Melody Us , Melody Family

Story and Author by Natsu Yuuki

Warnings : Typo , Gaje and few Curse words

.

.

.

DESCLAIMER : KHR not Mine

.

.


Chapter 11 : Kaminari no Sugosha dan Child from China , I-pin

Clang , Tang

Tsuna lalu membuka matanya. Ia melihat di depannya ada Yamamoto yang melindunginya dari serangan Mochida dan Hibari berada di depannya sedang memegang tonfa kesayangannya.

"Ahahaha….Senpai… itu tidak baik menyerang orang sembarangan". Kata sang raven masih berdiri di depan Brunette memegang sebuah besi panjang yang hampir berkarat.

"Juudaime!". Gokudera pergi berlari seraya menghampiri Tsuna yang masih terbatuk-batuk. "Che! Kau…apa kau ingin mencoba membunuh Juudaime , dasar bajingan!". Jawab silverette mengeluarkan dynamit.

Sang iris metallic melirik kearah tempat Reborn tadi berada. Ia lalu pergi beranjak dan mencari tahu apa yang di inginkan oleh hitman itu.

"Apa-apaan kau! , Kau yang membawa dynamit ke sekolah , dasar kau keparat!".

Gokudera geram , ia mengeluarkan beberapa dynamit dan siap menyerangnya. "Sialan kau!".

Yamamoto lalu mengulurkan tangannya untuk mencegah Gokudera untuk menyerang. "Apa yang kau lakukan dasar Idiot! Jangan menghalangi jalanku!". Bentak Gokudera.

Yamamoto lalu tersenyum tipis dan melirik ke belakangnya , kearah brunette.

Tsuna sudah cukup dengan semua ini. Semakin banyak keributan , semakin banyak pula pekerjaan yang menanti. sang brunette mengeluarkan aura hitam di sekitarnya "Sudah cukup kalian berdua!". Bentak Tsuna. "Yamamoto , bawa Gokudera dan Mochida-senpai ke ruang kesehatan. Setelah itu bawa mereka ke ruang Student Council untuk di sidang!". Tsuna lalu menggendong Kyoko yang sudah pingsan akibat menghirup banyaknya asap dan membawanya ke ruang kesehatan.


Tsuna menarik-narik batang hidungnya dan menghela nafas lelah. Ia duduk di kursi ruang Student Council setelah menidurkan Kyoko di ruang kesehatan , sekarang sang brunette sedang menunggu dua orang dan memikirkan hukuman apa yang harus di berikan kepada mereka berdua.

"Kau seharusnya tidak menghukum bawahanmu , Dame-Tsuna!". Reborn masuk ke dalam ruangan melalui salah satu jendela di belakangnya , di samping papan tulis.

Tsuna menghela nafas panjang "Gokudera-kun bukan seorang bawahan siapapun ataupun bawahanku , Reborn!".

"Itu sudah menjadi salah satu peraturan di dalam dunia Mafiosi , Dame-Tsuna! seseorang yang kalah akan menjadi bawahan yang menang". Reborn lalu melompat dari jendela dan mendarat tepat di meja , di depan brunette. "Selain itu , kau juga tidak punya pilihan lain , Gokudera Hayato berhutang nyawanya kepadamu karena kau sudah menyelamatkannya dari bom miliknya sendiri , dia tidak akan mudah menyerah walaupun kau menolaknya , Dame-Tsuna".

'Benar…Hayato memang terlalu keras kepala untuk di larang, hanya seperti tiga tahun yang lalu'. Pikir Tsuna.


Tok…Tok… Tok…

"Masuk".

Greeekk…

Kasukabe masuk ke dalam ruang Student Council dan menundukkan kepalanya sedikit. "Tsunayoshi-sama , Kyo-san tidak bisa hadir dalam sidang , jadi saya yang akan menggantikannya selaku Wakil dari Disciplinary Committee".

'Hmph. Skylark itu pasti sedang mencariku sekarang'. Reborn yang tadi berbicara dengan Tsuna , memutuskan untuk pergi dan menghadapi Hibari yang sedari tadi memburunya , ia lalu melompat ke keluar jendela tanpa mengatakan apapun.

"Eh? Reborn , kau mau kemana ?!".

Kasukabe tetsuya yang berdiri di samping Brunette , juga sedikit kebingungan 'Bayi ?'

"Haaaahh , Maaf yah Kasukabe-san , kau jadi harus repot menghadiri sidang… lagian , kemana sih , si Kyo-nii ?". Tsuna mengeluhkan ketidakhadiran partner in crime*.

"Kyo-san bilang , dia akan berpatroli mencari sesuatu , Tsunayoshi-sama".

"Begitu ya ?".

Greek… pintu ruangan terbuka , Kurokawa Hana , Yamamoto Takeshi , Mochida Kensuke dan Gokudera Hayato memasuki ruangan.

"Tsuna , aku sudah membawa mereka".

"Sawada! Dimana Kyoko ?".

Tsuna mengangguk kearah Yamamoto "Kyoko-chan sedang beristirahat di ruang kesehatan , Hana-san… mungkin kau ingin pergi dan menemani Kyoko di sana? Aku akan mengurus masalah ini".

Hana mengangguk "Baiklah Sawada! Aku serahkan mereka kapadamu! Jangan biarkan mereka bisa bersantai dengan mudah". Hana langsung pergi dan menuju ruang kesehatan untuk menemui sahabatnya , Kyoko.

"Yosh~ , mari kita selesaikan perkara ini dan pulang kerumah tepat waktu". Tsuna lalu melihat jam tangannya 'Jam 14:30 , dan sekitar setengah jam lagi semua pelajaran selesai'. Sang brunette menghela nafas untuk yang ke sekian kalinya.

"Tsunayoshi-sama".

Mochida dan Gokudera yang sudah duduk di depan brunette , Yamamoto di sampingnya sedangkan Kasukabe berada di samping Tsuna dengan arah yang berlawanan.

"Aku tahu , Kasukabe-san…". Tsuna lalu menghadap ke depan , kearah Mochida dan Gokudera. "Mochida Kensuke! , kau di skorsing dua bulan tidak boleh ke sekolah dan hanya PR di rumah dengan belajar sendiri , agar kau masih bisa mendapat nilai dan saat masuk setelah skorsing , kau harus melaporkan dirimu ke ruang Student Council serta dipantau oleh Wakil Ketua DC , Kasukabe Tetsuya selama seminggu! ".

"Aku mengerti , Tsunayoshi-sama". Jawab Kasukabe menganggukkan kepalannya.

"Dan Kau , Gokudera Hayato!". Mata Tsuna menyipit sedikit.

"Ha-Ha'i , Ci- ,Tsuna-sama".

"Gokudera Hayato , kau di skorsing selama satu bulan , sama dengan Senpai! Kau harus belajar sendiri , dan semua tugas kalian akan di ambil oleh anggota Student Council…dan juga kau harus melaporkan dirimu saat menyelesaikan hukuman serta akan dipantau olehku sendiri , selaku Student Council President selama seminggu saat hari pertama kembali ke sekolah".

Brrraaakkkk… Mochida menggebrak meja Tsuna.

Mochida tidak terima dengan ketidak sesuaian hukuman yang di terima. "Saya tidak terima! Kenapa juga hukumanku lebih lama dari pada si bajingan itu!".

"Tsuna!". teriak Yamamoto di sampingnya.

"Kau itu!" Gokudera siap menyerang dan juga geram karena ulah Mochida yang semena-mena.

Brunette tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya berada "Kau yang semua memulai keributan ini , melakukan penyerangan terhadap siswa baru , mengancam murid , melanggar peraturan sekolah , serta menyandera siswi sekaligus temanku… ini juga pelanggaran kedua yang pernah kau buat. Tidak menyebutkan kau tadi hampir menyerangku".

"Tch! Dia memang sudah menyerangmu , Tsuna-sama".

"Ahahaha … itu memang benar , Tsuna ". Mata Yamamoto berubah menjadi sedikit berbahaya. "Dan juga memakai pedang asli saat menyerangmu". Kata Yamamoto meninggikan sedikit suaranya.

"Tch! Aku benci mengatakannya , tapi aku setuju dengan si Idiot itu , Tsuna-sama".

"Sudah cukup kalian-".

Ding … Dong … Ding … Dong …

Perkataan brunette terpotong oleh bunyi bell sekolah , Tsuna menghirup nafas lalu mengeluarkannya "Baiklah! , sidang dibubarkan". Tsuna lalu berdiri , menoleh kearah Kasukabe "Kasukabe-san , bisa kau tolong buat semua laporannya besok ?"

"Baik! , saya mengerti , Tsunayoshi-sama".

"Dan Mochida-senpai! , ini sudah pelanggaran keduamu di sekolah ini dalam masa jabatanku sebagai President Student Council… aku harap kau tidak mengulanginya lagi ". Tsuna lalu kembali duduk.

"Tch! Baiklah , aku pergi!". Mochida lalu keluar diikuti oleh Vice of DC.

Sekarang di dalam ruangan hanya ada Brunette , Ravenette , dan silverette.

"Haa-aah~ , besok akan ada banyak pekerjaan , sedangkan kemungkinan Kyoko-chan , Hana-san , dan Haru akan menemani Kyoko jika dia besok masuk , jadi yang tersisa hanya aku dan Takeshi saja". Tsuna lalu menghela nafas.

Gokudera menundukkan kepalannya dan bersujud di hadapan Tsuna "Maafkan aku , Tsuna-sama! Aku sudah membuatmu repot dan menyusahkanmu!".

Tsuna sedikit tersentak saat Gokudera bersujud di hadapannya , Tsuna lalu berlutut agar sejajar dengan silverette. "Hayato… itu tidak apa-apa! Aku senang kau baik-baik saja…dan juga anggap saja ini hukuman untukmu karena kau tidak mendengarkan dan mengingat apa yang pernah aku katakan".

"Tapi , Tsuna-sama , aku-".

"Hayato Gokudera!". Tsuna memotong perkataannya lalu berdiri dan mengulurkan tangannya.

"Ha-Ha'i ?".

"Sudah kubilang , Daijoubu desu , Haya-kun…". Tsuna tersenyum hangat kepadanya.

Gokudera merasa pipinya memerah sedikit ketika melihat senyuman dari sang Sky. Senyuman yang ia lihat saat pertama kali bertemu dengannya , sebuah senyuman yang ia ingin lihat setiap hari , senyuman yang ia rindukan , yang ingin ia jaga dan lindungi , agar tidak akan pernah hilang. 'Aku benar-benar merindukan senyuman yang kau berikan , Cielo-sama…'. Dan secara tidak sadar , Gokudera kembali tersenyum setelah sekian lamanya , Gokudera lalu mengambil uluran tangan brunette dan berlutut , bersumpah di hadapannya. "Aku , Gokudera Hayato bersumpah akan melayanimu , melindungimu , menjagamu , dan selalu berada di sisimu sampai akhir hidupku , Sawada Tsunayoshi". Kemudian mencium tangan Tsuna.

Tsuna tersentak sedikit dan menarik tangannya beserta Gokudera. "Hayato! Hentikan!". Pipinya langsung merona seketika.

"Ahahaha… tenang saja , aku juga akan ikut melindungimu , Tsuna". kata Yamamoto seraya mengalungkan sebelah tangannya ke leher Brunette.

"Che! , Oiii , jangan seenaknya kau menyentuh Tsuna-sama , dasar easygoing idiot!".

Greeekkk …

"KYOKO! DIMANA KAU TO THE EXTREEMMM!".

Tsuna tersentak kaget saat Ryohei berteriak memasuki ruangan. "SAWADA! DIMANA KYOKO ?! APA DIA BAIK-BAIK SAJA". Teriak Ryohei saat berhenti di dekat Tsuna dan yang lain.

"Teme! Pelankan sedikit suaramu , dasar kepala rumput!".

"APA YANG TADI KAU BILANG , KELAPA GURITA ?!".

"Maa… maa… , kau juga tidak keberatan kan , Tsuna ?". mata Yamamoto melirik kearah brunette. "Jaa , bagaimana jika kita ke ruang kesehatan melihat Sasagawa dan yang lain , lalu kita pulang bersama ?".

"HOOOHH! ITU IDE YANG BAGUS , YAMAMOTO!".

"Oiii! Sudah kubilang pelankan sedikit suaramu , kepala rumput!".

"Itu hal yang bagus bukan , Dame-Tsuna… kau sudah memiliki tiga bawahan yang selalu berada di sekitarmu dan mengelilingimu". Reborn duduk di kursi kecil , di atas meja Tsuna sambil meminun segelas espresso.

"Sudah kubilang bukan! Mereka itu teman-temanku , bukan bawahanku , Reborn!".

.

.

.

.

"kami ingin suatu hari kau akan membuktikan kepada kami kalau kau tidak Baka ataupun Dame dan berubah menjadi anak yang luar biasa dengan dikelilingi banyak teman yang akan membantu dan melindungimu suatu hari nanti
Tsunayoshi… ".

.

.

.


'Aku pasti akan melindungi semuanya , apapun resikonya , bahkan dengan nyawaku sendiri'. Mata Tsuna sekilas berganti warna menjadi orange penuh tekad , lalu kembali lagi ke coklat.

Yamamoto dan Gokudera yang sedari tadi berjalan di sisi brunette melirik kearah Tsuna dan milihat sekilas warna orange di matanya. "Tsuna…?".

"E-eh ? Ha'i ?".

Reborn yang berada di atas kepala Tsuna , memukul dan menginjak kepalanya dengan kaki dan tangan kecilnya "Kau tidak boleh ceroboh dan melamun saat sedang berjalan , Dame-Tsuna! bagaimana jika musuh menggunakan ke cerobohanmu untuk membunuh atau bahkan mencoba menculikmu , Dame-Tsuna!".

"Tsuna!" . "Tsuna-sama!". Yamamoto dan Gokudera serempak mengatakan dan mengkhawatirkan sahabat sekaligus boss muda mereka.

"Sudah kubilang bukan , Reborn! Aku bukan seorang boss , itu juga tidak mungkin di sekitar sini ada orang yang akan datang dan membunuhku tahu!".

Click. Seorang anak memakai baju sapi dan bertanduk serta berambut keriting , berdiri di salah satu jendela corridor sekolah dan menembakkan basoka kearah Tsuna. "Aku menemukanmu! Sekarang matilah kau , Reborn!".

Leon berubah menjadi sebuah kipas. Reborn lalu menangkis peluru basoka kembali kearah penembaknya. Duuaamm…

Tsuna berlari kearah jendela dan melihat kebawah , disusul dengan Yamamoto dan Gokudera.

"Tidak ada yang tidak mungkin , Dame-Tsuna… kau harus memperkirakan sesuatu yang lebih buruk terlebih dahulu".

"Tapi Reborn!".

"Ahahaha… jaa , bagaimana jika kita kembali ke kelas , mengambil tas lalu pergi ke ruang kesehatan".

"Tch! Aku benci mengatakannya , tapi yang dikatakan si idiot itu benar , Tsuna-sama… lebih baik kita abaikan saja".

Tsuna mengangguk dengan sedikit enggan. "Un!".


Greeekk…

"Hahi! , Tsuna-san , Yamamoto-san dan Gokudera-san , sedang apa kalian di sini ?".

"Sawada! Sedang apa kau berdiri di sana?! , cepat ambil tasmu lalu kita segera pulang!".

Hana dan Haru berkumpul di salah satu meja. Tsuna lalu berjalan menuju mereka. "Tapi… bagaimana dengan Kyoko-chan ?".

"Ah… aku baik-baik saja , Tsuna-kun". Jawab Kyoko dari tempat duduknya.

"KYOKO! DIMANA KAU , TO THE EXXTRREEEMMM!".

"A-ah… Ryohei-senpai".

"Onii-chan!".

Ryohei menerobos masuk melewati mereka dan pergi ke tempat duduk Kyoko. "Kyoko! , apa kau terluka ?".

Kyoko hanya menggeleng "Tidak kok , kata perawat , aku hanya sedikit lelah saja". Balas Kyoko dengan senyum.

"Kalau begitu , Kyoko! , lebih baik kau segera pulang dan beristirahat!". Sela Hana.

"Un! Baiklah …".

Reborn lalu melirik kearah Gokudera "Gokudera! Kau juga harus mengantar boss mu pulang sampai ke rumah demi berjaga-jaga".

"Ha'i , Reborn-san!".

"Eh? Tsuna , sejak kapan kau membawa adikmu ke sekolah ?".

"Hahi! Ada bayi lucu dan manis desu!".

"Sawada! Kau tahu peraturan sekolah , dilarang membawa saudaramu ke sekolah!".

"KYOKUGEN , SAWADA! AKU TIDAK TAHU KAU ITU JUGA SEORANG KAKAK!".

"Adikmu lucu sekali, Tsuna-kun".

"Uwwaaahh tunggu!… bayi kecil ini bukan adikku! Kami bahkan tidak mirip sama sekali".

Reborn lalu melompat dari kepala brunette ke atas meja guru. "Ciaossu~ , namaku Reborn! Hitman nomor satu di dunia Mafia! Aku di kirim oleh Vongola Kyuudaime untuk melatih Dame-Tsuna menjadi seo-".

"Reborn! Aku akan mengalahkanmu!". Anak berambut keriting dan bertanduk kuning berdiri di salah satu jendela ruang kelas , memegang dua buah granat di tangan kanan dan kirinya siap untuk meledakkan ruangan.

"Lambo , jangan!". Seorang anak seumuran dengannya berkepang satu , menendang kearah Lambo.

Lambo terjatuh ke lantai dari jendela dia berdiri sebelumnya. Sebuah bazooka berwarna pink keluar dari rambutnya dan menelan lambo kedalamnya.

Booommm …

Asap pink menyelimuti sekitar Tsuna. Gokudera ke depan Tsuna berdiri , dan melindunginya dari segala sesuatu yang akan muncul. "Tsuna-sama , tenang saja! Aku akan melindungimu!".

"E-eh? Go- Gokudera-kun ?".

Asap pink mulai pudar. Di depan mereka terlihat seperti bayangan seseorang di sekitar asap. "Yare~…yare~ , seberapa sering diriku dari sepuluh tahun yang lalu menembakkan Juunen-bazooka?".

"Che! Teme! Siapa kau?!".

Sekarang asap sudah menghilang dan terlihat seorang pemuda berambut hitam , memakai baju-dengan warna seperti sapi dan bertanduk.

"Um? Aho-Dera ?"


To be continued


Thanks for Review~

agustatsumi

yamashita akira

Hikage Natsuhimiko

Hayasaka Kairi

Estrella Es-teller (guest)

*Partner in Crime : itu semacam seperti sebuah parner untuk pembunuhan atau seorang yang di tugaskan untuk membantu dalam sebuah misi.


Yaps~ , Sang Author minta maaf karena tidak update selama dua minggu~ …

Hontou ni Sumimasen~ … *membungkuk*

See you soon~ … ~(^w^)~