." batin Kyuhyun masih menatap Chanyeol yang pergi meninggalkan Cafe dan masuk ke dalam Mobilnya.

~ J ~

Setelah ujian selesai, Kyungsoo masih tidak tenang karena sikap Kang Jun yang berubah padanya. Kyungsoo mengejar Kang Jun yang berusaha menghindar darinya.

Tiba di area parkiran, Kyungsoo mencegah Kang Jun masuk ke dalam Mobil.

"Tunggu Kang Jun. Kau harus menjelaskan padaku! Apa salahku sebenarnya padamu? Aku bebohong apa padamu?" tanyanya

"Bukankah kau anak dari Kim Yunho! salah satu pengusaha ternama di Korea? Dan kau memiliki banyak saudara! Kenapa kau harus berbohong padaku?! Kenapa kau mengatakan dirimu hanya hidup sebatangkara?! Huh!"

"Ka...kau tahu dari mana?"

"Kau tidak perlu tahu. Lagipula! Aku tidak butuh sahabat pembohong sepertimu!"

"Kang Jun. Aku tahu, kau marah padaku. Tapi, aku memiliki alasan, kenapa aku merahasiakannya darimu"

"Aku pikir. Kau menganggapku sahabat, Kyungsoo. Tapi apa! Bahkan rahasia sebesar ini. Aku harus tahu dari orang lain. Selama ini aku percaya padamu. Aku menceritakan semua masalahku padamu. Tapi, kau sendiri tidak pernah berbagi semua masalahmu padaku!"

"Jadi! Tidak ada gunanya, persahabatan kita! Aku bukan sahabatmu lagi! Kim. Kyungsoo!" ucapnya ketus dan mendorong pelan Kyungsoo, lalu Kang Jun masuk ke dalam Mobil dan pergi meninggalkan Kyungsoo yang diam tak bergeming dengan kepergian Kang Jun.

"Mianhe Kang Jun~ah. Aku salah padamu...mianhe..." gumamnya dan memandangi Mobil Kang Jun yang semakin jauh dari hadapannya.

~ J ~

Suho sengaja tidak pulang bersama Luhan. Karena ia pulang lebih dulu dibandingkan Luhan yang masih harus mengurus sesuatu. Suho, menggunakan Taksi menuju Kampus dimana Kyungsoo kuliah.

Suho menerima kabar dari pelayan Kang, bahwa semalam Kyungsoo tidak pulang ke rumah. Meskipun pelayan Kang mengatakan kondisi Kyungsoo sudah lebih baik, tetapi Suho tidak akan tenang jika tidak melihatnya langsung.

Suho sengaja mematikan ponselnya, setelah menerima kabar dari pelayan Kang. Karena dirinya tidak ingin, jika ayahnya menghubunginya.

Setibanya di depan Kampus Kyungsoo. Suho ke luar dari Taksi setelah membayarnya. Ia bergegas berlari menghampiri Kyungsoo yang berjalan sembari menundukkan kepalanya.

"Kyungsoo" ucapnya dengan mata berkaca-kaca menahan air mata kerinduannya

"Hyung?" sahut Kyungsoo yang tidak percaya dengan kehadiran Suho di Kampusnya

Suho memeluk erat tubuh Kyungsoo. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Kyungsoo bingung, dengan Suho yang tiba-tiba saja memeluknya.

"A...ada apa hyung? kenapa hyung menangis?"

"Hyung sangat merindukanmu, Kyungsoo."

"Jika ada yang melihat hyung bersamaku. Hyung bisa mendapat masalah dengan appa."

"Aku tidak peduli, Kyungsoo. Kau adalah saudaraku. Aku sudah cukup lelah dengan sikap appa dan yang lainnya padamu!"

"Hyung..." air mata Kyungsoo tumpah dipelukan Suho.

3 tahun lamanya, ia merindukan pelukan hangat dari salah satu saudaranya. Baru kali ini, ia dapat merasakannya lagi. Kyungsoo pun membalas pelukan Suho.

"Mianhe Kyungsoo~ah. " ucap Suho

"Hyung tidak ada salah, jangan meminta maaf padaku" sahutnya dengan suara parau

Suho dan Kyungsoo tidak menyadari bahwa mata-mata Yunho merekam pertemuan Suho dan Kyungsoo, lalu mengirimkannya pada Yunho .

Yunho yang berada di kamar, ia menggenggam erat ponselnya setelah melihat rekaman video meskipun tidak terdengar suara percakapan antara Suho dan Kyungsoo, tetapi Yunho sangat marah karena Suho telah melanggar perintahnya.

"Suho! Tunggu saja. Apa yang akan appa lakukan padamu!" gumamnya

TBC

Maaf ya baru aku lanjutin lagi. Untuk chapt berikutnya, kalau tidak ada halangan, mungkin hari minggu akan aku lanjutkan lagi. Tapi aku gak bisa janji ya.