Games » Final Fantasy VII » jurnal yuffie

Author: love30katrina

Rated: K - Indonesian - Adventure/General - Reviews: 38 - Published: 01-14-12 - Updated: 06-02-13

id:7742062

27 Desember

Masih di Bone Village

Dear diari, ternyata kami masih harus mendekam di Bone Village . Gara-gara insting si Cloud yang gagal total! Jadi tak ada yang bisa kita lakukan selain duduk-duduk, bicara dan buruin monster. Ish…. gak bisa keluar dari tempat ini, kalau aku keluar pasti bakal ditinggalin sama mereka pas mereka nemuin lunar harp. Jahatnya -_-!

Wah.. sudah lama ya aku gak ke rumahku.. Gak terasa sudah 1 bulan aku gak bicara sama ayahku. Kira-kira gimana ya keadaannya? Lebih tepatnya, bagaimana keadaan Wutaiku sekarang? Apakah baik-baik saja?

Oh, aku mau kasih tahu. Mungkin ini adalah hari terakhirku aku bisa bersantai-santai. Entah kenapa selama ini aku mimpi buruk. Ahh… kesal! Kalau gak tentang darah, pasti tentang hancurnya Gaia. Semoga aja ini tidak benar-benar terjadi.

Lalu, kalau dilihat-lihat, Tifa itu kasihan banget ya? Memang aku cuek-cuek aja sih. Aku sama sekali gak peduli sama dia. Tapi, aku selalu saja mendengar kalau dia bicara sendiri. Semuanya pasti mengenai Cloud. Apa sih hebatnya Cloud? Apakah rambutnya yang nyentrik atau pedangnya yang tingginya melebihi manusia? We don't know ^_^\/. Tapi jujur aja, sejak kencanku dengan Cloud, pandanganku dengannya agak sedikit berubah. Dia bisa menjadi antisocial, dingin, kaku, tapi dia itu mungkin orangnya manis tapi malu-malu anjing kalau ada yang mau dia selamatin atau ada hubungannya dengan Tifa meskipun aku tidak melihatnya secara live, sih.

Ok, lah. Sampai disini dulu ya! Tifa lagi masakin sup jagung manis, ishh… masakannya memang jagoan sih! Mulutku jadi ngileer. Gak apa-apa deh, kita santai-santai aja sambil menunggu Cloud menemukan Lunar Harpnya besok.

Putri Wutai ^_^,

Yuffie


28 Desember

Masih di Bone Village,

Pagi ini sangat sejuk sekali dan aku ada kabar bahagia. Mau tahu gak? Akhirnya Cloud nemuin Lunar Harp berkat si tukang gali. Yipeeee! Sepertinya besok aku gak bisa ceritain ke kamu apa yang terjadi karena prediksiku nanti, pasti misi kali ini sangat sulit. Aku jadi bersalah banget sama kamu. Tapi tak apa-apa deh.. yang penting : aku selamat, kamu selamat, aku masih bisa nulis plus nyolong.

Ok, sekian dulu. Aku sama temanku bakal ke Sleeping Forest, sampai jumpa diariku!

Putri Wutai,

yuffie


30 Desember,

The Forgotten Capital,

Diariku, gak nyangka sudah 2 hari aku gak nulis diari ini. Gak jadi deh, seharusnya: hebat kali aku, sampai bisa nulis diari pada saat-saat yang genting ini. Ok,ok, sekarang ini aku lagi menikmati empuknya tempat tidur di Forgotten Capital. Jujur aja, aku penasaran banget sama tempat ini. Tempat ini kayak gak ada orang lagi, mungkin memang itu sebabnya mengapa tempat ini dinamakan forgotten capital yang artinya kota yang terlupakan. Tempat ini lebih canggih dari Wutai dan Midgar. Entah kenapa ya?

Ehh… sebelumnya aku pingin ceritain perjalananku kami dari bone village sampai ke sini.

Ok,sesudah kita menemukan lunar harp, kita langsung memasuki Sleeping Forest yang isinya hanya pohon-pohon yang rada-rada membosankan. Nah, ketika kita sampai disana, entah kenapa seperti ada sebuah suara. Setelah aku mendengar suara itu, terbukalah sebuah jalan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Mungkin ini adalah keajaiban dari lunar harp. Tapi, gara-gara itu, keluarlah para monster-monster yang baiknya minta ampun. Tapi setidaknya aku ke sana itu gak cuma-cuma. Di sana aku mendapat Kjata(itu materia summon keren!) dan Water Ring( untuk menambah kecantikan dan jadi kebal sama air).

Sepertinya perjalanan melewati Sleeping Forest gak susah-susah amat. Habis monsternya kelas teri, sih.

Nah, sesudah kita keluar dari Sleeping Forest, barulah kita sampai di Forgotten Capital. Tempat ini rada aneh. Mengapa? Entah, habis rumah itu kayaknya terbuat dari kerang, dan jamur sebesar pohon itu sepertinya pernah aku lihat di buku biologiku, pengen banget kupakai buku itu untuk lemparin kucing karena mengganggu tidur indahku waktu itu. Ah… indahnya kenangan masa lalu ^w^.

Nah, disana aku menjelajahi tempat itu dan ternyata ada banyak barang berharga. Yah, selagi tempat ini sudah terlupakan, kenapa gak diambil aja barangnya? Toh, orang di sana udah mati :p. Di sana, aku mendapat Aurora Armlet, Guard Source, Elixir dan Enemy Skill materia. Wah, untung banget ke sini! Berkat Cloud, aku dapat melihat pemandangan aneh di Forgotten Capital -_-.

Begitulah perjalananku dari Bone Village sampai ke tempat tidur yang aku tiduri sekarang ^_^. Ya sudah, aku tidur dulu, ya. Semoga aja kita dapat ketemu Aerith di sini.

p.s.: Dari tadi feelingku buruk amat sama Aerith. Gaia, tolong lindungi dia, ya. Memang kami jarang bicara, tapi setidaknya beri aku waktu untuk bisa ngerjain Aerith. Aku gak pernah bisa ngerjain Vincent sama Aerith karena memang gak bisa dikerjain , mereka pintar banget, sih-_-.

Putri Wutai,

Yuffie


1 januari

Di Icicle Inn,

Diariku, gak terasa ini sudah tahun baru dan tahun baru ini adalah tahun baru terburuk yang prenah ada. Kamu mau tahu kenapa? Aku sedih banget, baru pertama kali ini aku menangisi orang lain selain ibuku. Semuanya gara-gara si pengecut itu! Aku gak mau tahu apa namanya, yang penting si rambut silver sialan itu telah membunuh Aerith! Apakah kamu bisa membayangkannya? Dia bahkan mati di depan mataku sendiri! Ya tuhan, aku memang tidak pernah berdoa kepadamu, tapi kenapa doaku yang pertama kali ini tak kamu balas? Padahal kemarin, aku berharap kalau Aerith masih hidup. Heart-broken banget :'(…

Kamu tahu kenapa aku bilang Sephiroth pengecut? Kamu mau tahu? Dia menyerang Aerith pada saat dia lagi menutup matanya dan berdoa! Dia juga menebas orang dari belakang! Apakah itu sudah tindakan yang sangat pengecut? Dia itu wanita dan dia sama sekali tidak dlengkapi senjata! Kamu bayangkan betapa kurang ajarnya si Sephiroth? Kalau mau bunuh orang, jangan dari belakang, dari depan bahkan lebih mendingan!

Gara-gara dia, Cloud menjadi aneh sekali! Muka bersalahnya kelihatan banget! Memang harus kuakui, Cloud tadi juga hampir menebas Aerith kalau gak aku yang teriakin dia. Kalau seandainya… waktu itu aku ngeluarin shurikenku untuk menghalangi Sephiroth… pasti Aerith masih bisa berada di antara kita.

Aku tak tahu apa kebaikan dari kematian Aerith. Mungkin bagi Tifa, percintaan segitiga mereka bakal berakhir. Tapi, ini kan sudah kejam. Aku sama sekali tidak bermaksud hal demikian loh. Hanya imajinasiku belaka.

Ok, sudah cukup kesedihanku. Setelah kita melihat adegan pembunuhan Aerith, kita dihadang oleh jenova life. Untung aja sebelumnya aku udah mempersiapkan diri dengan water ring, jadi waktu jenova itu menyerangku pakai air, gak terluka sama sekali. Betapa pintarnya kan, aku :p? nah, setelah kita mengalahkan jenova life, kita mendapatkan comet materia sama Wizard Bracelet.

Mau tak mau kita harus buntutin Sephiroth ke North Crater, dan keluarlah kita dari Forgotten Capital. Habis apa lagi yang mau kita lakukan? Meratapi kematian Aerith disaat dunia ini sedang di fase kritis? Gak ya, kita pun harus memprioritaskan komitmen kita. Sewaktu aku di Cosmo Canyon bersama Cloud dkk. aku sudah bertekad kalau aku akan melindungi Gaia dari benda jahat dan ingat, orang mati tidak bisa hidup lagi. Jadi ngapain kita ratapin terus? Nanti kalau dia bener-bener cariin kita, nanti kita pingsan sangking kagetnya. Jadi aku tak punya alasan untuk sedih lagi. Keep smiling .

Ok, di pagi hari yang dingin ini, aku mau istirahat balik deh. Capek banget sih! Good morning, Gaia!

Putri Wutai,

Yuffie


Maaf banget atas kelamaan updatenya . Oleh karena itu, aku kasih 4 entri sebagai permintaan maafku. Thx banget ya karena menyempatkan dirimu untuk membaca ^_^.Oh, sebelumnya thx banget yah, bagi teman-temanku yang menemaniku selama aku menulis Jurnal Yuffie. Thx banget…

RnR?