Naruto : Masashi Kishimoto-san
SHARINGAN : Namikaze Asyifa
Pairing : SasufemNaru
Rating : T
Genre : Supranatural (maybe) and Hurt/Comfort
Warning : berupa cerita gaje, alur super cepat, typo(s), sedikit OOC, fem!Naru, OC, etc…
Summary :
Naru pergi, akibat ulahnya yang bodoh. Dan Sasu tidak tahu bahwa wanitanya telah melahirkan anaknya. Disaat ia telah bertemu dengan wanitanya, ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan untuk mendapatkannya kembali. Ia juga harus menyingkirkan teman Naruto yang menaruh hati pada wanitanya. Tapi tenang, si kembar akan menjaga kaasannya sampai kembali ke pelukkan tousannya. Lalu bagaimana dengan nasib Itachi?
A/N :
Uchiha Sasuke : 25 tahun
Uzumaki Naruto : 24 tahun
Uzumaki Izuna, Uzumaki Yuki : 6 tahun
Sabaku no Gaara : 25 tahun
.
.
/DON'T LIKE, DON'T READ\\
.
.
.
"Kaasan, kenapa lama sekali? Yang lain sudah menungg-"
Nafas Kyuubi tercekat. Pria itu, pria yang dulu menyandang sebagai sahabatnya sekarang berada di depannya.
"Itachi~"
Sama halnya dengan Kyuubi, Itachi juga merasakan hal yang sama. Wanita yang ia rindukan kini berada di hadapannya –lebih tepatnya berada di pelukan ibunya. Wanita yang ia cintai, kini sudah kembali.
"Kyuubi~"
TES!
Sungguh jika semua ini adalah mimpi, Itachi pasti berharap untuk selalu terjebak di dunia mimpi. Dimana ia bisa memandang dan menyentuh Kyuubi sesuka hati tanpa perlu takut Kyuubinya akan pergi dari sisinya. Ia sudah sering mengalami hal ini. bermimpi bertemu Kyuubi, memiliki keluarga kecil yang bahagia yang tentu saja bersama Kyuubi, menghabiskan masa tuanya bersama Kyuubi, merawat dan mendidik anak-anak mereka. Ia sering mengalaminya. Tapi semua itu tidak nyata. Sedangkan wanita yang amat sangat dicintainya itu berdiri tak jauh darinya.
"Kyuu~" lirih Itachi. Ingin rasanya ia merengkuh tubuh wanita yang hampir dua belas tahun ini tak ditemui. Mengumandangkan kata-kata penuh cinta. Membelai rambut jingga sang pujaan. Mencium. Bercanda bersama-sama, seperti ketika mereka bersahabat dulu.
Waktu itu, penandaan Kyuubi, mereka memiliki umur yang sama yaitu 17 tahun. Pagi hari setelah malam yang membuat mereka terpisah, Kyuubi mengatakan kebencian dan kekecewaannya pada Itachi. Bahkan Kyuubi meminta Itachi untuk tidak menemuinya beberapa waktu. Dan Itachi menyanggupinya karena tidak ingin menambah kadar kebencian Kyuubi terhadapnya. Ia melakukan itu selama dua tahun, dan ia harus memendam penyesalan yang sangat besar ketika mengetahui bahwa Kyuubi sudah tidak lagi tinggal di Suna. Ia sangat terpukul waktu itu.
Kyuubi meninggalkannya karena kesalah pahaman. Kyuubi meninggalkannya tanpa tahu alasan Itachi menodai kesuciannya. Kyuubi meninggalkannya ketika sebuah rasa yang membuatnya berani berbuat jauh menyelimuti hatinya. Kyuubi meninggalkannya yang tanpa Kyuubi ketahui tengah memendam rasa cinta yang sangat dalam. Ya~~ Itachi sangat mencintai Kyuubi ketika wanita beriris ruby itu pergi.
Kyuubi masih berdiri di posisinya. Mikoto telah melepaskan pelukaannya terhadap Kyuubi. Ia memandangi putranya dan Kyuubi secara bergantian. Senyuman kecil muncul di wajahnya. Ini saatnya anaknya mendapatkan kebahagian setelah terpuruk begitu lama. Dengan pelan-pelan, Mikoto meninggalkan sepasang sahabat yang kini berubah menjadi mantan sahabat itu. Memberi waktu untuk menyelesaikan masalah mereka.
"Kyuu~" lirih Itachi lagi. Ia kini tengah menahan hasrat untuk menerjang tubuh Kyuubi, membawanya dalam pelukan hangat. Ia tidak peduli kalau Kyuubi melihatnya meneteskan air mata. Tidak ada yang salah dengan menangis. Ia tidak perlu malu karena menangis, karena sebenarnya air matanya ini merupakan salah satu tanda kerinduan yang sangat mendalam.
"…"
Kyuubi sejak tadi hanya terdiam, menatap Itachi dengan pandangan yang sulit Itachi artikan. Ia tidak memperdulikan Itachi yang terlihat jelas sangat ingin menumpahkan kerinduannya. Tapi ia bisa apa, rasa kekecewaannya masih ada. Ia tidak mungkin menyambut Itachi hangat sama seperti dulu. Walaupun ada bagian dari hatinya yang justru menginginkan hal yang lain.
"Kyuu, kumohon jangan mendiamkanku seperti ini," pinta Itachi. Ia sudah membuang seluruh egonya untuk mengatakan hal itu. Demi apapun, seandainya ada yang bisa membuat Kyuubi kembali ke dalam pelukannya, Itachi pasti akan melakukannya.
"…"
Ekspresi terluka jelas di onyx Itachi. Ia sudah sangat putus asa, ia bingung harus bagaimana lagi. Melihat keterdiaman Kyuubi membuat sang sulung Itachi down, beranggapan bahwa sepertinya hubungan mereka memang hanya sebatas sahabat sejak dulu. Tidak ada kesempatan bagi Itachi untuk membuat hubungan mereka mejadi lebih dari sahabat. Sepertinya sudah saatnya ia merelakan Kyuubi.
Dengan rasa putus asa, Itachi berniat menghilangkan tanda Uchiha dalam tubuh Kyuubi. Hanya dengan itu Kyuubi bisa memilih jalan hidupnya tanpa perlu terbebani dengan adanya lambang Uchiha dalam tubuhnya. Meski ia harus kehilangan nyawa sekalipun, ia tidak peduli. Kebahagiaan Kyuubi adalah prioritasnya, ia tidak bisa membiarkan egonya yang bertindak. Ia tidak bisa mellihat ekspresi terluka Kyuubi.
"Maafkan aku."
.
..
"Kaasan…" teriak Yuki begitu melihat ibunya datang bersama kakeknya. Ia yang semula duduk tenang di meja makan langsung berlari menghampiri ibunya dan menjatuhkan tubuhnya di pelukan Naruto. Menenggelamkan kepalanya pada bahu Naruto yang kini tengah mensejajarkan tinggi mereka.
"Yuki rindu kaasan," ucapnya
"Kaasan juga rindu Yuki. Kenapa Yuki pergi tidak minta izin sama kaasan?" tanya Naruto dengan intonasi marah.
"Itu karena kaasan bermain terus sama Gaara-jisan. Yuki 'kan bosan kalau main sendiri."
"Tapi 'kan ada Izuna-nii."
"Izuna-niisan lebih suka main sama mata merah. Yuki 'kan kesepian. Tadi saat tousan datang, kaasan masih main sama Gaara-jisan. Karena Yuki tidak tahu harus ngapain, jadinya Yuki ikut tousan."
Sambil menggendong Yuki, Naruto melangkahkan kakinya menuju meja makan. Di sana ia sudah melihat Fugaku, Sasuke, dan Izuna yang hanya menatapnya datar. 'Tidak senang dengan kedatanganku huh?!" cibir Naruto dalam hati.
"Kanapa kau menatap kaasan seperti itu Izuna?" tanya Naruto sedikit risih dengan tatapan Izuna yang dilayangkan kepadanya.
"Hn. Tidak ada apa-apa. Kupikir kaasan sudah melupakan kami," jawab Izuna sekenanya. Tanpa peduli kalau hati Naruto saat ini seperti di tusuk ribuan jarum runcing.
Sakit~
Sangat sakit~
Okey… Naruto mengaku salah karena beberapa hari ini ia kurang memperhatikan Izuna dan Yuki. Padahal biasanya ia selalu bertanya ini itu pada mereka. Seperti kehidupan sekolahnya dan yang lain. Tapi putra pertamanya itu tidak perlu mengatakan sesuatu hal yang membuat hatinya mencelos bukan?
"Dimana aniki?" tanya Sasuke begitu melihat ibunya datang dari ruang depan.
"Oh~~ anikimu sedang menyelesaikan masalahnya selama ini."
"Kyuubi, heh?" tebak Sasuke dan dibalas dengan senyuman manis dari Mikoto.
"Jadi perempuan garang itu sudah kembali?" tanya sang kepala keluarga yang sedari tadi hanya mendengarkan pembicaraan anggota keluarganya dengan Iruka dan Naruto yang kini tengah memangku Yuki.
"Begitulah," jawab Mikoto singkat.
.
..
"Maafkan aku."
"Aku melukaimu aku tahu itu. Aku… aku akan menghilangkan tanda itu. Dan… dan kau bisa hidup bebas tanpa terkekang oleh tanda itu," Itachi tersenyum getir.
Inilah resiko dari keturunan Uchiha. Para Uchiha akan mati di saat berumur tujuh belas tahun jika mereka tidak segera menemukan dan melakukan sesuatu pada mate mereka. Para Uchiha juga harus tetap menjaga perasaan cinta sang mate.
Uchiha akan mengamuk jika matenya selingkuh meskipun mereka belum terikat oleh pernikahan. Para Uchiha tersebut tidak bisa mengendalikan diri mereka dan kekuatan mereka. Mereka akan menyerang secara membabi buta. Apa saja yang ada di hadapannya, maka mereka akan memusnahkannya.
Dalam beberapa kasus yang pernah terjadi, seorang Uchiha juga bisa menghilangkan tanda yang mereka buat tetapi dengan nyawa mereka sebagai taruhannya. Karena pada dasarnya ritual Uchiha yang dilakukan pada saat berumur 17 tahun itu merupakan sebuah ritual dimana kekuatan seorang Uchiha akan bertambah. Melakukan hal itu sama saja dengan membagi kekuatan mereka pada keturunan mereka kelak. Tapi selain itu, tanda yang mereka pada sang mate buat juga menyimpan kekuatan mereka. Apabila tanda tersebut hilang, kekuatan mereka justru akan membalik menyerang mereka sendiri.
Dalam sejarah Uchiha, hanya ada dua orang yang berhasil membuat segel kutukan yang melindungi tanda Uchiha. Yang pertama leluhur mereka, Uchiha Madara dan yang kedua Uchiha Sasuke. Karena sebenarnya segel kutukan itu membutuhkan kekuatan yang tidak sedikit. Yang dibumbui sedikit rasa cinta dari kedua belah pihak, maka segel tersebut akan tetap menyatu dengan tubuh sang mate dan tidak bisa dihilangkan dengan cara apapun.
"Aku… aku akan melakukannya sekarang juga kau mau?" tawar Itachi. Pedih rasanya mengatakan hal itu. Seandainya ia bisa, ia akan menjadi egois, membawa Kyuubi pergi hanya untuk dirinya sendiri. Kalau perlu ia akan membuat segel kutukan yang sama seperti milik Sasuke meski terlambat. Tapi tidak, ia tidak bisa melakukan hal itu. Mengapa? Karena Uchiha Itachi sangat mencintai Uzumaki Kyuubi. Meskipun ia tidak bisa memilikinya.
"Apa maksudmu dengan melakukan hal itu?" tanya Kyuubi akhirnya meski dengan suara kelewat dingin.
Itachi tersenyum tulus, karena bisa mendengar suara Kyuubi lagi. Meskipun tetap ada sesuatu yang salah dengan senyuman Itachi. Terlihat tulus, namun disisi lain juga terlihat dipaksakan.
"Aku… ingin kau bahagia. Prioritasku adalah itu," jawab Itachi tenang.
"Kau menginginkan aku bahagia? Cih," Kyuubi mendecih sinis. "Lupakah kau dengan apa yang kau lakukan padakku dulu? Perlukah aku mengingatkanmu?" desis Kyuubi. Mungkin wanita berambut merah itu tengah menahan amarahnya.
"Kau menipuku. Kau mengatakan padaku kalau kau kesulitan belajar dan memintaku untuk mengajarimu. Saat itu, entah kenapa aku menyanggupimu. Padahal aku tahu. Kalau Uchiha tidaklah bodoh," Kyuubi tersenyum sinis ketika mengingat kembali masa lalunya. "Saat aku mengatakan kalau aku ingin pulang lantaran hari sudah malam. Kau justru menolaknya dan memintaku untuk menginap. Ingatkah kau, kalau kau pernah memukul tengkukku, membuatku pingsan karena aku terus memaksa untuk pulang? Ingatkah kau-"
"Aku mencintaimu. Aku melakukan semua itu karena.. aku mencintaimu.," teriak Itachi karena tidak tahan disudutkan oleh Kyuubi.
"Aku mencintaimu, Kyuu~"
Kyuubi hanya mematung di tempat. Pernyataan Itachi membuatnya bungkam. Ia tidak tahu harus berkata apa. Yang ia tahu sesuatu dalam dirinya berdesir hangat mendengarnya. Meskipun ragu, ia tahu mengapa hatinya menghangat. Kyuubi memandang Itachi yang masih terus menggumamkan 'aku mencintaimu' tidak tahu harus berbuat apa. Ia melangkah pelan memasuki villa tersebut. Sesaat ia berhenti di samping Itachi, ia berbisik lirih berharap bahwa bisikannya membuat Itachi berhenti menganggu hidupnya.
"Semuanya sudah terlambat Itachi."
Dan kemudian Kyuubi melangkah memasuki villa tersebut tanpa rasa takut tersesat, karena ia cukup sering mengunjungi villa ini bersama Itachi. Mengingatnya saja membuat liquid bening milik Kyuubi menetes. Ia tertawa getir. Menertawakan kelamahannya yang mudah menitikkan air mata karena seorang manusia brengsek-menurut Kyuubi-bernama Itachi.
"Aku tahu Kyuu," Itachi berbalik, menatap punggung Kyuubi yang mulai menjauh. Tapi ia sangat yakin jika Kyuubi masih bisa mendengarkan suaranya. "Kau… datanglah besok ke tempat dimana kita sering bermain dulu. Aku… aku akan menghilangkan tanda itu," Itachi sekuat tenaga menekankan sisi iblisnya yang mulai murka. Karena Kyuubi bukan hanya miliknya, tapi juga milik sisi buruknya. Ia memang seorang Uchiha, tapi ia tidak memiliki intrik, cara-cara licik untuk memenangkan sesuatu. Ia cukup punya perasaan sebagai manusia pada umumnya. Meskipun ia harus melawan sisi iblisnya, itu bukan masalah yang besar untuknya.
Prioritasnya hanya Kyuubi. Hanya Uzumaki Kyuubi tidak ada yang lainnya. Meskipun itu adalah nyawanya sendiri.
"Grr.." Itachi menggeram marah. Kekuatannya mulai tidak bisa dikontrol setelah Kyuubi menghilang dari balik pintu. Pemuda dengan garis halus seperti keriput itu mencengkram dadanya. Iris onyxnya mulai berubah menjadi sharingan. Mangekyu sharingan lebih tepatnya. Dan tak lama kemudian ia pergi melesat keluar, menjauhi rumahnya secepat angin.
.
..
Kyuubi menghela nafas panajng. Pembicaraannya dengan Itachi tadi cukup menguras emosi. Ia tidak tahu apakah harus senang atau sedih mengingat pembicaraan mereka. Ketika Itachi akan menghilangkan tanda Uchiha di tubuhnya.
Terlalu larut dalam lamunan, Kyuubi tidak menyadari jika sekarang ia sudah sampai di ruang makan keluarga Uchiha.
"Kyuu…" panggil Iruka berhasil mengembalikan kesadaran Kyuubi.
Ia sedikit tersentak, kemudian menatap seluruh orang yang berada di ruangan tersebut. Ia tersenyum kikuk sebelum memberi sapa pada sang pemilik villa. Wanita yang sedang dilanda kegalauan tingkat dewa itu mendudukkan dirinya di samping Naruto. Tepat di depannya masih kosong, mungkin tempat duduk Itachi. Samping kirinya adalah Naruto dengan seorang bocah perempuan berada di pangkuannya yang berhadapan dengan Sasuke. Dan di samping kiri Naruto, seorang bocah berambut raven berwajah datar khas Uchiha yang berhadapan dengan Mikoto. Fugaku sendiri duduk di paling ujung kiri. Sedangkan Iruka mengisi di ujung kanan.
"A-ada apa jisan?" tanya Kyuubi sedikit terbata.
"Kau melamun," ucap Iruka.
"Ah! Gomennasai," sesal Kyuubi.
Hening…
"Sebaiknya kita segera makan malam keburu dingin nanti makanannya," ucap Mikoto.
"Ehmm… maaf baasan, tapi aku sudah makan tadi di rumah Iruka-jisan," tolak Kyuubi halus.
Tanpa ada yang tahu, Mikoto merubah matanya menjadi sharingan. Ia menatap Kyuubi dengan mata tajamnya. Memaksa Kyuubi untuk memakan makanan yang ada. Walaupun itu berlaku tidak lama, tetap saja Kyuubi yang melihatnya sedikit merinding. Dua belas tahun tanpa ada Uchiha di sekelilingnya membuatnya sedikit lupa kalau Uchiha tidak suka dengan penolakan.
"A-aku akan makan."
Akhirnya dengan terpaksa Kyuubi memakan makanan yang sudah Mikoto siapkan. Hal tersebut mengundang senyum kemenangan milik perempuan paruh baya itu. Dari luar memang ia terlihat anggun dan ramah, tapi jangan salah darah Uchiha juga mengalir dalam tubuhnya walaupun tidak sebanyak milik Fugaku dan kedua putranya.
Naruto sendiri… entah kenapa malam ini ia memakan begitu banyak makanan. Padahal sudah sangat jelas kalau ia sudah makan malam di rumahnya. Tapi tetap saja nafsu makannya masih saja ada. Bahkan sekarang ia sesekali melirik jus tomat milik Sasuke yang berada di hadapannya. Sesekali ia meneguk ludahnya begitu membayangkan rasa nikmat ketika cairan merah sedikit oren itu mengalir di kerongkongannya.
Ahh….. membayangkan saja membuatnya sangat ingin.
"T-teme…" panggil Naruto, masih memandangi jus tomat milik Sasuke.
"Hn?" Sasuke menaikkan salah satu alisnya.
Naruto tidak menjawab. Ia justru menjilat bibirnya sendiri sambil memandangi jus tomat milik Sasuke. Tanpa tahu kalau sisi iblis Sasuke tengah bergejolak, siap menyerang matenya. Sasuke sambil menahan sisi iblisnya berontak ingin menerkam Naruto, mengikuti arah pandang Naruto. dan…
Pemuda adik Itachi itu mengangkat gelas jusnya. Ia memperhatikan arah pandang Naruto yang terpaku pada gelasnya. Ia sedikit berpikir. Namun, tak lama kemudian seringai keji terpampang di wajahnya. Mempunyai sebuah rencana untuk menguatkan hipotesisnya.
Iris biru Naruto terbelalak lebar, ia tidak menyakngka kalau Sasuke akan melakukan hal itu. Ia memandang Sasuke yang tengah menghabiskan jus tomatnya dengan beringas. Apalagi begitu ia menyadari kalau sejak tadi, Sasuke tengah menyeringai padanya. Tertawa mengejek. "Jusku habis dobe, kalau kau ingin, kau bisa membuatnya sendiri."
BRAK!
Reaksi yang keluar benar-benar di luar dugaan. Naruto menggebrak meja makan dengan kasar. Membuat semua orang yang berada di meja makan terkejut. Terutama Yuki yang kini masih berada dalam pangkuan Naruto.
"Hiks… hiks.. hiks…" isak Yuki yang sedikit takut dengan kemarahan kaasannya yang belum pernah dilihatnya.
Seketika itu juga, empat sharingan langsung aktif. Milik Sasuke, Fugaku, Mikoto, dan Izuna. Suasana di ruangan tersebut juga sedikit mencengkam. Iruka dan Kyuubi yang tidak tahu apa-apa hanya terdiam menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Yuki sendiri kini sudah berpindah tempat di pangkuan Iruka.
"Apa yang kau lakukan dobe?" desis Sasuke.
"Memangnya apa?" tantang Naruto.
Sebenarnya keempat sharingan tersebut tidaklah aktif begitu saja. Ada aura aneh yang menguar dari tubuh Naruto membuat keempat sharingan tersebut aktif. Izuna hanya mengernyit bingung dengan sikap ibunya yang terbilang sangat aneh itu. Sesaat iris merahnya memandang perut ibunya yang mengeluarkan cakra aneh berwarna merah tua sedikit hitam.
"Baasan, ada cakra aneh yang keluar dari perut kaasan," kata Izuna sambil menunjuk perut ibunya.
Mengacuhkan putra bungsunya yang kini sedang beradu mulut dengan calon menantunya, Mikoto memandang perut Naruto. dan ia baru menyadarinya. Sesuatu yang bergejolak pelan dalam tubuh Naruto. kumpulan cakra-kekuatan para Uchiha yang berkumpul membentuk suatu gumpalan yang tidak sempurna.
"Astaga… Fugaku~ kurasa kita akan memiliki satu cucu lagi," ucap Mikoto sambil terus memandangi perut Naruto.
Semua orang yang mendengar hal tersebut terkaget. Apalagi Iruka, Kyuubi, dan Naruto. Iruka bingung siapa yang sedang mengandung. Kyuubi takut kalau seseorang yang sedang ia sembunyikan keberadaannya telah diketahui. Sedangkan Naruto sedang dalam mode marah yang semakin menjadi-jadi.
"Apa!?" Naruto kembali menatap tajam Sasuke. "Kau memang brengsek teme. Kau mengatakan padaku kalau kau sudah tidak lagi bermain dengan para wanita-wanita itu. Tapi apa buktinya. Kau berbohong. Bahkan salah satu dari mainanmu itu ada yang tengah mengandung anakmu. Kau memang brengsek Sasuke," cecar Naruto. Mungkin Naruto salah paham.
"Aku tidak seperti apa yang kau tuduhkan padaku," desis Sasuke tidak terima dengan apa yang baru saja Naruto katakan. Ia memang bahagia karena hipotesisnya benar, tetapi jika begini terus lama-lama ia akan menyerang Naruto. tentu kalian tahukan menyerang yang bagaimana?
"Tenanglah Naru-chan. Sasuke tidak menghamili siapa-siapa," ucap Mikoto sedikit menenagkan Naruto.
"Yang kaasan maksud itu kamu. Kau sedang mengandung," Mikoto menampilkan senyum bahagianya.
"Eh?"
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 det-
"Apa yang kau lakukan pada Naruto, pantat ayam?" teriak Kyuubi.
Kyuubi menarik kerah Sasuke. Mata rubynya menyipit tajam. Membuat semua orang memandang terkejut atas sikap Kyuubi. Namun sayangnya itu tidak lama, karena beberapa detik setelah kejadian itu, hawa disekitar mereka menggelap. Hanya para Uchiha termasuk Izuna yang merasakannya. Naruto pun ikut merasakannya mengingat ia tengah mengandung anak Sasuke.
"Ada apa ini?" tanya Fugaku datar.
"Sesuatu telah terjadi," kata Sasuke. Ia melepaskan cengkraman Kyuubi pada kerahnya, ia mengedarkan pandangannya, menyapu seluruh ruangan. Mencoba mengenali hawa di sekitarnya.
"Kenapa sangat dingin?" tanya Naruto.
Iruka menatap cemas Naruto, ia pernah mendengar kabar kalau Uchiha memiliki darah iblis. Dan melihat reaksi mereka yang cukup aneh, apalagi mata merah mereka, ia cukup yakin jika para Uchiha memanglah bukan manusia biasa.
"Tousan… Itachi-jisan," ucap Izuna.
"Oh… tidak. Sepertinya sisi iblis Itachi mulai memberontak," terang Mikoto.
"I-itachi?" cicit Kyuubi.
"Bagaimana bisa?" tanya Iruka. Mulai mengerti apa yang sedang terjadi sekarang.
"Sepertinya ini menyangkut masalah mate," ucap Fugaku sebelum menghilang dari hadapan semua orang.
"Kaasan, tolong jaga Naruto dan Yuki," Mikoto mengangguk. "Dan kau Izuna…"
"Hn?"
"Kau ikut dengan tousan, mencari pamanmu."
Dan seketika Sasuke beserta Izuna sudah menghilang dari pandangan Naruto.
"Kaasan…" panggil Yuki lirih. "Niisan… akan pergi kemana?" tanya Yuki sambil sesekali menguap.
"Niisanmu sedang mencari pamanmu," jawab Naruto sambil membelai rambut pirang Yuki.
"Yuki… Yuki ke kamar tousan ne? ini sudah malam, Yuki harus tidur," uca Mikoto.
Yuki mengangguk patuh. Ia kemudian memasuki villa tersebut. Menuju kamar Sasuke selama tinggal di villa ini.
"Basan, apa yang terjadi dengan Itachi-nii?" tanya Naruto penasaran.
Mikoto tersenyum lembut pada Naruto. Mata onyxnya melirik Kyuubi yang tengah menundukkan kepalanya. Irisnya kemudian melirik Iruka yang sepertinya masih bingung. "Sepertinya sisi iblis Itachi sedang mencoba mengambil alih tubuh Itachi."
"A-apa itu baik-baik saja?" tanya Iruka khawatir. Kyuubi hanya diam sambil menundukkan kepalanya, ia mengepalkan tangannya.
"Tidak."
DEG!
"Ke-kenapa?" tanya Kyuubi.
"Karena ketika sisi ibllis Uchiha mulai mengambil alih tubuh sebenarnya, itu sangat membahayakan. Dia bisa menghancurkan satu kota dalam satu malam."
"Bagaiaman cara menghentikannya?" tanya Iruka.
Mikoto menggeleng pelan. "Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan sisi iblis Uchiha."
"Tidak… pasti ada cara untuk menghentikannya," keukeuh Kyuubi. Tidak percaya dengan penuturan Mikoto.
"Memang ada. Tapi sepertinya bagi Itachi tidak bisa."
"Kenapa?"
"Karena yang bisa mengendalikan sisi iblis uchiha adalah matenya. Sedangkan mate Itachi spertinya tidak bisa melakukan itu," jawab Mikoto datar.
"O-oh," jawab Kyuubi kembali menundukkan kepalanya.
.
..
SRETT!
Itachi mengamuk. Ia menyerang apapun yang ada di hadapannya. Pikiran rasionalnya telah dikalahkan oleh sisi iblisnya. Ia secara membabi buta membabat semua pepohonan yang ada. Beruntung sebelum sisi iblis miliknya menguasai tubuhnya, ia sudah melarikan diri ke tempat dimana tidak ada orang, yaitu hutan Konoha tempat ia dan Sasuke bertemu Izuna untuk yang pertama kalinya.
Tak lama kemudian, Fugaku datang disusul dengan Sasuke dan Izuna. Tanpa banyak kata mereka menyebar mengelilingi Itachi. Mungkin bagi Izuna ini hal yang baru baginya, terutama untuk menciptakan segel tangan. Tapi beruntung Sasuke sudah memberinya pelajaran singkat tentang apa yang harus dilakukannya untuk menyegel Itachi.
Secara kompak ketiga Uchiha tersebut membuat segel tangan dan mengucapkan sesuatu sejenis mantra. Kemudian mereka menyentuh tanah, membuat sesuatu seperti pentagram muncul. Menjebak Itachi di tengah-tengah pentagram.
Itachi terduduk lemah, kekuatannya menurun karena pentagram. Tak lama kemudian, sisi iblisnya kembali tenang. Mata mangekyou sharingan miliknya telah terganti dengan onyx pada umumnya. Nafasnya masih memburu. Tubuhnya masih bergetar.
Fugaku mendekati Itachi, ia menepuk pundak Itachi sebelum akhirnya membantu Itachi berdiri. Sedangkan Sasuke tengah menggendong Izuna yang pingsan. Bagaimanapun ia belum cukup umur untuk mengeluarkan cakra sebesar itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Fugaku.
"Tidak ada yang terjadi," jawab Itachi.
"Terkadang sifatmu tidak mencerminkan sifat Uchiha," sahut Sasuke.
Itachi tersenyum pada Sasuke yang dibalas dengan dengusan keras dari sang bungsu.
"Jika kau mencintainya. Jangan pernah melepaskannya."
Itachi menatap wajah ayahnya yang memasang wajah datar. "Apa?"
"Kau berniat melepaskan tanda Uchiha pada Kyuubi. Sementara kau sendiri mencintainya."
Melihat perbincangan seirus tersebut, Sasuke memilih meninggalkan hutan dan kembali ke villa dengan Izuna yang masih pingsan dalam gendongannya.
"Aku ingin dia bahagia. Dan kebahagiaannya adalah dengan melepaskan tanda itu." Jawab Itachi tidak kalah datarnya.
"Terkadang manusia perlu bersikap egois untuk mempertahankan sesuatu. Kau tidak perlu menahan egomu. Melepas Kyuubi bukanlah satu-satunya cara agar dia bahagia," Fugaku menatap Itachi dingin.
"Lalu harus bagaimana? Tousan tidak tahu apa yang aku rasakan," jawab Itachi. Ia menatap Fugaku dengan pandangan tajam miliknya.
"Dan kau tidak tahu bagaimana keadaan Kyuubi selama kalian berpisah."
Itachi menundukkan kepalanya. Ia memang tidak tahu bagaimana keadaan Kyuubi ketika perempuan yang ia cintai meninggalkan dirinya dalam rasa bersalah.
"Aku mencintainya," ungkap Itachi.
"Pergilah…"
Itachi memandang Fugaku dengan tatapan bingung.
"Pergilah… cari anakmu dan dapatkan hatinya. Dengan begitu Kyuubi tidak bisa lagi menolakmu ketika anaknya sendiri yang meminta,"
Onyx Itachi melebar, ia tidak berfikir sampai kesana. Tidak pernah terlintas dalam pikirannya jika sesuatu yang ia lakukan pada Kyuubi dulu membuahkan hasil.
"Pergilah sekarang… anakmu berada di Kanada,"
Dan seketika itu juga, Itachi meleset pergi meninggalkan Fugaku yang tersenyum tipis sendirian di dalam hutan.
.
.
.
TBC
A/N
Haiii… maaf menunggu lama, bagi yang masih menunggu tapi kalau tidak yasudah~~ Oke saya tahu kalau fic ini tambah aneh…. Tambah gaje dan yang lainnya…. Tapi intinya.. saya harap chap ini tidak mengecewakan…
Thanks buat seluruh reviewer, yang udah fav/follow… tanpa kalian apalah arti fic ini.. huhu T.T
Saya mau tanya lagi… kira-kira nama yang cocok untuk anaknya itakyuu siapa yaa? Coz chap depan dia bakalan muncul…
Satu lagi saran, kritik, pertanyaan atau apapun itu silahkan cantumkan lewat review atau PM atau apa terserah..
Bye….
Love you all...
